Red Lipstick (Chapter 3)

IMG_20151223_090143

Author : Erly C-hana

Title : Red Lipstick

Genre : Romance

Rated : PG-17

Cast : Im YoonA , Lee DongHae

Other Cast : Find by Yourself

Lenght : Chapter

Disclaimer : This Story is Mine

And!! this story hanyalah fiktif belaka. Untuk nama cast, saya sebagai author hanya meminjamnya, tanpa ada sedikit pun niatan buruk terhadap pemilik nama

Warning : Jangan pernah mengabaikan Noteku diakhir cerita, karna aku tidak mau kalian kebingungan sendiri nantinya.

Typo bertebaran dimana-mana. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader and plagiator

Happy Reading ^^

*

*

*

*

——– Red Lipstick (Chapter 03) ——–

“Apa yang ingin kau bicarakan, hingga kau perlu datang kemari?”

 

 

Setelah dikejutkan dengan kedatangan sang ayah yang tiba-tiba, Donghae terpaksa mempersilahkan pria setengah baya itu memasuki apartementnya, dan minikmati empuknya sofa disana. Satu hal yang Donghae syukuri, bahwa ternyata sang ibu telah kembali ke Mokpo beberapa hari yang lalu. Sehingga sang ibu tidak perlu repot-repot untuk bertemu dengan orang yang telah menyakitinya itu.

 

“Seharusnya kau menyambut kedatangan appamu dengan baik hae! bukankah sudah sangat lama kita tidak bertemu?”

 

 

Donghae tidak pernah berharap bertemu kembali dengan seseorang yang telah meninggalkannya bersama sang ibu

 

 

Tidak ada jawaban dari sang putra, tn Lee kembali bersuara, “Apartementmu bagus dan mewah” mendengar itu, Donghae yang sedari awal memang duduk dengan kaki bersilang, semakin membenarkan posisi duduknya itu, menjadi lebih terlihat angkuh dari sebelumnya

 

 

“Inilah hasil dari pekerjaanku yang selalu kau remehkan, tn Lee”

 

 

“Lee Donghae!”

 

 

“Cepat katakan, apa yang ingin kau bicarakan?”

 

 

Tn Lee berdehem sejenak, “Apa kau memiliki hubungan dengan Pewaris Im’s Queen?” tanya tn Lee pada intinya

 

 

Pertanyaan itu cukup membuat Donghae terkejut. Dari mana sang ayah tau tentang pewaris Im’s Queen? apakah sang ayah juga melihat berita-berita itu?

 

 

Meskipun begitu, Donghae tetap berusaha untuk menyembunyikan rasa terkejutnya itu dengan bertanya “Jadi kau bertemu denganku, hanya untuk menanyakan hal ini?”

 

 

Tn Lee menatap Donghae lama “Bagaimana kabar ibumu?”

 

 

“Ck..tentu saja baik-baik saja asal kau tidak kembali menyakitinya”

 

 

“Lee Donghae!” Donghae membalas teguran sang ayah dengan tatapan tajam miliknya

 

 

“Baiklah! lupakan itu. Karena kedatanganku bukan untuk bertengkar denganmu”

 

 

Sebenarnya dalam lubuk hati Donghae yang terdalam, pria itu penasaran dengan maksud kedatangan sang ayah ke apartementnya. Apakah sang ayah berniat kembali mengutarakan keinginannya untuk menjadikan Donghae penerusnya?

‘Itu tidak akan pernah terjadi’ Batin Donghae

 

 

“Appa ingin kau menikahi Im Yoona”

 

 

“APA?”

 

 

Tidak bisa. Donghae tidak bisa lagi menahan atau menyembunyikan rasa terkejutannya mendengar lagi-lagi Im Yoona masuk kedalam pembicaraan mereka

 

 

“Nikahi Im Yoona” ucap tn Lee sekali lagi.

 

 

Tn Lee yang juga menyaksikan berita scandal antara sang putra dengan pewaris Im’s Queen, menjadi tertarik untuk mengikat mereka. Jika ini berhasil, sang putra akan menerima untuk menjadi pewarisnya. Karena tidak mungkin selamanya sang putra bertahan untuk menjadi seorang aktor, sementara istrinya bekerja keras menjadi pebisnis bukan?

Donghae akan malu pada istrinya jika demikian.

Dan untuk alasan itulah, ia merencanakan pertemuan dengan tn Im, beberapa jam yang lalu.

 

 

“Apa kau gila? menikahi Im Yoona? atas dasar apa kau memintaku untuk menikahi Im Yoona?”

 

 

Donghae memang tertarik pada wanita itu, dan akan mempertimbakan rencana pernikahan itu, tapi ini menyangkut sang ayah! sang ayahlah yang lebih dulu memerintahnya untuk menikahi Im Yoona

 

 

“Appa tidak gila hae! appa masih waras! kau adalah putra appa satu-satunya, karena itu appa ingin selalu yang terbaik untukmu. Yaitu dengan cara menikahkanmu dengan wanita sebaik, sepintar dan sekelas Im Yoona”

 

 

“Ck..putramu satu-satunya yang telah kau buang?” tn Lee akan bersuara, tapi buru-buru Donghae memotongnya “Aku jadi penasaran, dari mana kau mengetahui semua tentang Im Yoona? apakah kau adalah pengagumnya?”

 

 

Kekesalan tn Lee karena tuduhan sang putra, menjadi sirna lantaran pertanyaan yang dilontarkan sang putra berikutnya.

 

 

Dalam hati tn Lee sedikit tergelak “Pengagumnya? itu mungkin. Wanita dewasa berbakat sepertinya, siapa yang tidak akan mengaguminya?”

