My Husband (Chapter 3)

MyHusband1

MY HUSBAND

PART 3

 

 

Main Cast       : Im Yoona dan Lee Donghae

Author            : Ratih Pramtami

Genre              : Komedi, Family, Romance

Rating             : Pg 17

 

Anyyeong…

Langsung aja yukss..

Jangan lupa tinggalin jejak manis kalian yang bisa membuat staminaku bertambah J

Jangan merepost ulang FF ku tanpa izin ku ya guys..

Dan jadilah readers yang bijak…

 

Disclaimer :

Fanfic ini murni miliki ku, hasil buah pemikiranku yang aku tuangkan ke cebuah cerita dengan imajinasi yang mungkin terlalu tinggi. Aku hanya suka membuat cerita yang manis-manis saja. Untuk itu mohon di maklumi yah..

 

Warning Typo bertebaran !!!

Happy Reading

-o0o-

 

“Aku Menginginkan mu Yoong.”

^^^^

Yoona terbangun dari mimpinya, mencoba untuk bangkit dari ranjang tempat tidur, saat akan bangun dia baru ingat bahwa suaminya tidur tepat diatas dadanya. Donghae tertidur pulas diatas dada Yoona, salah satu tangannya memeluk pinggang ramping yoona dengan posesif. Mereka hanya berbalut selimut dengan tanpa busana yang menempel dibadan, bisa dikatakan full naked.

Yoona membelai rambut suaminya dengan pelan agar tidak mengganggu tidurnya. Kemudian kedua tangan Yoona beralih memeluk leher Donghae, didekapnya kepala donghae dan mencium pucuk kepalanya “Saranghae Oppa” kemudian memeluknya dengan erat.

Tiba-tiba Donghae Oppa bergerak menggelengkan kepalanya didada Yoona dan mengecup sekilas belahan diantara kedua payudara yoona. Kemudian membenamkan kepalanya tepat dipayudara yoona bahkan pelukannya semakin erat lagi.

Yoona terkekeh melihat Donghae seperti ini, “Oppa.. aku tahu kau mendengarkan perkataan ku eoh..” menjabak ujung rambut donghae karena gemas dengan kelakuan suaminya itu, mencoba untuk memindahkan kepala donghae dari dada Yoona.

“Aaaa… appo.” Donghae mengusap rambutnya. “Yak Yoong.. Kenapa kau menjambak rambutku, biarkan aku menyelesaikan tugas ku terlebih dulu baru aku bangun dan mandi.” Imbuhnya dengan kesal.

“Mwo?” yoona membulatkan kedua matanya, “Tugas apa maksudmu Oppa?” imbuhnya dengan sinis dan penasaran dengan apa yang dikatakan Donghae yang masih diatas badannya.

“Tugas ini.” Singkatnya sambil membuka selimut yang membungkus badan mereka dan mengarahkan kepalanya kebawah tepat di benda berharga Yoona serta menunjuk dengan tangannya.

Betapa terkejutnya yang dimaksud suaminya adalah benda berharga yang dimiliknya yang berada dibawah sana. Bulu kuduknya berdiri diikuti wajahnya yan mulai memerah, “Kyaa… Byuntae. Ironna Oppa.” Yoona menyesali mengikuti arah mata Donghae, karena reflek dengan naluri hatinya.

“Hahahahaha… Yak Yoong.” Donghae tertawa lepas melihat wajah yoona yang tampak malu.

“Oppa Ironna.” Bentak Yoona sambil mendorong dada bidang suaminya.

Donghae mencium kening Yoona lalu bangkit dan turun dari ranjang tempat tidurnya. Donghae sangat tampan tanpa baju yang membalut dada, memperlihatkan dadanya yang sexy ditambah hanya memakai celana boxer memancarkan aura sexy mannya keluar. Yoona benar-benar menikmati pemandangan itu, terlihat dari matanya yang memuja keindahan yang dimiliki Donghae dan menyiratkan betapa dia sangat mencintai Donghae.

Melihat tatapan yoona terhadap dirinya, Donghae berjalan kearah Yoona mendekatkan wajahnya tepat di wajah Yoona. Donghae tahu apa yang dipikirkan diotak istrinya, dia sangat tau apa yang disukai dan tidak disukai yoona di tubuhnya.

Yoona membulatkan kedua matanya setelah sadar wajah donghae tepat diwajahnya. Betapa malu dirinya kecolongan menatap suaminya dengan tatapan mesum, yang membuat dirinya tersihir oleh pesona yang dimiliki Donghae.

