E! Entertainment Couple (Chapter 2)

IMG_20151223_091207

Tittle : E! Entertainment Couple

Author : Yulisa Arisagi

Main cast : Super Junior’s Choi Siwon

Snsd’s Im Yoona

Other Cast : find by your self

Genre : Romance,Marriage Life,etc.

 

Rating : PG 15

Length: 3Shoot

Chapter : 2

Poster by :Zesavanna

 

Disclaimer : this story pure is mind,sorry if you found unidentified typo(s) and please… don’t be a  silent reader.

Sorry for the late update,Happy Reading……. ^^

~O~

Sinar mentari pagi menyapa bumi Seoul dengan aura hangatnya,suara kicauan burung dan sayup-sayup embun menyelimuti ketenangan suasana pagi itu.

di dalam sebuah apartement yang terbilang cukup mewah,terlihat seorang pria berperawakan tinggi tengah meringkuk di atas sebuah sofa panjang berwarna putih. rasanya baru saja ia terlelap selama beberapa saat ketika suara deringan ponsel yang cukup nyaring menyapa indera pendengarannya.

dengan rasa enggan sembari berusaha memaksimalkan nyawanya yang belum sepenuhnya terkumpul kembali dalam raganya,ia mengambil benda persegi panjang itu dengan mata menyipit-menyesuaikan retina matanya dengan keadaan sekitar sembari menahan rasa kantuk yang terasa masih menderanya.

“yeobseo” ujarnya dengan suara berat nan seraknya.

“tuan Choi… apa kau sudah melihat beritanya?!!!” kalimat pertama yang terucap dari lawan bicara di sebrang-sananya dengan nada yang cukup panik dan volume yang lumayan tinggi membuat Siwon-sang penerima telephon mengerutkan dahi bingung.

Bagaimana tidak,nyawanya saja belum terkumpul utuh. Partikel-partikel di otaknya masih membutuhkan waktu untuk kembali normal dan dapat menyerap informasi dengan benar.

“eunggh..? berita? berita apa maksudmu manager Byun?” masih dengan suara serak khas bangun tidur,Siwon kembali bertanya pada managernya-orang yang tengah melakukan percakapan dengannya saat ini.

“aishhh…… apa kau pura-pura tidak tahu?” dengan gemas sang manager kembali menyahutinya.

“apa semalam kau bertengkar dengan istrimu? Ck… bahkan kalian bertengkar di pinggir jalan yang tak jauh dari lokasi tempat istrimu syuting.apa kau sedang berusaha mencari sensasi saat ini tuan Choi?”

Siwon terbelalak mendengarnya,dengan langkah sigap ia berjalan kearah kamarnya dan segera meraih computer tablet yang tergeletak di atas nakas,samping ranjang tidurnya.

Menghiraukan teriakan managernya yang kini masih tersambung via percakapan telepon dengannya,Siwon membuka aplikasi internet pada computer tabletnya. dan kembali ia di kejutkan dengan headline berita yang tercetak dengan huruf tebal“ADA APA DENGAN RUMAH TANGGA MUSISI CHOI SIWON DAN AKTRIS IM YOONA?”

dan dapat ia lihat dengan jelas beberapa foto yang memperlihatkan pertengkarannya dengan Yoona-sang istri di dalam mobil,meskipun tidak terlihat dengan cukup jelas karena gambar tersebut di ambil dari jarak yang tidak terlalu dekat.

Dibawahnya masih ada beberapa trading artikel dengan topik yang sama mengenai pertengkaran ia dengan Yoona. Seperti :“INIKAH YANG TERJADI KETIKA PASANGAN SUAMI ISTRI SATU PROFESI?”,

“PERTENGKARAN RUMAH TANGGA DUA PUBLIC FIGURE YANG TERJADI DI HADAPAN PUBLIC,APAKAH AKAN BERAKHIR DENGAN PERCERAIAN?” Siwon menggemerutukan giginya membaca judul artikel terakhir yang ia lihat.

“yeobseo..yeobseo.. yak! Tuan Choi apa kau masih di sana??”

Dengan pandangan kosong dan fikiran yang lumayan kalut Siwon kembali meraih ponselnya. “ne.. aku mendengarmu manager Byun” jawab Siwon.

“cepatlah datang ke kantor sebelum para wartawan  penyebar gosip itu mulai menjamah kediamanmu,Ceo Kim sudah menunggu” kata sang manager kembali masih dengan nada suara paniknya.

“ne,arasseo….”

Dengan terburu Siwon-pun segera bersiap menuju gedung labelnya.

Fikirannya cukup kalut saat ini,ada satu nama orang yang kini terlintas di benaknya- Im Yoona. Bagaimanakah perasaan istrinya saat ini? Berita seperti inilah yang selama ini mereka hindari,karena sejak awal menikah mereka berdua di kenal sebagai pasangan yang cukup harmonis. meskipun sering terjadi pertengkaran-pertengkaran kecil di antara mereka. Namun sebelumnya tidak pernah ada hal seperti ini.

Ya..pertengkaran yang ia lakukan dengan Yoona semalam adalah kesalahan yang cukup fatal,apalagi itu terjadi di tempat umum. Meskipun saat itu sudah dini hari,namun Siwon tentu tahu jika para pencari media memiliki sifat seperti siluman,bisa muncul kapanpun dan di manapun.

Dan kini ia harus menanggung resiko atas emosinya semalam.

 

 

oOo

 

“eotokhae Luna-ya?” dengan tubuh yang cukup gemetar dan perasaan yang panik Yoona meratap pada sang manager- Luna.

Sementara Luna,gadis berperawakan mungil itu tengah mondar-mandir seperti alat pelicin pakaian. dengan ponsel yang ia apit diantara bahu dan telinganya,sementara tangannya sibuk men-slide layar pada computer tablet yang tengah ia genggam. dengan nada suara melengking tinggi dan sesekali menunjukan ekspresi wajah frustasi.

“tenanglah,semua baik-baik saja. dan tolong tetap jaga keprofesionalan cara kerja anda dengan tidak mengaitkan gosip yang belum tentu jelas kebenarannya dengan kontrak iklan yang sudah Yoona tanda tangani. Selamat pagi”

‘klik’

Luna mengusap wajahnya lelah,ia baru tertidur sekitar dua jam ketika beberapa ponselnya terus berdering yang kebanyakan berasal dari pihak-pihak yang menanyakan kabar berita tentang perselisihan Yoona dana Siwon yang menjadi berita hangat pagi ini.

Sungguh.. sepanjang ia bersama Yoona dan menjadi assistant sekaligus managernya,ini adalah kali pertamanya ia begitu merasa kewalahan. Mungkin lebih di bandingkan saat ia harus menghadapi berita pernikahan dan hubungan aktrisnya itu terungkap ke ranah publik.

Karena bagaimanapun media begitu cerdik dalam melebih-lebihkan berita dari realita yang sebenarnya. Ia geram sekaligus kesal,bahkan tadi pagi,ingin rasanya ia melempar ponselnya ke lantai paling dasar gedung apartement yang tengah ia pijaki sat ini ketika ada salah satu kantor media yang meneleponnya dan ingin mengkonfirmasi kebenaran jika Yoona dan Siwon mungkinkah terindikasi akan segera bercerai. Oh… sungguh media yang bodoh bukan? Saat ia bertanya pada orang yang salah-Luna. Yang notabene tentu sangat membenci jika aktris asuhannya di pojokan.

Sungguh… berita buruk memang akan selalu lebih unggul di banding kabar bahagia.

Luna menoleh pada Yoona,aktrisnya itu menatap padanya dengan mata yang berkaca-kaca. Ia tahu betul bagaimana tabiat Yoona. Ia sangat membenci gosip ataupun skandal yang sudah memasuki privasi kehidupannya,apalagi jika sudah menyangkut orang-orang yang Yoona cintai.

Bahkan saat dulu kabar rencana pernikahan ia dan Siwon mulai tercium oleh media,Yoona tak segan memaki pada seorang wartawan yang saat itu berusaha mengoreksi informasi dengan mendatangi kediaman pribadi orang tuanya.

Tapi lihat..sosok dihadapannya kini terlihat begitu rapuh,Luna tahu seberapa besarnya cinta Yoona pada Choi Siwon suaminya. Ia mengerti betul bahwa saat ini aktrisnya itu terlihat lebih mengkhawatirkan sang suami di banding dirinya sendiri.

“Luna-ya..bagaimana dengan Siwon oppa?” ujar Yoona lirih,pandangannya Nampak kosong seperti orang linglung.

“ck… seharusnya semalam kau mengikuti ajakannya untuk pulang Yoong. Lihat sekarang apa yang terjadi? Kalian lebih memilih berpisah jalan dibandingkan pulang ke rumah kalian secara bersama. Dan lihatlah sekarang, spekulasi jahat mulai bermunculan!” ujar Luna geram mengetahui media tentu saja mengambil kesimpulan sendiri melihat fakta yang ada ketika melihat Yoona lebih memilih ikut pulang ke apartementnya di banding dengan menerima ajakan Siwon untuk pulang kekediaman mereka setelah pertengkaran yang terjadi diantara keduanya.

“tentu aku tak berhak ikut campur urusan rumah tanggamu Yoong. Tapi demi tuhan kalian terlihat sama-sama egois.” Cecar Luna.

“hah…bagaimana bisa ini semua terjadi”

Luna terus saja bersungut-sungut,menyesalkan kejadian yang kini harus dihadapi artisnya itu.

 

Flash Back (last night)

 

“yeobseo… Luna ya,apa kau bisa menjemputku?”

*”menjemputmu? bagaimana aku bisa menjemputmu? bukankah kau pulang bersama suamimu Yoona ya?”

“tidak usah banyak bertanya,cepat kemarilah.. aku berada sekitar empat blok dari tempat syuting”

Luna menatap ponselnya dengan wajah jengkel saat Yoona-aktris asuhannya itu mematikan sambungan pembicaraannya begitu saja seenaknya.

Sesungguhnya ia merasa heran pada wanita satu itu. ada apa lagi dengannya kali ini?

Hah..semoga saja bukan suatu hal yang membuat ia sakit kepala.

Tapi tunggu… tadi saat Siwon suaminya terlihat datang dengan wajah yang tidak bersahabat,ia tidak begitu fokus dan memahami dengan  apa yang terjadi karena tengah menerima panggilan pada ponselnya. Dan bukankah tadi itu memang terlihat tidak baik-baik saja?

Oh astaga……

 

“aku bilang masuk kembali ke mobil Yoona…”

Jantung Luna terlonjak seketika saat ia melihat pemandangan di hadapannya.

Pemandangan yang baru sekali ini ia lihat seumur hidupnya – pertengkaran suami istri atau sepasang kekasih seperti di drama-drama.

Oh…. Pertanda buruk.

“jangan sentuh aku oppa..” mata Yoona terlihat berkaca-kaca sembari tangannya berusaha menepis sentuhan tangan Siwon sang suami.

Gadis cantik berperawakan kurus itu segera menghampiri Luna dan tanpa banyak bicara ia hendak memasuki mobil yang terparkir di samping sang manager tersebut. Namun gerakannya terhenti sesaat saat ia kembali mendengar suara Siwon.

“baiklah… lakukan semaumu Im Yoona. Lakukan apapun yang kau mau dan kau inginkan,aku tidak akan pernah melarang-larangmu lagi” ujarnya dengan lantang dan ekspresi dingin.

“jangan kau fikir aku akan menyesali semua kata-kata peringatan seorang suami pada istrinya. Terkecuali perkataan kasarku yang aku akui sudah melukai hatimu.Aku hanya menyesal atas ucapan kasarku.Tidak lebih” lanjutnya.