 

 

“Kalau begitu, bukankah akan lebih baik untukmu, jika kau saja yang menikahinya?”

 

 

“Appa? menikahi Im Yoona?” Tn Im tertawa, “Itu sangat mudah terjadi jika appa berkeinginan hae! kau tau? appa adalah orang yang cukup penting di Im’s Queen!”

.

 

.

 

.

 

.

“Tn Lee adalah pemegang saham kedua di Im’s Queen. Dan dia adalah orang yang cukup berpengaruh didunia perbisnisan, terutama dipasar China. Tidak ada yang bisa meremehkan kemampuannya dalam melakukan segala hal, karena itu, haraboji khawatir jika kita tidak menuruti keinginannya, dia akan mengacaukan Im’s Queen”

 

 

“Tapi kenapa kita harus takut padanya haraboji! kita juga mempunyai hak, untuk menentang segala hal yang tidak kita inginkan terjadi”

 

 

“Haraboji tidak takut. Hanya saja, haraboji terlalu tua untuk menentangnya sayang! haraboji tidak akan berdaya!”

 

 

“Kalau begitu, biar Yoona saja yang melakukannya. Menentangnya” tn Im tersenyum. Sudah ia duga, sang cucu akan menolak rencana sepihak dari tn Lee itu. Sebenarnya tn Im tidak merasa ada masalah dengan rencana tn Lee, apalagi orang yang berniat dijodohkan dengan sang cucu adalah Lee Donghae.

 

 

Tapi meski begitu, ia juga harus mempertimbangkan pendapat sang cucu terlebih dahulu. Dan yang tn Im khawatirkan semenjak mengetahui maksud dari pertemuannya dengan tn Lee, terjadi. Sang cucu menolak rencana itu.

 

 

Suara dering ponsel memecahkan keheningan yang sempat terjadi diantara Yoona dengan sang kakek. Tapi rupanya Yoona lebih memilih untuk membiarkannya. Karena ia sadar, kini bukan saatnya beramah tamah dengan seseorang yang telah menghubunginya tersebut.

 

 

“Bagaimana menurutmu haraboji?”

 

 

“Apa?”

 

 

“Haraboji!” Yoona mendengus. Bernarkah sang kakek tidak mendengar keputusannya yang telah ia utarakan pada sang kakek tadi?

 

 

“Angkatlah dulu ponselmu”

 

 

Lagi-lagi Yoona mendengus, tapi kali ini ia lebih memilih menuruti saran sang kakek. “Ada apa?” tanyanya begitu ponsel itu terhubung

 

 

“Wakil presdir! begini, gaun anda telah jadi. Apakah saya boleh datang kerumah anda untuk mengantarnya?”

 

 

“Kemana asistent Jung?”

 

 

“Asistent Jung sedang ada urusan dengan keluarganya. Karena itu dia meminta bantuan saya untuk mengambil gaun anda disini dan mengantarnya kerumah anda. Apakah saya boleh kesana?”

 

 

“Tidak boleh. Aku bisa meminta asistent Hong untuk mengambilnya disana. Atau aku juga bisa kesana, sekalian untuk melihat-lihat keadaan disana”

 

 

“Tapi wakil presdir!”

 

 

“Kenapa kau memaksa untuk datang kesini sekertaris Kim?”

 

 

“Itu..”

 

 

“Gaunku hanya sebagai alasan agar kau bisa bertemu dengan supir Choi bukan? ck sudah aku duga”

 

 

Klik

 

 

Dalam hati Yoona tertawa. Bawahannya itu pasti sedang kesal sekarang

.

 

.

 

.

 

.

“Kenapa eomma tidak memberi tahu Donghae kalau eomma sudah kembali kesana? seharusnya eomma menunggu Donghae pulang!”

 

 

“Eomma tidak bisa lebih lama lagi disana hae! karena eomma juga punya pekerjaan disini” jawab sang eomma membuat Donghae tersenyum. Ini lebih baik, pikir Donghae.

 

 

Kalau perlu ia akan melarang sang eomma untuk datang sering-sering ke Seoul, kerena sang ayah rupanya telah memilih untuk kembali menetap di korea. Jika sudah begitu, besar kemungkinan sang ayah akan kembali merecoki hidupnya maupun sang ibu, terbukti saat tadi sang ayah dengan mudah memintanya untuk menikahi Im Yoona. Dan Donghae yakin, sang ayah akan menggunakan kekuasaannya agar pernikahan itu terjadi.

 

 

“Kalau begitu jaga diri eomma baik-baik, jangan terlalu lelah. Eomma mengerti? kalau ada waktu, Donghae akan  mengunjungi eomma disana”

 

 

“Baiklah! putra eomma sudah dewasa rupanya. Eomma bersyukur memilikimu hae!”

.

 

.

 

.

 

.

Setelah mengambil gaunnya di boutique Yoona memarkirkan mobilnya didepan rumah, lalu kemudian keluar diikuti oleh sekertaris Kim dibelakangnya. Sebenarnya Yoona masih ingin memberi pelajaran pada sekertarisnya yang telah berani menjalin hubungan dengan supirnya disaat mereka bekerja padanya, tapi apa daya! sekertaris Kim sangat dibutuhkannya saat ini dan hari-hari berikutnya, dan mengharuskan wanita itu selalu datang ke rumahnya. Jadi sudah saatnya ia menghentikan hukumannya pada sekertaris Kim.

 

 

“Sekertaris Kim Ingat, jangan macam-macam dirumahku”

 

 

“Wakil presdir!” sekertaris Kim memberengut

 

 

“Ayo masuk”

 

 

 

Ketika baru memasuki rumahnya, Yoona dihadapkan dengan sang kakek yang terlihat memiliki tiga tamu.