Donghae menatap Yoona dengan senyuman cabul.

“Yak.” Teriak Yoona kemudian menyembunyikan wajahnya keselimut yang dipakainya. “Memalukan.” Gerutunya

“Baiklah bisa kita lanjutkan nanti malam Yoong. Oh… Anni dua atau tiga hari lagi karena aku harus pergi ke London, tidak masalah aku masih bisa menahannya nanti.” Sambil mengacak rambut Yoona kemudian beranjak dari ranjang dan berjalan kearah kamar mandi.

“Klek.. klek…” Mendengar suara pintu kamar mandi berbunyi 2 kali menandakan Donghae sudah berada didalam kamar mandi, Yoona mengangkat kepalanya memastikan apakah suaminya itu sudah berada di kamar mandi atau belum.

“Pabboya..” sambil memukul kepalanya. Dirinya benar-benar malu dengan kejadian tadi meskipun terhadap suami sendiri.

“Ah.. Appo.” Badannya terasa pegal semua sampai ketulang-tulangnya, tidak ada penyesalan sama sekali dibenak Yoona merasakan sakit di badan dan benda berharganya karena ulah Donghae saat melakukan hubungan sexa dengannya. Merasakan lelah di badan dan pikirannya, Yoona berinisiatif melanjutkan tidurnya untuk beberapa menit lagi sembari menunggu Donghae selesai mandi.

-Beberapa saat kemudian-

Yoona terbangun dari tidurnya setelah merasa gerah ditubuhnya dan tersa lengket karena menyadari dirinya belum mandi.

“Ya Tuhan.” Langsung bangkit dari tempat tidurnya melihat jam waker di meja yang menunjukkan pukul 11.00.

“Omo.. Oppa pasti tidak membangunkanku. Assss.. Jinjja.” Gerutunya. Dan dia teringat bahwa Donghae hari ini berngkat ke Londo pagi hari untuk urusan bisnisnya. Hatinya terasa hampa dan sesak mengingat hal itu. Yoona benar-benar kecewa pada suaminya yang tidak pamit padanya meski dirinya sudah tau bahwa Donghae akan berangkat ke London hari ini.

“Apa yang dia pikirkan sehingga tidak membangunkanku dan tanpa mengucapkan satu kata pun untuk keberangkatannya. Sudah lah, aku percaya padamu Oppa.” Yoona berusaha menyakinkan dirinya untuk percaya sepenuhnya pada suami tercintanya itu. Dia teringat penjelasan dari Donghae tadi malam tentang paspor dan kepergian yang mendadak ke London. Donghae menjelaskan semuanya pada yoona tentang Victoria Jung dan kenapa paspornya dibawa oleh Donghae. Yoona melihat kejujuran dan kesungguhan suaminya itu yang membuatnya tersadar bahwa Donghae sangat mencintainya, memujanya serta menerima semua kekurangan yang dimilikinya. Pada akhirnya Yoona bisa paham akan itu semua dan harus mengesampingkan egonya untuk tetap bisa mempercayai Donghae dan mempertahankan rumah tangganya.

*FLASBACK*

“Yoong aku adalah milikmu dan kamu adalah milikku. Tanpa mu aku tidak bisa bernafas bahkan tidak bisa hidup, separuh jiwaku ada pada dirimu. Asal kau tau waktu berpacaran dengan mu selama 3 tahun, kita tidak melakukan hubungan yang intim sama sekali hal itu membuatku ingin menyerah. Aku tidak bisa menahan untuk memasukimu, aku tidak bisa menahan untuk memilikimu. Tapi karena kau menginginkan hubungan yang sehat dan berjanji hanya akan berhubungan intim dengan suamimu kelak membuat ku tersadar untuk mengingat Tuhan dan bersemangat untuk menunggumu siap menikah dengan ku nantinya. Tidak mudah menahan hasrat ingin memilikimu seutuhnya secepat mungkin Yoong, bahkan untuk hal itu aku harus meminta kepada Appa untuk mengirimku ke Perusahaan Appa yang berada di London. Selama beberapa bulan di London kita hanya berkomunikasi lewat ponsel, hal itu sangat menyiksaku Yoong karena betapa aku merindukan dan ingin memelukmu setiap hari. Namun apa daya aku harus melewati itu semua demi bisa mendapat kepercayaan dan cinta darimu Yoong, agar hubungan kita tetap berjalan. Setelah 3 tahun aku bisa melewati itu semua dan bisa menikahimu hidup bersama dengan mu selama 5 tahun membuat ku sangat bahagia. Aku selalu berdo’a dan berterima kasih kepada Tuhan karena aku sangat beruntung memiliki istri seperti mu. Setelah melewati itu semua apakah kamu pikir akan mudah hatiku berpaling ke orang lain Yoong?” donghae oppa menatapku, yang bisa ku lakukan hanya berdiam saja mencerna semua penjelasan darinya dan berfikir jernih, entah mengapa air mataku keluar sedikit demi sedikit. Hati ku sangat yakin apa yang dikatakan Donghae Oppa adalah yang sebenarnya itu sangat terlihat dari kedua bola matanya dan ucapan yang keluar di bibirnya sarat akan keyakinan. Aku tidak bisa berkata apapun,

