At First Gaze

AT FIRST GAZE

AT FIRST GAZE 

“One Shot”

 

Main Cast : Im Yoona dan Lee Donghae

Other Cast : Kim Nayoung, Yesung, Siwon, Eunhyuk, Kyuhyun

Author : Ratih Pramtami

Genre : Family

Rating : Pg-15

 

Anyyeong… ini ff oneshoot pertama yang aku buat. Aku berharap kalian menyukainya ( ff ini aku buat murni dari hasil pemikiranku sendiri. Jika ada kesamaan tempat, keadaan, pemeran dll denga cerita yang lain mohon di maklumi dan aku juga minta maaf. Maaf typo ada dimana-mana mohon dimaklumi.

 

Happy Reading (

Jangan lupa RCL yah.. karena saran dan kritikan yang membangun dapat menjadi kan aku lebih semangat dan berintopeksi diri.

Happyyyyy reading guys…

 

Lee Donghae

Dia adalah lelaki tampan, mapan dan kaya raya. Dengan segalanya yang dia punya, dia adalah laki-laki dengan sifat keras kepala, pekerja keras dan cuek. Dia adalah CEO yang galak, jutek dan masih banyak sekali sifat yang dia miliki dan kalian bisa mencari sendiri. Lee Donghae termasuk 5 pewaris terkaya di Korea Selatan dan tidak tanggung-tanggu kempat pewaris lainnya adalah sahabat Donghae. 5 Pewaris itu adalah Choi Shiwon, Kyuhyun, Eunhyuk, dan Yesung. Mereka bersahabat sejak kecil, bahkan mereka tidak pernah memperdebatkan masalah warisan, perusahaan maupun saham. Anehnya setiap mereka berkumpul hanya berada di sebuah restoran seoul biasa, tapi dengan tempat yang khusus. Anehnya yang kedua Donghae adalah orang yang paling payah untuk masalah percintaan berbeda dengan sahabat-sahabatnya yang sudah memiliki kekasih.

Yoona Lim

Dia sering dipanggil Yoona, gadis cantik ini memiliki paras yang luar biasanya cantiknya. Dia sangat cerdas, sopan, murah senyum (berbanding terbalik dengan Donghae). Dia menyelesaikan studi kuliah nya di Inggris dan kembali ke Seoul untuk mencari pekerjaan disini. Menunggu panggilan kerja, Yoona menghabiskan waktunya di restoran milik eomma nya. Dia hanya tinggal dengan Kim Nayoung (Omma Yoona) karena appanya meninggal dua tahun yang lalu. Yoona adalah anak yang periang dan tahan banting (kuat). Sebenarnya keluarga Kim Nayoung adalah keluarga bangsawan juga dan kaya namun mereka tetap menjalankan bisnis usahanya karena restoran itu warisan dari Soong Joongki (Appa Yoona Lim).

 

Sedikit preview tentang kehidupan dan watak Yoonhae disini.

 

Hari ini yoona sangat lelah karena banyak pelanggan yang datang, bahkan semua masakan eommnya sudah habis. Namun masih ada pelangganan khusus yang harus dilayani yaitu sekelompok laki-laki tampan dan kaya. Yoona tersenyum tipis dan menyemangati dirinya untuk menghilangkan rasa lelahnya.

Yoona membuka pintu ruang itu dan duduk untuk meletakan semua makanan yang mereka pesan di meja itu. Yoona meletakkan piring terakhir yang berada di nampannya, ada sesuatu hal yang aneh diruangan ini. Dan ternyata benar semua lelaki ini menatapnya dengan sangat intens hingga membuat Yoona menelan silvanya.

“Silahkan dinikmati, Tuan.” Katanya dengan ragu dan Yoona buru-buru keluar dari ruangan terkutuk itu.

 

Donghae POV

Saat aku sedang asyik berbincang-bincang dengan Eunhyuk, Siwon, Kyuhyun dan Yesung tiba-tiba ada orang masuk dengan menggunakan celana jeans panjang dan baju yang menutup leher panjangnya. Mereka berempat serentak terdiam, membuatku bingung dan aku ikut menatapnya. Aku menelan silvaku, gadis itu benar-benar cantik. Dengan rambut yang terurai, make up yang tipis, bibir tipisnya dia gadis yang sangat mempesona. Kami terdiam semua, sesaat kemudian gadis itu berbicara. Masih dengan tampang bodohnya kita, kita tidak membalas omongannya dan hanya mengangguk. Bodohnya aku juga ikut terpesona dengan gadis itu, aku pun berusaha untuk sadar dari pemikiran bodohku ini.

