Revenge (Chapter 5)

revenge5

Revenge

 

Chapter 5

 

By : Park Hee Young

PG-15

Romance, Angst, Tragedy

Main Cast : Im Yoon Ah, Lee Jongsuk, Cho Kyuhyun

Support Cast : Choi Siwon, Choi Sooyoung, Tiffany Hwang, Lee Jonghyun, Choi Minho

Keep your friend close, and your enemies closer

 

Author POV

 

Dengan perasan yang sangat tak karuan, Kyuhyun mengemudikan mobilnya. Ia terus menambah kecepatan mobilnya agar dia dapat segera bertemu dengan Yoona.

            Malam itu Kyuhyun benar-benar khawatir sekaligus heran pada Yoona. Pesan dan telfon darinya tak juga di balas. Hingga akhirnya dia menghubungi Siwon dan menanyakan tentang Yoona. Mendengar jawaban dari Siwon, Kyuhyun langsung pergi ke kediaman Choi untuk memastikannya. Benar saja, Yoona tak ada di rumah dan Yoona terjebak di tempat antah berantah.

Tanpa berpikir dua kali, Kyuhyun menyusul Yoona pada saat itu. Kyuhyun tak mendengar semua perkataan Siwon dan Minho. Ia sama sekali tak perduli dengan jalan yang jelek maupun dengan jalanan yang berbahaya. Ia hanya khawatir pada Yoona. Kekhawatirannya itu semakin bertambah ketika dirinya tau bahwa calon tunangannya itu bersama namja lain, yaitu Jongsuk.

Sejak awal, Kyuhyun sudah dapat merasakan bahwa ada sesuatu yang janggal diantara Jongsuk dengan calon tunangannya. Kyuhyun dapat merasakan bahwa Jongsuk begitu menyayangi Yoona. Begitupun dengan Yoona. Senyumnya ketika dengan Jongsuk begitu  berbeda dengan senyum Yoona ketika dengan Kyuhyun.

Kyuhyun benar-benar cemburu dengan Jongsuk. Dan rasa cemburu itu begitu membakarnya hingga ia tak merasa tenang selama beberapa jam ini.

Kyuhyun tak akan pernah rela untuk melepaskan Yoona pada siapapun, tertutama Jongsuk.

 

***

 

Yoona terpaksa membuka matanya dengan perlahan ketika ia mulai merasakan teriknya sinar matahari. Ia pun begitu terkejut ketika melihat Jongsuk yang masih tertidur sambil memegang kepalanya. Memastikan agar kepala Yoona tak merasa kesakitan. Semalam Yoona meminta Jongsuk untuk menemaninya tidur di jok belakang karena ia merasa ketakutan. Yoona ingat sebelum tidur ada jarak antara dirinya dan Jongsuk. Namun, ketika ia membuka matanya, tidak ada jarak sedikitpun diantara mereka. Yoona tertidur di pundak Jongsuk dengan mengenakan jas namja itu.

Yoona tak bisa menahan senyumnya. Melihat Jongsuk tertidur membuatnya semakin jatuh cinta pada namja itu. Hingga dirinya tak bisa menahan untuk tersenyum dan membelai wajahnya. Namun, Jongsuk mulai terbangun dan Yoona pun menghentikan aktivitasnya lalu berpura-pura tertidur.

Apa yang dilakukan Yoona berhasil. Jongsuk mengira Yoona masih tertidur. Tanpa ragu, Jongsuk mengusap kepala Yoona dengan penuh kasih sayang. Rasanya jika begini terus Yoona akan memilih untuk terus tertidur.

“Yoona-ssi, kau sudah bangun?”tanya Jongsuk yang terkejut. Yoona sengaja bangun untuk melihat ekspresi Jongsuk saat itu.

Yoona hanya mengangguk sambil tersenyum. Dia benar-benar tak bisa menahan senyumnya. Wajah Jongsuk terlihat sedikit pucat. Seperti dia telah tertangkap basah melakukan kejahatan.

“Mianhae.”ucapnya.

“Gwenchana, aku tak pernah merasa senyaman ini.”balas Yoona.

“Ayo kita ke minimarket.”ajak Jongsuk mencoba untuk mengganti topik dan memecah kecanggungan yang ia rasakan.

Yoona merapikan sedikit rambutnya agar tak terlihat acak-acakan.  Mereka berdua pun turun dari mobil.

“Aigoo, dingin sekali.”ucap Yoona. Yoona memegang tangan Jongsuk dan menggandengkan tangan padanya. Jongsuk merasa bingung apakah ia harus melepaskan tangan Yoona atau tetap membiarkannya. Yoona pun tersenyum dan ekspresi wajahnya seolah berbicata meyakinkan Jongsuk untuk tidak melepaskan tangannya.

“Kajja.”ajak Yoona ketika Jongsuk tetap terdiam. Jongsuk mengagguk dan tersenyum pada Yoona.

Yoona lagi-lagi merasa tak karuan berjalan bergandengan seperti ini.

Keduanya sempat heran dengan mobil yang berhenti di depan mobil Yoona. Namun mereka tak memperdulikan mobil itu dan terus melangkah. Namun langkah mereka terhenti seketika ketika melihat seseorang yang turun dari mobil itu.

Cho Kyuhyun.

 

“Oppa..”panggil Yoona tak percaya. Yoona sangat terkejut melihat Kyuhyun ada dihadapannya. Bagaimana bisa? Yoona tak tau harus apa. Calon tunangannya, melihat dirinya bergandengan tangan dengan namja lain.

