Beautiful Night

beutiful night (drabble)

BEAUTIFUL NIGHT

Written by PinnochioTall

Poster by me

Main Casts : [INFINITE] Kim Myungsoo | [SNSD] Im Yoona 

Support Casts : [UP10TION] SUNYEOL

Genre : Romance-Comedy(?) | Length : ficlet  | Rated : Teen

Happy reading juseyo^^

‘’Pizza pizza? Apa kabarmu? Aku sangat merindukanmu. Pizza pizza? Aku sangat ingin memakanmu. Lalala~”

Malam yang begitu menyenangkan. Aku duduk disofa yang ditemani oleh pizza dan acara tv musik pop yang sangat aku sukai. Sendirian dirumah hingga esok sore sangat menyenangkan. Kenapa? Karena orang tuaku sedang keluar kota menemui keluarga jauh kami yang mengalami kemalangan. Aku tidak bisa ikut karena harus mengikuti UTS yang sebentar lagi akan dimulai. Tentu saja aku disuruh belajar. Tapi, heloo? Apa kalian semua akan tetap belajar saat rumah ada digenggaman kalian?

“tok tok tok”

Ada seseorang yang mengetuk pintuku. Astaga jam berapa sekarang? Kulihat jam dinding yang berada tepat diatas tv-ku. 21:15 KST. Apakah ada penjahat atau hantu datang kerumahku? Oh ayolah! Aku terlalu banyak menonton movie bergenre horror dan thriller.

“siapa?” teriakku dari dalam sambil mencari tahu siapa yang berada dibalik pintu rumahku.

“…” oh tidak! Ini benar-benar seperti yang kuperkirakan.

“JIKA KAU TIDAK MENGATAKAN SESUATU AKU AKAN MENELEFON POLISI SEKARANG JUGA!” kuharap ancaman itu berhasil.

HEI! INI AKU MYUNGSOO! KENAPA KAU BEGITU KETAKUTAN?” suara seseorang yang sangat familiar menentramkan perasaanku.

“YAA! Kenapa kau diam saja tadi? Aku kira siapa jam segini datang tanpa mengucapkan kata-kata! Kau menakutiku!”

“haha maafkan aku” kami pun duduk disofa sambil menonton film horror yang beberapa jam lalu kami  menyewanya.

Biar aku perkenalkan lelaki yang datang kerumahku pada jam yang tidak mungkin untuk berkunjung itu. Namanya adalah Kim Myungsoo. Ia sangat tampan dan menawan. Jujur saja aku menyukainya tetapi aku rasa dia tidak memiliki perasaan apapun terhadapku. Kami sudah berteman sejak kami lahir. Ya dia adalah tetanggaku. Ibuku meminta pada ibu myungsoo untuk menemaniku dirumah. Jujur saja mendengar namanya yang akan menemaniku dirumah saja membuatku deg-degan. Aku kira aku tidak akan bisa tidur malam ini.

Movie itu kini sedang menayangkan peran utamanya tengah diteror oleh makhluk yang kasat mata. Seluruh barang dirumah tersebut berjatuhan. Dan lampu menjadi kedap-kedip. Adegan yang begitu mainstream. Tapi coba lihat! Myungsoo kini tengah menutupi wajahnya dengan bantal sofa. Bahunya sedikit mengenai bahuku. Ia mencoba berlindung dibelakangku. Perasaan itu muncul lagi. Aku tak dapat mengontrol fikiranku. Aku mulai berfikir yang tidak-tidak. Oh ayolah! Disini seharusnya laki-laki yang bersikap seperti itu! Kenapa rasanya ini sangat bertolak belakang? Aku frustasi!

Seseorang dari belakang memegang pundak tokoh utama. Myungsoo semakin mendekatkan dirinya padaku. Kini ia benar-benar tepat berada dibelakangku. Aku tidak tahu sekarang aku deg-degan karena Myungsoo atau aku juga ketakutan akan film horror yang kami tonton ini.

—-

                Film itu berakhir dengan sad ending. Tokoh utamanya masuk kedunia hantu dan tidak dapat keluar dari sana. Menurutku akan ada sequelnya. Dan aku akan menunggu S2 nya keluar. Tetapi tunggu sebentar, itu tidak terlalu penting sekarang. Kini Myungsoo menatapku. MENATAPKU! Ada apa dengannya? Aku berusaha tetap fokus pada nama-nama pemain,kru dan produser di tv itu, tapi apa gunanya aku membacanya? aku sendiri tidak tertarik. Ya ampun kini aku sangat salah tingkah.

“ada apa?” ucapku akhirnya.

“apa kau sedang menyukai orang lain sekarang?”

“ pertanyaan macam apa itu.”

“tidak ada, selanjutnya kita mau nonton apa?”

‘’ohyes, aku sangat pintar mengalihkan pembicaraan.”

“hei dengarkan aku.” Ia memegang kedua pipiku dan menarikku dalam tatapannya.

“APA YANG KAU LAKUAKN BOD–!”

Myungsoo menciumku. Aku menatapnya penuh tanda tanya. Ekpresinya mengatakan bahwa ia sedang serius dan sangat tulus. Tapi aku belum siap dan itu adalah ciuman pertamaku! Aku mendorongnya menjauh dan duduk tertunduk menutupi bahwa diriku kini sangat malu.

“aku bersikap imut didepanmu tapi kau sendiri tidak bereaksi sedikitpun. Apa kau tidak pernah memiliki perasaan apapun padaku?”

“HEI! Itu adalah pertanyaanku dari dulu padamu!”