“jadi silahkan kau pergi jika kau ingin pergi,dan introspeksi dirilah selama kau menginginkan tidak melihatku.” Tutup Siwon akhirnya yang kemudian beranjak pergi dan hanya menyisakan Yoona dengan keterpakuannya.

 

Flash Back end

 

Luna kembali melirik Yoona,demi apapun di dunia sesungguhnya ia memang menyesalkan sikap wanita bermarga Im itu.

Bagaimana bisa semalam ia dengan tingkah keras kepala dan harga diri tingginya menolak ajakan suaminya itu untuk pulang,

Sementara sekarang? ia justru tengah meratap dan tentu anak kecil pun akan tahu jika ia kini tengah mengkhawatirkan sang suami.

Hah… harus di sebut apakah sikap yang seperti itu. Dan kini apa yang bisa Luna lakukan untuk membantunya?

“bersiaplah Yoona ya… kita harus segera tiba di lokasi syuting. Kau jangan mengkhawatirkan para pemburu berita itu,semuanya akan baik-baik saja. Aku akan selalu di sampingmu.” ujar Luna akhirnya bermaksud menenangkan Yoona,yang di sambut anggukan pelan olehnya.

Kini Luna pun harus mengatur strategi dan memikirkan bagaimana caranya agar para pemburu berita itu tidak menghantui aktivitas Yoona.

“yeobseo…. Sore ini aku dan Yoona akan datang ke agensi. Kami menunggu Bodyguard yang akan mengawal kami.”

 

 

oOo

 

Siwon memarkirkan mobilnya perlahan di area pelataran parkir gedung label rekaman tempat ia bekerja.

Dengan wajah yang terlihat kusut ia mulai melangkahkan kakinya keluar dari parking area. ia  melangkah tegas,berjalan perlahan menuju gedung tersebut. sesekali ia terlihat membetulkan posisi kacamata hitam yang membingkai hidung mancungnya.

Bersyukur para wartawan itu belum menjamah gedung kantornya.

Setelah beberapa menit ia menaiki Lift,akhirnya iapun sampai di lantai 07,lantai dimana ruangan sang presiden direktur berada.

Tepat saat pintu Lift terbuka,ia langsung di sambut oleh seorang pria yang di perkirakan berusia di kisaran tiga puluhan. Menatap kearahnya dengan perasaan lega.

 

“hah.. akhirnya kau datang juga musisi Choi. Sajang….”

“hentikan ocehanmu Manager Byun,aku sudah tau apa yang akan terjadi dan aku akan segera menemuinya”

Ucapan sang manager bermarga Byun itu terpotong oleh Siwon,karena Siwon sudah tahu apa yang akan dikatakannya yang tentu ia tahu bahwa setelah ini ia akan di maki habis-habisan oleh Ceo perusahaan rekamannya itu.

Karena sudah menjadi rahasia umum bahwa sang Ceo yang terkenal berwibawa itu akan berubah menjadi seorang malaikat pencabut nyawa jika berhadapan dengan orang yang melakukan hal yang tidak ia sukai atau telah melanggar peraturan yang telah ia buat.

Membuat manager berkacamata minus itu tergagap karena bentakan Siwon.

Namun bukan Siwon namanya jika gentar atau merasa takut pada omelan seorang tua Bangka.

“baiklah… kalian memang lawan yang seimbang” kata manager Byun saat yang ia lihat kini punggung tegap Siwon membelakanginya dan menghilang di balik pintu masuk menuju ruangan sang presdir.

 

~

Seorang pria paruh baya tengah terduduk membelakangi Siwon,ia terduduk menghadap pada sebuah jendela kaca yang cukup besar– memperlihatkan kepadatan lalu lintas kota Seoul secara langsung di bawahnya.

Dengan sikap tenang Siwon melangkah pelan menghampiri pria paruh baya itu,hingga tak lama ia membungkukan badan sebagai tanda hormat padanya. Lalu iapun berdehem pelan sebelum mengeluarkan suara.

“selamat pagi…”

Sahutan yang cukup lama hingga akhirnya pria yang ternyata tengah mengapit sebuah cerutu di antara jari-jarinya itu memutar kursinya menghadap Siwon.

“duduklah…”

Terjadi keheningan cukup lama,hingga akhirnya sang presdir kembali membuka suara.

“sebelum aku bertanya… mungkinkah aku bisa mendapatkan penjelasan terlebih dahulu?”

Siwon terdiam,tidak bermaksud menanggapi. dengan tanpa ada rasa takut ia terus memperhatikan wajah pria tua dihadapannya itu dengan tatapan tenang dan cukup sulit di artikan.

Pria dihadapannya itu tertawa kecut,tidak merasa heran dengan sikap anak asuhan nya itu.

Siapapun makhluk penghuni gedung itu sudah tahu siapa Siwon — seorang musisi bertangan dingin yang juga dikenal tidak suka diatur. Bahkan oleh sang penguasa perusahaan itu sendiri.

Bagi kebanyakan orang awam memang cukup membingungkan,bagaimana bisa seorang pria tua yang tak mau di bantah memiliki dan mempertahankan seorang pria pembangkang seperti Siwon untuk bekerja padanya.

Namun jika dilihat dari dalam… siapapun akan tercengang jika mengetahui Siwon adalah tambang emas berjalan. Bagaimana tidak? Setiap bulir hasil karya yang ia ciptakan bisa menghasilkan nominal angka yang bisa membuat mata orang berubah menghijau jika melihatnya,bahkan seorang nenek rabun sekalipun.

Belum lagi setiap aktris yang Siwon didik secara langsung,sudah bak mendapatkan jaminan sertifikat kesuksesan di dunia tarik suara tak kasat mata.

Maka,pria tua pemilik perusahaan bodoh mana yang rela melepaskannya? Sekalipun mereka tak jarang sering beradu argument atau ada pergesekan-pergesekan yang sering terjadi di antara keduanya.Namun hal itu tentu tak lantas mempengaruhi keprofesionalan kinerja mereka. sama halnya dengan Siwon yang sudah terlanjur memilih perusahaan ini sebagai tempat ia bernaung dan berkarya. Di luar sana sudah tentu banyak perusahaan sejenis yang siap menangkapnya bak nelayan yang siap menjala ikan jika ia keluar dari perusahaan ini.

Namun Siwon adalah seorang pria loyal yang berdedikasi tinggi dalam berkomitment,ia tidak akan setengah-setengah dalam memilih suatu keputusan.

Terbukti… sudah hampir sepuluh tahun ia setia pada karir dan perusahaannya tanpa sedikitpun tergoyah.

“baiklah… langsung saja, aku tidak akan berbasa-basi denganmu Tuan Choi” keheningan yang tercipta itu segera kembali tercairkan,manakala sang presdir membuka kembali pembicaraan setelah melihat ‘pegawainya’ itu memilih untuk tidak membuka suara.

“kau tentu sudah tahukan hal apa yang membuatmu berada di hadapanku sekarang?”

Siwon tetap diam.

Sesaat sang presdir menghela nafas.

“aku memang tak berhak mencampuri urusan rumah tangga siapapun, tentu termasuk rumah tangga anak-anakku sendiri” ujarnya.

“merasakah jika aku sudah menganggapmu sebagai anakku sendiri?” pria tua itu menatapkan matanya kuat-kuat. Bak ayah dan anak yang saling membenci. Begitulah kira-kira gambaran sepasang atasan dan bawahan itu. di samping yang Siwon tahu pria tua di hadapannya itu begitu menggemari uang.

“namun ya… sebaiknya tolonglah kau bisa menghindari hal-hal konyol” jeda sejenak ketika lelaki paruh baya itu menghisap cerutunya pelan,menghembuskan asap perlahan dari mulutnya,kemudian ia melanjutkan..

“kau tentu sadar Tuan Choi.. kau bukanlah seorang aktor atau anggota sebuah Boyband”

“aku rasa.. tidak perlulah kau ingin menghebohkan jagad raya dengan pertengkaran di rumah tanggamu”

‘BRAKKKKKK……………’

Saat memilih diam,tak diduga emosi Siwon ternyata tersulut. Apalagi yang ingin dikatakan tua Bangka ini.

Orang bodoh mana yang sengaja ingin mengekspos masalah dalam rumah tangganya untuk menarik perhatian.

Sepicik itukah otak karatan pria di hadapannya ini?

“pertama… aku hanya ingin kembali bertanya padamu sajangnim,sejak kapankah aku menyukai mencari sebuah sensasi di tubuh manajemenmu ini?” terlihat Siwon mengeraskan rahangnya.

“kedua… jika memang aku ingin mencari keuntungan dari masalah dalam biduk rumah tanggaku. Menurutmu apa yang akan aku dapatkan selain melihat istriku terluka?”

“dan ketiga…… aku menyadari hal ini tentu hanya membuang-buang waktu. Tentu waktu adalah uang bukan?” nada bicara Siwon terdengar begitu tegas dan penuh penekanan,sebelum kemudian ia kembali melanjutkan.

“semua akan kembali normal dan saldo di rekeningmu akan aman-aman saja Sajangnim…jangan takut masalah ini akan mempengaruhi pemasukanmu” Siwon berkata dengan aura yang semakin dingin,merasa kesal dan tersinggung.

Bagaimana ia bisa begitu bodohnya rela mendatangi presdir perusahaanya ini hanya untuk mendengar ocehan tak berbotnya,sementara ia sendiri tengah di pusingkan dengan masalah pribadinya saat ini.

Dengan masih terbelenggu luapan emosi dalam dirinya,Siwon lantas berdiri dan berjalan menuju pintu keluar.

Menyisakan presdir yang sudah berusia tak muda lagi itu tersenyum tanpa arti.

Masih dengan genggaman tangan yang menyembulkan asap dari cerutu yang tengah ia genggam.

“anak pembangkang….” Ujarnya kecut.Sembari menatapkan matanya pada pintu tempat Siwon keluar.

Lalu setelah menghisap sisa cerutunya iapun terlihat mengangkat sebuah pesawat telephon yang tergeletak di meja kerjanya.

“yeobseo…. bereskan segera masalah musisi Choi,jangan sampai kembali ada media yang membesar-besarkannya. ne,bereskan secepat mungkin. Aku tidak mau mendengar alasan”

 

 

oOo

 

pagi itu Yoona menjalankan aktifitas syutingnya seperti biasa. dari luar,ia nampak tidak terpengaruh dengan pemberitaan miring soal masalah dalam rumah tangganya.

bersyukur semua berjalan seperti biasa,termasuk orang-orang yang terlibat dalam proses dramanya. Juga sang sutradara dan pihak production house drama itu sendiri. mereka semua bekerja professional dan tidak sedikitpun masalah yang tengah ia hadapi berpengaruh pada kegiatan syutingnya bersama dengan orang-orang yang bersinggungan dengannya.

Setelah take bagian untuknya selesai,Yoona mengistirahatkan tubuhnya sejenak. Dengan helaan nafas yang panjang.

Luna mendekatinya dengan pelan,seperti biasa ia mengulurkan ponsel milik Yoona padanya.

“ini sudah panggilan yang ke 19 kali Yoona-ya… apa kau tetap akan mengabaikan panggilan dari ibumu?” Luna bersuara saat yang ia lihat Yoona tengah memijit pelipisnya. Wajahnya Nampak pucat dan tak bergairah tidak seperti hari-hari biasanya.

