Perro [1]

7663

Perro | De_Pus19

Im Yoona | Xi Luhan | Lee Jong Hyun

Bae Joo Hyeon | Oh Sehun

Chapter | Romance – Psycho | PG-17

 

.

.

.

“Aku memberimu waktu satu minggu, kalau dalam waktu satu minggu kau tidak dapat membayar uang sewa. Kau harus keluar dari sini.”

Sehun membungkuk kan tubuhnya 90 derajat. “Maaf kan saya.”

“Ah, kau itu masih sekolah, tapi kau harus menanggung semua ini. Ibumu pelacur dan Ayahmu gila judi. Anak baik sepertimu seharusnya tidak dilahirkan dalam keluarga yang berantakkan seperti itu. Nasibmu sungguh sial.”

“Maaf kan saya. Saya akan mencari uangnya segera.” Hanya kalimat itu yang mampu Sehun ucapkan.

Seo In Ha, pria tua yang kini berdiri di depan Sehun memandang rendah pemuda itu. Dia adalah pemilik rumah yang Sehun sewa. Sifatnya pelit dan kikir, dia tidak membiarkan penyewa rumahnya terlambat membayar walaupun hanya sehari saja. Padahal dia memiliki lebih dari sepuluh rumah kontrakkan.

“Kalau bukan karena dulu kau pernah menolongku,” Seo In Ha terus menunjuk Sehun dengan jarinya, seolah pemuda itu memiliki sebuah kesalahan besar. “Aku pasti sudah mengusirmu dari kemarin.”

Dia mendengus lalu berjalan menuju pintu besi berwarna hijau yang sudah karatan. “Aku akan benar-benar mengusirmu. Ingat itu!”

“Iya.” Sehun terus membungkuk bahkan setelah pria tua itu telah menghilang dibalik pintu. Napasnya tertahan, ia sangat kesal. Sungguh! Sangat. Menegakkan tubuh lalu menghembuskan napas, memperhatikan asap putih yang keluar dari mulutnya.

Ah, musim dingin yang berat.

Sehun membuka pintu rumah, bau alkohol membuat hidungnya terasa sakit. Ibunya pelacu dan Ayahnya gila judi. Ah! Benar sekali! Ibunya yang pelacur itu sudah meninggal dua tahun yang lalu, setidaknya dengan kematian Ibunya, sedikit mengurangi beban di pundak Sehun.

Ayahnya gila judi. Hey, bahkan Sehun tidak yakin si tua bangka itu Ayah kandungnya. Yeah tentu saja, karena Ibunya pelacur. Sehun tidak tahu sudah berapa banyak laki-laki yang meniduri Ibunya.

Di dalam sana, di dalam rumahnya, Ayahnya yang terkutuk itu sedang tidur sambil mengenggam botol soju yang kosong. Dia pasti kalah bermain judi semalam. Ah! Si bodoh itu meinjam uang ke lintah darat hanya untuk berjudi. Mati saja sana!

Sehun memang miskin tapi pendidikan adalah segalanya. Ia mati-matian belajar hanya untuk beasiswa, kalau bukan karna beasiswa Sehun pasti tidak bisa memegang buku sekarang. Nampaknya ia harus meminjam uang ke Bos tempatnya bekerja sambilan.

.

.

.

“Kau mau pergi kemana?” Im Nam Ju bertanya dengan tegas sambil menatap anak semata wayangnya yang berdiri dengan pakaian rapi di ambang pintu.

Im Nam Ju, Presedir Nam Ju Grup, perusahaan induk terbesar di Korea Selatan, menyeruput tehnya perlahan. Ia bersender di sofa mahal yang memang sengaja di letakan di depan pintu. Im Nam Ju pasti berpikir, Im Yoona, anaknya tidak akan menyangka bahwa pagi ini tidak seperti pagi biasanya. Ia tidak berangkat ke kantor seperti yang Yoona harapkan.

“Oh, Appa!” Yoona berbalik memerkan senyum, namun wanita itu masih enggan beranjak dari tempatnya berdiri. “Apa yang kau lakukan disini? Kau tidak pergi ke kantor?”

Im Nam Ju tersenyum kecil. “Sayang sekali. Aku tidak pergi ke kantor hari ini,” Ia meletakan cangkir teh di atas meja. “Maaf, tidak sesuai dengan harapanmu.”

“Apa yang kau bicarakan? Tentu saja aku senang Appa berada di rumah.”

