Be With You [Chapter 4] – morschek96

be-with-you

morschek96 presents Be With You

Romance, Life, Little Bit Sad || General / Teen

Im Yoona, Lu Han

Cho Kyuhyun, Oh Sehun, Jung Sena (OC), and Others

Cr. Poster by Kryzelnut  @CafePoster

Previous : [1][2][3]

COPYING AND PLAGIARIZING THIS STORY ARE FORBIDDEN!

©2016

***

Mereka sedang asik berkutat dengan telur dan sosis yang berada di masing-masing piring. Pagi ini masih terasa dingin meskipun sudah mulai memasuki bulan Februari, dan mengharuskan siapapun yang hendak keluar rumah, lebih baik memakai coat yang tebal.

Sehun meminum susu plainnya lalu disusul Luhan yang berdiri dari kursi dan langsung menyambar kunci mobilnya. “Cepat Sehun-ah, aku akan mengantarmu.” Ujar Luhan yang berjalan keluar apartment.

Sedangkan Yoona membereskan semua peralatan makan yang baru saja mereka pakai. Ia hendak mengangkat piring-piring kotor itu namun Sehun menghalangi. “Noona, berfotolah sebentar denganku.”

Sontak Yoona menaikkan sebelah alisnya. “Untuk apa?”

“Hanya ingin berfoto denganmu. Ayolah.” Sehun menarik lengan Yoona agar bisa berdiri tepat disebelahnya, ia mengangkat smartphone itu dan *jepret* hasil yang memuaskan. Sehun tersenyum senang, namun dibalik itu ia diam-diam merencanakan sesuatu.

“Awas kalau kau macam-macam dengan foto itu.” Yoona menatapnya garang.

Namun Sehun malah terkekeh pelan, “Tenang saja noona, aku ini lelaki baik-baik tidak seperti Luhan hyung.”

“SEHUUUNNN” teriak Luhan dari luar.

Dan mau tak mau membuat Sehun gelagapan. “N-ne hyuung..” ucapnya sambil berlari keluar dengan menenteng tas sekolahnya.

.

.

oOo

Ia duduk ditaman kampus yang berhadapan dengan ruang kelasnya. Membersihkan kursi kayu tersebut karena sebagian telah tertutupi butiran salju dengan tangannya. Tak lama setelah itu Yoona mengambil smartphone yang berada disalam tasnya setelah yakin bahwa benda itu bergetar. Ia mengusap layar tersebut dan satu pesan pun muncul.

From : Cho Kyu

“Lihat kebelakang.”

Dengan ragu Yoona menoleh kebelakang dan terlihat Kyuhyun yang tengah berdiri menghadapnya dengan pandangan datar.

Kyuhyun melangkah mendekat, hingga jarak mereka saat ini hanya terpaut beberapa jengkal. “Aku ingin berbicara denganmu.” Suaranya dingin tanpa ada guratan nada mengajak atau meminta.

“Bicaralah.” Ucap Yoona singkat.

“Tidak disini.” Kyuhyun menunduk, memperhatikan ujung sepatunya. “Kau pergi denganku setelah jam kuliah selesai.” Lagi, entah itu sebuah permintaan atau malah keharusan.

“T-tapi aku harus bekerja Kyu—

“Ku mohon.”

Yoona menatapnya lekat. Kyuhyun telah memohon, dan sangat sulit untuk mengatakan ‘tidak’ disaat seperti ini. “Baiklah.”

***

Jam kuliah telah selesai dan seperti rencana awal, Kyuhyun telah menunggu didepan gerbang. Mereka mengendarai mobil Kyuhyun dalam keheningan, sedikit canggung. Dan karena jalanan sedang tertutup salju yang licin, Kyuhyun hanya mengendarai dengan kecepatan 40km/h.

“Kita kemana?” Yoona membubarkan suasana canggung keduanya.

