My Husband (Chapter 4)

MyHusband1

MY HUSBAND

PART 4

 

Main Cast       : Im Yoona dan Lee Donghae

Other Cast      : Eunhyuk

Author            : Ratih Pramtami

Genre              : Komedi, Family, Romance

Rating             : Pg 17

 

Akhirnya ini sudah sampai di pengunjung acara, hehehehe.

Alhamdulillah udah nyelesain ini FF sampai selesai dan kelar.

Makasih banyak buat reader yang setia menunggu dan membaca FF ini. Makasih juga untuk dukungannya selamat ini. Dan jangan kapok yah banyak FF karya ku.

Ini murni karya ku yang idenya berasal dari otak ku sendiri, jadi jangan coba-coba untuk pelagiat.

Semoga kalian suka endingnya

 

 

Disclaimer :

Fanfic ini murni miliki ku, hasil buah pemikiranku yang aku tuangkan ke cebuah cerita dengan imajinasi yang mungkin terlalu tinggi. Aku hanya suka membuat cerita yang manis-manis saja. Untuk itu mohon di maklumi yah..

 

Warning Typo bertebaran !!!

Happy Reading

-o0o-

 

“Oppa… Eunhyuk Oppa.” Pekik yoona diikuti suara tawa yang keluar dari mulutnya.

“Yak yoong appo”, teriak eunhyuk sambil mengibaskan tangannya.

“Oppa, benarkah ini eunhyuk oppa?” masih dengan tawanya melihat namja yang didepannya  merengek kesakitan karena gigitannya ditambah tampang marah  yang terpancar dari wajah eunhyuk namun bagi yoona bukan tampang sangar yang keluar namun tampang lucu.

“Yak Yoong kenapa kau masih tertawa?” bentaknya sambil memegang tangan yang digigit yoona.

“Mianhae Oppa..” masih tertawa. “Harusnya oppa tidak melakukan hal seperti itu, kita sudah tidak remaja lagi yang memberikan kejutan nan romantis ala ABG.” Celotehnya.

“Aku melakukan hal seperti itu karena aku yakin jika kau melihat ku secara langsung, kau akan langsung menempel padaku.” Ketus eunhyuk.

“Mwo?” kedua mata yoona membulat, diiringi bibir nya membentuk huruf O. “Yak oppa. Aku bukanlah yoona yang seperti dulu, lagi pula aku sudah memiliki seorang suami yang jauh lebih tampan dan lebih kekar di banding dirimu yang kurus kerempeng.” Enteng yoona sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.

“Benarkah seperti itu Nyonya Lee..” eunhyuk memajukan wajahnya tepat di depan wajah yoona dan memberikan tatapan aneh.

“Yak Yak op-pa…” jawab yoona dengan gugup, “Apa yang akan kau lakukan?” sambil mendorong badan eunhyuk untuk menjauhkan wajahnya dari hadapan Yoona. Ia terkejut bukan main mendapat serangan mendadak dari eunhyuk, jantung berdetak kencang. Bukan karena ada getaran aneh atau something special hanya takut dengan sikap aneh yang diperlihatkan Eunhyuk kepadanya.

“Aku ingin..” jeda Eunhyuk semakin mendekati yoona sambil memegang kedua bahunya.

Yoona membulatkan kedua matanya kemudian menoleh ke arah kedua bahunya yang dicengkram oleh Eunhyuk, perasaan takut menjalar ke seluruh tubuhnya. Yang membuatnya ketakutan adalah sosok Eunhyuk yang sudah dianggapnya sebagai Oppa memiliki sifat perhatian, penyayang dan humoris berbeda seratus delapan puluh  derajat dengan Eunhyuk yang sekarang. Apakah karena Yoona tidak pernah bertemu dengannya lebih dari 1 tahun karena Eunhyuk bekerja di London dan keduanya hanya berkomunikasi lewat ponsel saja. “Eunhyuk oppa apakah kau menjadi namja brengsek, tidak tau aturan dan arogan seperti yang ada di film-film barat yang sering kulihat.” Batin yoona dengan segala pikiran-pikiran buruknya terhadap namja yang ada didepannya. Entah apa yang dipikiran Yoona sekarang  hingga ia tidak berteriak saja atau menendang namja yang ada didepannya untuk kabur masuk ke dalam apartemennya. Malah dia berinisiatif untuk memberanikan diri meladeni namja yang dipikirnya adalah namja brengsek nan arogan, ternyata yoona salah menilai Eunhyuk yang dikiranya masih seperti dulu.

“Apa yang kau inginkan namja brengsek?” ketus yoona sambil mendongakan kepalanya kearah eunhyuk yang berada tepat didepannya. Ditatapnya eunhyuk dengan sinis, ‘Im Yoona apa yang sedang kau lakukan sekarang. ‘Assss… pabboya. Aku harus berani mengadapi eunhyuk oppa, bantu aku Tuhan. Betapa bodohnya aku berani berkata seperti itu kepada orang yang lebih tua dariku’. batinnya.