Jongsuk pun dengan sangat terpaksa melepaskan tangan Yoona. Ia dapat merasakan bahwa namja yang ada dihadapannya ini siap menghantam dirinya.

“Gwenchana?”tanya Kyuhyun yang terlihat khawatir. Sebenarnya namja itu sedang berusaha untuk menutupi rasa cemburu dan emosi yang begitu membakarnya. Rasanya ia ingin sekali menghantam namja yang sedang bermesraan dengan calon tunangannya.

Yoona mengangguk. Kyuhyun pun menghampiri Yoona dan memeluknya.

“Syukurlah, aku begitu mengkhawatirkanmu.”balas Kyuhyun. Tatapannya kini terpusat pada Jongsuk. Tatapannya itu mengisyaratkan kemarahan pada Jongsuk. Seolah berkata ‘berani-beraninya kau bermesraan dengan calon tunanganku!’

“Kajja kita pulang.”ajak Kyuhyun yang menarik tangan Yoona begitu saja.

“Tapi oppa..”bantah Yoona.

Yoona tak ingin meninggalkan Jongsuk sendirian disini. Tapi Kyuhyun membawanya masuk ke dalam mobil dan memasangkan sabuk pengamannya. Yoona bisa melihat kemarahan dalam diri Kyuhyun. Hingga ia pun tak berani melakukan apapun.

 

“Terima kasih telah menjaga Yoona.”balas Kyuhyun dengan penuh amarah dan tangannya pun dikepalnya kuat-kuat.

 

Sepanjang perjalanan Kyuhyun tidak berkata apapun. Dia menutup mulutnya dan pandangannya itu terfokus pada jalanan yang ada dihadapannya. Seolah ia menghiraukan Yoona yang sedari tadi juga sibuk dengan lamunannya.

Yoona bertanya-tanya, sejak kapan Kyuhyun ada disana. Apakah namja itu melihat semuanya? Melihat bagaimana dia tidur bersandar pada Jongsuk, melihat bagaimana ia tersenyum sambil bergandengan tangan dengan Jongsuk.

Yoona pun dapat merasakan perbedaan pada Kyuhyun. Namja disebelahnya itu berubah menjadi sosok namja yang begitu dingin. Apakah Kyuhyun marah padanya?

Alasan Kyuhyun bungkam adalah karena dia berusaha untuk menahan emosinya. Ia tak ingin memarahi Yoona apalagi berlaku kasar padanya. Bagaimanapun juga, Kyuhyun benar-benar tidak dapat melupakan apa yang ia lihat. Ia melihatnya dengan sangat jelas. Ia melihat calon tunangannya itu bermesraan dengan namja lain.

Ternyata, ketakutannya itu benar-benar terjadi.

“Gomawo oppa, maaf sudah merepotkanmu.”ucap Yoona sesaat ia turun dari mobil Kyuhyun.

“Kau harus segera makan dan istirahat yang cukup. Kau terlihat kelelahan.”balas Kyuhyun dengan datar.

Yoona mengangguk lalu tersenyum pada Kyuhyun sebagai penutup perjumpaan mereka. Kyuhyun pun menjalankan mobilnya keluar dari kediaman Choi. Namja itu terus menambah kecepatan hingga dirinya hampir saja menabrak mobil yang ada di depannya. Kyuhyun yang tak bisa menahan lagi kemudian menepikan mobilnya lalu memukul stir mobil sekencang-kencangnya hingga tangan namja itu memerah.

 

“Nona, kau sudah sampai.”sambut Sooyoung ketika melihat Yoona turun dari mobil Kyuhyun.

“Ne, maaf sudah membuat eonni khawatir. Apakah Jongsuk sudah kembali?”

“Belum nona.”

“Hari ini aku tidak akan pergi ke kantor. Jadi jika Jongsuk tiba katakan padanya untuk segera menghadapku sambil membawa semua pekerjaan hari ini.”

“Baik nona.”

 

Yoona berbaring di tempat tidurnya dengan amat gelisah. Sudah 2 jam Jongsuk belum menghadapnya. Yoona merasa khawatir. Dia meninggalkan Jongsuk sendirian begitu saja. Meskipun Yoona tau Jongsuk akan baik-baik saja, namun ia tak bisa menyingkirkan rasa khawatir itu. Belum lagi, dia dan Jongsuk tertangkap basah oleh Kyuhyun sedang bergandengan tangan. Yoona tiba-tiba takut Jongsuk mendapat amukan dari calon tunangannya itu. Karena Yoona tau Kyuhyun begitu marah padanya. Sedari tadi namja itu terus diam dan mencoba untuk menahan amarahnya.

Hingga akhirnya Yoona mendengar suara ketukan pintu.

“Masuk.”balas Yoona yang segera bangkit dari tempat tidurnya.

Bibirnya spontan tersenyum ketika melihat Jongsuk yang muncul dari balik pintu.

“Gwenchana??”tanya Yoona begitu saja.

Jongsuk hanya menganggukkan kepalanya.

“Mian, aku meninggalkanmu disana begitu saja.”

“Nona tidak perlu meminta maaf. Ini sudah menjadi tugasku.”balas Jongsuk.

Entah mengapa suasana hati Yoona menjadi buruk jika mendengar ucapan Jongsuk yang seperti itu. Yoona benci mendengar bahwa Jongsuk melakukan semua itu semata-mata karena tugasnya.

“Ini berkas-berkas yang anda minta.”

“Letakkan saja di meja kerjaku.”

