Because

Because

SNSD Im Yoona & EXO Luhan

.

MINE

“Karena hatiku telah kau miliki—kemana dan dimanapun, aku akan menemukanmu”

.

.

.

.

Keramaian tampak pada Pantai Gwangalli, tempat berlangsungnya festival yang bisa dikatakan popular di kota Busan. Gwangalii Eobang Festival—begitu masyarakat menamainya, adalah festival yang banyak ditunggu oleh penduduk kota pelabuhan tersebut.

Banyak kegiatan yang biasa dilakukan saat festival ini; seperti menangkap ikan, olah raga air, lomba memasak seafood, dan tentu saja mencicipi masakan laut itu.

“Hei! Kembalikan ikan itu! Itu punyaku! Yak—kau kemari!” Umpatan seorang lelaki terdengar menggelegar, membuat ia menjadi sorotan orang-orang yang berada disana. Seakan tidak perduli, lelaki berperawakan jangkung itu masih setia berlari mengejar wanita yang kini jauh dihadapannya.

Akhirnya ia berhenti. Sungguh ia kelelahan sekarang.

Gadis itu berbalik menghadap Chanyeol dan tersenyum remeh. “Ckck kau ini lelaki atau bukan? Mengejar yeoja saja tidak bisa” Yoona—wanita itu terkekeh geli. Dengan melipat kedua tangan di depan dada, dan ekspresinya yang errr—susah diartikan membuat Chanyeol menatapnya geram.

“Noona, kau benar-benar seperti rusa…hosh hosh…aku…ah…aku capek sekali” Chanyeol menunduk beberapa detik lalu mendongak—mencoba menetralkan napasnya yang tersenggal-senggal.

Yoona terkikik “Lihatlah! Kau seperti kakek-kakek tua. Baru berlari sedikit saja susah ngos-ngosan” kemudian ia tertawa puas. Sementara Chanyeol, lelaki itu mengumpat kakak perempuannya itu yang sangat menjengkelkan.

“Kembalikan ikanku!”

Yoona menghentikan tawanya. Ia pandang ikan yang kini berada digenggamannya, lalu menyeringai.

“Tidak sebelum kau dapat mengejarku” Detik itu ia meneruskan larinya. Chanyeol yang melihat itu tercengang, lalu menatap siluet yang telah dengan cepat kabur itu geram.

“Aku akan menangkapmu, Im Yoona”

Yoona tidak henti-hentinya berteriak histeris saat Chanyeol hampir berhasil menangkapnya. Ada perasaan takut saat adiknya itu kini seperti khalap akan kemarahan. Oh ayolah.. Yoona hanya mengambil satu ikan miliknya. Tetapi kenapa reaksi lelaki itu seperti Yoona mengambil perhiasan atau—ah Chanyeol bukan perempuan yang suka perhiasan.

“Mati kau Im Yoona!” Erang Chanyeol—masih dalam pengejarannya tentu saja.

“Berhenti mengejarku seakan kau sedang mengejar pencuri bodoh!”

“Kau memang pencuri bodoh!”

“Yak!! Siapa yang kau sebut bodoh,bodoh?!”

Pengunjung Festival menatap kedua kakak-beradik yang berkejaran itu heran. Orang-orang akan mengatakan mereka pasangan bodoh tentu saja karena berkejaran dengan gerakan lingkaran(?) *If you know what I mean*

Brukk

Yoona jatuh tersungkur sesaat dirinya menabrak seseorang. Yang ditabrak juga terjatuh, hanya saja ia jatuh terkapar dengan Yoona diatasnya.

“Awh..” Namja itu merintih. Yoona terperangah saat tau ia menindih seseorang saat ini.

“Ah, apa kau baik-baik saja?” Tanya Yoona panik.

“Ya, tapi bisakah kau.. eum..” Astaga, Yoona baru sadar sedari tadi ia tak merubah posisinya. Gadis itu akhirnya berdiri gelagapan. Lelaki yang tadi ditindihnya ikut berdiri sambil membersihkan pakaiannya yang kotor akan pasir.

