My Husband (Chapter 1)

MyHusband1

MY HUSBAND

Part 1

 

Main Cast       : Im Yoona dan Lee Donghae

Other Cast      : Sooyoung, Yuri, Taayeon

Author            : Ratih Pramtami

Genre              : Komedi, Family,

Rating             : Pg-15

 

Anyyeong…

Aku kembali lagi dengan ff yang lain. Aku berharap kalian menyukainya J ff ini aku buat murni dari hasil pemikiranku sendiri. Jangan lupa tinggalkan jejak manis kalian guyss..

Disclaimer :

Fanfic ini murni miliki ku, hasil buah pemikiranku yang aku tuangkan ke cebuah cerita dengan imajinasi yang mungkin terlalu tinggi. Aku hanya suka membuat cerita yang manis-manis saja. Untuk itu mohon di maklumi yah..

 

Warning Typo bertebaran !!!

Happy Reading

-o0o-

Namaku Im Yoona banyak orang memanggilku Yoong, aku mempunyai suami yang sangat mencintai, menghargai, menyayangi ku sepenuh hatinya. Dia adalah CEO LEE MJ yang tegas, ramah, dan mempunyai mata teguh yang indah. Suamiku bernama Lee Donghae, dialah lalaki yang sudah menemani ku selama 8 tahun. Aku sudah menikah dengannya selama 5 tahun, aku belum dikaruniani seorang anak. Meskipun begitu Donghae selalu setia menemaniku, tidak pernah mengeluh bahkan dia slalu menguatkanku untuk tetap sabar. Hubungan kami bahkan tidak ada permasalahan sema sekali selama ini, kami selalu menjaga komunikasi meski kita sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Aku, Im Yoona adalah CEO IM Coperation yang ramah, cerdas, sensitif dan tegas itulah pendapat orang banyak tentangku. Aku memiliki banyak cinta dari suamiku, sahabat, omma Donghae oppa, dan Leeteuk Oppa (Kakak kandungku). Sahabat ku bernama Yuri, Sooyoung dan Taeyeon. Kami sering pergi bersama karena mereka bekerja di tempat perusahaan ku, meski pangkat kami berbeda tapi aku tidak pernah mempermasalahkan hal itu. Aku sangat menyayangi mereka, kami bersahabat sejak SMP. Sooyoung dia seorang perempuan yang memiliki badan sempurna seperti model Amerika, cerdas, humoris dan cerewet. Yuri dia lah orang yang paling sexy diantara kami bahkan tersexy di perusahaanku. Yuri dia orang yang tegas seperti ku dan memiliki sifat keibuan berbeda dengan kita bertiga. Taeyeon dia seorang gila kerja, tegas, dan mudah bergaul. Dia orang tertua dari kita, taeyeon sering marah jika pekerjaannya tidak sesuai keinginannya dan parahnya lagi dia yang berbuat kesalahan kita yang lain juga kena amukannya. Seperti kejadian pagi ini….

“Ottokoe… Yak yoona kenapa kamu tadi mengajak ku berbicara saat mengerjakan laporan keuangan?.” Katanya dengan ketus dan menyiratkan bahwa dia sedang frustasi.

“Mwo? Aku? Aku tidak melakukan apa-apa eonni, salah mu sendiri merespon curhatanku kemaren. Bahkan eonni juga tidak sepenuhnya mendengarkan ku?” balasku dengan tidak kalah ketus. “Dan disini aku bosnya kenapa eonni membentak ku?”. imbuhnya.

“Oh Tuhan… apa salahku.” Batinku.

“ Sudahlah eonni, kita akan membantu mu menyelesaikan laporan itu. Eonni liat sendiri kan bahkan pimpinan kita tidak memarahi mu. Liat saja pimpinan kita santai menanggapi laporan yang hanya salah sedikit saja.” Kata Yuri dengan senyum jahilnya bahkan dia dan sooyoung tidak bisa menahan tawanya melihat Yoona dan Taeyeon bertengkar.

Sesaaat kemudian Taeyeon terdiam dan entah apa yang dipikirkannya saat ini. Tiba-tiba Taeyeon eonni berkata dengan lembut kearah ku.