Yoona merasa aneh dengan sikap Jongsuk. Seolah ada yang berbeda. Yoona merasa Jongsuk menjadi dingin padanya dan sedikit menjaga jarak terhadapnya. Apa karena kejadian kemarin dan tadi pagi? Apa karena Kyuhyun melihat kejadian tadi pagi? Yoona semakin bertanya-tanya.

“Jongsuk-ssi.”panggil Yoona ketika Jongsuk hendak keluar dari kamarnya. “Gomawo. Aku sedikitpun tidak merasa menyesal telah terjebak di tempat antah berantah itu denganmu. Setidaknya aku sudah mencoba mie instan dan semua yang ku alami saat itu begitu menyenangkan. Istirahatlah, kau pasti kelelahan.”balas Yoona.

 

***

            Setelah kejadian itu, Yoona dan Jongsuk menjadi semakin dekat. Apalagi jika hanya ada mereka berdua disana. Keduanya tak bisa menahan perasaan mereka masing-masing. Namun, keduanya hanya bisa bungkam. Yoona khawatir jika Jongsuk mengetahui perasaannya. Dia tak ingin Jongsuk merasa canggung karenanya. Dia juga khawatir keluarganya akan menentang perasaan Yoona pada Jongsuk. Begitupula dengan Jongsuk. bagaimana mungkin dia berani mengutarakan perasaannya pada yeoja yang sudah dia cintai sejak lama? Terlebih yeoja itu adalah atasannya. Jongsuk merasa dirinya sangat tidak sepadan dengan Yoona. Dunia mereka benar-benar berbeda.

Jadi, mereka memutuskan untuk tetap seperti ini. Menjaga cinta yang dimiliki tanpa ada siapapun yang tau.

“Minumlah aku bawakan kopi untukmu.”ucap Yoona yang meletakkan kopi diatas meja.

“Nona, ini sudah larut malam sebaiknya kita pulang saja. Choi Sajangnim menghubungimu berkali-kali menyuruh anda ntuk pulang.”balas Jongsuk. Jongsuk sedari tadi duduk di ruangan Yoona menemaninya. Yeoja itu sedari tadi sibuk mengerjakan bahan presentasi. Yoona beralasan jika pekerjaannya dibawa ke rumah, pekerjaannya itu tidak akan selesai. Jadi dia memilih untuk lembur.

“Yoona-ya, bukan nona. Kita kan sedang berdua saja.”bantah Yoona.         “Presentasinya kan bukan besok, mengapa kau begitu sibuk mengerjakannya?”tanya Jongsuk dengan bahasa yang tidak lagi formal.

“Aku tak ingin buru-buru pulang ke rumah. Bagaimana kalau kita jalan-jalan?”saranYoona yang kini mematikan laptopnya.

“Yoona-ya..”

 

Jongsuk sebenarnya tau mengapa Yoona masih di kantor selarut ini dan menghindar untuk pulang ke rumah. Malam ini, kakeknya mengundang Kyuhyun untuk makan malam bersama di kediaman Choi. Yoona merasa tak berselera untuk bergabung dengan mereka semua yang ujung-ujungnya akan membicarakan kelanjutan pertunangan mereka. Ditambah lagi pengumuman pertunangannya ke publik waktu itu sempat tertunda.

Yoona semakin mencoba untuk menghindari Kyuhyun sebisa mungkin. Dia rasanya tak bisa melanjutkan ini. Dia mencintai namja lain. Namja yang kini ada dihadapannya dan menatapnya dengan tatapan khawatir. Entah apa yang Jongsuk khawatirkan Yoona tak tau. Apakah ia khawatir jika Yoona mendapat amukan lagi dari kakek dan kakaknya, atau dia khawatir Yoona direbut oleh namja lain.

“Ayolah, aku merasa penat sekali.”kata Yoona yang memelas pada Jongsuk.

“Kau ingin menghindar dari Kyuhyun bukan?”terkanya.

“Jika kau tau seharusnya kau membantuku. Sekali ini saja, ayolah.”rengek Yoona.

“Aku bisa dipecat jika kau seperti ini terus.”canda Jongsuk.

“Dan aku tak akan membiarkannya terjadi. Mana mungkin kakek memecatmu? Kau kan namja cerdas dan jago berkelahi selain itu kau menjaga cucu nya dengan sangat baik.”

“Kita harus pulang, Yoona-ya. Mungkin saja Kyuhyun sudah pulang ke rumahnya. Kau akan mendapat masalah jika tak segera pulang. Lain kali kita jalan-jalan, sekarang waktunya pulang.”bujuk Jongsuk.

“Arraseo. Kau ini tidak asyik.”gerutu Yoona yang kini membereskan barang-barangnya.

Apa yang Jongsuk katakan ada benarnya. Jongsuk pasti akan dimarahi oleh kakeknya jika Yoona terus membuat onar seperti ini. Bagaimanapun juga Yoona sepertiya tidak bisa terus-terusan menghindar. Dia harus menghadapinya.

 

“Ya! Dimana nona?”pekik Sooyoung dari sebrang sana.

            “Aku sudah membujuknya untuk pulang dan kami sedang dalam perjalanan. Kau tak perlu khawatir.”balas Jongsuk yang sedang fokus menyetir.

Yoona menatap Jongsuk lekat-lekat dan mendengarkan percakapan Jongsuk dengan Sooyoung. Sudah dipastikan Jongsuk sedang berbicara dengan Sooyoung. Jika sudah seperti ini, Sooyoung menjadi orang yang sangat panik. Dia benar-benar tak ingin Yoona dalam masalah.

