Not To Any Heart (Part 1)

c360_2016-11-07-12-22-23-793

Title : Not To Any Heart

Genre : AU , Romance

Rated : PG-17

Cast : Im YoonA , Lee DongHae

Other Cast : Find By Yourself

Lenght : Two Shoot

Disclaimer : This Story is Mine

And..this story hanyalah fiktif belaka. Untuk nama cast, saya sebagai author, hanya meminjamnya, tanpa ada sedikitpun niatan buruk terhadap pemilik nama

Warning : Typo bertebaran dimana-mana. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader and plagiator

——– Not To Any Heart ——–

Suara deburan ombak mengalun begitu tenang ditangkap indera pendengar seorang gadis yang sedang berkutat dengan laptop ditangannya. Angin pantai menyelinap masuk melewati jendela kamar yang ditempati gadis itu, membuat rambut panjangnya berterbangan dengan indah.

Tapi rupanya semua hal itu tidak mengalihkan perhatian gadis itu dari apa yang sedang dilakukannya. Malah sesekali gadis itu akan mendongak dan terlihat seperti seorang yang sedang berpikir, lalu akan kembali melanjutkan dengan kembali mengetik sesuatu dilaptopnya.

“Yoona sayang!” baru setelah mendengar panggilan sang ibu, perhatian gadis yang dipanggil Yoona itu pun teralihkan. Lalu ia mendongak dan menemukan beliau telah berada disampingnya “Apakah saat ini kau tidak ada kegiatan lain sayang?” Yoona kembali melanjutkan aktifitasnya seraya menjawab

“Mm untuk saat ini tidak ada. Karena pekerjaan rumah yang seharusnya aku kerjakan sudah eomma lakukan bukan?” Yoona dapat merasakan belaian sayang yang diberikan sang ibu tepat dipuncak kepalanya

“Itu karena eomma tidak enak padamu. Eomma berdiam diri, sedangkan putri eomma masih harus mengurus pekerjaan rumah. Dan setelahnya masih harus berlatih” Yoona kembali memandangi wajah cantik wanita yang telah melahirkannya itu dengan seksama, keriput terlihat dibagian dahi beliau, yang menandakan bahwa beliau telah berumur tidak muda lagi. Meskipun hal itu tidak mengurangi kecantikan yang dimiliki sang ibu. Yoona tersenyum lembut “Dan..maafkan eomma. Kau tau bukan?”

Yoona cepat-cepat menggeleng “Kalau maksud eomma tentang pendidikanku, berhentilah eomma. Berhentilah meminta maaf padaku tentang hal itu. Aku sudah cukup nyaman dengan keadaanku sekarang. Dan tentunya aku masih bisa menjadi haenyeo”

Ya. Yoona yakin tanpa pendidikan, kelak masa depannya masih bisa terjamin. Ia masih bisa mencari nafkah seperti yang dilakukan kebanyakan wanita dipulau Jeju ini.

“Eomma juga tau, bahwa keberadaan haenyeo disini hampir punah seiring berjalannya kehidupan” Itu memang kenyataan. Tetua mengatakan dulunya keberadaan haenyeo atau wanita laut begitu banyak di pulau ini. Tapi seiring berkembangnya jaman, generasi muda semakin enggan untuk meneruskan tradisi ini. Masih ada beberapa yang rela melakukannya, itu juga karena selain menjadi haenyeo mereka..termasuk dirinya..terancam tidak memiliki pekerjaan

“Itu karena orang tua mereka tidak seperti orang tuamu ini sayang! mereka mampu menyekolahkan putri mereka ke perguruan tinggi, sehingga putri mereka tidak perlu menjadi haenyeo” jawab sang ibu dengan berkata pelan, dan menunduk mencoba menahan isak tangis. Yoona tidak mengerti, kenapa pembicaraan ini berujung pada kesedihan tentang dirinya yang tidak melanjutkan pendidikan, setelah seminggu yang lalu ia berhasil menjadi siswi lulusan SMA. Ia sama sekali tidak keberatan masalah pendidikannya, toh jika suatu saat ia memiliki rezeki, ia masih bisa menyusulnya.

Yoona memeluk wanita lemah itu dan berkata “Sudahlah eomma! appa akan sedih jika eomma selalu merasa seperti ini.”

Teringat sesuatu, ny Im pun melepaskan pelukan itu “Oh iya, besok kita akan kedatangan teman appamu dari seoul. Bisakah kau pergi kepasar?” Yoona tersenyum. Berkat sang ayah, ibunya mau mengalihkan pembicaraan sedih mereka.

Tapi, apa kata ibunya tadi? mereka akan kedatangan tamu dari kota Seoul?
kota Seoul?
kota itu sering teman Yoona katakan sebagai kota mewah. Banyak dari temannya yang mengaku ingin berkunjung kesana. Selain untuk menghabiskan uang, mereka juga ingin melihat para idola lokal yang telah mendunia, secara langsung.
Dan besok seseorang, atau beberapa akan datang dari kota itu untuk bertamu kerumah kecilnya yang sederhana ini?

“Yoona”

“Aku suka sekali kepasar” ucap Yoona begitu teringat tentang dirinya yang belum menjawab perkataan sang ibu
.
.
.
.
.
Dalam perjalanan menuju pasar, Yoona kembali dibuat terkesima oleh pulau Jeju. Pulau yang terkenal sebagai pulau terbesar di Korea sekaligus pulau yang menjadi tempat tinggalnya ini, begitu indah dipandang mata.
Pemandangan sekitar menjadi pemandangan sehari-hari yang selalu dipandangnya ketika menuju pasar. Ombak bergulung berlomba-lomba menggapai pinggiran pantai.
Dan jangan lupakan, disekitarnya juga ada para gadis yang akan berlatih untuk menjadi haenyo.

Menjadi haenyeo adalah salah satu bekal bagi mereka yang tidak memiliki pendidikan tinggi, untuk membantu perekonomian keluaga mereka kelak. Karena dipulau yang terletak disebelah selatan semenanjung korea ini, terkenal seorang wanita lah yang bekerja keras mencari nafkah dengan menyelami laut untuk mencari sesuatu yang bisa mereka jual.

