My Husband (Chapter 2)

MyHusband1

MY HUSBAND

PART 2

 

 

Main Cast       : Im Yoona dan Lee Donghae

Author            : Ratih Pramtami

Genre              : Komedi, Family, Romance

Rating             : Pg 17

 

Anyyeong…

Aku lanjut nih? Apakah ada yang merindukanku? Wkwkwk ngarep nya Gue.

Langsung aja yukss..

Jangan lupa tinggalin jejak manis kalian yang bisa membuat staminaku bertambah J

 

Disclaimer :

Fanfic ini murni miliki ku, hasil buah pemikiranku yang aku tuangkan ke cebuah cerita dengan imajinasi yang mungkin terlalu tinggi. Aku hanya suka membuat cerita yang manis-manis saja. Untuk itu mohon di maklumi yah..

 

 

Warning Typo bertebaran !!!

Happy Reading

-o0o-

 

“Donghae Oppa.”

“You Are My Husband” Yoona.

^^^^

Yoona membuka kedua matanya setelah melihat sinar matahari menembus jendela kamarnya. Seperti biasa yoona tidak biasa menutup jendela kamarnya dengan tirai atau apapun, karena dia yakin tidak ada orang yang akan mengintip apa yang akan dilakukannya dengan sang suami.

Yoona bangun dari ranjangnya dan beranjak menuju kamar mandi untuk mandi. Sebelum beranjak dari tempat tidurnya, Yoona melihat suaminya yang tidur dengan nyenyaknya. Dia tau bahwa suaminya sangat capek, sehingga tadi malam mereka tidak melakukakan apapun hanya tidur biasanya. Membayangkan kejadian tadi malam Yoona tersenyum dengan tingkahnya yang memalukan di depan suaminya. Masih ada keraguan di dalam hati Yoona, dia menginginkan lebih dari tidur biasanya. Yoona ingin merasakan belaian dari sang suaminya seperti dulu, menginginkan aktifitas yang intim lagi yaitu hubungan sex layaknya seperti pasangan suami istri lainnya.

“Huhh..” Yoona menghela nafasnya dengan karas.

“Ah.. mollaseo. Apa yang ada di otak mu, Im Yoona.” Yoona terus menggerutu di lubuh hatinya.

Cup

Yoona mengecup pipi donghae lalu beranjak dari ranjang tempat tidurnya. Saat akan melangkah tangannya ditarik donghae hingga jatuh tepat didada bidang donghae.

Cup ^^ Donghae mencium bibir ranum yoona. Yoona terkejut dengan serangan mendadak dari donghae. Kedua bola mata yoona melotot kearah donghae yang terus menatapnya. Jantung yoona berdetak dengan kencang, ada perasaan yang meletup-letup di lubuk hatinya. Yoona sangat menyukai momen yang seperti ini, entah mengapa dia merasa malu.

Begitu pula dengan donghae yang merasakan detak jantungnya yang berpacu sangat cepat. Dia berharap ada balasan dari Yoona tetepi hal itu tidak terjadi, istrinya itu masih mematung menahan rona pipinya yang merah. Donghae geli melihat istrinya yang malu dan terlihat bodoh di depannya, itulah kebiasaan yoona.

Mereka saling menatap, tangan kanan donghae memegang kedua tangan yoona dan tangan kirinya membelai punggu Yoona.

“Yakk.. oppa. Irrona.” Bentak yoona.

Donghae hanya terkekeh melihat tingkah yoona yang mulai membuat alasan untuk menghindari rasa malunya. Dia sangat gemas melihat yoona yang seperti..

Cup cup cup..

Donghae mencium ringan bibir yoona tiga kali, di lanjut mencium kedua mata yoona, hidung dan terkahir keningnya. Setelah mencium wanitanya donghae tersenyum lebar, memperlihatkan mata teduhnya. Mata dan senyuman donghae membuat yoona terpesona, sangat nyaman di lihat olehnya.

“Saranghae Im Yoona.” Tepat di depan wajahku, donghae oppa membisikkan kalimat itu. Membuat ku merinding mendengar kalimat yang ingin slalu ku dengar darinya.

