From Another Side

cover

Judul : From Another Side

Author : Dodofan

Rating : 15+

Length : 3184 words

Genre : Fiksi, Real-life(sedikit), misteri.

Main Casts :

  • Yoona GG as Im Yoona
  • Sehun EXO as Sehun EXO

Support Casts : Find by your self

Discalaimer : Terinspirasi dari beberapa drama korea, cast punya orang tuanya, agency dan Tuhan YME.

Mobil pemadam kebakaran disusul beberapa saat ambulans yang juga datang tanpa membunyikan sirine, lalu  terparkir di sebuah gedung yang cukup besar diantara perumahan-perumahan disekitarnya, petugas ambulans keluar dan meyeret ranjang dengan terburu-buru, tak lama mereka membawa tubuh yang ditutupi kain putih dengan beberapa noda darah yang sudah terserap pada kain. Di belakang mereka beberapa pemuda berlarian, mereka berusaha agar masuk kedalam ambulan, dua orang pria yang terlihat lebih dewasa menahan mereka. Mereka menahan tangisnya dan teriakannya, karena mereka adalah EXO, idol yang sedang sangat populer di Korea Selatan, jika mereka menimbulkan kegaduhan maka orang-orang akan berkumpul.

Dalam ambulans, tubuh yang tadinya  tertutupi kain seluruhnya kini memperlihatkan wajah pemilik tubuh itu, wajahnya sangat pucat dengan luka di kepala yang sangat parah. Para medis melakukan tugasnya, dan terus mengecek denyut jantungnya agar ia dapat bertahan. Wajah dan tubuh yang terbaring itu adalah milik Oh Sehun, salah satu member EXO. Jika keadaannya diketahui orang banyak maka kekacauan pasti akan terjadi, berbagai spekulasi bermunculan.

Tiga puluh menit sebelum kejadian…

“Aku pulang!” Ucap Chanyeol yang baru saja tiba dengan ngos-ngosan.

“Yeol-ah. Kenapa kau terlihat sangat capek.” Ucap Suho sedang menoton tv.

“Itu karena arsama kita di lantai 6, lantai teratas. Dan..”

“Chayeolie, apa kau pulang tanpa membawa apapun?” Ucap Sehun tanpa melirik sedikitpun, dia hanya terfokus pada games yang ia mainkan bersama Jongin.

“Siapa yang kau panggil, huh? Aku ini hyungmu!”

“Ya~ berhenti meributkan hal kecil, aku akan ke toserba dan membelikan kalian makanan.” Ucap Minseok yang sudah bersiap dengan topi dan jaketnya.

Sehun mempause gamesnya “Hyung, kau membuatku seperti orang jahat. Biarkan aku membelinya. Akukan dongsaeng yang baik.” Setelah mengatakan itu Sehun bangkit dan memakai jaket dan topinya.

“Sehunie, kau harusnya menyelesaikan permainannya terlebih dahulu.”

“Tunda sajalah, tapi kau tak boleh curang, ingat itu kamjong.”

“Aku mengerti, cepatlah aku tak mau menunggu terlalu lama. Karena kita harus berlatih 2 jam lagi.”

Sehun menyetujuinya dengan membentuk bulat antara ibu jarinya dan telunjuknya.

“Sehunie, sebaiknya kau tak memakai lift, aku terjebak 5 menit di sana. Dan akhirnya aku harus berjalan menaiki tangga dari lantai ke-3. Aku serius..” Ucap Chanyeol yang dibalas anggukan kepala dari Sehun tapi dengan ekspresinya jelas mengejek, Chanyeol bersiap melempar remote yang sedang ia genggam, tapi Sehun sudah menghilang dari balik pintu.

Sehun menanti pintu lift terbuka, tapi ia mengingat ucapan Chanyeol dan berjalan ke arah tangga darurat, tapi setelah membuka pintunya sedikit dia melihat perempuan dengan topi dan berpakaian hitam-hitam yang berjalan mencurigakan, akhirnya Sehun membatalkan niatnya melewati tangga darurat, dan segera berlari begitu terdengar pintu lift terbuka.