“Tidak sedikitpun terbesit di benakku untuk mengkhianatimu bahkan menyukai orang lain Yoong. Kita sudah bersama selama 8 tahun Yoong, lihat aku..” donghae mengangkat rahangku menuntunnya untuk menatap kedua bola matanya. Mata mereka saling bertemu, donghae mencium sekilas bibirku, “Saranghae.” Singkatnya dan menyatukan kening kita.

“Dan untik Victoria Jung.” Donghae berhenti sejenak.

-Deg-

Jantung ku berhenti sejenak setelah Donghae oppa menyebutkna nama itu. Saat itu juga jantungku berdetak kencang, keringat dingin keluar dari leher dan keningku. Aku benar-benar takut mendengar penjelasan darinya tentang perempuan itu. Aku menundukan kepalaku lagi, aku belum siap jika ada sesuatu hal buruk yang akan terjadi. Donghae oppa mengangkat kepalaku menangkup rahang ku dengan kedua tangannya.

“Lihat aku Yoong…. Victoria Jung adalah adik dari sahabat ku di London yang bernama Max Changmin. Changmin-ah meninggal di London seminggu yang lalu, dia berpesan padaku untuk membawa adiknya itu ke Londo. Dia juga berpesan padaku untuk menyampaikan betapa dia merindukan dan mencintai adiknya. Victoria akan menetap di London untuk menggantikannya sebagi pewaris perusahaan Changmin di London. Aku tau kau pasti bertanya padaku mengapa aku tidak cerita padamu sebelumnya.” Donghae menatap yoona dalam-dalam.

“Oppa benar-benar sangat memahami ku, bahkan dia tau aku akan menanyakan hal itu.” Batinku.

“Aku berniat akan menceritakan padamu setelah urusan ku di London selesai, beban mu di sini sudah banyak Yoong dan aku tidak mau membebanimu dengan hal ini. Ini bukanlah masalah yang besar Yoong, asal kau tau saja Victoria masih berumur 17 tahun. Apakah kau cemburu dengan  anak ingusan itu Yoong?” lanjutnya sambil tersenyum jahil.

Aku hanya tertawa dengan perkatan Donghae oppa, “Jika aku tau dia masih kecil dan oppa menjelaskan semua nya padaku, aku tidak akan secemburu ini Oppa.”

“Apakah aku segila itu untuk berselingkuh dengan gadis ingusan seperti itu Yoong?”

“Itu bisa saja terjadi Oppa.” Sinis ku.

“Jika aku berselingkuh pasti akan mencari gadis muda yang sexy dan montok Yoong. Aku punya wajah tampan nan mempesona, tidak akan ada wanita yang menolakku.” Goda donghae. Donghae berusaha untuk menggoda istrinya itu dan mencairkan ketegangan diantara mereka.

Mendengar donghae yang serius dan diakhiri dengan perkataan yang menggelikan membuatku terhibur dan sedikit geram melihat Donghae oppa yang mulai menggodaku. Ku pukul dada bidangnya dengan ringan, sekarang aku yakin dia tidak mungkin mengkhianati ku, dan bisa merasakan ketulusan serta kejujurannya.

“Saranghae” ucapnya lagi dan mencium kedua kelopak mataku sekilas, menjalar ke hidung dan kedua pipiku kebawah lagi melumat bibirku lama. “Saranghae.”

“Kyaa.. Oppa. Kenapa kau terus mengatakan itu?.”

