Fuckin’ Boy (Chapter 2)

IMG_20160105_192113

Written by PinnochioTall

Poster by me

Main Casts : [EXO] Byun Bekhyun | [SNSD] Im Yoona | Jooyoung

Support Casts : Temukan Dalam Cerita

Genre : Romance-drama | Length : Chapter  | Rated : Teen

Disclaimer : kebanyakan terinspirasi diberbagai anime shoujo dan Drakor. Cast punya ortu-nya dan allah SWT!

 

ingatan dimana Byun Baekhyun menampar gadis yang ia sayangi terus terulang difikirannya. Matanya kosong memandang langit-langit kamar, pagi yang tidak mengenakan baginya, cinta pertama yang penuh dengan konflik tak berujung.

Langkah kaki yang berat menuju ruang sempit yang dipenuhi air, kini matanya dapat memandang wajah yang tak familiar, wajah yang dibenci oleh gadis yang dicintainya. Tatapan mata yang ia benci, ekspresi meyeramkan dirinya, semua hal yang mengenai dirinya terasa begitu buruk dimatanya. Hanya karena wanita yang ia cintai membencinya.

“kenapa aku begitu tampak bodoh? Kenapa aku tidak bisa mengekpresikan perasaanku padanya”

Mata yang memandang seorang gadis dengan lekatnya kini tengah duduk diam sambil menyeruput white cofee-nya. Gadis itu duduk diantara para pelanggan. Duduk diam sambil memperhatikan layar laptop-nya. Gadis yang selalu sibuk dengan urusan yang menurutnya tidaklah terlalu penting.

Laki-laki itu menggerakkan kaki-kakinya, menimbang-nimbang apakah dia perlu mendatangi gadis itu atau tidak. Sejak dari ia tiba di cofe tersebut, ia telah memikirkan hal itu. Benar saja, ia terlalu lama berfikir sehingga laki-laki lain pun datang menghampiri gadis itu.

“sial!”

Laki-laki ini terus hanya mengamati tingkah gadis itu, tingkah yang kadang terlihat terlalu manis untuk didepan lelaki lain.

“menjijikan”

Tawa yang meledak diantara dua insan yang tengah ia perhatikan terus membuat hati lelaki ini terbakar. Ya, terbakar api cemburu. Siapa sangka hanya dengan tawa itu sudah membuat lelaki ini berdiri dan berjalan dengan amarahnya menuju meja gadis itu.

“Baekhyun-ah?” gadis ini terperangah kaget.

“heh, kau memang gadis lacur, Yoona!” ucap Baekhyun sambil menarik tangan Yoona tanpa memperdulikan apakah tangan Yoona sakit atau tidaknya.

Belum sempat mereka berjalan didepan pintu keluar cafe, lelaki yang berbicara pada Yoona tadi menahan tangan Baekhyun, lelaki ini memang telah lama memendam rasa benci pada lelaki kurang ajar dan tidak tau malu ini, ya setidaknya inilah yang difikirkan lelaki ini pada Byun Baekhyun.

“lepaskan tangan menjijikanmu itu!” kini tangan lelaki ini telah berubah tempat ke kerah baju Baekhyun.

“heh!” tawa remeh Baekhyun pertanda ia meladeni dengan senang hati.

“Jooyoung, hentikan, aku mohon.” Yoona berucap pelan dengan ekspresi penuh dengan kekhwatiran.

Baekhyun melihat ekpresi itu, ekspresi yang sama persis saat Jooyoung menghajarnya diatap sekolah. Lagi hati Baekhyun tersayat yang kesekian kalinya.

Jooyoung mendengarkan kata-kata Yoona, dan melepaskan tangannya dari kerah Baekhyun. Seakan baju Baekhyun itu kotor, ia mengilap tangannya dengan sapu tangan dikantung celananya dan membuang sapu tangan itu begitu saja. Baekhyun tertawa miris membelakangi Yoona dan jooyung yang menjauhinya.

“aku akan tetap berusaha mendapatkanmu Yoona!”