Luna ikut menghela napas dan tentu tidak ingin terlalu jauh seolah memojokan Yoona yang terlihat memang sengaja mengabaikan panggilan telepon dari ibunya.Tentu Luna sudah tahu alasannya.

“biarkan saja Luna ya… eomma pasti sudah tahu tentang pemberitaan masalahku dengan Siwon” Yoona kembali memijat pelipisnya pelan sembari menutup mata sayunya,lalu iapun menyenderkan punggungnya pada kursi yang tengah ia duduki.

Sejak semalam memang tubuhnya terasa tidak fit. selain kelelahan karena aktifitasnya,Yoona pun merasa dirinya kurang tidur. Belum lagi di tambah pusing memikirkan masalah rumah tangga yang kini tengah menderanya.

Luna tidak merespon,ia pun lebih memilih diam ketimbang salah bicara.

“jadwal syuting hari ini hanya sampai pukul dua siang. Setelah ini kita akan langsung ke agensi dan bertemu dengan presdir Lee” Luna berbicara pada Yoona sembari membuka notes schedule Yoona dari Macbook nya. Di lihatnya Yoona tetap tak bersemangat dan tetap menutup kedua kelopak matanya.

Hah… di saat Yoona dalam mood tidak baik seperti ini, Luna sungguh merasa pusing dan tak tahu harus berbuat apa. biasanya seberat apapun masalah yang di hadapi aktris yang ia manageri itu Yoona pasti akan bekerja secara professional. atau setidaknya ia akan tetap terlihat ceria dan bersemangat menjalani hari harinya. Tapi lihatlah sekarang? Seterpukul itukah perasaan Yoona? Hingga ia hanya lebih memilih bungkam daripada berbagi dengannya.

“kau tidak perlu memikirkan berita-berita miring di luar sana Yoong. Tenanglah… presdir akan mengerti dengan masalah yang tengah kau hadapi”

tiba tiba Luna berinisiatif untuk kembali membuka pembicaraan. bermaksud kembali menenangkan hati sang aktris. Luna khawatir Yoona akan merasa takut jika berhadapan dengan presdir di agensinya nanti.

“tidak perlu khawatir padaku Luna-ya… meskipun presdir akan murka padaku nanti,aku akan berusaha membela diri bahwa semua masalah ini di luar kuasaku”

Yoona berkata pelan dengan nada lirih,suaranya seperti bisikan. bahkan nyaris tak terdengar oleh Luna.

 

oOo

 

Siwon memasuki studio tempat ia bekerja

masih membawa kekesalannya atas percakapan sengitnya tadi bersama sang presdir. ketika yang ia lihat pertama kali saat membuka pintu,setidaknya ada tiga orang rekan kerjanya tengah berkerumun di meja. hingga tak lama ia mengetahui bahwa tidak hanya orang dewasa saja yang berada di rungan yang sama dengannya. Melainkan ada sesosok balita mungil yang berada dalam pangkuan sang ibu. rupanya hal itu yang telah membuat ruangannya di penuhi oleh rekan-rekannya yang memang baby holic alias penyuka bayi.

‘Kwon Boa’ sang ibu bayi tersebut tersenyum jahil ke arahnya.

“mianhae Choi Ahjussi…. Hyuna membuat ruangan ahjussi di penuhi oleh fans Hyuna…” ujarnya sembari suaranya di sengaja menirukan suara anak kecil.Yang di sambut tawa oleh beberapa rekannya.

Siwon mendesah… “mengapa kau tetap saja mengajari Hyuna memanggil ku ahjussi hah? Apa tampangku memang seperti ahjussi?”Siwon bersungut kesal.

“berikan Hyuna padaku..aku sungguh lelah hari ini” mengabaikan rekan rekannya yang lain yang terlihat tengah memainkan lengan Hyuna seperti mencubit pelan bahkan menciumi pipi gembulnya,Siwon bergerak untuk memangku Hyuna-putri dari Boa Kwon,rekan kerjanya.

“yak! Musisi Choi..Hyuna sedang asyik kita mainkan jangan menggendongnya sendiri…” gerutu Henry-salah satu rekannya.

“Hyuna hanya menyukai pria tampan,Sebaiknya kalian kembali ke tempat kerja masing-masing.Lagipula ini ruanganku” Siwon bersungut pelan yang di sambut decakan lidah para rekannya itu.

Setelah mereka pergi,kembali ia memainkan Hyuna dan menciumi pipi tembamnya dengan sayang.

“kau terlihat sangat pantas menggendong bayi seperti ini. Kau akan menjadi Korean Hotty Dady Musisi Choi” Boa tertawa pelan.

“emmm.. aku mendengar berita tentangmu tadi malam” Boa berbicara sedikit hati-hati. “aku yakin masalah seperti ini akan cepat berlalu” ujarnya lagi.

Boa memang sudah seperti saudara perempuan bagi Siwon.Mereka tak enggan untuk saling berbagi masalah yang memang mau tak mau pasti selalu ada.

Dengan tetap memainkan Hyuna Siwon menanggapi.

“noona,bukankah kau sama sibuknya denganku? Kau sama sepertiku kan sibuk di dunia hiburan?” tiba-tiba Siwon bertanya yang membuat Boa sedikit mengernyit heran.

“bukankah kau sendiri juga seorang wanita?” Siwon kembali hanya bertanya.

“jika kau harus memilih antara anak atau karirmu. Kau akan memilih yang mana?” Siwon kembali berucap sembari menatap bening mata Hyuna sang bayi kecil yang ada di pangkuannya.

“yak!!! Kau ini berbicara apa?’”

Boa yang merasa Siwon bertanya aneh-aneh langsung berteriak padanya.

“Hyuna adalah segalanya bagiku…. Sekalipun aku harus bertaruh nyawa tentu aku akan melakukannya” Boa berbicara pada Siwon dengan nada jengkel,namun kemudian ia memelankan suaranya saat Siwon terlihat menatap penuh kasih pada Hyuna putrinya-karena yang ia tahu Siwon memang menyukai anak-anak.

“lalu kenapa di dunia ini masih saja ada seorang wanita yang belum menginginkan kehadiran seorang malaikat kecil seperti ini hanya karena menganggap karirnya adalah segalanya?” Siwon tiba-tiba berkata lirih. dan kembali Boa mengingat dan tentu mengerti ada apa dengan Siwon.

“satu tahun kami menikah,satu tahun kami bersama… namun sampai detik ini kami masih berdua”

“aku tahu profesinya tidak jauh sepertimu. Tapi lihat… kau dan Yunho Hyung bisa memiliki Hyuna”

“sesibuk apapun kau di dunia tempatmu bekerja,kau masih memiliki waktu untuk mengandung anak suamimu dan menjaga juga membesarkannya seperti ini”

Siwon terus bermonolog sembari menatap seksama pada putri kecil Boa yang tengah asyik memainkan liur dari bibir mungilnya.

Kali ini Boa terdiam berusaha menjadi pendengar yang baik. Tak setahun dua tahun ia bekerja sama dengan pria tampan itu. Dan yang Boa sadari kini Siwon tengah mencurahkan masalah dalam rumah tangganya.

“kau bisa berkarier sekaligus menjadi ibu,kau bisa…tapi kenapa.. kenapa istriku sendiri tidak bisa…” kembali Siwon berkata lirih. Terlihat jelas dari pancaran matanya bahwa sosok tampan itu begitu merindukan kehadiran seorang anak dalam kehidupan rumah tangganya.

“Siwon ah…. Percayalah jika istrimu pun menginginkan hal yang sama. jika sudah waktunya tuhan menitipkan buah cinta pada kalian, yakinlah hal itu pasti akan segera terjadi”

Ujar Boa tanpa bermaksud menggurui.

“bagaimana hal itu bisa terjadi? sementara ia melakukan pencegahan kehamilan….” ujar Siwon tersenyum pahit yang membuat Boa kembali bingung harus berkata apa lagi.

Masalahnya memang terletak pada keduanya. dan ia tidak memiliki daya apa-apa lagi selain menjadi pendengar yang baik bagi pria yang sudah ia anggap seperti adik kandungnya itu.

 

oOo

 

dengan wajah yang masih terlihat pucat Yoona Nampak keluar dari sebuah ruangan cukup luas yang di ketahui sebagai ruang kerja presiden direktur agensi tempat ia bernaung.

Luna sang manager Nampak setia mengikuti di belakangnya dengan wajah yang tak kalah lelah,namun gadis berperawakan mungil itu tetap berusaha menampakan wajah cerianya.

Kedua gadis cantik itu terus melangkah hingga sampai di tempat pribadi Yoona,ruangan yang memang khusus di sediakan bagi para artis asuhan dan managernya.

Yoona yang sejak awal memang terlihat tidak fit kembali menjatuhkan tubuhnya di atas sofa ruangan tersebut.

Tadi baru saja mereka mendengarkan ceramah (?) panjang lebar dari sang presdir. Tentu saja terkait pemberitaan masalah rumah tangga Yoona di media masa.

Ini memang bukan hal yang aneh mengingat manusia hidup pasti akan memiliki masalah.

Namun tentu Yoona paham betul bahwa bekerja di dunia hiburan haruslah memiliki kebersihan nama sesempurna mungkin, karena bahkan seorang public figure yang hidupnya terlihat adem ayem saja terkadang akan di cari-cari kesalahannya walau sekecil apapun. apalagi jika ia tertangkap basah melakukan kesalahan tersebut,tentu itu akan menjadi sasaran empuk bagi para pewarta untuk meraup keuntungan pribadi mereka sebesar-besarnya tanpa peduli pada perasaan aktris yang mereka ulik masalahnya.

Dan sialnya… hal itu justru kini tengah menimpanya.

Dan jika tidak salah, yoona pun pernah mendengar sebuah istilah yang berbunyi bahwa derita artis adalah kebahagiaan bagi paparazzi.

Terdengar sangat kejam bukan?

Sungguh..hal itu tentu saja lebih hanya dari sekedar memusingkan.

Kembali Yoona memijat pelipisnya yang terasa berdenyut. Kedua matanya yang terlihat sayu melirik ke arah jam dinding besar berwarna emas yang tertempel manis pada dinding  ruangannya.

Sekejap Pandangannya terlihat kosong dan fikirannya melanglang,dalam hati ia terus saja memikirkan seseorang yang memang sudah di takdirkan untuk selalu merasuk di fikirannya,Choi Siwon.

Semalaman tadi ia sungguh tidak bisa tidur. di lokasi syutingnya tadi bahkan ia harus mengeluarkan segala tenaga yang ia punya hanya untuk memasang wajah poker face untuk meyakinkan semua orang bahwa semuanya masihlah baik-baik saja dan tentu ia harus bekerja secara professional.

Sungguh beban yang sangat berat menjadi seorang aktris yang harus memasang wajah ceria dimanapun dan kapanpun,tanpa orang-orang mau tahu tentang isi hatinya yang sebenarnya.

“Yoona ya… hari sudah sore,sudah waktunya untuk makan malam. dan setelah ini kita masih harus bertemu dengan perusahaan pengiklan yang akan menggunakan wajahmu untuk mengisi halaman iklannya di sebuah majalah yang telah kita diskusikan tempo hari” Luna berkata pelan ke arah Yoona. dan Kembali, lagi-lagi Luna melihat tampang tak bersemangat dari aktris asuhan sekaligus sahabat baiknya itu,yang kembali membuat ia mendesah pelan.

“Yoona ya… “

Luna mengguncang bahu Yoona pelan,yang akhirnya membuat Yoona tersadar dari lamunannya.

“ah.. ne?”

“kau tidak mendengarku sedari tadi?”Luna berbicara dengan nada sedikit jengkel.

