Be With You [Chapter 2] – morschek96

be-with-you

morschek96 presents Be With You

Romance, Life, Little Bit Sad || General / Teen

Im Yoona, Lu Han

Cho Kyuhyun, Oh Sehun, Jung Sena (OC), and Others

Cr. Poster by Kryzelnut  @CafePoster

Previous : [1]

***

Yoona duduk bersila di atas kursi favoritnya, catatan-catatan tugas berserakan di atas meja tedekat. Sebuah lampu di sudut ruangan menyala saat malam semakin larut, dan televisinya terpaku pada saluran berita, sementara ia tak terlalu memperhatikan benda persegi panjang tersebut.

Halaman belakang apartmentnya hanya diterangi oleh cahaya lampu serambi dan beberapa lampu taman yang temaram melemparkan cahaya-cahaya suram ke arah jalanan setapak yang membelah rerumputan. Deretan pohon ek membentuk bayangan aneh, yang malah terlihat seperti gorden jika dilihat dari lantai 7 jendela kamarnya.

Satu lagi bab penutup, maka proposalnya akan selesai, dan ia bisa tenang untuk beberapa minggu selanjutnya. Hanya bekerja keras sebisanya, untuk mencapai dimana ia bisa hidup lebih layak dari ini. Smartphonenya bergetar lagi, memunculkan nama yang sama seperti sebelumnya.

Cho Kyu Calling

Yoona tetap diam tak bergeming, membiarkan panggilan itu terputus dengan sendirinya, lagi. Sudah ada 22 panggilan dan 6 pesan dari lelaki itu namun tak ada satupun yang Yoona hiraukan. Ia hanya ingin memulai kehidupan baru yang lebih damai, terbebas dari stratifikasi social yang selalu dijunjung tinggi oleh Mrs. Cho.

Sebenarnya kehidupan ini sangatlah mudah, semua orang melalui apa yang tergaris pada system legendaries kehidupan, yaitu lahir, hidup, dan mati. Namun sebagian orang malah mempersulit semua itu dengan pemikiran dan gaya hidup mereka semua. Dan Yoona tidak ingin masuk kedalam golongan orang-orang rumit itu.

Menyerah, tepat pada pukul 11 malam Yoona membuka semua pesan yang telah dikirimkan Kyuhyun padanya. Dimana semua isi dari pesan itu mengandung tulisan yang sama.

From : Cho Kyu

“Angkat telponku atau temui aku di perpustakaan kampus besok.”

.

.

***

Setelah menyerahkan tugasnya kepada Mr. Lee, Yoona segera melenggang pergi dari kampus. Mengingat tentang pesan dari Kyuhyun tadi malam, demi Tuhan, Yoona tidak ingin bertemu dengannya yang hanya akan membuat luka lama itu kembali.

Dari ekor matanya Yoona jelas melihat sosok Kyuhyun yang menatap kearahnya. Namun seolah tak peduli, Yoona tetap berjalan menuju halte bis dan masuk kedalamnya sebelum Kyuhyun menahannya untuk pergi. Ia bernapas lega, untuk bisa kabur kali ini.

Tepat pada pukul 4 p.m KST, ia sudah siap untuk berangkat ke tempat kerjanya. Karena memang letaknya tak terlalu jauh, Yoona memutuskan untuk berangkat dan pulang dengan berjalan kaki. Memasuki ruangan untuk staff dimana celemek dan ikat kepalanya tersimpan, juga terlihat Hyomin yang sedang menguncir rambutnya kebelakang.

“Yoon-ah, kudengar dari Changmin sunbae, Luhan sanjangnim akan mengunjungi Caffe ini lagi.” Hyomin tersenyum senang sedangkan Yoona hanya bisa menggeleng pelan.

Sambil memakai flatshoes untuk pegawai ia pun menimpali, “Kau pernah bilang kalau dia playboy, kenapa kau masih mengidolakannya?”

“Biar saja, aku dijadikan selirnya pun mau.” Ujar Hyomin semakin aneh.

Yoona mendengus lalu memukul ringan bahu Hyomin. Tak ingin pembicaraan ini menjadi semakin absurd, ia pun segera bergegas ke area Caffe untuk memulai bekerja.

Satu demi satu pesanan ia berikan untuk pelanggan yang sebagian besar adalah pasangan kekasih yang sedang makan malam berdua. Hingga meng-clear up semua piring-piring dan gelas-gelas kotor yang ditinggalkan pelanggannya di atas meja. Keringat keluar dari pelipisnya, tak dapat Yoona sangkal pekerjaan ini sangatlah menguras tenaga.

