Because I’m Stupid

downloadfile

Judul : Because I’m Stupid

Author : levanacho

Rating FF : PG

Length: Oneshoot

Genre: Romace, Friendship, Comedy (?), AU

Main Cast: Im Yoona and Cho Kyuhyun

Support Cast: Choi Siwon, Seo Joo Hyun

 

Disclaimer.

Hai semua! Well, ini sebenernya ff kedua yg aku buat sih *kalo gasalah sih* wkwkwk. The story belongs to me, but Kyuhyun and Yoona belongs to God.

Sebenernya, ff ini udah lama pernah aku post di blog aku. Buat yg kepo2 yuk monggo boleh main ke my blog #promosiiii

Oke deh, daripada kebanyakan omong mending kita langsung cekidoottt.

 

 

“Aku mencintaimu, Yoong.”

Yoona tak percaya akan apa yang baru saja ia dengar. Lututnya lemas seketika, dan hatinya seakan melayang entah pergi ke mana. Ya, pendengarannya pasti salah tadi. Ia harus pergi ke THT untuk memeriksakan telinganya nanti. Karena, bagaimana mungkin seorang Choi Siwon, namja yang diidamkan oleh seantero sekolah menyatakan cinta padanya.

“Ehm, oppa. Maaf bisa kau ulangi ucapanmu tadi? Karena kurasa pendengaranku sedang bermasalah tadi. Masa tadi aku mendengar kau menyatakan cinta padaku. Hahaha.” Yoona malah tertawa sendiri sambil menyentil-nyentil telinganya.

 

Siwon yang mendengarnya hanya tersenyum. Senyum yang nyaris seperti tawa. “Yoong, Yoong. Yang kau dengar tadi memang benar, telingamu tidak salah, bodoh.” kekehnya.

Yoona seketika langsung menghentikan kegiatan menyentil-nyentil telinganya dan diam membisu masih tak percaya.

 

Siwon yang mulai heran dengan tingkah Yoona pun akhirnya memecah keheningan. “Yoong? Bagaimana denganmu?” tanyanya tak yakin.

Yoona menatap Siwon, kali ini bukan dengan tatapan tak percaya, namun ia menatapnya mantap. Kemudian ia mengangguk. “Aku juga, oppa.” ujarnya sambil tersenyum. Matanya mulai berkaca-kaca.

 

Siwon langsung lega begitu mendengarnya. Ia langsung menarik Yoona dengan perlahan, dan mendekapnya erat dalam pelukannya.

 

<<>>

 

“Kau tahu, awalnya aku sempat mengira kalau pendengaranku ini sebenarnya salah. Bahkan aku sampai menanyakannya lagi padanya. Tapi kau tahu apa jawabannya? Dia berkata kalau pendengaranku benar dan tidak salah. Dia menyukaiku! Ya ampun bisa kau bayangkan betapa aku tak percaya. Seorang Choi Siwon….”

 

“Namja yang diidam-idamkan oleh seantero sekolah ternyata memilihmu untuk jadi kekasihnya. Yoong, kau sudah mengatakan ini lebih dari 10 kali pada kami. Telingaku bahkan sampai panas mendengarnya.” ujar Kyuhyun cuek sambil terus melahap makan siangnya, dan spontan saja Seohyun langsung menyenggolnya.

 

Mendengar ucapan Kyuhyun barusan, Yoona langsung menggembungkan pipinya dan memanyunkan bibirnya. “Ya, Cho Kyuhyun! Tidak bisakah kau berpura-pura belum pernah mendengarnya? Setidaknya cobalah sedikit menyenangkan perasaan sahabatmu.” kesalnya.

 

“Yoona onnie. Jangan dengarkan Kyuhyun Oppa. Ayo lanjutkan saja ceritamu. Aku masih mau mendengarnya, kok.” Seohyun membujuk Yoona.

 

“Sudahlah, Seohyun. Aku tak apa. Lagipula aku…. Ah, Siwon oppa sudah datang. Sudah dulu, ya. Aku pergi.” ujar Yoona begitu ia melihat Siwon datang menghampirinya. Tadinya, ia berniat menyindir Kyuhyun, namun begitu melihat Siwon, semua niatnya langsung hilang seketika.

 

“Oppa.” panggil Seohyun pada Kyuhyun setelah Yoona pergi. “Aku tahu kau tidak menyukai Siwon Oppa. Tapi setidaknya kau harus turut bahagia melihat Yoona Onnie mendapatkan seseorang yang sangat diidamkannya. Bukankah begitu?” Seohyun menasihati sahabatnya.

 

“Dan tidakkah kau merasa kalau belakangan ini Yoona jadi jarang bersama kita lagi karena orang itu? Bagaimana mungkin aku menjadi senang karena itu?” Kyuhyun tak mau kalah.

 

Mendengar perkataan Kyuhyun, Seohyun hanya terdiam. Itu memang benar. Sejak mengenal Siwon, Yoona jadi berbeda. Dia jadi lebih sering bermain dengan teman-teman Siwon dan kesannya seperti meninggalkan Seohyun dan Kyuhyun. Padahal mereka adalah sahabat dari kecil. Namun ia buru-buru menepis pikiran itu dari kepalanya.

 

<<>>

 

“Yoonaaaa! Siwooonn!” teriak Yuri langsung menghampiri meja Yoona dan Siwon di kantin. Bahkan tanpa permisi, ia langsung meletakkan makan siangnya dan duduk di sebelah Yoona, mengganggu masa-masa berdua Yoona dan Siwon. Dan tentu saja ini membuat Siwon sedikit kesal.

 

“Ehm. Yuri, tidakkah kau merasa kesepian seorang diri sejak berpisah dari Minho?” ujar Siwon yang merasa terganggu dengan kehadiran Yuri di sana. Memang, seminggu lalu Yuri dan Minho baru saja putus, dan sejak saat itu, Yuri terus-terusan mengampiri Yoona, dan ini jelas membuat Siwon kesal karena ia kehilangan waktu untuk berdua bersama Yoona.

 

“Tidak. Aku justru sedang ingin sendiri dulu sekarang. Menikmati waktu bersama sahabat-sahabatku.” ujar Yuri cuek, tanpa menangkap maksud dari perkataan Siwon barusan.

 

Jawaban yang tidak diharapkan Siwon. “Lalu sampai kapan kau akan merecoki orang pacaran?” ujarnya tanpa basa-basi. Yoona langsung menendang kaki Siwon begitu mendengarnya. Ia takut Yuri akan tersinggung atau apa.

 

Namun tampaknya Yuri tetap tak peduli dengan ucapan Siwon. Buktinya ia masih saja duduk di sebelah Yoona, tanpa menggeser posisinya 1 cm pun. “Sudah kau tenang saja. Lagipula ada seorang namja yang menarik perhatianku belakangan ini.”

