Constantly

PicsArt_1437825361171

CONSTANTLY  by CalisJ

Staring cast
IM YOONA & OH SEHUN
Romance/15+/Oneshoot

.

Sehun-ah? Bagaimana… jika perasaan salah satu dari kita ah atau perasaan kita berdua mulai berubah?”

Sehun menyerngitkan dahinya—tidak mengerti.

“Apa kau ingin mengakhirinya? Hubungan ini, kau ingin mengakhirinya atau tetap bertahan?” Yoona lagi-lagi melayangkan pertanyaan yang bagi Sehun—aneh.

“Apa maksudmu?” Tanya sehun.

Yoona tersenyum kali ini. Menatap kekasihnya yang duduk bersebelahan dengannya lekat. “Everything’ll be change,tidak ada yang akan tetap sama” Lalu pandangannya beralih lurus kedepan. “Sama dengan hubungan kita, aku tidak yakin semuanya tidak berubah.”

Sehun terdiam. Perkataan Yoona benar. Bagaimana jika pada suatu saat nanti perasaan gadis itu atau bahkan perasaannya berubah? Berubah yang mengakibatkan kandasnya hubungan mereka, Bagaimana jika Yoona meninggalkannya?

‘Tidak! Itu tidak akan terjadi’ Sehun menggelengkan kepalanya frustasi.

“Kenapa kau menanyakan hal bodoh seperti itu?” Tanya Sehun kesal. “Apa kau berniat meninggalkan ku?”

Yoona berpaling—lalu mendelikkan iris mata. “Ya! Bukan itu maksudku…”

Dengan gerakan tiba-tiba Sehun menggenggam tangan Yoona. Menyisipkan jemarinya diantara jemari lentik sang yeoja.

Yoona terkesiap.

“Bahkan jika semuanya berubah, aku tidak akan pernah meninggalkanmu.” Perkataan Sehun terdengar yakin.

‘Aku harap begitu. Karna tanpamu, aku bahkan tak dapat bernafas’

South Korea, Feb 11-2015

Bandara Incheon tampak ramai. Orang-orang yang berjalan hilir mudik di dalam bangunan itu membuat Yoona kesulitan mencari Sehun.

“Dimana anak itu? Bukankah tadi ia bilang ingin menjemput?” Gerutu Yoona. Gadis cantik itu semakin dibuat kesal karna Sehun bahkan tidak mengangkat panggilannya.

Pada akhirnya pencarian Yoona berhenti. Ia memutuskan duduk dibangku tunggu untuk beberapa waktu lagi—sampai Sehun menjemputnya.

Jarum jam silih berganti bergerak dan hari pun semakin larut. Namun, sepertinya penantian Yoona sia-sia. Namja itu juga belum menampakkan diri.

“Aku bahkan tidak tau alamatnya” Yoona menunduk lesu.

Ia beranjak dari bangku dan menarik koper pinknya menjauh dari tempat itu. Sepertinya ia harus menginap di hotel terdekat malam ini.

Tiba-tiba ia teringat sesuatu. Dirogohnya Handphone disaku jaketnya dan mengetikkan beberapa angka disana. Yoona menempatkan gadget itu di telinga kanannya seraya menunggu jawaban dari seberang.

“Halo? Saito senpai?”

“…..”

“Bisa senpai beritahu aku dimana alamat Sehun?”

“……”

“Ya aku di Korea sekarang. Baiklah Arigatou gazaimasu” Panggilan singkat itu berakhir.

“Apartmen no 202, Gangnam rupanya. Sesampai disana aku akan membunuhmu Oh Sehun”

                                                                                              contantly

Tidak makan waktu lama untuk sampai di apartmen Sehun. 15 menit menggunakan taksi dan kurang lebih 3 menit menggunakan lift untuk sampai ke lantai 20.

‘202’

“Aku sudah sampai” Ucap Yoona puas. Bel sudah beberapa kali ia tekan tetapi tidak kunjung dibukakan pintu. ‘Apa Sehun sudah pindah?’ batin Yoona.