“Nado Oppa.” Balasku dengan senyuman.

Tangan kanan donghae memegang rahang yoona untuk mendekatkan wajah yoona. Donghae melumat bibir yoona dengan pelan, mereka memperdalam ciuman. Yoona melingkarkan tangannya di leher donghae, membalas ciuman donghae. Kecapan demi kecapan terdengar dari mulut mereka. Dengan jahil tangan donghae yang kiri awalnya di punggung yoona beralih ke payudara, meremasnya dengan pelan.

Merasakan remasan donghae, yoona mendesah menghentikan ciumannya. Melihat desahan yoona membuat donghae bernafsu untuk melucuti yoona dan memasukinya. donghae sedikit kesal ciumannya terlepas, dia membalikkan badannya sehingga yoona yang berada di bawahnya. Tanpa kompromi lagi donghae melumat bibir yoona dengan rakus, dan kinin tangannya mulai menyusup di balik baju yoona. Donghae meremas payudara yoona, memperdalam ciumannya menjelajahi mulut yoona. Ciumannya kini  menjalar ke leher, menyesap membuat jejak disana. Donghae mulai mencium leher kemudian turun menuju payudara yoona, mendengar desahan yoona yang seakan menginginkan lebih membuat donghae semakin bersemangat menjamah istrinya ini.

Satu persatu kancing baju yoona di buka oleh donghae, setelah terbuka memperlihatkan payudara yoona tidak begitu besar namun membuatnya ketagihan.

“Yoong ini lah yang sangat aku rindukan.” Dengan senyum cabulnya, langsung melahap payudara yoona tanpa ampun. Tangan yoona menekan kepala donghae untuk memperdalam hisapan donghae di payudaranya.

Mereka saling menikmatinya, asik menyesapi payudara yoona. Tangan yoona menjalar ke celana donghae, membuka resleting celananya. Merasakan kerasnya barang berharga donghae membuat yoona menciutkan nyalinya dan menarik resletingnya kembali seperti semula. Tiba-tiba tangan donghae oppa malah membukanya lagi  dan melepaskan celananya hanya menyisakan celana dalamnya.

Tangan donghae sekarang menyusuri paha yoona, membuka selangkang nya. Dan bersiap untuk memasuki vagina sang istri. Donghae membuka celana dalam yoona dengan mudah karena yoona memakai baju dress tidurnya. Dia merapa paha yoona, turun semakin turun sampai di alat kewanitaan yoona dan

Drrttt Drrttt Drrt..

Ponsel donghae berbunyi, membuat yoona mengalihkan pandangannya kearah sumber suara tersebut. Kemudian menatap donghae oppa lagi, tanpa diduga donghae tetap melanjutkan aktivitasnya lagi. “Tuhan ini lah yang aku inginkan, aku sangat bahagia hari ini.” Batin yoona.

Drrrttt Drrtttt Drrtt..

Suara ponsel nya berbunyi lagi,

“Ahhhh.. Jinja. Siapa yang mengganggu aktivitasku saat ini?.” Dengan kesal donghae memakai celananya dan mencium kening yoona sebentar.

Yoona pun memakai celana dalam nya lagi, merapikan rambutnya dan bangun dari ranjang tempat tidur. Melihat donghae yang sedang mengobrol di telepon, yoona berjalan menuju kamar mandi. “Mungkin koleganya. Hemm.. terlihat sangat serius oppa saat berbicara.”

 

^^^^

“Akhirnya selesai.” Yoona meregangkan otot-otonya setelah berkutat di dapur untuk menyiapkan makanan untuk donghae. Karena hari ini dia mengambil cuti libur selama seminggu, setelah mendengar donghae sudah menyelesaikan tugasnya di London.

“Aku sangat bahagia hari ini.” Kemudian berjalan menuju kamarnya untuk memanggil sang saumi tercinta.

Tanpa mengetuk pintu yoona langsung masuk kekamar, melihat sekeliling tidak ada orang.

“Apakah oppa sedang mandi?” yoona berjalan ke kamar mandi dan mengetuk pintunya.

“Oppa.. apakah kau sedang mandi?”

“Ndee Yoong. Wae?”