“Eonni kau tak perlu khawatir aku sebentar lagi sampai rumah.”teriak Yoona berharap Sooyoung bisa mendengarkan suara.

“Kau dengar itu kan, noona?”

“Ne, bersiaplah. Ku rasa heojangnim akan marah besar pada nona kali ini. Usahakan agar kau segera sampai rumah. Sebelum Tuan Cho pergi.”

“Ne, arraseo.”

 

Dengan berat hati Yoona turun dari mobil ketika mereka sudah sampai di kediaman Choi. Begitu turun, Yoona melihat Kyuhyun yang keluar dari rumahnya.

“Kau baru pulang?”tanya Kyuhyun sambil tersenyum. Yoona tak mengerti dengan namja ini. Sudah berkali-kali Yoona membuat ulah, berkali-kali Yoona mengacuhkannya, tapi namja ini tetap tersenyum padanya seperti ini. Sebesar itu kah cintanya pada Yoona?

“Iya oppa, pekerjaanku sangat banyak. Mian, aku tak bisa ikut makan malam bersama tadi.”ungkap Yoona yang berpura-pura merasa bersalah padahal ia tak menyesal sama sekali.

“Ya sudah, istirahatlah kau pasti kelelahan. Lagipula. Masih banyak waktu. Kita bisa makan malam bersama lain kali. Kalau begitu, aku pamit pulang. Jangan lupa jaga kesehatanmu sesibuk apapun itu.”

“Ne, gomawo oppa. Kau juga, jaga kesehatanmu.”balas Yoona yang kemudian masuk ke dalam rumahnya sesaat setelah Kyuhyun pergi meninggalkan rumahnya.

“Dari mana saja kau?”tanya Seung Jae pada cucunya itu.

“Aku menyelesaikan pekerjaanku, harabeoji.”balas Yoona.

“Apa pekerjaanmu itu tidak bisa ditunda? Kau kan tau harabeoji sudah mengundang Kyuhyun untuk makan malam bersama. Kau seharusnya meluangkan waktumu itu!”balas Seung Jae yang mulai emosi.

“Mian, pekerjaanku sangat penting dan aku tak bisa menundanya. Lagipula, Kyuhyun oppa mengerti alasanku tak bisa ikut makan malam.”

“Choi Yoona!!”bentak Seung Jae yang membuat seisi rumah terkejut.

Siwon disusul Tiffany keluar dari kamar mereka untuk mengetahui apa yang terjadi sebenarnya. Mendengar teriakkan suaminya pun membuat Min Jung khawatir dan segera menghampiri suaminya. Sedangkan Minho hanya mengamati kejadian itu secara sembunyi-sembunyi dan sedikit tersenyum melihat kejadian itu.

“Mengapa kau selalu membuat ulah seperti ini? Berapa kali aku harus memperingatkanmu?! Kau tak bisa terus menghindari Kyuhyun  dia adalah calon tunanganmu dan dia akan menjadi suamimu kelak. Apakah kau masih belum mengerti?”bentak Seung Jae.

“Mianhae.”

“Apa yang kau lakukan ini keterlaluan. Bagaimana jika sikapmu ini sampai ke telinga Cho Jae Min apa yang akan kau lakukan? Bagaimana jika dia memutuskan perjodohan ini? Bukan hanya keluarga kita yang menanggungnya tapi perusahaan pun akan terkena dampaknya? Kau bukan lagi anak kecil, Choi Yoona.”

“Yeobo sudahlah, Yoona tak bermaksud melakukan ini semua. Dia hanya mengerjakan pekerjaannya.”bujuk Min Jung.

“Apa itu saja yang menurut harabeoji penting? Lalu bagaimana dengan perasaanku? Apakah perasaanku itu tak penting?”balas Yoona yang terpancing akibat amukan kakeknya itu.

“Choi Yoona!!”

“Ah, perasaanku memang tak penting. Begitu pula kebahagiaanku.”ungkap Yoona dan kini ia keluar dari kediaman Choi. Tak perduli sekeras apapun kakeknya itu membentak dan meneriakkan namanya.

Yoona merebut kunci mobil dari tangan Jongsuk yang baru saja selesai memarkirkan mobil.

“Nona, apa yang anda lakukan?”

Yoona tak menghiraukan Jongsuk. Ia segera masuk mobil dan mengunci mobilnya itu agar tak ada satu orangpun yang masuk.

“Yoona-ya, kau mau kemana? Buka pintunya.”

Siwon yang berlari mengejar Yoona menemukan adiknya itu sudah berada di dalam mobil. Ia mengetuk pintu mobil berkali-kali dan mencoba membujuk Yoona.

“Yoona-ya, kau jangan terpancing seperti ini. Ayo turun dan kita bicarakan ini secara baik-baik.”

Yoona tak juga menghiraukan ucapakan kakaknya itu. Yoona malah menyalakan mesin dan menjalankan mobil keluar dari kediaman Choi.

“Kau kejar Yoona dan pastikan dia baik-baik saja. Kabari aku jika kau sudah menemukannya dan bawa dia pulang.”perintah Siwon pada Jongsuk.

