Red Lipstick (Chapter 1)

IMG_20151223_090143

Author : Erly C-hana

Title : Red Lipstick

Genre : Romance

Rated : PG-17

Cast : Im YoonA , Lee DongHae

Other Cast : Find by Yourself

Lenght : Chapter

Disclaimer : This Story is Mine

And!! this story hanyalah fiktif belaka. Untuk nama cast, saya sebagai author hanya meminjamnya, tanpa ada sedikit pun niatan buruk terhadap pemilik nama. Ok

Happy Reading ^^

——– Red Lipstick (Chapter 01)——–

Cucu pemilik perusahaan kosmetik Im’s Queen, lagi-lagi terlibat scandal. Setelah sebelumnya ia terlibat scandal bersama beberapa artis pria Korea selatan, kali ini Im Yoona menggaet artis papan atas asal china, Lin Gengxin.

Seperti biasa, tidak ada satu pun pihak keluarga Im, mau pun Im’s Queen yang bersedia memberi kofirmasi keterangan terkait scandal tersebut.

klik

~Berhentilah untuk menyaksikan tayangan membosankan itu, haraboji~

~Haraboji akan melakukannya jika kau bersedia untuk berhenti bermain-main Im Yoona~ balas tn Im. Beliau pun mendongak untuk melihat wajah cantik sang cucu tersayang yang saat ini tengah berada dibelakangnya.

Tapi rupanya, sang cucu tidak ingin menunjukkan aura kecantikannya itu untuk saat ini.

Dengan perasaan kesal Yoona mendudukkan dirinya disamping sang kakek.

Ya. Ia begitu kesal karena sang kakek mau saja ikut terjebak dengan pemberitaan konyol itu.

~Sebagai salah satu keluarga terhormat di Korea, kau harus menjaga sikapmu dengan baik Yoona!~ saran sang kakek dengan melembutkan nada bicaranya. Tidak seperti sebelumnya.

~Yoona tau. Karena haraboji sudah ribuan kali mengingatkan Yoona tentang hal itu!~

~Dan ribuan kali pula kau mengabaikan peringatan haraboji tua ini sayang.~ Potong tn Im.

Yoona menghela nafas pasrah. Ini semua karena pemberitaan konyol itu, membuatnya harus berdebat setiap kali ia menghabiskan waktu luangnya bersama sang kakek. Seharusnya juga, sang kakek tidak perlu pusing mengikuti pemberitaan tentang pemberitaan scandalnya, yang hampir setiap hari dimunculkan diberbagai stasiun tv itu. Karena tentu saja itu tidak benar.

Seperti kasusnya yang terakhir, ia diberitakan terlibat scandal bersama Lin Gengxin. Hanya karena, ia yang sempat bertemu satu kali dengan aktor dari film yang didukung oleh Im’s Queen tersebut.

Apa pertemuan bisnis itu bisa dikatakan sebuah scandal?

~Lalu bagaimana pertemuan yang kau adakan di China?~

~Semua berjalan lancar. Meskipun ada beberapa pihak yang mengambil keuntungan dari hal ini.~

Beberapa pihak yang Yoona maksud adalah, para wartawan. Sang kakek tentu saja mengerti

~Mereka tidak akan menganggap hal itu sebagai sebuah scandal jika kau tidak sembarangan berpelukan dengan seorang pria Im Yoona. Apalagi pria itu adalah seorang aktor.~ Lagi-lagi Yoona menghela nafas pasrah. Oh astaga, kenapa pembicaraan ini menjadi berputar-putar seperti ini.

Yoona memasuki kamarnya. Terlihat dua orang wanita kira-kira empat tahun lebih tua dari Yoona, mengekori langkah anggun wanita cantik itu. Yoona berbalik seketika, membuat kedua wanita dibelakangnya menghentikan langkahnya secara tiba-tiba, dan hampir saja menabrak Yoona. Melihat itu, Yoona menggeleng-gelengkan kepalanya pelan dan mendecahkan lidah

~Sekertaris Kim, atur ulang jadwalku untuk esok hari. Karena besok, aku ingin memanjakan tubuhku seharian penuh, tanpa memikirkan segala pekerjaan apapun.