“Yang aku inginkan adalah..” jeda eunhyuk yang semakin mendekat ke wajah yoona, bahkan jarang mereka kurang dari 5 cm.

“Kyaa Oppa..” teriak Yoona dengan keras kemudian mendorong badan Eunhyuk sampai punggungnya menabrak pintu apartemen yoona dan terdengar dentuman keras yang timbul dari kejadian itu.

“AH… APPO.” Teriak Eunhyuk dengan keras yang melebihi teriakan yoona.

Yoona menutup mulutnya dengan kedua telapaknya, terkejut bukan main karena dia sudah membuat euhyuk kesakitan. ‘Pasti sakit… hah, biar tau rasa dia’

“Rasakan itu namja brengsek” teriak yoona dengan perasaan marah yang menggebu-gebu karena dia sudah menahannya dari tadi. “Cih.. Eunhyuk oppa sekarang kau tidak waras. Apa yang kau lakukan dengan istri sahabat mu sendiri? Berani-berani nya kau menyentuhku dan menatap ku dengan tatapan cabul seperti itu. Aku ini istri sahabat mu Im Yoona, apakah kau tidak sadar bahwa aku sudah menganggap mu seperti oppa ku sendiri. Hah..” jedanya dengan helaan nafas kasar dari mulut yoona. “Yak Eunyukssi apakah kau bukan oppa yang ku kenal dulu? Seorang namja yang sangat menyayangi, perhatian dan selalu berkata lembut kepada Im Yoona.” Imbuhnya. Dengan perasaan kesal yoona meluapkan semua perkataannya didepan eunhyuk yang wajahnya menunduk kearah lantai dengan posisi terduduk.

Beberapa detik suasana jadi hening..

Im Yoona sudah capek memaki lebih tepatnya menceramahi namja yang tertunduk di lantai depan pintun apartemennya, bahkan eunhyuk tidak bergerak sama sekali. Perasaan bersalah menyelimuti hati yoona melihat eunhyuk yang terdiam seribu bahasa dengan rasa sakit dipunggungnya. ‘Eunhyuk oppa mianhae.. apakah kau benar-benar merasakan kesakitan. Ottokoe? Haruskah aku mendekat kearahnya? Donghae oppa apa yang harus aku lakukan terhadapat sehabat mu ini?’ dengan ragu dan perasaan bersalah Yoona berjalan kearah Eunhyuk.

“Oppa..” ucap yoona dengan rilih kemudian tangan kanannya menyentuh lengan Eunhyuk. Panggilnya beberapa kali namun tidak ada respon dari namja yang ada didepannya ini, hingga dengan terpaksa membuat yoona berjongkok dan memajukan kepalanya melihat keadaan eunhyuk. Tiba-tiba air matanya menetes begitu saja di pipinya karena perasaan kesal, marah, kecewa dan bersalah berada di dalam lubuk hatinya. Yoona merasa bersalah sudah berperilaku kasar terhadap Eunhyuk yang merupakan oppa yang sangat disayangi mengingat semua perhatian dan perjuangannya yang diberikan namja itu saat mereka masih remaja.

“Mianhe oppa..” isak Yoona sambil mencengkram lengan eunhyuk dengan kuat. Tangisnya sudah tidak dapat dibendung lagi, kini dia menangis sejadi-jadinya.

Mendengar tangisan Yoona, Eunhyuk mendongakan kepalanya. Dilihatnya Yoona yang menangis sampai terisak dan menekan lengannya dengan kuat. Eunhyuk terkejut melihat Yoona yang menangis seperti ini, seumur hidupnya baru pertama kali dirinya melihat yeoja yang menangisi dirinya. Awalnya Eunhyuk hanya ingin bercanda melakukan hal-hal bodoh seperti tadi untuk menggoda yoona dan berfikir bahwa Yoona bisa paham akan candaannya, namun itu sinarlah semua melihat Yoona yang menanggapinya dengan serius. Diperparah baru pertama kali ini juga dirinya melihat Yoona yang marah dan kasar terhadapnya. ‘Ya Tuhan ada apa dengan yeoja yang ada didepan ku ini? Donghaeya apa yang harus ku lakukan? Aku tidak bersalah sepenuhnya dengan kejadian ini.’ Batin Eunhyuk. Eunhyuk tidak berpikir panjang terhadap efek atas candaaannya kali ini, ia bingung dengan sikap Yoona yang berbeda dengan Yoona yang dikenalnya dulu. Dengan perasaan bersalah juga terhadap perbuatannya Eunhyuk memeluk Yoona yang menangis, dibelai rambutnya dengan pelan. Tidak ada penolakan dari Yoona atas sikapnya membuat perasaan lega di benak Eunhyuk, kemudian ditepuknya pundak Yoona dengan lembut untuk memberikan rasa kenyamanan disana. Untuk saat ini dibiarkannya yoona menangis sepuasnya agar semua emosi diotak dan pikirannya keluar, masih dengan posisi mereka yang berjongkok dan saling berpelukan. Itu hal biasanya yang sering dilakukan mereka berdua karena tidak ada perasaan apapun diantara keduanya, sikap itu mencerminkan sikap kakak terhadap adiknya.