 

Yoona membanting setir dengan kesal. Dia begitu kecewa dan merasa sakit hati. Ini semua tak adil baginya. Kakeknya begitu mengkhawatirkan reputasi keluarga Choi dan begitu mementingkan perusahaan. Lalu bagaimana dengan perasaan dan kebahagiaan cucunya sendiri? Jelas-jelas dirinya tidak mencintai Kyuhyun namun kakeknya itu terus menekannya untuk segera bertunangan dengan Kyuhyun. Yoona takut ia tidak bisa bahagia dengan Kyuhyun sekalipun namja itu mencintainya dengan tulus.

Yoona menambah kecepatan mobilnya dan berhenti di sebuah bar. Yoona memutuskan untuk minum dan melupakan semua penat dan emosi yang bercampur aduk itu. Beruntung Jongsuk bisa mengejar Yoona dan membuntutinya. Jongsuk tertegun ketika Yoona berhenti di sebuah bar elite dan minum wine sendirian. Yoona terlihat begitu depresi. Jongsuk masih mengamati Yoona dari jauh karena ia rasa Yoona butuh waktu untuk sendiri.

Sudah 1 botol habis olehnya. Ketika Yoona hendak meminum botol ke dua, barulah Jongsuk menghampiri yeoja itu dan duduk di sampingnya. Jongsuk merebut gelas berisi wine yang hendak diminum oleh Yoona.

“Kau sudah minum terlalu banyak, Na-ya.”

“Berikan padaku.”balas Yoona yang terlihat mabuk. Yoona berusaha merebut gelas itu dari Jongsuk namun namja itu malah meminum wine yang ada di tangannya.

“Ya! Apa yang kau lakukan?”pekik Yoona yang kemudian berusaha merebut gelas ditangan Jongsuk namun tak bisa. Akhirnya  Yoona menyerah, ia pun meraih botol wine dan meminumnya.

“Cukup, Yoona.”kata Jongsuk yang lagi-lagi merebut botol wine dari Yoona.

“Apa yang kau lakukan disini, hah?”tanyanya pada Jongsuk. “Untuk apa kau kemari?”

“Apa yang sebenarnya terjadi padamu?”tanya Jongsuk.

Baru pertama kali ia melihat Yoona seperti ini. Yoona bukan yeoja yang gemar minum wine atau minuman memabukkan lainnya. Yoona terlihat begitu depresi dan sedih.

“Apa yang harus ku lakukan? Aku tak bisa terus membohongi diriku seperti ini. Aku tak ingin bertunangan dengan Kyuhyu apalagi menikahinya, Jongsuk-ah. Aku rasa aku tak akan bahagia dengannya meskipun dia begitu mencintaiku dengan tulus. Aku ingin menikah dengan orang yang benar-benar aku cintai.”ungkap Yoona yang kini meneteskan air mata. “Aku benci menjadi Choi Yoona. Aku benci hidupku. Aku merasa tertekan jika terus seperti ini. Aku harus menjalankan perusahaan di usiaku yang masih sangat muda, belum lagi kakekku yang terus memaksakan hubunganku dengan Kyuhyun hanya demi perusahaannya itu.”

“Jangan seperti itu, Na-ya.”

‘Bagaimana mungkin kau menikah dengan Kyuhyun disaat aku sudah mencintai namja lain? Aku merasa semakin tertekan dan tersiksa karena aku tak bisa memilikinya.”isak Yoona.

“Kau tak perlu merasa tertekan seperti itu. Heojangnim begitu menyayangimu dan ingin masa depan cucunya terjamin. Kyuhyun bukan namja sembarangan dan menurutku dia pantas menjadi pendampingmu. Cinta akan datang dengan sendirinya. ”jawab Jongsuk dengan berat hati.

“Itu kah yang kau pikirkan selama ini? Lalu bagaimana denganmu? Apa kau merasa tak pantas untukku?”

Jongsuk tertegun dengan pertanyaan Yoona. Apa maksud yeoja itu?

“Apa maksudmu?”

“Kau ini pura-pura bodoh atau memang bodoh?!”tanya Yoona yang kini memukul pelan namja yang ada dihadapannya. “Bagaimana bisa aku menikahi Kyuhyun disaat aku mencintaimu?!!”lanjutnya yang masih memukul Jongsuk dengan pelan sambil terisak.

Jongsuk terdiam. Entah yang didengarnya ini sungguhan atau hanya halusinasinya. Jantungnya seolah terhenti ketika mendengar pengakuan dari Yoona. Pengakuan bahwa Yoona mencintainya.

“Saranghae, jeongmal saranghaeyo Lee Jongsuk.”rintihnya. “Ini sungguh menyiksaku, karena aku tak mungkin mendapatkanmu.”

“Yoona-ya..”

“Apa yang harus ku lakukan, Jongsuk-ah.”rintinhnya lagi hingga akhirnya Yoona tak sadarkan diri.

Jongsuk masih tak percaya dengan apa yang ia dengar. Yoona mencintainya? Jika benar begitu, maka cinta yang selama ini ia pendam tak bertepuk sebelah tangan.

“Seandainya aku pantas untukmu. Aku pun ingin mencintai dan memilikimu seutuhnya.”ucap Jongsuk sambil mengelus kepala Yoona.

 

***

            “Nona, kau baik-baik saja?”tanya Sooyoung ketika Yoona membuka matanya.

Yoona menatap sekelilingnya dan sadar bahwa ia sedang ada di kamarnya. Ia pun meringgis karena kepalanya terasa berat.

“Apa yang terjadi, eonni?”tanyanya.

“Semalam nona mabuk. Aku sudah menyiapkan sup agar keadaanmu membaik. Bangun dan makanlah.”