“Yoon, buanglah keresek sampah ini kebelakang..” Suara Hyomin terdengar nyaring saat ia kembali dari ruang kitchen. Tak butuh waktu lama Yoona segera mengambil keresek yang Hyomin maksud lalu berjalan ke belakang guna membuang sampah tersebut.

Membuka pintu, namun ia merasa telah membentur sesuatu, juga terdengar rintihan seseorang yang memekik di luar sana.

Yoona menyembulkan kepalanya takut-takut, siapa yang baru saja terkena hantaman pintu yang ia buka?

“Yaa!! Ada orang disini, aww..” suara laki-laki, Yoona segera membuka lebar pintu tersebut agar dapat melihat siapa orangnya.

Well, nampaknya siswa SMA. Melihat seragam dan tas punggung yang masih melekat di tubuh lelaki itu. “M-mianhae.. aku tidak tahu.” Ujarnya gugup lalu berjalan keluar guna membuang sampah yang sedari tadi ia pegang.

“Hei noona, kau membuat ketampanan di wajahku ini berkurang eoh.”

Yoona nyaris saja meledakkan tawanya saat mendengar kalimat tersebut dari lelaki ini. Nampaknya lebih muda darinya. “Lagipula apa yang kau lakukan malam-malam disini?” Yoona memperhatikan lelaki itu dari ujung kaki ke kepala, sepertinya bukan anak baik-baik. Dengan wajah babak belur dan terdapat sebuah plester di kening, pasti lelaki ini barusaja berkelahi. “Apakah kau ini maling?” Yoona membelakkan matanya.

“Ya..! tentu saja tidak, aku mencari Luhan hyung.”

“Luhan sanjangnim?” Yoona mengulangi, namun seolah masih belum percaya, ia pun kembali bertanya, “Kenapa kau tidak masuk dari pintu depan saja seperti tamu-tamu yang lain? Aku tidak percaya, lagipula Luhan sanjangnim sedang sibuk.” Yoona hendak menutup pintu namun lelaki itu malah menahannya.

“Hei, lepaskan tanganmu anak nakal.”

“Tidak, aku ingin bertemu Luhan hyung.”

“Lepaskan tanganmu atau kupanggil security.”

“Andweee.. Luhan hyuung.. Tolong akuuuu..”

“Kau tidak boleh masuk!” namun sebaliknya, lelaki itu sudah menyembulkan sebagian tubuhnya kedalam ruangan.

“Ada apa ini?”

Keduanya membeku ditempat, Yoona sendiri meneguk salivanya dengan berat. Ia kenal suara itu.

“Luhan hyung.. noona ini tidak mengizinkanku masuk.” Ujar lelaki itu lalu berjalan menuju Luhan yang berdiri ditengah ruangan tersebut.

“M-mian sanjangnim, tapi dia masuk lewat pintu belakang. Saya hanya takut kalau dia penjahat.” Yoona menunduk dalam.

Luhan menarik napas dalam lalu menatap lurus kearah lelaki dengan seragam SMA itu. “Apa lagi masalahmu sekarang, huh?”

Dan lelaki itu malah memasang senyum lebar tanpa dosa. “Biarkan aku menginap dirumahmu hyung.”

“Tidak lagi.”

“Ayolah hyung, hanya beberapa hari saja.”

“Tidak.” Lelaki itu kembali menekuk wajahnya. “Apa kau barusaja berkelahi lagi, huh?” Tanya Luhan heran. Dan juga semakin menguatkan dugaannya dimana lelaki tadi hanya diam, tak mengelak seperti sebelumnya.

“Dasar anak nakal, sampai kapan kau mau seperti ini hah?” Luhan berkacak pinggang, sedangkan Yoona hanya diam tak bergeming melihat pertunjukan kakak beradik dihadapannya ini.

“Aku diserang duluan hyung, makanya aku melawan. Biarkan aku menginap dirumahmu hyung, setidaknya sampai luka-lukaku ini sembuh. Aku tidak ingin melihat appa marah lagi karena mengetahui aku barusaja berkelahi lagi.”

“Tidak.”

“Hyuung~” Rengeknya sekali lagi.

“Tidak lagi Sehun.” Ujar Luhan tegas.

“Sehun..” Yoona mengulang nama lelaki itu, terdengar sangat polos.

Disusul dengan Sehun dan Luhan yang menatap kearahnya. Hingga sesuatu nampaknya hinggap di pikiran si pemilik nama itu, ia pun berjalan kearah Yoona. “Noona, apa kau tinggal sendirian?” tanyanya.