“Mianhae yoong..” ucap Eunhyuk masih menunggu yoona untuk berhenti menangis. Kemudian dilihatnya jarum jam yang berada ditangannya, menunjukkan pukul 10 malam. Eunhyuk menghela nafas kasar karena kakinya pegal berjongkok lebih dari 30 menit, ‘Donghaeya mengapa istrimu selalu menyusahkan ku?’ gerutunya. Apakah dia tidak capek menangis seperti ini sampai beberapa menit bahkan lebih dari 30 menit?. Pikir Eunhyuk.

Cklek~~

Yoona dan Eunhyuk menoleh ketika mendapati sebuah suara pintu terbuka. Gadis itu terhenyak, melihat sosok refleksi dirinya, namun dalam versi lebih tua, yang ia panggil dengan sebutan ‘Eomma’ memasang raut muka penuh tanya melihat pemandangan yang ia saksikan di depan pintu apartemennya ini.

“Apa yang sedang kalian lakukan?” tanya eomma yoona dengan santai. Meski penasaran dengan apa yang terjadi diantara yoona dan euhyuk, ia tetap berusaha berfikir tehadap anaknya. Karena eomma yoona sangat tau kedekatan antara keduanya, jadi kejadian yang dilihatnya saat ini dianggapnya hal biasa meskipun sedikit terkejut.

Dengan santainya yoona tersenyum riang kepada eommanya kemudian mengendorkan pelukannya dan mulai berdiri. Melihat yoona yang melepaskan pelukannya dan berdiri memberikan perasaan lega di batin Eunhyuk. Dirinya pun juga tersenyum malu kearah eomma yoona, ‘Oh Tuhan.. Ujian apa lagi yang kau berikan padaku saat ini. Memalukan sekali. Suami istri tidak ada bedanya, keduanya benar-benar membuatku susah. Aku lagi yang harus menanggung malu karena ulah yoona. Kejadian lima tahun itu terulang kembali. Apakah ini yang membuatku belum menikah juga, karena aku harus menanggung semua kesalahan pasangan suami istri ini. Oh Tuhan… apa salah dan dosaku ini,’ Gumamnya frustasi.

“Eunhyuk Oppa berdirilah.. Palliwa.” Perintah yoona dengan suara lirih. Seketika Eunhyuk berdiri dan membungkukan badannya untuk memberikan rasa hormat terhadap orang yang lebih tua darinya.

“Oppa apa yang harus kita lakukan sekarang? Bagiamana aku harus menjelaskan secara rinci kenapa kita berpelukan seperti tadi.” Bisik yoona.

“Ini semua gara-gara kau Nyonya Lee.” Ketus Eunhyuk.

“Mwo? Gara-gara aku..” bentak yoona kearah Eunhyuk.

Spontan Eunhyuk membulatkan kedua matanya menatap dengan yeoja yang berada disampingnya dengan tatapan tajam. Sudah malu dengan apa yang terjadi ditambah dirinya dibentak seenak jidatnya oleh wanita.

“Sudahlah yoong, harusnya sekarang kita mulai bekerja sama untuk bisa keluar dari rasa malu yang menyelimuti diri kita. Apakah kau tidak malu kepada ommonim tentang kejadian tadi, huh?” bisik Eunhyuk sambil mengedipkan salah satu matanya.

“Huh..” Yoona sambil meniup ubun-ubunnya diatas kepalanya. “Arra, ini gara-gara Oppa.” Ketusnya.

“Mwo? Aku?” kini giliran Eunhyuk yang berteriak.

“Yang jelas ini semua terjadi gara-gara Oppa. Oppa harus menebus semua kesalahan yang telah terjadi dengan mentraktirku makan.” dengan entengnya Yoona berkata seperti itu dan dengan tampang tak merasa bersalah.

‘Ya Tuhan ampunilah dosa-dosa ku dan dosa-dosa yeoja yang ada disamping ku ini, Amin. Donghaeya aku benar-benar bisa gila kalo terus berhadapan dengan istri mu ini, lebih baik aku menolak permintaan mu untuk menjaga Yoona saat kau tinggal. Tapi dia adalah adik ku tercinta yang lemah lembut dan lucu dulunya. Namun semuanya sudah terlanjur. Asss….. sudahlah.’ Batin Eunhyuk.