 

“Siapa? Kenapa tidak kau pacari dia saja? Dengan begitu kan kau bisa berhenti merecoki orang pacaran?” begitu mendengarnya, tentu saja Yoona langsung menginjak kaki Siwon. “Oppa!” bisiknya memperingatkan. Namun Siwon tetap saja cuek akan peringatan Yoona tersebut, dan merecoki Yuri dengan berbagai pertanyaan.

 

Yuri mendengus mendengar ucapan Siwon. “Ya! Bisakah kau setidaknya tidak memikirkan pacaran terus-menerus? Lagipula bukankah sepulang sekolah kalian selalu bersama? Apa masih kurang?” cibir Yuri kesal.

 

“Sudah, Onnie. Jangan dengarkan Siwon Oppa. Dia pasti tidak serius. Jangan masukkan hati, ya?” pinta Yoona sambil memegang lengan Yuri. “Ayo, Onnie. Ceritakan lagi tentang namja itu.”

 

“Gomawo, Yoongie.” kata Yuri sambil merangkul Yoona. “Siwon memang beruntung bisa punya kekasih sepertimu. Kau yang sabar saja ya menghadapinya. Jika dia macam-macam padamu, laporkan saja padaku.”

 

Yoona terkekeh mendengarnya, kemudian ia mengangguk. “Ne, Onnie.”

 

“Awas kalau kau berani bicara macam-macam lagi pada Yoona.” ancam Siwon pada Yuri, namun ia mengatakannya sambil tertawa.

 

“Omong-omong siapa namja yang berhasil menarik hatimu?”

 

“Oh, itu. Namanya Cho Kyuhyun. Dia sekelas denganku di pelajaran Biologi.”

 

Seketika itu juga, Yoona langsung tersedak makanannya.

 

“Yoong, kau tidak apa-apa?”

 

“Yoong, kau baik-baik saja?”

 

“Tidak, aku tidak apa-apa. Jangan pedulikan aku. Ayo, Onnie lanjutkan ceritamu.” pinta Yoona penasaran. Bagaimana bisa Yuri menyukai orang seperti Cho Kyuhyun?

 

Yuri mengangguk lalu melanjutkan, “Tapi sepertinya ia sudah punya pacar. Mereka selalu saja berdua kemana-mana. Seperti lem dan perangko. Belum lagi pacarnya sangat cantik. Huh, menyebalkan” cibirnya dengan mulut penuh makanan.

 

Yoona berhenti mengunyah makanannya. Kyuhyun sudah punya pacar? Siapa? Kenapa ia sama sekali tak bercerita padanya tentang hal sepenting ini?

 

“Apa kau kenal siapa pacarnya?” tanya Siwon.

 

Yuri menggelengkan kepalanya. “Tidak, aku tidak mengenalnya. Tapi aku tahu namanya. Namanya Seo Joo Hyun. Biasa dipanggil Seohyun.”

 

Dan Yoona langsung tersedak hebat begitu mendengarnya. Yuri pun langsung memberinya minum. “Yoong, kau sungguh tak apa-apa? Dari tadi kau tersedak terus.” tanya Siwon cemas.

 

Setelah menenangkan diri, Yoona menggeleng. “Tidak, Oppa. Aku tak apa-apa. Mungkin tadi aku makan terlalu cepat, sampai-sampai tersedak. Sudah, jangan cemaskan aku.” ucap Yoona asal. Pikirannya sekarang melayang pada perkataan Yuri barusan. Kyuhyun dan Seohyun berpacaran? Ya ampun, ini bahkan lebih buruk daripada yang ia kira semula. Mengapa tak satu pun dari memberitahunya mengenai kabar ini? Dan entah mengapa, pikiran ini membuatnya kesal.

 

“Onnie, Oppa.” katanya lagi. “Maaf, tapi sepertinya aku harus kembali ke kelas sekarang.”

 

“Kenapa, Yoong? Bukankah jam istirahat masih setengah jam lagi?” tanya Yuri heran begitu melihat Yoona berdiri.

 

“Tidak apa-apa, Onnie. Aku baru ingat ada PR yang belum kukerjakan. Aku akan mengerjakannya sekarang.” kata Yoona berbohong. Sebenarnya ia ingin menghampiri Kyuhyun dan Seohyun, menanyakan secara langsung sebenarnya apa yang terjadi.

 

“Baiklah, aku akan menemanimu, Yoong. Kajja.” ucap Siwon langsung berdiri, dan bersiap mengikuti Yoona.

 

Namun Yoona menggeleng dan meminta Siwon duduk kembali. “Anni, tidak perlu, Oppa. Sebentar lagi juga PR ku selesai, kok. Kau di sini saja bersama Yuri Onnie. Oke?” pintanya.

 

Sebenarnya, Siwon sedikit heran dengan tingkah laku Yoona. Tidak biasanya Yoona menolak untuk ditemani, karena gadis itu memang tak suka sendirian. Namun, Siwon menurut. Ia tetap duduk di bangku kantin, sementara Yoona berjalan pergi sendirian.

 

<<>>

 

Yoona menemukan Seohyun dan Kyhyun sedang duduk berdua di pojok perpustakaan. Entah bagaimana, hatinya sedikit gelisah melihat pemandangan ini. Ia pun langsung menghampiri mereka.

 

“Apa benar kalian pacaran?” tanpa basa-basi Yoona langsung bertanya pada Seohyun dan Kyuhyun yang sedang ada di perpustakaan. Membuat keduanya bingung bukan kepalang.

 

“Apa kau sedang demam?” ujar Kyuhyun bodoh sambil meletakkan tangannya di kening Yoona.

 

Yoona mendengus dan melepaskan tangan Kyuhyun dari keningnya dengan tidak sabar. “Ya Cho Kyuhyun! Apa-apaan kau ini? Apa kau sudah bosan hidup?” tanyanya dengan pandangan mematikan.

 

“Tentu saja kau yang apa-apa. Bukan aku.” Kyuhyun tak mau kalah.

 

“Kau tiba-tiba datang dan langsung bertanya apa aku dan Seohyun pacaran. Apakah itu masuk akal?” balasnya.

Yoona menggembungkan pipinya. Ia kesal karena selalu kalah adu bicara dengan sahabatnya yang satu ini.

 

Seohyun yang menyadari situasi akan segera berujung pada perang dunia, akhirnya mengambil kendali. “Onnie, lagipula kau ini kenapa? Tiba-tiba bertanya seperti itu? Siapa yang bilang padamu?” tanyanya polos

 

Baru saja mulut Yoona terbuka, siap mengucapkan nama Yuri, ketika kemudian ia mengingat sesuatu. Yuri menyukai Kyuhyun, dan jika ia mengucapkan nama Yuri, Kyuhyun pasti akan penasaran sendiri dan nantinya akan ketahuan kalau Yuri menyukainya. Tentu saja ia tak bisa berbuat begini.

 

“Eh, Ani. Aku hanya merasa kalau kalian berdua sangat dekat. Selalu berdua kemana-mana.” Ucap Yoona asal. Kemudian ia berbalik lagi pada Seohyun “Jadi, apakah kalian memang pacaran?”