“Benarkah?” Tanya nya tidak percaya. Tentu saja Im Nam Ju tidak percaya dengan ucapan manis anak kesayangannya. Ia bukan pemain baru di dunia ini. “Kalau begitu, duduklah disini.”

Appa maaf, aku harus pergi ke kampus.” Kata Yoona dengan nada menyesal.

“Sejak kapan kau perduli dengan pendidikanmu?” pertanyaan sederhana yang Im Nam Ju layangkan, membuat anak manja itu bungkam. “Cepat duduk disini.”

Dengan langkah ragu Yoona berjalan mendekat dan duduk disampingnya. Wajah wanita itu terlihat sedikit ketakukan, mungkin satu-satunya hal yang Yoona takutkan di dunia ini hanyalah Ayahnya, Im Nam Ju.

“Pergilah ke acara beasiswa yang diadakan di kantor.”

“Hah? Apa?”

“Kau tahu, setiap tahun Nam Ju Grup selalu menyumbangkan miliar won hanya untuk beasiswa,” Ia meraih koran. “Aku tidak bisa hadir, kau yang gantikan aku.”

Appa, aku tidak mau,” Im Nam Ju tidak menghiraukan anaknya, ia terus membolak-balik setiap halaman dikoran pagi ini. Ia tidak menghiraukan Yoona yang merengek tidak mau hadir dalam acara beasiswa itu. “Pokoknya, aku tidak mau.”

Im Nam Ju mengangkat kepalanya lalu menatap Yoona tajam. “Im Yoona, hanya karena kau anakku. Kau pikir, aku akan membiarkanmu terus membuat masalah? Aku baru saja menyelesaikan masalahmu yang kemarin. Jadi, bersikap manislah hari ini.”

Nam Ju Grup adalah perusahaan besar, tentu saja koneksi perusahaan ini sangatlah luas dan hukum berada dibawah kaki Im Nam Ju. Sudah tidak terhitung berapa kali pelanggaran hukum yang dilakukan Im Yoona. Tapi, semua kasus itu menghilang seperti debu yang tertiup angin.

Tatatpan Im Nam Ju melunak. “Yoona, lihat artikel di koran ini,” Ia menggeser koran ke arah Yoona, agar wanita itu dapat melihat jelas artikel yang dimaksud Ayahnya. “Kim Taeyeon, anak dari perusahaan Gyu Man Grup, mendapatkan perhatian publik hanya karna dia menolong seekor kucing di jalan. Acara ini sangatlah penting, mungkin tidak sepenting pestamu bersama teman-temanmu itu, tapi coba bayangkan, seorang wanita cantik Im Yoona, pewaris Nam Ju Grup dengan hati malaikatnya menyumbangkan uang untuk beasiswa orang –orang yang tidak mampu.”

Pria tua itu memang terkenal dengan sifatnya yang mudah merayu. “Acara ini adalah langkah awalmu untuk kesan pertama yang baik sebagai pewaris Nam Ju Grup. Kau mengerti?”

Yoona mengangguk. “Baiklah, Appa. Aku akan menghadiri acara ini.”

.

.

.

Setiap tahunnya Nam Ju Grup menyumbangkan lebih dari 1 miliar won hanya untuk beasiswa anak-anak yang tidak mampu. Bukankah Im Nam Ju sangat baik? Omong kosong. Semua itu hanyalah kedok untuk membuat citra perusahaan baik dimata masyarakat. Korupsi, penggelapan pajak mungkin kasus itu adalah kasus yang ditangani pengacara setiap bulannya. Tapi, perusahaan itu masih baik-baik saja hingga detik ini.

Karna Nam Ju Grup adalah inti dari perputara ekonomi di Korea Selatan. Bayangkan jika perusahaan ini jatuh bangkrut, bisa dihitung ada berapa banyak gelandangan yang berkeliaran di jalan raya?

Im Nam Ju bekerja siang malam, memastikan perusahaannya baik-baik saja sebelum Im Yoona menggantikannya sebagai Presedir. Jika anak manja itu benar-benar menjadi Presedir Nam Ju Grup, ah! Ia pasti akan membuat masalah setiap harinya.

Lihat saja tingkah anak manja itu setelah menghadari acara beasiswa. Ia berdiri dengan angkuh di samping panggung sambil menatap puluhan pelajar yang mendapatkan beasiswa seperti mereka sedang menjilati kakinya.

“Jong Hyun.”

“Iya.” Lee Jong Hyun, sekertaris pribadi Im Yoona berdiri di samping wanita itu dengan tatapan datar.