Yoona merasa kebingungan dan mencoba mengingat kejadian  semalam. Hingga akhirnya ia berhasil mengingatnya. Yoona ingat dia bertengkar dengan kakeknya dan pergi dari rumah. Ia ingat semalam ia mabuk dan mengatakan sesuatu pada Jongsuk. Mengatakan sesuatu yang seharusnya tidak ia katakan.

“Eonni dimana Jongsuk?”tanya Yoona seketika.

“Entahlah, ku rasa dia di kamarnya. Apa perlu aku memanggilnya?”

“Jangan!”

“Nona apakah kau baik-baik saja? Kau terlihat pucat.”tanya Sooyoung yang kini memegang kening Yoona.

“Yoona-ya, kau sudah bangun?”tanya Siwon dari balik pintu kamarnya.

“Ne, oppa.”jawab Yoona.

Siwon pun masuk ke dalam kamar Yoona. Sooyoung pun langsung membungkukkan badannya pada Siwon dan meninggalkan mereka berdua.

“Gwenchana?”

“Seperti yang kau lihat. Bagaimana menurutmu, oppa? Apakah aku terlihat baik-baik saja?”

“Seharusnya kau tak seperti itu. Bagaimana jika sesuatu yang buruk terjadi padamu? Yoona-ya, kau ini seperti tak tau saja bagaimana sikap harabeojimu itu. Dia orang yang keras kepala dan juga tegas. Tidak ada yang bisa menghentikannya. Tapi kau harus tau bahwa dia begitu menyayangimu. Appa pun akan melakukan hal yang sama jika dia masih ada. Meskipun tak akan sekejam harabeoji.”jelas Siwon sambil terkekeh.

“Oppa, apa kau merasakan hal yang sama ketika kau dijodohkan dengan Fanny eonni?”

“Kau tau, sebenarnya aku sempat menyukai seorang yeoja sebelum aku dijodohkan dengan Tiffany. Tapi, aku yakin eomma dan appa tau mana yang terbaik untukku. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk menerima perjodohan itu dan belajar mencintai kakak iparmu. Dan sekarang aku begitu mencintainya. Semuanya tak akan sulit jika kau mau membuka hatimu, Yoona-ya. Bukalah hatimu untuk Kyuhyun.”jelas Siwon sambil mengelus kepala adiknya itu.

“Entahlah. Lagipula kau tak ingin menikah di usiaku yang masih sangat muda.”

“Sekarang kau makan dan minta maaflah pada harabeoji. Sekesal apapun kau padanya, dia tetap harabeojimu dan kau harus memaklumi sikapnya yang seperti itu. Kau tau kan, eomma dan appa selalu mengajarkan kita untuk patuh dan hormat pada harabeoji?”

Yoona pun mengangguk mengiyakan perkataan oppa-nya.

“Jika kau masih merasa tak enak badan kau tidak perlu ke kantor hari ini.”

“Aku baik-baik saja dan aku akan tetap pergi ke kantor hari ini.”

 

Sebelum pergi ke kantor, Yoona mengetuk ruang kerja kakeknya untuk meminta maaf. Ia juga merasa bersalah atas kejadian semalam. Dia begitu kekanak-kanakan.

“Nugu?”

“Ini aku, Yoona.”balas Yoona.

“Masuklah.”

Yoona pun membuka pintu ruangan kerja kakeknya itu dengan perlahan. Di lihatnya sang kakek sedang membaca buku. Yoona segera membungkukkan badannya.

“Harabeoji, mianhae atas sikapku yang begitu kekanak-kanakan. Aku tau aku salah. Tidak seharusnya aku bertingkah ceroboh dan kekanak-kanakan seperti itu.”

“Sudahlah, ini juga salahku yang terus menekanmu. Maafkan aku, Yoona-ya. Kebahagiaan cucuku adalah hal yang terpenting bagiku. Dan aku hanya berusaha membuatmu bahagia.”

“Harabeoji..”rajuk Yoona.

Seung Jae meletakkan bukunya dan beranjak dari kursi yang ia duduki. Dia menghampiri Yoona lalu memeluknya.

“Mianhae.”

Seandainya Yoona tau bahwa ia bersikeras melakukan ini karena hanya Kyuhyunlah yang dapat menyelematkan Yoona. Hanya Kyuhyunlah yang dapat menolong Yoona serta menjaga Yoona nantinya. Namun Seung Jae tak bisa mengatakan itu pada cucunya.

 

***

            “Kau menjadi pendiam, ada apa?”tanya Yoona pada Jongsuk yang kini sedang fokus menyetir.

“Tidak ada apa-apa. “balas Jongsuk datar.

Semenjak pengakuannya itu, Yoona merasa ada yang berbeda pada Jongsuk. Namja itu menjadi sedikit datar dan dingin terhadapnya. Hingga Yoona merutuki dirinya sendiri karena sudah mengutarakan perasaannya seperti itu. Jelas saja Jongsuk menjadi berubah terhadapnya. Jongsuk pasti bingung harus bagaimana di depan yeoja yang mengutarakan cinta padanya, terlebih yeoja itu adalah atasannya. Orang yang tidak boleh ia cintai.

“Jongsuk-ah, apakah aku mengatakan sesuatu yang aneh saat aku mabuk beberapa hari yang lalu?”tanya Yoona.

“Tidak, kau tidak mengatakan hal yang aneh.”jawab Jongsuk.

Bohong. Jongsuk berbohong pada Yoona. Jelas ia mendengar dengan jelas Yoona berkata bahwa yeoja itu mencintainya.