 

“Ya ampun, Onnie. Kau ini kenapa?” tanya Seohyun heran melihat tingkah sahabatnya ini.

 

Yoona hanya menggeleng, mencoba meyakinkan sahabatnya. “Ayolah, jawab saja apa kalian pacaran?”

 

Mendengarnya, Kyuhyun hanya tertawa. “Ya, Weirdo! Apa yang salah denganmu? Bukankah dari dulu kita selalu bersama? Kenapa kau mempermasalahkannya secara tiba-tiba sekarang?”

 

Yoona terdiam mencerna perkataan Kyuhyun barusan. Ia tak mengerti. “Maksudmu?”

 

“Ya ampun. Aku tak tahu kalau sekarang kau jadi sebodoh ini, Yoongie.” Kyuhyun tertawa mengejek. “Bukankah dari dulu kita memang selalu bersama-sama? Lalu sejak kau kenal dengan Choi Siwon yang diidam-idamkan seantero sekolah itu, kau jadi selalu bersamanya dan mengacuhkan kami. Jadi tentu saja kami tinggal berdua ke mana-mana. Dan kau dengan bodohnya malah mengartikan itu sebagai pacaran. Ya ampun, Yoong. Kau taruh di mana otakmu?” ejeknya.

 

Seohyun yang menyadari kalau ucapan Kyuhyun sudah keterlaluan pun langsung menendang kaki Kyuhyun.

 

Yoona yang mendengarnya langsung terdiam. Ia tak menyangka kalau selama ini Seohyun dan Kyuhyun merasa ditinggal olehnya. Memang, harus ia akui. Dua bulan ini ia jarang sekali bertemu dengan Kyuhyun dan Seohyun lagi. Ia lebih sering bertemu dengan Siwon, Yuri, dan teman-temannya. Tiba-tiba ia merasa sangat bersalah telah meninggalkan sahabat-sahabatnya.

 

Seohyun melihat perubahan ekspresi Yoona dan ia ingin meluruskan semuanya. “Onnie, maksud Kyuhyun Oppa adalah….”

 

Namun belum selesai Seohyun berbicara, Yoona sudah memotongnya. “Anni, Seohyunnie. Aku memang salah. Aku terlalu sibuk dengan diriku sendiri sampai melupakan kalian. Maafkan aku.”

 

“Onnie.”

 

“Baguslah kalau kau menyadarinya.”

 

Yoona langsung mendengus kesal mendengar perkataan Kyuhyun. “Ya, Cho Kyuhyun! Kau ini memang berhati batu. Bukannya mengucapkan sesuatu yang menenangkan malah menyudutkanku. Dasar menyebalkan.”

 

“Lalu aku harus bagaimana? Menangis tersedu-sedu memanggil-manggil namamu? Itu norak.”

 

“Kau kan bisa berpura-pura terharu atau apa. Setidaknya berbasa-basilah sedikit. Dasar kaku.”

 

“Aku tidak suka berpura-pura dan berbasa-basi. Itu sama saja bohong. Lagipula mana ada orang yang mengatakan ke orang lain lebih baik berbohong untuk menyenangkan hati orang itu sendiri? Dasar aneh.”

 

“Aku tak menyangka ada seorang namja yang tega menyebut seorang yeoja aneh pada orangnya langsung. Dasar tak berperasaan.”

 

“Apa kau pantas disebut yeoja?”

 

“Ya! Apa kau sudah bosan hidup?”

 

Sementara Seohyun yang daritadi pusing membolak-balikkan kepalanya ke depan dan ke samping kebingungan setengah mati. “Ya ampun! Tidak bisakah kalian ini akur sebentar saja? Kalian semua membuatku pusing, tahu?”

 

“Habis dia dulu yang mulai, Seo.” Ujar Yoona membela diri.

 

Kyuhyun yang tidak terima disudutkan begitu saja pun langsung unjuk suara, “Jangan main tuduh, ya?”

 

“Aku tidak menuduh, itu kenyataan.”

 

“Kenyataan apanya? Jelas-jelas tadi kau yang mulai.”

 

“Aku tidak akan mulai kalau kau tidak memulainya lebih dulu.”

“Astaga kalian ini! Stooppp! Apa kalian tidak bisa berdamai sekali saja? Padahal kalian semua lebih tua dariku. Tapi kelakuanku jauh lebih dewasa daripada kalian berdua yang seperti anak umur lima tahun.” Seru Seohyun kesal melihat kedua sahabatnya ini terus bertengkar.

 

Yoona dan Kyuhyun memang lebih tua setahun daripada Seohyun. Oleh karena itu, mereka menjadi kakak kelas Seohyun. Walaupun begitu mereka bertiga sudah bersahabat sejak kecil, karena Yoona dan Kyuhyun pernah menolong Seohyun.

 

*FLASHBACK*

 

Dua orang anak berumur 5 tahun, laki-laki dan perempuan sedang berjalan bersama sambil menjilati lollipop masing-masing. Mereka hendak pergi ke taman. Namun jatah lollipop si gadis kecil sudah hampir habis, dan ia meminta lollipop si laki-laki.

 

“Im Yoona, apa kau gila? Kau sudah makan tiga lollipop dan masih menginginkan jatah lollipopku? Lihat saja nanti aku akan mengadu pada ibumu.” kata si anak laki-laki dengan angkuh.

 

“Laporkan saja, aku tidak takut.” Jawab Yoona masabodo. “Ayolah, Kyu. Permenku hampir habis sebentar lagi. Kau kan masih punya dua permen. Satu untukku, ya? Ayolah.” pintanya manja.

 

“Enak saja. Kau saja menghabiskan tiga lollipopmu tanpa membagiku, untuk apa aku berbagi lollipop denganmu?” jawab Kyuhyun acuh tak acuh, sambil terus menjilati lollipopnya.

 

“Ayolah. Masa kau tega membiarkan seorang yeoja lemah sepertiku mati kelaparan karena kehabisan permen?”

 

“Tentu saja aku tega.” celetuk Kyuhyun tak peduli. Sadar Yoona sedang memelototinya dengan tatapan awas-kau-Cho-Kyuhyun-kalau-berani-mengatakan-sepatah-kata-lagi-padaku, Kyuhyun pun buru-buru menambahkan. “Maksudku, kau kan sama sekali tidak lemah. Dan lagipula apa orang sepertimu cocok dibilang sebagai yeoja?”

 

Yoona langsung menggembungkan pipinya dan memanyunkan bibirnya. Ini memang kebiasaan Yoona jika ia sedang kesal, terutama pada Kyuhyun. “Terserah kau sajaaa!” teriaknya kesal, lalu ia langsung berjalan mendahului Kyuhyun dan meninggalkannya di belakang.