Dilain tempat ada wanita paruh bayah yang menatap tingkah laku kedua manusia yang ada didepannya, berusaha untuk menahan tawa melihat keduanya yang mendebatkan hal yang tidak penting. Apa mereka pikir Eomma Yoona tidak mendengar bisikan-bisikan yang keluar dari mulut keduanya, bukannya melerai keduanya untuk berhenti berdebat malah dibiarkan begitu saja oleh Eomma Yoona. ‘Mereka tidak pernah berubah sama sekali, sama-sama seperti anak kecil yang sedang memperebutkan siapa yang akan menang dan mendapatkan hadiah mainan atau satu biji permen. Aku tau kalian tidak ada maksud apa-apa dengan kejadian tadi, karena aku yakin Eunhyuk sangat menyayangi Yoona layaknya seperti seorang adik. Aku mendapat tontonan gratis malam ini..hihihi.’ gumamnya.

Beberapa saat kemudian Eunhyuk dan Yoona terdiam setelah dirasanya mulut mereka capek karena ocehan masing-masing. “Sudah lah yoong kita akhiri perdebatan ini, baiklah aku yang salah. Ini semua terjadi karena kesalahanku.” Ucap Eunhyuk dengan suara datar mengisyaratkan bahwa dirinya sudah lelah berdebat dengan Yoona.

“Okey..” celetuk Yoona penuh semangat menyetujui perkataan Eunhyuk. Kemudian yoona tersenyum lebar kearah Eunhyuk, “Oppa harus mentraktirku makan.” Keduanya saling menatap dan tersenyum bersama.

“Omo omo omo… apakah kalian akan terus berdiri seperti itu? Aigeo ada apa dengan kedua anak ku ini? Cepatlah masuk kedalam aku sudah lama menunggu kalian, Yoongiya cepat ajak nak Eunhyuk masuk kedalam apartemen.” Ucap eomma Yoona dengan lembut kemudian lebih dulu masuk kedalam apartemen yoona. ‘Dasar anak-anak’ gumamnya.

Kemudian yoona menoleh kearah Eunhyuk dengan senyuman kemenangan, “Oppa kau sudah berjanji untuk mentraktirku, tepati janji mu. Kajja”. Berjalan mendahului Eunhyuk yang berada didepannya.

Eunhyuk pun mengekor langkah Yoona, dilepaskannya sepatu yang melindungi kakinya  kemudian memakai sandal yang tersedia di apartemen yoona. Sebenarnya Eunhyuk belum pernah datang ke apartemen Yoona-Donghae karena alasannya sudah jelas Eunhyuk bekerja di London dan meski dulu sering diajak Donghae untuk mampir ke apartemennya ditolak oleh Eunhyuk dengan berdahli bahwa dirinya tidak akan pernah datang ke apartemen donghae tanpa seorang kekasih. Namun Eunhyuk menjilat lidahnya sendiri, ‘kalau bukan karena Donghae aku tidak akan pernah datang kesini, terlebih aku sudah berjanji dihadapan mereka bahwa diriku akan mengingjakkan kaki di Apartemen Yoona-Donghae dengan seorang kekasih. Apa daya aku hanyalah manusia biasa. Ampuni aku Tuhan’ gerutu Eunhyuk.

“Duduk lah nak, Kau mau minum apa?” tawar eomma yoona dengan senyuman khas yang dimilikinya.

“Terserah Eommonim saja.” Jawab Eunhyuk kemudian didudukan pantatnya di sofa nan empuk. Matanya berkeliaran kemana-mana melihat ornamen yang ada di setiap sudut apartemen itu, senyum lebar muncul dari raut wajahnya melihat bingkai foto berukuran sedang tertempel pada dinding apartemen itu.

“Mereka masih menyimpan foto itu ternyata” gumamnya. Potret yang berisikan sosok delapan anak manusia, empat diantaranya adalah namja dan sisanya yeoja tersebut masih terlihat bersih dan gambarnya masih sama. Foto yang menunjukkan gambar remaja yang saling mengaitkan tangan dan menampakkan raut bahagia, jelas terlihat oleh netra Eunhyuk. The Dumbs, begitulah mereka dulu menamai diri mereka sendiri.

The Dumbs yang beranggotakan Eunhyuk, donghae, kyuhyun, leeteuk, yoona, sooyoung, yuri dan taeyeon. Eunhyuk mengingat semua masalalunya dengan gengnya itu banyak kejadian yang telah terjadi dalam kehidupannya karena sahabatnya itu, namun itu semua dijadikan warna kehidupan bagi dirinya sendiri. “Aku sangat beruntung memiliki kalian semua gengs”. Ujar Eunhyuk dengan lirih, tiba-tiba air mata keluar dari kedua kelopak matanya. Diusapkannya air mata yang mulai membasahi pipi setelah sadar saat yoona meletakkan minuman di atas meja didepannya.

“Oh.. Oppa menangis?” tanya Yoona dengan memiringkan kepalanya kearah wajah Eunhyuk. Menatap Eunhyuk dengan perasaan ingin tau, di ajukan wajahnya tepat berada didepan namja yang ditatapnya

Reflek Eunhyuk terkejut bukan main dengan tingkah kekanak-kanakan Yoona, yang memberikan tatapan yang menggelikan baginya.

