Fuckin’ Boy (Chapter 1)

IMG_20160105_192113

Written by PinnochioTall

Poster by me

Main Casts : [EXO] Byun Bekhyun | [SNSD] Im Yoona | Jooyoung

Support Casts : Temukan Dalam Cerita

Genre : Romance | Length :  | Rated : Teen

Disclaimer : asli karangan sendiri /jelek? Maafkan daku/. Cast punya ortu dan allah SWT!

 

fuckin’ boy

laki-laki yang berpakaian seragam sekolah acak-acakan itu berjalan dengan santai bak pangeran berandalan bersama dua temannya yang berpakaian sama dengannya. Dengan langkah sok itu ia mendekati satu kelas yang membuat semua orang takut dan lari dari kelas tersebut. Sesampainya disana, seorang gadis duduk dengan ekspresi marah dan takut.

“PLAAAK” laki-laki itu menampar yoona, gadis pendiam yang dicintai oleh seorang laki-laki kasar bernama Byun Baekhyun.

“maafkan aku”ucap yoona yang suaranya sudah bergetar.

“maaf? haha, kau kira aku akan menerima permintaan maafmu dengan mudah?” murka baekhyun.

“kalau begitu kita akhiri saja hubungan ini” yoona menatap baekhyun harap.

tiba-tiba saja baekhyun memeluk yoona dalam, sesekali terdengar isakan. baekhyun menangis.

“maafkan aku, aku tidak bermaksud memukulmu, aku gelap mata, sungguh!”

“tak bisakah kita benar-benar putus?” lagi, suara yoona bergetar menandakan bahwa ia sangat ketakutan.

“tidak akan aku biarkan itu terjadi, kau dan aku akan selamanya bersama.” bisik baekhyun ditelinga yoona, masih dalam pelukannya.

yoona gadis pendiam namun murah senyum adalah gadis yang disukai semua orang, ia adalah dewi disekolahnya, ia juga dikenal sebagai malaikat karna setiap ada yang berbuat jahat padanya, ia tidak pernah membalas atau membicarakannya. ia benar-benar idaman semua orang. suatu hari saat ia tengah duduk sambil membaca buku, ada seseorang yang duduk disebelahnya.

“lagi membaca buku apa?”

“oh, hai jooyoung, ini buku wind flowers” ucap yoona pada laki-laki disebelahnya.

mereka diam dalam keheningan. yoona masih dalam membaca bukunya. sedangkan jooyoung memandang yoona dengan tatapan hangat.

“Ada apa? kenapa memandangku seperti itu?”

“tidak ada apa-apa” sontak jooyoung kaget namun berusaha bersikap biasa saja. lalu yoona kembali melanjutkan membaca bukunya.

sebenarnya jooyoung ingin mengatakan sesuatu, namun ia sangat ragu untuk mengatakannya.  ada sorot mata yang bimbang dan takut disana.

matahari kini hampir tenggelam, yoona dengan langkah seribunya berjalan menuju keluar bangunan tua yang telah melahirkan mahasiswa dengan masa depan yang cerah itu.

tanpa memperdulikan orang-orang disekitarnya, ia berjalan terus hingga menabrak sang penguasa jalan, Byun BaekHyun.

“maaf” yoona merunduk dan langsung pergi.

tiba-tiba saja ia ditahan oleh genggaman kuat oleh laki-laki berbahaya itu.

“dasar tidak tau diri! sudah menabrak orang dan gayamu masih sombong.” sontak saja, yoona kaget dengan perkataan kasar BekHyun.

“ha?” ekspresi bingung kini menghiasi wajah Yoona.

“perlu diberi pelajaran sepertinya gadis yang dipuja-puja semua orang ini”

scene beralih ke halaman kampus, dengan banyaknya orang-orang berkumpul disana, Baekhyun sudah siap dengan ide yang menurutnya cemerlang. sedangkan yoona memikirkan kemungkinan-kemunginan terburuk yang akan terjadi padanya.

“kita mulai!” ucap salah satu teman baekhyun.

baekhyun menelan ludahnya dan bersiap berbicara.