“Hyung.. mari kita makan.” Donghae mengambil bebepa potong daging dan nasi.

“Dia sangat cantik Hyung.” Kata Kyuhyun.

“Bidadari turun dari surga. Tuhan kumohon jadikan dia pendamping hidupku.” Kata eunhyuk sambil mendongakan kepalanya keatas.

Yesung menjintak kepala Eunhyuk, “Yak apakah kau gila?. Kamu udah punya kekasih masih saja berharap dengan gadis lain. Harusnya kamu bersyukur memiliki Kwon Yuri.”

“Hah.. Jinjja. Mianhae, bukannya aku tidak bersyukur tapi dia gadis yang manis.” Kata eunhyuk yang tertunduk.

Serentak Donghae, Siwon, Kyuhyun dan Yesung menjitak kepala eunhyuk dan berkata, “Dasar Monyet Playboy.”

“Sudah sudah ayo kita lanjutkan makan dan segera balik ke villa. Jangan sampai kemaleman.” Kata Siwonssi.

Setelah kita selasai makan dan langsung menuju kasir, Donghae terkejut dengan tatapan gadis itu. Jantung Donghae berdetak kencang, tidak biasanya dia seperti ini. Dia benar-benar ingin berkenalan dengan gadis itu dan mengajaknya berkencan. Donghae tidak tahu mengapa hatinya berkata seperti itu.

“Bibi Kim boleh tahu siapa gadis itu?” Siwon bertanya dan memalingkan wajahnya ke arah gadis itu. Bibi Kim hanya tersenyum, “Dia adalah putriku Yoona Lim, Tuan. Apakah Yoona membuat masalah?.”

“Anni anni Bibi, aku hanya bertanya karena aku baru pertama kali melihatnya. Masakan bibi hari ini sangat enak, aku tidak akan bosan dengan masakan mu. Bibi Kim sudah berapa kali bilang jangan pernah memangil kita dengan kata Tuan, panggil kita dengan nama saja. Kita sudah lama menjadi pelangganan tetap disini dan kita sudah menaggap Bibi sebagai keluarga sendiri. Kami akan kembali lagi besok, selamat malam.” Siwon

Mendengarkan percakapan siwon dengan bibi kim, Donghae menghafalkan nama anaknya. “Entah mengapa aku sangat tertarik dengan mu, Yoona Lim. Namanya Yoona Lim, nama yang indah.” Batin Donghae.

“Selamat malam Bibi Kim.” Kata Donghae sambil tersenyum, dan menatap sekali lagi gadis itu. Dia begitu cantik (gumamnya).

 

Donghae, Siwon, Kyuhyun, Yesung dan eunhyuk keluar dari restoran bibi kim berjalan menuju mobil yang mereka parkirkan agak jauh dari restoran tersebut. Karena restoran Bibi Kim letaknya tersembunyi dari jalan utama kota Seoul.

 

“Donghaessi apakah kau tertarik dengan gadis itu?.” Tanya Yesung. Aku dan Yesung hyung satu mobil, donghae menyalakan mesin mobilnya dan menjalankannya.

“Hemmm.. gadis tadi. Dia anak dari Bibi Kim, gadis itu bernama Yoona Lim. Entahlah Hyung, ada tatapan yang aneh pada gadis itu dan membuat ku terus menatapnya.” Donghae fokus mengendarai mobilnya.

“Yah… Donghae kamu harus memastikan perasaan mu, jangan sampai kamu terlambat menyadari perasaanmu dan membuatmu terluka. Dekati dia dan makan dia.” Godanya dan tertawa. Yesung hyung tertawa puas dan aku hanya tersenyum mendengarkan ketawanya yang seperti anak-anak.

“Dia manusia hyung bukan hewan, kenapa kamu berbicara seperti itu?. Aku akan segera menyadarinya Hyung, tapi aku benar-benar hanya biasa saja tidak merasakan apapun.” Kata Donghae.

“Baiklah, terserah Donghaessi.” Kami pun terdiam setelah percakapan tadi.