“Kita makan siang.” Beberapa saat mereka terdiam kembali. “Kau masih suka meatloaf kan?”

Yoona mengangguk lalu tersenyum samar. Kyuhyun masih ingat tentang dirinya, tentang apa saja yang ia suka dan tidak suka. Dan itu sedikitnya telah membuat Yoona bahagia meskipun tak terlalu.

Setelah memesan keduanya duduk berhadapan. Entah mengapa bagi Yoona rasanya sudah sangat lama mereka tidak seperti ini. “Apa yang ingin kau bicarakan?”

Kyuhyun menarik napas lalu menghembuskannya perlahan. “Kau dengar berita tentangku?” Yoona mengangguk. “Tidak seperti yang kau pikirkan, aku tidak sepengecut itu— hanya saja— aku sempat berpikir kalau aku masih ingin bersamamu.”

Yoona tertegun lalu tersenyum tipis. “Sudahlah, mungkin ini yang terbaik.”

“Bagaimana jika bukan yang terbaik untukku?”

“Kyu, percayalah— kau hanya belum terbiasa dengan gadis pilihan orang tuamu. Bukannya tidak mencintainya, hanya belum.”

Kyuhyun tak menjawab, ia menoleh kearah samping menghindari kontak mata dengan Yoona. “Coba ceritakan kepadaku seperti apa gadis itu.”

“Untuk apa menceritakannya kepadamu?”

“Aku hanya ingin tahu.”

“Dia—“ Kyuhyun sedikit mengingat tentang Sena. “sepertinya gadis yang baik. Sena sekarang sudah lulus kuliah karena dia lompat tingkat, seharusnya dia masih di semester akhir seperti kita, dan sekarang memiliki sebuah boutique.”

“Tentang kepribadiannya?”

“Aku tidak tahu.” Kyuhyun mengulangi. “Aku benar-benar tidak tahu, kita baru beberapa kali bertemu dan itupun kita berkomunikasi tidak terlalu intens. Yang aku herankan adalah— mengapa— gadis itu menerima perjodohan yang kita saja baru mengenal dua minggu.”

“Mungkin dia langsung merasa tertarik padamu disaat pertama bertemu.”

“Bulshit.” Umpat Kyuhyun.

Tak lama kemudian pesanan mereka pun datang. “Apa kau tidak merasa cemburu?” ucap Kyuhyun lalu meminum jus jeruknya.

“Tidak.”

“Kenapa?”

“Kenapa? Karena aku bukan siapa-siapa lagi bagimu.” Kyuhyun menghentikan aktifitas makannya dan menatap Yoona datar. “M-maksudku, kita masih bisa berteman baik setelah ini.” Yoona melanjutkan.

***

Mereka kembali melanjutkan perjalanan, kali ini adalah sungai Han. Karena disore hari menikmati suasana di tepi pagar pembatas sungai adalah hal yang menyenangkan. Mereka berjalan beriringan dan berhenti disuatu sudut.

“Kau kedinginan?”

“Tidak.” Yoona menggeleng. “Jadi, apa namanya yang kita lakukan sekarang ini? Kencan atau—?”

Kyuhyun terkekeh. “Entah apa kau menyebutnya, aku tetap senang.”

“Ku harap kita masih bisa seperti ini, berteman.”

Kyuhyun mengangguk lalu menarik Yoona kearah penjual kopi yang berada ditempat tersebut. “Dua machiatto ajhuma.” Kyuhyun berujar kepada si penjual.

Setelah mendapatkan pesanannya, mereka kembali ke tempat semula.

“Aku takut dimana perjodohan ini sampai ke titik pernikahan dan aku masih tidak mempunyai perasaan padanya.”

“Kau harus mengantisipasi datangnya.”

“Bagaimana?”

“Get to know her.” Yoona memandangnya serius. Kyuhyun meminum machiatto pada gelas sterofoamnya lalu berbalik menghadap Yoona.

“Haruskah aku melakukan itu?”