“Lihat mereka,” telunjuk Yoona berputar menunjuk puluhan orang di depannya. “Mereka seperti anjing kelaparan.”

Jong Hyun hanya tersenyum tipis lalu menunduk. “Iya.”

“Ah! Astaga! Mereka pasti belum pernah makan makanan enak seperti ini. Apa kita harus memberikan mereka uang?”

“Kurasa itu tidak perlu. Presedir pasti tidak akan setuju. Kita pasti terlihat seperti mengasihani mereka.”

“Aku memang sedang mengasihani mereka,” katanya angkuh. “Ah, kau benar juga. Tidak seharusnya kita membuang-buang uang untuk hal yang tidak perlu.”

Ini bukan kali pertamanya Yoona menghina seseorang. Hinaan yang keluar dari bibir tipis itu sudah tidak terhitung berapa banyak jumlahnya. Bukan Lee Jong Hyun namanya Kalau dia bersimpati dengan orang-orang yang Yoona hina, dia hanya menjawab sewajarnya. Karena semua ucapan yang Yoona lontarkan bukanlah urusannya.

Yoona melipat tangannya di depan dada, matanya terus menyusuri satu-persatu pelajar yang mendapatkan beasiswa. Sampai akhirnya mata tajam itu berhenti, seorang murid laki-laki dengan rambut disisir rapi kebelakang duduk tak jauh darinya. Yoona tersenyum ketika pemuda itu terlihat lahap menyantap hidangan yang disediakan.

Tingginya sekitar 180 senti, kulitnya putih bersih, rahangnya tegas, matanya sedikit sipit. Oh yeah, dia tampan. Dia tipe Yoona.

“Permisi,” Yoona memanggil salah satu staf penyelengara acara. “Kau kenal laki-laki yang duduk disana?”

“Ah, Oh Sehun.”

“Oh Sehun?” ulang Yoona dengan nada gembira.

“Iya. Ada apa dengan dia?”

“Ah, tidak. Aku hanya ingin tahu tentang dia.”

Staf itu mengangguk. “Dia akan yang baik dan sangat pintar. Dia telah mendapatkan beasiswa dari Nam Ju Grup sejak sekolah menengah pertama.”

“Ah! Dia pasti benar-benar pintar.”

“Benar sekali. Tapi sayangnya, Sehun berasal dari keluarga yang berantakkan. Dengar-dengar Ibunya seorang pelacur dan Ayahnya gila judi. Ayahnya memiliki hutang yang sangat banyak pada lintah darat.”

“Kasihan sekali dia,” senyum palsu yang saat ini Yoona tunjukkan pasti akan membuat semua orang luluh. “Ah, terima kasih.”

Setelah kepergian staf itu Yoona mendekatkan dirinya ke Jong Hyun. “Aku mau dia.”

“Apa?” tanya Jong Hyun tak mengerti.

Yoona menunjuk Sehun yang tengah membenarkan letak dasinya. “Aku mau dia. Oh Sehun, aku mau dia jadi anjingku.”

.

.

.

Sehun tidak tau apa-apa. Sungguh! Ia benar-benar tidak tahu. Setelah acara beasiswa selesai seorang pria bertubuh tinggi memakai jas hitam menghampirinya. Pria itu mengatakan bahwa ada seseorang yang ingin menemui dirinya. Sehun tidak berpikir macam-macam, karena pria itu adalah salah satu staf penyelenggara acara beasiswa.

Ia diperintahkan untuk mendatangi sebuah kamar hotel yang letaknya tidak jauh dari Nam Ju Grup. Dan Sehun benar-benar menuruti semua perintah itu. Dengan gugup ia duduk disebuah sofa panjang yang berada di depan ranjang. Seorang wanita cantik duduk disana, di ranjang berukuran king size sambil tersenyum ke arahnya.

Tubuhnya yang dibalut gaun pendek berwarna merah yang agak ketat. Rambutnya terurai panjang menyentuh ujung punggung belakangnya. Make up yang dia gunakan sangat natural membuat wajah wanita itu terlihat sangat cantik.

“Hey, duduklah disini,” Dari tadi wanita itu terus membujuknya untuk mendekatinya, tapi Sehun hanya diam ditempat. “Ada yang ingin aku bicarakan.”

Sehun ragu tapi ia memilih untuk mendekati wanita itu. Mungkin ada hal penting yang ingin dia bicarakan. Sehun duduk disamping wanita itu diatas ranjang. Tiba-tiba wanita itu melepas tas dan mantelnya, dengan cepat Sehun menahan tangannya.