“Iya.” Jawab Yoona pelan.

“Bagus kalau begitu, izinkan aku menginap di rumahmu ne?”

“MWO?” pekik Yoona spontan, lalu menutup mulutnya sendiri dengan malu-malu.

“Heii.. apa-apaan ini Hun-ah, dia bahkan tidak mengenalmu.” Kini Luhan membuka suara.

“Itu tidak masalah, kita bisa berkenalan nanti.” Ujarnya cuek. “Boleh kan noona? Kau ini sangat cantik, tapi akan lebih cantik lagi kalau mau menolongku untuk tinggal ditempatmu.”

“Itu tidak mungkin.” Ucap Yoona ragu-ragu.

“Hanya beberapa hari.” Ujarnya kembali dengan memasang wajah memelas. Yoona memandang kearah Luhan seolah bertanya ‘bagaimana ini?’ dan seolah berkomunikasi lewat telepati, Luhan mengangguk kearah Yoona seakan ia mengucapkan YA.

“Tunggulah aku pulang jam 10 nanti.” Ujar Yoona pelan lalu kembali ke meja kasir.

Diam-diam Sehun tersenyun senang, akhirnya ia bisa menemukan tempat sembunyi dimana tidak akan ada bodyguard ayahnya yang akan menemukan.

“Jangan terlalu senang, aku akan mengawasimu.” Luhan menatap garang kearah Sehun yang dibalas dengan anggukan lemah oleh lelaki yang lebih muda itu.

.

.

***

“Sebenarnya aku dengan Luhan hyung bukanlah saudara. Tapi kami sudah kenal sejak kecil, jadi aku menganggapnya sebagai hyungku sendiri.” Ujar Sehun disela langkahnya yang berjalan beriringan dengan Yoona menuju apartment dimana Yoona tinggal. Yoona mengencangkan coat yang ia pakai mengingat musim salju masih pada periodenya.

“Kurasa Luhan sanjangnim orang yang baik.” Yoona menimpali. Juga terasa semilir angin malam yang membuat jemarinya mengebas, meniup surainya hingga beterbangan tak beraturan.

“Dia memang hyungku yang paling baik. Dia juga suka menolong orang, tapi dia sedikit playboy. Hahaha.” Keduanya tergelak tawa akibat ucapan Sehun yang terang-terangan. Yoona setuju akan ucapan Sehun barusan, Luhan memang suka menolong, seperti dia menolong Yoona dari preman-preman kemarin lusa.

“Tapi mengapa dia menolak untuk membiarkanmu menginap dirumahnya kalau begitu?”

“Aku tidak tahu, yang pasti ada hubungannya dengan pacar-pacarnya yang biasa menginap disana.” Sehun menendang kerikil didepan kakinya, hingga membentur tempat sampah lalu selanjutnya terdengar sebuah bunyi nyaring.

“Apa?? Dia membawa pacar-pacarnya menginap kerumah?” Tanya Yoona tak percaya. Disusul dengan anggukan Sehun yang mengiyakan. Well, nampaknya dibalik wajah malaikat Luhan terdapat pribadi playboy yang bersemayam disana.

Tapi, mengapa Yoona seperti merasa kecewa mendengar Luhan sering membawa pacar-pacarnya untuk menginap ke rumah? Apakah ia? — tidak tidak. Tidak mungkin kalau Yoona cemburu, nyatanya ia bukanlah siapa-siapa bagi Luhan.

***

“Kau bisa menempati kamar dengan pintu coklat itu Hun-ah, itu dulu adalah kamar orang ruaku. Jadi maaf kalau kotor, karena memang sudah tidak terpakai lagi.” Ujar Yoona sambil melepaskan sepatunya.

“Tidak apa-apa noona, aku sudah senang kau mau membantuku.”

Yoona tersenyum lalu memasuki kamarnya, setelah mengganti pakaian ia pun langsung berbaring diatas ranjang. Lalu sedikit mengotak-atik smartphonenya yang kebetulan ada satu pesan masuk.

From : 086899321

“Beri tahu aku kalau anak nakal itu mengacau di rumahmu.”

Seolah mengerti siapa pengirimnya, Yoona pun tersenyun tipis. Juga terasa layaknya bunga-bunga sedang bermekaran menggelitik perutnya. Aneh, mengapa ia sesenang ini? Tak butuh waktu lama, ia pun segera membalas.

From : Yoon

“Tenang saja sanjangnim, Sehun sudah jinak denganku.”