Ngomong-ngomong membicarakan seorang wanita yang bekerja keras, Yoona teringat pada sang ibu dirumah. Sang ibu kurang enak badan sehingga ia melarangnya melakukan aktifitas berat. Tapi tetap saja sang ibu ngotot untuk tidak berhenti beraktifitas dengan merebut pekerjaan rumah Yoona, yaitu memasak, dan bersih-bersih rumah.

Selama lima belas tahun hidup tanpa seorang pria didalam keluarga, membuat Yoona beserta sang ibu mandiri. Mereka gotong royong menghadapi kehidupan.
Sang ayah telah berpulang saat umur Yoona lima tahun kurang dua hari. ibunya menjelaskan, bahwa ayah Yoona berpulang saat bekerja bersama rekan-rekan yang lain karena kecelakaan dilaut, puluhan orang tewas termasuk ayah Yoona, dan hanya beberapa yang selamat. Yoona terpukul mengetahui kejadian itu dan ia menyesal belum sempat membalas budi kepada salah satu orang tuanya tersebut.
Tapi sang ibu mengingatkan, bahwa hidup harus terus berjalan. dan salah satunya, Yoona pun telah mempersiapkan diri menjadi haenyeo.

“Oh! Yoona kau datang setelah hampir dua minggu tidak tampil?” sapa pria setengah baya

“Ya. Setelah selama hampir dua minggu itu, eomma merampas pekerjaanku ini.”

Selama mengitari pandangannya pada bahan-bahan dapur yang begitu banyak terpampang didepannya, tidak berhentinya Yoona memberikan senyum manisnya pada beberapa orang pasar yang menyapanya, dan tentu sangat mengenalnya

“Ahjumma! berikan aku satu kilo abalon segar”

“Baiklah. Tapi apakah kau akan kedatangan tamu Yoona? tidak biasanya kau membeli abalon, karena seingat ahjumma kau pernah mengatakan, dengan semua hewan yang ada dilaut ini kau paling bosan dengan abalon”

“Itu benar”

——– NTAH ——–

Tepat pada pukul sepuluh, Yoona tiba dirumah dengan beban berat di kedua tangan mungilnya. Begitu akan mendekati rumahnya, Yoona dibuat tertegun dengan keberadaan dua mobil mewah terparkir indah didepannya. Warna kedua mobil tersebut kontras dengan warna tanaman-tanaman dihalaman kecil rumahnya. Dan selama perjalanan hidupnya, hanya kali inilah Yoona melihat secara langsung mobil semewah itu.

Pintu terbuka. Tentu ia tidak perlu mengetuknya untuk meminta izin masuk. Begitu masuk Yoona kembali dibuat tertegun oleh keberadaan sepasang pria dan wanita setengah baya ‘apakah mereka pemilik mobil-mobil itu?’ tanyanya dalam hati

“Yoona sayang” suara sang ibu membuyarkan lamumannya “Kau sudah pulang?” Yoona tersenyum, dan mengangkat dua kantung belanjaannya.

Lalu Yoona mengalihkan pandangannya pada sepasang setengah baya itu. Seolah dapat mengerti maksud sang putri, ny Im pun tersenyum dan meraih lengan sang putri untuk dipeluknya dan menghadap pasangan setengah baya itu “Dongshik, Hyejoo, perkenalkan dia putriku dan Im Yoonsang”

Yoona bisa melihat raut senang sekaligus sedih yang dipancarkan sang ibu dan kedua orang didepannya, begitu sang ibu menyebutkan nama sang ayah. Membuat Yoona semakin penasaran siapa sebenarnya pasangan setengah baya itu? mungkinkah mereka..

“Putrimu sudah besar Yeonhee”

“Dan dia sangat cantik” ucap wanita setengah baya itu menimpali ucapan pria disampingnya.

Sebelum Yoona semakin penasaran, sang ibu kembali bersuara “Yoona, perkenalkan ahjusshi dan ahjumma Lee. Beliau-beliau adalah teman appamu dari kota Seoul. Awalnya mereka mau berkunjung besok, tapi rupanya mereka harus cepat-cepat kembali ke kanada” Yoona mengangguk mendengar penjelasan itu. Dan ia pun mengulurkan tangan

“Selamat datang dirumah kami ahjusshi, ahjumma”
.
.
.
.
.
Donghae sedang membenarkan kemeja putihnya ketika samar-samar ia mendengar pembicaraan para orang tua diruang utama. Ketika memasuki ruang itu, tatapannya langsung tertuju pada seorang gadis yang sedang berjabah tangan dengan kedua orang tuanya. Seingatnya saat baru tiba dirumah kecil ini, ia tidak melihat keberadaan gadis itu

“Donghae! kau menemukan toiletnya kan?” Donghae mengangguk seadanya, untuk menjawab pertanyaan sang ayah

——– NTAH ——–

Mereka berkumpul dimeja makan untuk menikmati hidangan yang terlihat lezat, tersaji didepan mereka. Tn Lee duduk dikursi tunggal yang menghadap pada empat orang lainnya, ny Lee berhadapan dengan ny Im, sedangkan Donghae berhadapan dengan Yoona.

Semua wajah terlihat berseri. Tapi tidak dengan Yoona dan Donghae.
Suasana di antara mereka canggung. Apalagi sejak keputusan itu.
Keputusan bahwa orang tua mereka telah sepakat, akan menikahkan Yoona dengan Donghae satu bulan lagi.
Tentu saja mereka..pihak yang akan dinikahkan..terkejut mendengarnya, terutama Yoona.
Ia masih berusaha mencerna semuanya dengan baik. Selain karena ia yang masih tidak mengerti tentang apa itu cinta, tentu saja ia masih gadis belia, yang tidak berpengalaman tentang cinta. Tapi tiba-tiba saja sang ibu mengatakan bahwa ia akan dinikahkan. Dan mengatakan, sebelum lahir pun mereka telah dijodohkan oleh kedua orang tua mereka dari pihak sang ayah. Jadi mereka akan menikah satu bulan lagi.