Dan asisten Jung, pergilah ke butique. Karena pesananku sudah jadi. Sialnya karyawan disana tidak ada yang becus, untuk segera mengantarkan pesananku itu. Jadi, kau saja yang ke sana. Kalian mengerti?~

~Ta..tapi wakil presdir~ Yoona membatalkan niatnya untuk menaiki ranjang empuknya, begitu indra pendengarnya menangkap suara sekertaris Kim. Ia menoleh,

~Ada apa?~

~Be..begini,~

Yoona kehabisan rasa sabar saat mengetahui sekertaris Kim tergagap saat akan menjelaskan apa yang terjadi, dan malah saling senggol menyenggol bersama asisten Jung.

~Kalian berniat mengganggu waktu istirahatku, dengan saling senggol menyenggol seperti itu?

keluarkan, kata-kata apa yang sedang bersarang diotak kalian~ perintah Yoona

~Begini wakil presdir, sa..saya tidak bisa mengatur ulang jadwal anda, untuk besok. Karena pihak agensi dari aktor yang akan menjadi model untuk iklan kosmetik Im’s Queen, telah memajukan pertemuan, menjadi besok. Dan saya telah menyetujuinya~

~APA?~ sekertaris Kim menunduk dengan rasa menyesal sekaligus ketakutan ~Siapa mereka dengan beraninya memajukan pertemuan hingga dua hari dari kesepakatan awal?~

~I..itu karena aktor mereka masih akan melakukan syuting diluar Korea, wakil presdir. Karena itu, pihak agensi memajukan pertemuan~ jelas sekertaris Kim.

Gagal sudah rencana Yoona.

~Dan..~ kini suara asisten Jung

~Dan?~ Yoona mengangkat alis mempertanyakan, berita buruk apa lagi yang akan disampaikan kedua wanita didepannya ini

~Pihak butique baru saja menghubungi saya, wakil presdir! mereka meminta maaf karena pesanan anda yang memang sudah selesai, harus rusak karena ulah karyawan yang tanpa sengaja memutuskan benang penghubung mutiara-mutiara digaun itu.~ Jelas asisten Jung.

Wanita itu terlihat menahan takut saat menjelaskannya. Terlihat dari bintik-bintik kecil keringat dingin didahi wanita itu

~Apa lagi ini?

dimana mereka mendapatkan karyawan itu? aku akan menuntut butique sialan itu. Aku juga akan menghancurkan butique sialan itu.~

Sekertaris Kim dan asisten Jung yang melihat berbagai sumpah serapah keluar dari sang atasan, hanya bisa menelan ludah dengan susah payah.

~Ada apa lagi ini?~ tanya tn Im begitu memasuki kamar sang cucu. Ia akan memejamkan matanya saat mendengar suara teriakan sang cucu. Jadi ia bangun untuk mengetahui hal apa yang membuat sang cucu berteriak malam-malam seperti ini

~Semua ini karena dua karyawan pilihan haraboji, yang bodoh itu~ tunjuk Yoona pada sekertaris Kim dan asisten Jung. Mereka yang mendapan tunjukan itu, hanya bisa menundukkan wajah sedalam mungkin

~Memangnya ada apa?~

~Haraboji, Yoona lelah,~ adu Yoona ~dan karena itu, Yoona ingin istirahat satu hari saja untuk besok. Tapi rupanya sekertaris Kim mematahkan keinginanku itu, karena begitu saja ia menerima rencana pihak agensi yang akan melakukan kerjasama dengan Im’s Queen, untuk memajukan pertemuan yang akan kami adakan dua hari lagi, menjadi besok.~ Yoona menghembuskan nafas kasar setelah menjelaskannya

~Maafkan saya wakil presdir, saya kira dengan menarik salah satu jadwal anda untuk dua hari lagi akan meringankan pekerjaan anda pada hari itu~ sesal sekertaris Kim

~Tindakanmu itu sudah benar, sekertaris Kim. Tapi meskipun itu demi kebaikan atasanmu, alangkah lebih baiknya kau melapor dulu, untuk keputusan yang kau ambil, pada atasanmu~

~Baik presdir~

~Apa kau juga ada masalah dengan asisten Jung, Yoona?~

~Tentu. Setelah ia dengan bodohnya memilih butique sialan itu untuk merancang gaun yang akan aku gunakan dipesta ulang tahun rekan bisnis kita, haraboji~

~Maafkan atas kebodohan saya wakil presdir~ sesal asisten Jung

~Sudahlah. Aku akan meminta asisten Hong untuk membantu masalah ini asisten Jung~

~Terimakasih presdir~ Ucap kedua wanita itu bersamaan. Bisa terlihat, wajah kedua wanita itu telah kembali normal, setelah sebelumnya sempat pucat pasi karena menahan takut

~Terus saja haraboji memanjakan mereka.~ Yoona menghempaskan diri pada ranjang.