Ia menekan sekali lagi, dan berhasil. Knop pintu bergerak dan pintu pun terbuka. Menampakkan Sehun yang berdiri mematung dengan mata membesar.

“Yoona?” Ucapnya tak percaya.

“Yak! Kau tidak menjemputku dan membiarkan ku menunggu dibandara selama lebih dari 13 jam. Dan sekarang kau menyambutku dengan reaksimu yang bodoh itu?” Maki Yoona.

Sehun memukul keningnya. “Maafkan aku Yoong. Aku lupa, gomen.”

Yoona tak mendengarkan dan berlalu masuk kedalam tanpa perintah. Sungguh ia benar-benar kedinginan sekarang. Padahal ia baru berdiri 15 menit diluar. ‘Cuaca di Korea lebih ekstrim daripada di Jepang.” Pikirnya.

Sehun melihat Yoona yang kini duduk lemah di sofanya. Bibirnya pucat bahkan giginya bergemeretak.

“Apa kau tidak apa-apa? Aku akan membuatkan coklat panas untukmu” Ucap Sehun cemas.

Yoona menyipitkan matanya. “Aku tidak menyukai minuman itu, Sehun-ah. Kau lupa?”

Lelaki itu tampak gugup. “Ah aku baru ingat. Aku akan membuatkan Teh. Kau suka itu kan?”

Lagi. Lelaki itu membuat kesalahan lagi. “Ya, aku menyukainya.” Sahut Yoona.

Bohong. Yoona tidak menyukai teh. Ia bahkan membenci minuman itu lebih dari coklat panas. Mencengangkan bagi Yoona, Sehun bahkan tidak menyadari jika Yoona tadi hanya menggertak.

‘Kau perlahan-lahan sudah melupakannya’ Yoona tersenyum getir. ‘Ini bahkan lebih cepat daripada dugaan ku’

                                                                                                Contantly

Mentari telah menampakkan senyum hangatnya. Seoul seakan hidup kembali dari kegelapan yang menyergap setiap malam.

Yoona terbangun dan mendapati Sehun yang masih terlelap di sampingnya. Teh yang tadi malam dibuat Sehun untuknya masih terletak di atas meja. Sepertinya ia tertidur saat namja itu masih berkutat di dapur. Dan—juga—sepertinya—Sehun yang memindahkannya ke ranjang.

Yoona mengamati setiap inci wajah kekasihnya. Hidung yang mancung, mata yang cukup sipit, alis yang tak begitu tebal.. Tiba-tiba rasa cemas itu datang lagi.

‘Akankah aku bisa melihatmu lebih lama lagi seperti ini?’ Yoona menggigit bibir bawahnya. Perasaannya sakit.

Sehun membuka matanya. Yoona salah tingkah karna merasa ketahuan mengamati namja itu dari tadi.

“Morning” Sapa Sehun.

Yoona mengangguk “Morning too.”

Sehun bangkit dari posisinya menuju kamar mandi. Selang beberapa menit namja itu telah siap dengan pakaian dan tasnya.

“Maafkan aku tidak bisa menemanimu hari ini, aku harus kuliah.”

“Tidak apa-apa. Jika waktumu senggang, pulanglah cepat hari ini. Aku ingin makan siang denganmu” Ucap Yoona.

Sehun mengangguk ragu. “Akan ku usahakan, soalnya hari ini aku ada janji dengan teman ku. Membuat skripsi.”

Air muka Yoona terlihat kecewa.

“Tapi itu belum pasti, aku akan menelponmu nanti. Bagaimana?” Ucap Sehun lagi.

Yoona bergumam samar lalu mengangguk mengerti.

“Aku pergi dulu”

“Hat——“ Belum usai, Sehun telah menghilang dari balik pintu. “Hati-hati…” Sambung Yoona lirih.

‘beep beep’

Yoona seketika menoleh kearah sumber suara. Sehun melupakan handphonenya. Awalnya Yoona berniat mengejar Sehun, namun pandangannya terhenti pada sebuah nama di layar itu.