Yoona melirik pria muda yang terlihat duduk tenang dikursinya, membuat Yoona mengernyit heran. Hanya sebatas itukah rasa terkejut yang dimiliki oleh seorang Lee Donghae?
atau jangan-jangan pria itu sudah mengetahui dari awal kedatangan mereka kesini?
mendapat tatapan balasan dari Lee Donghae, Yoona buru-buru mengalihkan perhatiannya kearah sang ibu. Dan rupanya pilihan untuk mengalihkan perhatian menuju sang ibu, dinilainya salah, karena yang dilihatnya justru sang ibu sedang tersenyum menggodanya.

——– NTAH ——–

“Pergilah sayang! eomma masih memiliki ke dua imomu disini” Yoona menggeleng menahan isak tangis. Bagaimana tidak, tn dan ny Lee termasuk sang ibu, lagi-lagi telah memutuskan hal penting secara sepihak, tanpanya, mau pun Donghae didalamnya. Terbukti saat ny Lee menyatakan keputusan mereka Donghae sempat protes kecil yang begitu saja diabaikan oleh kedua orang tuanya. Dan keputusan itu adalah, mereka..keluarga Lee..akan memboyong Yoona untuk tinggal dirumah pria itu, dan memisahkannya dari sang ibu. Karena sang ibu lebih memilih tetap tinggal di Jeju. Tn dan ny Lee tidak bisa menolak keputusan ny Im, karena tentunya mereka tau hal apa yang membuat ny Im ngotot bertahan dipulau indah ini. “Pergilah nak!” sekali lagi ny Im bersuara untuk meyakinkan putri semata wayangnya itu.

Yoona memeluk wanita setengah baya itu dengan erat “Aku tidak bisa.”

Ny Im melepaskan pelukan itu dan memegang erat kedua bahu Yoona “Ingat, Jika kau ikut keluarga Lee, selain tidak mengecewakan appamu, kau juga bisa melanjutkan pendidikanmu disana sayang!”

“Sekali lagi aku tidak masalah sampai manapun aku menuntaskan pendidikanku” ny Im terdiam. Yoona yang melihatnya menghela nafas pasrah. “Baiklah aku akan menikah dengannya, tapi tidak dengan tinggal disana eomma! jangan memaksaku” lanjut Yoona

“Kau akan membuat semuanya menjadi sulit Yoona. Apa kau tidak tau? Donghae adalah salah satu orang penting di Seoul. Apa jadinya jika dia menikah tapi tinggal berjauhan dengan istrinya?”

“Tapi bukankah pernikahan itu masih akan terjadi satu bulan lagi? dan bukankah ahjusshi dan ahjumma akan pergi besok? itu tidak akan baik jika aku dan Donghae yang tidak memiliki ikatan apapun tinggal berdua dibawah satu atap. Orang lain akan memandang buruk pada kami”

“Kau tidak perlu khawatir Yoona! karena jelas kalian memiliki ikatan, yaitu sebagai calon suami istri” jawab ny Lee. “Pernikahan itu memang masih satu bulan lagi, tapi tetap saja, waktu itu masih kurang untuk persiapan pernikahan kalian. Jadi ikutlah dengan kami Yoona!”

kini Yoona terdiam. Sementara Donghae yang menyaksikan drama itu, cukup bosan, dan berharap hari ini berlalu dengan cepat.

Ya. Donghae sangat berharap hari ini bisa berlalu dengan cepat.

Berawal saat Donghae baru pulang kerja. Ny Lee mengetuk pintu dan masuk. Begitu ny Lee masuk, beliau menyarankan Donghae untuk duduk disampingnya

“Bagaimana pekerjaanmu sayang?”

“Semua berjalan lancar” jawab Donghae. Donghae membuka jas dan kemejanya, setelah terlepas, ia pun melemparnya dipegangan sofa. “Lalu bagaimana dengan bisnis appa di kanada?” tanya balik pria itu seraya mendudukkan dirinya disofa samping sang ibu

“Sama. Semua berjalan lancar. Dan kami akan kembali kesana setelah menyelesaikan masalah yang ada disini”

Donghae mengernyit heran “Memang masalah apa yang perlu appa dan eomma selesaikan disini? aku akan menyelesaikannya untuk kalian”

“Kau mengusir kami?” Donghae memberengut. Sedangkan ny Lee yang melihat itu hanya bisa tersenyum. Putra semata wayangnya masih terlihat manja. Dan ia sangat mencintai putra semata wayangnya itu. “Eomma yakin kau tidak akan pernah melakukannya.” Detik berikutnya ny Lee meraih tubuh kekar sang putra dan memeluknya cukup erat.

“Sayang! kau mengatakan akan mengurus masalah kami?” Donghae mengangguk. “Nikahi putri Im Yoonsang” Donghae terkejut dan melepaskan pelukan sang ibu

“Apa maksud eomma?” ny Lee menunduk merasa bersalah pada sang putra. “Kenapa harus menikahi putri Im Yoonsang untuk menyelesaikan masalah kalian? siapa orang itu?” Donghae bertanya dengan tidak sabaran.

Dengan tegas ny Lee kembali menatap Donghae “Beliau adalah seorang pahlawan. Pahlawan untuk keluarga kita”

Donghae mendengarkan semua penjelasan ny Lee dengan seksama. Bahwa sang ayah bersama anak buahnya pernah mengalami kecelakaan hebat dikapal nelayan mereka, yang mereka tumpangi dipulau Jeju. Dan seorang pria yang ibunya sebut sebagai pahlawan adalah anak buah sekaligus teman dekat sang ayah. Beliau berperan penting dalam keselamatan sang ayah dalam kecelakaan itu.
Jadi kali ini orang tua mereka ingin membalas budi pada keluarga Im Yoonsang.Dengan melaksanakan janji Im Yoonsang bersama sang ayah, yaitu menikahkan keturunan mereka. Dan karena ia bersama gadis itu masing-masing anak tunggal. Jadi merekalah yang akan dinikahkan.