“Wae? Itu karena aku..” katanya menggantung dan langsung mencium bibirku, melumatnya lama. “Mencintaimu.” Jedanya tepat di bibir ku.

Aku merasakan hembusan nafas Donghae oppa di wajahku. Aku benar-benar merasa terharu dengan semua perlakuan dan perkataan darinya. “Aku sangat beruntung memilikimu Donghae oppa, sampai kapanpun aku tidak akan pernah melepasmu. Karena aku sudah bersumpah dihadapan Tuhan bahawa Lee Donghae adalah suamiku dan aku sangat mencintainya sampai akhir hayatku. Saranghae Donghae oppa.” Batinku

Donghae merapatkan badannya dengan badan yoona agar bisa memeluk pinggangnya. Dia memeluk pinggang yoona dengan sangat erat, didekapnya badan yoona untuk bisa memberikan kehangatan bagi istri tercintanya itu. Dan mereka mulai melakukan rutinitasnya dimalam hari dengan kegaiatan yang lebih intim.

*FLASHBACK END*

Yoona mulai bangkit dari tempat tidurnya membungkus tubuhnya dengan selimut, tiba-tiba ujung selimut di bagian atas menyenggol kertas yang berada di meja dan terjatuh ke bawah.

“Kertas apa ini.” Yoona mengambil kertas bewarna merah marun itu, penasaraan dangan isi surat itu dibukanya kertas itu. Terlihat ada tulisan-tulisan di kertas itu.

Dibukanya kertas itu, “To My Princess Yoongi. Maafkan aku istri ku tercinta karena tidak membangunkanmu. Kulihat tidurmu sangat nyenyak meski tanpa busana seperti itu. Aku sangat senang melihat mu yang tenang dan nyaman seperti itu. Dan maaf untuk sekali lagiaku tidak pamit padamu sebelum berangkat ke London karena alasannya sudah jelas diatas. Aku juga tau kau pasti marah dan mengumpat didalam batin. Etsss… jangan sampai kau menyumpahi suamimu yang sampan ini. Oke untuk menebus kesalahanku cepatlah mandi dan turunlah kebawah, masuklah ke ruang makan aku sudah mempersiapkan makanan spesial untuk mu. Aku akan pulang secepatnya dan tetaplah bersabar menungguku. Jangan lirik sana lirik sini Yoong, Arraseo!! SARANGHAE. From : Namja tampan, Lee Donghae.” Yoona tersenyum lebar membaca surat dari donghae, hatinya terasa berbunga-bunga. Dengan girang yoona berlari kearah kamar mandi dan ingin cepat-cepat mandi.

Selesai mandi Yoona memakai sweter panjang yang menutup lehernya yang panjang dan celana jeans panjang. Lalu berjalan menuju meja riasnya mempoles sedikit wajahnya dengan make up dan memberikan sentuhan terakhir dengan lisptik di bibirnya. Yoona tidak suka menggunakan make up berlebihan, dia lebih suka yang natural. Kemudian menyisir rambutnya yang sudah panjang sampai dipinggangnya. “Ahh… sepertinya aku harus ke salon hari ini untuk merapikan rambutku.” Ucapnya

Yoona pun turun ke lantai dasar menuju ruang makan, sampai di meja makan. Dia melongoh melihat apa yang dilihatnya sekarang. Makanan terhidangkan dengan rapi dan berbagai macam makanan ada disitu. Ada sebuket bunga yang indah disana, disampinya ada selembar kertas. Yoona langsung mengambilnya, “For my princess yoongi, makanlah dengan lahap jangan sampai ada yang tersisa. Tidak mudah menyiapkan ini semua, Saranghae.” Yoona merasa ingin menangis mendapatlam kasih sayang dan perlakuan yang romantis bertubi-tubi dari suaminya.

Air matanya menetes sedikit di pipinya dan ini adalah air mata kebahagiaan. Yoona pun mengusap pipinya menghapus air mata yang ada dan duduk di kursi mulai untuk makan. “Heul daebak… masakan oppa enak sekali, bagaimana aku bisa menghabiskan ini semua.” Belum sempat memasukan makanannya kedua kalinya ke mulut, tiba-tiba perutnya merasa diaduk-aduk dan ingin memutahkan makanan yang ada diperutnya. Dia berlari ke kamar mandi dekat dengan dapurnya.