Sementara disisi lain, Luhan yang juga sedang berbaring diranjangnya diam-diam terkekeh setelah membaca balasan pesan dari Yoona. Apa dia bilang? Jinak? Sehun itu manusia bukannya burung anoa.

.

.

***

Yoona kembali ke meja kasir setelah mengantar pesanan kemeja pelanggan yang tepat disisi jendela. Tak jauh dari tempatnya juga terdapat Luhan dan Sehun yang sedang makan bersama dalam satu meja.

“Makanan ini gratis kan hyung?”

Luhan meminum jus apelnya lalu menjawab. “Habiskan saja sebelum aku berubah pikiran.” Dan bukannya diam, Sehun malah tertawa semakim lebar. “Sampai kapan kau akan menginap dirumah pegawaiku, huh?”

“Beberapa hari lagi, kau lihat lukaku ini masih berbekas.” Ucap Sehun sembari memperlihatkan plester luka yang tertempel di keningnya pada Luhan. “Kenapa? Kau tidak pernah mengkhawatirkanku sampai seperti ini, apaa kau malah khawatir dengan Yoona noona?” ujar Sehun sedikit berbisik. “Tenang saja hyung, aku ini lelaki baik-baik bukannya playboy seperti dirimu.”

#pukk!!

Luhan memukul kepala Sehun dengan buku menu. “Aku ini bukan playboy, gadis-gadis itu saja yang suka dekat-dekat denganku.”

Seolah tak mendengar, Sehun tak menjawab dan tetap focus pada makanannya. Pintu Caffe kembali terbuka, disusul dengan bunyi lonceng kecil diatasnya. Dua orang pelanggan masuk, tepatnya pasangan kekasih ingin memesan makanan untuk makan malam mereka.

Diam-diam Luhan memperhatikan Yoona yang sedang mencatat pesanan kedua pelanggan itu. Sehun memperhatikan arah pandangan Luhan, lalu tersenyum remeh. Nampaknya hyungnya ini mendapatkan satu lagi target. “Hyung, Yoona noona itu berbeda dari mantan-mantan gadismu yang lain. Kupastikan akan sangat sulit untukmu mendapatkannya.”

Luhan tersadar akan kegiatannya, terlihat kedua telinganya sudah berubah menjadi kemerahan pertanda ia sedang menahan malu. “Apa maksudmu, huh?”

“Aku tahu, kau tertarik padanya kan?” ucap Sehun semakin menggoda. “Tapi kau sekarang sibuk sekali. Aku jadi kasihan dengan Yoona noona kalau dia benar-benar menjadi kekasihmu, bisa-bisa Yoona noona tidak kau perhatikan sama sekali.”

“Hei.. siapa bilang aku tertarik padanya? Lagipula yang kau bilang tadi benar, aku sedang sangat sibuk mengurus perusahaan Baba dan Caffe ini. Aku tidak ada waktu untuk memikirkan hal yang seperti itu.”

Sehun meletakkan pisau dan garpunya diatas piring, meminum orange juicenya sampai tanggal. Lalu menggeleng pelan, “Kurasa kau tertarik padanya hyung, catat ucapanku.” Sehun menaik turunkan alisnya yang semakin membuat Luhan jengkel.

Luhan merogoh saku celananya, mengeluarkan dompet kulitnya lalu memberikan beberapa lembar ribu won kepada Sehun. “Ini untuk uang saku sekolahmu.”

“Kau tidak memberitahu appa kan?”

“Tidak, sepertinya appamu mengira kalau kau tinggal ditempatku seperti sebelumnya.”

.

***

Yoona dan Sehun kembali ke apartment milik Yoona, namun diam-diam Luhan mengikuti mereka dengan bersembunyi didalam mobilnya yang tak jauh dari situ. Keduanya hendak membuka pintu masuk ganda apartment itu namun seseorang telah lebih dulu memanggil nama Yoona.

Keduanya menoleh kearah sumber suara dimana terdapat seorang lelaki memakai coat merah keluar dari Lamborgininya. Yoona mendengus pelan, ada apa lelaki ini menemuinya malam-malam begini. Sedangkan Sehun hanya menatap heran kearah orang itu.

“Ada apa Kyu?”

“A-aku hanya ingin memberitahumu sesuatu.” Kyuhyun menatap kearah seorang lelaki memakai seragam SMA dibelakang Yoona. “Tapi— siapa kau?” Kyuhyun bertanya kearah Sehun.

“Aku adiknya Yoona noona.” Ujarnya singkat.

“Tapi setahuku Yoona anak tunggal.” Kyuhyun mencium ada yang aneh disini.