Ia merasakan kenyamanan yang sangat, saat tubuhnya menyentuh ranjang empuk yang sudah hampir dua belas jam tidak ia sentuh itu.

Tn Im yang melihat hal itu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala, dan mendapat senyuman maklum dari kedua karyawannya.

Setelah kedua karyawannya keluar, tn Im mendekati sang cucu, dan mendudukkan dirinya diranjang wanita cantik itu.

Kemudian tn Im mengulurkan tangannya untuk mengusap kening sang cucu.

Tidak ada respon, tn Im menyadari bahwa sang cucu telah berada dialam mimpinya. Lagi-lagi tn Im tersenyum

~Maafkan haraboji nak! karena harus mengalami semua ini. Maafkan haraboji karena kau harus memikul tanggung jawab seberat ini, diumurmu yang masih terlalu muda. Haraboji tidak rela melihat kau kelelahan seperti ini setiap harinya Yoona, tapi haraboji terlalu tua, untuk mempertahankan Im’s Queen seorang diri, tanpa bantuan darimu sayang~

Tn Im mengecup pelan kening sang cucu.

Lalu beliau pun pergi setelah sebelumnya, beliau mematikan lampu dan menggantinya dengan menghidupkan lampu tidur dikamar itu

——– RL ——–

~Pagi Yoona~ sapa tn Im begitu mendapati sang cucu menuruni tangga. ~Apa perasaanmu sudah lebih baik?~

~Harus, jika masih ingin memiliki kehidupan yang bergelimang kemewahan haraboji~

Tn Im tergelak, dan mengangguk setuju.

Lalu Yoona mendudukkan dirinya untuk menikmati sarapan. Yang selalu terlihat lezat didepan matanya ~Pelayan Han yang terbaik,~ gumamnya

~Itu karena dia adalah koki terhandal se Korea.~ Sambung tn Im.

Pelayan Han yang masih berada disana, hanya bisa tersipu, mendapat pujian itu. Lalu Ia pun undur diri.

Tn Im memperhatikan cara makan Yoona yang..terbilang ganas, untuk ukuran wanita umur dua puluh enam tahunan seperti Yoona. Cara makan Yoona seperti seseorang yang akan menghabiskan seluruh makanan yang berada dimeja makan itu

~Yoona~ Yoona menghentikan acara makannya begitu sang kakek menyebut namanya. Ia pun mengalihkan perhatiannya pada pria tua itu, seolah bertanya

~Pelan-pelan lah saat makan.~ Lanjut tn Im

——– RL ——–

~Apakah masih lama?~ tanya Yoona kesal.

Saat ini Yoona bersama sekertaris Kim dan asisten Jung telah berada ditempat agensi yang akan melakukan kerja sama dengan Im’s Queen. Ia menunggu dengan tidak sabaran kedatangan aktor, yang akan menemaninya untuk membintangi iklan kosmetik terbaru milik Im’s Queen.

~Sebentar lagi wakil presdir!~ ucap sekertaris Kim menenangkan

~Mereka pikir, hanya mereka yang memiliki kesibukan? setelah begitu saja membatalkan kesenanganku hari ini, dengan berani mereka membuatku menunggu lama? sialan~ Yoona meraih kaca didalam tasnya dengan kesal, dan sekali lagi ia mengoleskan pemerah bibir, pada bibir tipisnya itu

~Selamat pagi wakil presdir Im~ mendengar suara berat seorang pria membuat Yoona menghentikan kegiatannya. Ia memasukkan kembali kaca dan lipstick nya dengan anggun kedalam tas.