‘Jung Hye-Mi’

Yoona membuka pesan itu ragu.

‘Sehun-ah? Kita jadi makan siang bersama kan? Nanti aku tunggu di caffe biasa ya, jangan telat! Kau sudah terlalu sering membuatku menunggu -,-‘

“Jadi gadis itu kau? Jung Hye-Mi… kau yang telah merebut posisiku?” Perasaan Yoona semakin tak menentu. Ia sudah tau ini akan terjadi. Cepat atau lambat, kedudukannya akan direnggut seseorang. Yoona akan terganti.

Dan, Yoona akan terlupakan—oleh seorang Oh Sehun.

“Yoong?” Panggilan Sehun membuyarkan lamunannya.

“Mengambil barang yang tertinggal?” Tebak Yoona. Sehun mengangguk, lalu menatapnya dengan selidik.

“Apa tadi ada panggilan?”

“Tidak” Jawab Yoona “Tapi ada sebuah pesan untukmu. Dari Jung Hye-Mi”

Yoona dapat melihat perubahan sikap Sehun setelah mendengar nama itu. Sikapnya menjadi lebih gelisah dan gugup.

“Siapa dia?” Tanya Yoona dingin.

Sehun terdiam.

“Teman? Adik? Ah, atau… selingkuhanmu?” Kali ini intonasi gadis itu lebih terdengar sinis—dan itu cukup membuat Sehun bergidik.

Melihat Sehun yang tak henti bergeming membuat emosi Yoona membuncah. “Sehun-ah.. Marhae!”

Helaan nafas Sehun kian berat. “Yoona… hubungan ini, kita akhiri saja.”

Yoona tak dapat mempercayai apa yang baru dikatakan oleh kekasihnya itu.

“Aku tidak bisa. Aku tidak bisa terus bersamamu. Aku mencintai gadis lain. Jung Hye-Mi, aku mencintai gadis itu.”

Yoona menutup telinganya tak tahan. Ia tidak ingin mendengar itu semua itu. Ia belum siap.

“Maafkan aku.”

Lututnya seketika lemas. Air matanya mengalir tanpa permisi. Ucapan Sehun tadi begitu kejam baginya.

“Yoong….” Sungguh, Sehun merutuki dirinya yang telah membuat gadis dihadapannya ini menangis.

“Pergilah! Hye-Mi sedang menunggumu sekarang.”

Sehun mendekati Yoona—mencoba mendekap gadis itu.

“Jangan sentuh aku! Pergilah!” Hardikan itu menghentikan Sehun. Ia benar-benar telah menyakitinya.

Pria jangkung itu menyerah. Ia mengikuti permintaan Yoona—meninggalkannya sendiri.

Isakan dari bibir mungil Yoona kian lama makin menguat. Ia tidak menyangka akan sesakit ini.

“Bahkan jika semuanya berubah, aku tidak akan pernah meninggalkanmu.” Perkataan Sehun 2 tahun silam melintas dibenak Yoona—menambah rasa sakitnya.

“Namun kenyataannya, kini kau meninggalkan ku” Ucap Yoona ditengah tangisannya.

Beberapa menit berlalu. Tangisan Yoona mereda. Sepertinya wanita itu telah lelah untuk terus menangis.

                                                                                                contantly

Walaupun belum sepenuhnya terkumpul, sisa kekuatan Yoona cukup untuk membuatnya berdiri dan mengemasi barang-barang. Ia akan pulang ke Jepang malam ini juga.

Dengan tergesa-gesa ia menaiki taksi menuju bandara. Ia sengaja pergi sebelum Sehun kembali ke apartmen. Karena jujur, ia bahkan tidak sanggup untuk melihat wajah itu.

Sesampainya di bandara, Yoona tidak langsung membeli tiket. Ia duduk di bangku tunggu dengan tatapan kosong. Gadis itu berantakan. Terbukti dari rambutnya yang tak tersisir rapi, wajahnya yang sembab, dan jangan lupakan—kantung matanya yang bengkak sehabis menangis. Kecantikannya seolah tersapu karna rasa sakit.