“Hey, bukannya ruangan ini cukup hangat?” Memakai mantel diruangan yang ada pemanasnya membuat tubuh Sehun sedikit gerah. Jadi, ia membiarkan wanita itu membuka matelnya dan menyisakan seragam sekolah.

Sehun cukup terkejut melihat wanita itu menghirup aroma dari mantelnya yang agak basah karena salju. Ia tidak mengerti, wanita itu cukup berani melakukan hal itu. Sambil tersenyum wanita itu berkata : “Aku menyukai aroma tubuhmu.” Lalu meletakkan mantel Sehun di lantai.

“Namamu Oh Sehun, kan? Aku Im Yoona.”

Ah, Sehun baru ingat sekarang. Dia wanita yang tadi menyumbangkan pidato singkat di acara beasiswa. Dia anak pemilik Nam Ju Grup. Tunggu! Untuk apa wanita terhormat ini memanggil Sehun? Apa Sehun telah melakukan kesalahan?

Sehun mengangguk. “Iya. Ada apa Nona memanggil saya?”

“Jangan terlalu sopan seperti itu,” Yoona menyingkirkan rambut yang tadi menutupi mata Sehun. “Kau boleh memanggilku Noona.”

Yoona mengelus lembut rambut Sehun, membuat pemuda itu sedikit risih. Sehun bahkan menjauh dari Yoona. “Ada apa Noona memanggilku? Apa aku telah melakukan kesalahan?”

Yoona menggeleng. “Kau malah baru saja melakukan hal yang membuatku tertarik padamu,” Yoona menarik tubuh Sehun sampai terjatuh ke ranjang lalu menindihnya. “Ah, kau sangat tampan.”

Sehun yang polos hanya diam saja ketika jemari Yoona menyusuri tubuhnya. Ia bingung harus bersikap seperti apa. “Aku suka matamu, aku suka hidungmu, aku suka bibirmu, aku suka tubuhmu, aku menginginkanmu.”

Adegan ini terlalu dewasa untuk Sehun yang masih dibawah umur. Sehun hanya bisa memjamkan mata ketika Yoona membuka kancing kemejanya. “Aku suka.”

“Kau milikku, Oh Sehun.”

Sehun bisa merasakan hawa hangat dari membusan napas Yoona yang menerpa kulitnya. Lalu sesuatu yang lembut menempel di bibirnya. Mengulum dan menjilat-jilat bibirnya. Astaga! Wanita itu mencium Sehun. Apa yang harus Sehun lakukan? Ia belum pernah berciuman dengan siapapun, ini yang pertama kalinya.

Sehun hanya mengikuti alur yang Yoona buat. Namun, ia tersadar dan membuka mata. Sial! Wanita ini gila! Bahkan dia berusaha membuka celana Sehun. Tanpa sadar Sehun mendorong tubuh Yoona, hingga membuat wanita itu terjatuh ke samping. Sehun langsung bangkit dan membenarkan celananya.

“Maaf Nona, saya rasa ini salah.” Katanya kembali berkata sopan.

.

.

.

Tidak bisa dipercaya. Pemuda itu mendorong tubuh Yoona. Astaga! Dia menolak Yoona. Dia menolak semua yang akan Yoona lakukan padanya. Yoona tertawa kecil. Oh Sehun, kau benar-benar menarik dan sekarang seorang Im Yoona benar-benar menginginkanmu.

“Maaf Nona, saya rasa ini salah.” Bahkan Sehun membenarkan celananya.

Yoona bangkit dan membuat Sehun mundur selangkah. “Kau harus bertanggung jawab Oh Sehun, aku sangat menginginkanmu sekarang.”

“Maaf Nona, saya tidak bisa melakukan ini.”

“Kenapa? Oh!” Yoona mengangguk mengerti. “Kau ingin uang? Tenang saja, aku akan membeli tubuhmu dengan harga yang mahal. Dengan uang itu kau bisa membayar hutang Ayahmu, aku juga akan merekomendasikanmu untuk beasiswa kuliah di luar negeri. Tenang saja, selama kau menjadi anjingku. Aku akan memberimu apa saja.”

Uang? Beasiswa? Anjing? Astaga! Wanita ini bersikap sangat rendah. Dia pikir dia bisa membeli Sehun dan menjadikan Sehun budaknya? Sehun membungkuk 90 derajat sopan. “Maaf Nona, harga diri saya jauh lebih mahal dari apa yang akan anda berikan.”