“ah.. mianhae… silahkan ulangi perkataanmu” ujar Yoona dengan senyum sedikit terpaksanya.

“ck….. pokonya setelah semua kegiatan hari ini selesai kau harus segera pulang ke rumahmu dan suamimu. aku tidak mau tahu” ujar Luna lagi yang membuat Yoona tertegun dan memasang wajah sedihnya.

“tidak akan semudah itu Luna ya….”

“mwo? Yak Yoong… kau ini seorang istri,mau sampai kapan kau akan melarikan diri seperti ini? apa kau ingin pemberitaan yang telah Presdir usahakan untuk di tekan pemberitaannya sedemikian rupa menjadi sia-sia?’ kata Luna lagi dengan nada berapi api.

“apa kau ingin pemberitaan itu semakin meluas? Demi tuhan Yoong aku sungguh merasa tidak enak hati pada musisi Choi Suamimu. Semua ini terkesan seperti aku yang mendukungmu untuk melarikan diri dari rumah” ucap Luna lagi.

“aku mohon jangan libatkan aku dalam urusan rumah tangga kalian…” katanya lagi dengan nada dan tampang frustasi sembari mengacak rambutnya.

 

oOo

 

hari beranjak malam ketika pemandangan yang terlihat adalah seorang pria tengah terduduk di sebuah studio music yang nampak terlihat lengang.

Ia nampak tengah menggenggam sebuah gelas kecil berisi minuman beralkohol yang sedikit demi sedikit asyik di sesapnya.

Di hadapannya ada lagi seorang pria muda yang ikut terduduk dengan pandangan sedikit prihatin terarah padanya.

Pria itu – Kim Joonmyeon yang selalu setia mendengar semua keluh kesah pria di hadapannya,terdiam sembari menghela nafas.

“kau tidak khawatir pada Yoona noona Hyung?” Suho bertanya pelan saat yang ia lihat Siwon tetap setia terdiam masih dengan menggengam segelas Soju ditangannya.

“kau tentu sudah tahu jawabannya”

Siwon menjawab sembari menandaskan minumannya dalam satu kali tegukan.

“tapi aku rasa.. dengan kami berdua yang saling menjauh,dapat lebih membuatnya bahagia” ujarnya yang lagsung membuat Suho membuka mulutnya bersiap menceramahi Siwon.

 

oOo

 

waktu terasa begitu cepat berputar,

ketika hari yang tadi di rasa masihlah sore,kini tanpa di sadari telah bergerak menuju malam. Yoona dan Luna mengakhiri perbincangannya dengan seorang produser sebuah iklan yang akan memasang wajah Yoona pada brand product kecantikan mereka.

Pembicaraan yang terjadi cukup santai,ketika sebuah kesepakatan yang di akhiri dengan penanda tanganan pada sebuah kertas kontrak di bubuhkan oleh Yoona.

“baiklah… waktu pengambilan gambarnya akan dilakukan minggu depan. Kami harap kita dapat bekerja sama dengan baik”

“ne… arraseo…” Yoona menjawab ucapan sang produser tersebut dengan senyum yang masih terpatri di bibir tipisnya.

Dan setelah berjabatan tangan,kedua belah pihak tesebut pun mengakhiri pertemuan mereka malam itu.

 

Waktu terus bergerak tatkala sepasang manager dan aktris itu memasuki mobil yang tengah menunggui mereka di lobby.

Yoona merasakan lelah yang kembali mendera tubuhnya,tak lupa dengan iringan denyut di kepalanya yang memang sesekali terasa berdentam kuat.

“Luna ya… bukankah akhir pekan ini aku tak memiliki jadwal apapun?” Yoona bertanya pada sang manajer Luna,yang kini terlihat tengah sibuk dengan ponsel pintarnya.

“hm.. wae Yoona ya? Apa kau akan pulang ke rumah orang tuamu?” jawab Luna tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel yang tengah ia genggam.

“ani… izinkan aku menenangkan diri,aku akan pergi ke Daegu.. ke rumah saudariku” Yoona berkata pelan sembari memijat kecil pada pelipisnya, masih merasakan pusing yang terus mendera kepalanya.

“mwo???!!”

 

oOo

 

semilir angin musim semi menerpa lembut permukaan wajah Yoona. meskipun hembusan angin terasa cukup kencang namun udara di sekitarnya terasa begitu hangat. Karena di kota Daegu,udara memang terasa lebih panas di banding kota-kota lainnya yang berada di Korea Selatan.

Yoona menarik nafasnya dalam-dalam. merasakan udara yang masih terasa begitu asri dan bersih menyapa paru-parunya. Sudut-sudut bibirnya tertarik, melihat pemandangan hijau pegunungan  Palgong terhampar di depan matanya.

Deretan situs seperti kuil-kuil atau vihara di area Gunung terlihat begitu kecil dan menyejukan pandangan matanya,deretan bangunan-bangunan tersebut Nampak seperti miniature dalam penglihatan Yoona. Begitu kecil dan cantik.

di sinilah kini Yoona berpijak,di sebuah kota kecil di Korea Selatan –Daegu.

Hari ini adalah hari sabtu,tepat di akhir pekan dan di dua hari akhir pekan itu Yoona memang tidak memiliki jadwal apapun.

Semalam setelah ia mengatakan pada Luna sang manajer bahwa ia akan menghabiskan waktu liburnya di kota ini,Luna begitu memprotes keras.

Luna berfikir bahwa sebaiknya Yoona pulang ke rumahnya bersama Siwon untuk memperbaiki hubungan mereka atau pulang ke rumah orang tuanya minimal hanya untuk sekedar berkeluh kesah.

Namun Yoona sudah berfikir matang bahwa semua tidak akan semudah itu,dan di tengah pemberitaan hubungannya dengan Siwon yang tengah renggang,tentu bukanlah ide yang baik untuk pulang ke rumah orang tuanya.

Dan kembali Yoona membayangkan wajah kecewa penuh amarah yang terpancar jelas dari wajah sang suami pada malam pertengkaran mereka ketika ia memutuskan untuk pergi dengan Luna. Sesungguhnya Yoona belum berani kembali menatap wajah itu. Bayangan kemarahan juga perkataan Siwon waktu itu masih menari-nari di benaknya.

Antara rasa takut dan rasa bersalah pada Siwon kini memang tengah meliputi dirinya.

Sungguh… tak sedikitpun Yoona berniat untuk meninggalkan Siwon dan membuat suaminya itu terluka atas sikapnya. Yoona hanya ingin Siwon mengerti bahwa ia  belumlah siap untuk memberikan keturunan bagi suaminya itu. Yoona tahu tanpa di jelaskan,bahwa semua emosi dan kemarahan Siwon pada malam itu memang lah bersumber pada keinginannya yang menginginkan Yoona segera hamil.

Dan kini..untuk kembali dapat berbicara secara baik-baik dengan sang suami haruslah kembali membutuhkan waktu yang cukup guna menjernihkan fikiran. agar ketika tiba waktunya untuk berbicara,bukanlah emosi yang akan mendominasi dirinya. dan Yoona rasa sebelum melakukannya ia butuh untuk menenangkan diri. Dan ia sudah memutuskan di Kota inilah tempatnya.

 

oOo

Yoona melangkahkan kakinya secara perlahan memasuki area halaman bangunan sebuah rumah yang terlihat cukup sederhana jika di bandingkan dengan bangunan-bangunan rumah yang terletak di district Seoul.

Ia memasuki halaman rumah tersebut dengan senyum yang terkembang di wajah cantiknya. Pandangannya terlihat mengelilingi setiap sudut halaman pada bangunan rumah tersebut,rumah yang begitu nyaman,hangat dan tetap elegant,fikirnya.

Yoona merasakan kehangatan yang cukup kuat pada bangunan rumah tersebut karena rumah ber-eksterior cokelat itu di dominasi oleh bahan bangunan berdasar kayu.

Perlahan ia mengetuk-ngetukan sebuah bandul besi yang tertempel pada kepala pintu,karena memang seperti itulah fungsi bandul besi tersebut-Untuk mengetuk pintu sebagai pengganti Bel elektronik.

Setelah beberapa kali mengetuk pintu tersebut,Yoona pun menunggu beberapa saat. Hingga tak lama derap langkah kaki dari dalam menyapa indera pendengarannya.

“sia….. – pa…?”

Ucapan seorang wanita yang membukakan pintu untuknya menggantung ketika sang wanita tersebut menatap ke arahnya. Masih sembari menggenggamkan lengannya pada engsel pintu,wanita itu menatap tak percaya kearah Yoona.

“anyeong eonni…..”

Yoona mengeluarkan suara sembari tersenyum jahil.

“Yoona ya…..kau?”

“astaga…. Aku tak percaya rumahku akan di datangi seorang aktris. Yeobo..kemarilah,lihat siapa yang datang”

“aish.. Fany eonni.”

Wanita tersebut Tiffany,berucap histeris sembari masih menatap tak percaya pada wanita di hadapannya. Yoona sang sepupu yang memang hanya setahun sekali bertemu dengannya pada perayaan-perayaan besar di keluarganya atau pada saat hari raya–itupun jika Yoona tidak disibukan dengan jadwal keartisannya. kini berdiri di hadapannya tanpa memberitahu sebelumnya jika akan datang berkunjung kerumahnya.

“wae yeobo..?” Yoona mengalihkan pandangannya pada seorang pria yang muncul di balik punggung Tiffany yang terlihat tengah menggendong seorang bayi perempuan.

“anyeong Donghae oppa….”

“oh… Yoona ya… apa kau sedang menjalani aktifitas syuting di sekitar sini?” Donghae pria tersebut cukup sama terkejutnya dengan sang istri melihat kedatangan Yoona,terlihat dari gerakan kepalanya yang menyembul keluar dan menengok ke kanan-kiri seperti tengah mencari sesuatu. — ia menyangka bahwa Yoona memang tengah berkegiatan di daerah dekat kediamannya tersebut.

“aniyo… aish… apa kalian akan tetap terkejut seperti itu dan membiarkan aku tetap berdiri di sini?” Yoona berkata setengah menggerutu ketika melihat ekspresi terkejut sepasang suami istri itu yang justru mengabaikan untuk mempersilahkan agar ia segera masuk.

~

“aku benar-benar tak menyangka kau akan datang Yoona ya… sungguh” Tiffany tertawa memperlihatkan kedua matanya yang ikut melengkungkan senyuman cantik di kedua bingkainya.

Yoona mencebik sembari asyik menyumpit suwiran daging dan sayuran yang berada dalam mangkuknya.

Kini Yoona tengah berada di ruang makan kediaman keluarga kaka sepupunya itu,menikmati jamuan yang sengaja dihidangkan untuk menyambut kedatangannya yang mendadak.

“ne,sama halnya denganku yang tak menyangka rumah kecil kami akan di kunjungi seorang aktris ternama” Donghae menambahkan sembari tertawa.

“ish… kalian ini… apa aku tidak boleh sengaja datang kesini untuk menengok Haeyoung keponakanku…. Astaga,aku tak menyangka Haeyoung sudah sebesar itu. Bukankah baru kemarin kau melahirkannya eonni?” Yoona berucap dengan makanan yang cukup penuh menjejal di mulutnya,membuat dua pasang suami istri itu menggeleng-gelengkan kepala kearahnya.

“apakah Haeyoung tertidur?” Yoona bertanya saat menyadari bahwa seoarng bayi yang tengah ia bicarakan itu tidak ada dalam pandangan matanya.

“ne… apa kau tidak melihat Donghae oppa memindahkannya ke kamar tadi?”