 

Yoona POV

Entah mengapa hatiku merasa nyaman menatap lelaki tadi. Bahkan dia membalas tatapanku, mata kami saling bertemu dan membuat jantungku deg-deg an. Aku berusaha untuk menyadarkan diriku, segera ku malingkan kepalaku menatap piring yang sedang ku bersihkan dengan serbet. Sesekali aku meliriknya, untungnya dia sudah tidak menatap ku lagi karena dia berbicara dengan omma. Perasaan apa ini? Jantungku berdetak dengan kencang jika menatapnya dan mata teduhnya membuatku sangat nyaman dan ingin berlama-lama menatapnya. Sepertinya aku menyukai Lee Donghae, pewaris terkaya tersebut. Namun aku harus sadar bahwa dia tidak mungkin tertarik padaku dan aku tidak mungkin memilikinya.

 

^^Restoran Bibi Kim^^

“Yoong.. Yoong. ..” panggil Bibi Kim untuk anaknya. “apa yang sedang dipikirkan anakku mengapa dia tidak menghindakan panggilanku dari tadi.” Gumamnya.

 

Di lain tempat yoona masih menikmati lamnunannya. Sesaat kemudian yoona menyadari panggilan eommanya.

 

Panggilan eomma membuyarkan lamunanku, “Ndee omma? Waeyeo?.” Tanya ku

“Kenapa Yoona melamun hemm..?? eomma memanggilku lebih dari 5 kali tapi kamu tidak menghiraukan panggilanku. Apa yang kamu lamunkan? Apa kerena segerombolan lelaki tampan tadi Yoong?.” Eomma menatap Yoona dengan penuh tekanan, karena Bibi Kim tahu apa yang sedang dipikirkan kan anaknya itu.

Yoona terbata-bata menjawab pertanyaan bertubi-tubi dari ibunya itu. “Tttiiidddak… eomma, mianhae jeongmal. Yoona hanya sedikit kelelahan dan membuatku sedikit berpikir.” Kataku bohong.

“Ya sudahlah, kamu istirahat saja biarkan Bibi Jung yang akan menyelesaikan pekerjaan mu itu. Sudah naiklah keatas dan tidurlah.” Dengan menarik lengan Yoona untuk bangkit dan mengelus rambut anaknya dengan lembut.

“Ndee eomma, maafkan Yoona.” Sambil memeluk eommanya dan tersenyum.

 

Mereka saling berpelukan, Bibi Kim sangat mencintai dan berusaha melindungi anaknya dari apapun. Dia merelakan jiwa raganya untuk yoona, begitu pula sebaliknya dengan Yoona. Meskipun Yoona seorang gadis yang lembut tapi dia jago beladiri, dia belajar beladiri dari sahabatnya Minho. Dia sangat merindukan Minho dan Sooyoung, mereka bersahabat dari kecil, karena Yoona ke Inggris mereka jarang untuk bertemu. Pernah 2 kali mereka bertemu dan saling menumpahkan isi hati dan cerita mereka masing-masing. Yoona sangat bahagia hidup seperti ini, hidup dengan penuh kesederhanaan dan kebahagian yang simple.

 

^Pagi harinya..^

Yoona buru-buru memakai pakaian kantornya, karena hari ini pertama dia intervew kerja. Yoona keluar dari kamar, nenuruni tangga dengan lari-lari kecil dan menuju dapur untuk melihat eommanya.

“Eomma, aku berngkat dulu yaa.. Mianhae eomma aku tidak sarapan lebih dulu. Karena sekarang terlambat. Saranghae Eomma.” Kata Yoona sambil mencium kedua pipi eommanya.

“Yoong, makanlah sedikit saja.” Menahan tangan Yoona untuk mendudukannya ke kursi.

“Mianhae eomma, Yoona benar-benar terlambat sekarang. Aku tidak mau kesan pertama Yoona kerja menjadi jelek eomma.” Yoona mencoba menenangkan eommanya dan memberikan pelukan ringan.

“Yoona berangkat dulu eomma.” Yoona langsu berlari keluar rumah dan masuk ke dalam mobil. “Fighting Im Yoona..” batinnya.