Tidak jauh dari mereka berdiri, Chanyeol terkikik saat melihat adegan yang well—menarik. Menyaksikan Yoona yang jatuh tersungkur dengan tangan memegang ikan tampak konyol baginya. Terlebih saat tau gadis itu menabrak seseorang dan menindihnya. Dasar ceroboh!

“Ah, mianhae.. Jeongmal mianhae” Yoona membungkuk-kan badannya beberapa kali.

Melihat itu, lawan bicaranya menarik lengkukan sabitnya keatas “Tidak apa-apa. Tidak sepenuhnya salahmu. Oh ya! Aku Luhan,Xi Luhan” Tangannya ia ulurkan kearah Yoona.

Yoona tersenyum kikuk dan menyambut uluran tangan itu “Im Yoona”

“Nama yang cantik, cocok sekali dengan orangnya” BLUSH.. semburat merah muda terlihat jelas dipipi putih gadis cantik itu.

“Hoi noona! Terimakasih sudah mengembalikan ikan ku” Seruan itu membuat Yoona menatap Chanyeol yang kini tersenyum penuh kemenangan dengan ikan di tangannya. Melihat itu mata Yoona membulat tidak percaya. Bagaimana bisa namja itu mengambil ikan itu darinya?

“Yak kau! Kembalikan! Itu ikan ku. Yak—Aku akan menangkapmu” Dan Yoona melupakan sosok yang bahkan tadi sempat membuatnya tersipu. Ikan itu lebih penting sekarang, karena Yoona sudah bersusah payah mencurinya dari Chanyeol.

Adegan kejar-kejaran itu berlangsung kembali. Luhan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia juga tanpa sadar tersenyum melihat Yoona yang saat ini tengah mengejar Chanyeol dan sesekali melemparnya dengan sandal ‘Yoona, kau menarik’

*****

Puncak dari Gwangalli Eobang Festival kini sudah tunggu menghitung menit. Sekurumunan orang mengambil tempat untuk dapat menikmati pemandangan indah yang jarang sekali dapat ditemui setiap hari. Sama seperti yang lainnya, Yoona memutuskan untuk melabuhkan bokongnya di potongan kayu besar tepat di tepi pantai.

Raut mukanya masam, dapat diketahui suasanya hatinya buruk sekali saat ini. Eomma nya lebih membela Chanyeol daripada dirinya yang jelas-jelas tidak bersalah. Well, itu bagi Yoona sendiri. Sungguh, ingin sekali Yoona melayangkan tendangan maut nya ke wajah Chanyeol yang tadi menertawakan dirinya.

“aishh.. anak itu menyebalkan” kesalnya.

“Siapa yang menyebalkan?” Pertanyaan tiba-tiba itu mengagetkan Yoona—belum lagi siapa yang bertanya.

“Kau..lelaki yang tadi ku tabrak, bukan?”

Luhan hanya tersenyum, lalu ikut duduk disamping Yoona. “Wajah mu kusut sekali”

“Apa pedulimu?” Yoona mendengus kesal.

“Kecantikanmu akan berkurang dengan wajah seperti itu. “ Ungkap Luhan santai tanpa memandang si lawan bicara.

Yoona mendecak “Mau apa kau disini?”

“Melihat kembang api, tentu saja. Kau juga begitu kan?” Diam. Yoona kehabisan kata-kata sekarang.

DDUAR!!

Momen yang ditunggu sejak tadi—pertunjukan kembang api tiba. Semua yang ada disana berucap kagum, tak terkecuali Yoona. Air mukanya benar-benar berubah menjadi ceria dan Luhan seakan terhipnotis akan yeoja di sampingnya. Saat semua orang menjadikan kembang api sebagai objek keindahan malam itu, berbeda dengan Luhan yang lebih memilih memandangi Yoona.

Baginya, Yoona lebih indah dari apapun. Baik itu kembang api atau lampion yang mengelilingi sepanjang pantai.

“Ah, cantik sekali” Gumam Yoona takjub.