Setelah dua minggu memikirkan permintaan kedua orang tuanya. Akhirnya Donghae mengabulkan permintaan itu.
Tidak menunggu waktu lama, sehari setelah itu, berangkatlah mereka ke pulau Jeju untuk melamar putri Im Yoonsang.

Setibanya dipulau Jeju. Kejutan demi kejutan menghantam Donghae. Dari ia yang harus menikahi gadis itu satu bulan lagi, sampai saat kedua orang tuanya menyatakan bahwa hari ini juga mereka akan membawa Im Yoona..nama gadis itu..ke Seoul dan menetap disana.
Donghae pikir ibunya keterlaluan memaksakan kehendaknya pada ny Im untuk cepat-cepat membawa gadis itu ke Seoul. Donghae tau dengan jelas saat melihat kilatan senang dimata sang ibu, saat ny Im mengijinkan Yoona ke Seoul lebih awal. Padahal pernikahan itu masih akan terjadi satu bulan lagi. Untuk itu sang ibu memiliki alasan yang tidak bisa dibantah siapapun, bahwa itu demi persiapan pendidikan Yoona, termasuk pernikahan mereka.

Lalu puncaknya. Donghae, kedua orang tuanya beserta semiliar angin Jeju menjadi saksi terjadinya drama perpisahan antara seorang ibu dan anak. Dan itu cukup miris dipandang oleh Donghae.
.
.
.
.
.
Ny Im memperhatikan wajah Yoona dengan kesedihan yang mendalam. Tapi tentu saja beliau berusaha menyembunyikan hal itu dari Yoona. Karena beliau tidak ingin Yoona kembali merasa bimbang dengan keputusannya itu.
Ny Im ingin selalu yang terbaik untuk Yoona. Dan ny Im fikir, jalan inilah satu-satunya.
Setelah melalui perdebatan panjang bersama Yoona, akhirnya putrinya itu memilih mengalah dan menuruti keinginannya. Dengan ikut serta keluarga Lee menuju kota Seoul.

Awalnya ny Im memang sempat dikejutkan dengan maksud kedatangan keluarga Lee ke rumahnya untuk melamar Yoona, karena ny Im fikir putrinya masih terlalu belia untuk berumah tangga.
Tapi ketika keluarga Lee menjelaskan bahwa mereka akan menjamin kehidupan sang putri, ny Im teringat dengan kerja keras Yoona, saat sedang berlatih untuk menjadi haenyeo.
Jadi ny Im lebih memilih menerima lamaran keluarga Lee, yang membuatnya terpisah dengan sang putri, dari pada harus melihat penderitaan apalagi yang akan dialami sang putri jika masih hidup bersamanya. Toh mendiang suaminya juga menginginkan pernikahan ini terjadi. Jadi apa bedanya saat ini dengan kelak setelah Yoona lebih dewasa?

“Jaga dirimu baik-baik sayang” ny Im mengulurkan tangan untuk menyentuh pipi Yoona.
Dan karena hal itu, air mata yang tadinya telah berhenti mengalir, kembali membanjiri pipi Yoona.
Lalu ny Im mengalihkan perhatiannya pada Donghae yang berdiri ditengah-tengah orang tuanya dan Yoona.
Sedetik berikutnya ny Im mengejutkan ke empat orang yang berdiri didepannya, saat beliau menunduk dan bersujut didepan Lee Donghae.
Semua membelalakkan mata, tak terkecuali pria itu sendiri. Donghae berusaha menahan wanita setengah baya itu untuk tidak melakukannya.
Hingga akhirnya air mata pertama yang berusaha ny Im tahan, jatuh dari mata indahnya

“Terima sujudku nak! itu kulakukan sebagai permintaan, agar kau mau menjaga putriku” melihat hal itu, Yoona menutup mulut dengan kedua tangannya. Ia berusaha menahan tangisnya dengan itu.
Bahunya bergetar sangat hebat

“Apa yang kau lakukan Yeonhee?” itu suara ny Lee

“Ahjumma! kau tidak perlu melakukan ini”

ny Lee mengusap bahu ny Im dan berkata “Benar. Tanpa kau minta pun, sebagai suami Donghae memang harus melakukannya Yeonhee. Jadi jangan melakukan hal seperti ini lagi. Hmm?”

ny Im berdiri dibantu Donghae “Tolong jagalah putriku nak!”

——– NTAH ——–

Dan akhirnya disinilah seorang Im Yoona, duduk manis dikursi mobil mewah milik Lee Donghae. Sedangkan tn dan ny Lee berada didepan mereka dengan mobil yang lainnya.
Duduk manis, sebenarnya bukan dalam artian senang. Tapi justru ia merasa gugup.
Gugup karena untuk pertama kalinya ia duduk berduaan dengan seorang pemuda diruangan sesempit ini.
Dan rasa sedih karena harus meninggalkan sang ibu, dikalahkan oleh rasa gugup ini.
Terlebih sepertinya pria itu tidak mudah bergaul dengan orang asing sepertinya. Meskipun Yoona adalah calon istrinya sendiri.
Dari tadi pria itu mengabaikannya, pria itu tidak berusaha menenangkannya saat ia bersedih. ‘Pria yang tidak punya perasaan’ batinnya

“Kau sedang mengumpatiku?” Yoona terlonjak mendengar suara berat itu. Suara itu adalah suara Lee Donghae. Cepat-cepat Yoona menggeleng

“Aku tidak sedang mengumpatimu” jantung Yoona nyaris saja melompat mendengar pertanyaan itu. bagaimana tidak, ia memang sedang mengumpati pemuda itu, tapi dalam hati. lalu bagaimana bisa pria itu mengetahuinya?

Donghae tersenyum miring melihat wajah pucat Yoona, karena ketahuan mengumpatinya.
Lalu Donghae melirik gadis itu dan berkata “Raut wajahmu terlihat jelas. bahwa kau sedang mengumpatiku”

Oh! jadi pria itu bisa mengetahui isi hatinya dari raut wajahnya? tapi kapan pemuda itu melihat raut wajahnya? aneh

——– NTAH ——–

“Hei, bangunlah”

Mereka sudah tiba di Seoul. Tapi Donghae mendapati gadis itu tetap tertidur pulas didalam mobil meski ia telah beberapa kali membangunkan gadis itu.