“Ohh.. anni. Cepat lah mandi, aku menunggu mu di ruang makan. Aku sudah menyiapkan sarapan untukmu.”

“Yeee.. aku akan cepat selesai. Tunggu lah sebentar Yobbo.”

Yoona tersenyum mendengar kata “Yobbo” dari mulut suaminya itu. “Aku suka dengan kata itu oppa.” Batinnya.

Yoona pun beranjak dari kamar mandi saat akan keluar tiba-tiba dia melihat dua lembar buku kecil di dalam tas kerja donghae yang terbuka. Dengan penasaran yoona berjalan ke arah tas itu, tidak masalah kalau yoona membuka tasnya. Karena aku adalah istri donghae oppa, aku tidak ragu mengambil buku kecil itu. Yoona membaca dengan seksama, betapan terkejutnya dia melihat buku kecil ini.

“Paspor donghae oppa dan Victoria Jung. Duguya..?” yoona pun membuka paspor itu, disela-sela lembar itu terselip tiket pesawat.

“Seoul-London, 14 Februari 2016 pukul 05.00. Apakah oppa akan pergi ke London lagi? Bukannya kemaren oppa bilang bahwa urusannya di London sudah selesai.” Gumam Yoona, entah mengapa yoona merasa sesak di dada melihat ini. Bukan karena Donghae pergi ke London lagi tapi paspor dan tiket wanita itu. Yoona sama sekali tidak mengenalnya, dia mengenal semua rekan bahkan sahabat-sahabat donghae.

“Donghae oppa menyembunyikan dari ku.” Dada yoona benar-benar merasa sesak, bahkan tidak bergairah untuk makan.

“Aku akan menanyakan nanti.” Yoona menutup paspor itu dan mengembalikan ke tempat asalnya.

“Oppa aku percaya padamu, aku mohon jangan membuat kepercayaan ku berkurang.” Yoona mendesah resah. Beranjak menuju ruang makan

 

^^^

Tidak ada suara yang keluar dari mulut keduanya, hanya ada suara sendok dan garpu yang saling bersenggolan, tidak biasanya mereka makan seperti ini. Biasanya ada candaan dan tawa mereka dimanapun mereka berada. Donghae selalu menjahili yoona saat makan, dan akan memberikan perhatian yang lebih padanya. Namun tidak dengan hari ini..

Yoona merasa sesak dadanya melihat donghae yang acuh tak acuh padanya, bahkan dia menikmati makannya tanpa melihat kearah ku. Selesai makan kubereskan piring-piring dan gelas kotor yang ada di meja makan.

“Bahkan dia tidak berterima kasih padaku.” Gumam yoona.

Selesai membersihkan meja makan, yoona berjalan menuju ruang tamu. Terlihat donghae oppa yang teus memainkan ponselnya, yoona duduk di sofa dekat donghae.

“Oppa tidak melihat kedatangan ku.” batin Yoona.

Yoona memencet tombol on di remote Tvnya, mencari chanel yang layak untuk di tonton. Dia menunggu penjelasan dari donghae tentang paspor dan tiket itu. Yoona berharap donghae berkata jujur padanya dan apapun yang di pikirannya selama ini tentang donghae mengkhianati kesetiannya itu salah.

Bebapa menit kemudian tidak ada kalimat yang keluar dari mulut Donghae, hal itu membuat yoona geram dan menahan amarahnya. Yoona sudah bisa menahan sesak didadanya, ingin sekali dia menangis sekarang.

“Baiklah aku akan bertanya padamu oppa. Jebbal jawablah dengan jujur.” Batinnya dengan manahan sesak didadanya.

“Oppa.. apakah kamu akan kembali ke London?” dengan suara datar. Yoona berusaha untuk tidak menahan amarahnya.

“Ahh… anni. Wae?” kini donghae menatap Yoona.

Tes Tes.. air mata yoona keluar sedikit, dengan segera dia menghapusnya. Hatinya benar-benar hancur sekarang. Yoona terdiam sejenak, mengumpulkan kekuataannya

“Ohh.. Baiklah.” Yoona bangkit dari duduknya dan akan berjalan menuju pintu apartemennya. Dia ingin keluar dari apatemennya untuk menenangkan pikirannya, dia sudah tidak tahan menahan sesak di dalam dadanya.