“KAKAK!! AKU PULANG.” Adik laki-lakiku baru saja pulang dari clubingnya.

Astaga apa dia melihatku dengan myungsoo barusan? tapi melihat reaksi nya yang seperti itu kurasa dia benar-benar tidak tahu, Syukurlah.

Tentu saja malam ini kami tidak akan berdua saja. Kenapa aku melupakan bahwa aku dan myungsoo tidak akan mungkin bisa seperti itu? Apa orangtuaku dan orang tua Myungsoo sudah gila membiarkan anak mereka yang memiliki kadar produksi hormon kuat berada satu atap? Setelah ini aku akan mensucikan diriku dari fikiran kotor yang hina ini.

“apa yang kalian berdua lakukan?” pertanyaan adikku membuatku tersadar.  Kini kami berdua tengah duduk berhadap-hadapan sambil tertunduk.

“ Ini sangat awkward!”

“kak myung. Kau akan menginap disini kan? Aku akan tidur sekarang. Masuk saja kalau kau mau tidur. Aku tidak akan menguncinya.”

“eung? Oh ya. Selamat malam.” Myungsoo berusaha bersikap normal.

“selamat malam. Kak yoong. Jangan bilang pada ayah kalau malam ini aku dari club. Okay?”  ucapnya dan langsung masuk kekamarnya.

“ya baiklah. Tapi kau jangan sering-sering kesana. Itu tidak baik.” Nasihatku padanya walau entah itu ia mendengarnya atau tidak.

Sekarang kami kembali berada di suasana canggung ini. Apa yang harus aku lakukan? Apa aku ungkapkan saja perasaanku padanya. Atau aku menunggu saja apa yang akan dikatakan myungsoo selanjutnya? Aku harap sekarang ini ia akan menyatakan perasaannya padaku.

“apa kau tidak mengantuk?”

“haa?”

“aku sangat lelah. Aku akan tidur di kamar sunyeol.” Myungsoo berdiri dan berjalan menuju kamar adikku seperti yang ia katakan.

“jadi seperti inikah akhirnya? Apa kami akan kembali menjadi teman masa kecil setelah ia menciumku dan bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa?”

“HEI LAKI-LAKI BRENGSEK!” aku melemparkan bantal sofa padanya.

“SETELAH KAU MENGAMBIL CIUMAN PERTAMAKU KINI KAU MAU MAIN KABUR SAJA? HEH! ITU TIDAK AKAN BISA! KAU HARUS TANGGUNG JAWAB.” Teriakku sekeras mungkin padanya.

“tanggung jawab? Apa yang barusan aku katakan?! Ini terdengar sangat ambigu.”

“untuk apa aku melanjutkannya sedangkan kau sendiri tidak men-“ kata-katanya terhenti. Setelah melihatku meneteskan air mata ia terdiam. Aku sendiri tidak tahu kalau diriku kini tengah menangis.

“maafkan aku” myungsoo memelukku.

“hiks hiks” isakan tangisku mungkin sangat terdengar jelas ditelinga myungsoo.

“aku menyukaimu. Aku menyadarinya saat kita duduk dibangku sekolah menengah pertama. Aku tidak tau pasti kapan aku menyukaimu. Kurasa disaat aku mengenalmu disitulah aku mulai menyukai mu.” Tangisanku terhenti mendengar kata-kata Myungsoo yang terlalu berlebihan.

“ ppfft, pembohong! Jelas-jelas kita itu sudah kenal sejak lahir! Tidak mungkin saat kau masih bayi sudah menyukaiku. Hahaha”

“nah gitu. Jangan menangis lagi ya.” Ucapnya membuatku bertambah malu.

Malam yang begitu indah, hanya karena orangtuaku tidak dirumah aku dan myungsoo resmi jadian. Padahal tidak kali ini saja ayah dan ibu keluar rumah dan meminta myungsoo yang menemani kami. Tapi kenapa baru sekarang ia berani menyatakan perasaannya padaku? Aku harap saat aku bangun dari tidurku ini bukanlah mimpi.

“pagi kak.” Aku dan sunyeol duduk dimeja makan sambil memakan sarapan kami.

“pagi.”

“bisa aku minta hadiah dari jadiannya kakak dengan kak myung?”

“HAH? JADI ITU BUKAN MIMPI?!” mataku terbuka lebar.

“pagi semuanya.” Myungsoo tiba-tiba duduk disampingku. Menungguku mengambilkan sarapan untuknya.

“jangan lupa pajak jadian kalian! Aku sudah berekting tidak tau apa-apa tadi malam. Jadi kalian harus berterima kasih padaku.” Sunyeol pergi berlalu. Tidak lupa ia meledek kami dengan membentuk jari tangannya seperti paruh bebek dan memberadukannya satu sama lain.

“HEII!” teriakku.

 

End

Mansee!! cerita baru, selesai juga ternyata. Kalo endingnya gantung author mau buat squelnya, tapi lihat reaksi readers dulu. Kalo ceritanya enak buat dilanjutin. Author lanjutin. Kalo enggak yaudah segini aja. Cerita ini sebenarnya terinspirasi dari author yang tinggal sendirian dirumah karena ortu lagi keluar kota dan dititipin pizza. Trus author makan pizza sambil nonton konser kpop. Eh tiba-tiba bosan sendiri dan akhirnya biar ga bosen nulis sambil ngayal kalo yoona itu author. Wkwk /biarkan jones berimajinasi/ /maafkan daku yang kepanjangan curcolnya/

3 thoughts on “Beautiful Night

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s