“Aww!” Yoona memekik seketika saat merasakan sebuah jitakan pelan mendarat di dahinya. Tidak begitu sakit, namun cukup membuatnya terkejut.

“Aniyaa!” sangkal Eunhyuk.

“Jinjjayeo..? Yak oppa jelas-jelas kau mengeluarkan air mata beeegitu banyak sampai tidak bisa ditampung oleh kedua pipimu.” Ujar Yoona dengan nada kekanak-kanakannya. Dia berinisiatif untuk menggoda Eunhyuk dengan hal-hal kecil seperti ini, “Cengeng sekali Oppa.” Celetuknya.

“Yak kau bocah tengik! Kalau bukan karena Donghae dan menggap mu sebagai adikku, aku tidak mau berhadapan langsung dengan wanita seperti mu. Asss jinjja.. aku menyesal memiliki adik seperti mu.” Gerutu Eunhyuk dengan tatapan yang sinis namun sarat akan gurauan.

“Oppa Eunhyuk Oppa.. Aku tidak menyesal memilki Oppa seperti mu. Aku mengaku salah karena sudah berlaku kasar padamu hari ini, aku tetap lah seorang adik mu yang imut, cantik, ceria dan lembut seperti…. jadi maafkan dongsaeng mu ini yak Oppa.” Rayu yoona dengan mengedipkan kedua kelopak matanya dan merangkul lengan eunhyuk dengan erat.

Itulah keistimewaan Yoona, jika dia di bentak oleh Eunhyuk bukannya marah atau bertambah emosi namun dirinya malah merajuk dan bermanja-manja kepada Eunhyuk. Hingga sikapnya tersebut membuat Donghae terbakar api cemburu dan merasa buruk dihadapan Eunhyuk, namun akhirnya Donghae mampu memahami kekasih sekaligus istrinya tersebut setelah Yoona menjelaskan semua kepadanya.

Melihat Yoona yang merajuk kepadanya membuat Eunhyuk tersadar bahwa dongsaengnya tersebut masih seperti dulu. “Aigeo.. Menggelikan sekali yoong.” Celetuk Eunhyuk sambil mengernyitkan dahinya heran melihat tingkah menggemaskan dongsaengnya tersebut.

Yoona terus menggoda Eunhyuk dengan kedipan matanya dan senyuman lebar yang terpancar dari wajah cantiknya.

“Aigeo… kalian berdua seperti anjing dan kucing yang sedang melepas rindu setelah lama tidak bertemu. Eunyuk-ah bersabarlah menghadapi Im Yoona dan nikmati waktu kalian. Yoongi-ya eomma pulang dulu nee..?” Eomma Yoona sambil memakai jaket dan mengambil kunci mobil di kamar Yoona.

“Eommonim aku baru saja sampai dari London dan baru sebentar bertemu dengan mu. Kenapa eommonim malah pergi? Aku masih ingin mengobrol banyak dengan bukannya dengan Yoona. Nomu nomu bogosipeoyeo.” Eunhyuk dengan suara manjanya.

“Kyaa Oppa..” Yoona dengan mencubit perut eunhyuk.

“Awww…” teriak Eunhyuk.

“Sudah sudah.. mianhae Eunhyuk-ah eommanim harus pulang hari. Eomma lega karena hari ini bisa pulang dengan tenang karena bayi kecil eomma sudah ada yang menjaganya. Eunhyuk-ah jaga Yoona dengan baik nee… jika dia nakal jewer saja kupingnya.” Goda Eomma yoona diiringi suara tawa yang keluar dari mulutnya.

“Eomma…” teriak yoona kemudian mengecrutkan bibirnya kedepan.

“Ingat jangan bertengkar lagi ne… eomma akan kesini besok pagi. Saranghae.” Kemudian mencium kedua pipi dan kening anak tercintanya. “Bye Bye Eunhyuk-ah…” dilambaikan kedua tangannya kearah kedua bocah yang duduk di sofa.

Tiba-tiba setelah kepergian Eomma Yoona suasana menjadi hening untuk beberapa saat, bahkan kedua bocah yang duduk berdampingan tidak ada yang memulai berbicara.

“Oppa..” ujar Yoona kemudian menoleh kearah Eunhyuk.

“Hemm…” jawabnya.

“Kenapa Donghae oppa tidak pulang hari ini?” tanya yoona dengan suara lirihnya.

“Emmmmm..” jeda Eunhyuk berfikir sejenak dengan mencoba menyusun kata-kata yang tepat untuk menjelaskan kepada Yoona. “Donghae-ah dia akan pulang seminggu lagi yoong, dia ada pertemuan mendadak dengan investor dari Amerika.”