“Benarkah?”tanya Yoona yang tak yakin. Yoona merasa dirinya mengutarakan isi hatinya pada Jongsuk. Apakah namja ini sedang berbohong padanya? Dan untuk apa ia berbohong?

“Kau tak perlu memikirkannya lagi. Makanya, kau jangan mabuk seperti itu. Kau jadi tak tenang karena takut melakukan hal-hal aneh saat kau mabuk. Jika tak kuat,  jangan mencoba untuk minum.”ceramah Jongsuk.

“Arraseo.”balas Yoona yang malah tersenyum diceramahi oleh Jongsuk seperti itu. Dari ceramahannya itu, Yoona merasa diperhatikan olehnya.

 

Sesampainya di rumah, Yoona merebahkan tubuhnya di tempat tidur dan terus memikirkan perkataan Jongsuk. Apakah namja itu berbohong padanya? Apakah namja itu tak ingin masalah muncul akibat pengakuan Yoona? Jadi dia menganggap pengakuan Yoona itu tak pernah ada.

“Nona, kau terlihat sedang gelisah. Ada apa?”tanya Sooyoung.

“Gwenchana.”

“Nona, aku sudah sangat mengenalmu. Kau tidak bisa berbohong padaku. Kau bisa cerita padaku jika kau mau. Bukankah kau sudah menganggapku sebagai kakakmu?”

“Entahlah, aku tak tau apakah aku bisa menceritakan hal ini pada siapapun termasuk eonni.”

“Hmm sepertinya masalah ini serius. Aku tak akan memaksamu, tapi daripada nona memendam masalah nona sendiri, lebih baik nona berbagi denganku. Siapa tau aku bisa membantu.”bujuk Sooyoung.

Yoona tak tau apakah ia harus menceritakannya pada Sooyoung. Dia tak bisa menebak bagaimana reaksi Sooyoung jika tau bahwa selama ini dia mencintai Jongsuk dan telah mengutarakan perasaaannya itu. Sooyoung memang orang yang dapat Yoona percaya. Ia yakin Sooyoung tak akan membeberkan masalah ini pada siapapun jika ia menceritakannya pada Sooyoung. Tapi tetap saja, Yoona takut akan reaksi Sooyoung. Ia takut Sooyoung juga menentang perasaannya terhadap Jongsuk.

“Aku..aku mencintai seorang namja.”

“Jinjja?!! Nugu? Apakah namja itu Kyuhyun?”tanya Sooyoung yang begitu antusias.

“Aku mencintai namja itu dan aku tak sengaja mengutarakan perasaanku padanya.”lanjut Yoona.

“Omo, lalu apa yang terjadi?”

“Namja itu bertingkah seolah-olah aku tak mendengar pengakuanku dan sikapnya terhadapku malah berubah.”

Sooyoung pun terdiam dan mulai menerka setiap perkataan Yoona. Setaunya, Yoona tidak dekat dengan namja manapun selain Kyuhyun. Dan tidak mungkin jika Kyuhyun berubah padanya ketika Yoona mengatakan bahwa dia mencintai Kyuhyun. Harusnya namja itu senang bukan? Terlebih lagi jika memang Kyuhyun orangnya, mana mungkin Yoona bertengkar dengan Heojangnim beberapa hari yang lalu? Jika memang Yoona mencintai Kyuhyun, seharusnya dia tidak pernah berusaha untuk menghindari namja itu dan seharusnya dia tidak menunda-nunda pertunangannya bukan?

“Siapa namja itu, nona?”tanya Sooyoung hati-hati. Terbesit satu nama di benak Sooyoung namun itu tak mungkin terjadi. Mustahil jika Yoona mencintai namja itu.

“Eonni, berjanjinlah padaku. Aku akan memberitaumu tapi kau harus berjanji padaku untuk tidak mengatakannya pada siapapun bahkan Jonghyun sekalipun.”

Sooyoung mengangguk dan berjanji ia tak akan memberitau siapapun. Entah kenapa, ia menjadi tegang seperti ini. Sooyoung semakin curiga Jongsuklah namja itu. buktinya Yoona hanya menyebut nama Jonghyun tadi. Tidak, bukan Jongsuk.

“Namja itu Lee Jongsuk.”bisik Yoona agar tak ada orang lain yang mendengar perkataannya.

“Nona aku tak salah dengar kan?”tanya Sooyoung yang tak percaya.

“Aku sudah mengira reaksimu akan seperti itu.”ungkap Yoona kecewa.

“Nona, bukannya begitu tapi kau tau kan apa resikonya? Aku hanya tak ingin nona terluka.”

“Eonni, apa yang harus ku lakukan? Aku juga sudah berusaha untuk mengendalikan perasaanku, tapi aku tak bisa. Aku malah semakin mencintainya.”

“Selagi belum terlambat, kau harus berusaha untuk melupakannya nona. Sebelum semuanya menjadi rumit. Kau juga tau apa yang akan terjadi jika hal ini sampai ke telinga heojangnim.”

 

Sooyoung keluar dari kamar Yoona dan segera mencari Jongsuk. Sooyoung memang sudah menyadari ada sesuatu diantara Yoona dan Jongsuk. Tapi ia tak menyangka semuanya akan terjadi secepat ini. Diam-diam, Yoona mengikuti Sooyoung. Dia menebak bahwa Sooyoung pasti akan langsung menemui Jongsuk. Yoona ingin tau apa yang sebenarnya terjadi. Apakah namja itu pura-pura dan mengabaikan pengakuannya?