Tiba-tiba donghae menarik tangan yoona, kini mereka saling berhadapan.

“Yoongg.. Wae?” donghae menatap istrinya dengan heran.

“Gwenchana.” Yoona menghempaskan kedua tangan donghae di bahunya. Kemudian membalikan badannya dan mulai melangkah pergi. Donghae menarik tangan yoona lagi dengan sangat erat.

“Yak Yoong… Ada apa dengan mu?” bentaknya.

Yoona berusaha untuk menahan amarahnya, “Aku sudah bilang tidak ada apa-apa.” Dengan dingin menatap donghae.

Donghae terkejut melihat yoona yang sekarang, tatapannya begitu dingin. Ada apa dengannya? Bahkan saat makan dia tidak bersuara sama sekali.

“Yoong ada apa dengan mu, hmm? Kenapa kamuu sangat berbeda dengan yoona yang ku kenal dulu. Aku melihat mu terus melamun dari kemaren. Apa yang sedang kamu pikirkan?” dongahae dengan lirih dan medongakan wajah yoona untuk menatapnya dengan kedua tangannya.

Tidak ada suara apapun yang keluar dari mulut Yoona, bahkan kini ia mengalihkan pandangannya ke segala arah. Donghae terus berusaha mencegah yoona mengalihkan pandangannya untuk bisa menatap matanya. Donghae ingin tau ada apa dengan sikap yoona yang seperti ini.

“Aku sangat tersiksa melihat mu sepeti ini Yoong. Apa yang sedang kamu pikirkan.” Batinnya.

Yoona memberanikan diri untuk menatap donghae, melihat tatapan teduhnya membuat yoona meneteskan air mata. Yoona sudah bisa manahan rasa sakit di dadanya lagi,

“Oppa.. kenapa oppa berbohong padaku.” Tangisnya semakin keras.

Donghae terdiam melihat yoona yang menangis seperti ini, terlihat sangat tersakiti dan kecewa itu terpancar dari matanya. Donghae mengrutuku hatinya tidak tau mengapa yoona seperti ini membuat sesak didadanya. Dia tidak mau melihat yoona menangis seperti ini. Donghae pun memeluk yoona sangat erat, berasa dia tidak mau melepaskannya apapun yang terjadi. Dia tau yoona memukul dadanya berusaha untuk melepaskan pelukannya.

Donghae mencerna perkataan yoona tentang kebohongan apa yang di buatnya. Donghae mencoba untuk menenangkan yoona terlebih dahulu, karena tau yoona sedang marah padanya. Jika emosi yoona digabungkan dengan emosi donghae akan membuat kehancuran pada hubungan mereka. Donghae tau seperti apa jadinya jika mereka sama-sama tidak bisa menahan emosi.

Beberapa saat kemudian yoona terkulai lemas di pelukan donghae, setelah usahanya untuk menjauh dari donghae gagal. Donghae menggendong yoona kekamar mereka, menidurkan yoona di ranjang meletakanya sangat pelan, kerena melihat yoona menutup kedua matanya. “Kamu terlihat sangat lelah yoong.. Jebbal jangan seperti ini! Ini menyiksaku.”  Donghae duduk disamping yoona dengan terus menggenggam kedua tangan yoona. Memberikan remasakan kecil dan terus mengecup kening yoona.

 

Ku buka kedua mataku, ku dongakan kepaku kearah orang yang ada disamping ku. donghae oppa terus menggenggam tanganku, bahkan aku merasakan bibirnya yang terus mengecup keningku. “Ahhh..” kepalaku rasanya sakit. Melihat aku memegang kepala membuat donghae oppa manatapku dengan khawatir.

“Yoong.. Gwenchana.” Donghae menatapku dengan lembut. Donghae oppa memeluk ku dengan sangat erat.

Yoona mendorong badan donghae untuk melepaskan pelukannya, kemudian membelakangi donghae.

“Ndee.. gwenchana oppa. Aku hanya ingin istirahat.”