“Ya, karena aku yakin perjodohan antara dua pemilik perusahaan tidak akan berhenti ditahap pertunangan. Kau akan menikah dengan Sena suatu saat nanti.”

“Entah mengapa aku sungguh enggan melakukannya.” Ucap Kyuhyun malas yang ditanggapi oleh kekehan khas Yoona.

“Kita mau kemana lagi setelah ini?” Yoona bertanya.

“Ke makam orang tuamu?” jawab Kyuhyun ragu.

“Makam orang tuaku? Di bulan Februari?”

Disusul oleh gelengan keduanya. Pergi ke tempat menakutkan itu dan pada suasana sedingin ini adalah tindakan yang bodoh.

“Menonton film, hm?”

Yoona mengangguk dan keduanya melesat menuju mobil Kyuhyun untuk menuju ke mall terdekat.

“Aishh.. kenapa kau melilih film horror?” Kyuhyun merengek kepada Yoona yang memaksa menonton film Pull You In Your Grave karena setahunya Yoona tidak pernah suka dengan yang namanya film horror.

“Aku ingin mencoba sesuatu yang baru.. ayolah..” Yoona menarik Kyuhyun kedalam gedung bioskop. Dengan dibantu si petugas lelaki yang membawa senter, keduanya duduk ditengah-tengah penonton yang lain.

“Jika saja bukan kau yang mengajak, aku tidak akan mau menontonnya.” Gerutu Kyuhyun sekali lagi. Namun tidak berefek banyak bagi Yoona karena gadis itu sekarang sedang dengan asyiknya menyimak film itu.

Kyuhyun menatap jengah film tersebut. Mengembarakan pandangannya kesegala arah, bagus, orang-orang sedang focus menonton dan keadaan gedung yang gelap. Ia bisa tidur sejenak.

“Bangunkan aku jika filmnya sudah selesai.” Ucapnya pelan kepada Yoona.

Sedangkan Yoona yang hendak memprotes pun mengurungkan niatnya. Kyuhyun adalah orang yang tidak suka dipaksa. Pada hal apapun, dan ia ingat itu.

Setelah satu setengah jam berlalu, akhirnya keduanya pun keluar dari gedung bioskop tersebut. Mereka membeli hot choco karena matahari sudah terbenam dan udara malam semakin dingin.

Mereka duduk disalah satu bangku yang berada di mall tersebut. “Kau senang hari ini?”

Yoona mengangguk menanggapi pertanyaan Kyuhyun. “Ya, kuharap kita bis—

*ddrrtttt*

Ponsel Kyuhyun mengintersupsi kegiatan mereka. Ia mengambil smartphone tersebut dan menatap Yoona lekat. “Sena menungguku dirumah. Apakah tidak apa-apa bagimu pulang sendiri?” Kyuhyun bertanya ragu.

“Oh tidak apa-apa, jangan khawatir padaku.”

Kyuhyun berdiri dan mengacak puncak kepala Yoona sebelum melangkah menjauh meninggalkan Yoona ditempat tersebut.

***

Gelisah karena menunggu bus sedari tadi di tempat ini namun tak ada satu pun yang menuju daerah tempat tinggalnya. Merasa buntu Yoona memperhatikan setiap kendaraan yang melalu lalang dihadapannya, ia pun melihat kesekitar, tak ada seorangpun yang duduk bersamanya di halte ini.

Hingga sebuah mobil mewah sengaja berhenti dihadapannya, kaca mobil tersebut dibiarkan terbuka hingga Yoona dapat melihat siapa yang berada didalamnya. Ia tak mengenal orang-orang itu.

“Kau ada waktu untuk kami?” salah satu yang paling dekat jendela membuka suara.

“hm?”

“Kau biasa dibayar berapa?” kini yang berada dibalik kemudi menjawab.