Lalu ketika Donghae akan mendekat, suara ny Lee menyapanya “Sayang! kenapa lama?” Donghae menjauh dari Yoona dan keluar dari mobil itu “Silahkan eomma membangunkan menantu eomma dari tidur pulasnya” ny Lee mengernyit melihat kekesalan diwajah sang putra. Lalu beliau melihat Yoona, yang sepertinya memang sedang tertidur pulas

Donghae melewati ny Lee “Mandilah dulu hae! setelah itu kita makan bersama”
.
.
.
.
.
Yoona bersama ny Lee memasuki kediaman keluarga Lee yang megah dan mewah. Jujur, bukannya senang dengan hal itu, yang dirasakan Yoona justru adalah kesedihan.
Ia akan tinggal dirumah semewah ini, hidupnya pun akan terjamin.
Tapi bagaimana ibunya disana?

“Selamat datang dirumah barumu Yoona” Yoona tersenyum kecut mendengar perkataan tn Lee ketika menyambutnya. Beberapa pelayan juga berdiri dibelakang pria setengah baya itu.
Yoona akan merasa sangat senang mendengar kata sambutan itu, jika sang ibu berada disampingnya saat ini

——– NTAH ——–

Didalam kamar yang telah ditunjuk oleh ny Lee sebagai kamarnya sebelum menikah dengan Donghae, Yoona termenung menatap luar jendela. Ditemukannya bintang malam berkerlap-kerlip indah diatas langit. Seolah sedang mengejek hati sedihnya.
Yoona kembali merasakan kesedihan itu.
Padahal kesedihan itu sempat hilang saat ia masih bersama keluarga Lee dimeja makan. Dan menertawakan masa kecil Lee Donghae yang lucu. Tentu saja tawa itu tidak berlaku pada pria itu. Malah pria itu memilih masuk kamar karena jengkel, karena telah menjadi bahan tawaan.
Dan mereka kembali meledakkan tawa mereka saat melihat kejengkelan itu.
Tapi sekarang! disaat semua orang sudah terlelap, Yoona masih terjaga. Dan berada dikamar sebasar ini sendiri, Yoona merasa sepi.

Tidak akan ada lagi sang ibu yang menemani hari sepinya, selama mereka terpisah seperti ini.
Dan Yoona sangat merindukan ibunya.

“Aku merindukanmu eomma. Aku merindukanmu”

——– NTAH ——–

Donghae teringat bahwa hari ini sang ayah akan kembali untuk menjalankan bisnisnya di Kanada. Sedangkan sang ibu akan bertahan disini untuk membantu gadis itu, untuk menghadapi pendidikan dan pernikahannya. Jadi ia berusaha bangun sepagi mungkin.
Meskipun semalam tidurnya tidak cukup nyenyak, karena rasa lapar itu mengantuinya. Salahkan tiga orang itu.
Tapi saat ini ia sudah siap keluar dari kamar, untuk mengantar kepergian sang ayah ke bandara.

Ketika menuruni tangga, Donghae telah menemukan kedua orang tuanya telah bersiap-siap.
Ibunya membantu sang ayah memasang dasi, seperti yang selalu dilakukan kedua orang tuanya sebelum mereka memilih menetap di Kanada dan meninggalkan Donghae sendiri untuk mengurus bisnis mereka di Korea.

“Appa tidak sarapan dulu?”

“Tidak ada waktu sayang” Donghae mengangguk mengerti.

“Sementara appa berada di Kanada, jagalah kedua wanita berharga kita untuk appa. Kau mengerti hae?” permintaan itu mau tidak mau membuat Donghae kembali menatap sang ayah

Rupanya bukan hanya sang ibu yang begitu menyayangi gadis itu, dan kegirangan karena bersedia tinggal dirumah mereka.
Tentu saja, karena dari awal sang ayahlah yang merencanakan semua ini. Bahkan rencana itu telah disepakati meski saat itu kedua pria tersebut..sang ayah dan Im Yoonsang..tidak tau pasti tentang jawaban, benarkah..mereka..akan..memiliki..seorang..anak?
karena yang ia dengar dari penjelasan sang ibu, kedua pria itu bahkan belum memiliki seorang kekasih saat merencanakan hal itu.

Tidak sempat menjawab permintaan tn Lee, Donghae sudah mendapati beliau menyapa gadis itu, yang sedang menuturuni tangga.

“Oh! Yoona”

“Ahjusshi sudah akan berangkat?” tanya Yoona begitu melihat semuanya telah berkumpul. Apalagi saat melihat, ny Lee yang sepertinya terburu-buru memasang dasi tn Lee

“Begitulah Yoona” Yoona mengangguk mengerti

“Bagaimana tidurmu nak? apa kau merasa nyaman dengan kamarmu?”

“Tidurku nyenyak. Dan aku merasa sangat nyaman dikamar itu ahjumma” tentu saja itu semua kebohongan. Tidurnya sama sekali tidak nyenyak semalam. Dan tentu saja ia tidak merasa nyaman dengan kamar seluas itu. Karena selain tidak ada sang ibu disampingnya, kamar itu juga terasa sepi.

“Benarkah? aku kira kau akan ketakutan disana sayang. Kau hanya sendiri dikamarmu.
sedangkan ahjumma lupa, Yeonhee mengatakan padaku, bahwa kau tidak terbiasa tidur sendirian. Seharusnya ahjumma menemanimu semalam.”

Yoona menggeleng “Tidak apa ahjumma,”

“Tapi, mulai malam ini ahjumma akan menemanimu.
Dan..” ny Lee menggantungkan ucapannya membuat tiga pasang mata disana menanti ucapan ny Lee selanjutnya dengan penasaran “Lagi pula, setelah kau dan Donghae menikah, kau akan tidur bersama Donghae dikamarnya.”

