Promise (Chapter 1)

posterfb_img_1474171072857

Title : promise

Author : Sweetyoongkook22

Cast : Im Yoon Ah

Oh Sehun

Park Chanyeol

Byun Baekhyun

Kim Jongin

Other cast : Kang Min Hyuk, Krystal Jung, and Kang Hyunsik.

Cameo : Sully

Length : Chaptered

Disclaimer : All cast belong to GOD. But this story and poster are mine.

Ff ini juga publish di Yoongexo.wordpress.com

Don’t be siders!

Plagiator? Doesn’t allowed  here!

.. Enjoy This ..

Chapter 1

“Aku mohon.. jangan lakukan ini.. ak-kku berjanji akan tutup mulut, tapi tolong jauhkan pisau itu dariku..” ucap gadis berseragam sekolah yang dipenuhi peluh disekujur tubuhnya. Kulitnya yang putih semakin pucat tatkala benda tajam yang sedari tadi berusaha ia hindari kini bermain di sekitar wajahnya, mengakibatkan aliran kecil menetes di seragam putihnya.

“apa kau berusaha bernego denganku..??” ujar nya tak percaya.

“Dan apa kau kira aku masih bisa menerima perlakuanmu selama ini padaku??” sambungnya. Tatapan tak percaya diterima sang gadis mana kala mata elang sang pelaku terasa menusuk hatinya, ia menyesal telah melakukan kesalahan yang membuatnya harus dikurung ditempat ini. Gudang sekolah yang entah sejak kapan menjadikannya objek kekerasan pria dihadapannya. Gadis itu sungguh menyesal.

“Aku benar-benar minta maaf, tapi aku tidak menyukaimu, kau tidak akan mau kan jika menjalin hubungan yang didasari dengan hati yang terpaksa..??” jawab sang gadis dengan pilu.

Ia tahu menjalin hubungan yang didasari tanpa cinta dan hanya karena keterpaksaan tentu akan menyakiti keduanya. Namun disisi lain hati yang telah terluka akibat penolakan yang ia rasa melukai harga dirinya lah yang membuat ego-nya semakin kuat untuk member pelajaran pada gadis ini. Gadis dengan kasarnya menolak ajakannya untuk menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih, ia terluka amat dalam manakala sang gadis justru mencintai sahabatnya yang tak pernah meliriknya.

“Apa kau pikir kau juga akan diterima olehnya? Kau juga tahu benar bahwa dia tidak menyukaimu, lalu kenapa kau justru tetap mengejarnya?!!”

“Karena dia berbeda denganmu!! Dia tidak akan bertindak kasar pada seorang gadis apalagi jika gadis itu adalah temannya!!”

Tawa renyah pria berseragam itupun meledak. Tawa meremehkan yang justru terselip keterlukaan didalamnya.

“Kau benar, karena kami berbeda. Ia terlalu baik pada semua orang hingga orang-orang beranggapan ia adalah pria sempurna. Tapi kau juga tidak tahu bahwa kami ini sama sebagai seorang pria. KETIKA SEORANG PRIA DICAMPAKKAN MAKA DIA TIDAK AKAN LAGI MELIRIKMU, APA KAU TAHU?!!” emosinya sudah berada pada titik paling atas. Ia tak pernah mau dibandingkan apa lagi dengan temannya yang selalu merebut apapun darinya/

“TIDAK, DIA TIDAK SAMA DENGANMU!!” Kini gadis itu telah berdiri mengabaikan segala rasa sakit yang ia terima akibat pukulan dari dan tendangan, bahkan wajahnya kini merah padam menahan amarah. Ia tidak terima jika pria yang ia sukai disamakan dengan iblis dihadapannya.

“Kau!! Tidak lebih dari seorang pecundang!! Yang tidak bisa menerima kenyataan bahwa gadis yang kau suka lebih memilih orang lain!! Kau hanya pria yang tidak berguna!! Kau takut akan segala hal yang akan meninggalkanmu, kau takut sendirian. Apa kau pernah berfikir kenapa orang-orang lebih menyukainya?? Aku rasa kau tidak berfikir sampai kesana. Karena diotakmu hanya ada satu kalimat KAU HARUS MENGLAHKANNYA benarkan??”

JLEBB

Pisau itu tertancap tepat diulu hati.

“Kau terlalu banyak bicara Sully-aa.. kau tahukan aku paling tidak suka disbanding-bandingkan dengan siapapun termasuk temanku sendiri.”

“kk-kkau..”