Huek Huek Huek

Tidak ada makanan yang keluar dari mulutnya, hanya cairan bening yang keluar. Setelah mual-mual badan Yoona terasa lemas dan tak berdaya. Dia berusaha untuk mengumpulkan kekuatannya dan berusaha berjalan kearah telepon apartemen yang berada di ruang tamu. Yoona melangkah dengan pelan sambil memegang benda apapun yang ada disampingnya untuk menopang badannya, “Ottokoe.” Gumamnya. Sampai diruang tamu yoona meraih gagang telepon, menekan beberapa tombol disana dan menempelkan teleponnya tepat di kuping.

“Yobboseo..”

“……………………………………..”

“Eomma maafkan aku menganggumu. Bisakah eomma datang ke apartemenku sekarang?”

“…………………………………………………”

“Aku tadi mual eomma dan kini badanku terasa lemas. Aku mohon eomma datanglah kemari eoh, karena donghae oppa tidak ada disini dan aku butuh bantuan mu eomma. Aku benar-benar tidak kuat eomma.” Yoona sambil menahan badannya yang lemas.

“…………………………………………………………..”

“Gumawo eomma, aku akan menunggmu. Sarangahae.” Menutup gagang telepon dan berjalan menaiki tangga menuju kamarnya, direbahkannya tubuhnya diatas ranjang tempat tidur.

“Akhirnya… Mianhe oppa, aku tidak bisa menghabiskan makanan buatan mu.” Yoona tidak bisa memikirkan apapun sekarang, matanya terasa berat untuk dibuka. Sesaat kemudian dia terlelap dalam tidurnya.

-Beberapa saat kemudian-

Yoona merasakan usapan halus di rambut kepalanya, “Mungkinkah ini Donghae oppa.” Harapnya. Yoona pun membuka kedua matanya, “Ohh.. eomma.” kemudian bangkit dari tempat tidurnya, tidak merasa kecewa karena tidak sesusai dengan harapannya. Begitu bangun yoona langsung memeluk eommanya yang sangat dirindukannya, karena selama beberapa hari tidak menjenguknya.

“Omo omo..” Eomma yoona tersentak melihat yoona yang langsung memeluknya karena badannya sedikit terdorong kebelakang.

“Mianhae eomma.” Yoona tersenyum lebar memamerkan big smile yang dimilikinya.

“Ahhh yee.. gwenchana.” Sambil mengusap rambut yoona.

Eomma Yoona melepaskan pelukan, dipegangnya kedua tangan yoona dengan sedikit memberikan remasan lembut disana.

“Wae Eomma..” yoona menatap eommanya dengan penasaran. Terlihat eommanya sangat bahagia, namun tiba-tiba ada air mata yang mulai membasahi pipi eommanya. Yoona merasa cemas dan bingung dengan eommanya yang tiba-tiba menangis, “Eomma gwenchana? Eomma apakah ada masalah?” tanyanya dengan gelisah.

“Annio.. eomma tadi menelpon Dr. Kang untuk datang kemari memeriksa keadaan mu nak. Karena kau terlihat lemas tak berdaya dengan wajah pucat seperti itu eomma tidak berani membangunkanmu. Dr. Kang menjelaskan kepadaku tentang hasil pemeriksaanmu, dan alasan kenapa kamu mual-mual.” Sambil terus memegang kedua tangan yoona serta menatapnya dalam-dalam.

“Apa katanya eomma?” yoona penasaran dengan hasil pemeriksaannya. Dia sangat takut jika ada penyakit yang bersarang ditubuhnya, karena beberapa hari ini mual-mual dan pusing namun dia tidak memberitahu Donghae sebelumnya.

Eomma tersenyum menatapku, aku sedikit merasa lega melihatnya berharap ada kabar baik pada hasil pemeriksaanku.

“Yoongiyaa anak eomma, Tuhan memberikan kesempatan kepadamu untuk bisa memiliki seorang Bayi. Kau diberikan kepercayaan untuk menjaga janin yang ada didalam perutmu Nak.”

Yoona terkejut bukan main mendengar perkataan eommanya, dia benar-benar sangat bahagia. Air matanya keluar begitu saja, dia tidak bisa membendung lagi bahkan saat ini tidak bisa mengeluarkan satu katapun dari mulutnya. Kemudian memeluk ibunya dengan erat membenamkan kepala di bahu eommanya, dia menangis sejadi-jadinya. Eomma yoona menepuk-nepuk punggung yoona untuk memberikan ketenangan disana, sesaat kemudian yoona berhenti menangis dan mengendorkan pelukannya beralih menatap eommanya.