“gadis ini, gadis yang kalian puja-puja dikampus ini, mulai hari ini tidak ada yang boleh mendekati ataupun membicarakannya. kalau aku mengetahuinya, mati kalian!”

yoona kaget. Matanya membulat besar menatap baekhyun, kemudian retina matanya beralih ke orang-orang yang melihatnya—ia tidak ingin orang-orang salah paham, ia sangat ingin berbicara dan mengatakan “tidak” dengan lantang. namun untuk berkedip saja ia tidak bisa. kembali mata yoona menatap baekyun, kini bibir baekhyun tersenyum penuh kemenangan, segera yoona menemui baekhyun.

“apa yang kau lakukan? aku hanya menabrakmu dan itu tidaklah sengaja. sekarang kau balas dendam hanya gara-gara itu?”

“ya”

“kau..” yoona tak mampu berkata-kata lagi.

“kau tahu, wajah sok polos kau itu membuatku muak, dan aku ingin menghapusnya” mendengar itu, yoona tertawa syok sambil memandang Baekhyun berjalan menjauhinya.

tak lama, yoona pun kembali melanjutkan aktivitasnya seperti biasa, tanpa harus mengingat kejadian memalukan yang dialaminya sejam yang lalu.  dengan fokusnya iamencatat setiap point-point yang penting dan menandakannya dibuku yang ia baca. tatkala terkadang ia harus mengernyitkan dahinya,  lalu membandingkan buku satu dengan buku yang lainnya. ternyata isi penjelasan didua buku sedikit berbeda.

“hai!” laki-laki dengan senyum manisnya datang menghampiri yoona, tepatnya duduk didepan yoona. Membuyarkan kefokusan sang malaikat.

“hai jooyoung, mau baca buku lagi?” yoona terlihat tenang seperti biasanya.

“iya nih, sebentar lagi aku ada ujian teori dan pratikum”

“sama dong, bukannya kau itu jurusan disain grafis?”

“iya, kenapa?”

“bisa aku minta tolong?” jooyoung tersenyum mendengarnya. akhirnya gadis yang diincar-incarnya selama ini mulai respect dengannya.

setelah sekian lama membahas rencana dan saling bertukar fikiran, ide untuk menolong yoona pun sudah selesai.

“oke, mungkin dua sampai tiga hari sudah siap.” jooyoung melambaikan tangannya tanda bahwa dirinya akan pamit.

“oke” yoona membuat angka nol dengan jari jempol dan telunjuknya.

kini yoonalah yang hendak pergi, selesai menyalin catatannya. kini satu masalah selesai ia atasi.

tinggal masalah tentang kesalah pahaman orang-orang terhadapnya. ia sangat benci seseorang berfikiran buruk atau tidak sesuai dengan yangsebenarnya mengenai dirinya.

namun apalah dayanya? gadis kurus dan lemah tidak mampu berteriak atau memukul seseorang yang berkata atau berfikiran jahat padanya.

satu-satunya cara hanyalah diam dan menahan semuanya. sedikit sakit dibatin. namun tak akan sakit difisik selama mereka tidak menganggunya. setidaknya itulah yang difikirkan yoona selama perjalanan menuju rumah.

“kenapa lama sekali?” suara yang tak asing kini membuat mood yoona hilang.

“baekhyun, kenapa menungguku?”

“siapa yang menunggumu! aku hanya kebetulan juga baru pulang dan melihatmu.”

“bohong, lalu kenapa kau bisa semalam ini ada disini?”

“hei! aku juga mahasiswa disini, tentu aku juga ada kelas” sanggahnya semakin nyolot.

“anak sepertimu belajar?” gumam yoona mendahului baekhyun yang dari tadi dicaci makinya.

baekhyun tiba-tiba saja memegang tangan yoona, menahannya agar tidak pergi.

“Ayo pulang”  yoona menatap aneh baekhyun.

dalam diam berduanya menatap jalanan yang kosong. hanya beberapa orang yang melewati jalan setapak itu, maklum karena jam sudah menunjukan 20:30.

“kenapa kau seperti ini padaku?” yoona tak sanggup lagi menahan rasa penasarannya.

“seperti apa?”

“kadang kau sangat kasar dan jahat padaku, kadang kau juga sangat baik kepadaku. sebenarnya apa yang kau inginkan?”

baekhyun berhenti berjalan, begitu juga yoona yang melihat baekhyun berhenti. masih membelakangi yoona, baekhyun menjawab.

“karena kau orang yang sangat aku benci…” lalu membalikkan badannya

“aku ingin kau menderita” ucap baekhyun sambil tersenyum penuh arti.