 

Kyuhyun hanya terkekeh melihat tingkah laku Yoona. Kemudian ia berteriak, “Jadi kau marah padaku? Tidak mau permenku? Sayang sekali, padahal tadinya aku mau memberikannya secara cuma-cuma. Tapi berhubung kau marah padaku, yasudah. Kusimpan permen ini untukku sendiri.”

 

Yoona langsung menghentikan langkah kakinya begitu mendengarnya. Kemudian dengan segera ia berbalik, berlari menghampiri Kyuhyun, dan menggelayut di lengannya. “Anni. Aku tidak marah padamu. Siapa yang bilang? Kau ini suka mengambil kesimpulan sendiri.”

 

“Lalu tadi apa yang aku lihat kalau bukan marah namanya?”

 

“Apapun boleh, yang penting bukan marah. Ayo mana permennya!”

 

Yoona langsung mengulurkan tangannya pada Kyuhyun, layaknya seorang preman.

 

Kyuhyun mendengus mendengarnya, tapi ia tetap mengeluarkan sebatang lollipop dan memberikannya pada Yoona, yang langsung melonjak kegirangan begitu mendapatkannya. “Dasar kau ini! Seumur-umur aku tak pernah berpikir ada yeoja yang sepertimu, Yoongie.” Ujarnya sambil menjitak kepala Yoona.

 

“Aww. Ya! Apa kau sudah bosan hidup!?” Yoona baru saja akan membalas Kyuhyun, ketika ia mendengar suara seseorang menangis. Yoona dan Kyuhyun pun mencari sumber suara tersebut, yang ternyata ada di belakang mereka.

 

Seorang gadis kecil, berusia kurang lebih setahun di bawah mereka sedang menangis tersedu-sedu sambil memegang erat lollipop-lollipopnya. Di hadapan gadis itu, ada tiga orang anak laki-laki berusia kurang lebih 6-7 tahun seperti sedang menakut-nakuti gadis kecil itu.

 

“Ayo berikan permenmu sekarang juga! Atau aku akan menarik rambutmu!” seru salah seorang dari anak laki-laki itu, yang tubuhnya paling tinggi.

 

“Tidak mau!” isak gadis kecil itu ketakutan.

 

“Kau ini masih kecil sudah berani pada kami, hah!?” bentak seorang yang lain.

 

“Sudahlah, hyung. Ambil paksa saja! Lama kalau harus meladeni anak cengeng ini!” kata seorang yang lain lagi, yang tubuhnya paling besar. Kemudian ia langsung merebut permen-permen dari tangan gadis kecil itu dengan kasar, membuat si gadis terisak semakin keras.

 

Anak yang paling tinggi baru saja hendak menarik rambut si gadis kecil agar terdiam, ketika sesuatu mengenai kepalanya. Ia lalu menoleh pada sumber arah benda itu datang.

 

“Ya! Shim Changmin! Berani-beraninya kau menganiaya anak kecil!” teriak Yoona berlari ke arah mereka, dengan sepatu yang hanya sebelah. Ia baru saja melempar sepatunya yang satu lagi pada Changmin.

 

Sementara Kyuhyun berlari terengah-engah di belakangnya.

 

“Eunhyuk hyung. Itu Im Yoona!” teriak Changmin panik.

 

“Ayo kita lari sekarang, Changmin, Kangin! Kita bisa mati jika berhadapan dengan dia!” teriak Eunhyuk mengomando. Kemudian mereka bertiga langsung lari kocak-kacir, meninggalkan si gadis kecil yang masih terisak.

 

“Ya! Kalian mau ke mana? Dasar pengecut! Beraninya pada perempuan saja!” teriak Yoona marah begitu ia sampai di tempat kejadian. Sayang ketiga tersangka sudah melarikan diri.

 

Sementara Kyuhyun masih terengah-engah setelah berlari mengikuti Yoona. “Justru mereka takut pada perempuan, Yoong.” celetuknya asal.

 

“Apa maksudmu?”

 

“Kau.” Jawab Kyuhyun masih terengah-engah. “Mereka takut padamu.”

 

Yoona mendengus mendengar ucapan Kyuhyun. Kemudian ia menghampiri si gadis kecil yang masih menangis tersedu-sedu itu. “Apa kau tidak apa-apa?” tanyanya

 

Si gadis menggeleng pelan tapi masih tetap terisak. “Me..mereka mengambil permen..permenku!” seru si gadis kecil sambil masih terus terisak.

 

“Ah, permen.” Ujar Yoona mengerti. Kemudian ia langsung mengeluarkan permen yang baru saja ia dapat dari Kyuhyun dengan susah payah, lalu memberikannya pada gadis kecil itu. “Ini, untukmu. Jangan menangis lagi, ya?”

 

Isakan gadis itu berhenti seketika. Ia mengambil permen dari tangan Yoona, kemudian memandangnya penuh rasa terima kasih. “Gomawo, Onnie.”

 

“Yoona. Namaku Im Yoona. Dan dia Kyuhyun. Cho Kyuhyun.” Kata Yoona menunjuk Kyuhyun yang masih tak percaya akan apa yang baru saja dilihatnya. Seorang Im Yoona memberikan permennya, yang pada saat itu merupakan segalanya baginya pada seorang anak kecil.

 

Gadis itu tersenyum. “Annyeong, Yoona Onnie dan Kyuhyun Oppa. Namaku Seohyun. Seo Joo Hyun.”

 

*END OF FLASHBACK*

 

“Yoong, istirahat tadi sebenarnya kau kemana? Aku mencarimu di kelas tapi ternyata kau tidak ada.” Tanya Siwon cemas begitu melihat Yoona keluar kelas di jam pulang sekolah.

 

“Ah, itu. Eh, Maaf, Oppa. Tadi dalam perjalanan ke kelas aku bertemu teman lamaku, jadi kami mengobrol di perpustakaan.” Kata Yoona. Ia tak sepenuhnya berbohong kan?

 

“Dasar, lain kali kabari aku, ya? Aku sangat mencemaskanmu, tahu.”

 

Kata Siwon melingkarkan tangannya ke pundak Yoona. “Kajja.”

 

“Eh, Oppa. Maaf.” Kata Yoona ragu-ragu.

 

“Untuk apa?”

 

“Itu, Oppa. Maaf tampaknya kali ini kita tidak bisa pulang bersama.”

 

Kata Yoona menyesal. “Aku sudah janji akan pulang bersama dengan teman-teman lamaku itu. Tidak apa-apa kan?”

 

Siwon menaikan sebelah alisnya. Kemudian mengangguk. “Baiklah. Kau bisa pulang bersama dengan teman-temanmu kali ini. Bukankah kita sudah sering pulang bersama?”

 

“Gomawo, Oppa.” Ujar Yoona ceria. “Hati-hati di jalan.”

 

<<>>

 

Memang Yoona, Seohyun dan Kyuhyun berencana pulang bersama siang ini. Namun sudah setengah jam Yoona dan Kyuhyun menunggu, Seohyun tak kunjung datang. Baru saja Yoona akan menelepon Seohyun ketika handphonenya berdering. Telepon dari Seohyun.