“Eomma benarkah aku sedang mengandung?” yoona mencoba mencari keyakinan dibalik mata eommanya.

“Ndeee.. usia kandungan mu menginjak 1 bulan, Nak.” Memberikan anggukan dan membalas tatapan yoona.

Yoona kembali menangis lagi, “Eomma eomma..” isaknya. “Terima kasih Tuhan, Terima kasih.” Imbuhnya dengan tulus dan penuh kepercayaan.

“Nak jagalah janinmu dengan baik, jangan berkeja terlalu berat. Dan cepatlah beritahu Donghaeah tentang kehamilanmu ini, eoh. “

Yoona memberikan anggukan menandakan dia paham dengan perkataan eommanya. Mendengarkan berita bahagia ini membuat yoona tidak merasa lemas lagi dan tampak sehat bugar. Kabar baik ini memberikan energi banyak yang masuk ke dalam tubuhnya. “Oppa.. Tuhan mempercayai dan memberikan kesempatan untuk ku sekarang. Aku akan berusaha menjaga janin ini dengan baik, Oppa kembalilah segera karena aku rasa tidak akan memberitahumu sebelum kau sampai disini.” Batin Yoona.

^^^^^^

Selama dua hari ini yoona ditemani Nyonya Kim (eomma yoona) karena sahabat-sahabatnya sedang berlibur ke luar negeri. Sedangkan Yoona tidak bisa pergi kemapun mengingat Dongahe yang kini sedang berada di London. Yoona tidak suka sendirian, maka dari itu dia meminta kepada Nyonya Kim untuk menemaninya sampai donghae pulang dari London. Nyonya Kim sangat bawel dan perhatian kepada Yoona hingga terkadang membuatnya risih. Meskipun terkadang membuatnya risih, yoona sangat menyukai hal itu dan itulah yang dirindukannya saat Nyonya Kim tidak ada disampingnya.

Seperti saat ini mengetahui yoona hamil, Nyonya Kim sangat memperhatikan makanan apa yang akan dimakan oleh Yoona semua itu demi kesehatan janin didalam perut yoona.

-Ruang Tamu-

Yoona dan Nyonya Kim berbincang-bincang santai di sofa sembari menonton TV.

“Eomma.. akankah janin yang ada diperutku ini akan lahir dengan jenis kelamin laki-laki? Aku sangat ingin memiliki anak laki-laki eomma.” Ucap yoona dengan mengelus-elus perutnya yang masih kecil dan belum kelihatan besar.

Mendengar pertanyaan anaknya, Nyonya Kim menjitak kepala yoona dengan pelan. “Dengarkan eomma, Anak laki-laki atau perempuan itu sama saja. Yang terpenting adalah memiliki seorang anak itu suatu anugerah terbesar dari Tuhan untuk kehidupan berumah tangga, Nak.” Kemudian membelai rambut yoona.

“Arraseo eomma, Mianhae jeongmal karena aku terlalu memikirkan egoisku dan aku menyesali perkataanku yang seakan aku tidak mensyukuri nikmat dari Tuhan. Gumawo eomma.” Sambil memeluk Nyonya Kim.

“Eomma jangan memukul kepalaku lagi, sekarang aku sedang hamil.” Rajuknya dengan menggembulkan kedua pipinya.

“Aigeo yoong jangan seperti anak kecil seperti ini, kau tidak akan lama lagi menjadi seorang ibu.” Nyonya Kim tertawa ringan melihat tingkah laku anaknya.

“Mwoya? Aku tetap anak kecil buat mu Eomma. Aku Im Yoona, wanita yang mempunya paras cantik, hidung mancung, bibir tipis nan menggoda, mata besar dan terakhir Big Smile.” Diiringi tawa yang keluar dari mulutnya

Eomma yoona menggelengkan kepalanya tidak tau apa jadinya saat yoona menjadi seorang Ibu, akankah dia berubah atau tidak kita lihat saja nanti.

Asyik berbincang bincang bel apartemennya berbunyi, “ Ting Tong Ting Tong…”

“Biar aku yang membuka eomma.” Yoona pun bangkit dari sofa, berjalan kearah pintu apartemennya tanpa melihat monitor apartemennya untuk bisa mengetahui seperti apa orang yang berkunjung ke apartemen. “Siapa malam-malam begini datang ke apartemenku. Apakah Sooyung atau Yuri eonni?” gumamnya dengan perasaan yang penasaran yoona membuka pintunya,

“Klek”

Sedikit terkejut melihat orang yang ada didepannya saat ini. Seorang namja dengan pakaian rapi dari bawah sampai atas namun wajahnya tidak terlihat karena ditutup oleh sebuked bunga nan indah.