“Yoong.. ada apa dengan mu hemm.?” Donghae mencoba untuk membalikkan badan yoona untuk menghadap padanya.

 

Akhirnya mereka saling berhadapan, karena yoona pasrah dengan kondisi tubuhnya  lemah di bandingkan dengan tubuh donghae yang kekar. Donghae mendongakan dagu yoona untuk menatap istri yang dicintainya. Donghae terus menatap mata yoona yang terlihat sayu dan pucat.

Melihat kedua bola mata donghae yang menatapnya, dengan tatapan teduh menyalurkan ketulusan dan kasih sayang membuat yoona merinding. Bahkan kini yoona mulai menetaskan air matanya.

“Oppaa..” air mata yoona berjatuhan di telapak donghae.

 

Donghae heran kenapa yoona menangis seperti ini, dengan cepat donghae menghapus air mata di pipi yoona. Donghae sangat membenci air mata yoona, karena selama hidupnya ia tidak mau yoona tersakiti olehnya atau pun merasa tidak bahagia disampingnya. Entah apa yang terjadi, Donghae ikut meneteskan air mata meski mereka terus saling menatap.

 

“Yoong.. Kenapa kamu seperti ini? Jangan menangis seperti ini. Ini sangat menyiksaku Yoong. Apakah aku membuat kesalahan padamu?” donghae mencoba untuk menahan tangisnya. Dada nya terasa sesak melihat istri yang sangat dicintainya terkulai lemas seperti ini bahkan terlihat sangat buruk.

Yoona mencoba untuk mengumpulkan keberanian bertanya tentang buku itu, tentang wanita itu. Yoona sudah tidak perduli apa yang akan terjadi, apakah itu akan menyakitinya atau tidak. Yoona melepaskan kedua tangan donghae yang berada dipipinya kemudian kedua tangannya menangkup kedua pipi donghae dan menatapnya dengan intens.

“Jangan berbohong padaku oppa?” Yoona mencoba menahan amarah dan egonya.

Donghae terkejut dengan pertanyaan yoona, kemudian memeluknya dengan sangat erat.

“Mwoyaa.. hmmmm?” Donghae membelai rambut yoona.

“Jebbal oppa jangan berbohong padaku..” kataku dengan memukul dada bidangnya dan tangisku tak bisa dibendung lagi.

“Yoong aku tidak pernah berbohong padamu. Oppa tidak tau dengan maksud mu yoong. Jebbal Yoong jangan menangis, melihat mu seperti ini menyiksaku.” Donghae oppa mendongakan kepalau untuk berhadapan dengannya.

 

Mata kita saling menatap lagi dan lagi, air mata yoona tidak berhenti-hentinya meneteskan.

 

“Saranghae Yoong” Tepat didepan bibir Yoona. Donghae menyatukan keningnya dengan yoona. “Katakan apa yang membuat mu seperti ini, hemmm”.

 

 

Kulihat kesungguhan dan ketulusan yang terpancar dari kedua bola matanya. Saat dia mengatakan “Saranghae Yoong” aku melihat semua, rasa tulus, kesungguhan dan cintanya padaku. Tapi entah apa dengan ku yang masih ragu akan semuanya, egoku tidak bisa berkompromi dengan hati nuraniku.

 

“Oppa akan pergi ke London lagi kan.” Aku dengan dingin dan menatapnya. Terlihat donghae oppa terkejut dengan pertanyaan ku, terasa sesak didada.

 

Donghae memajukan wajahnya, “Ndee.” Kemudian mencium bibir yoona dengan sangat lembut, ciuman itu semakin dalam. Yoona tidak membalas ciuman donghae, membuat donghae geram dan menggit bawah bibir yoona. Usaha nya gagal untuk mendapatkan balasan ciuman yoona, karena yang dilihatnya sekarang adalah yoona terdiam bahkan kedua tangannya tidak memeluk pinggangnya sama sekali.

 

Melihat Yoona yang seperti ini, donghae tau kalau yoona menginginkan penjelasan yang lebih. “Hemmm.. pasti kau sudah tau paspor dan tiket itu yoong.” Batinnya,

 

“Katakan Oppa”, Yoona menatap donghae dengan tatapan tajam

 

“Yoong..” Donghae dengan lembut menangkup rahang yoona.