“aniy… aku terlalu sibuk dengan makananku” jawab Yoona geli.

“hmmm… ah ya… berapa bulan usia Haeyoung sekarang?” Yoona terus bergumam dengan makanan yang masih menjejal di mulutnya. Sementara di liriknya sang kaka sepupu yang tengah sibuk melayani suaminya di meja makan — Dari mulai mengambilkan piring,mengisinya dengan nasi hangat beserta lauk pauknya, kemudian mengambilkan sumpit hingga menyediakan tissue makan juga menyajikan segelas air putih untuk suaminya itu.

Pemandangan itu… sedikit banyak membuat ia kembali mengingat aktifitas ia dan Siwon di meja makan yang sering kali ia abaikan. Yoona menyadari betul,selain hanya memasakan makanannya saja,sekalipun ia tidak pernah melayani suaminya sedetail itu,sungguh pemandangan di hadapannya itu membuat hatinya terenyuh.

“Haeyoung baru memasuki usia sebelas bulan beberapa hari yang lalu” jawab Tiffany sembari tangannya sibuk menuangkan segelas air putih pada gelas suaminya.

Terbuyar dari bayangannya,Yoona mengangguk anggukan kepala tanda mengerti. Namun sedetik kemudian ia menghentikan pergerakannya,seperti menyadari sesuatu lalu mengalihkan pandangannya kearah perut sepupunya itu yang terlihat cukup besar.

“omo! Haeyoung baru berusia sebelas bulan tapi kau…??”Yoona berekspresi tak percaya sambil berkata dengan nada sedikit terkejut yang tiba-tiba saja membuat pipi Tiffany bersemu merah.

“kau tentu sudah tahu Yoona… bahwa saat malam suhu udara di Daegu akan terasa jauh lebih dingin dibanding suhu udara dikota manapun di Korea Selatan” Donghae, suami sepupunya itu yang kemudian malah menyahuti pertanyaan menggantungnya tadi dengan nada menggoda nan jenakanya.

“maka jangan heran jika sepupumu ini aku buat hamil berkali-kali” sambungnya lagi yang akhirnya membuat Tiffany memekik,dandengan segera memukul punggung suaminya itu yang kemudian di sambut oleh tawa dari Yoona sendiri.

Di tengah tawa canda yang terjadi,Yoona dapat merasakan bahwa keluarga kecil yang telah di bangun saudarinya bersama suaminya itu sangatlah bahagia…pemandangan dan interaksi hangat yang Yoona saksikan dengan mata kepalanya sendiri,sungguhlah berbeda dengan interaksi yang terbangun dalam rumah tangganya bersama Siwon yang ia sendiri rasakan terasa canggung dan kaku.

Malam itu,Kembali Yoona merindukan suaminya.

~

“Maaf jika kau harus tidur di kasur lipat,karena jarang ada yang bertamu selain eomma dan mertuaku,kami hanya menyediakan kasur lipat saja yang memang lebih di gemari para orang tua itu” Tiffany terkekeh saat sedang sibuk mengeluarkan beberapa lembar kasur dan selimut dari dalam lemari untuk Yoona menginap malam ini.

“gwenchana eonni… sudah lama aku tidak tidur di kasur lipat seperti ini” jawab Yoona.

“udara di Daegu terasa lebih dingin saat malam,aku sudah mengatur suhu penghangat ruangannya” tambah Tiffany.

Yoona mengangguk tanda mengerti sembari tangannya ikut sibuk membantu Tiffany merapikan kasur lipat yang akan ia tiduri.

Setelah selesai mereka terduduk di atas kasur yang sudah terlihat rapi itu.

“fiuh… di usia kehamilan yang mulai beranjak tua aku sering merasa mudah lelah,padahal kegiatan yang aku lakukan tidaklah terlalu banyak menguras tenaga” Tiffany bergumam sembari menyandarkan punggungnya pada tembok di belakangnya.

“aku sungguh iri padamu eonni…. “ tiba-tiba Yoona bergumam dengan nada lirih yang membuat Tiffany kemudian menoleh padanya.

“kau sudah berhasil menjadi seorang ibu yang hebat…” lanjutnya. “menjadi istri yang baik bagi suamimu,sungguh berbeda jauh denganku”

“Yoong….”

“kau tentu tahu bukan bahwa menjadi seorang aktris besar adalah impianku sejak dulu? Karena itulah…karena itulah aku tidak bisa menjadi istri yang baik bagi Siwon oppa suamiku”

“Yoona-ya… “ Tiffany berusaha menyela perkataan Yoona agar adik sepupunya itu tidak menyalahkan dirinya sendiri,namun Yoona sepertinya tengah ingin mengeluarkan uneg-uneg di hatinya.

“sejujurnya aku merasa berdosa eonni.. pada Siwon oppa juga keluarga kami,sudah lama ia menginginkan keturunan dariku. Tapi aku… aku sungguh tidak bisa memilih,aku sudah terlanjur menandatangani sebuah kontrak kerja yang memang sudah sejak dulu aku impikan. Dan sebagai konsekuensinya kami selalu bertengkar,bahkan eomma dan mertuaku tak jarang sering memojokanku ketika kami bertemu dan membicarakan tentang cucu yang mereka inginkan” Tiffany mendengarkan dengan seksama,ia berusaha menjadi pendengar yang baik bagi Yoona.

“tapi demi tuhan… aku bukannya tidak mau eonni,aku hanya meminta waktu hingga kontrak kerjaku usai. Sebagai wanita akupun sungguh ingin membahagiakan suami dan keluargaku,akupun wanita normal yang menginginkan kehadiran anak dari rahimku sendiri. Tapi bukan sekarang..aku hanya membutuhkan waktu. Sungguh….” Yoona akhirnya tak kuasa meneteskan air matanya saat mencurahkan isi hati juga kegundahannya selama ini kepada sang kakak sepupu.

“pada mulanya Siwon oppa tetap bersikap seperti biasa,iapun selalu mendukung segala kegiatan yang aku lakukan. Namun belakangan sifatnya mulai berubah,semua terlihat saat ia selalu meyindir tentang masalah anak dalam pembicaraan yang kami lakukan. Hingga aku menyadari bahwa ia sudah sangat menginginkan menjadi seorang ayah. Aku mengerti eonni,demi tuhan aku sungguh mengerti…. Aku hanya meminta agar ia lebih bersabar. Tidak lebih…” lanjut Yoona tetap dengan mata yang berkaca-kaca.

“dan kau pasti sudah mengetahui berita pertengkaranku dengan Siwon oppa kan? Itulah pertengkaran terhebat yang terjadi diantara kami,tetap pada topik dan masalah yang sama,walau ia balut dalam hal lain. Aku tak kuasa menahan emosiku hingga meninggalkannya bersama emosinya malam itu” Yoona terus berbicara sembari tak kuasa menyembunyikan rasa sesak di hatinya,dan kembali buliran bening dari pelupuk matanya tak dapat ia tahan.

Tiffany pun lantas merengkuh Yoona ke dalam pelukan hangatnya.

“kalian sudah sama-sama dewasa Yoong.. jika kau ingin memberikannya pengertian ,bukan seperti ini caranya.. ingatlah,sama-sama egois dan keras kepala hanya akan memperparah keadaan” Tiffany bergumam sembari mengusap punggung Yoona sayang—berusaha untuk menenangkannya.

Yoona terus menangis serta mencurahkan segala isi hatinya malam itu,bersandar pada bahu sang kakak sepupu yang ia rasa adalah tempat terbaik dan teraman untuknya saat ini.

“uljima… setiap hubungan yang kita jalani bersama pasangan,pasti memiliki cobaan tersendiri. Mungkin saat ini tuhan sedang menguji kekuatan cintamu dan suamimu. Hanya perlu kau tahu dan ingat Yoong,bukan hanya kau yang di hadapkan dengan masalah seperti ini,kau tentu tahukan,dulu… bagaimana rumitnya kisah perjalanan dan ujian hubunganku dengan Donghae oppa?”

Tiffany kembali berujar yang membuat fikiran Yoona menerawang,ia kembali mengingat saat sebelum sepupunya itu menikah dengan Lee Donghae.

“kau tahu… ujianku dulu bahkan terasa lebih rumit,di saat kami harus jatuh bangun menjalani hubungan yang tak di restui oleh keluarga kita Yoong”

Tiffany terus berbicara,hubungan Yoona dan Tiffany sebagai sepupu sudahlah seperti kakak dan adik kandung,Yoona tentu mengetahui betul detail kisah yang sedang di ceritakan oleh sang kakak sepupu.

Tiffany dan Yoona terlahir dari keluarga kaya — di mana orang tua mereka berdua tentu sangat mempertimbangkan bibit-bebet- dan bobot seseorang yang berniat menikahi mereka – Yoona atau Tiffany.

Yoona yang memang berminat pada dunia seni peran sejak dulu,berbeda dengan sang sepupu yang saat itu lebih gemar bergelut di dunia Fashion. Tiffany adalah seorang sarjana design di bidang Fashion dari sekolah Fashion ternama di Milan-Itally. Hobby nya yang sangat gemar mengeksplorasi wilayah atau tempat-tempat menarik di berbagai negara,mempertemukannya dengan seorang manajer operasional dari perusahaan textile kecil di kota Daegu ketika kala itu Tiffany yang tengah menjelajahi keindahan Macau-Tiongkokbertemu dengan Donghae yang sedang di tugaskan untuk mengecek bahan textile yang akan di gunakan oleh perusahaannya,Yang kemudian membuat mereka saling jatuh cinta dan menjalin hubungan yang terus berlanjut ke tahap yang lebih serius.

Namun seribu sayang ketika hubungan mereka di ketahui oleh orang tua Tiffany,Donghae yang di ketahui hanya berprofesi sebagai seoarang manajer dari perusahaan kecil,tidaklah memenuhi syarat dan kriteria sebagai menantu ideal mereka yang di haruskan memiliki kedudukan yang cukup setara dengan keluarga mereka.

“kau tahu.. akupernah hampir nyaris putus asa ketika sampai pada puncaknya appa menggunakan kekerasan untuk memisahkanku dengan Donghae oppa. Hatiku begitu tersayat saat mengetahui orang-orang suruhan appa menyakiti orang yang aku cintai” Tiffany bercerita sembari tersenyum lirih.

Yoona kembali mengingat kejadian itu — hampir dua tahun yang lalu,saat dimana kala itu iapun masih menyembunyikan hubungannya Dengan Siwon.

“namun perlu kau tahu,di tengah keputus-asaan dan masalah yang terasa tidak ada jalan keluarnya,tuhan akan memberikan pertolongannya dengan cara yang tak terduga. Saat aku di haruskan untuk kembali ke Milan,aku jatuh sakit dan merasa tidak memiliki daya tanpa ada Donghae oppa di sampingku. Dan di situlah tuhan menunjukan kuasanya Yoong..melalui sakit ku waktu itu,yang akhirnya menyadarkan kedua orang tuaku bahwa tidak ada gunanya menghalangi cinta kami. hingga kau bisa lihat sekarang..aku tengah mengandung anak keduanya”

Tiffany menutup ceritanya dengan senyum dan kedikan dari matanya—berusaha untuk menghibur Yoona.

“maka dari itu kau harus yakin,serumit apapun masalah yang sedang kau hadapi dalam rumah tanggamu bersama Siwon, pasti akan mendapatkan jalan keluarnya pula”Ucap Tiffany tulus.

