True Love

Untitled-6

TRUE LOVE

 

Written by PinnochioTall

Poster by me

Main Casts : [EXO] Park Chanyeol | [SNSD] Im Yoona 

Support Casts : Temukan Dalam Cerita

Genre : Romance-Drama | Length : Oneshoot  | Rated : Teen/PG17

Disclaimer : terinspirasi dari anime bokura ga ita (recommended anime) TYPO EVERYWHERE

.

Duduk diam memandang langit yang begitu menyakitkan mata, cahaya menusuk retina mataku, tak peduli seberapa sakitnya itu, aku tetap memandang langit yang telah sangat bersahabat dengan matahari.

Tes..

Entah karena cahaya yang menyilaukan atau memang karena hatiku yang perih, air mata telah meluncur manis dikedua pipiku. Kenapa aku harus menangisi lelaki brengsek seperti dia?! Siapa dia?

Dia adalah kekasihmu.

Kekasih? Jika memang ia kekasihku, ia tidak akan meniduri gadis lain! Ia tidak akan menyakitiku seperti ini, kenapa harus teman kelasku? Kenapa seseorang yang dekat denganku yang harusku benci? Setiap hari bertemu dan bertegur sapa, Park Chanyeol adalah jelmaan iblis! Bi-ch.

Air yang membeku, benda putih itu turun dengan anggunnya dari langit, bagaikan putri dayang datang dari surga, fikir gadis bernama Im Yoona kelahiran seoul 1998 ini, saat ini ia duduk dikelas 2 menengah atas. Langkah kaki nya sangat berat saat memasuki ruangan persegi yang dipenuhi oleh 20 siswa, dengan menelan saliva-nya ia mempersiapkan diri untuk bertemu jelmaan iblis dan sekutu-nya.

“pagi semuanya” sapaan seperti biasa  Yoona lakukan.

Belum sempat ia duduk dibangkunya, Chanyeol datang dan menatap khawatir terhadap Yoona.

“apa kau tidak apa-apa?”

“apanya?” senyum palsu yang sempurna dari Yoona.

“ayo kita bicara!” Chanyeol menarik tangan Yoona, tetapi Yoona menolaknya.

“ada apa? Kalau ingin bicara, bicara saja disini. Apa ada rahasia yang mengejutkan? Seperti kau tidur dengan seorang wanita murahan” kalimat itu meluncur dengan manisnya, mata dan mulut Yoona telah menusuk seseorang selain Chanyeol.

Seluruh siswa terdiam mendengar perkataan Yoona, jeda yang  begitu panjang, semua merasa suasana saat ini sangat tegang dan Beberapa siswa ada yang berbisik.

Mata Chanyeol membulat besar, ia tidak menyangka Yoona akan sesakit ini saat ia memberi tahukan masa lalunya yang kelam saat ia duduk dibangku sekolah menengah pertama.

“itu kejadian yang sudah lama Yoona!” Chanyeol menekankan suaranya dengan volume rendah. Memberi isyarat untuk Yoona lebih mengecilkan suaranya dan tidak berkata lebih lagi. Tapi itu semua terlambat, Seluruh siswa dikelas mendengarnya.

“hai taeyon! Apa kabar?” Yoona menyapa taeyon tiba-tiba dan tidak memperdulikan Chanyeol.

Taeyon sontak kaget, ia yang sedari tadi hanya duduk melihat sepasang kekasih bertengkar dengan ekpresi ‘enek’ merasa heran kenapa tiba-tiba Yoona menyapa dirinya, apakah dia sudah tau siapa gadis yang ditiduri oleh Chanyeol? Semoga itu hanya dugaannya.

“matilah aku jika Yoona tau yang sebenarnya.” Batin taeyon.

“hahahaha.. ayolah! Aku Cuma bercanda Chanyeol sayang jangan dianggap serius!” Yoona duduk dibangkunya.

“ohh, astaga” sedikit kelegaan terpancar dari raut wajah taeyon.

Semua kembali normal, seluruh siswa sepertinya percaya atas ucapan Yoona, teman-teman kelas Yoona mengetahui hubungan antara Yoona dan Chanyeol, tapi mereka tidak mengetahui kalau Yoona kini sangat membenci Chanyeol. Pelajaran pun dimulai.