Tak berapa lama berselang terdengar dentuman nyaring dari lantai bawah, dentuman itu berasal dari lift. Para staf yang berada di lantai dasar berlarian panik dan melihat apa yang terjadi, darah menggenang di sekitar pintu lift yang masih tertutup. Salah satu manajer EXO menelepon pemadam kebakaran dan ambulans, dan dialah yang menyuruh mereka untuk tak menyalakan sirine ketika menuju tempat mereka berada.

Tak berapa lama pemadam kebakaran tiba. Pintu lift berhasil dibuka, para staf shock karena keadaan lift sudah rusak tak berbentuk dengan darah segar di sekitarnya, pemadam kebakaran berusaha mengeluarkan tubuh yang terjebak di dalamnya, manajer kembali mengeluarkan ponselnya dan menelepon.

“Anyeonghaseo, manajernim~”

“Baekhyunie~ Sehun-ah, dia terjatuh bersama lift saat dia ada di dalamnya.”

Baekhyun yang sedang bersiap memasukan sedok berisi sereal malamnya, seketika menjatuhkan sendok yang sedari tadi ia pegang. Member lain melihat Baekhyun dengan ekspresi serius.

“Sehun, dia terjatuh bersama lift saat dia ada di dalamnya.”

***

Semua member berkumpul di depan ruang perawatan intensif kecuali Kyungsoo dan Yixing yang masih belum datang karena jadwal mereka yang sibuk. Member yang tersisa hanya menunduk dan menatap kosong.

Manajer Shim mendekati mereka “Semuanya, percayalah Sehun akan baik-baik saja.”

“Manajer-nim, dia sudah terbaring seharian di sana. Apa–” ucap Suho menatap kosong kedepan.

“Dia baru saja menjalani opersasinya, wajar saja dia belum bangun.”

Tak ada yang membalas ucapan Manajer Shim, suasana benar-benar sunyi, sampai suara derap sepatu yang berlari mendekati mereka. Pemilik derap sepatu itu adalah Kyungsoo, pemuda bertubuh lebih kecil dengan kaca mata bulat membingkai mata bulatnya, terlihat jelas dia sangat lelah meski ia berusaha menutupinya.

“Apa Sehun baik-baik saja?” Tanyanya.

Beberapa diantara mereka menatap Kyungsoo sekilas lalu menunduk kembali, ekpresi sudah menjelaskan keadaan Sehun sekarang.

***

Di sisi lain seorang gadis masih terlelap dalam tidurnya, wajahnya tak begitu putih maupun gelap, tubuhnya tinggi dan kurus, rambutnya hitam tergerai berantakan, meski begitu wajahnya begitu polos dan cantik terbalik dengan kamarnya yang begitu sempit, kumal dan berantakan dengan di salah satu sisi dingdingnya terpasang poster yang di dalamnya terdapat 12 pria-pria tampan dan satu poster berukuran besar dengan wajah Sehun didalamnya, tentu saja ke-12 pria dalam poster itu adalah EXO saat berformasi lengkap. Gadis ini bernama Yoona, Im Yoona. Seorang gadis yatim, berkat kerja kerasnya dia dapat melanjutkan pendidikannya hingga berstatus mahasiswa.

Yoona perlahan-lahan membuka matanya, dan memiringkan kepalanya ke sisi kanannya tapi dia tersenyum karena Sehun berada di sampingnya. Tentu saja gadis itu menganggap itu adalah bagian dari mimpinya, dia membelai wajah Sehun dengan senyuman.

“Kurasa cukup mimpiku kali ini, aku harus bangun.” Batinnya lalu menutup kembali matanya dan membuka matanya kemudian.

Dia masih mendapati Sehun terbaring di sampingnya. Yoona menampar pipinya sendiri, berharap agar ia segera terbangun dalam mimpinya. Tapi salah, ia tak bermimpi. Ia meringis kesakitan dan mengusap pipinya yang sudah memerah karena tamparannya sendiri.

“YA! KAU! SIAPA KAU?” Teriak Yoona sembari bangkit berdiri.

Sehun membuka matanya perlahan, lalu bangkit menjauh. “Siapa kau? SESAENG?” usai mengucapkan itu Sehun berlari dan meraih gagang pintu, tapi tak bisa.