“Benar juga yah… Yoonaya kamu tidak marah dengan perkataan ku tadikan?” katanya dengan senyum dan mencoba merayu ku.

“Molla, harusnya eonni tadi tidak membentak ku. sudahlah aku mau pulang sekarang daripada mendengar ocehan eonni yang slalu menyalahkanku.” Aku beranjak dari tempat duduk dan berbalik berjalan menuju parkiran, aku akan memulai aktingku setelah tadi mendapat kedipan mata dari Sooyoung eonni. Tiba-tiba tanganku ditarik oleh taayeon eonni.

“Yoona Sangjanim, aku Taeyeon meminta maaf dengan sepenuh hati. Aku menyesali perbuatanku tadi yang mungkin.. ah tidak tidak maksudku menyinggung perasaan Yoona sangjanim.” Kata taeyeon eonni dengan lirih dan penuh kelembutan.

Aku belum membalikan badanku, ku dengarkan perkataan taeyeon eonni kata demi kata. Aku masih melanjutkan aktingku yang tidak kalah dengan aktri-aktris di Seoul. Aku hanya ingin melihat reaksi eonni yang terkadang membingungkan ku, Yuri dan Sooyoung. Belum sempat aku menjawab taeyeon onni merayu ku lagi..

“Jebbal yoonassi.. mianhae jeongmal. Eonni benar-benar menyesal, harusnya kau paham dengan sifat eonni yang seperti ini. Bahkan kita slalu bersama kemanapun selama lebih dari 8 tahun yoonassi. Aku juga yang menjodohkan mu dengan suamimu itu, apakah kamu tidak membayangkan atau mengingat perjuangan ku selama ini sebagai sahabat mu.”

“Jadi selama ini eonni tidak ikhlas menjadi sahabatku. Arraseo, aku sangat sangat berterima kasih atas semua perlakuan dan kontribusi yang baik dalam hubunganku dengan Donghae oppa. Dan terima kasih sudah menjadi sahabat ku dalam jangka waktu yang lama. Gumawo Taeyeon eonni” Kata yoona dengan dingin. Dan sebenarnya yoona hanya berpura-pura dingin pada taeyeon. Yuri dan Sooyoung yang melihat kejadian mereka hanya menahan tawa dan tetap berakting layaknya sebagai pihak yang membawa perdamaian.

“Yoonassi dan Taeyeon eonni berhentilah bertengkar. Aku tau kalian semua salah, tidak seharusnya eonni tidak berkata kasar seperti tadi. Dan posisi kita masih di kantor, kalau nanti di dengar orang lain bagaimana? Mungkin semua orang berpikir bahwa Yoona pilih kasih. Tapi benar pilih kasih sih…” Kata Sooyoung dengan tidak yakin. Sooyoun hanya menambah suasana tambah panas.

“Yak Sooyoungssi.. kamu bukannya memberi solusi malah menambah keruh masalah. Sudah lah Yoona maafkan eonni untuk kali ini saja, mungkin eonni benar-benar tidak bermaksud kasar padamu. Bahkan eonni menyesal, liat saja wajahnya yang pucat dan menyesal.” Kata Yuri.

Dengan ragua Aku pun berbalik menatap Taeyeon eonni yang menunduk sambil menangis. Aku benar-benar tidak tega melihatnya, kusadahi sandiwara ini. Aku pun memeluknya “Eonni, aku sudah memaafkanmu. Dan sebenarnya aku tidak marah padamu, aku juga tau eonni tidak bersungguh-sungguh membentakku seperti itu.”

“Mianahe jeongmal yoonassi. Aku benar-benar menyesal.” Kata Taeyeon.

“Yah.. tidak seru dong. Kenapa ending nya seperti ini, harusnya dramanya agak dipanjangin dikit? Yak Yoonassi harusnya biar sampai klimaks dulu, biarkan taeyeon eonni menangis terisak-isak dan aku ingin melihatnya. Sandiwara kita gagal..” kata Sooyoung dengan terkekeh.

Yuri menjintak kepala Sooyoung, “Yak Sooyoungssi pabboya, harusnya kita senang mereka tidak bertengkar lagi.”