“Benarkah?” tanya yoona dengan ragu, terlihat sangat jelas dari suara dan wajahnya yang terkesan sedih mendengar pernyataan Eunhyuk.

“Yoong…” eunhyuk dengan suara datar kemudian menatap yeoja yang berada disampingnya itu diraihnya kedua tangan yoona memberikan sedikit remasan disana. “Percayalah pada Donghae, disana dia benar-benar bekerja demi kedua orang tua dan istri tercintanya. Jangan pernah berfikir yang  buruk tentangnya bahkan dia bekerja lembur hanya untuk mempercepat kepulangannya kesini. Dan jujur saja aku sering mengajaknya ke Club untuk bersenang-senang sejak namun dia menolak ajakanku bahkan tidak menggubris sama sekali omonganku. Didalam otak Donghae hanya Yoona Yoona dan Yoona saja.” Ucapnya dengan lembut.

Baru kali ini Yoona mendengar eunhyuk berkata dengan lembut dan terlihat sangat romantis, “Oppa…” dipeluknya eunhyuk. “Mianhae, aku tidak bermaksud apapun. Aku hanya takut jika pikiran buruk ku tentang Donghae oppa menjadi kenyataan terlebih Oppa belum menghubungiku selama 2 hari ini. Aku benar-benar merindukannya…”

“Sudah jangan memikirkan hal apapun Yoong, istirahatlah aku akan menjagamu.”

Yoona pun bangkit dari sofa berjalan kearah kamar sedangkan Eunhyuk mengambil remot TV dan mulai memilih acara yang cocok dengannya.

Sesaatkan kemudian Yoona keluar dari kamar dengan membawa selimut tebal, bantal dan guling untuk Eunhyuk.

“Oppa..” ucapnya dengan menyodorkan benda yang dibawanya.

“Gumawo.” Eunhyuk menoleh sebentar dan kembali fokus kearah TV.

“Oh iya Oppa… Jika kau lapar bisa mengambil makanan di kulkas, kebetulan aku kemaren sudah membeli persediaan makanan.”

“Neee” ucap Eunhyuk dengan singkat tanpa melihat kearah Yoona berdiri.

“Huh dasar monyet playboy, kalau sudah melihat yeoja yang bening-bening seperti itu lupa dengan orang lain. Ckkk dasar menyebalkan,” gerutu Yoona.

 

 

 

 

-Satu Minggu kemudian-

Hari ini yoona benar-benar bosan karena harus  berada di Apartemen yang sepi seharian, mengingat Eunhyuk tadi menelponnya memberikan kabar bahwa dirinya tidak bisa menemani Yoona dengan alasan ada acara yang mendadak dan tidak bisa ditinggalnya.

“Huft.. Eunhyuk Oppa pasti sedang kencan dengan wanita itu. Jelas-jelas aku mendengar percakapan mereka via telepon apalagi oppa meloudspeaker suara yoeja itu, sangat menggelikan mendengarkan gombalan Eunhyuk oppa yang norak ditambah yeoja itu dengan polosnya menerima gombalannya. Ya Tuhan apakah Eunhyuk oppa tidak sadar bahwa dirinya sudah tidak muda lagi.”  Gerutu Yoona.

Tidak ada yang ingin dilakukan Yoona hari ini, dia berencana untuk tidak mandi karena tidak ada orang yang akan berkunjung ke Apartemennya. Setelah mendapat telepon dari  Yuri yang mengajaknya berlibur ke Pulau Jeju bersama dengan Taeyeon dan Sooyoung, yoona menolak untuk ikut dengan berdahli suami tercintanya akan pulang hari ini. Sebenarnya dia tidak yakin Donghae pulang hari ini, dia hanya malas untuk pergi keluar dan ingin seharian di Apartemen miliknya meskipun membosankan. Hati nuraninya berkata bahwa janinnya ingin menikmati suasana sepi dan damai, untuk itu yoona berniatan seharian di Apartemen.

Seperti saat ini, Yoona masih bergumul di tempat tidurnya dan tidak ada niat untuk bangkit dari ranjang tempat tidurnya.

“Aku merindukan mu Donghae Oppa…” gumamnya dengan mengusap-usapkan perutnya yang sudah tampak menonjol kedepan.

“Bahkan dia tidak menghubungi ku sama sekali, apakah sesibuk itukah dia hingga lupa bahwa dirinya memiliki seorang istri yang cantik ini ditambah janin yang sedang ku kandung. Aku juga belum memberitahunya kalau aku sedang hamil”, gumam Yoona.

“Bersabarlah nak. Temani omma menunggu Appa mu ne..” ia kemudian mengelus perutnya sambil berbicara kepada jabang yang ada di kandungannya itu.

-Beberapa menit kemudian-

Tidak ada ide apapun yang muncul di otak Yoona untuk menghilangkan rasa jenuhnya. “Lebih baik aku tidur lagi” ucap yoona. Setelah berusaha untuk menutup kedua matanya berharap bisa tidur, tidak butuh waktu lama untu membawa Yoona ke amal mimpinya.