Yoona menatap kejadian itu dengan jelas, jari-jari Sehun menembus begitu. Sementara Sehun belum menyadari perubahannya. Yoona melotot tak percaya, kakinya lemas lalu terduduk.

“Ya! Kau kenapa?” Sehun mendekati Yoona, tapi Yoona menggeser posisinya.

“Kenapa hantu yang dapat menyerupai Sehun, bagaimana bisa.” Gumam Yoona pelan.

“Hantu?Mana?” Sehun mengedarkan pengelihatannya.

“Kau!”

“Aku, tak mungkin. Aku Oh Sehun, member dari EX—“ Sehun menghentikan ucapannya.

“Apa yang aku lakukan di sini, aku harusnya ke toserba.”  Ingatan Sehun memutar kembali apa yang terjadi tadi malam lalu melihat tubuhnya sendiri, dia masih memakai jaket, jens dan sepatu yang ia pakai tadi malam, bahkan topinya tergeletak di tempat ia tidur tadi. Sehun melihat cermin kecil tergantung di sebelah lemari, lalu berdiri di depannya. Sehun tak dapat melihat pantulannya sendiri di cermin, Yoona melihat itu sedikit ketakutan.

“Apa ini, aku sudah mati?”

“Tak mungkin, jika aku mati aku harusnya ada di surga, apa ini neraka?.”

“…”

“Apa kau malaikat penjaga neraka? Atau ini mimpi?.”

“…”

“Kenapa kau diam saja, aku bertanya!”

Yoona tetap diam ditempatnya, Sehun menekuk lututnya lalu menatap Yoona.

“YA!”

Yoona tersadar, lalu menatap Sehun.

“Bagaimana kau mengatakan tempat ini neraka. Mimpi? Tak mungkin. Dan kau tak mungkin Sehun Oppaku.”

Sehun derdecih, lalu menatap poster dirinya dan jaket yang tergantung dengan namanya yang tertulis.

“Kau penggemarku? Aku Oh Sehun, seharusnya penggemarku mengenali idolnya sendiri.”

“Tapi kau bukan manusia, Sehunku masih hidup.”

Sehun berpikir sejenak, “Bisakah kau mencariku di situs pencarian.”

Yoona menuruti permintaannya dengan sedikit takut-takut, lalu munculah beberapa artikel, tapi itu adalah artikel seminggu yang lalu. Yoona menatap Sehun yang disebelahnya, lalu tersenyum.

“Mungkin kau hanya adalah khayalanku. Aku mungkin sudah Skizo” Ucap Yoona kemudian lalu tersenyum kembali.

“Tak mungkin” ucap Sehun.

Yoona menatap jam yang sudah menunjukan pukul 9 pagi, Yoona segera melipat tempat tidurnya dan memasukannya ke dalam lemari. Lalu mengambil handuknya bersiap mandi, Yoona sudah meraih gagang pintu kamar mandinya, tapi Sehun menahan lengannya. Yoona melotot dan wajahnya memerah.

”Kyungsoo pernah memberitahuku, seorang Skizofernia tak akan pernah merasa dirinya skezofernia.”

Yoona tersadar ucapan Sehun memang benar, tapi kenapa Sehun dapat mengengam lengannya?.

“Kau harus membantuku?”“Jika aku masih di dunia ini, berarti aku belum mati. Dan pasti ada alasan kenapa aku terdampar di sini.”

“Tapi tak ada berita tentangmu yang mengalami kecelakaan atau sejenisnya.”

“Perusahaan sudah menutupinya. Itu selalu terjadi.”

“Tapi jika kau sudah menjadi arwah itu artinya kau dalam perjalanan kematianmu. Tubuhmu mungkin masih koma…” Balas Yoona, tapi kemudian Yoona menyadari ucapannya. Yoona menatap Sehun dari ujung rambut hingga unjung sepatu Sehun “Tak mungkin, bagaimana nasib Oppaku?”

“Aku adalah Oppamu, jika kau ingin aku tetap hidup, kau harus membantuku.”