 

Beberapa menit kemudian Yoona sampai di Gedung Lee LJ dan memakirkan mobilnya. Tanpa basa-basi lagi Yoona berlari kearah lift dan menekan tombol lift. Setelah lift terbuka Yoona menekan tombol 5 di lift, karena Ruang CEO perusahaan di lantai 5. Didalam lift Yoona terus berdoa dalam hati, “Ya Tuhan, aku mohon padamu. Semoga Hwijangnim anni Sajangnim anni ahhhh aku tidak tau aku harus memanggilnya apa. Yak Im Yoona kenapa kamu tidak bertanya pada Yuri, siapa yang harus aku temui ini. Yuri hanya menyuruhku datang ke ruang CEO nya. Ahh.. Pabboya.” Yoona masih bergumam didalam batinnya, tanpa sadar lift sudah terbuka dari tadi. Dan Yoona terkejut karena di luar sana banyak karyawan yang menatap kearahnya. Yoona menepuk dahinya dan menelan silvanya. Yoona pun keluar dari lift dengan perasaan malu dan nervesnya. Yoona tersenyum kesegala arah dan menundukkan kepalanya, karena dia benar-benar tidak tau harus bagaimana.

“Yak Im Yoonaa..” Yoona mendengar dan mengenal suara itu, kemudian dia berbalik. Dugaannya benar yang memanggilnya adalah Yuri. Syukurlah.. batin yoona.

“Im yoona kenapa kamu bisa terlambat? Sajangnim sudah menunggumu dari tadi, palliwa.” Kata Yuri dengan suara menggebu-gebu dan mendorong yoona masuk ke Ruang CEO Lee LJ.

 

Yoona menatap kursi yang ada dihadapannya, dia tidak bisa melihat CEOnya itu karena membalikkan badannya. Apakah dia benar-benar marah padaku? Ottoke?. Batinnya

Dengan ragu Yoona berbicara, “ Maafkan saya terlambat Lee Sajangnim, aku benar-benar minta maaf sudah membuat sajangnim menunggku.” Dengan ragu-ragu berkata, yoona menundukan badannya.

 

Donghae POV

Ku lihat daftar karyawan baru yang akan interview pagi ini, disana tercetak dengan jelasan tulisan “Yoona Lim” dan betapa terkejutnya aku ternyata dia melamar di perusahaan ku. Ku baca dengan seksama biografinya, motto hidup nya, tujuan hidupnya, semuanya berhubungan dengan kehidupannya ada di buku yang sedang ku pegang. Setelah asyik membaca profil kehidupannya, kulihat jam tangan ku menunjukkan pukul 09.00 kenapa gadis itu belum datang juga. Aku berusaha untuk menetralkan detak jantung ku dengan bermain-main polpen yang ada digenggamanku. Tiba-tiba ada suara gaduh didepan pintu ruangku, dan terdengar jelas di telingaku suara gadis itu. Kubalikkan kursi ku dan berusaha untuk tetap tenang menghadapi gadis itu. Akan ku berikan hukuman untuk gadis itu, karena sudah membuat diriku jadi seperti ini.

 

 

Donghae membalikkan kursinya kemudian menatap kearah gadis itu, dilihatnya dari bawah sampai atas gadis itu benar-benar sangat cantik dan tampak sexy. Donghae mencoba untuk menyadarkan dirinya agar tidak terperosok kedalam pesona gadis itu.

“Oh kamu yang namanya Yoona Lim.” Donghae mencoba untuk bersikap dingin, karena dengan melakukan hal ini membuatnya bisa tetap tenang.

Yoona tetap tertunduk dan mengucapkan kata maaf kepada Donghae. Kelakuan yoona sekarang sangat lucu, hal itu membuat donghae mencoba menahan tawanya.

“Yak apakah kamu tidak mendengarkan ku? apakah kamu akan terus menunduk seperti itu? Apakah sikap sepeti itu yang akan kamu berikan pada Sangjanimmu? Hah..” bentak Donghae.

 

Yoona kaget dengan bentakan bosnya itu, dengan sedikit menelan silvanya dia mendongakkan kepalanya betapa terkejutnya ternyata Lee Sangjanim adalah lelaki tampan itu. Masih bengong dengan apa yang dilihatnya, yoona berusaha menyadarkan diri.

“Sudahlah, yang terpenting jangan kau ulangi lagi keterlambatanmu ini.” Kata donghae dengan sinis dan tatapan yang tajam

“Ndee Lee sajangnim, aku berjanji tidak akan terlambat lagi.” Yoona terseyum miris, dia tidak menyangka lelaki itu sangat berbeda dengan apa yang dilihatnya saat direstorannya waktu itu. Daebak, sikapnya berbeda 180 derajat.