Deg

Selain malu atas pernyataan yang dilontarkan ny Lee tersebut, Yoona juga kembali merasa dilanda kegugupan.
Tidur bersama?

“Ti..tidur bersama?” tanya Yoona ragu, begitu ia berhasil menuruni tangga

“Hmm. Tentu sayang.” Ny Im mengangguk pasti

Donghae yang hanya menjadi penonton, merasa geli melihat raut wajah yang ditunjukkan gadis itu sekarang. Terlihat lucu plus kasihan.
Gadis polos. Pikir Donghae
dan ibunya benar-benar keterlaluan karena telah membicarakan hal seperti itu didepan banyak orang. Apalagi para pelayan sedang berlalu lalang disekitar mereka

“Sudahlah jangan membicarakan hal itu dulu. Yoona kita terlihat malu.
Benarkan Yoona?” Yoona tersenyum kecut. Lalu ia melirik Donghae.
seperti biasa pria itu selalu terlihat tenang dalam pembicaraan mengenai hubungan mereka.
Sedangkan Yoona?
gadis itu merasa ingin menjatuhkan diri saat itu juga begitu mendengar pernyataan ny Lee tadi. Tapi tentu tidak ia lakukan, karena ia masih ingin menjalani hidup. Dan bertemu dengan ibunya

“Ya sudah. Kami berangkat dulu” tn Lee memeluk sang istri dan mengecup keningnya.
Lalu beliau berdiri didepan Yoona dan tersenyum lembut.
“jaga dirimu baik-baik nak!” Yoona membalas senyuman itu dengan senyuman tulusnya dan mengangguk pasti “Hmm! bisakah kau memanggilku abeoji? aku tau kau belum resmi menikah dengan Donghae, tapi bisakah kau memanggilku abeoji sekarang juga Yoona?”

Yoona berusaha mengumpulkan keberaniannya untuk itu.

Setelah berhasil, Yoona pun membuka mulut “Hati-hati a..beo..ji” tn Lee tersenyum senang mendengar Yoona menyebutkan panggilan untuknya, meskipun dengan tergagap.
Tn Lee meraih Yoona ke dalam pelukannya “Dan..sementara eommeni tinggal disini, jaga eomeoni demi abeoji hmm?”

“Baik abeoji”
.
.
.
.
.
Setelah kepergian dua pria Lee.
Ny Lee mengajak Yoona untuk ikut dengannya ke panti asuhan, dalam rangka memberikan amal pada panti yang membutuhkan biaya perbaikan pada bangunannya.
Terhitung selama beberapa minggu keberadaannya bersama sang suami dikorea, sudah lebih dari lima panti asuhan yang didatanginya.
Dan sekarang beliau pergi bersama calon menantunya. Ny Lee berpikir, dengan mengajak Yoona, sekalian beliau ingin mengajarkan calon menantunya itu untuk mengelola harta dengan benar.
Karena beliau sadar, tidak selamanya beliau beserta suami sehat. Akan ada saatnya Donghae dan Yoona yang akan menggantikan mereka.

“Terimakasih atas bantuanmu nyonya” ucap salah satu pengurus panti. Ny Lee tersenyum. Dan senyuman itu sangat tulus dilihat oleh Yoona. Dan mau tak mau Yoona pun ikut tersenyum melihatnya

“Kelak, jika suamimu masih mampu. Lakukanlah hal yang sama seperti yang eomeoni lakukan hmm? Eommeoni yakin kau bisa melakukannya. Untuk itu eomeoni mempercayaimu” nasehat ny Lee, ketika mereka berjalan menuju mobil
Yoona menghentikan langkahnya dan memperhatikan wajah ny Lee

“Eomeoni! a..aku merasa tidak pantas mendapatkan kepercayaan itu”

ny Lee menggeleng “Tidak Yoona. Kau sangat pantas sayang. Kau gadis yang baik dan sopan, eomeoni sangat menyayangimu” Yoona tersentuh, hingga matanya berkaca-kaca
siapa yang tidak akan merasakan yang dirasakan Yoona jika mendapat kepercayaan dari seseorang yang baru mengenalnya, seperti ny Lee.
Yoona yakin sang ibu tidak pernah lagi berhubungan dengan keluarga Lee selama bertahun-tahun lamanya setelah pindahnya keluarga itu ke Seoul. Yoona sama sekali tidak pernah mendengar dari sang ibu, bahwa sang ayah memiliki teman seperti tn Lee, yang baik, dan tentunya berada.
Hingga pada pagi hari itu sang ibu mengatakan bahwa teman appanya dari Seoul akan datang untuk bertamu.
Tanpa sadar Yoona telah berhambur untuk memeluk ny Lee.

“Aku berjanji. Akan menjadi seseorang yang pantas mendapat kepercayaan darimu. Eomeoni”

——– NTAH ——–

Setelah mengantar tn Lee ke bandara, Donghae kembali ke ruang kerjanya.
Sudah satu hari ia melalaikan tugasnya, Beruntung ada sekertarisnya yang selalu sigap menyelesaikan tugas yang harus ia selesaikan. Kecuali masalah membubuhi tanda tangan. Itu sudah wajib menjadi tugasnya.

Donghae meraih semua dokumen yang telah disiapkan sekertarinya

“Presdir, nanti siang kita akan ada pertemuan dengan rekan bisnis kita dari kanada.” Donghae mengangguk
.
.
.
.
.
Tidak terasa oleh Donghae, bahwa hari telah beranjak sore. Ia menggeliat untuk merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku, akibat duduk hampir lima jam, setelah pertemuan bisnisnya.
Ponsel yang tereletak diatas meja kerjanya berdering. Dan ketika menemukan nama Lee Hyukjae tertera dilayarnya, Donghae tersenyum. “Ada apa?” tanya Donghae begitu ia menekan tombol jawab

“Kau kemana saja? sudah beberapa minggu tidak datang ke club?”

“Aku sedang sibuk. Tidak sepertimu yang hanya mengurusi club malam. Aku ini seorang pebisnis”

“Pebisnis yang baru saja menjemput calon istrinya dari pulau Jeju?”
Donghae sedikit terkejut, mendengar pertanyaan yang lebih mirip dengan pernyataan itu.