‘kau seribu kali lebih cantik dimataku’

“Luhan-ssi! Luhan-ssi! Kau tidak apa-apa?” Tanya Yoona seraya mengibaskan tangannya di depan wajah Luhan.

Luhan merutuki dirinya sendiri yang tertangkap basah sedang memperhatikan Yoona. Ia menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal dan kembali menatap kedepan. Yoona, ia tersenyum. Entah apa yang kedua insan itu pikirkan saat ini.

*****

Yoona terbangun dari tidurnya saat Ny.Im mengguyurnya dengan air. Tapi itu tak berlangsung lama karena Yoona menutup matanya dan kembali tidur.

“YOONA! SUDAH PUKUL 8 DAN KAU MASIH INGIN MELANJUTKAN TIDURMU?” Teriakan Ny.Im hampir saja membuat Yoona jatuh terjengkang dari kasur kalau saja ia tidak melakukan gerak reflek—memegang pinggiran ranjang.

“Aku akan bolos kuliah hari ini” Ucap Yoona santai.

Ny.Im menatap anak perempuannya itu garang. “Bolos, maka uang jajan mu ku potong”

Mendengar ancaman itu, Yoona dengan langkah tak beraturan memasuki kamar mandi.

 

Tidak berselang beberapa menit, Yoona sudah siap dengan kemeja putih dan celana jeans melekat ditubuhnya. Wajah polos tanpa make-up saja sudah membuatnya tampak cantik. Tak heran jika gadis Busan itu menjadi primadona di kampusnya.

Sungkyunkwan University—tempat dimana Yoona berkuliah memang cukup jauh dari rumah Yoona. Dengan mata yang berat untuk terbuka lebar dan rasa kantuk luar biasa, Yoona berjalan bak orang mabuk. Demi buah kelapa yang menimpa kepala Chanyeol, ia lupa kalau hari ini adalah hari Lee Songsengnim mengajar.

‘Terserah apapun yang akan dikatakannya’

“Tidak ada gunanya jika aku menghukummu, duduklah” Pernyataan dosennya itu membuat Yoona kehilangan rasa kantuknya.

“Sungguh?”

“Kau mau aku berubah pikiran?” Yoona tersenyum lebar lalu duduk dibangkunya. ‘Hari ini tidak buruk,sepertinya’

 

Luhan menghentikan langkahnya. Baru saja iris matanya menangkap siluet yang ia kenal. Yoona, ya yeoja itu berada sekitar beberapa meter dari lokasinya berdiri—dengan memunggungi Luhan. Senyumannya mengembang dan memutuskan untuk mendekati wanita itu.

“Yoona-ssi!” Yoona menoleh—dengan terkejut.

“Luhan-ssi? Kau kuliah disini juga?”

Luhan mengangguk dan mensejajarkan langkah nya di samping Yoona.

“Aku tidak percaya kita berjumpa lagi” Ungkap Luhan dan dibalas anggukan Yoona.

“Kebetulan sekali yaa” Yoona terkekeh namun tak menutupi rasa gugupnya. Entah lah, hanya saja degupan jantungnya selalu berdetak tak normal karena pria ini.

‘Aku tidak yakin ini hanya kebetulan. Tuhan merencanakan ini, Yoon’

 

Bukan hanya berakhir di sana, Yoona juga sempat dikejutkan karena bertemu tak sengaja dengan Luhan di toko buku, Mall, dan beberapa tempat lainnya.

‘Apa dia jodohku?’ Pertanyaan itu sempat terlintas dibenak Yoona. ‘Bodoh! Mana mungkin, wajar saja sering bertemu. Dunia itu sempit’ Kemungkinan berbeda itu seakan menjadi bahan pikiran Yoona akhir-akhir ini. Belum lagi saat detakan jantungnya yang yang seakan-akan ingin lepas saat Luhan didekatnya.

Yoona tidak mengerti apa yang terjadi dengannya sekarang. Pikirannya terlalu penuh akan Luhan, namja China yang bahkan belum genap satu bulan ia kenal.