Oh Sehun, kau harus membayar apa yang telah kau lakukan pada putri negeri sakura ini.

“Happy Birthday to you.. Happy Birthday to you”

“Happy Birthday happy birthday.. Happy birthday to you”

‘Suara ini…’ Yoona menoleh ke sumber suara.

“Sehun-ah…” Yoona tak percaya dengan penglihatannya kali ini. Sehun tampak dari sudut pintu masuk dengan diiringi banyak orang.

Yoona tidak dapat menyembunyikan tangisannya saat Sehun mendekat dan memeluknya.

“Selamat ulang tahun dan.. maaf” Ucap Sehun lembut.

Yoona masih menangis. Ia merasa seperti orang bodoh sekarang. Bagaimana bisa ia melupakan hari kelahirannya sendiri?

“Haah.. aku benar-benar tidak menyangka kau akan langsung kabur dari apartment ku.” Sehun terkikik geli.

“Saengil chukka hamnida, eonnie” Ucap seorang gadis kecil seraya menyunggingkan senyum lebarnya.

Yoona menatap gadis  belia itu bingung. Sehun yang mengerti langsung mengambil alih untuk menjelaskannya pada Yoona.

“Dia, Jung Hye-Mi” Seketika pupil Yoona membulan sempurna.

“Dia gadis kecil yang aku cintai. Dia cantik bukan? Hahaha” Sehun tertawa puas.

“YAK OH SEHUN KAU BENAR-BENAR MENYEBALKAN! KAU MENGERJAI KU? KAU—“ Ucapan Yoona tertahan karna Sehun menutup mulutnya tiba-tiba.

“Ini bandara. Kau berisik sekali sayang”

Yoona menatapnya tajam, seolah-olah berkata—aku—butuh—penjelasan—atau—kau—akan—ku—bunuh.

Sehun menghela nafas panjang “Maafkan aku jika aku sudah keterlaluan. Aku hanya ingin memberi kejutan untukmu,” Lalu menarik nafas sehingga membuat jeda diucapannya. “Aku meminta Hye Mi untuk membantu ku mengirim sms itu. Aku sungguh tidak menyangka ini akan begitu sukses” Sehun tertawa lagi.

“Lalu bagaimana dengan kelupaanmu untuk menjemputku? Coklat panas? Lalu teh? Lalu kenapa kau menghindariku?” Tanya Yoona kesal.

Sehun menggaruk tengkuknya yang tak gatal. “Soal itu, aku benar-benar lupa. Gomen. Menghindarimu? Itu bagian dari rencana haha”

Wanita 24 tahun itu kembali menangis, membuat Sehun bingung bukan kepalang.

“Kau melupakan aku.. hiks Kau berubah.. Kau akan meninggalkanku hiks hiks”

Teman-teman Sehun yang ikut berpartisipasi sama bingungnya dengan namja porselen itu.

“Aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Hey, dengar aku!” Yoona terdiam—namun masih dapat terdengar ceguk isakan disana. “Aku mencintai mu, Yoong. Tidak akan ada yang dapat merubah kenyataan itu. Bukankah aku sudah berjanji, perubahan tidak akan membuatku melepaskanmu. Tidak akan” Ucap Sehun tegas.

Yoona dapat melihat keseriusan dari seorang Oh Sehun disetiap suku kata yang lelaki itu ucapkan.

Sehun menarik Yoona lebih dekat dengannya dan mencium gadis itu tepat dibibirnya. Namun itu tidak lama setelah Suho—teman Sehun—yang juga berada disana, angkat bicara.

“Yak! Berhentilah bermesraan di depan umum. Disini ada anak kecil”

Sehun mencibir. Lalu dengan gerakan cepat ia membawa kabur Yoona dari tempat itu.

“MAU KEMANA KALIAN? YAK!” Teriak Chen tak terima.

“AKU INGINKAN LEBIH” Jawaban Sehun membuat semua tergelak—kecuali Yoona. Yeoja itu memukul kepala Sehun di sela larian mereka.