 

“Onnie, maaf. Ternyata aku ada pelajaran tambahan, dan tampaknya akan lama. Jadi aku tidak bisa pulang bersama kalian. Kau pulang duluan saja dengan Kyuhyun Oppa.” Sesal Seohyun di telepon.

 

“Baiklah.”

 

“Bagaimana? Di mana dia?” Kyuhyun langsung heboh begitu Yoona mematikan ponselnya.

 

Yoona menggelengkan kepalanya. “Dia bilang, dia ada pelajaran tambahan, dan sepertinya sampai sore. Ia menyuruh kita berdua pulang duluan.”

 

“Oh. Baguslah.”

 

“Apa?” tanya Yoona yang tadi tidak mendengar perkataan Kyuhyun.

 

“Tidak, tidak apa-apa.” Elak Kyuhyun. “Ah, Yoong. Omong-omong aku lapar. Kita makan dulu, yuk?”

 

“Asal kau yang traktir.”

 

Kyuhyun mendengus. “Dasar kau ini dari dulu tetap saja tak pernah berubah! Maunya Cuma gratisan. Baiklah, aku yang traktir. Lain kali kau yang harus mentraktirku.”

 

<<>>

 

“Omong-omong, Kyu. Apa kau sekelas dengan Yuri Onnie?” tanya Yoona dengan mulut penuh makanan. Mereka sedang makan Jjangmyeon di sebuah mall dekat sekolah.

 

“Ya ampun, Yoong. Lihat dirimu. Jorok sekali makan seperti itu. Aku tak mengerti apa yang dilihat Choi Siwon dari yeoja jadi-jadian sepertimu.” Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya. Pura-pura prihatin.

 

“Ya! Aku serius.” Yoona berseru setelah berhasil menelan jjangmyeonnya.

 

Kyuhyun terbahak melihat ekspresi Yoona. “Ne..ne..iya aku sekelas dengannya. Memangnya kenapa?”

 

“Dasar aneh. Kenapa kau tertawa? Apa ada yang lucu?” cibir Yoona kesal.

 

“Anni, anni. Tidak ada yang lucu. Memangnya kenapa kau menanyakan Yuri padaku?”

 

“Tidak. Tidak apa-apa. Menurutmu, Onnie orangnya seperti apa?” tanya Yoona lagi.

 

“Eh, entahlah. Dia baik, cantik, dan perhatian. Selain itu, sifatnya juga benar-benar perempuan. Tidak sepertimu, Yoongie.” Ejek Kyuhyun.

 

Yoona menggembungkan pipinya dan memanyunkan bibirnya, kebiasaan rutinnya jika kesal pada Kyuhyun. “Ya! apa kau mau mati, Kyuhyun?” teriaknya garang.

 

“Tentu saja tidak. Aku masih ingin hidup. Orang waras mana yang mau mati sebelum ia merasakan indahnya pacaran?” Kyuhyun menjawab asal.

 

“Kalau begitu carilah pacar. Setelah itu kau bisa mati dengan tenang, kan?” Yoona terbahak sendiri begitu mendengar kata-katanya barusan.

 

Kali ini gantian Kyuhyun yang manyun. “Ya! Apa kau benar-benar berharap aku mati?” tanyanya berpura-pura merana.

 

“Tentu saja tidak.” Ujar Yoona berusaha menahan tawanya. “Orang waras mana yang mau kehilangan sahabat sepertimu.”

 

“Tentu saja, kau takkan mau kehilanganku.” Kyuhyun menyombongkan dirinya dengan bangga. “Karena aku juga tidak mau kehilanganmu.”

 

DEG..

 

Hanya sebuah kalimat sederhana yang keluar dari mulut Kyuhyun. Namun itu berhasil membuat jantung Yoona berdebar seketika. “Ya! Im Yoona. Apa yang salah denganmu? Kenapa tiba-tiba jantungmu jadi tidak normal begini? Apa aku sebenarnya punya penyakit jantung?” batin Yoona dengan hebohnya.

 

“Yoong, kau tahu? Aku merindukanmu.”

 

DEG..

DEG..

 

Entah bagaimana, jantung Yoona semakin berdetak kencang. “Sebenarnya ada apa dengan jantungku? Kenapa tiba-tiba berdetak kencang sekali seperti ini? Kyuhyun memang tak pernah berkata begini padaku sebelumnya, tapi setidaknya dia kan Kyuhyun. Untuk apa jantungku berdebar-debar segala? Aku kan sudah punya Siwon Oppa.” batin Yoona dalam hatinya lagi.

 

Melihat Yoona yang diam saja dari tadi, Kyuhyun buru-buru menambahkan. “Anni, jangan GR ya. Maksudku, aku rindu main bersamamu lagi. Aku bosan dengan Seohyun lama-lama. Tingkahnya makin lama makin aneh.”

 

Hati Yoona langsung lega mendengarnya. Debaran di jantungnya pun perlahan berhenti. Tapi entah bagaimana, ada secercah perasaan kecewa di hatinya. Namun, buru-buru Yoona menepisnya.

 

“Ya! Siapa yang GR? Jangan sok tahu, ya!” kata Yoona angkuh, namun tanpa disadarinya, pipinya bersemu merah. “Maksudmu Seohyun aneh bagaimana?”

 

“Entahlah. Dia jadi aneh. Ia jadi lebih pendiam kalau di dekatku. Padahal jelas-jelas ia bersikap normal di depanmu tadi. Aku tak tahu apa yang salah dengannya.” Kyuhyun menggaruk-garuk kepalanya.

 

“Benarkah? Nanti aku akan coba tanyakan padanya.”

 

<<>>

 

“Bagaimana? Apa kau suka, Yoong?” tanya Siwon ketika ia mengajak Yoona dinner di sebuah restoran terapung yang mewah. Mereka berdua melihat laut dari atas kapal selagi menunggu hidangan datang.

 

Yoona menganggukan kepalanya. “Sangat, Oppa. Ini semua sangat indah. Aku benar-benar menyukainya! Gomawo, Oppa.” ucapnya riang gembira.

 

“Kau tahu kenapa aku sangat menyukai laut, Oppa?” tanya Yoona lagi.

 

“Kenapa?”

 

“Karena laut itu lambang kehidupan. Walaupun kelihatannya tenang dan indah, tapi kau tetap harus berhati-hati saat mengarunginya, atau kau bisa mati di dalamnya. Sama seperti hidup. Kita tetap harus selalu berhati-hati dalam mengambil keputusan, atau kau akan menyesal jika mengambil keputusan yang salah.” Ujar Yoona mantap. Ayahnya yang memberi tahunya hal ini.

 

Siwon tersenyum mendengarnya. “Sama seperti keputusanku yang tidak akan pernah salah saat memilihmu.”