“Karena aku tau kamu adalah anak dari Bibi Kim, kamu langsung bekrja tanpa interview.” Donghae mencoba mengalihkan pandangan ke arah lain, karena yoona terus menatapnya.

“Jinjjayeo? Aku bisa bekerja sekarang. Yess..” Teriak yoona tanpa malu dan tanpa sadar dia melompat-lompat.

 

Melihat tingkah yoona membuat donghae tersenyum, “Dia benar-benar polos dan seperti anak kecil.” Batinnya.

“He hemm..” donghae berdehem.

 

Deheman donghae membuat yoona tersadar dengan tingkah nya yang tidak benar. Yoona kemudian menundukkan kepala dan meminta maaf lagi, sambil membenahi pakaiannya yang agak berantakkan karena lompatannya tadi. “Gamsahamnida Lee Sangjangnim, aku akan bekerja keras dan giat. Aku tidak akan mengecewakanmu.” Yoona terseyum kearah donghae, entah apa yang membuatnya berani mengatakan hal itu. Karena rasa senangnya tidak bisa di pendam lagi dan ingin membagi kebahagiannya kepada dunia, itulah sifat Yoona.

 

Perkataan Yoona dan senyumannya membuat donghae terpaku menatapnya, mereka saling menatap. Jantung donghae berdetak sangat kencang dan rasa panas menjalar di tubuhnya, bahkan AC didalam tidak berfungsi.

 

Begitu pula dengan yoona yang merasa gugup melihat tatapan Donghae. Yoona memberanikan diri untuk menatap mata teduh donghae, yang menjadi cambu baginya.

 

Tok tok tok..

“Lee sangjanim.” Ketukan pintu membuyarkan pikiran mereka masing-masing, dan tatapan mereka terputus begitu saja. Donghae dan yoona salah tingkah, anehnya donghae tertawa diikuti senyuman yoona. Suasana diruang ini sudah terlihat biasa saja dan mereka mentralkan perasaan mereka masing-masing.

 

“Masuklah.” Donghae berdiri dari kursinya.

“Yurissi tolong antarkan Yoona Lim ke ruangannya. Dan jelaskan semua pekerjaan yang berhubungan dengannya. Oh yaa.. Yoona Lim adalah sekretaris pribadiku, meski ruangan kita tidak sama tolong koordinasikan bagaimana enaknya.” Donghae kembali duduk dan mengambil berkas-berkas yang ada diatas mejanya.

 

Yuri dan Yoona terkejut dengan perkataan Donghae, karena sebelumnya yuri bilang bahwa yoona akan bekerja sebagai marketing manager tanpa mereka duga posisinya berganti secara langsung.

“Ah ndee arraseo Lee Sangjangnim. Kalau begitu kami permisi, selamat pagi Sangjanim.” Yuri menunduk, “Kajja yoona lim, aku akan menunjukkan ruangnmu.” Imbuhnya dan menarik tangan Yoona.

“Ndee yuri sunbae.” Yoona membungkukkan badannya memberi hormat kepada Donghae.

 

Tidak ada tanggapan apapun dari donghae, dia sibuk mengerjakan berkas-berkas yang ada di mejanya. Yoona mengumpat diidalam hati, “Apakah seorang CEO perusahaan ini memiliki kepribadian ganda? Tadi dia berkata dingin kemudian menatapku dengan tatapan lembut, dan sekarang dia bersikap dingin lagi. Ass jinjja.. biarlah. Jantung berdetak dengan kencang saat dia menatapku, dia begitu tampan saat menatapku. Ada perasaaan aneh dalam diriku, apakah aku menyukainya. Baru pertama kali ini aku terpesona dengan tatapan seorang namja, bahkan ada getaran aneh dalam diriku. Ingin aku rasanya menatapnya terus menerus dan ada perasaan ingin memilikinya. Berhentilah berkhayal Yoona Lim, bangunlah dari alam mimpiku.”