 

 

“Sekertaris Kim tolong bawakan gaun ini ke kamarku” sekertaris Kim menerima paper bag itu dari Yoona dan mengangguk

 

 

Sementara sekertaris Kim pergi ke kamarnya, Yoona memilih mendekat pada sang kakek. “Haraboji!” mendengar panggilan itu, tn Im menoleh dan mendapati sang cucu mendekat padanya. Tn Im pun memilih berdiri untuk menyambut kedatangan sang cucu

 

 

“Kau sudah pulang?”

 

 

“Ya. Karena tidak ada yang menarik di boutique itu. Aku menyesal, kenapa kalian harus memesan gaunku pada biutique sialan itu?”

 

 

“Jaga bicaramu sayang!”

 

 

“Itu semua salah haraboji, sudah tau mereka pernah merusak gaunku, haraboji masih bertahan untuk memesankan gaunku di sana” keluh Yoona

 

 

“Bukan haraboji yang memesan gaunmu, tapi asistent Hong dan juga asistent Jung”

 

 

“Aku akan memarahi mereka nanti”

 

 

“Sudahlah! yang terpenting gaunmu sudah ada ditanganmu bukan?” Yoona pikir juga begitu. Tidak ada gunanya juga terus menerus merasa menyesal, karena pada akhirnya ia akan menggunakan gaun yang dikeluarkan oleh boutique sialan itu.

 

 

Beberapa saat kemudian Yoona tersadar, bahwa sedari tadi ia berbicara pada sang kakek tanpa memperdulikan tamu-tamu sang kakek. Kini saatnya ia tau siapa mereka

 

 

“Haraboji, mereka siapa?”

 

 

“Mereka..”

 

 

“Im Yoona?” Yoona menoleh pada seorang yang menyebutkan namanya dengan nada bertanya itu. Seorang pria setengah baya yang terlihat mirip dengan

 

 

“A..appa?”

 

 

Meskipun sedikit merasa tidak yakin dengan dugaannya, Yoona kembali melontarkan pertanyaan “Benarkah kau adalah appa?” Yoona melihat pria setengah baya itu mendekat dan kemudian memeluknya dengan erat

 

 

“Im Yoona” tn Im menangis haru, sekaligus menyesal. Seharusnya ia ada disaat masa-masa pertumbuhan sang putri. Bukan seperti sekarang, ia malah menemukan sang putri..yang dulu diketahuinya masih berumur lima tahun..kini telah dewasa, dan tumbuh menjadi wanita dewasa yang begitu cantik. “Kau sudah besar nak! haraboji membesarkanmu dengan baik” Yoona tersenyum dan melepaskan pelukan itu. Lalu ia menoleh pada sang kakek

 

 

“Haraboji! appa masih hidup” ucap Yoona begitu senangnya “Ini sulit dipercaya”

 

 

Tn Im atau kakek Im tersenyum. Tidak dipungkiri bahwa ia begitu senang mengetahui bahwa ternyata sang putra yang telah lama dikiranya telah meninggal ternyata masih hidup dan kini kembali padanya dan Yoona. Tapi masalahnya, sang putra kini memiliki kehidupan lain selain kehidupan bersama ibu dari sang cucu! ia khawatir, apakah sang cucu akan bisa menerima kehidupan baru itu?

 

 

“Tapi appa! kenapa hal ini bisa terjadi?” Selanjutnya Yoona mengikuti arah pandang sang ayah yang tertuju pada wanita setengah baya yang terlihat masih cukup cantik meski usianya tidak muda lagi

 

 

“Ini berkat Jungshil” ucap sang ayah dengan senyumannya, “Dia yang telah menyelamatkan appa dari kecelakaan itu, dan merawat appa hingga sembuh”

 

 

Yoona memberikan senyumannya pada wanita itu “Terimakasih nyonya, kau sudah menyelamatkan kehidupan appaku” seumur hidupnya, Yoona sama sekali belum pernah berterimakasih sedalam ini pada orang lain. Tapi, wanita setengah baya itu telah mematahkan dugaannya tentang sang ayah yang ia kira telah meninggal, jadi ia akan melakukan apapun untuk membalas kebaikan wanita itu. Termasuk berterimakasih seperti sekarang.

 

 

“Aku senang bisa melakukannya” ucap wanita setengah baya itu tersenyum sungkan. “Dan aku bersyukur dia bisa sembuh dengan cepat waktu itu, meski harus kehilangan daya ingatnya sebelum kecelakaan itu”

 

 

“Kehilangan daya ingat?” wanita itu mengangguk. “Karena itukah appa tidak pernah kembali?”

 

 

“Ya. Appa kehilangan daya ingat appa waktu itu. Tapi Jungshil selalu merawat appa dengan baik, hingga sekarang appa telah sepenuhnya sembuh.”

 

 

“Syukurlah!”

 

 

Pandangan Yoona berhenti pada wanita muda didepannya

 

 

“Apakah dia adalah putrimu nyonya?”

 

 

“Oh iya Yoona, perkenalkan dia adalah  putri appa bersama Jungsil. Dia adalah adikmu”

 

 

Deg

 

 

Pernyataan sang ayah bagaikan sebuah petir yang menyambar sekitar Yoona disiang bolong, hingga membuat wanita itu begitu terkejut. Putri appa bersama Jungshil?

 

 

“Yoona!” Yoona tidak bergeming meski sang kakek yang memanggilnya. Tatapannya masih tertuju pada wanita muda yang ayahnya sebut sebagai adiknya

 

 

“Yoona sayang!”