***

Sehun dan Yoona sudah di Rumah Sakit, Sehun memberitahunya jika Rumah Sakit ini adalah rumah sakit yang biasa dipakai artis perusahannya dan merahasiakannya, dan hanya pihak rumah sakit dan perusahaan yang tahu tentang kerjasama ini. Sehun juga sudah memberitahu Yoona semuanya tentang kenapa ia berada di lift dan ia yang terjebak lalu terjatuh bersama lift. Yoona masih berjalan, tapi di lorong ia dihadang petugas keamanan, beruntung Yoona mempunyai kemampuan bela diri dan berhasil membuat pingsan petugas keamanan. Sehun menatap takjub kemampuan Yoona, lalu kembali berjalan.

“Kau terjatuh saat sedang berada di lift, bagaimana jika kau—“

“Aku masih di sini..”

“Bukankah jika arwah sudah menemukan penyebab dia tak kembali  ke alam baka, maka dia akan pergi.”

“Aku pasti akan kembali ke tubuhku.”

Sehun dan Yoona sudah menemukan kamar yang bertuliskan Tn. Oh Se Hun, tapi Yoona tak bisa masuk karena di sana ada detektif, dokter dan beberapa staf.

“Sebaiknya kau pergilah kedalam, lihat apakah kau dapat kembali ke dalam tubuhmu atau tidak. Kau harus menjadi Oppaku kembali.”

Sehun mengangguk, lalu menembus pintunya begitu saja. Yoona menatap cemas melalui jendela kecil di pintu. Sementara Sehun sudah di dalam, dia berjalan mendekati tubuhnya.  Sehun ingin menyentuh tubuhnya tapi jarinya tak dapat menggapainya.

“Kurasa ini adalah sebuah pembunuhan berencana.” Ucap seorang pria paruh baya yang sepertinya seorang detektif.

“Pelaku sudah memperkirakan kapan lift ini akan jatuh, saat tuan Park menaikinya dia terjebak tapi tak terjadi apapun selanjutnya. Saat tuan Oh menaikinya itu adalah waktunya. Pelaku sudah memperkirakan kapan lift akan jatuh. Dan targetnya memang adalah tuan Oh.” Jelas pria satu lagi.

Sehun tercengang dengan penjelasan sang detektif, lalu ia menggingat seorang wanita yang menuruni tangga darurat dari lantai atas dengan mencurigakan. Sayangnya ia tak melihat wajah, selain pakaian dan topi yang ia pakai karena ia langsung pergi begitu melihatnya.

“Tutup kasus ini, biarkan ini menjadi sebuah kecelakaan.” Sehun kembali tercengang, karena ia mendengar dari manajernya sendiri. Tangannya mengepal, mata memerah, dan air matanya menetes perlahan.

Di luar Yoona terjebak, karena member EXO lain memergokinya saat ia sedang mengintip ruangan Sehun.

“Di mana petugas keamanan kenapa seseorang dapat masuk ke sini.” Ucap Jongdae.

“Sepertinya kalian salah sangka, aku mengantar Sehun Oppa ke sini.”

“Kami memang sangat mencintai penggemar kami, tapi tidak padamu.” Balas Chanyeol.

“Panggil petugas keamanan.” Perintah Suho.

Mendengar keributan di luar, orang-orang yang ada di dalam bergegas keluar melihat keributan yang terjadi.

Yoona terpojok, ia tak bisa lari. Yoona menatap Sehun, Sehun masih belum kembali. Sesaat ia menghela napas lega. Sehun juga menatap Yoona dengan sendu.

“Aku mengerti, aku akan pergi!” Ucap Yoona santai, lalu melangkah meninggalkan mereka.

***

Yoona dan Sehun sudah kembali ke rumah Yoona, Yoona berbaring dan menatap Sehun yang duduk bersila di sisinya, Yoona begitu bahagia terlihat dari cara dia memandang Sehun dan senyum yang terus mengembang. Sehun berusaha agar tidak salah tingkah dengan sikap Yoona, dia terus menatap ke depan dengan datar.

“Oppa!” Ucap Yoona kemudian.

“Berhenti memanggilku oppa. Aku bahkan tak mengenalmu.” Balas Sehun tanpa menoleh.

“Tapi aku mengenalmu. Ah~ haruskan kuperkenalkan diriku.”

Sehun tidak menjawab, tapi sekilas ia melirikan matanya.