Yoona tak menjawab, ia tahu apa yang tengah dibicarakan dua lelaki ini. Ia pun bersandar santai pada tiang lampu jalan, seolah menghiraukan.

“Kau belum melihat apa yang kupunya baby.” Keduanya pun sama-sama tertawa. Entah mengapa hal tersebut malah terkesan menjijikkan bagi Yoona.

“Tinggalkan aku sendiri.” Ujarnya singkat, membuat kedua orang lelaki tadi bungkam. Tak ingin berlama-lama keduanya pun segera melesat pergi dari tempat tersebut.

Yoona bernapas lega, namun untuk waktu yang bisa dibilang tidak terlalu lama, sebuah mobil kembali berhenti dihadapannya. Namun bedanya, ia mengenal mobil ini.

“Luhan?”

“Apa yang kau lakukan? Ini sudah hampir tengah malam.” Ujarnya dari balik kemudi.

Yoona melihat ada sesuatu yang berbeda dari Luhan, tatapan dan senyumannya— dia mabuk.

“A-aku sudah dua jam menunggu disini tapi tidak ada bus yang mengarah ke apartmentku.”

“Masuklah, aku akan mengantarmu.”

Seolah belum yakin, Yoona masih menimbang-nimbang. Berada satu mobil dengan orang mabuk? Apa itu mungkin. Yoona tak mengatakannya, ia terlalu takut untuk berujar, namun ia yakin Luhan baru kembali dari club.

Namun disamping hari sudah malam dan tak ada kendaraan yang lewat, ia pun memasuki mobil Luhan.

“Kau libur hari ini?” Luhan membuka suara, seolah mencairkan suasana yang canggung.

“Aku sudah meminta izin kepada Changmin sunbae untuk cuti dulu hari ini.”

Namun ada yang aneh, Luhan mengemudi dengan sangat mulus seperi biasanya. Apa ia benar-benar mabuk atau hanya perasaan Yoona saja? Mata Luhan terlihat sedikit— sayu.

“Terima kasih atas tumpangannya Lu.” Seperti yang disarankan Luhan, Yoona tidak perlu memberi embel-embel ‘sanjangnim’ ketika berada diluar tempat kerja.

Yoona hendak keluar membuka pintu, namun sesuatu menahan pinggangnya. “A-apa yang kau lakukan Lu?” seperti mimpi buruk, apa ini? Luhan tengah memeluknya dari belakang.

“Temani aku sebentar.” Ujarnya dengan suara serak yang membuat bulu kuduk Yoona merinding.

“Lu-Luhan, kau mabuk.” Yoona berusaha untuk melepaskan diri namun pelukan Luhan pada pinggangnya semakin erat.

Luhan mulai mencium rambut belakang Yoona dan turun ke leher jenjangnya, membuat sensasi aneh bergelung disana.

Dan yang benar saja? Mabuk? Itu bukanlah istilah yang Luhan punya dibuku kehidupannya. Beberapa gelas wine ataupun champagne takkan mampu membuat kesadarannya hilang begitu saja, atau dengan istilah lain, Luhan mempunyai toleransi yang bagus mengenai alkohol.

“Sebentar saja..” ulangnya. Dan kini tangan itu mulai naik mengelus perut Yoona dan yang satu lagi memegangi pundak Yoona agar gadis itu tetap duduk tegak membelakanginya. Bibir Luhan tengah sibuk mengecup pelan leher putih Yoona dengan sangat lembut.

“Lu..” ucapannya tersangkut diujung Lidah. Ada apa dengan Luhan sebenarnya?

.

-TBC-

LANJUT atau TIDAK??

[Recommendation Fanfic]

[Recommendation Fanfic]

[Recommendation Fanfic]

21 thoughts on “Be With You [Chapter 4] – morschek96

  1. yeaayy akhirnya dilanjut juga.. sebelumnya gw udah was was kalo bakal macet ditengah jalan. 😀
    kereen thor ffnya.. dan pastinya minta lanjut doong..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s