 

 

“Aku tidak mengerti dengan apa yang dikatakan appa padaku haraboji!” gumam Yoona masih mempertahanjan tatapannya pada wanita itu. Yang ia lihat kini telah mendekat padanya

 

 

“Eonni! perkenalkan, namaku Nana”

 

 

“Eonni?” tanya Yoona sinis. Yoona sangat bersyukur sang ayah selamat dari kecelakaan itu, tapi apakah ia juga harus bersyukur ketika sang ayah kembali dengan wanita lain, dan putri lain selain dirinya? dan sekarang dengan beraninya wanita itu memanggilnya eonni?

 

 

“Yoona..”

 

 

“Hentikan Yoonsang! mungkin Yoona masih membutuhkan waktu untuk semua ini. Jangan memaksanya”

 

 

“Tapi abeoji..”

 

 

“Hentikan Yoonsang” tn Im terdiam mendengar bentakan dari sang ayah.

.

 

.

 

.

 

.

Yoona memasuki kamarnya

 

 

“Wakil presdir!”

 

 

“Keluarlah”

 

 

“Baik” sekertaris Kim membungkuk sebentar lalu melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar sang atasan.

 

 

Sekeluarnya sekertaris Kim, Yoona menangis menumpahkan cairan bening yang sedari tadi ditahannya. Jika seperti ini kenyataannya, sungguh ia merasa menyesal telah mengucapkan terimakasih sedalam itu pada wanita yang telah berani merebut sang ayah. Dan..jika seperti ini kenyataannya, akan lebih baik jika selamanya Yoona tidak melihat kembali sang ayah

 

 

Yoona menyeka air mata yang semakin deras keluar dari pelupuknya

 

 

Jahat kah ia? jahatkah ia yang tidak ingin membagi apa yang menjadi miliknya dengan orang lain?

 

 

“Yoona! buka pintunya sayang” Yoona tidak bergeming. “Yoona! haraboji harus masuk”

 

——– RL ——–

 

Tiba saatnya makan malam, keluarga Im bersama keluarga barunya terlihat bersiap untuk menyantap hidangan yang telah tersaji dimeja makan besar itu

 

 

“Abeoji kenapa Yoona kita tidak terlihat?”

 

 

“Entahlah”

 

 

“Haraboji!” kakek Im menoleh pada wanita muda yang memanggilnya haraboji tersebut, disaat bersamaan ia juga berpikir, mungkin sudah saatnya ia menerima wanita muda itu sebagai cucunya selain Yoona. Karena biar bagaimanapun wanita muda itu adalah putri dari sang putra “Nana akan memanggil eonni”

 

 

Kakek Im tersenyum “Terimakasih Im Nana”

 

 

“Abeoji!”

 

 

“Dia juga putrimu Yoonsang! jadi sudah sepantasnya dia menggunakan marga kita”

 

 

“Terimakasih abeoji” tn Im bersyukur, ternyata secepat ini sang ayah bisa menerima kehadiran putri keduanya. Dan ia juga tidak bisa memaksa putri pertamanya untuk bisa menerima kehidupan barunya. Karena seperti kata sang ayah, selama dua puluh lima tahun sang putri hidup sebagai putri tunggal dalam keluarga Im. arena itu, ia sangat mengerti ketika sang putri begitu shock, mengetahui kenyataan ini.

.

 

.

 

.

 

.

“Eonni! Yoona eonni!”

 

 

“Yoona eonni buka pintunya!”

 

 

“Yoona eonni kami menunggumu untuk makan malam!”

 

 

“Yoona eon..”

 

 

“Bisakah kau tidak berisik?” Ucap Yoona sinis seraya membuka pintu kamarnya.

 

 

Begitu pintu itu sepenuhnya telah terbuka, Nana terdiam untuk mengagumi sosok wanita yang dipanggilnya eonni itu. Melihat dari dekat seperti ini, ia semakin terkesima dengan kecantikan sang eonni.

 

 

Eonni?

 

 

Mata bengkak, bibir dengan lipstick merah yang belepotan, seolah tetap tidak mengurangi kecantikan wanita beruntung itu.

 

 

“Maafkan aku eonni! tapi, sedari tadi kami menunggumu untuk makan malam. Apalagi haraboji, dari tadi beli..”

 

 

“Haraboji?”

 

 

“Eonni!”

 

 

“Aku tanya, sejak kapan dia menjadi harabojimu eoh?”

 

 

“Eonni!”

 

 

“SEJAK KAPAN DIA MENJADI HARABOJIMU?”

 

 

“Aku tidak tau kalau ternyata eonni begitu sulit untuk menerimaku dalam..”

 

 

“Dan eommamu. Aku tidak pernah bermimpi akan memilki seorang ibu tiri dan adik tiri sepertimu”

 

 

“Tapi eonni! aku jug..”

 

 

“Satu lagi, jangan pernah memanggilku eonni. KAU MENGERTI”

 

 

“Im Yoona!” Yoona menoleh dan mendapati sang kakek berdiri lima langkah darinya. Dibelakangnya sang ayah dan wanita itu..yang kini ia ketahui sebagai ibu tirinya..berdiri mematung. Sepertinya mereka mendengarkan kemarahannya. Dan ia tidak akan peduli itu.

 

 

Mengabaikan tampang membingungkan dari mereka, Yoona memilih untuk memasuki kamarnya.

 

——– RL ——–

 

“Maafkan appa nak! maafkan appa Yoona! appa benar-benar bingung saat itu”

 

 

Tn Im berlutut menyentuh tangan Yoona yang terletak dipangkuan wanita cantik itu. Tn Im pikir ia harus segera meluruskan semua ini. Dan rupanya hal itu didukung oleh sang putri yang telah bersedia membukakan pintu untuknya beserta sang ayah, setelah selama dua hari sang putri mengurung diri didalam kamar.