 

“Jongsuk-ah.”panggil Sooyoung ketika ia menemukan Jongsuk yang sedang membaca di teras paviliun.

“Ne? Waeyo noona?”

“Ikut aku.”balasnya lalu menarik Jongsuk.

Sooyoung membawa Jongsuk ke halaman belakang dan memastikan tak ada seorangpun yang melihat apalagi mendengar mereka.

“Micheosseo??”pekik Sooyoung terhadapnya.

“Aku tak mengerti apa maksudmu, noona.”

“Apa yang sebenarnya terjadi? Nona Yoona sudah menceritakan semuanya padaku.”tanya Sooyoung.

“Noona…”ucap Jongsuk yang sulit berucap.

“Apa yang kau lakukan hingga nona mencintaimu, hah? Kau seharusnya tau dimana posisimu. Kau tak pantas seperti itu. Ini hanya akan menjadi bencana bagi kalian berdua. Kau tau? Selama ini aku selalu memperingatkanmu karena aku takut hal seperti ini terjadi.”tegur Sooyoung.

“Mianhae.”balas Jongsuk. Ia tak bisa membela diri karena kadang ia tak bisa mengontrol perasaannya terhadap Yoona. “Lagipula aku berusaha untuk tak menganggap perkataan nona. Saat itu dia mabuk, dia tak sadar dengan apa yang dikatakannya. Jadi anggap saja nona tidak pernah mencintaiku.”

“Semudah itu? Karenamu, nona menjadi gelisah dan tak karuan. Dia benar-benar mencintaimu. Bagaimana? Apa yangakan kau lakukan sekarang?”

“Sebenarnya apa yang noona inginkan? Aku sedang berusaha menjauhi Yoona. Aku berusaha keras untuk mengabaikannya padahal aku begitu bahagia karena dia memiliki perasaan yang sama denganku.”

“Lee Jongsuk!!”pekik Sooyoung yang tak percaya dengan apa yang Jongsuk katakan.

“Benar, aku mencintainya noona. Sejak dulu aku sangat mencintainya. Dan demi Yoona aku berusaha untuk mengabaikannya meskipun nyatanya ini semua sangat sulit bagiku.”

 

Yoona tertegun mendengar perkataan Jongsuk. Ternyata selama ini namja itu sudah memendam rasa terhadapnya. Yoona kini tau, bahwa Jongsuk mendengar pengakuannya dan dia hanya berpura-pura demi dirinya. Sikap Jongsuk yang menghindarinya pun disengaja karena ia tau cinta ini akan sia-sia. Keduanya tak akan bisa bersatu.

“Jongsuk-ah. Apakah yang ku dengar ini benar?”

TBC

14 thoughts on “Revenge (Chapter 5)

  1. Oh myyy. Poor kyuhyun oppa. Kak buat kyuna bersatu kumohon. Aduhhhh. Aku takut yoona bersama jongsuk
    Please kyuna berrsatu🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙇🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏

  2. Ayo lah yoona Buka hati mu buat kyu. Dia Khan beneran cinta tuch. Jongsuk mgkn memang cinta ma yoona tapi bukan nya dia ada niat buat balas dendam juga ya? Pokoke gak mau tau nie ceritanya ending nya mesti KyuNa….hehehehe maksa.

  3. waaaaaaah,,,,, mereka mulai tau perasaan masing2…. tapi nggak setuju… pengennya kyuna yg bersatu…. kyuhyun oppa cintanya tulus tuuuh… ayo yoona eonni buka hatimu bwt kyu oppa… ending kyuna yh thooor… ttep semangaaaaaaaaat…. hhhe

  4. Hohohoho… mrka mengungkapkn perasaan msg2. Gmna sma kyu… aigooo.. pokokny yoona hrus sma kyu… buat yoona utk membuka hatiny pda kyu.. ayo kyu smgt buat dpetin cintany yoona ,,. Klo bisa suruh kyuna cpt nikah… dtggu nextnya

  5. Akhirnya mreka tau prasaan msing-msing..tpi mreka sulit bersatu… jongsuk oppa hwaiting..!!!d tunggu chapter selanjutnya….:-)

  6. Halo thor,,maaf ya baru sempet coment di chapter ini,,
    Aaaa,,kenapa kyu oppa diginiin lagi,,,
    Di blog sebelah juga kyupa di php in ama yoona karnA punya perasaan ke namja lain juga,,kacian kyu oppa,,,
    Pengennya sii kyuna happy ending,,
    Krn kayakny kyu oppa doang yang bener2 tulus disini seperti menurut haraboji choi,,
    Keep writing thor nextny jangan lama2 yoo

  7. Baru baca ini ff dan baru comment..ceritanya banyak tekateki..awalnya ngira kyu jahat tapi makin kesini kayanya beneran kyu cinta sama yoona..dan kenapa kakeknya yoona bilang cm kyu yg bisa nyelamatin yoona..kira2 apa ya alasannya..akhirnya mereka udh tau sama persaan masing2..tapi kayanya ga mungkin untuk bersatu..
    Tapi tetep Berharap ending yoona sm kyu aja deh..

  8. omg 😱😱😱😱
    gimnaaa nsiiib kyuhyuuun 😱😱😱
    gimnaaa 😱😱😱😱
    jongsuk juga mao bls dndam juga bukn
    dg bikin yoona jtuh cnta dulu ma dya
    klo yoona sampe milih jongsuk dya bkl bner2 nyesel
    kyuhyun yg tulus gk direspon 😭😭
    tega nya 😭😭

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s