 

Yoona hanya terdiam mendengarnya. Entah bagaimana hatinya tiba-tiba merasa bersalah. Ia tak tahu merasa bersalah pada siapa.

 

“Yoong, saranghae.” Kata Siwon lagi. Kemudian ia mulai mendekatkan mukanya ke muka Yoona.

 

Yoona sudah memejamkan matanya dan siap menerima ciuman Siwon ketika tiba-tiba ia teringat akan Kyuhyun. Buru-buru ia memalingkan wajahnya. “Ah, Oppa! Makananya sudah datang. Ayo kita makan. Aku lapar sekali.” Seru Yoona asal, ia berusaha mengalihkan perhatian Siwon. Ia sendiri heran, sebenarnya apa yang terjadi pada dirinya?

 

Siwon sangat terkejut dengan reaksi Yoona. Namun ia tetap menurutinya. “Ne. Baiklah.”

 

<<>>

 

Yoona melangkahkan kakinya dengan berat menuju kelas. Kepalanya masih pusing. Ia jelas-jelas kurang tidur kemarin. Tubuhnya lelah sekali. Tapi di luar kehendaknya, ia malah melihat Seohyun dan Kyuhyun sedang berjalan bersama sambil tertawa-tawa. Apalagi muka Kyuhyun sama sekali tak menggambarkan penyesalan. Bagaimana bisa ia bertindak begitu biasa setelah kejadian semalam? Apa dia lupa semuanya? Yoona jadi kesal sendiri memikirkannya.

 

*FLASHBACK*

Yoona baru saja keluar dari kamar mandi ketika teleponnya berdering.

 

“Halo.”

 

“Benarkah ini Nona Im Yoona?”

 

“Ne, benar ini aku. Ada apa?”

 

“Tolong jemput teman anda, Kyuhyun. Ia mabuk berat nampaknya.”

“Mwo? Baiklah aku akan segera kesana.”

 

<<>>

“Kau ini apa-apaan sih? Sejak kapan kau minum soju?” oceh Yoona heboh. Ia kesusahan memapah tubuh Kyuhyun untuk dapat sampai ke kamar Kyuhyun.

 

“Ya! Siapa kau sembarangan menuduhku mabuk? Hah!? Aku tidak mabuk kau tahu. Jangan sembarangan menuduh.” seru Kyuhyun menunjuk-nunjukkan tangannya ke langit-langit seperti politikus yang sedang pidato saja. Jelas-jelas ia mabuk berat.

 

“Iya, iya. Terserah kau saja. Aku tidak mau berdebat denganmu.” Kata Yoona membuka pintu kamar Kyuhyun, lalu memapahnya lagi. Ya ampun, namja ini berat sekali!

 

“Im Yoona! Sejak kapan kau jadi suka mengalah begitu? Kau kan tidak pernah mau kalah.” Seru Kyuhyun lagi, kali ini ia menunjuk-nunjuk Yoona. Ya ampun, Ia benar-benar kacau.

 

“Anggap saja aku sedang melawanmu tadi. Terserah jadilah apapun yang kau pikirkan.” Ucap Yoona asal. Sebenarnya ia malas meladeni Kyuhyun sekarang, omongannya takkan ada yang benar.

 

“Kalau begitu jadilah pacarku.”

 

Seketika itu juga, Yoona nyaris menjatuhkan Kyuhyun ke lantai. Jantungnya kembali berdebar keras. Ya ampun apa yang salah dengan jantungnya? Kenapa terus-terusan berdebar saat Kyuhyun berkata hal-hal yang tidak masuk akal? “Sadar, Im Yoona. Dia sedang mabuk.”

 

“Kenapa kau memintaku untuk jadi pacarmu? Kau kan sudah ada Seohyun.”

 

“Hahaha. Mwo? Seohyun? Hahaha. Kau bilang aku berpacaran dengannya? Hahaha, Yang benar saja. Dia itu seperti adikku kau tahu? Sementara yang kusuka hanya Im Yoona seorang! Hahaha.” teriak Kyuhyun semakin ngawur.

 

Yoona terdiam mendengarnya. Jantungnya berpacu semakin cepat dan semakin cepat. Dan entah bagaimana sebagian dari dirinya berteriak kegirangan mendengarnya. Yoona sungguh tak paham pada dirinya. Ia bisa jadi gila lama-lama. Ia kan menyukai Siwon, bukan Kyuhyun. Namun kenapa baru kali ini hatinya berpacu sekeras ini? Bahkan saat Siwon menyatakan perasaannya dulu, jantung Yoona tak pernah berdebar sekencang ini.

 

“Tapi kau tahu?” lanjut Kyuhyun lagi. “Dia malah menyukai Choi Siwon! Dan dia sama sekali tak pernah peduli padaku!” teriaknya frustasi.

Yoona mendengarkan dengan saksama. Pacuan kuda di jantungnya belum juga berhenti. Ia tak tahu harus bagaimana, ketika tiba-tiba saja Kyuhyun memojokkannya ke tembok.

 

“Ya! Ka..kau mau apa?” Yoona tergagap saat mengatakannya. Bagaimanapun debaran jantungnya semakin bertambah kencang dan kencang.

 

Kyuhyun semakin mendekat dan semakin memojokannya ke tembok. Membuat jantung Yoona semakin berdetak tidak normal. Kemudian Kyuhyun semakin mendekatkan mukanya ke muka Yoona. Jantung Yoona seakan-akan melompat dari tempatnya saat itu juga.

 

“Cho Kyuhyun! Kau mau a….” seketika itu juga perkataan Yoona terhenti karena bibir Kyuhyun sudah mengunci bibirnya. Tubuhnya membeku seketika. Ia sebenarnya bisa saja berontak, namun ia tak melakukannya. Ia hanya diam membatu sampai akhirnya ia memejamkan matanya dan mulai menikmati ciuman itu.

*END OF FLASHBACK*

 

“Kyuhyun Oppa, apa kau liat Yoong Onnie tadi?” tanya Seohyun, ketika ia tak sengaja melihat Yoona berjalan seorang diri.

 

“Anni, memang kenapa dia?”

 

“Entahlah, aku juga bingung. Ia agak aneh tadi. Mukanya pucat, terlebih lagi dia berjalan sendirian. Bukankah biasanya Siwon Oppa selalu menemaninya? Apa mereka putus? Apa yang terjadi sebenarnya?” Seohyun malah heboh sendiri.

 

Kyuhyun hanya mengangkat bahu dengan cuek. “Entahlah.”

 

“Tapi,” lanjut Seohyun lagi. “Kemarin malam saat aku menelepon Onnie kurang lebih jam 10, Ahjumma bilang kalau Onnie baru saja pergi terburu-buru. Entahlah, aku takut sesuatu terjadi padanya.”

 

“Oh. Dasar apa perlu pacaran sampai semalam itu?” cibir Kyuhyun datar  sambil menggaruk-garuk kepalanya.