“PLAAAAK” yoona menampar baekhyun reflek. Baekhyun sangat marah namun ia menahan emosinya, terlihat dari tangannya yang mengepal erat.

“kau.. adalah orang satu-satunya didunia ini yang aku harapkan mati!” ucap yoona berlinang air mata.

Yoona pergi meninggalkan baekhyun yang masih diam disana, masih dengan menahan emosinya.

lima bulan berlalu, yoona tidaklah lagi menjadi primadona kampus, ia hanyalah mahasiswi pendiam biasa yang terus digosipkan hubungannya dengan orang berpengaruh dikampus ini, Byun BaekHyun. yoona bersyukur walau tidak ada satupun orang yang mau berteman dengannya lagi. ia masih memiliki jooyoung, sahabat karibnya. begitulah fikir yoona, ia tidak tahu bahwa sebenarnya jooyoung mendekatinya karena jooyoung menyukainya. bagi yoona jooyoung adalah kesatria berkuda putih. selalu ada saat dibutuhkan. kedekatan mereka semakin lama semakin dekat, kadang mereka terlihat seperti kakak beradik dan terkadang terlihat seperti sepasang kekasih.

gosip kembali beredar, siapa yang tidak akan bergosip apabila semua sudah tahu yoona memiliki baekhyun dan sekarang dekat dengan seorang laki-laki lain. kini yoona dijuluki siluman rubah oleh gadis-gadis dikampus, tak jarang yoona juga ikut mendengar dirinya jadi bahan hinaan didalam kamar mandi wanita.

“baekhyun, aku lelah seperti ini, apa maumu? aku akan turuti, tapi aku mohon bebaskan aku” baekhyun diam.

tidak sedikitpun terlihat seperti mendengarkan yoona ataupun melihatnya.

“kalau begini terus, aku tidak sanggup tinggal dikorea. jadi selamat tinggal” tiba-tiba baekhyun menarik yoona dan menciumnya.

“APA YANG KAU LAKUKAN?” gadis yang tidak pernah berteriak kini berteriak dihadapan baekhyun dan beberapa mahasiswa yang berada disana.

“kau tidak akan pernah bisa meninggalkanku!” ucap baekhyun dan berlalu meninggalkan yoona yang masih syok dengan apa yang terjadi.

“bisakah seseorang menafsirkan apa yang terjadi?” batin yoona.

Sesaat yoona akhirnya sadar juga, ia melihat keseliling ternyata semua orang mulai berbisik-bisik. Yoona kini benar-benar mengerti apa yang terjadi. Ciuman pertamanya. Dengan cepat ia menghapus dan mencuci bibirnya. Matanya masih syok, ada kemarahan disana.

“laki-laki sialan! Laki-laki kurang ajar!” tiap kata yang terucap dibatinnya hanyalah umpatan pada lelaki yang telah menodai bibir polosnya.

Yoona berjalan keluar toilet wanita, disana telah ada yang menunggunya. Ya, jooyoung telah bediri lama disana, bahkan saat terjadi insiden tadi, jooyoung ikut menyaksikannya. Sakit memang, tapi jooyoung bukanlah lelaki sempurna yang bisa berkelahi, ganteng dan cerdas saja ia sudah bersyukur. Bukannya ia takut pada baekhyun, hanya saja ada dinding yang menghalangi langkahnya setiap ia hendak melindungi yoona. Dinding itu adalah keraguan.

 

Baekhyun pov

“karena kau orang yang sangat aku benci…”

“aku ingin kau menderita”

Kembali aku teringat perkataanku yang sangat bertolak belakang dengan hatiku, begitu bodohnya aku hingga setiap perkataanku terhadap yoona selalu kasar! Ada apa dengan diriku? Kenapa aku selalu berkata kasar padanya? aku mendekati yoona karena aku sangat menyukai nya, melihatnya berpidato di pangggung penerimaan mahasiswa baru sudah membuatku terpana untuk pertama kalinya. Coba saja waktu bisa kembali, bubur tidak bisa menjadi nasi kembali. Begitulah aku, terus mengulang kesalahan yang sudah pernah kulakukan dengan sadar. Idiot.