“Ahh appo..” sambil mengelus-elus kepalanya. “Eonni berhentilah akting didepan taeyeon eonni. Berhentilah berlagak jadi pahlawan dalam petengkaran ini. Eonni juga yang membuat skenario ini.” Sooyoung dengan suara cemprengnya dan masih memegang kepalanya.

Yoona hanya terdiam dan kita bertiga serentak tertawa membuat Taeyeon eonni melepaskan pelukanku. Dia masih tidak tau apa yang dimaksud Yoona, Yuri dan Sooyoung. Eonni masih bingung dan menatap kita, terlihat seperti orang bodoh. Dan membuat kita tertawa lagi dan lagi.

“Jadi kalian…” Taeyoon melotot kearah yoona, yuri dan sooyoung.

Aku, Yuri dan Sooyoung pun serentak terdiam tidak berani tertawa melihat taeyeon eonni terlihat sangat marah. Kami bertiga pun tertunduk, tidak berani melihat eonni.

“Yak Im Yoona, Yurissi, Sooyoungssi…” Teriak Taeyeon dengan tatapan tajamnya.

“Ini semua gara-garamu sooyoung eonni, tamatlah riwayat kita.” Bisik Yoona.

“Mwo? Aku, tidak melakukan apa-apa. Ini semua ide Yuri eonni.” Bisik sooyoung bersamaan mereka berdua menatap Yuri.

“Yak.. kalian jangan bercanda. Kalian yang memulai duluan, aku hanya mengikuti skenario kalian. Berhenti lah memojokkanku.” Kata yuri dengan menjitak kepala kedua dongsaeng nya itu.

Melihat mereka berbisik-bisik dan memperdebatkan kesalahan apa yang mereka lakukan, itu terlihat sangat lucu. Melihat tingkah laku dongsaengnya membuat Taeyeon tidak bisa menahan tawanya.

 

Yoona, Yuri dan Sooyoung masih berdebat dengan argumennya masing-masing. Tiba-tiba saja ada suara orang tertawa terbahak-bahak, kami bertiga pun mendongakkan kepala dan ternyata orang yang tertawa adalah taeyeon eonni. Yoona, Yuri dan Sooyoung hanya saling menatap heran. Kami bertiga pun serentak berkata, “Yak.. Taeyeon eooni.” Kami berteriak, malah membuat eonni terkekeh.

“Kenapa kalian berbisik-bisik seperti tadi eoh. Sudahlah ini sudah larut malam, kajja kita pulang.”

Setelah kejadian, kami berempat berjalan menuju parkiran, entah dimana pun kita berada kita tidak pernah berhenti untuk berbicara dan tidak malu dilihat orang banyak. Kami pun berpisah menuju mobil kita sendiri-sendiri.

Ku nyalakan mobilku, diperjalanan aku fokus melajukan mobil dengan ditemani alunan musik yang membuatku nyaman. Entah mengapa aku tiba-tiba merindukan Donghae oppa, sudah dua hari ini aku tidak bertemu dengannya. Meski kita saling menelpon tapi rasanya aku benar-benar merindukannya. Tanpa terasa aku sudah sampai di parkiran apartemen, ku tekan tombol lift . Apartemen ku terletak di lantai lima, apartemen ini terasa sangat sepi dan membuat ku merinding. Sebenarnya sudah terbiasa aku pulang larut malam, dan aku tau yang berada di lantai lima hanya ada 2 apartemen. Karena donghae oppa membeli apartemen elit itu dan memilihnya untuk kita tinggali.

Entah mengapa jantungku berdetak sangat kencang, aku pun berdoa dalam hati. “Cepat lah cepat, lift aku mohon segera lah bergerak keatas. Ijinkan aku pulang dengan selamat…” batinku.

Ting…

Lift berbunyi aku pun segar keluar dari lift dan menekan tombol pintu apartemenku. Sampainya di apartemen ku nyalakan lampu ruang tamu, aku masih terengah-engah karena berlari tadi. Jantungku masih berdetak dengan sangat kencang, aku mencoba menenangkan jantungku. “Gwenchana Im Yoona.” Yoona dengan terengah-engah menghirup udara sebanya-banyaknya.

Greppp..

Tiba-tiba seseorang memelukku dari belakang dengan erat. Yoona membulatkan mata, membuat jantungnya berdetak kencang lagi dan membuatnya lemas dan berteriak.