Yoona membulatkan kedua matanya, tidak percaya dengan sikap Donghae yang seperti ini. Bahkan donghae dari tadi bersikap lembut padanya, tidak ada kesan marah sedikit pun. Yoona menelan silvanya, karena kini yang terlihat kasar dan tidak sopan adalah dirinya sendiri.

 

“Yoong apakah kau tidak percaya dengan suamimu ini?” donghae terus menatap yoona, meniyiratkan bahwa dia protes kenapa istrinya tidak mempercayai dirinya.

 

Yoona mengelengkan kepalanya kemudian menunduk, menangis sejadi-jadinya. Yoona memukul dadanya untuk menahan rasa sakit dilubuk hatinya.

 

“Lihat aku Yoong..” sambil menarik dagu yoona, namun yoona terus mengalihkan pandangannya kearah yang lain. Donghae menggeram melihat yoona seperti ini, dia terlihat mengacuhkannya. Seharusnya yoona tau kalau donghae sangat mencintainya, bahkan sudah menjalin hubungan lebih dari 8 tahun menjalani semua permasalahan yang ada dan mampu mengatasinya.

 

Donghae melepaskan tangannya dari kepala yoona, dan berbalik berjalan kearah pintu kamar menahan amarahnya. Dia tidak mau menyakiti yoona sedikit pun, kini donghae benar-benar kecewa dengan sikap yoona dan dada nya terasa sesak. Dia berjalan dengan memukul dadanya, tiba-tiba lengannya di tarik oleh tangan yoona.

“Oppa..” panggilnya dengan suara parau. “Saranghae oppa, saranghae donghae oppa.”

 

Donghae terdiam dan belum berbalik kearah Yoona, ia ingin mendengar semua semua perkataan yang keluar dari mulut istri tercintanya ini.

 

“Mianhe oppa.. harusnya aku bertanya langsung padamu. Bukannya aku tidak percaya padamu, aku hanya butuh penjelasanmu tentang perempuan itu oppa. Dan mengapa kau membawa paspor dan ditiket nya oppa. Hati ku sakit melihat itu oppa, aku…. mmmm” donghae membungkam bibir yoona dengan bibirnya. Tangannya meraih badan yoona mendekatkan dada mereka, memperdalam ciuman. Donghae mendorong badan yoona, menggiringnya ke ranjang dengan ciuman mereka yang saling bertautan. Kini donghae berada diatas yoona, membuka satu persatu kancingnya tanpa melepaskan ciuman bahkan yoona tidak melawan sekali.

 

“Aku menginginkan mu yoong..” donghae dengan suara sensual.

Yoona menatap donghae dengan tersenyum dan menyambar bibir donghae dengan rakus. Yoona juga menginginkan donghae, dia sangat merindukan belaian darinya. Melihat yoona yang menciumnya membuat donghae bersemangat membuka baju yang dipakai yoona, membuangnya sembarangan.

 

Mereka saling menginginkan dan melanjutkan keaktivitas intimnya tanpa orang lain yang tau. ^^

-To be continued-

 

 

 

Hay.. J

Aku kembali kawan J

Sampai disini dulu yah..

Yang sabar guys menunggu donghae menghamili yoona J

10 thoughts on “My Husband (Chapter 2)

  1. Wahh…untung aja mereka bisa mengatasi masalah mereka
    Tapi kok perasaan ku masih ada masalah besar yg nunggu mereka ya
    Mudah”an aja perasaan ku salah
    Next thor…Keep writing
    Fighting

  2. kayaknya masalah nya belum berakhir deh.
    q curiga sama victoria. walaupun belum ada keterangan ttg victoria…. moga aja gk terjadi apa apa sama YoonHae.
    ayo dong thor, bikin Yoona hamil, biar YoonHae makin bahagia. next nya ditunggu ya…..

  3. Ga salah sih yoona eonni curiga, orang ada passport cewe lain di tas donghae oppa, tapi harusnya juga yoona eonni konfirmasi dulu sebelum nuduh gitu, jadi salah faham kan, next eonni

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s