Udara hangat diluar sana mungkin sudah mengubah pola fikirku, virus musim panas telah menggoroti seluruh aliran darahku, hanya dengan melihat yoona fikiran kotorku datang entah dari mana. Mataku terus menatapnya, padahal sekarang ini aku berjalan maju kearahnya. Tanpa tau apa yang harus aku katakan padanya, aku telah menghadangnya.

“ada apa?” ucapnya dingin, sekalipun tidak menatap mataku.

“k-k-kau” sungguh aku sangat bodoh, aku tidak tahu harus berkata apa.

“apa aku ingin kita akhiri hubungan pura-pura ini?” sorot mata dan wajah polosnya saat inilah  yang membuatku tanpa sadar mengeluarkan kata kasarku.

“jika kau sudah bosan mati, kau boleh mengakhirinya.”

“bodoh! Bodoh! Bodoh! Rasanya aku ingin sekali memukul kepalaku yang tak ada isinya ini! Aku berharap yoona akan menamparku, itu lebih baik dari pada aku terus merasakan ini”

Yoona berdiri diam dengan pandangan  kosong, terlihat ekspresi tegang menghiasi wajahnya.

“aku menyesal,sungguh” aku berjalan meninggalkan yoona.

Tak lama aku berbalik, menatap bahu kecil nan lemah itu membuat hatiku sakit, akulah orang yang menyukainya, tapi aku juga yang berlaku seperti orang idiot didepannya, semua itu hanya untuk meminta perhatiannya. Tapi kini ia telah bersama seseorang laki-laki yang digosipkan selingkuhan yoona. aku sangat benci melihat yoona bersama lelaki itu, tapi saat melihat yoona dapat tertawa dan wajah nya tidak tertekan seperti saat melihatku, niat untuk menghantam lelaki itu ku urungkan. setidaknya ada seseorang yang bersamanya kini, walau aku tidak tau benar atau salahkah perbuatanku ini.

“hei? Ada apa?” teman disebelahku menatapku penasaran.

“tidak ada apa-apa”

“ayolah katakan pada kami! Apa kau cemburu melihat yoona dengan jooyoung?”

“jooyoung? Jadi namanya jooyoung.” Gumamku.

“kau tidak tau? Bukankah ia satu jurusan denganmu? IQ mu memang dibawah rata-rata.”

“hei kau! Jaga ucapanmu! Hahaha” kini kami tertawa bersama.

“tapi, apa kau baik-baik saja memperlakukan cinta pertamamu seperti itu? Bukankah sudah kami katakan kalau aku tidak boleh memperlakukan wanita seperti itu! Kalau bukan karena aku, tadi yoona pasti sudah kau kotori” ucapnya membuatku sangat jengkel. Tawaku hilang begitu saja dan moodku sangat buruk dibuatnya.

“kotor? Kau kira aku orang yang bagaimana?”

“kau? Kau adalah serigala yang tanpa sadar sudah melahap satu ekor domba yang tak bersalah!”

“hei chanyeol!!” lirikan mata tajamku membuatnya terdiam dan tidak berkata apa-apa lagi.

Bertemu dengan yoona sudah membuat tenagaku habis. apa boleh buat, aku harus mengisi tenagaku dengan tidur diperpustakaan siang ini. Kali ini hanya aku, karena chanyeol entah kesambet apa ingin masuk kelas teorinya.

Sinar matahari tidak terasa disini, bahkan walau ruangan sangat terang, panasnya matahari tidak akan pernah terasa, ya, karena disini ber-AC. Sangat nyaman untuk tidur, apalagi tidak akan ada yang berisik.

“apa? Kau sudah menyelesaikannya? Luar biasa!”

“suara yoona. Benarkah? Atau aku salah dengar”

“beneran! Aku menyelesaikannya hanya dengan satu malam”

“suara seorang laki-laki”

“benarkah? Oke-oke, aku percaya, jadi jauhkan wajah mu dariku”

“benar, itu adalah suara yoona yang bicara sambil tertawa, ia terdengar sangat bahagia, kapan yoona akan seperti itu padaku? Apakah kami bisa memulainya dari awal?”

“yoona..”

“euum?”

“aku-“

“perasan apa ini, seperti peringatan aku harus menghentikan ucapan lelaki itu”

BAAAAM! Aku memukul meja dan berjalan kearah mereka.

Aku menarik tangan yoona membawanya keluar ruangan, aku terus membawanya tanpa memperdulikan pertanyaannya maupun rontaannya. Sesampainya diatap sekolah, barulah aku melepaskan tangan yang halus itu.