 

Aku dan Yuri sunbae pun keluar dari ruangan Lee sangjanim. Pada saat aku akan menutup kembali pintu ruangannya, donghae menatapku dengan intens. Aku tergagap mencoba untuk biasa saja, kutundukan sebentar kepalaku dan kudongakan kembali kepalaku tanpa kuduga dia masih menatapku dengan tatapan yang aneh. Tatapan yang lembut, membuat hatiku nyaman. Aku masih ingin berlama-lama menatapnya namun apa daya Yuri sunbae menarik tanganku dan secara reflek ku tutup pintunya. Perasaan apa ini, aku benar-benar ingin terus menatapnya. Aku pun berlalu begitu saja dan tidak mau berpikir apapun lagi, karena aku sadar disini aku hanya lah seorang karyawan.

 

Donghae POV

Aku berusaha untuk menyibukkan diri untuk mentral kan detak jantungnya. Ingin rasanya dia menatapnya terus-menerus namun donghae takut kepergok oleh Yuri. Akhirnya mereka pun keluar dari ruangan ku, aku bernapas lega. Ku dongakan kepalaku melihat kearah pintu dan tanpa ku duga yoona melihat ku. dan entah apa yang membuatku ingin terus melihatnya. Ku tatap matanya dan dia membalas tatapanku. Mata kita saling bertemuku nikmati keadaan ini, matanya benar-benar membuat hati ku nyaman. Bahkan detak jantungku tidak berdetak dengan kencang lagi, dia begitu mempersona. Tatapan ku terputus karena tiba-tiba menutup pintunya dengan segera, ada perasaan kesal pada diriku. Kenapa dia menutup pintunya, apakah dia tidak tau kaalu aku sedang menikmati tatapannya tidak.

“Arghhh… ada apa dengan mu Lee Donghae? Apakah kamu benar-benar menyukai gadis itu?” donghae menggeram frustasi, dia tidak tau kenapa dia seperti orang bodoh saat berada didekatnya. “Hah.. dia gadis yang mempesona. Saat pertama kali aku menatapnya aku benar-benar sudah terperosok dengan pesona kecantikannya dan bola matanya yang indah.” Gumam Donghae.

“Sepetinya aku menyukainya, dia akan menjadi gadisku.” Kata Donghae sambil tersenyum seperti orang yang sedang jatuh cinta.

 

“Kamu gadisku Yoona Lim.”

 

 

-END-

 

 

Jjajajajang….

Hay aku kembali dengan FF Oneshoot. Terima kasih sudah sempat membaca Ff ini.

Jangan lupa RCL guys ( (

22 thoughts on “At First Gaze

  1. laah kok end?!
    astaga aku kira diawal ini bakal jadi chapter yg panjang, eeh ternyata oneshoot ya?! wkwk
    semangat eonn ^^

    • Udah aku post di blog ku.
      Judulny At First Gaze-One Night. Disana juga ada beberapa ff yoonhae.
      Kalian bisa kunjungi blog ku ini
      soongratih97.wordpress.com
      Semoga kalian suka.🙂

    • Udah aku post di blog ku.
      Judulny At First Gaze-One Night. Disana juga ada beberapa ff yoonhae.
      Kalian bisa kunjungi blog ku ini
      soongratih97.wordpress.com
      Semoga kalian suka.:)

    • Udah aku post di blog ku.
      Judulny At First Gaze-One Night. Disana juga ada beberapa ff yoonhae.
      Kalian bisa kunjungi blog ku ini
      soongratih97.wordpress.com
      Semoga kalian suka.:)

    • Udah aku post di blog ku.
      Judulny At First Gaze-One Night. Disana juga ada beberapa ff yoonhae.
      Kalian bisa kunjungi blog ku ini
      soongratih97.wordpress.com
      Semoga kalian suka.:)

  2. ko nggantung ci thor…udh end lg?padahal critnya kn bagus…sepertnya mereka mulai merasakn getaran2 aneh..yoona en donghae,semoga mereka menyadari perasaan mereka klau mereka saling mencintai?lanjut dong thor…

    • Kunjungi blog ku ini
      soongratih97.wordpress.com
      Judulnya At First Gaze-One Night.🙂
      Tapi kalo mau nunggu disini juga ndak papa. Tp masih lama, admin nya sibuk.🙂

  3. Eeeaaaaa yoona jingkrak2 didepan bos. Polos
    Donghae yg fokus klo kerja.. jgn pesona yoong aja yg diperhatikan
    👍👍👍bwt author

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s