Tapi ia berusaha mengendalikannya, kalau tidak ingin ditertawakan oleh sahabat kecilnya itu. “Dari mana kau tau?”

“Ahjumma yang memberitahunya”

“Mana mungkin eomma sempat menghubungimu.
Asal kau tau, dia akan melupakan semuanya jika sudah bersama menantunya.”

“Itu mungkin. Karena sekarang ahjumma ada disini bersama menantunya.”
Lagi-lagi Donghae berusaha mengendalikan rasa terkejutnya. Sejak kapan sang ibu mau menginjakkan kakinya didalam club malam?
Tapi jika memang demikian, Donghae meyakini kedatangan sang ibu, semata-mata hanya untuk memamerkan menantunya.
Itu karena sang ibu sudah mengetahui kalau selama ini Donghae selalu mendatangi club milik Lee Hyukjae tersebut.

——– NTAH ——–

“Apa katanya?” tanya ny Lee penasaran begitu melihat Hyukjae menyelesaikan panggilan telfonnya

Hyukjae tidak bercanda dengan mengatakan keberadaan ny Lee dan calon menantunya di club malam miliknya

“Dia mengatakan ahjumma akan melupakan semuanya jika sudah bersama menantunya” ny Lee mendecahkan lidah

“Anak itu! Mungkin karena tadi aku sempat lupa menanyakan dia sudah sarapan atau belum. Sehingga anak itu duluan yang menghubungi ahjumma. Dan menyebabkan anak itu berpikiran seperti itu” Hyukjae tersenyum dan mengangguk mengerti

“Ahjumma dan Yoona mau minum apa?”

“Apa saja. Yang penting tidak beralkohol.”
Lalu ny Lee mengikuti Yoona yang telah mendudukkan dirinya dikursi tinggi. Gadis itu pasti kelelahan setelah diajak keliling dari pagi hingga hampir malam seperti ini. Pikir ny Lee
bagaimana tidak lelah?
ny Lee mengajak Yoona ke panti asuhan untuk beramal.
Lalu kesalon langganannya. Tidak lupa disana ny Lee mengatakan bahwa hal ini penting bagi seorang wanita, apalagi wanita yang akan menikah seperti Yoona. Membuat gadis itu lagi-lagi harus merasakan malu saat ny Lee mengatakannya didepan banyak orang.
Lalu setelah itu ny Lee mengajak Yoona ke butique. Dan disana Yoona begitu dimanjakan oleh ny Lee, dengan limpahan baju-baju mahal.
Seolah tidak berhenti disitu, ny Lee masih mengajak ke supermall setelah mereka makan siang.
Dan Yoona bersyukur clup malam milik pria yang katanya bernama Lee Hyukjae ini, menjadi tempat terakhir yang mereka singgahi, dalam perjalanan mereka hari ini.

“Kau pasti kelelahan. Maafkan eomeoni sayang! eomeoni terlalu bersemangat hari ini. Itu semua karena keberadaanmu”

“Tidak apa eomeoni. Aku memeng lelah, tapi aku senang bisa menemanimu. Justru aku berterimakasih atas semua pemberianmu.”
“Apapun untuk menantuku”

——– NTAH ——–

Saat dalam perjalanan pulang, Donghae yang sedang menyetir mobil kembali mendapat panggilan telfon dari Hyukjae

“Ada apa lagi?” tanya Donghae begitu panggilan itu terhubung

“Kau hebat hae!. Kau hebat karena kau bisa mendapatkan gadis seperti Im Yoona. Dia cantik, anggun, dan yang terpenting dia masih sangat muda untuk memuaskanmu” Donghae tidak menanggapi celotehan-celotehan sahabatnya itu.

Hingga Hyukjae kembali bersuara “hae! kau mendengarku bukan?”

“Ya, aku mendengarmu”

“Aku kira kau sudah mematikan ponselnya.
Begini hae! perusahaan rekaman milik Heechul sedang mencari model video klip untuk band baru terbitan mereka”

“Jadi?”

“Jadi aku rasa Yoona sangat cocok untuk menjadi model itu”

“APA?”

“Bisakah kau tidak berteriak seperti itu? kau mau membuatku kehilangan pendengaranku?” tidak mendapat jawaban dari Donghae, Hyukjae kembali bersuara “Kenapa kau harus berteriak, apa ada yang salah?”

“Kau bertanya apa ada yang salah? Kalau kau jadi aku, apa kau mau melihat calon istrimu dijamah pria lain?”

“Oh astaga hae! apa kau memikirkannya sampai disana? Tidak..tidak hae! Yoona dijadikan sebagai model untuk video musik, bukannya video panas. Kau tidak perlu khawatir akan berbagi dengan pria lain”

“Aku tidak peduli. Lagi pula aku tidak ingin membuat orang diluar sana berpikiran buruk tentangku. Bahwa seorang Lee Donghae yang kaya raya tidak mampu menghidupi istrinya, hingga menyebabkan istrinya harus bekerja sendiri untuk mencari nafkah”

“Wow..wow..kepala rumah tangga yang baik.
Jadi kau memang serius akan menikah dengan Im Yoona, hae?”

“Menurutmu?”

“Jadi kau akan melupakan wanita-wanitamu disini?”
.
.
.
.
.
Tiba dirumah, Donghae mendudukkan dirinya pada kursi. Dan menyandarkan punggung berserta kepalanya disandaran sofa. Hal itu biasa dilakukannya untuk menghilangkan rasa lelah, sepulang kerja.
Lalu ketika Donghae akan memejamkan mata, suara pelayan Han mencegahnya

“Ini kopinya tuan”

“Hmm. Letakkan saja disitu.”

Pelayan Han akan pergi ketika sang tuan memanggilnya “Pelayan Han”

ketika pelayan berbalik, dan menemukan sang tuan telah nenegaskan duduknya “Iya tuan?”

“Apakah eomma dan menantunya belum pulang?”