“ada apa lagi?” teriaknya disela amarahnya.

“kau-u-u” lagi aku terlihat bodoh didepannya.

Ku palingkan wajahku dan beranjak dari tempatku berdiri meninggalkan yoona yang tengah kebingungan.

“kenapa aku seperti ini lagi!”

Aku tak ingin mengulanginya, ada baiknya aku harus menjelaskannya pada yoona apa yang terjadi dan kenapa aku seperti ini. aku membalikkan badanku lagi dan memegang tangan yoona, bersiap meluncurkan kata-kataku untuk menyelesaikan kesalahpahaman ini. Tapi tiba-tiba lelaki itu datang, memegangi kerahku dengan tatapan kebencian, menghantamku ketepian didinding dengan keras.

“kau!! Selama ini aku menahan emosiku padamu! Tapi tidak untuk sekarang, matilah kau!” ucapnya sambil menggertakkan giginya menahan amarah dan memukul wajahku.

Entah apa yang membuatku membiarkannya melakukan ini. aku hanya terlihat pasrah. terdengar suara yoona yang berteriak menghentikan kami, mungkin karena lelaki itu sudah kerasukan setan hingga ia tidak mendengar suara yoona.

Disinilah aku berakhir, chanyeol yang mengomeliku sambil membersihkan luka-luka memar diwajahku.

“kenapa kau bodoh sekali? Kenapa kau tidak membalasnya? Dasar bodoh!”

Aku hanya diam merenungi kebodohanku, kebodohanku yang bersikap buruk pada yoona. Untuk kali ini aku bersungguh-sungguh.

Hentakan jalan yang tergesa-gesa, mata yang mencari keseluruh sudut ruangan, dan deruan nafas yang tidak beraturan, aku tidak memperdulikannya. Fikiranku saat ini hanyalah yoona, yoona dan yoona.

“kau dengar, yoona sepertinya sudah jadian dengan jooyoung!”

“benarkah? Apa dia ingin mati?”

“apa ini? Kenapa dua orang itu menyebutkan nama yoona, apa dia berselingkuh dibelakangku?”

Amarahku kini memuncak, fikiranku kosong, hanya sakit hati yang dapatku rasakan, akhirnya aku menemukan gadis itu, gadis yang berselingkuh dibelakangku.

PLAAAAK

Aku menampar yoona tanpa sadar.

“maafkan aku” ucapnya.

“maaf? haha, kau kira aku akan menerima permintaan maafmu dengan mudah”

“kalau begitu kita akhiri saja hubungan ini”

“maafkan aku, aku tidak bermaksud memukulmu, aku gelap mata, sungguh!”  aku tersadar dan memeluknya dalam.

“tak bisakah kita benar-benar putus?”

“tidak akan aku biarkan itu terjadi, kau dan aku akan selamanya bersama.” Ucapku membisikan ketelinga yoona.

Chapter one finished

17 thoughts on “Fuckin’ Boy (Chapter 1)

  1. Agk gk ngrti sm alurnya?? Gk da keterangan itu flashback atw apa, jd gk dpt feelnya,, itu si baek pnya gangguan jiwa atw gmn?? Kesannya ky psycho loh 😅

  2. Perasaan baekhyun menurutku kurang banget penggambarannya. Entahlah. Baekhyun disini perasaannya gak jelas.
    Btw, mereka statusnya mahasiswa kan? Kenapa baekhyun bawa yoona ke atap sekolah-____- kampus sama sekolah itu beda, fyi.

  3. Kereeeennnnn baekhyun bener bener yak padahal dia suka yoona kenapa harus jahatin yoona cuma buat dapetin perhatian yoona.. kan kasian yoona
    Penasaran thor kelanjutannya

  4. Critanya d’ulang2 atau flashback? Flashbacknya gak jelas jg.
    But, aku suka ceritanya. Bgus.
    Baekyun oppa idiot deh ma perasaannya.

    Next chap d.tnggu!
    Fighting!

  5. Ceritanya bagus.. cuma emang agk bingung alurnya. Tapi pas baca di blkang kyk’a itu flasback.
    Masukan aja ya thor, nnti tlong di tulis keterangan waktu, itu skrg or flasback biar kita gk bingung. #fighting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s