“Ah…..” teriaknya. Dan secara reflek Yoona menyikut perut orang itu dan mengambil batal. Yoona memukul orang itu dengan bantal dengan membabi buta tanpa ampun. Orang itu pun berteriak juga dan merintik kesakitan.

“Yak Im yoona. Hentikan…” katanya

Yoona terdiam, kemudian menutup mulutnya yang terbuka sangat lebar karena terkejut. Yoona sangat mengenal suara itu, dan ternyata benar orang yang dipukulinya adalah sang suami Lee Donghae. Yoona terkekeh melihat donghae merintih kesakitan,

“Oppa.. kenapa mengejutkanku? Aku benar-benar takut saat menuju apartement karena ada hal-hal aneh. Ditambah ada seseorang yang memelukku tanpa permisi terlebih dulu, harusnya oppa menyambutku bukannya mengagetkan ku.” Yoona terus mengoceh dihadapan donghae dan mengecrutkan bibirnya yang tipis.

Donghae menarik tangan yoona, memeluk istri yang dirindukannya. Donghae memeluknya dengan erat, “Mianhae Yobbo.” Dua kata keluar dari mulut donghae dan mengecup kening Yoona sangat lama.

^^^

Setelah kejadian tadi aku menyiapkan makanan untuk Donghae oppa. Karena dia merengek untuk dibuatkan soup sumput laut dengan daging  sapi panggang, meski rasa capek menyelimuti tubuhku.

“Oppa makanannya sudah siap.” Teriak ku.

“Ndee arraseo. Tunggu sebentar yoong.”

“Keburu dingin soup nya Oppa.” Balas ku dengan sinis. Aku pun menunggunya beberapa menit, namun Donghae oppa tidak muncul juga.

Apa yang dilakukannya didalam kamar? Dia hanya pamit untuk berganti pakaian, tapi ini lebih dari 20 menit dia didalam kamar. Yoona terus mengumpat didalam hati. Yoona sudah tidak sabar menunggunya, Oppa membuat ku jengkel. Ku berjalan menuju kamar tanpa mengetuk pintu langsung masuk ke dalam kamar.

Yoona terjekut apa yang dilihatnya sekarang, membulatkan kedua matanya dan menutup mulutnya yang terbuka dengan lebar. Yoona menelan silvanya dengan sangat lambat, betapa terkejutnya dia melihat Donghae dari bawah sampai atas. Oppa hanya memakai handuk untuk menutup bagaian pinggang sampai dengkul kakinya. Dan bagian atasnya tanpa memakai apapun, aku terkejut melihat dadanya yang sexy. Aku terpesesona dengan dada bidangnya yang sexy, ada lekukan-lekukan dalam dadanya sampai perut. Betapa bodohnya aku yang terus memandanginya dengan tatapan yang kagum dan terlihat seperti orang yang bodoh.

Meski kita  menikah sudah lama dan sering melakukan hubungan yang intim (seks) seperti layaknya pasangn suami istri yang lain, aku belum pernah badan Oppa yang sexy seperti ini. Sejujurnya aku dan donghae jarang bertemu selama 1 tahun terkhir ini, karena kesibukan masing-masing. Dan otomatis aku dan donghae sudah lama tidak melakukan hubungan seks seperti itu, bahkan aku sudah lama tidak melihatnya telanjang dada seperti ini. Mungkin Oppa di London sering melakukan olahraga atau ngegym atau dia punya pelatih sendiri untuk membut badannya menjadi sispax.

Pemikiran-pemikiran seperti itu keluar dari otakku, aku masih melamunkan tentang hubungan ku dengan donghae oppa yang terkesan membosankan. Ada sesuatu hal yang mengganjal di benakku, kenapa oppa jarang pulang bahkan sering tinggal di London. Aku sering memikirkan hal itu, pemikiran jelek pun sering muncul di benak dan otakku. Aku terus mematahkannya karena aku sangat percaya dengan Donghae oppa, permasalahan itu pun dulu sering dibahas oleh ku dengannya.

Mungkin banyak istri yang senang melihat suaminya yang memiliki badan sixpact dan memiliki banyak uang, tetapi tidak untuk ku. Aku tidak suka melihat Donghae oppa yang sekarang, dia begitu berbeda.