“Aku baru dua hari menjadi adiknya Yoona noona. Cepatlah tuan, kau tidak sadar ini sudah malam dan kami sudah sangat lelah, huh?” ujar Sehun malas, juga tatapan penasaran Yoona yang ditujukan pada Kyuhyun.

“I-ni adalah kehendak eommaku Yoon.. Aku akan bertunangan dengan Sena di akhir pekan ini. Dan eomma mengundangmu untuk datang.” Kyuhyun memberikan sebuah undangan berwarna cream dengan bergambar dua burung merpati diatasnya.

Secara spontan Yoona menerimanya. Sekuat tenanga menahan air mata yang hendak menetes keluar. Runtuh sudah pertahanan dirinya, mengapa Eomma Kyuhyun mengundangnya? Apalagi kalau bukan ingin membuat dirinya hancur lebih dalam lagi. Wanita itu ingin membuktikan kepada Yoona bahwa anaknya akan bertunangan dengan gadis yang jauh lebih baik dibanding dirinya.

Sedangkan di tempat Luhan memakirkan mobilnya, ia menatap heran kearah mereka. Apa yang sebenarnya terjadi? Setelah melihat ketiga orang itu membubarkan diri, ia pun memutuskan untuk segera pulang.

.

.

Yoona melemparkan tasnya keatas kasur. Ia menatap dalam-dalam undangan itu, tak tertahankan, air matanya keluar. Ia tangkupkan kedua tangannya menutupi wajah. Kenapa Kyuhyun jahat sekali?

Apakah lelaki itu tidak sadar akan perlakuannya barusan? Mengundang mantan kekasihnya yang baru putus satu minggu untuk menghadiri pesta pertunangannya? What the— yang benar saja. Yoona tak sanggup lagi, persetan dengan pertunangan itu. Ia merobek kertas undangan tersebut lalu membuangnya ketempat sampah terdekat.

.

.

-TBC-

PENTING!

Ini dia chapter 2nya. Apa masih kependekan? Heheh..😀 begini yaa, kemarin ada yang bilang “LuYoon mommentnya mana?” atau “LuYoon mommentnya banyakin dong.”

Disini saya jawab yaa, kan mereka baru aja kenal dan belum ada hubungan apa-apa, jadi ya plotnya masih segitu-gitu aja. Saya maunya disini itu ceritanya ngalir, alias gak buru-buru. Tapi nanti pasti ada kok full LuYoon moment, entah di chapter berapa, yang jelas setelah hubungan mereka lebih dekat. Ok?

Semoga chapter ini gak mengecewakan yaa.. jangan lupa tinggalkan jejak, karena pasti ada beberapa chapter depan yang aku PROTECT, dan ingat, yang akan saya beri passwordnya hanya bagi reader yang sudah setia comment, alias tidak untuk SIDER. see you next chapter guys! ^^

Atau kalian reader baru? Gak punya akun wordpress? Gak tau caranya comment? Yuk, cari tau disini. [How To Comment]

Jangan lupa juga kunjungi WP pribadi author https://morschek96.wordpress.com

26 thoughts on “Be With You [Chapter 2] – morschek96

  1. Suka sukaa.. Itu luhan kayaknya udah tanda tanda 😂
    Sehun songong bgt elah 😆
    Agak lupa sama ceritanya sih tapi itu kyuhyun tega bgt.. *eh, eomma kyuhyun 😤

    Lanjut thor. Panjangin ya, jangan lama lama. Aku menunggu ~ kkk😂

  2. Jahat banget sih eomma kyuhyun.. Evil oppa jg tega ma yoona unnie..wat yoong jadian ma luhan ya thor???
    Next chapt slanjut’y …makin p’nasaran dan makin smngat tuk m’bacanya pula …. Gomawoyo Author FIGTHING ✊✊✊💕 #lamkenal ya

  3. Ceritanya makin seru jdi gk sabar nunggu luyoon moment nya.mian di part sebelumnya aku gk sempet comment tpi di part berikutnya aku usahain bakalan commen terus.semangat terus ya ngetiknya

  4. Ceritanya makin seru jdi gk sabar nunggu luyoon moment nya.mian di part sebelumnya aku gk sempet comment tpi di part berikutnya aku usahain bakalan commen terus.semangat terus ya ngetiknya
    #salamkenalakureaderbaru

  5. Pingback: Be With You [Chapter 3] – morschek96 – Im Yoona Fiction

  6. Pingback: Be With You [Chapter 4] – morschek96 – Im Yoona Fiction

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s