 

“Kau juga samanya, tahu, Oppa.” Ejek Seohyun. Aku meneleponmu jam 10.30 dan kau juga belum pulang. Awalnya aku malah berpikir kalian pergi bersama. Tapi mana mungkin sampai semalam itu.”

 

“Ah, mana mungkin aku dan di….” Seketika itu ucapan Kyuhyun terhenti. Potongan-potongan kejadian kemarin malam mendadak mulai bermunculan di otaknya satu-persatu. Dan seketika ia sadar. Ia telah mengatakan dan melakukan sesuatu yang harusnya tak dikatakan dan dilakukannya pada Yoona. “Aish! Kenapa aku begitu bodoh!” batinnya pada diri sendiri.

 

“Seo, maaf aku baru ingat ada urusan. Aku pergi dulu, ya, sebentar.” Ujar Kyuhyun buru-buru meninggalkan Seohyun seorang diri yang masih terbengong-bengong.

 

<<>>

 

“Cho Kyuhyun! Kau mau apa? Lepaskan aku!” pinta Yoona meronta-ronta, saat Kyuhyun menarik tangannya tiba-tiba entah membawanya kemana. Yoona baru saja akan memasuki kelasnya saat itu, ketika tiba-tiba Kyuhyun menarik tangannya.

 

Namun Kyuhyun tetap berjalan tanpa mengatakan sepatah kata pun. Hingga akhirnya ia berhenti di atap sekolah. Tempat ia dan Yoona biasa mengobrol berdua. Tanpa Seohyun. Sudah lama sekali Yoona tidak pergi ke sini. Kyuhyun langsung berbalik menghadap Yoona.

 

“Maaf.” ucapnya ragu. Ia bahkan tak berani menatap mata Yoona dan terus menunduk. “Atas apa yang terjadi semalam. Dan semua yang kukatakan kemarin itu bohong dan tidak benar. Jadi jangan diambil hati dan kumohon lupakan semua yang terjadi kemarin. Aku benar-benar minta maaf. Itu semua di luar kendaliku.” Lanjutnya buru-buru, ia takut Yoona berpikir yang macam-macam.

 

Hening..

 

“Kuharap” kata Kyuhyun lagi, memecah keheningan. “Kau mau memaafkanku. Aku..aku berharap kita setidaknya masih bisa berteman. Aku tahu aku sangat bodoh, mau-maunya aku diajak minum oleh Jaejoong hyung. Padahal aku tahu aku tidak bisa minum soju, dan akhirnya malah merepotkanmu. Maafkan aku, Yoong.” Sesalnya panjang lebar, namun ia masih tetap menunduk

 

Hening..

 

Bingung dengan keheningan yang tidak wajar ini, perlahan Kyuhyun mengangkat kepalanya dan menatap Yoona. Hatinya langsung mencelos begitu melihatnya. Yoona….menangis? Baru kali ini Kyuhyun melihat Yoona menangis.

 

“Yoong, aku tahu aku sangat bodoh. Tidak seharusnya aku berbuat begitu kemarin. Kumohon jangan menangis, aku akan pergi dari kehidupanmu nanti, kalau kau benar-benar membenciku. Tapi kumohon jangan mena…”

 

“Bodoh.” Kata Yoona pelan, masih terisak. “Kau bodoh, Cho Kyuhyun!”

 

“Iya aku tahu aku….”

 

“Tapi aku jauh lebih bodoh darimu karena bisa-bisanya aku menyukai orang bodoh sepertimu.”

 

Kyuhyun terdiam mendengarnya. Ia tak percaya akan apa yang baru saja ia dengar. Yoona menyukainya? Yang benar saja! “Cho Kyuhyun, sadar. Ia pasti sedang mengerjaimu sekarang. Jangan berharap.” Batin Kyuhyun dalam hati.

 

Bermaksud mencairkan suasana, Kyuhyun tertawa terbahak-bahak.

 

“Woah, Yoong! Leluconmu lucu sekali. Aku bahkan sampai sakit perut saking lucunya. Hahaha.”

 

Mendegar ini tentu saja Yoona jadi kesal. “Ah sudahlah terserah kau saja!” teriaknya frustasi sambil menghapus air mata. “Apa aku terlihat seperti sedang bercanda untukmu?” lanjutnya kesal, dan ia langsung melangkah pergi, namun Kyuhyun menahannya.

 

“Yoong, jadi kau serius?” tanya Kyuhyun ragu. “Kau benar-benar menyukaiku? Kenapa?”

 

“Mana aku tahu kenapa.” Jawab Yoona. “Yang aku tahu, aku senang jika berada di dekatmu, berdebar mendengar ucapanmu kemarin, dan kabar bahwa kau dan Seohyun berpacaran sungguh membuatku kesal. Apa itu artinya aku menyukaimu?”

 

Kyuhyun tertegun mendengarkan setiap kata yang keluar dari bibir mungil Yoona. Ia tak menyangka mimpinya setelah 4 tahun akhirnya menjadi kenyataan. Perlahan, Kyuhyun menarik Yoona masuk ke dalam pelukannya. Dan, tanpa mereka sadari, sepasang mata mengawasi mereka dengan perasaan sedih dan kecewa.

 

<<>>

 

“Yoong, bagaimana dengan Siwon hyung?” tanya Kyuhyun dalam perjalanan pulang bersama Yoona. Tangannya menggenggam erat tangan Yoona, sementara tangannya yang lain memegang setir mobil.

 

“Nanti biar aku yang bicara dengan Siwon Oppa. Aduh aku jadi merasa tidak enak padanya.” Yoona jadi panik sendiri. “Omong-omong, aku juga jadi merasa bersalah pada Seohyun.” Tambahnya pelan.

 

“Kenapa?”

 

“Eh, itu. Dia..dia sepertinya menyukaimu.” jawab Yoona pelan sekali, nyaris berbisik. Namun Kyuhyun masih bisa mendengarnya.

 

“Apa? Ya ampun, apa aku sebegitu tampannya sampai kedua sahabatku menyukai aku? Jangan-jangan di luar sana masih banyak yeoja cantik yang mengantri untukku. Ah, andai saja hatiku tidak ditawan oleh Im Yoona, tentu aku akan bisa punya banyak pacar cantik, daripada yeoja jadi-jadian seperti ini.” Ujar Kyuhyun bicara ngawur, dan pura-pura menyesal.

 

“Jadi sekarang kau menyalahkanku?” tanya Yoona galak. Mimpi apa ia semalam bisa punya pacar seperti ini.

 

Kyuhyun terkekeh kemudian menggeleng. “Tentu saja tidak. Mana berani aku menyalahkan pacarku yang cantik ini.”

 

<<>>

 

“Oppa, aku mau bicara.” Kata Yoona saat ia datang menghampiri kelas Siwon. Ia tak tega terus-menerus berbuat begini pada Siwon yang sangat baik padanya.

 

“Ada apa Yoong? Tumben sekali kau datang ke kelasku tanpa menelepon.”