Ting Tong Ting Tong (bel apartemen berbunyi)

Mendengar suara bel apartemennya berbunyi membuat yeoja yang begitu nyaman tidurnya diatas ranjang, menggeliat kesini-kemari untuk merenggangkan otot-ototnya.

“Ah.. siapa yang berani-beraninya datang kemari dan mengganggu tidur ku.” ucap Yoona dengan kesal. Dilihatnya jam yang menempel dengan pas di dinding Apartemennya, “Jam tiga sore…”gumamnya. “Mwo? Jam tiga sore.” Yoona membulatkan kedua matanya tidak percaya apa yang dilihatnya saat ini, kemudian ia menoleh kearah jam dindingnya lagi untuk memastikan apakah ada yang salah dengan penglihatannya karena effek dari bangun tidurnya. “Daebak, ternyata aku sudah tidur sangat lama lebih dari tujuh jam setelah bangun tadi pagi.” Diambilnya selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya dan berniat untuk melanjutkan tidurnya. Bahkan ia tidak menggubris suara bel apartemennya berbunyi berulang kali.

Ting Tong Ting Tong

Terganggu dengan suara itu, Yoona bangkit dari ranjang tempat tidurnya

Berjalan kearah sumber suara tanpa mempedulikan penampilannya. Dan terlihat dari raut wajah yang kesal dan tatanan rambut yang berantakan, ia berlalu begitu saja tanpa melihat monitor di Apartemennya.

 

Cklek~~

Setelah pintu apartemennya terbuka, Yoona melihat seorang namja yang ada didepannya dengan tatapan tak percaya. Mulutnya ditutupi dengan salah satu tangannya karena ia terkejut bukan main melihat namja yang sangat dirindukannya berada di depan mata.

 

“Oppa…” ucap Yoona.

Donghae merentangkan kedua tangannya menandakan bahwa dirinya siap dipeluk oleh yeoja yang ada didepannya ini. Ia juga sangat merindukan istri tercintanya ini, mengkorbankan waktu dan tubuhnya untuk bekerja extra tanpa henti demi sang istri. Donghae ingin cepat-cepat pulang setelah mendapat telpon dari mertuanya bahwa sang istri sedang hamil.

 

Tanpa basa-basi Yoona memeluk sang suami dengan erat.

“Wow..” Donghae sedikit terdorong ke belakang. Senyuman manis tampak di wajah donghae, ia sangat bahagia karena rasa rindu terhadap sang istri dapat terobati.  Meski lama dengan posisi yang seperti itu, mereka sangat senang karena bisa saling menyalurkan kerinduan mereka  masing-masing.

 

Disela-sela pelukannya Yoona mencium bahu Donghae, ia menghirup aroma khas parfum suaminya itu. Yoona merenggangkan pelukannya kemudian menangkup wajah donghae, ditatapnya dengan intens serta memberikan usapan lembut di pipi Donghae. Ia tersenyum lebar menatap tingkah Donghae yang mulai mencium tangannya yang berada di pipi Donghae.

 

“Oppa..” ucap Yoona.

“Heemmmm…”

“Aku ingin memberitahukan mu sesuatu, mmm aku….” belum sempat melanjutkan bicaranya, bibir yoona di bungkam dengan bibir donghae. Yoona terkejut bukan main mendapat serangan mendadak dari sang suami, kini Ia menikmati sekecap demi sekecap ciuman itu. Donghae mencium bibir yoona dengan penuh kelembutan namun sedikit memberikan tekanan disana, Ia menjelajahi setiap sudut bibir Yoona. Sesaat kemudian Donghae menghentikan ciumannya, beralih menatap sang istri.

“Aku sudah tahu apa yang akan kau katakan istriku tercinta.” Ucap Donghae.

 

Yoona tersenyum lebar mendengar perkataan Donghae, kemudian menganggukan kepalanya.

“Haruskah kita melanjutkannya disini Oppa?” tanya Yoona sambil mengedipkan salah satu matanya.

 

Donghae memberikan anggukan menandakan bahwa dirinya menyetujui perkataan Yoona. Kini giliran Yoona yang tanpa permisi mencium bibir suaminya, bahkan kedua tangannya berada dileher Donghae. Ciuman Yoona mulai melebar ke area leher Donghae. Menghisap kulit yang ada disekitar leher suaminya itu, Ia sangat merindukan aroma tubuhnya. Kecupan demi kecupan Donghae rasakan hingga suhu tubuhnya sudah mulai memanas, Ia berusaha untuk menahan nafsu untuk mengbungkus Yoona di tempat itu. Donghae merasa sedikit kesal karena Yoona mulai menggodanya, sentuhan Yoona membuat Donghae menahan desahan keluar dari bibirnya. Bahkan Yoona membelai dada bidang Donghae hingga turun menuju benda sensitif miliknya,

 

-Deg-

 

Donghae merasakan penisnya mengencang setelah mendapat sentuhan dari tangan mungil Yoona.