“adakah disini yang  bisa memberi contoh majas  simbolik?” ucap guru yang mengajar dikelas.

Dengan santai Yoona mengangkat tangan dan berkata sambil melihat taeyon.

“rubah, lambang dari wanita murahan yang menggoda lelaki untuk keuntungannya”

“pintar!” guru tersebut memberi tepuk tangan.

Chanyeol diam menatap Yoona yang bersikap aneh, ia tahu Yoona saat ini sangat marah atas semua pengakuannya. Bodoh memang  mengaku hal seperti itu pada pacarmu. Chanyeol terlalu mempercayai Yoona.

“hei” Chanyeol duduk disebelah Yoona yang tengah makan siang diatap.

“apa kau marah?” lanjut Chanyeol.

“….”

“aku tau aku salah, aku sangat bodoh mau melakukan itu semua, tapi sungguh kalau aku bertemu denganmu lebih dulu aku tidak akan pernah melakukan itu.” Yoona berhenti menyuapi dirinya.

“ya aku tahu itu bagian dari masa lalumu, aku mengerti kenapa aku melakukan itu. Tapi karena aku pacarmu, karena aku mencintaimu. Salahkah kalau aku marah?” Yoona mengeluarkan seluruh perasaannya.

Chanyeol diam, ia hanya menatap dalam Yoona saat bicara tadi. Ia tak menyangka mendapatkan wanita yang sangat mencintainya. Semakin ia lama bersama Yoona semakin dalam ia merasakan kehangatan Yoona.   Tatapan itu terus melekat pada retina coklat rapuzel Yoona. Semakin lama retina itu semakin membulat besar hingga menutup menunggu Chanyeol memberikan kehangatan yang sesungguhnya. Chanyeol mencium Yoona, melumat bibir bawah Yoona dengan lembut, sekali-dua kali-tiga kali-hingga mereka sulit untuk benar-benar berhenti didalam ciuman yang sangat romantis.

“s-sudah” Yoona berhenti, mengatur deru nafasnya yang tidak beraturan.

“apa kau mau ikut aku jalan-jalan kepantai besok?” Chanyeol menatap kelangit yang menurunkan kristal putihnya sambil mengatur nafasnya juga.

“tentu”

                Desiran ombak yang menghantam tepi pantai, suara deru angin yang masuk ketelinga serta langit yang berwarna merah membuat Yoona dan Chanyeol larut dalam dunia mereka berdua. Saling berbincang mengenai hal yang tidak penting. Saling menertawai diri sendiri walau kini cuaca sangat dingin hingga membekukan aliran darah, rasanya.

“apa kau masih punya masa lalu yang kelam? Aku bisa menanggungnya untukmu Chanyeol!” Yoona berdiri dihadapan Chanyeol.

Sorot mata Chanyeol menandakan keraguan, namun ia tetap akan memberitahukan pada Yoona.

“cinta pertamaku meninggalkanku, setelah ia berselingkuh dan meniduri banyak lelaki kaya, aku tetap memaafkannya. Menerimanya di sisiku. Aku selalu menyuruhnya berjanji agar tidak melakukan hal yang sama. Tapi itu hanya akan menambah dosanya.”

“benarkah? Apa aku harus mencarinya dan memberinya pelajaran?” Yoona bertingkah jagoan.

“ itu tidak akan bisa, karena dia telah tiada.” Chanyeol menunduk, membendung air mata yang akan mengalir beberapa detik lagi.

“hey, tatap aku, anggap aku sebagai dia, coba kau ungkapkan apa yang ingin kau sampaikan padanya. Cobalah caci maki wanita itu agar kau lebih tenang. Bagiku tak masalah!” Yoona mengenggam kedua tangan Chanyeol, menatap mata yang telah basah oleh air mata.

“ha ri-ah, kembalilah padaku lagi. Tak apa bila kau ingin meniduri lelaki kaya lainnya. Asalkan kau tetap ada disisiku bagiku tak masalah.KUMOHON KEMBALILAH!” Chanyeol terduduk sambil menutup wajahnya yang basah. Ia menangis sejadi-jadinya.

Yoona, wanita yang terdiam dengan tatapan lurus namus kosong, masih berdiri didepan Chanyeol. Ia tak dapat mencerna semua yang dikatakan Chanyeol.  Yoona tersadar namun ia masih berdiri. Melihat Chanyeol yang sangat menyedihkan menurutnya. Yoona berjongkook, menyeimbangi tingginya dengan Chanyeol.