 

“Oppa. Maaf. Aku benar-benar minta maaf padamu. A..Aku tidak bisa menjadi pacarmu lagi. Aku minta maaf, Oppa. Carilah gadis yang jauh lebih baik dariku.”

 

“Kenapa? Apa aku melakukan sesuatu yang salah?” tanya Siwon kaget.

Yoona menggelengkan kepalanya kuat-kuat lalu menunduk. “Tidak, Oppa. Kau sama sekali tidak pernah berbuat salah padaku. Bahkan kau terlalu baik untukku, dan aku tidak cukup baik untukmu. Maafkan aku, Oppa.”

 

“Apa karena Kyuhyun?”

 

Mendengar nama itu, Yoona langsung mendongakkan kepalanya. Darimana Siwon tahu tentang Kyuhyun? Dan bagaimana ia bisa tahu?

 

Seakan bisa membaca pikiran Yoona, Siwon berkata, “Sebenarnya aku tahu kau dan Kyuhyun dekat dan saling menyukai dari dulu, dan aku tahu kau belum menyadari perasaanmu padanya. Oleh karena itu aku masih memberanikan diri untuk menyatakan perasaanku padamu, aku berharap seiring berjalannya waktu, kau bisa benar-benar menyukaiku. Namun ternyata aku kalah.”

 

“Oppa.” Mata Yoona mulai berkaca-kaca mendengar pengakuan Siwon. Ia tak percaya bahkan Siwon jauh lebih tau hatinya daripada dirinya sendiri. “Maafkan aku.”

 

“Sudah. Sampai kapan kau mau minta maaf? Aku akan bahagia asalkan kau bahagia.”

 

“Gomawo, Oppa. Aku yakin kau pasti akan mendapatkan gadis yang jauh lebih baik dariku.” Jawab Yoona dengan penuh senyum. Senyuman penuh rasa terima kasih.

 

<<>>

 

Seohyun sedang termenung seorang diri di kantin sambil mengaduk-aduk minumannya tak berselera. Terdapat kantung mata di bawah matanya, jelas sekali ia kurang tidur.

 

“Seo, apa kau menyukaiku?” Tanpa angin tanpa hujan tiba-tiba Kyuhyun datang dan langsung duduk di hadapan Seohyun. Itu jelas-jelas mengejutkan Seohyun setengah mati.

 

“Eh, itu.. Eh..I..Iya, Oppa. Tapi…” Seohyun gelagapan menjawabnya.

 

Tanpa ekspresi terkejut, Kyuhyun hanya menganggukan kepalanya. “Sebelumnya terima kasih, tapi..”

 

“Aku tahu.” Potong Seohyun. Wajahnya nampak lelah namun ia menyunggingkan senyum yang ikhlas. “Aku tahu kau menyukai Yoona Onnie.”

Kyuhyun terkejut mendengarnya. Dari mana Seohyun tahu? Apa Yoona sudah memberi tahunya?

 

Seakan bisa membaca pikiran Kyuhyun, Seohyun menjawab “Aku tahu dari sikapmu Oppa. Belum lagi, kemarin aku tidak sengaja melihat kalian di atap sekolah. Maafkan aku.” Ujarnya sambil mengaduk-aduk minumannya.

 

Kyuhyun memandangnya tidak tega. Bagaimanapun Seohyun sudah ia anggap sebagai adiknya sendiri. Jelas ia tak tega melihat Seohyun jadi seperti ini. “Seo, maafkan aku. Sungguh aku tak menyangka kalau kau menyukaiku. Maafkan aku.”

 

Namun Seohyun hanya menggeleng. “Anni. Untuk apa minta maaf, Oppa? Aku tidak apa-apa dan benar-benar tidak apa-apa. Tapi, aku akan menjadi apa-apa kalau kau tidak menjaga Yoong Onnie dengan baik. Mengerti?” ujar Seohyun galak.

 

Kyuhyun terkekeh mendengarnya. “Tentu. Aku pasti akan menjaganya dengan baik. Gomawo Seohyunie.”

 

<<>>

 

“Bagaimana dengan Siwon hyung?”

“Apa Seohyun tidak apa-apa?”

 

Kyuhyun dan Yoona mengucapkannya hampir bersamaan, sesaat ketika Yoona baru saja masuk ke mobil Kyuhyun. Kemudian mereka berdua tertawa mendengarnya.

 

“Seohyun tidak apa-apa. Bagaimana Siwon hyung?” kata Kyuhyun.

“Siwon Oppa bilang juga tidak apa-apa. Ia benar-benar baik. Ia bahkan merestui hubungan kita.” Ujar Yoona lebih pada dirinya sendiri. “Semua seudah beres kan?”

 

“Siapa bilang sudah beres?” Kyuhyun menunjukkan raut wajah kesal.

 

“Apa lagi yang belum beres?”

 

“Kau.” Lalu Kyuhyun buru-buru menambahkan, melihat Yoona sudah bersiap mengeluarkan protes. “Bagaimana bisa kau memanggil mantan pacarmu Oppa dengan begitu mesranya sementara kau tak pernah sekalipun memanggilku Oppa? Aku juga mau dipanggil seperti itu.”

 

Yoona tertawa terbahak-bahak mendengar pacarnya yang sangat kekanak-kanakan ini. “Ya! Kau hanya lebih tua dua bulan daripadaku. Untuk apa aku memanggilmu Oppa? Hahaha.” Ujarnya sambil tertawa.

 

“Tetap saja aku masih lebih tua darimu, bodoh. Pokoknya aku mau dipanggil Oppa. Jangan harap aku akan meladenimu jika tidak dipanggil Oppa olehmu.” Kata Kyuhyun merengek-rengek. Seperti anak kecil yang minta dibelikan permen.

 

“Ah, syarat macam apa itu.” Kata Yoona frustasi, namun akhirnya ia menurut. “Baiklah, Kyuhyun Oppa. Sekarang semua beres, kan?”

 

“Anni. Masih belum.”

 

“Aish. Apa lagi yang belum, bukankah aku sudah memanggilmu Oppa?” tanya Yoona tidak sabar.

 

“Ini yang belum.” Kata Kyuhyun pendek, kemudian perlahan-lahan ia mendekatkan mukanya ke muka Yoona, dan bibir mereka pun berpagutan.

 

 

Aaaaaa gimana ceritanyaa? Aneh kah? Tolong pada comment yaa kasih tau aku kurangnya gimana, dll. Gomawooo🙂

16 thoughts on “Because I’m Stupid

  1. Kereeeeeeen, suka suka suka…
    Kocak n nyenengin hubungan mreka..
    Emang blog nya apa thor?ksh link lah,,suka ma ff kyuna..gumawo😀

  2. Akhirnya ketemu ff kyuna lagi,..
    Suka ama moment kyunanya, udh siwon ama yuri aja n baby seo ama changmin aja dc,.. Hahahaha…
    Dtggu next kyuna ff nya ya author,.. Keep writing n Gbu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s