“Noona!”

“YAK!! BISAKAH KAU TIDAK MENGAGETKAN KU?” Chanyeol menutup telinganya.

“Aishh.. telingaku.. bisakah kau tidak berteriak?” Yoona menatapnya garang lalu membungkus tubuhnya dengan selimut—ia hanya menggunakan tanktop dan hotpans.

“Kamarku punya pintu” ucap Yoona kesal

“Lalu?”

“Ketok dulu sebelum masuk, bodoh!” Chanyeol hanya dapat meringis saat tau bantal pink yang tadi dipegang Yoona beralih ke mukanya.

“Yayayaya, aku tau. Lain kali aku akan mengetuk. Tapi kali ini aku datang bawa kabar gembira, noona”

Yoona mengerutkan dahinya. “Kabar gembira? Apa?”

“Kita akan pindah ke Beijing besok”

“MWO?!”

*****

Luhan berlari kecil sambil terus tersenyum. Dengan langkah percaya diri, ia memasuki kelas ‘Teater and Film’ Iris hazelnya mengelilingi sekitar ruangan itu. Tapi NIHIL! ‘Apa Yoona sakit?’

Luhan masih berdiri di depan universitas besar itu, berharap mendapat informasi dari teman sebangku gadis itu—Kyunmi yang masih didalam. 10 menit sudah, Kyunmi akhirnya keluar dan Luhan dengan segera menghampirinya.

“Permisi, kau teman sebangku Yoona kan?”

“Ya. Ada apa?”

Luhan terdiam sebentar, “Apa hari ini dia tidak masuk?”

“Tidak, dia sudah pindah ke Beijing kemarin.” Seakan petir menyambarnya hari itu, Luhan tak dapat berkata-kata. Bunga mawar yang sedari tadi ia sembunyikan dibalik punggungnya seakan dipenuhi duri yang menusuk. Sakit sekali.

 

Merasa bosan berkurung diri dikamarnya, Yoona memutuskan untuk mencari udara segar. Tidak ada salahnya ia mencoba mengakrabkan diri bukan dengan lingkungan Beijing? Ini sudah tahun kedua, tapi Yoona masih asing dengan kota—ah Negara ini.

“Sungguh, aku merindukan Korea” Gumamnya lesu ‘dan aku merindukan Luhan’

Yoona tidak melanjutkan lari paginya dan lebih memilih duduk. Moodnya selalu buruk saat mengingat ia harus pindah ke Negara ini dan meninggalkan Negara lamanya. Kalau saja bukan karena tuan Im tidak memohon padanya agar mengerti—perusahaan di Beijing harus diselamatkan, ia tidak akan pernah mau pindah.

“Wajah mu kusut sekali” Perkataan seseorang dihadapan Yoona membuat gadis itu mendongak. Rasa tak percaya saat ia melihat sang lawan bicara.

“L-l-luhan?”

Luhan tersenyum manis “Lama tak berjumpa Yoon”

“Bagaimana bisa?” Tanya Yoona—masih dengan ketidak percayaannya.

“Karena hatiku telah kau miliki—kemana dan dimanapun, aku akan menemukanmu” Yoona mengerjapkan matanya beberapa kali. Otaknya berusaha mencerna ucapan Luhan. Yoona merutuki otak tumpulnya itu yang sulit sekali bekerja saat ini.

Luhan mencondongkan badannya kearah Yoona dan mencium yeoja itu tepat dibibirnya. Sontak saja Yoona membulatkan matanya dan terpaku atas apa yang Luhan lakukan padanya.

“Saranghae Yoon”

 

FIN

FF APA INI OH MY GOD!! ._.v Sesuai disc ff ini mempunyai banyak ke-absurd-an(?) Jadi mohon pemaklumannya huhu. Don’t be silent readers yap, arigatou gozaimasu^^

6 thoughts on “Because

  1. Berkurung? Lebih enak lagi kalau di ganti ‘mengurung’🙂
    Ceritanya bagus tapi alurnya terlalu cepat.🙂
    Fighting!❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s