“aku mengerti, kau masih belum bisa melupakan cinta pertamamu. Dan kalau seperti ini aku juga tidak dapat bersamamu. Jadi maafkan aku, Chanyeol. Tapi asal kau tau, kau juga adalah cinta pertamaku” Yoona berdiri meninggalkan Chanyeol.

                Pagi ini dengan langkah beratnya Yoona berjalan menuju kelas. Membayangkan akan bertemu dengan Chanyeol saja sudah membuat kakinya lemas, apalagi harus melihat Chanyeol sepanjang hari. Apakah ia masih bisa hidup?

“apa aku bisa melupakannya kalau begini?”

Yoona duduk dibangkunya. Tanpa sedikit pun memandang Chanyeol, Yoona langsung mengeluarkan hadsetnya. Berharap ia bisa melupakan sejenak masalahnya dengan Chanyeol.

Di sisi lain, Chanyeol memperhatikan Yoona, melihat tingkah Yoona yang seperti tidak terjadi apa-apa. Apa kemarin hanya ilusi? Fikir Chanyeol.

`               Memang terasa canggung untuk setiap orang yang menyadari situasi yang terjadi pada Chanyeol dan Yoona tapi mereka hanya bisa diam karena tahu ini bukan masalah mereka. Sangat rumit dan runyam hingga semua hanya bisa membisu.

Yoona duduk diam dibangku kantin, hanya megaduk-aduk minumannya tanpa meminumnya sedikit pun.

 “masalah ini tidak bisa dilupakan. Apa ini akhir aku dan Chanyeol?”

“hey! Kenapa melamun?” suho sahabat dari Chanyeol menghampiri mantan pacar temannya.

“oh, kamu rupanya. Ada apa?”

“kenapa bicara seperti itu? Aku hanya ingin menghiburrmu kok!”

“ga perlu”

Suho menghela nafas panjang, memang keras kepala fikir suho. Setidaknya suho hanya bersikap baik pada Yoona karena secara tak langsung Yoona juga adalah temannya.

“apa kau suka kucing?” suho duduk disebelah Yoona.

“KUCING?”  kini mata Yoona fokus menatap suho.

“i-iya” suho sedikit tergagap.

“gimana kalau nanti pulang sekolah kerumahku?”

“okay”

sepulang sekolah Yoona dan suho jalan berdua. Tertawa berdua karena membicarakan kucing yang berada dipingiran sungai. Tempat Suho dan Chanyeol bermain dikala sore hari tiba. Tanpa mereka sadari disana Chanyeol sudah mengawasi mereka.

Hembusan angin yang menyibak rambut cokelat Yoona mengalihkan perhatian suho, memperhatikan iris madu Yoona  dengan penuh arti. Bisakah Yoona selalu bersamanya.

“Yoona, apa kau mau datang lagi? Kita berdua bisa setiap hari sepulang sekolah menemui kucing ini.”

“benarkah?-“

“heh, sahabat seperti apa yang langsung mengambil mantan pacarnya yang baru saja putus.” Chanyeol tiba-tiba datang dari belakang mereka.

“C-Chanyeol?” Yoona tergagap.

Suho hanya bisa diam menatap Chanyeol, menunggu Chanyeol mengatakan sesuatu atau melakukan sesuatu karena Suho tahu ialah yang salah.

Tapi Chanyeol tidak menggubris Suho. Chanyeol langsung menarik Yoona pergi. Tapi Yoona sendiri meronta tidak mau. Chanyeol masih bersikeras membawa Yoona.

“lepaskan aku!”

“kita perlu bicara!”

“tidak!” racau Yoona lebih keras.

“aku mohon,,” kini dengan suara lirih Chanyeol membujuk Yoona.

Perasaan sayang dan cinta pada Chanyeol belum hilang seutuhnya, maka dari itu Yoona tidak dapat menolak apabila Chanyeol sudah bersikap seperti itu. Ia mengalah dan mengikuti Chanyeol. Suho menatap mereka dengan nanar.

“bagaimanpun dekatnya kau denganku, kita tidak akan bisa bersama. Kenapa hanya ada satu Yoona didunia ini?”