“Pergilah ke surga, katakana pada malaikat disana, aku menitipkan salam perdamaian padanya.” Ujar sang namja sembari mengelus rambut gadis cantik yang bername tag Sully itu.

Breaking news

“Telah ditemukan sesosok gadis dengan keadaan yang cukup mengenaskan, terdapat luka lebam serta memar ditubuhnya. Menurut pihak kepolisian, korban kemungkinan besar meninggal akibat luka tusuk di ulu hati. Berita yang kami terima, ini merupakan kejadian ketiga selama dua tahun ini. Dan mirisnya kejadian ini terjadi di sekolah dengan reputasi yang cukup baik di Seoul. Lalu bag – ..”

*KLIK*

Televisi itu dimatikan.

“Kau lihat? Ini adalah kejadian ketiga selama dua tahun terakhir. Apa kau masih tetap diam saja disini? Tetap menolak tawaranku?” Tanya jendral polisi Seoul Kang Hyun Sik terhadap bawahan kepercayaannya.

Terhitung kali ke-4 ia menanyakan kepada bawahannya ini agar menerima kasus yang cukup meresahkan ini. Pasalnya kejadian pembunuhan ini terjadi dilingkungan sekolah, lingkungan yang seharusnya memberikan rasa aman dan kenyamanan pada para siswanya. Namun jawaban sang bawahan selalu membuatnya mendesah sebal.

“Apa kau akan membiarkan ini terus berlanjut?? Mau menunggu berapa orang lagi yang menjadi korban? Dua? Empat? Atau..”

“Sajaangnim..!!!!”

“Maka dari itu ku mohon lakukanlah, kali ini saja.” Sambungnya putus asa.

“Aku tidak bisa..” jawab sang lawan bicara. Jendral Kang menghembuskan nafas kasar.

“Baiklah.. tak ada pilihan lain.” Kalimat itu terhenti sejenak.

“Kau pasti akan menerima tawaran ini bila aku member tahu keuntungan yang akan kau dapatkan.”

Ditatapnya sang jendral penasaran, keuntungan apa yang dimaksud sang jendral mengingat ia bekerja untuk pemerintah bukan untuk sang jendral. Tak ada suara yang keluar kecuali tarikan dan hembusan nafas dari dua orang penghuni ruangan yang kini saling tatap tanpa berkedip.

“Adikmu.. kau bisa bertemu dengannya.”

Kalimat terakhir yang diucapkan sang jendral membuat tubuhnya seketika menegang.

Adiknya?? Ia bisa menemui adiknya..

“Benarkah..??” ada perasaan tak percaya dikalimatnya. Ia terkejut.

Jadi selama ini atasannya mengetahui keberadaan sang adik, lalu kenapa ia hanya diam saja. Tak tahukah sang Jendral bahwa hamper setengah hidupnya ia lalui hanya untuk mencari keluarganya yang entah menghilang ditelan bumi bagian mana.

“Apa aku pernah berbohong padamu..??” sang Jendral bersuara.

Tatapannya berbeda, kali ini ketegasan dan keyakinan tatapan itulah yang membuatnya percaya bahwa sang Jendral tak akan main-main dengan ucapannya.

“Aku setuju!!”

“Bagus!! Aku akan menyiapkan segalanya, kau hanya perlu menunggu sampai aku mengabarimu.”

Percakapan itu selesai dengan anggukan dan tanda hormat pada sang atasan.

 

Aku akan menemukan mereka appa.. aku akan memenuhi janjiku padamu.

Aku janji.

TBC

FF pertama jadi harap maklum ama bahasa, cerita, maupun penggambarannya..

Harap maklum semaklum-maklumnya

Terima kasih karena sudah memberikan komen yang membuatku semakin semangat buat bagian part-ke-part

Menghargai dan berterima kasih..

Kritik dan saran ditampung.

Jangan lupa tinggalkan jejak

Biar aku tambah semangat buat FF ini..

Oh ya jangan panggil author yah ( apalagi thar thor thar thor aku bacanya)… panggil eonni bagi yang merasa dedeg aku

Panggil saeng boleh

Panggil nama juga boleh

Seumuran maupun yang lebih tua (Nama asli aku Luky)

Salam kenal peluk cium dari istrinya bang chadel selingkuhannya kookie

INGAT ^ JADILAH PEMBACA YANG BAIK, YAITU AKAN SELALU MENGHARGAI KARYA ORANG LAIN DENGAN CARA KOMEN TIDAK MEMPLAGIAT MAUPUN COPAS

3 thoughts on “Promise (Chapter 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s