 

Donghae POV

Aku  terkejut dengan kedatangan Yoona dikamar. Aku terus manatap istriku yang terkesan terpesona dengan apa yang dilihatnya dalam diriku, melihat yoona seperti itu membuat ku tersenyum. Aku menahan tawa melihat yoona yang terus menatapku dengan tatapan bodohnya, inilah yang membuatku sangat mencintainya. Namun tiba-tiba kulihat tatapan yoona menciut terkesan dia sangat sedih. Kulihat tatapannya kosong,  dia masih sibuk dengan lamunannya dan tersirat sedang memikirkan sesuatu hal. Aku terus menatap matanya yang juga menatapku, seperti raganya disini namun jiwa dan pikirannya tidak disini. Aku belum berniat memakai pakian, ku langkahkan kakiku ke arah Yoona. Ku peluk dia dengan sangat erat namun tidak ada balasan apapun dari Yoona. Apa yang sedang dia pikirkan sekarang?

^^^

Lamunan ku buyar setelah merasakan donghae oppa yang mulai mencium bahuku sampai keleher dan membuat ku geli. Ku coba mendorong Donghae oppa, namun usaha gagal. Pelukan oppa sangat erat, ditambah dengan lengannya yang kekar. Entah apa yang kurasakan saat ini, ada keraguan dalam hatiku. Aku merasa kesal dan marah dengannya, ada rasa rindu yang mendalam juga pada lubuk hatiku. Kepala ku rasa sakit saat memikirkan hal itu, sesak di dalam dada dan berat rasanya untuk memikulnya.

“Yoong gwenchana?” kata Donghae yang terus membelai punggung istrinya dengan lembut. Tidak ada suara yang keluar dari mulut Yoona. “Yoong….” sedikit geram dengan tingkah yoona sekarang. “Nyonya Lee Yoona, apakah kau mendengar panggilan dari suamimu.” Imbuhnya. Aneh nya tidak ada jawaban lagi dari Yoona. Donghae benar-benar kesal melihat tingkah laku Yoona, dengan sedikit keras donghae melepaskan pelukan dan menatap Yoona dengan tajam.

Yoona terkeut dengan dorongan kecil dari Donghae, dia menatap sang suami dengan tatapan yang tidak dimengerti olehnya. Donghae menatapnya dengan sangat tajam dan sampai menusuk relung hati yoona.

“Kenapa oppa menatapku dengan tatapan yang mematikan seperti itu? Apa yang salah denga ku? apakah oppa benar-benar sudah bosan dengan ku? kenapa dia seperti?” pertanyaan-pertanyaan itu muncul pada benak Yoona, dada nya terasa sesak dan tidak bisa menahan air matanya. Air mata Yoona keluar setetes demi setetes, saat akan menghapus air matanya. Tiba-tiba di tahan oleh Donghae, mata mereka saling bertatapan. Yoona mencoba mengalihkan arah pandangannya ke arah yang lain, namun tangan donghae oppa menuntut rahang yoona untuk berhadapan pada wajahnya. Donghae mengahapus air mata yoona dengan kedua tangannya, yoona merasa tersentuh.

Cupp

Donghae mendaratkan kecupan kecil di bibir Yoona, masih dengan kedua tangannya berada di rahang Yoona. Dengan kilat Donghae melumat bibir yoona dengan lembut dan tanpa ada nafsu maupun memaksa. Yoona menutup matanya, bibir donghae masih bermain-main di bibir Yoona. Dia melumatnya dan melumatnya mencoba untuk menerobos mulut yoona. Mereka saling menikmati ciuman dan memperdalam ciuman itu.

Tanpa ada paksaan, nafsu maupun kerakusan mereka dalam hal berciuman. Membuat ciuman mereka terasa manis dan lembut, ciuman itu menyalurkan kerinduan mereka masing-masing. Dan terlihat betapa mereka saling mencintai dan memahami satu sama lain.

“Donghae Oppa.”

“You Are My Husband” batin Yoona.

 

-To be continued-

 

Thank you so much guys..

Yang udah nyempetin baca FF milik ku…

Makasih makasih makasih

10 thoughts on “My Husband (Chapter 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s