 

 

Yoona tidak bergeming atas permintaan maaf sang ayah dan memilih memalingkan mukanya sehingga sang ayah maupun sang kakek kesulitan untuk menatapnya. Tapi meski begitu, dalam hati Yoona merasa sedih, haruskah ia menyaksikan adegan yang kini terjadi didepannya? sang ayah berlutut bagaikan orang bodoh dibawahnya seraya menggenggam tangannya erat. Sang kakek berdiri berdiri dengan ekspresi yang sulit Yoona artikan, “Saat appa terlempar didesa itu, Jungshil menemukan appa dalam keadaan mencemaskan. Dia merawat appa dan membawa appa pulang dari rumah sakit ke rumahnya. Dia yang tidak memiliki siapa-siapa harus tinggal bersama seorang pria yang tidak dikenalnya dengan baik, sekaligus seorang pria yang telah kehilangan daya ingatnya. Beberapa hari kemudian, isu tidak baik menyebar didesa itu, hingga mengharuskan kami untuk hidup bersama dengan cara menempuh suatu pernikahan. Appa juga tidak bisa menolak, karena hidup appa tergantung pada Jungshil saat itu. Perlahan appa mulai menaruh perasaan padanya setelah kehadiran putri kami, yaitu Nana”

 

 

“Dan kalian hidup bahagia?”

 

 

“Tidak Yoona. Cobaan demi cobaan menimpa kami dari segi ekonomi”

 

 

“Hentikan”

 

 

“Yoona!”

 

 

“Aku masih membutuhkan waktu untuk menerima semua ini. Keluarlah” tn Im berdiri dan memilih menuruti permintaan sang putri.

 

 

Sekeluarnya tn Im, kakek Im mendudukkan dirinya disamping sang cucu, dan meraih wanita cantik itu kedalam pelukan hangatnya ” Belajarlah untuk menerima semua ini nak! appamu sudah terlalu menderita selama ini”

 

 

“Tapi kenapa appa harus memiliki kehidupan bersama wanita lain haraboji!” keluh Yoona, “dan, mereka juga memiliki seorang putri!”

 

 

“Semua ini sudah menjadi takdir appamu Yoona! kita tidak bisa mencegah takdir itu terjadi. Bukankah seharusnya kita bersyukur, karena appamu kembali pada kita dengan keadaan yang sehat tanpa satupun kekurangan?”

 

 

“Tapi haraboji tau bukan? Yoona tidak pernah ingin, membagi apapun milik Yoona dengan orang lain. Apapun itu, terutama haraboji. Mereka boleh memiliki appa, tapi tidak dengan haraboji. Haraboji hanya milik Yoona seorang” kakek Im semakin mengeratkan pelukannya pada sang cucu. Rasa iba dirasakannya mendengar nada kecemasan itu dilontarkan oleh sang cucu tersayang

.

 

.

 

.

 

.

“Wanita serakah. Apa salahnya dia berbagi sedikit dengan kita” keluh ny Im. Ny Im..panggilan itu mau tidak mau membuat Jungshil merasakan senang yang teramat

 

 

“Tapi eomma! bukankah ini sudah sangat keterlaluan? masuk kedalam keluarga besar ini, tidakkah ini sangat berbahaya bagi kita?”

 

 

“Apanya yang kau sebut berbahaya? eomma hanya menggunakan kesempatan dengan baik atas pemberian tuhan pada kita, yaitu appamu yang kaya raya itu”

 

 

“Tapi eomma sendiri yang mengatakan bahwa sebenarnya appa bukan appa kandungku waktu itu”

 

 

“Diamlah, bagaimana kalau ada yang mendengar?” ny Im menyesal pernah mengatakan hal itu pada sang putri. Andai saja ia tau dari awal, bahwa ternyata sang suami adalah orang  kaya, ia tidak akan pernah menyatakan kebenaran itu pada sang putri. “Lupakan apa yang eomma katakan waktu itu. Anggap saja eomma mengatakannya karena sedang khilaf, memikirkan appamu yang tidak memiliki pekerjaan waktu itu”

 

 

“Tapi tetap saja ini tidak baik eomma! appa sudah terlalu baik pada kita selama ini”

 

 

“Sudahlah jangan mengungkit hal itu lagi. Sudah saatnya kita menikmati sedikit kekayaan keluarga ini. Bukankah tuhan memang baik pada kita karena telah mengirim appamu untuk kita” Nana mendengus mendengar kata-kata sang eomma. Sedangkan ny Im, tidak hentinya ia mengulas senyum puas dibibirnya. Ia merasa telah menangkap dua burung dengan satu batu. Karena setelah menyelamatkan seorang pria yang tidak dikenalnya bertahun-tahun yang lalu, selain ia bisa memberikan sang putri seorang ayah, beberapa bulan yang lalu ia mengetahui bahwa ternyata orang yang ia selamatkan hidupnya adalah putra tunggal dari keluarga terhormat Im. Fakta itu diketahuinya sejak sang suami mendapati kembali ingatannya. Ia tidak tau pasti kejadiannya seperti apa, hingga ingatan sang suami bisa kembali, tapi yang jelas ia sangat bersyukur karena hal itu.

 

 

Ny Im memejamkan mata dan merentangkan tangan dengan senyuman terukir dibibirnya “Eomma tidak pernah tau, menjadi orang kaya bisa senyaman ini. Selama ini, hidup kami dipenuhi dengan kerja keras setiap harinya untuk menyekolahkanmu, tanpa tau bahwa ternyata Im Yoonsang adalah pemimpin perusahaan kosmetik terbesar dijagat Korea ini. Apa itu namanya?”