“Nuguseo?” yoona dengan sopan dan masih penasaran dengan namja yang ada didepannya ini. “Wah apakah dia salah alamat? Dari segi penampilan dia pasti seorang namja yang romantis. Betapa beruntungnya wanita yang manjadi kekasih namja itu, karena dibawakannya sebuket bunga yang indah. Andaikan itu donghae oppa hemm.. tidak mungkin ini donghae oppa aku sangat hafal suaranya.” Batinnya.

“Bisakah aku bertemu dengan Nona Im Yoona?” tanya namja itu, membuyarkan lamunan yoona.

“Hooo.. aku.” Spontan yoona menjawab.

“Boleh kah aku masuk?”

“Emmm…” jeda yoona sambil berfikir sejenak. “Maafkan saya Ahjussi, eh…… bolehkah saya memanggilmu sengan sebutan Ahjussi karena kau tidak menyebutkan namamu.” Yoona sedikit mencondongkan badannya dan memeringkan kepalanya untuk melihat reaksi namja yang ada didepannya ini. Namja itu hanya menganggukan kepalanya bukti dia setuju dengan panggilan Ahjussi. “Bahkan dia tidak menyebutkan namanya, malah menganggukan kepalanya. Huft..” gumam yoona.

“Baiklah Ahjussi, maafkan saya jika tidak sopan padamu, begini pertama saya tidak mengenal Ahjussi, yang kedua suaminya saya berpesan untuk tidak memberikan izin orang asing masuk ke dalam apartemen dan yang terakhir mungkin Ahjussi salah alamat. Selamat malam.” Yoona berusaha untuk berbicara sesopan mungkin dengan orang lain. Dia membungkukkan badan, berbalik kearah pintu untuk masuk kedalam apartemennya. Saat akan membuka pintu apartemennya lengan yoona ditarik namja itu, spontan dia berteriak. “Yakkk… Kau gila? Berani-berani kau menyentuhku.” Ketusnya, amarah yoona memuncak. Yoona mencoba untuk menyingkirkan cengkraman namja itu di lengannya, apalagi cengkramannya sangat kuat karena terlihat badannya kekar. Yoona berfikir keras untuk mencari akal agar bisa terlepas dari cengkraman namja brengsek itu.

“Tidak ada alternatif lain.” Akhirnya dia menemukan ide. Yoona mendekatkan bibirnya pada tangan namja itu, digigitnya dengan buas pada tangan namja itu dan spontan berteriak.

“Awww… Yak Yoong Appo.” Teriaknya dan bunga yang digenggamnya untuk menutup wajahnya terlempar jauh.

“Sebentar.. sepertinya suara itu familiar bagiku ditambah dia memanggilku Yoong.” Gumamnya dengan reflek mendongakan kepalanya kearah namja yang digigitnya dengan buas. Terkejut bukan main melihat namja yang ada didepannya saat ini, wajah namja itu memerah menahan rasa sakit pada tangannya.

“Oppa… Eunhyuk Oppa.” Pekiknya.

 

-To be continued-

Apakah ada yang penasaran dengan cerita selanjutnya?? Tetap stay di aku yah..

Jangan bosan-bosan menunggu Ff ku guyss..

Thank You

 

13 thoughts on “My Husband (Chapter 3)

  1. Eunhyuk?? Knpa ada eunhyuk?? Apa hubungan yoona donghae dan eunhyuk? Eunhyuk itu sahabat donghae kah??
    Waaahh penasaran thor, lanjut yaaa!!!

  2. Untung aja victoria bukan siapa”nya donghae
    Wah ada cast baru lagi nih
    Kira” eunhyuk ada hubungan apa ya sama yoona & donghae
    Next thor..Keep writing
    Fighting

  3. Eunhyuk?? hyuk apanya yoong?? klihatannya kyk dket bnget?? alhamdulillah yoong udh hamil🙂 Hae cpatlah pulang😀

    next.. fighting

  4. aduh donghae nya romantis bgt sih mau pergi aja masih sempet buatin sarapan buat istrinya, pokoknya calon suami idaman lah
    nextnya jgn lama-lama chingu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s