 

Embun cermin dikamar mandi memblurkan pantulan wajah Byun Baekhyun, tangan kanannya menghapus sedikit embun disana, memperlihatkan wajah Baekhyun yang frustasi.

“bagaimana caranya agar Yoona melihatku?”

Baekhyun keluar dari kamar mandi, berjalan menuju ranjangnya. Duduk sambil membuka layar adroidnya.

Pencarian google

“Cara agar lebih dekat dengan gebetan”

Tatapan tajam dan penuh keseriusan Baekhyun menatap layar androidnya. Seakan-akan tatapan itu dapat membuat andorid itu menjadi berlubang dengan sinar leser keluar dari matanya. Keseriusannya berlanjut hingga dia menghempaskan badannya diatas kasur. Mencari-cari website penyedia artikel yang sesuai dengan dirinya.

“dapat!”

Beri ia bunga secara rahasia atau letakan didalam lacinya dengan secarik kertas yang berisikan kamu mencintai-nya.

Apabila bertemu/berpas-pasan sapalah dengan hangat.

Apabila sedang berbincang tatap matanya sedalam mungkin, berikan isyarat kalau kamu sangat mencintainya.

Berkata sangat lembut padanya.

Lakukan/berikan apa yang ia mau.

Beritahu semua orang kalau kau mencintainya.

Setelah membaca artikel tersebut Baekhyun tertidur dan menuju kealam dimana ia dapat bersama-sama dengan Yoona. Alam penuh ketentraman hidupnya.

Lagi mata tajam itu menatap seorang gadis yang tengah bercanda ria bersama pangeran berkuda putihnya. Duduk-duduk didepan kampus dengan background pohon yang melindungi mereka dari sinar matahari.

“apakah aku mampu melakukan yang pertama?”

Baekhyun berjalan menuju dalam kampus, melihat majalah dinding yang biasanya memperlihatkan kelas setiap siswa. Awalan daftar memperlihat namanya, namun ia terlihat masih mencari-cari nama lain, tentu saja nama Im Yoona.

ini dia”  Baekhyun bergegas menuju kelas yang telah tertulis di mading. Memastikan semua orang membuat Yoona duduk di bangku yang telah ia tetapkan sehingga bunga yang ia letakan akan sampai pada pujaan hatinya.

“Jika Yoona tidak duduk disini kalian semua akan mendapatkan akibatnya, paham!” Semua diam menunduk, menatap saja tidak berani, semuanya hanya mengangguk.

Yoona masuk kekelas, tapi tiba-tiba ia terhenti karena merasakan aura yang sangat aneh, entah ini aura hitam atau ungu. Rasa nya ia ingin keluar dari ruangan ini. Yoona menatap Jooyoung yang juga satu kelas dengannya. Tapi Jooyoung balas menatap Yoona dengan ekspresi sama.

Dua-duanya duduk bersebelahan, tapi mahaiswa disana menatap mereka aneh, Yoona seperti dipaksa melakukan sesuatu tapi ia tidak tau apa itu, hingga ia hanya melihat isi lacinya dan menemukan satu bunga dan secarik kertas.

“maafkan aku karena telah menamparmu kemarin.”

Hanya dengan kalimat itu ia telah tau siapa yang mengiriminya surat. Yoona mengambilnya membawanya keluar dan memasukkannya kedalam keranjang biru disebelah pintu kelas.

Baekhyun melihat itu semua, ia mengawasi Yoona dari lantai dua. Melihat Yoona membuang bunga dan kertas permohonan maafnya membuatnya patah semangat. Ia memang telah yakin tidak akan berhasil hanya dengan itu.

“aku tidak akan menyerah”

Chapter two finished

NOTE: Hiyyaaa, maaafkan daku yang membuat cerita ijal menijal/? Ada yang nanya dichapter 1, itu flasback atau gimana dan jawabannya “ia flasback” karena menurut author kalau dibuat tulisan flasback nya ntar kaya cerita lama. Gimana ya maksudnya ingin mengubah gaya penulisan. Trus ingin mengembangkan imajinasi readersnya. Kan bisa nebak sendiri dong ini flasback apa enggak hehe.

7 thoughts on “Fuckin’ Boy (Chapter 2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s