“Baiklah kalau begitu.” Yoona menegakan tubuhnya, lalu mengambil napas “Namaku Yoona, Im Yoona.  Aku mahasiswi seni rupa tahun ke-3, aku—“

“Cukup, aku mengerti..” ucap Sehun. Tapi kemudian Sehun melirik dan menatap Yoona “Kau Mahasiswi tahun ke-3, bukankah kau lebih tua dariku?”

“Benar sekali.”

“Huh?”Sehun menghembuskan napas tak percaya.

“Op—pa..” panggil Yoona dengan suara imutnya.

“Berhenti memanggilku Oppa, kau bahkan lebih tua dariku.” “Dan kenapa kau begitu sangat bahagia?..”

“Baiklah, Sehunie~.”           “Kau tahu, kau adalah alasanku bahagia.”

Sehun bedecih tak percaya, dan menutup matanya, berpikir apa ia harus pergi saja, karena pasti ada orang selain Yoona yang dapat melihatnya. “Tapi akan merepotkan, penduduk kota Seoul tidaklah sedikit.” Gumam Sehun pelan.

.

.

.

Sudah lewat dari jam 11 malam, tapi Yoona tak juga menutup matanya, Sehun terihat risih dengan Yoona yang terus menatapnya.

“Ya! Apa kau tidak mengantuk? Cepatlah tidur, besok kau harus membantuku lagi.”

“Tidak, aku ingin mememanimu hingga kau tertidur.”

“Eyy, apa kau lupa aku ini apa? Aku tak merasa lelah maupun mengantuk.”

“Tapi jika aku tertidur, apa kau akan tetap di sini.”

“Tentu saja, sudah tidurlah.” Ucap Yoona lalu menutup matanya, dalam lima menit terdengar suara napas beratnya yang menandakan Yoona sudah tertidur lelap.

Sehun menatap wajah Yoona, Sehun terpesona karena ia menyadari, gadis yang merupakan penggemarnya ini, begitu cantik meski ia tinggal di tempat kecil dan kumuh. Sehun kemudian melihat tumpukan surat yang berdebu di kotak yang berada di atas lemari kecil. Sehun membacanya, di situ tertulis, Untuk Godess Yoong dengan beberapa gambar hati, Sehun ingin melihat isinya dan beberapa surat lainnya, tapi tak bisa menyentuh setitik debu di atasnya sekalipun.

“Ternyata dia cukup populer.”

Sehun melirik ke arah tempat sampah, ada beberapa surat yang di buang oleh Yoona. Sehun mendekat, tapi setelah membacanya Sehun cukup kaget.

“Surat haters~” Sehun menghela napas, tentu saja ia mengerti perasaan Yoona mendapat surat haters, karena ia juga tak jarang menerima surat dari hatersnya.

***

Yoona terbangun dari tidurnya, Yoona mencari Sehun. Yoona menghela napas panjang, berpikir apa yang ia alami adalah mimpi, tapi kemudian ia melihat tanggal di ponsel, tentu saja ia tak bermimpi. Dia menyadari Sehun sudah pergi, Yoona berjalan lesu menuju kamar mandi sembari membuka kaos luarnya dan memperlihatkan perut ratanya. Yoona masuk ke kamar mandi tapi ternyata Sehun ada di dalam sana, menatap tak berkedip. Yoona tersenyum karena Sehun tak pergi dan tak menyadari apa yang Sehun tatap, tapi setelah ia mengikuti arah tatapan Sehun.

“YA! Apa yang kau lakukan.” Setelah mengucapkan itu Yoona mendorong Sehun hingga terlempar keluar kamar mandi, tentu saja hanya Yoona dapat menyentuh Sehun.

“Astaga, dia benar-benar kuat.”

Yoona sudah sudah berpakaian dan bersiap-siap untuk pergi, Sehun berdiri canggung tak jauh dari Yoona.

“Aku harus ke kampus terlebih dahulu, aku ada kelas yang tak bisa kutinggalkan, jika kau mau mengikuti silahkan saja.” Ucap Yoona sembari memainkan ponselnya agar menutupi rasa canggungnya. Yoona berjalan di depan dengan diikuti Sehun.