Yoona tertawa kencang. Ia tahu, akan kejadian seperti ini. Yoona sudah mempersiapkannya. Ia menaraih tongkat golf yang disembunyikannya dibawah ranjang. Sehun yang melihat hal itu tercengang. “Nona, apa yang ingin anda lakukan?”

“Kau tahu Oh Sehun. Kau telah menjadi anjingku setelah kau masuk kamar ini. Sebagai pemilik, mempunyai anjing yang tidak penurut itu sedikit menyusahkan. Jadi aku rasa, aku harus memberikan pelajaran kepada peliharaanku.”

Yoona berlari kearah Sehun. Wanita itu terus memukuli tubuh Sehun tanpa henti, membuat Sehun terjatuh ke lantai. Kejadian itu begitu cepat, Sehun bahkan tidak mempunyai waktu untuk melawan.

“Oh astaga!” Yoona langsung berhenti memukuli Sehun ketika melihat pemuda itu mengeluarkan darah dari mulutnya. “Sehun, maafkan aku. Aku tidak sengaja.” Katanya dengan ekspresi tidak bersalah.

“Ini lah hukumannya kalau kau tidak menuruti perintahku,” Yoona mengelus pelan tubuh Sehun yang lebam-lebam. “Kau harus menjadi anjing yang baik. Ya?”

Tubuh Sehun terlihat tidak bertenaga. Tapi ia masih sempat meludah dan berbicara kasar : “Kau pasti sudah gila. Siapa yang mau jadi anjingmu?”

“Sudah lama aku tidak mendengar seseorang mengataiku gila,” Yoona kembali tersenyum lebar. Ia suka ini. Pemuda ini benar-benar berbeda dari yang lain. Ia mau Oh Sehun. Ia mau Sehun jadi miliknya. “Baiklah, kalau itu maumu.”

Yoona kembali berdiri dan terus menghujani Sehun dengan pukulan. Awalnya Sehun masih merintih kesakitan, tapi tiba-tiba dia berhenti bersuara. Darah sudah membanjiri lantai hotel. “Hey, bangun. Aku belum puas.” Ucapnya sambil menendang tubuh Sehun, tapi tidak ada respon.

Yoona menghembuskan napas lalu meraih ponselnya. “Jong Hyun. Datanglah ke sini,” Yoona tertawa sambil menatap tubuh Sehun di lantai. “Sepertinya aku sudah membunuh seseorang.” katanya tanpa rasa bersalah.

To Be Continued

Aku mengharapkan respon dari kalian. Alasannya karna ini fanfic yang cukup menguras otak.

Gomawo^^

8 thoughts on “Perro [1]

  1. wah yoona sadis bgt ya…q pkr dia cuma ank nkal biasa tp dia parah bgt…wah ksian sehun…..ap nanti yoona bisa brbah??ap krn luhan??tp ini bner2 yoona yg mengerikan heheh

  2. Kalau ini karakter yoong bener2 parah😥 *ga tega sebenernya yoong jadi gini*😀 tapi yoweslah ini cuma fanfic😀

    Keren thor, tapi masih belum bisa nebak alurnya.🙂

  3. Ini bener2 daebak…
    Yoona bener2 keren….jarang ngebaca yoona dengan karakter seperti ini…
    Saya suka yoonhun momentnya…
    Alur cerita nya bener2 menarik…
    Penasaran sama nasib sehun selanjutnya…berharap dia adalah karakter utama pria nya…chemistri nya dapat banget…
    Ditunggu chap slnjtnya ya author..

  4. Krakter yoona lain dari yg biasanya…
    Kasian sehun..
    Kayaknya nanti yg ngrubah yoona itu luhan *soktau kekeke..
    Keep writing^^

  5. Aahh Sehun terlalu tampan untuk jadi ‘seekor anjing’ mending jadi pacarku deh oppa, wkwkwk. Aigoo… baru kali ini nemu ff Yoona dengan karakter dia yang kayak gini, sempet susah bayangin Yoona jahat kayak gitu, secara kan dia mukanya alim kayak anak baik-baik wkwk. Ditunggu kemunculan Luhan hehhe

  6. ohmaigattt, belum pernah baca ff dimana si eoni segila ini. sukaaaa banget thor, apalagi ama couple yoonhun, sebenernya aku musketeers sih tapi suka yoonhun juga *malah curhat*
    ceritanya keren bingittt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s