Yoona mengangguk perlahan,merasakan ketenangan yang cukup saat menatap bening mata Tiffany sang sepupu. Yoona tak berbohong jika ia begitu mengagumi Tiffany – seorang sepupu yang dulu ia ketahui begitu glamour dalam gaya hidupnya. dan Sesuatu yang Yoona sadari bahwa ketika itu Tiffany memiliki kesempatan untuk meniti karir yang cemerlang sebagai Fashion Designer,namun lihatlah… kini ia rela menanggalkan segala kehidupan mewah dan karir impiannya sejak dulu hanya untuk menjadi seorang ibu rumah tangga biasa di Kota kecil. Sungguh… itu adalah keputusan terhebat yang tentu berbanding terbalik dengan kehidupan rumah tangganya bersama suaminya,yang dimana ia lebih mengutamakan ego pribadinya untuk memenuhi ambisinya sebagai seorang aktris. dan kini ia rasakan ia masih belum bisa mengambil keputusan seperti Tiffany,dan ia pula merasakan bahwa masalah yang ia hadapi sekarang mungkinkah bersumber pada keegoisannya?

Entahlah…

“chagiya…. Sudah waktunya untuk meminum susu” suara Lee Donghae – suami Tiffany muncul dari balik pintu memasuki kamar yang akan Yoona tempati untuk menginap,yang akhirnya membuat pembicaraan kedua sepupu itu terhenti. Dapat dilihat jika kini pria tampan itu tengah  membawa segelas susu berwarna putih di tangannya yang kemudian ia ulurkan pada lengan sang istri.

Kembali… pandangan yang sungguh manis di mata Yoona,ketika sebuah pasangan yang saling memberikan perhatian dan kasih sayang. Setelah ia di suguhkan dengan pemandangan keharmonisan kedua pasangan suami istri itu di meja makan,kini ia kembali di suguhkan dengan pemandangan yang tak kalah manis saat Donghae sengaja mendatangi tempat dimana istrinya berada hanya untuk memberikan segelas susu bagi ibu hamil.

Yang kemudian di sambut uluran tangan Tiffany yang lantas langsung meneguk habis isinya.

“ah.. gomawo yeobo… rasanya memang selalu terasa lebih nikmat saat kau yang membuatkannya. Kau memang suami terbaik” ujar Tiffany setelah ia menandaskan segelas susu di tangannya dan kemudian menghadiahi sang suami kecupan di pipinya sebagai bentuk rasa terima kasih padanya.

“cheonmanayo… “ jawab Donghae sembari mengacak rambut Tiffany pelan. “malam ini akan tidur menemani Yoona?” Tanya Donghae kemudian.

“hmmm… aniy…. Bayimu tidak akan berhenti menendang perutku jika ia harus tidur berjauhan dengan  appanya” ujar Tiffany manja.

“tak apa-apa Yoong jika kau harus tidur sendiri?” Tanya Donghae pada Yoona.

“aish… tentu saja oppa.. kau fikir aku anak kecil yang harus di temani orang dewasa jika akan tidur” ujar Yoona mencebik.

“ne,tentu saja yeobo.. dari dulu Yoona lebih suka tidur sendiri daripada di temani,dan lagipula aku tidak akan bisa menggantikan suaminya untuk memeluknya saat tidur dengan perutku yang besar ini” ujar Tiffany lagi berkelakar.

“aishh eonni…..” gerutu Yoona lagi menjawab godaan sepupunya itu,yang kemudian di sambut tawa oleh pasangan suami istri di hadapannya itu.

“baiklah… kalau begitu apa Princess sudah bisa aku bawa ke kamar tidur kita?” Tanya Donghae melirik pada sang istri.

“hmmm… sepertinya begitu,tapi ingat yaaa membawa bayimu di perutku sangatlah berat. aku sudah sangat lelah bahkan hanya untuk melangkah ke kamar tidur kita. jadii…… “ Tiffany balas melirik pada suaminya sembari menaik-naikan kedua alisnya menggoda.

“euh.. arasso……” Donghae yang sudah mengerti,lantas kemudian mengangkat tubuh berisi istrinya itu.

“Yoong… aku tidur ya… kau istirahatlah dan tidur dengan nyenyak di sini” ujar Tiffany sembari merangkulkan kedua lengannya pada leher sang suami.

“hmm.. arasso.. nikmatilah malam indah kalian” ujar Yoona sembari kembali mengerucutkan bibirnya yang di sambut senyum oleh keduanya.

“jaljayo Yoona ya…” sepasang suami istri itu keluar dari kamar Yoona dengan keromantisan tersendiri yang mereka berdua ciptakan.

“kau berat…” ujar Donghae sembari tertawa menggoda sang istri.

“mwo? Jadi maksudmu aku gendut?”

“aniy… kau berat tapi tetap terlihat sexy…”

“ish.. pembual. bilang saja kalau sekarang aku terlihat gendut”

“ya… kau memang gendut Nyonya Lee…”

“yak yeobo….!!”

Yoona masih dapat mendengar sayup-sayup gelakan canda dari sepasang suami istri itu yang perlahan suara tersebut menghilang dari pendengarannya.

Demi tuhan… di dalam hatinya Yoona ingin menangis.bukankah ini bisa di sebut sebagai hal yang cukup miris? belum sampai dua puluh empat jam ia menginap di rumah kakak sepupu beserta suaminya itu,namun pemandangan yang ia lihat selalu mengeluarkan semacam perasaan iri di hatinya.

Tapi tunggu… iri?Bukankah sikap iri mencerminkan tanda ketidak mampuan?

Berarti… hal-hal romantis yang ia lihat melalui mata kepalanya sendiri itu ‘tidak mampu’ ia lakukan bersama suaminya sendiri?

“aishhh…….”

Tidak mau ambil pusing dengan pemikiran-pemikiran aneh yang mulai menjalar di otaknya,lantas Yoona pun segera berbaring dan menarik selimut hingga menutupi kepalanya.

 

oOo

pagi menjelang ketika suhu udara yang dirasakan di kota Daegu semakin menusuk ke tulang.Yoona menyibakan selimutnya perlahan ketika yang ia rasakan kepalanya kembali berdentam seperti hari kemarin, di barengi dengan perasaan tidak enak yang kini menjalar di perutnya. Ingin rasanya ia muntah,namun hal itu masih bisa ia tahan ketika akhirnya hal pertama yang ia lakukan adalah membuka jendela kamar.

Hawa sejuk namun cukup membekukan itu kini dapat Yoona rasakan. Kembali ia menghirup udara segar itu dalam-dalam.

‘indah…..’

Yoona sangat menikmati moment ini,moment yang sangat jarang dapat ia lakukan mengingat hal pertama yang ia dengar atau lihat adalah padatnya kendaraan di jalanan kota Seoul ketika ia membuka jendela apartementnya.

Berbicara soal apartement… bagaimana keadaan suaminya? Yang tentu setelah keputusannya pergi dari Siwon,suaminya itu pastilah tinggal sendiri tanpa dirinya disana.

‘makan dengan baikah ia? Tidur dengan nyenyakkah ia?’

Pemikiran semacam itu kembali melintasi pemikirannya tentu saja…

Ia adalah seorang istri,dan Siwon adalah suaminya yang berhak ia rawat dan layani segala kebutuhannya.

Tapi kini lihatlah… ia dan keegoisannya lebih memilih untuk mengasingkan diri…. Membuat Yoona menyadari bahwa ia begitu merindukan suaminya.

“bogoshipeo Yeobo…..jeongmal bogoshipeo….”

~

Siang menjelang ketika hari-hari yang Yoona jalani saat menginap di rumah sepupunya itu terasa cukup menyenangkan baginya. Setelah tadi baru saja Tiffany mengajarkan bagaimana caranya membuat japachae  dengan kematangan yang sempurna di dapurnya. Kini kedua wanita cantik itu terlihat tengah terduduk di dalam kamar mandi cukup besar dengan seorang bayi mungil yang kini terlihat tengah asyik di mandikan dalam sebuah bathub khusus bayi sembari memainkan sebuah bebek karet berwarna kuning dalam kepalan tangan mungilnya. Rupanya ini adalah waktu bagi Lee Haeyoung—keponakan Yoona untuk mandi.

“Fanny eonni… apa kau tidak merasa lelah?” Yoona memperhatikan dengan seksama ketika saudari cantiknya itu begitu telaten memandikan dan mengurus sang buah hati yang masih bisa di kategorikan sebagai balita itu,sementara lengkungan perut besarnya begitu kentara terlihat cukup berat.

Sungguh Yoona tak habis fikir,bisa-bisanya saudarinya itu kembali hamil di saat usia anak pertamanya masih cukup kecil. Sementara dirinya?Untuk mengandung satu anakpun masih harus dihantui dengan berjuta pertimbangan.

Tiffany hanya tertawa menjawab pertanyaan dari Yoona.

“lelah itu sudah pasti Yoong,tapi percayalah… mengurus anak adalah salah satu hal yang paling membahagiakan di dunia. Semua kelelahanmu akan terbayar saat kau merasakan hal ini sendiri” ucapan Tiffany yang mau tak mau kembali membuat fikiran Yoona melanglang.

Lagi… masukan baginya bahwa seorang anak dalam pernikahan adalah sumber kebahagiaan.

~

 

Melewati detik,menit,hingga jam di rumah Tiffany sang sepupu sedikit banyak dapat begitu menghibur perasaan lara di hati Yoona. apalagi ia begitu terhibur dan merasa senang dapat terus bermain bersama keponakan kecilnya—Lee Haeyoung.

Melihat saudarinya terlihat begitu bahagia bersama keluarga kecilnya,sejujurnya tentu membuat Yoona sangat iri.

Bening mata dan kepolosan yang terlihat jelas dari wajah keponakan kecilnya,kini tengah membawa Yoona pada sebuah imajinasi indah di mana di dalamnya ia tengah membayangkan wajah seorang bocah kecil hasil hubungannya dengan sang suami – Siwon, yang tentunya terlahir dari rahimnya sendiri.

Akan seperti apakah rupa anak mereka? Yang tentu saja pasti akan mewarisi keelokan wajah rupawan kedua orang tuanya.

Membayangkan hal itu… membuat Yoona kini tersenyum dalam lamunannya,

Sungguh imajinasi yang indah….

~

Dua hari menghabiskan waktu di Daegu rasanya memang tidak cukup bagi Yoona. Kota yang begitu nyaman dan asri,juga di sana ada seseorang yang bisa menjadi tempat Yoona mencurahkan segala keluh kesahnya,menjadi alasan tersendiri baginya berat untuk kembali menjalani aktifitasnya di Seoul. Di tambah lagi,iapun begitu enggan harus berpisah dengan keponakan kecilnya.

Dan kini,di minggu sore itu Yoona pun mulai bersiap untuk  pulang.

“mianhae hari ini aku harus pulang..” ucap Yoona saat Tiffany tengah membantunya mengeluarkan kopor dari kamar yang ia tempati selama dua hari itu.

“tapi aku berjanji,Imo berjanji Haeyoung ah.. akan kembali lagi berkunjung kesini” sambungnya lagi.

Memang cukup berat rasanya,Yoona merasa begitu nyaman dan tenang di rumah kakak sepupunya ini. namun apa mau di kata.. pekerjaan sudah menunggunya untuk segera kembali ke Kota Metropolitan itu–Seoul.

“entah mengapa aku merasa begitu sedih Yoong… “ Tiffany memasang wajah cemberutnya.

“kalau begitu eonni ikut saja bersamaku ke Seoul.. bukankah sudah lama kau tidak pulang ke rumah Imo?” ujar Yoona.