Suasana yang hening, hembusan angin yang menggerakan daun membuat suara merdu yang damai. Yoona duduk tertunduk. Tidak ingin menatap Chanyeol. Takut tiba-tiba saja hatinya luluh dan kembali ingin besama dengannya.

“aku-, aku sungguh minta maaf. Yang kemarin itu kuharap kau bisa melupaknnya. Setelah kau pergi aku baru menyadari bahwa kau sangat membutuhkan dirimu. Aku mohon kembalilah.”

Mendengar kata-kata yang menurut Yoona sangat tidak tahu diri itu, membuat darahnya naik ke ubun-ubun. Yoona berdiri menghadap Chanyeol. Matanya menatap tak percaya pada laki-laki yang duduk menunduk.

“PLAAK” satu tamparan mendarat dipipi Chanyeol.

“kau—kau-“ Yoona tak sanggup berkata-kata.

Chanyeol menatap Yoona berlahan. Ia tahu dirinya sangat keterlaluan untuk mengucapkan kalimat ini, setelah kemarin ia mencampakan Yoona kini ia datang dan berkata seolah-olah tidak ada yang terjadi diantara mereka.

“aku tahu aku sangat mencintaimu, tapi aku memilih untuk mencintai seseorang yang mencintaiku lebih. Karena yang mencintai lebih itu akan kalah.” Yoona pergi meninggalkan Chanyeol dengan marah.

Tiba-tiba Chanyeol memeluk Yoona dari belakang. Mendekapnya erat. Satu tetesan air jatuh kepipi Chanyeol.

“baiklah, kalau begitu kau tidak perlu mencintaiku lagi, tapi biarkan aku yang menjadi seseorang yang mencintaimu lebih dengan begitu kita bisa bersama-sama lagi. Kumohon.”

Yoona hanya diam, masih dalam dekapan Chanyeol. Chanyeol merasakan getaran dibahu Yoona. Chanyeol tahu kini Yoona tengah menangis. Chanyeol melepaskan pelukannya dan menarik Yoona menghadap kearahnya. Memegangi kedua pipi Yoona, Chanyeol mencium bibir Yoona dengan berlahan, lembut dan berhati-hati tanpa membuat Yoona merasakan sakit.

Keraguan Yoona kini sirna, ia menyerah. Pertahanannya untuk tetap berpisah dengan Chanyeol kini hilang sudah. Ia tidak peduli lagi harus sakit yang keberapa kalinya hanya untuk seorang Park Chanyeol. Namun ia tahu dengan kesabaran dan kesetiaannya pada Chanyeol, laki-laki perparas tampan itu pasti akan luluh dan sepenuhnya akan melihat kearahnya tanpa terbayang masa lalu yang kelam itu. Perlahan namun pasti. Yoona mampu mengubah Chanyeol menjadi seseorang yang bisa ia handalkan suatu hari nanti. Itulah cinta sejati yang dimiliki Yoona untuk seseorang yang ia cintai melebihi apapun.

“KARENA YANG MENCINTAI LEBIH ITU AKAN KALAH”

“DAN KAMI TELAH KALAH”

Fin

Maafkan daku yang membuat ending gaje seperti ini permisaahh,, karena aku belum berpengalaman mengenai percintaan mungkin feel-nya belum dapat. Aku hanya dapat referensi dari film-film yang aku tonton. Karena jujur kerjaan aku itu Cuma nonton drakor-anime-baca manga-baca novel-dan dengerin curhatan orang dengan kata lain aku itu tempat buang sampah😥 haha oiya Yoona dibuat line 98 maklum ya biar ceritanya pas kalo dibaca tahun sekarang.  Kalo tahun aslinya ntar kerasa jauh banget dari kata “anak muda” haha

2 thoughts on “True Love

  1. Yaaampun author makasih yaa udah mengisi kekosongan fanfict saya. Apalagi dibuatnya cast chanyeol yoona. Salah satu pairing yang akuu suka banget. Alurnya kereen walaupun emang saya lebih suka bahasa yang baku dan meskipun ini dibilang masih bahasa “anak muda” heheh tapi akuuu kebawa banget sih sama kalimat kalimatnya. Kalo bisa sering sering dan teruslah berkarya! Karya karya yaang keren kaya gini diperbanyaaak karena saya selalu menunggu😂 jadiii semangat terus ya author!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s