 

 

“Im’s Queen” jawab Nana

 

 

“Ya. Im’s Queen. Suatu saat kau harus bisa masuk kesana”

 

 

“Eomma pikir Im Yoona akan membiarkannya?”

 

 

“Iya juga! dia adalah penghalang terbesar bagi kita. Karena itu kita harus menyingkirkannya secara perlahan”

 

——– RL ——–

 

Pria itu terlihat menikmati waktu santainya yang diberikan sang sutradara, setelah sebelumnya ia beraksi dengan adegan laganya untuk mendukung film terbarunya. Peluh menghiasi daerah dahi pria itu, yang terus bermunculan meski beberapa kali sang asistent mengusapnya dengan handuk putih miliknya.

 

 

“Apa kau tidak melihat Hyung?” tanya Donghae pada sang asistent

 

 

“Tidak”

 

 

“Kau sudah merindukanku hae?”

 

 

Donghae menoleh dan menemukan sang maneger mendekat “Ck. Yang benar saja”

 

 

“Bagaimana syutingmu?” tanya maneger Kang setelah mendudukkan dirinya disamping sang artis

 

 

“Seperti yang kau lihat”

 

 

“Tapi aku tidak melihatnya”

 

 

“Hyung! kau..” maneger Kang terkekeh melihat kekesalan Donghae. Apakah ia benar-benar perlu menanyakan syuting sang artis yang pastinya akan selalu berakhir dengan sukses?

 

 

“Lalu bagaimana? apa kau sudah memutuskan untuk mendatangi pesta ulang tahun putri dari tn Jo? aku dengar beberapa artis lainnya diundang oleh beliau untuk memeriahkan ulang tahun putrinya Jo Hana yang ke dua puluh tahun”

 

 

“Aku akan datang.” ucap Donghae. Lalu pria itu terlihat mencondongkan tubuhnya kearah sang maneger “Sekalian mencuci mata disana. Iya tidak?”

 

 

“Dasar” Donghae kembali ke posisi semula dan terkekeh mendengar umpatan sang maneger “Apa dengan begitu, berarti kau telah melupakan Im Yoona?” kekehan yang tadinya Donghae ukir dengan indah dibibirnya, seketika menjadi pudar lantaran mendengar nama itu. Im Yoona.

 

 

Donghae sudah bertekat, bahwa ia tidak akan pernah terlibat lagi dengan Im Yoona setelah mengetahui bahwa ternyata sang ayah berusaha menjodohkannya dengan wanita itu. Ia tidak tau pasti kenapa sang ayah bisa berpikiran untuk menjodohkannya dengan wanita itu, tapi yang jelas, ada rencana licik sang ayah dibalik semua ini. Dan untuk mencegah keberhasilan dari rencana licik itu, ia harus menjauhi Im Yoona. Harus.

 

——– RL ——–

 

Dan disinilah Donghae, duduk santai dikursi kayu yang terletak dipinggir kolam renang. Sembari menikmati winenya, sedari tadi Donghae sibuk membawa kedua matanya untuk menelusuri kecantikan gadis-gadis maupun para wanita dewasa yang mendatangi pesta ulang tahun putri dari pebisnis Jo. Tidak sedikit, Donghae mendapat tatapan balasan dari mereka, yang entah kenapa justru membuat Donghae muak melihatnya. Mereka terlalu membosankan untuknya.

 

 

“Lee Donghae?” dan Donghae bertambah muak setelah melihat Kim Jaekyung mendekatinya

 

 

“Kau juga diundang oleh keluarga Jo?”

 

 

“Hmm”

 

 

“Aku dengar, para artis yang diundang oleh keluarga Jo, adalah idola dari putri mereka”

 

 

“Menurutku informasi itu sangat tidak penting” Jaekyung terperangah. Pria ini! “Jadi lebih baik kau berbagi informasi itu dengan wanita-wanita disana” saat sedang menunjuk kerumunan wanita-wanita itu, tidak sengaja tatapan mata Donghae terhenti pada pemandangan didepannya, seorang wanita berjalan dengan anggun seraya menyapa orang-orang disekitarnya, yang sepertinya pangling dengan kehadiran wanita itu. Pangling dengan keindahan yang dibawa oleh wanita itu.

 

 

“Donghae oppa! aku tidak menyangka kau akan hadir” riang Hana ketika melihat salah satu idolanya memeriahkan pestanya

 

 

“Lee Donghae! Jo Hana menyapamu” melihat Donghae tetap tidak bergeming, Jaekyung penasaran hal apa yang mampu membuat sang mantan mematung tanpa berkedip seperti sekarang. Karena itu Jaekyung menoleh mengikuti arah tatap Donghae dan menemukan wanita yang dibencinya sedang menebar senyum pada orang-orang disekitarnya

 

 

Yoona berusaha untuk menampilkan senyumnya pada orang-orang yang telah menyapanya. Sesungguhnya Yoona merasa malas untuk menghadiri pesta ulang tahun ini, tapi demi untuk menghormati sang rekan bisnis, Yoona mengusir rasa malas itu.

 

 

Untuk penampilan, tidak ada yang berbada dengan penampilan Yoona yang sekarang dengan hari-hari biasanya. Hanya saja, jika pada hari-hari biasanya Yoona mengenakan pakaian kantornya khas pebisnis wanita pada umumnya, berbeda dengan sekarang. Yoona terlihat mengenakan Long dress berlengan panjang dan berwarna putih, dengan belahan dada rendah, dan punggung tertutup. Yoona juga mengikat rambut blondenya kebelakang dengan posisi rendah, dan membiarkan beberapa jumbut rambut depan, dikedua sisi wajahnya menjuntai terlepas dari ikatannya. Untuk makeup, lagi-lagi tidak ada yang berbeda dengan hari-hari biasanya, natural dibagian mata dan daerah lainnya, kecuali bibir yang memang selalu ia polesi dengan lipstick merah. Dompet dan High heels senada dengan warna lipsticknya, masing-masing menghiasi tangan dan kaki Yoona.