Sehun duduk di belakang Yoona yang tengah mendengar penjelasan dosen di depan kelas, Sehun akhirnya menyadari Yoona tak punya teman, bahkan sepanjang perjalanan tak ada seorangpun yang menyapanya. Sehun teringat surat yang ada di kotak itu, kertas surat penggemar itu sudah sangat berdebu dan kotor, dipastikan surat itu sudah lama tersimpan, dan surat haterslah yang sepertinya yang selalu ia terima saat ini dan itu berarti Yoona sekarang tak sepopuler saat itu dan mungkin saja Yoona sekarang adalah gadis yang dikucilkan.

Kelas berakhir, Yoona mendekati Sehun. Sehun mendongak menatap Yoona.

“Sehun-ah, berita tentangmu sudah keluar, tapi agencymu menyatakan kau akan vakum karena cedera.”

Sehun yang semula sedang duduk seketika bangkit. “Mwo? Perlihatkan padaku.”

Yoona menurut dan menunjukan layar ponselnya pada Sehun.

“Kita harus menemui detektif yang kemarin.”

“Kau tahu siapa detektif itu? dan apa tak apa, aku ikut menemuinya?”

“Tentu saja, aku meliahat tanda pengenalnya saat di rumah sakit. Dan kau tak usah khawatir, kurasa dia tak mengenalimu. Agar dia mau bicara padamu kau harus sedikit seperti orang kaya.”

“Apa aku terlihat seperti seorang gelandangan? Baiklah aku akan terlihat seperti orang kaya kali ini.”
.

.

.

Sehun menatap Yoona dari ujung kaki sampai ujung rambut, dia memakai kacamata hitam dengan rambut yang terikat ke belakang, dengan kaos putih turtle neck dipadu dengan mantel hitam, jeans dan sepatu hitam berheels.

“Kau punya pakaian seperti ini di rumahmu?”

“Tentu saja, sebenarnya aku tak membelinya, tapi dialah yang membeli.”

“Dia?”

“Aku senang karena dia tidak muncul kembali, mungkin karena kau di sampingku.”

“Pacarmu?”

“Bukan, mungkin belahan dari jiwaku.” Jawab Yoona.

Jawaban Yoona membuat Sehun semakin bingung, Sehun tak ambil pikiran dan tak menanyakannya kembali.

Mereka akhirnya tiba di kantor polisi, semua mata tertuju pada Yoona, bahkan semua terdiam dan menatap Yoona.

“Permisi, apa kau tahu di mana detektif Kang?” Tanya Yoona pada salah seorang yang akan ia lewati.

“Detektif Kang? Dia sedang ke toilet, kau bisa duduk di sana dan menunggunya.”

“Baiklah.” Yoona duduk di kursi yang ditunjukan orang tadi. Yoona tertarik pada berkas kepolisian yang tergeletak begitu saja. Yoona mengambil dan membukanya, dan ternyata berkas yang ia buka adalah berkas tentang tuan Oh, alias Oh Sehun orang yang di sebelahnya.

“YA! Kau tidak boleh membukanya, bahkan ada tulisan rahasia.”

“Ini tentang kasusmu.” Jawab Yoona pelan.

“Benarkah?” Sehun menundukan wajahnya dan ikut melihat isinya. Yoona terus membuka lembar per lembar, tapi sesuatu terjatuh. Yoona mengambilnya, rupanya itu sebuah foto dari rekaman kamera cctv. Dalam foto itu terdapat seseorang dengan berambut panjang dengan topi dan jaket bertuliskan angka 94 dan bertuliskan Sehun. Sehun mengenalinya dia adalah orang yang ia lihat di tangga darurat, jaketnya bertuliskan Sehun, itu berarti dia adalah penggemarnya. Detektif Kang datang, detektif Kang melihat apa yang sedang Yoona lakukan.

“Ah~ maaf aku tak sengaja menjatuhkannya. Anyeonghaseo~”

“Ne~Ada yang bisa aku bantu, Agassi?”

“Aku salah satu manajer dari exo.” Ucap Yoona pelan.

“Ah~, kami sudah menutup kasus ini jangan khawatir.”

“Sebenarnya aku baru tiba setelah dari kampung halamanku, aku mengetahui kabar ini tapi aku ingin menanyakannya langsung pada detektif Kang.”