Lalu ketika Yoona berdiri dan berbalik, ia menemukan dua orang pria telah berdiri dibelakangnya. Sedangkan dua karyawannya sendiri berada dibelakang dua pria itu, berdiri mematung dengan tampang yang..sulit Yoona artikan.

~Salam kenal. Aku Lee Donghae~

Begitu tatapan Yoona teralihkan pada mata teduh milik pria yang katanya bernama Lee Donghae itu, Yoona merasakan jantungnya berdegup dua kali lipat lebih cepat dari biasanya. Mata yang penuh pesona. Batinnya.

Tapi sayang, sekarang bukan saatnya untuk memuji mata seseorang. Apalagi seseorang itu telah membuatnya kesal setengah mati

~Jadi kau orangnya? aktor hebat super sibuk yang telah berani membuat hari seorang Im Yoona kacau. Jadi kau orangnya?~ ucap Yoona dengan mengabaikan uluran tangan Donghae

Cukup lama mereka terdiam. Hingga Yoona dapat menangkap pergerakan Lee Donghae yang berusaha mengikis jarak dengannya.

Alangkah terkejutnya Yoona saat mendapati pria itu menyentuh bibirnya dengan ibu jari kanannya

~Bibir merah ini, aku suka saat kau menggerakkannya~

sontak semua mata disana..kecuali Donghae tentunya..membelalakkan mata, melihat apa yang sedang dilakukan aktor tampan itu pada rekan kerjanya.

Apa Lee Donghae ingin merasakan caci maki seorang Im Yoona? apa Lee Donghae ingin merasakan bagaimana rasanya mendapat sumpah serapah dari seorang Im Yoona? tanya sekertaris Kim bersama asisten Jung, didalam hati.

Begitu sepenuhnya sadar dari apa yang terjadi, dengan gerakan cepat Yoona menghempaskan tangan Donghae yang telah lancang menyentuh bibirnya ~dasar, pria cabul~ ucap Yoona dengan tatapan tajam miliknya. Pria yang berada disamping Donghae, atau lebih tepatnya, Maneger Kang, mengusap telinganya beberapa kali, seolah ingin memastikan apakah pendengarannya hari ini sedang bermasalah.

Pria cabul? seorang Lee Donghae? ada yang berani mengatakan seorang Lee Donghae pria cabul? maneger Kang menggeleng. Ia berusaha meyakini diri sendiri, bahwa ia memang salah dengar. Tidak mungkin ada seorang yang dengan begitu berani menyebut seorang Lee Donghae..Pria yang bahkan selalu dinobatkan sebagai aktor pria tertampan di Korea selatan Ini.. sebagai pria cabul.

~Pria cabul?~ tapi begitu maneger Kang mendengar pertanyaan Donghae tersebut, ia sadar, bahwa memang hari ini ia telah menjadi salah satu saksi, adanya seorang wanita cantik dan anggun menyebut seorang Lee Donghae sebagai pria cabul. Wanita itu adalah pewaris Im’s Queen.

Yoona mengangguk ~Ya. Kau adalah pria cabul, kerena dengan sembarangan telah menyentuh bibirku.~ Berbeda dengan Yoona yang sedang berada dalam emosi tingkat tinggi, Donghae justru hanya bisa tergelak dikatakan sebagai pria cabul.

Jadi ini sifat Im Yoona yang sesungguhnya? sangat kasar untuk ukuran wanita yang selalu terlihat anggun didepan publik.

~Kalau begitu, aku minta maaf.~ Donghae mengalah. Ini terlalu dini untuk mengakhiri semuanya dengan seorang Im Yoona bukan?

~Aku minta maaf. Itu karena bibir merahmu terlalu menggodaku~

~Jadi kau selalu tergoda dengan semua wanita yang berbibir merah?~ balas Yoona dengan melontarkan pertanyaan sarkatis, yang membuat Donghae mengangkat alis bingung. Donghae yakin ini pertama kalinya ia tertarik pada seorang wanita berbibir merah. Karena selama ini ia selalu menganggap, wanita berbibir merah itu terlihat norak. Tapi sekarang, Im Yoona mematahkan anggapannya tersebut

~Tidak semua wanita wakil presdir Im! kau adalah wanita pertama, atau bahkan mungkin akan menjadi wanita terakhir, yang menggodaku dengan bibir merah.~