 

 

Dengan penampilan sempurnanya tersebut, Yoona melangkah penuh percaya diri mendekati sang tuan rumah

 

 

“Tn Jo” sapanya dengan memaparkan senyuman anggunnya seraya mengulurkan tangannya

 

 

“Oh! wakil presdir Im!” tn Jo menerima uluran tangan tersebut “Terimakasih telah meluangkan waktumu untuk hadir dalam pesta kecil ini”

 

 

“Temanya sangat kusukai”

 

 

“Syukurlah”

 

 

‘Setidaknya, aku akan bisa mengalihkan pikiranku dari semua permasalahan yang menimpa hidupku..walaupun hanya berlaku sementara..dengan mendatangi pesta ini’ batin Yoona.

 

 

“Dimanakah putrimu tn Jo?”

 

 

Tn Jo mengitari sekelilingnya “Tadi dia ada disini..oh itu dia” Yoona mengikuti arah tunjuk tn Jo. Dan saat itu Yoona bertemu tatap dengan Lee Donghae, pria yang berada disalah satu permasalahan hidupnya.

 

 

“Seraya menunggu eomma Hana dengan penampilannya yang belum selesai-selesai, ayo kita sapa putriku” Yoona mengangguk kaku

 

 

Setibanya didekat Jo Hana, mereka disambut oleh Lee Donghae dan Kim Jaekyung yang terlihat berdiri untuk memberikan sedikit bungkukan badan pada tn Jo. Disana Yoona harus mendapatkan tatapan tidak suka yang dilontarkan oleh Jaekyung untuknya, yang diabaikan Yoona karena ia lebih tertarik untuk menyapa Jo Hana

 

 

“Selamat ulang tahun Jo Hana” ucap Yoona berusaha melontarkan senyumannya

 

 

“Appa yang mengundangnya?” Tunjuk Hana dengan nada sinisnya pada Yoona.

 

 

“Hana jaga bicaramu”

 

 

“Aku tidak menyangka appa akan mengundangnya! apa appa tidak mengetahuinya? dia telah berusaha untuk merebut Lee Donghae oppa dariku”

 

 

“Jo Hana” Hana memberengut mendengar bentakan sang ayah. Berbeda dengan Yoona yang justru terlihat meringis mendengar tuduhan Jo Hana untuknya. Merebut? apa yang telah ia lakukan hingga gadis kecil ini bisa mengatakan bahwa ia telah berusaha merebut Lee Donghae oppanya?

 

 

Yoona melirik keberadaan Donghae yang ternyata sedang memperhatikannya. Yoona tergelak

 

 

“Jo Hana sayang..aku tidak pernah berusaha untuk merebutnya dari siapapun” Yoona mengatakannya seraya melirik Jaekyung yang terlihat sedang tersenyum puas melihatnya dibenci oleh tuan rumah dari pesta yang didatanginya. “Jangan khawatir..Donghae oppamu sepenuhnya milik kalian”

 

 

“Tn Jo! saya permisi dulu” pamit Donghae yang tidak mau terlibat lebih jauh dalam pembicaraan ini

 

 

“Baiklah. Silahkan nikmati hidangan yang kami sajikan Lee Donghae” Donghae membungkuk sebentar dan pergi menjauh

 

 

Tidak mampu melawan kata-kata Yoona, Hana pun memilih pergi. Mungkin untuk menyusul Donghae.

 

 

“Maaf atas kata-kata kasar putriku wakil presdir Im! kau taukan seperti apa remaja jaman sekarang ketika sudah mengidolakan seorang artis? apalagi itu artis pria” ucap tn Jo. Ia merasa tidak enak pada tamu pentingnya itu, karena perbuatan sang putri. Ia harus memberi sedikit pelajaran pada sang putri setelah ini.

 

 

“Ya. Tapi yang tidak aku mengerti adalah, dimanakah letak spesialnya menjadi seorang artis? hingga para penggemar mereka seolah bertingkah bak seorang monster pada orang lain yang dianggap akan merebut sang artis?”

 

 

Tn Jo tertawa, “Aku sama tidak mengertinya denganmu wakil presdir Im! mungkin, hanya merekalah yang mengetahuinya” Yoona tersenyum

 

 

“Baiklah. Aku harus menyambut tamu yang lainnya. Silahkan nikmati hidangannya,” Yoona membungkuk. “Kim Jaekyung?”

 

 

“Iya, tn Jo” Jaekyung pun membukkan badannya sebentar

 

 

melihat Yoona juga menjauh darinya, Jaekyung berusaha mengejar wanita itu “Im Yoona” Yoona menghentikan langkahnya.

 

 

“Apa kau ingin tau letak spesialnya menjadi seorang artis? benarkah kau ingin tau?” Yoona membalikkan badannya, hingga sepenuhnya ia bisa memperhatikan raut wajah sinis Kim Jaekyung untuknya

 

 

“Sayangnya aku sedang tidak tertarik, Kim Jaekyung” balasnya. Lalu Yoona kembali melangkahkan kakinya ketika ia merasakan seseorang telah mendorongnya

 

 

Byuuuuurrrrr

 

 

Yoona merasakan kakinya lemas seketika saat ia jatuh tercebur kedalam kolam renang tersebut. Ingatan pahit menghantuinya seolah melarangnya untuk kembali muncul kepermukaan. Ingatan pahit penyebab tewasnya sang ibu

 

 

Beberapa orang termasuk Donghae yang mendengar suara ceburan itu, mendekat.