Yoona dan Sehun sudah mendengar penjelasan detektif Kang, Sehun dan Yoona berjalan pulang, Sehun berjalan di depan dan Yoona mengikutinya dari belakang dengan tertunduk, Yoona memutar kembali ucapan detektif Kang “Kasus ini adalah pembunuhan berencana, tapi perusahaan tuan Oh memutuskan untuk menutupnya. Sebenarnya kami ingin mengamati pelaku, hasil penyelidikan kami dia sepertinya mempunyai penyakit kejiwaan, kami sudah bersiap menangkapnya tapi karena kasus ini sudah ditutup kami tak punya kewenangan menangkapnya. Pelaku adalah foto yang tadi anda lihat.”

“Yoona-ssi?” ucap Sehun membuyarkan lamunan Yoona.

“Ne.” jawab Yoona pelan.

“Sepertinya orang yang ada di foto tadi adalah sasaeng yang ingin mencelakaiku, tapi sepertinya jaket itu pernah aku lihat, dan topi yang ia pakai juga tak asing. Dia memang sepertinya punya penyakit jiwa, mungkin orang tua dan lingkungannya yang membuatnya seperti itu tapi tetap saja harusnya ia ditangkap, aku bahkan sudah koma, bagaimana jika aku benar-benar tak bisa kembali dan mati, memang banyak orang bersedih atasku tapi setelah beberapa tahun kemudian aku akan dilupakan, dan orang-orang akan mengangagap kematianku adalah kecelakan, bukankah itu tak adil bagiku. Bagaiamana menurutmu?.” Ucap Sehun tanpa jeda dan tanpa menoleh.

Yoona mengepalkan jari-jarinya, di balik kacamata hitamnya air mata sudah membasaihi pipinya, tapi kemudian Yoona menghapusnya, melonggarkan kepalannya, dan menegakan wajahnya.

Sehun kembali berpikir jaket dan topi itu pernah ia yakin pernah melihatnya di suatu tempat. Saat ia akan ke tangga darurat, lalu di… Sehun segera berlari ke tempat yang ia perkirakan, di belakang Yoona masih berjalan dengan sangat santai meski melihat Sehun berlari menjauh darinya.

Yoona sudah tiba di rumah sempitnya, ia mengeluarkan kunci dan memutarnya, Yoona memutar knop pintu, begitu terbuka Sehun sudah berdiri menyambutnya dangan mata yang sudah memerah, Sehun tidak seperti orang yang ingin menyambut Yoona melainkan orang yang sedang marah dan bersiap menerkamnya. Namun Yoona pun tak kalah aneh.

“Siapa kau sebenarnya, Im Yoona-ssi?”

Yoona masih memasang ekspresi datarnya, lalu melepas kaca mata hitamnya kemudian tersenyum dengan sorot mata yang berbeda.

“Aku adalah Im Yoona, dan terima Kasih Sehun-ssi, kau sudah membahagiakan dia dan sudah membantuku mengusir gadis lemah itu sekarang. Dalam 24 jam kau mungkin bisa kembali ke tubuhmu. Atau  kau ingin aku membantumu untuk menyusulnya.” Ucap Yoona santai.

“Ah~ terima kasih juga sudah melepaskanku.” Tambah Yoona kemudian dengan masih memasang senyuman sinisnya.

END

Anyeonghaseo yeorobun~ ini adalah kali pertama aku ngirim fanfic di sini, kalian mungkin pernah baca ffku yang lain di YoongEXO.

Untuk fanfic ini aku ngak yakin kalian bakal paham, aku sendiri yang nulis agak bingung(Ngak deng). Maaf juga kalo banyak penggunaan koreanya ngak pas. Endingnya? Semoga  kalian dapet berbagai maksud kegantungan(?) di sini, kepribadian Yoona kalian tebak sendiri deh. Memang banyak yang tak masuk akal, ketakmasukakalan yang tak umum bener-bener hasil imajinasi sendiri (Ngerti ngak maksudnya).

Aku juga ngak yakin ff ini bakal publish :v

Aku harap banyak yang komentar di fanfic, aku akan menerima apapun kritikan itu (tidak menghina) meskipun aku agak sedikit baperan :v.

Sekian..

^_^V

2 thoughts on “From Another Side

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s