Yoona menjadi salah tingkah atas ucapan Donghae tersebut, ia tidak mengerti kenapa menjadi seperti ini.  Yang jelas, ia sama sekali tidak berniat menggoda siapapun dengan bibirnya. Apa yang ia berikan pada anggota tubuhnya, itu murni karena ia memang menyukainya. Bukan untuk menggoda siapapun

~Bisakah kita mulai rapatnya?~ tanya Donghae yang menyerupai sebuah ajakan

——– RL ——–

Begitu tiba diruangan wakil presdir Im’s Queen, yang sudah beberapa tahun Yoona tempati, wanita itu menghempaskan dirinya pada kursi kebesarannya.

Pekerjaannya untuk hari ini sudah selesai. Meski sempat ada sedikit masalah dengan rekan kerjanya yang bernama Lee Donghae itu, tapi Yoona bersyukur, pria berprofesi sebagai aktor itu begitu paham dengan suasana hatinya.

Dan, ia bersama pria itu pun sudah mengambil keputusan, bahwa syuting mereka akan diadakan beberapa jam sebelum pria itu berangkat untuk melakukan syuting ke negri paman sam sana.

~Apa sekarang aku bisa bersenang-senang?~ Yoona bertanya dengan nada senangnya pada sekertaris Kim dan asisten Jung yang berdiri didepannya, dan mendapat anggukan dari kedua wanita itu.

Saatnya memanjakan tubuh ini. Batin Yoona tersenyum

~Pria cabul? jadi benar aku tidak salah dengar saat wakil presdir Im menyebutmu sebagai pria cabul?~

~Tidak bisakah kau jangan mengulang-ulang menyebutku sebagai pria cabul? cukup Im Yoona seorang yang melakukannya~ Donghae mendesah. Dan ia pun menyandarkan punggungnya pada sofa.

Wanita itu memang berbeda dari wanita lainnya. Wanita dari kalangan atas yang tidak ragu-ragu melontarkan kata-kata tidak sopan pada rekan kerjanya. Mungkin kali ini memang salahnya sendiri, karena sembarangan menyentuh bibir wanita itu.

~Jadi kau tidak akan melarang jika yang menyebutmu sebagai pria cabul adalah Im Yoona?~ Donghae mengabaikan pertanyaan yang menyerupai sebuah tuduhan itu

~Donghae, ada apa ini? jangan bilang kau memang sudah tertarik sebelum pertemuan pertama kalian?~ tuduh maneger Kang lagi, Donghae masih terdiam ~Karena itu kah kau meminta presdir Shin untuk mewakili agensi melakukan pertemuan dengan wakil presdir Im?~

Donghae menoleh pada maneger Kang dan berkata ~Kau sudah menjawab pertanyaanmu sendiri hyung!~

~Astaga hae! jadi kau sudah merencanakan pertemuan itu karena kau sedang tertarik dengan seorang Im Yoona?~ Donghae mengangguk ~Kau sudah gila? apa kau tidak tau siapa dia? dia adalah wanita pembuat scandal di Korea Selatan ini~

~Itulah yang membuatku tertarik padanya.~

~Kau sudah gila? apa kau memang suka melihat hyungmu ini menderita huh?~

~Ya~

~LEE DONGHAE~

Mengabaikan teriakan sang maneger, Donghae justru lebih memilih mengangkat ponselnya yang berdering. Ketika Donghae menempelkan ponselnya pada telinga, ia mengangkat alis bingung, karena tidak ada suara sama sekali diseberang

~Tidak bicara? aku matikan~ putus Donghae.

Begitu ia akan menekan tombol merah, akhirnya suara seorang wanita didengarnya ~Tunggu Donghae! ini aku, Jaekyung~

~Ada apa?~ tanya Donghae dingin

~Tidak bisakah kita bertemu sebentar saja?~

~Tidak bisa. Aku sibuk~ Donghae pun memutuskan panggilan itu secara sepihak.