 

 

“Kim Jaekyung?” Tanya Donghae panik seraya mengalihkan perhatiannya pada kolam yang telah terlihat tenang itu. Tanpa pikir panjang lagi, Donghae menceburkan dirinya kedalam kolam

 

 

Sedangkan Jaekyung, pelaku pendorong Yoona masih terdiam mematung sekaligus kebingungan kenapa Yoona bisa tidak muncul kepermukaan? apakah wanita itu tidak bisa berenang? tanyanya pada diri sendiri

 

 

Donghae berhasil membawa Yoona keluar, dan meletakkan wanita itu kepinggiran kolam

 

 

“Im Yoona” gumam Donghae panik. Orang-orang sekitarpun merasakan kepanikan itu melihat pewaris Im’s Queen yang biasanya terlihat penuh dengan kepercayaan diri, kini terletak tak berdaya dipinggiran kolam.

 

 

Selanjutnya Donghae memberi pertolongan pada Yoona dengan menekan-nekan dada wanita itu, tapi tidak ada respon sama sekali hingga Donghae melakukannya berulang kali.

 

 

Donghae terdiam

 

 

Bisikan-bisikan sekitar yang mempertanyakan keadaan Yoona, diabaikan oleh Donghae

 

 

“Im Yoona” gumamnya lagi. Beberapa saat kemudian, Donghae menunduk dan mendekatkan wajahnya pada wajah Yoona untuk memberikan nafas buatan pada wanita itu. Donghae melakukannya, seakan tidak perduli lagi dengan keberadaan orang lain disekitarnya.

 

 

Hingga beberapa kali tidak berhasil, Donghae kembali menekan-nekan dada Yoona

 

 

“Im Yoona”

 

 

“Im Yoona”

 

 

“Im Yoona sadarlah”

 

 

——– To Be Continue ——–

*

 

*

 

*

 

*

Bertemu lagi denganku..

 

 

Kalian merasa tidak sih? FF ini hampir menyerupai sinetron? aku sendiri tidak tau kenapa jadi seperti ini!!!!!kkkkk

 

 

Masuknya Jungshil dan Nana kedalam keluarga Im, hanya untuk membuktikan bahwa ucapan Donghae pada kakek Im ada benarnya.. Yoona tidak ingin ada orang lain lagi yang memanggil sang kakek dengan sebutan haraboji..(intinya Yoona tidak ingin berbagi)..

 

 

Ya sudah, mudah2an mengerti.

 

 

Sekali lagi aku peringatkan readers..salah satu chapter, nantinya akan aku protect. Jadi untuk mendapatkan passwordnya, kalian bisa inbox ke akun FBku Erly C-hana. Dan yang tidak memiliki akun FB, kalian bisa inbox langsung ke no.ponselku 082173173256. (Menggunakan twitter tidak bisa ya! karna aku sendiri tidak pernah menggunakan twitter.) Sangat mudah untuk kalian mendapatkan password, asal komentar kalian ada disetiap chapter sebelumnya. Dan jangan lupa, ketika inbox, kalian harus menyertakan id kalian. Ok

 

 

Terimakasih sudah meluangkan waktu kalian untuk membaca FF ini. Dan terimakasih juga untuk admin baik hati yang telah bersedia menampung FF jelek ini ^^

195 thoughts on “Red Lipstick (Chapter 3)

  1. 2J, Jungshil + Jaekyung, Jahat banget yaah..
    Donghae terlihat khawatir ma Yoona.
    mudah”an Yoona gk knapa”..

  2. Huwaaaaaaa jungshil jahat bngeeet, padahal awalnya uda mau dukung biar yoona dpat ibu baru. Tapi ternyata sangat menyebalkan… Astagaaa, ada ya krakter kaya jungshil… Padahal punya ibu bru aja pasti uda sedih

    Pengen deh cakar jaekyung, jahat. Kok jarkyung brani ya sama yoona… Padahal pewaris im queen
    Mana jo hana ikutan sinis sama yoona,…
    But, seneng sama respon donghae hehehe

  3. Tak kirain ibu tiri yoona baik eh ternyata

    Jaekyung pengin tak pites tuh orang berani beraninya dorong yoona ke kolam

    Donghae jdi khawatir bgt tuh

  4. Kasihann yoona kayaknya bakal menderitaa *ohh tidak
    Setelahh ayahnya balik , ibu tirinya malah mau menghancurkan dan ayahnya hae … ndak tau juga mksd dibalik menjodohkan mereka berdua
    Semoga maksd nya baik juga buat kedua keluarga
    Semoga yoona donghae cepat bersatu …
    Seruuu thorr ceritanyaa…
    Bagussss🙂

  5. ceritanya komplit banyak konfliknya,tp aq makin suka.gmn jadinya yoona …,apa dia bs ngadepin orang orang yg punya niat jahat mma dia.thanks buat author

  6. Bacanya kok deg degan gitu yaa rasanya🙂, berarti ngena banget ceritanya d aku nih ff. Lanjut kak ffnya jadi makin penasran

  7. aduuh ibu tiri yoona matreee nii…hemm..tetnyata ada sisi lain dibalik sifat angkuh yoona..makin penasaran jdinya..aku lanjut baca…dlu pernah baca sama coment tp aq ragu apa comentku udh masuk apa blm coz udh lama…jd aq baca lg dr awal…

  8. Kenapa harus muncul karakter jahat baru 😂😂
    mudah2an keluarga Im cepet tau kalo jungshil sama nana itu ga baik, jaekyung juga keknya terobsesi banget sama donghaee
    Mudah2an karakter jahatnya pada out deh wkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s