“aku ingin… tapi suamiku pasti tidak akan mengizinkan” jawab Tiffany sembari mengelus perut besarnya. Yang di sambut tawa oleh Yoona.

 

 

Tiffany beserta suami dan anaknya mengantarkan Yoona sampai ke halaman rumah mereka,disana sudah terparkir mobil berjenis sedan berwarna hitam untuk menjemput Yoona. Sebetulnya wanita cantik itu betul-betul berat harus melepas adik sepupunya itu kembali breraktifitas di Seoul,ia pasti akan merasa kesepian lagi fikirnya.

“jaga dirimu baik-baik Yoona-ya… sampaikan salam kami pada suamimu” Donghae berujar saat Yoona kini tengah menciumi sang putri kecil yang berada dalam gendongannya.

“hmm… akan ku sampaikan oppa” jawab Yoona sedikit kaku,tentulah hal yang menyangkut Siwon-suaminya terasa begitu janggal di hatinya. Mengingat setelah kepulangannya dari sini Yoona sudah bertekad untuk berbicara serius dengan suaminya itu.

“Yoong,kau terlihat pucat. Tidakkah sebaiknya kau mengurungkan niatmu untuk kembali ke Seoul hari ini?” Tiffany kembali bermonolog,mencoba kembali membujuk Yoona untuk tetap tinggal saat yang ia lihat adik sepupunya itu tetap kekeuh pulang hari ini,sementara dari yang ia lihat wajahnya Nampak kurang sehat.

 

“gwenchana eonni.. aku baik-baik saja” jawab Yoona dengan senyum yang terlihat cukup kaku,ia memang merasa kurang sehat beberapa hari ini di tambah rasa mual dari perutnya yang terkadang tiba-tiba menyerang.

 

Setelah mengucapkan salam perpisahan,Yoona pun mulai melangkahkan kakinya keluar sembari menyeret kopor hitam berisi pakaiannya.

“adios Haeyoung ah… Imo berjanji akan kembali berkunjung” kembali ia menengok sesaat,merasa berat harus berpisah dari Lee Haeyoung keponakan kecilnya. Dan dilihatnya keluarga kecil sepupunya itu tengah melambaikan tangan ke arahnya,dengan tangan Donghae yang menagangkat tangan kecil Haeyoung kearah Yoona.

Oh.. begitu berat meninggalkan keponakannya itu. Rasanya cukup sedih dan menguras rasa harunya. Lee Haeyoung hanya berstatus sebagai keponakannya,bagaimana jika ia harus meninggalkan putri kandungnya sendiri nanti? Pasti rasa sedihnya akan terasa jutaan kali lipat dari ini,kembali Yoona berdelusi.

 

Yoona kembali melangkahkan kakinya menuju mobil bertubuh pendek yang kini terparkir beberapa meter tak jauh dari langkahnya,saat yang ia rasakan rasa sakit dan berdenyut itu kembali mendentam kuat kepalanya.

Sesaat ia ingin berhenti untuk sekedar memijat pelipisnya,namun kembali Ia tetap melangkah. hingga tak lama ia sadari Tiffany berteriak histeris memanggil namanya dan sesuatu yang ia rasakan mengalir dikakinya.

“Astaga Yoona-ya kau berdarah…!!!! Yeobo.. cepat tolong Yoona!!!”

 

Dan seketika langit Daegu yang cerah itu mendadak buram dalam penglihatan Yoona,hingga sedetik kemudian ia sudah tak menyadari apapun lagi.

 

 

oOo

 

Siwon berlari sekuat tenaga di sepanjang Koridor Rumah Sakit,setelah mendapatkan kabar mengejutkan dari sang ibu mertua bahwa Yoona—Istrinya jatuh tak sadarkan diri di kediaman sepupunya di Daegu,tanpa berfikir panjang ia yang tengah menjalani kesibukannya dalam studio langsung memacu kecepatan kendaraannya menuju kota di bagian Timur Korea Selatan itu.

Setelah kurang lebih ia menghabiskan waktu sekitar hampir dua jam lamanya mengemudi — di mana seharusnya perjalanan menuju Daegu di lalui menggunakan transportasi umum seperti Bus atau kereta. Siwon memacu kendaraannnya seorang diri tanpa memikirkan apa-apa lagi selain keadaan istrinya.

Sungguh ia tak habis fikir,mengapa ia begitu bodoh tidak mengetahui sama sekali kabar keadaan bahkan keberadaan istrinya itu yang triba-tiba saja tengah berada di Daegu.

Setelah ia menerima kelengkapan alamat rumah sakit juga ruangan tempat Yoona di periksa melalui pesan singkat dari saudara iparnya—Tiffany,Siwon langsung melajukan mobilnya tanpa berfikir panjang.

“Tiffany-ssi… di mana Yoona? Di mana istriku?” dengan nada panik,Siwon menghampiri Tiffany yang saat itu tengah berdiri di depan sebuah ruang Rumah Sakit dengan wajah yang tak kalah paniknya.

“katakan ada apa dengannya? Aku mendengar dari ibu mertuaku bahwa Yoona mengalami pendarahan,apa maksudnya?!” Siwon bertanya sembari berteriak,tak menyadari jika siapa yang ia tengah ajak bicara sekarang. Rasa paniknya rupanya telah membuat ia melupakan hal apapun selain keadaan Yoona.

“Siwon-ssi tenanglah… jangan berteriak pada istriku,kau tidak melihat jika ia sedang hamil?” Donghae yang melihat istrinya di bentak seperti itu oleh saudara iparnya langsung menyela dan menjawab perkataan Siwon dengan wajah tak sukanya

“Yoona sedang di periksa oleh dokter di dalam,tunggulah… kami pun tidak tahu apa yang tengah terjadi pada Yoona” ujar Donghae lagi. Sementara Tiffany yang masih merasa shock dengan keadaan Yoona,langsung memeluk suaminya.

Siwon yang menyadari ucapan paniknya membuat saudara iparnya itu kaget langsung meminta maaf.

“mianhae Fanny-ssi.. aku hanya merasa panik”

“tidak apa-apa,akupun merasakan hal yang sama” Tiffany menjawab dengan air mata yang terus menetes dipipinya. Lalu ia dan Donghae pun menceritakan rentetan kronologi mengenai apa yang terjadi pada Yoona hingga ia bisa masuk rumah sakit seperti ini. Mereka merasa shock dan kaget,sudah sekitar dua jam Yoona menjalani pemeriksaan di dalam sampai Siwon datang. Namun dokter belum juga menemui mereka untuk menjelaskan apa yang terjadi pada Yoona.

“Imo dan Samchon sedang dalam perjalanan menuju kemari,kau tenanglah Siwon-ssi… dokter pasti akan segera datang” Tiffany kembali berucap setelah menjelaskan semuanya pada Siwon.

 

`

“Keluarga Ny.Im…” Siwon berdiri dengan sigap saat seorang dokter menghampirinya dan mengajaknya menuju ruangannya.

 

“bagaimana keadaan istriku dokter? Apa yang terjadi dengannya? ”  tanpa basa-basi Siwon langsung memberondong sang dokter dengan pertanyaannya,saat baru saja mereka tiba di sebuah ruangan bercat putih .

Jeda sejenak ketika dokter berjas putih itu menghela nafasnya sesaat. Membuat Siwon menggeram tak sabar.

“cepat katakan ada apa dengan istriku?”

“sepertinya….” Kembali dokter itu menghela nafasnya yang kemudian membuat Siwon di liputi rasa takut.

“pasien tidak menyadari kehamilannya….” Sang dokter melanjutkan yang tiba-tiba saja membuat Siwon membeku seketika.

 

“Hamil?”

 

“ne,kandungannya baru memasuki minggu kedua”

 

~

Siwon menatap penuh haru wajah sang istri – Yoona yang sudah beberapa hari ini tidak bisa ia lihat maupun sentuh barang seujung kukupun. Mata indahnya terkatup rapat dengan hembusan nafas teratur yang menghiasi tidur damainya.

Tak henti-hentinya Siwon menciumi punggung tangan wanita pasangan hidupnya itu. Rasa haru menyelimutinya. Sungguh… entah perasaan apa yang ia rasakan, perasaan antara rasa bahagia dan haru bercampur menjadi satu.

Yoona—istrinya yang keras kepala dan begitu mencintai karirnya,kini ia ketahui tengah mengandung buah hatinya.

Sungguh rasanya ini seperti mimpi dan keajaiban atau mungkin kado indah untuknya dari tuhan,entahlah Siwon akan menyebutnya sebagai apa. Namun yang jelas hatinya kini tengah di tumbuhi oleh jutaan bunga yang bermekaran.

“kau hamil sayang….,mengandung anak kita” Ucap Siwon setengah berbisik sembari kembali menciumi punggung tangan Yoona.

Setelah Tiffany dan Donghae melihat keadaan Yoona tadi,kini Siwon sendiri di ruangan itu. Perasaan sukacita saat mengetahui istrinya tengah hamil telah meluapkan segala rasa kekhawatiran pria tampan itu.

Pada awalnya iapun merasa sedikit tidak percaya saat dokter memberitahunya bahwa Yoona tengah hamil.

 

“hamil? Ba..bagaimana bisa dokter? Istriku… dia mengkonsumsi pil kontrasepsi sebagai alat pencegah kehamilannya”

Siwon begitu tercengang saat dokter mendiagnosa istrinya tengah hamil.

Sesaat dokter tersebut tersenyum sebelum kembali menjawab.

“apa anda yakin jika istri anda meminum pilnya secara rutin?

Siwon mengingat sejenak,namun ia tidak bisa memberi jawaban pasti. “kasus mengenai pil kontrasepsi yang menjadi boomerang sudah sering kali terjadi”

“maksud anda?” Siwon kembali bertanya tanda tak mengerti.

“ya.. banyak wanita di Korea Selatan yang menganggap pil kontrasepsi adalah pilihan teraman untuk di konsumsi sebagai alat pencegah kehamilan. Aku sendiri mengamini hal itu. Namun hal yang tentu tak mereka sadari, bahwa satu hari saja melewatkan untuk mengkonsumsinya,hal itu justru akan semakin menyuburkan Rahim dan membuat peluang kehamilan semakin besar” ujar sang dokter yang kemudian membuat Siwon menjatuhkan rahangnya tersenyum samar,sebuah perasaan aneh membludak di hatinya.

Sungguh….Rasanya lebih membahagiakan di banding menemukan harta karun sekalipun.

“atau seandainya istri anda rutin mengkonsumsi pil tersebut pun,peluang kehamilan memang mungkin selalu ada. Karena keakuratan pil kontrasepsi hanya sekitar 80 sampai 85% di bandingkan alat kontrasepsi berjenis lain. Masih ada kemungkinan kehamilan yang terjadi sekitar 15 atau 20% dan mungkin inilah yang terjadi pada istri anda” sang dokter terus menjelaskan yang di sambut anggukan kepala dari Siwon,iapun mendengarkan penjelasan sang dokter sembari tersenyum samar.

“dan mengenai pendarahannya…?” Siwon kembali memberi pertanyaan yang menunjukan kekhawatirannya mengenai pendarahan yang Yoona alami.

“tidak perlu ada yang di khawatirkan untuk saat ini. Istri anda memang sempat mengalami pendarahan kecil tadi,hal itu terjadi karena pasien mengalami kelelahan. Itu dapat dimaklumi karena memang ia tidak menyadari kehamilannya. Saran saya agar ia beristirahat cukup lama untuk memulihkan kondisi janinnya. Sekali lagi saya ucapkan selamat Tuan Choi” dokter tersebut yang mengetahui siapa Siwon dan istrinya itu menjabat tangan Siwon. (ini ceritanya dokternya hoby nonton impotemen :p)

 

“kamsahamnida Dokter… jeongmal kamsahamnida…”

 

 

Siwon terus mencurahkan perasaan cinta dan kebahagiaanya pada Yoona melalui sentuhan-sentuhan dari bibirnya.