“Belum tuan” dalam hati pelayan Han Han memprotes panggilan sang tuan pada calon istrinya. Tidak bisakah sang tuan memberikan panggilan manis pada calon istrinya jika didepan orang lain?

“Kau boleh pergi” pelayan Han membungkuk dan pergi. Setelah pelayan Han pergi, sayup-sayup Donghae mendengar suara mobil menghentikan lajunya didepan. Tidak lupa, suara-suara berisik menyertainya. Lalu Donghae melihat sang ibu masuk disusul oleh Yoona

“Oh! sayang kau sudah pulang?”

“Biasanya eomma selalu menungguku disini.” protes Donghae.
Donghae mengalihkan penglihatannya pada Yoona. Sepertinya gadis itu sudah merubah penampilannya dengan total. Jadi, apakah Im Yoona yang seperti ini, yang membuat Hyukjae berpikiran untuk menjadikan gadis itu sebagai seorang model?

Saat ini, gadis itu mengenakan dress coklat tua yang panjang dan sangat cocok untuk kulit putih milik gadis itu. Terlihat sederhana, tapi anggun.
Rambut yang tadinya lurus dan hitam legam, menjadi sedikit bergelombang dan berwarna coklat tua. Dan wajahnya yang memang sedari awal sudah cantik meskipun tanpa riasan apapun, bertambah semakin cantik dengan adanya riasan tipis itu.

Tapi tunggu! apa Donghae berkata bahwa gadis itu cantik?
dan yang lebih parah, apa Donghae baru saja sedang memperhatikan detail fisik gadis itu?

Gila

——– To Be Countinue ——–

Hai readers tercinta☺
Bagaimana kabarnya??? Terutama pyros??? Sehat2 sajakan??? Alhamdulillah kalau begitu☺

Author abal2 datang membawa FF yang kebetulan juga termasuk FF author yang g mau end2😂… Authornya sibuk bergosip ria karena drama pemeran utama wanita di FF ini…hehehe

Tapi mudah2an, author tetap mengingat tanggung jawab ya… Pasti…

Sambil nunggu FF Red Lipstick yang lagi digarap (digarapnya g selesai2!!!😂), yuk baca FF Not To Any Heart ini… konflik di FF ini g berat2 ko, , ,

Ya udah, happy reading… dan jangan lupa tinggalkan jejak… ok???

Sekali lagi, permintaan Password khusus untuk FF Erly C-hana, kalian bisa langsung inbox di 082173173256 / di akun FB Erly C-hana… jangan merepotkan admin disini ya^^

Cukup author yang membuat admin disini kerepotan… ✌admin 😘

Terimakasih☺ love readers😘😘

39 thoughts on “Not To Any Heart (Part 1)

  1. Ini yang pernah thor posting difbkan tapi kayaknya belum selesai semangat buat nyelesaikan thor ditunggu kelanjutannya….. 😝😝😅
    Aku belum sempet baca yang penting komentar dulu dari pada lupa #tembakmati
    Semangat unni………
    Faithing unni….

  2. Uri Yoona 😘
    Coba hyukoppa bilangnya k ibunya Donghae pasti boleh deh Yoona jdi model mv..
    Hahahah itung” pengalaman sama ngenalin k publik..
    Lanjut Thor…

  3. Ff baru yah…
    jadi yoona gadis desa yg di sulap jadi sinderella nie haha.. keren ching… lnjut ya tapi jgan lupa red lipstik nya..😚😚😚

  4. Smoga ga lama ya next.a…abis.a trauma nungguin RL smpe lumutan 😂😂
    Ditunggu next.a thor…sperti biasa ceritamu selalu ok 😉😉

  5. jinjja ini keren cerita chingu. dari yoona gadis dari pulau jeju nikah sama donghae pemuda dari seoul atas amanah ayah mereka. gimana lanjutan kisah mereka kalo udah nikah ya. penasaran sama lanjutan kisah ini. aku suka yoona yang muka polos tapi tetep cantik dan mudah bergaul. nextnya jangan lama2 chingu. ditunggu juga lanjutan red lipsticknya
    jjang

  6. Waduh author kenapa baru nongol . Aku nunggu ff lama banget tapi author pada ga muncul”. Ff nya ada merid segala lagi oh no . Aku suka ff nya author . Jadi suka kebayang sendiri kalau baca ff berasa nonton drama ga sabar nunggu kelanjutan nya . Donghae nya gile ma bro cuek banget . Yoong nya polos dah ah. Ny dan Tn lee aku suka banget karakter nya. Ny im kasihan thor jangan meninggal yah thor buat yoong kumpul bareng sama ny im . Yang penting banyakin yoonhae moment soalnya aku haus yoonhae moment 😃 yang sweet yah thor kalau bisa ada konflik nya dikit kaya cemburu atau apa lah thor hehhe. Next nya di tunggu banget ☺

  7. Kaya udh pernah baca sebelumnya
    Penasaran sm kelanjutannya, kapan donghae dan yoona mulai jatuh cinta, berharap sii donghae yg duluan

    Ditunggu kelanjutannya.

  8. puas banget deh baca ffnya. akhirnya ada juga ff yang muncul setelah sekian lama menghilang bagai di telan bumi. hehehehe

    donghae udh jatuh cinta aja nih kayaknya, dan cemburu pas eunhyuk nawarin yoona jadi model video klip nya heechul. gk sabar deh nunggu’in part selanjutnya. jangan lama-lama di postnya min hwaiting!!!!

  9. Duuhhh Donghae udah gk rela klo berbagi Yoona dgn pria lain. Mulai protect nih 😁 udah pasti terkesima dg keanggunan Yoona stelah ini.
    Asyik2 nikah dipercepat aja klo ini.. kan biar ada temen tidur, wakksss.
    cerita yang bgus dan menarik.. thanks author. Nextnya jgn lama2 yaa

  10. yoona kayaknya bener2 bakal jadi cinderella dadakan nih..hihihi
    ak suka sama ceritanya,jadi ga sabar buat baca next partnya
    ini bener hanya twoshoot kah??kalo gitu ditunggu kakak..fighting!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s