“BYEONTAE!”

 

FIN~

 

HUWAAAA~~ FF MACAM APA INI? BAKAR AJA BAKAR*Plak. Maafkan kalau nggak bagus, gak nyambung, gak enak, gak gurih, gak garing, gak ajib/apadah. Ini ff kejar tayang jadi maklumin saja’-‘)/ Dan satu hal lagi, jangan MINTA SEQUEL PLIS THUMBELINA GA KUATHH:(

 

 

 

 

 

 

 

 

 

36 thoughts on “Constantly

  1. Di kerjain ma author nii
    Hehehheee
    Aq pikir sehun bakal selingkuh taunya cma ngerjain yoona..
    Heheheee
    Nice thor… harap” cemas aq bacanya hehehe

  2. Ya ampun author, aku hampir aja meneteskan air mata. Aku juga bru ingin mencaci sehun ehh taunya di kerjain. Sipp lah buat author keren ini😀

  3. Kirain beneran eh.. ini mah bukan Yoon aja yg terkejut akunya jg xD
    Tapi setelah dilihat2 genre nya romance kok.. ga mungkin endingnya sad kkk
    Ternyata ngasih kejutan buat Yoona ckckc Hun Hun…

  4. Mwo? Jd it hanya bgian rencana dri Sehun oppa? Pdhl aku ud mau nangis. Ampun dah, ku tertipu.
    Critanya Keren, gk pernah terbayang olehku.
    I like this story.
    Buat ff YoonHun lg yah😉

    keep writting thor!

  5. Hampir aja gw mau cegat sehun gegara udh nyelingkuhin Yoona tp untung gw ditahan Chanyeol yg bilang budayakan baca smpe selesai kkkkk

    beneran gw udh smpet kecewa n marah ma sehun eh trnyata cuma ngerjain Yoona..
    Lelucon mu sma sekali gk bikin gw ketawa Oseh malah bikin gw cepet tua 5 thun gegara salah paham

    Surprise Ultahnya gk bisa yg sweet aja apa tnpa bikin sport Jantung huhuhu
    Author bner” ngejebak gw ini sebel sebel sebel hhhh

  6. Bener2 mau bunuh sehun klo bacanya gag sampe akhir,,dannn kena deeehhh…
    Suksess berat saeng ngerjainnyaa…
    Di tunggu karya lainnya..

  7. Keren keren keren! Walaupun nyebelin yaa akhirnya tertipu padahal udah serius banget bacanya, sampe udah hampir menitikan air mata. Tapi… ternyata jadi gak karuan wkwk makasih ya author buat oneshoot yang cocok dan pas ini! Makin semangat berkarya~

  8. Aku udh mau nangis pas tau yoona dilupakan oleh oh sehun,, hiks hiks
    Eh tautaunya dikerjain,, anjirr
    Ikutan nyesek tau bacanya, keren thor^^
    Ditunggu karya author selanjutnyaa yaaa

  9. Dih — , ku udah baper di awal . Udah siapin tisu toilet selebar daun kelor , mana hp udah nyondtrek air mata mau keluar , oseh ga lucu — , tapi ngukuk sndiri bacanya ku di php author , wkwk .

  10. bener2 bikin kaget,q kira sehun bener2 selingkuh ternyata haha…dia memberi kejutan buat ulang tahun yoona?q suka YOONHUN…yoona sehun..

  11. Yaaa ammpun kirain bneran sehun selingkuh udh ksel jaaa aplgi td lngsg mtusin yoona gto ja..
    Untung tu cuma sandwara buat ngash kejutan ulng thun yoona..
    So sweet bgt sh sehun crtanya wlpun LDR ttp bsa jga cinta mreka..
    Dtuggu ff brkutnya

  12. Wah ffnya keren…kirain beneran sehun berselingkuh dengan gadis lain dan mutusin yoona..sampai ngira sehun kok tega banget sih sm yoona.ternyata sehun cuma ngerjain yoona pas dihari ulang tahun yoona…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s