“AH… Yoong ayo kita lanjutkan didalam.” Ucap Donghae sembari menekan tombol nomor apartemennya.

 

Setelah terbuka Donghae beralih mengendalikan Yoona, Ia mencium bibir manis Yoona tanpa ampun. Mereka berjalan kearah kamar tanpa menghentikan ciumannya, dengan tidak tidak sabar Donghae membopong Yoona masuk kedalam kamar. Dihempaskannya badan mungil Yoona diatas ranjang mereka, Yoona membuka kancing baju Donghae begitu pula sebaliknya.

 

Donghae menindihi badan yoona dengan merapatkan dadanya dengan tubuh milik Yoona.

“Yoong apakah kau menginginkannya?” ucap Donghae dengan ragu, karena Ia takut dengan mereka melakukan hubungan sex akan menyakiti janin yang ada dikandungan Yoona.

“Aku menginginkannya Oppa, aku benar-benar merindukanmu. Lakukanlah dengan pelan-pelan nee? Aku percaya padamu Oppa.” Jawab Yoona dengan tenang dan meyakinkan Donghae, tatapan memohon terpancar dari wajah cantiknya.

 

Donghae menganggukan kepalanya

 

Donghae mencium kening Yoona kemudian kedua kelopak matanya, kedua pipinya dan berakhir di bibir ranumnya. Dilumatnya dengan lembut bibir yoona dengan irama yang pelan, mereka menikmati ciuman yang memabukkan itu.

 

Yoona membelai punggung Donghae dengan perasaan yang menggebu-gebu, dipegangnya penis sang suami memberikan sensasi yang nikmat baginya. Merasakan jemari Yoona yang berada dipenis miliknya, Donghae beralih mencium leher sampai turun berada di tengah belahan payudara Yoona.

 

Dilumatnya payudara sebelah kanan milik Yoona dengan salah satu tangan yang lainnya meremas payudara sebelah kiri.  Dilumatnya tanpa ampun hingga desahan-desahan keluar dari mulut Yoona..

 

Sesaaat kemudian Donghae melepaskan pungutannya dari payudara Yoona, Ia bangkit untuk melepaskan celananya dan melepaskan celana yang dipakai oleh Yoona. Dirapatkannya tubuhnya ke tubuh Yoona kemudian memasukan penisnya kedalam vagina milik sang istri tersebut. Setelah memastikan bisa memasukan benda miliknya kedalam  vagina Yoona, Donghae membelai rambut Yoona memberikan ketenangan disana agar mereka bisa melakukannya dengan hati-hati.

 

Yoona menganggukan kepalanya memberikan alarm untuk memulai aktivitasnya.

 

Donghae menggerakan miliknya diatas milik Yoona, mereka melakukannya dengan pelan-pelan. Beberapa menit kemudian Yoona menggerkan tubuhnya dengan cepat, Ia menginginkan kebebasan disana. Pada akhirnya Donghae mengikuti irama pergerakan tubuhnya Yoona, Ia sangat menyukai hal itu.

 

“Akhhh….” pekik Yoona merasakan hentakan milik Donghae didalam vaginya. Rasa sakitnya dapat diredam saat Donghae mulai mencium bibirnya.

 

Akh Akh Akh..

 

Desahan-desahan itu keluar lagi dari mulut Yoona hingga Ia lemas tak berdaya mendapati Donghae sudah mengendalikan dirinya. Mereka tidak mampu menahannya lagi dan sampailah pada puncak kenikmatan yang luar biasa di dalam milik keduanya.

 

“Akhhh…” desahan Yoona mengakhiri aktivitas mereka. Donghae menghentikan aktivitasnya setelah mendapati sang istri terlihat sudah lelah, kemudian mencium keningnya dan  menyingkirkan keringat yang berada disana.

 

“Saranghae” ucap Donghae tepat diatas wajah Yoona yang sedang menutup matanya.

 

Mendengar ucapan Donghae membuat Yoona tersadar dan membuka matanya, dikecupnya bibir Donghae.

 

“Nado saranghae..” mereka saling tersenyum dengan kedua wajah mereka yang saling menempel.

 

-END-

 

Jajang akhirnya END juga guyss…

Jangan lupa tinggalin jejak manis kalian guyss…

Thank You So Much..

Mumumumu…

Byeeee…..

6 thoughts on “My Husband (Chapter 4)

  1. lucu liat tingkah yoona sma eunhyuk. hahahaa. cie cie yg slingmerindukan..aigooo yoona sma hae gx sbrn bgt sih…. lgsg tancam gas aj. lol. wkwkwk

  2. krg pnjang,,,,,
    ntah aku dah komen apa blm ,pi rasanya dah pernah bca ,,,,,
    ah yoonhae sweet dech klu dah ky gitu,,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s