Ia begitu bahagia dan tak sabar menunggu Yoona siuman.

Namun di tengah kebahagiaan yang ia rasakan setelah mendengar penjelasan dokter tadi. Siwon pun mengingat suatu hal.

Ia belum tahu bagaimana reaksi Yoona saat mengetahui dirinya hamil nanti. walaupun Siwon sangat yakin jika istrinya itu akan merasakan perasaan yang sama dengannya,namun tidak menutup kemungkinan perihal kehamilannya inipun akan menjadi pemicu pertengkaran mereka seperti tempo hari.

Pertengkaran? Ya… Yoona masih terikat dengan kontrak dramanya,dan pasti hal itu pula yang akan memberatkannya.

Namun kali ini Siwon sudah membulatkan tekad untuk mengambil keputusan tegas. Setelah ia berfikir bahwa dirinya sudah cukup mengalah selama ini dengan selalu menuruti semua kemauan Yoona untuk tetap bertahan pada karirnya,kali ini ia sungguh tidak akan hanya tinggal diam.

Yoona tengah hamil,mengandung anak yang selama ini ia idam-idamkan. Dan akan ia perjuangkan apapun resikonya tentu saja.

 

“saat kau membuka matamu nanti,ucapkan SELAMAT TINGGAL pada dunia hiburan sayang…..”

Siwon membisikan kata-kata itu di telinga Yoona,sebelum akhirnya ia memberikan kecupan panjang di kening indah istri tercintanya itu.

TBC

 

 

Wohoooo….. yang pada nungguin EC mana suaranya????😀

Maaf untuk typo dan kata2 yg rancu karena aku edit Cuma selewatan doang ._.

Sesuai kesepakatan awal yaaaa.. chapter endnya akan aku proteksi. Keputusan ada di tangan kalian untuk tetap bisa lanjut baca atau tidak,aku udah capek buat ngingetin bahwa jangan ada siders di antara kita. Aku ga merasa rugi qo kalian gamau baca ff buatan aku dengan malas ninggalin komen,toh aku tetep nikmatin bikin cerita ini. Tapi bagi yg tetep minat buat baca,Pokonya yg id name nya ga aku temuin dari chapter awal,jgn coba2 hubungin aku #ngancem

Dan maaf bgt harus bikin kalian jenggotan untuk nunggu chapter 2 ini muncul. Kesibukan kencan dengan tugas kuliah beneran menyita waktu dan bikin pusing*derita mahasiswa tingkat akhir*😥 jadi maaff  bgt baru nuncul stlh 2 bulan lamanya.

Okay..Back to story! suer bgtttt aku ngerasa ini chap panjang yg super membosankan. Kalian juga ngerasa gitu kan? (  Di awal aku sempet stuck mikirin mau di bawa kemana ini alurnya.. setelah berkali kali ngetik jalan cerita yg kebanyakan langsung aku delete karena berasa aneh,akhirnya aku putuskan untuk di bikin kek gini. Itu juga setelah banyak konsultasi ama beberapa tetua hahaha… tadinya ni.. malah mau aku tambahin konflik orang ke tiga.

Tapi… tapi… setelah banyak curhat via bbm ama tetua kesayangan (lirik si Julny… alias July Eonni,alias Joongly eonni.. alias selingkuhannya bang Jungki ._.) yg bilang : “kalo bikin cerita itu cukup di fokuskankan sama masalah awalnya saja gausah merembet kemana-mana” jadilah tetep aku fokusin ama masalah awal cerita ini yg emang berinti pada masalah rumah tangga si dua tokoh utama. Dan emg juga stlah di pikir2 kalo d tambahin konflik jatohnya bakalan bertele-tele kaya sinet indo .-.

Okaylah.. cukup sampai disini perjumpaan kita ^^ and buat bininya bang jungki alias tetua kuh.. ini udah panjangkan? Walopun ancur berantakan aseli… >< udah aku tambahin tuh.. ga brenti di pas yunah-nya bleeding. Ayok… akoh tunggu barteran dengan CP nya xD

Dan maaf kalo ada kapel lain yg keselip d ff ini ya… niatnya Cuma mau bikin Yunah nya ngiri ko ama kebahagiaan rumah tangga orang biar dia sadar xD hahaha #ketawa jahat

Ok udah kepanjangan. See u in next chapter,doakan munculnya gakan selama ini ^^ #amin..

Dan thanks buat admin yg udah posting ( #bow

148 thoughts on “E! Entertainment Couple (Chapter 2)

  1. Sama2 keras kepala deh yoonwon nih….pdhl sama2 png cpt pny baby tapi gra” kontrak jd maslh gini…huft tp untng jha yoong eonnie udh hamil,,wonppa bahagia bgt tuh bkal protect bgt tuh ma yoong,moga yoong jg bisa jga kehamilannya baik2…N bisa trima keputusannya wonppa buat lbh fokus ma hamilnya….ditunggu baby yoonwon nya…

  2. Woah akhirnyaaa muncul juga.. nyesek pas baca berita siwon sama yoona Yang beredar, mereka saling mencintai tapi takut sama lain.. kehidupan haefany bahagia banget, yeah bener semua masalah pasti ada solusinya, buktinya terbukti sekarang yoona hamil, penasaran gimana reaksi yoona, yah walaupun yoona juga ingin punya anak dan punya keluarga kecil bahagia, ditunggu nextnya..

  3. Wuih chapter 2 gak kalah menarik sama chapter 1. Konflik batinnya terasa banget. Authornya kerennn banget, pinterrr bangettt. Ceritanya top banget deh pokoknya. Nggak sabar chapter selanjutnya. Oh ya thor kalau chapter selanjutnya diproteksi aku minta contactnya author dong biar bisa tanya passwordnya. Makasih thor. Sukses terus author 😊

  4. Ceritanya semakin menarik…..

    Mereka berdua sama2 keras kepala…
    Berita yang beredar itu sempat bikin takut. Takutnya mereka akan berpisah.
    Mereka sama2 tidak bisa mengalahkan ego masing2.
    Tapi di satu sisi, wajar juga apa yang jadi keinginan Won pa. Suami mana yang tidak ingin memiliki momongan ketika sudah menika 1 thn lamanya. Dan disekelilingnya banyak yang sudah memiliki baby. Itu juga yang menjadi pacuan utamanya.
    Kasihan melihat Yoona oenni ketika berada di rumah Fany oenni. Dia begitu merasa iri dengan keharmonisan yang terjalin di keluarga Fany oenni. Dia tidak pernah seharmonis itu bersama Won pa karena kesibukannya.
    Yoona oenni hamil???
    Senangnya….. Lihat betapa bahagianya Won pa dengan kabar itu.
    Tapi bagaimana reaksi Yoona oenni kalau dia tau sedang hamil??? Apakah dia juga akan sebahagia Won pa??? Karena sepertinya Yoona oenni belum siap untuk memiliki momongan.
    Semoga saja Yoona oenni juga bahagia mendengar kabar itu…

    Thor… Ditunggu next partnya yaa…
    Keep writing and FIGHTING!!!

  5. ya ampun yoona hamil, pantesan ada pendarahan tapi untungnya yoona sama kandungannya gapapa, wonppa nya seneng banget pas tau yoona hamil
    cepet diterusin ya thor cerita nya makin menarik

  6. Wahh..siwon mulai menunjukkan posisi nya sebagai suami,tp yoona mau gak ya di suruh ninggalin karier dia..di tunggu next nya.

  7. Yakk Aku udah nebak kalo Yunah Hamil.. Soalnya pas Di Daegu Yunah kek Mual2 Gituh.. Yahh emang Sebaiknya Yunah ga usah kerja dulu kali yahh.. Biar Siwon Aja yang Kerja🙂 tapi untung aja Yunah gak Keguguran🙂 Ahhh Pengen liat YoonWon Versi Nyata🙂

  8. Udah ada feeling kalau yoona hamil sejak dia mengalami pusing pas berada di gedung agensinya.
    Tapi sempet khawatir pas tau dia pendarahan di rumah tiffany, tapi untunglah bayinya gpp.
    Seneng banget pas tau yoona hamil dan siwon yg bisa mengambil sikap tegas, mungkin siwon akan mengganti semua kontrak yg akan dibatalkan nanti saat yoona hamil.
    pengen tau reaksi yoona atas kehamilannya semoga bisa menerima dan meninggalkan dunia entertainment setelah bersosialisasi dg tiff dan keluarganya terutama anaknya.
    semoga yoona gak nganggep kehamilannya sebagai beban

  9. akhirnya keluar jg part 2..?yoona hamil apa kh yoona bisa menerima bhwa dia hamil?q harap yoona jng mementingkn egonnya aja,kcian siwon ingin pnya anak?lanjut thor critanya bener2 keren…konfil dalam rumah tangga,klau salah satu ngga mau mengalah bakal hancur RUMAh tangganya.

  10. Yah masa siwon kagak tau istrinya kluar kota sendiri. Dia jg seharusnya gk terlalu memaksa istrinya tpi ujung”nya berbuah hasilnya hehehe…..bner seh udh wktunya siwon tegas pada istrinya demi anaknya wlpun yoona gk di dunia entertain dia udh bisa nyukupin kebutuhan keluarga dg hasil kerjanya sebagai musisi malah kehifuoan berlimpah harta keke~

    Btw thor klo minta pw via apa? Aku cuma punya email ama fb doank hehehe…
    qw tunggu next chapnya thor. Fighting!!!

  11. Intinya si YoonWon ini Keras kepala… tapi untung kandungan yoona gk pp. Suka ama alur ceritanya… next chapt jng lama2 ya thor. keep writing!!

  12. Eonnniii keren banget eonn ceritanya yeee akhirnya yoongi hamil juga.. hahaha.. tapi gimna reaksi goongie banti setelah tau bahwa siwon melarangx untuk kerja.. makin penasaran dengan cerita iniiii…

  13. ya ampun pertengkaran hebat, tapi masa iya yoona nggak pulang kerumah, dan siwon juga udah tau istri lagi marah dan nggak pulang malah nggak dicari. nggak ngerti jalan pikiran mereka.

    uhh penantian siwon berbuah manis rupanya, akhirnya yoona hamilll yeeeee!!!

    tapi yang jadi masalah yoona nerima kehamilannya atau nggak yahh.?
    buat next part jgn lama” ya thor.

  14. Akhirnya yoona hemil yeayyy…
    Tpi aku penasaran sma reaksi yoona apa ya,,kalo tau siwon oppa mau berhentiin di berkarir di dunia entertain..
    Wah nexxxt dong jangan lama*

  15. ni ff emang gk ngebosenin seru ceritanya konflik nya cukup berat dan berharap si Rusa tidak egois dan bisa menerima kehamilan nya tapi Btw kapan di lanjut ni efef

  16. wahhhhh
    akhirnya di publish juga eonnii..
    tapi ya baru bisa baca dan koment baru ini.huahua
    #mianatha eonni.

    akhirnya,yoona hamil juga membuat siwon oppa sngat senang,tapi gimana reaksinya yoona dngan berita kehamilannya ya???
    gak ssbar dngan chap end nya eonni.ditunggu secepat nya eonni..
    berhubung sudah hampir 1 tahun gk publish eonni✌

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s