~Siapa? Mantan kekasihmu?~

~Lagi-lagi kau sudah menjawab pertanyaanmu sendiri hyung!~

~Yang mana?~ tanya maneger Kang penasaran ~Jessica Jung? Sandara Park? Yoon Seung Ah? Kim Jaekyung? atau, yang lainnya lagi?~ Donghae menghela nafas kasar. Rupanya sang manager sudah menghitung berapa banyak mantan kekasihnya. Bagus

~Kau ingin tau sekali hyung?~

~Harus~

~Kim Jaekyung. Kau puas?~

~Alangkah lebih baiknya kau menemuinya, dan menerima kembali Donghae! itu lebih baik dari pada kau membuat scandal dengan Im Yoona~

~Tidak akan. Kerena mereka sudah tidak menarik lagi untukku~

~Tapi Donghae! bagaimana jika penggemarmu menyakiti Im Yoona?~ Donghae menoleh cepat pada sang maneger

~Jadi itu yang kau khawatirkan hyung?~

~Kau fikir aku mengkhawatirkanmu yang tidak akan mendapat kerugian apapun jika seandainya memang ada scandal antara kau dan Im Yoona?~

~Lalu, apa kau fikir gajimu berasal dari Im Yoona?~

~Lee Donghae kau..~ Donghae menyunggingkan senyumnya melihat kekesalan yang berusahs sang maneger tahan

Jaekyung membanting ponselnya dengan kesal. Gagal lagi.

Usahanya untuk bertemu dengan mantan sang mantan kekasih, gagal lagi.

Ya, Mantan kekasih.

Karena beberapa bulan yang lalu pria itu tiba-tiba saja memutuskan hubungan mereka, setelah membawanya pada ambang kebahagiaan. pria itu memutuskannya dengan alasan sudah bosan padanya. Alasan yang sama dengan yang selalu ia gunakan untuk memutuskan hubungannya dengan pria-pria lain. Tapi dengan Donghae, rasa bosan sama sekali tidak pernah menghinggapinya, hingga tidak pernah ada niatan sedikitpun untuk memutuskan hubungannya dengan pria itu. Tapi yang terjadi, justru pria itu yang memutuskan hubungan mereka lebih awal, hingga membuatnya meradang.

Ia ingin pria itu kembali padanya. Ia ingin pria itu menjadi miliknya.

~Apa aku kurang cantik?~ Gumamnya bertanya. Ia pun melihat pantulan dirinya pada cermin.

~Seo Junghee~ panggilnya

Pria berperawakan wanita yang dipanggil Seo Junghee itu pun mendekat ~Iya?~

~Apakah aku tidak cantik?~ tanya Jaekyung, membuat Junghee dengan seksama memperhatikan pantulan Jaekyung dicermin

~Semua artis wanita sudah pasti cantik Jaekyung! kenapa kau mempertanyakan hal seperti itu?~ Jaekyung menggeleng

~Rubah penampilanku. Buatlah aku menjadi wanita paling cantik..bukan hanya diantara para artis wanita..tapi rubahlah aku menjadi wanita paling cantik se Korea, atau bahkan se dunia. hingga Lee Donghae tidak akan menoleh pada wanita lain lagi selain diriku.~

~Kau percaya diri sekali Kim Jaekyung?~ Jaekyung mengangkat wajahnya untuk melihat siapa pemilik suara itu dari cermin. Tapi tidak bisa, karena terhalang oleh Junghee. Jaekyung pun membalikkan tubuhnya, dan menemukan Im Yoona berdiri dengan angkuhnya disana

~Wow siapa ini yang datang?~ ucap Junghee dengan riangnya

~Bagaimana kabarmu Jaekyung?~ mengabaikan keberadaan Junghee, Yoona lebih memilih mendudukkan dirinya disamping Jaekyung

Jaekyung kembali pada posisi sebelumnya ~Semakin buruk setelah melihatmu~ balasnya.

Yoona terkekeh, melihat kekesalan yang dirasakan musuh lamanya itu

~Kau tidak banyak berubah! masih sama seperti dulu, terobsesi untuk menjadi yang tercantik~

~Dan kau, juga tidak banyak berubah! masih sama seperti dulu, pembuat scandal~

Yoona mengangguk-anggukkan kepalanya dan tersenyum. Hal itu sukses membuat Jaekyung bertambah kesal.

Dari dulu Im Yoona selalu berhasil membuatnya kesal, tapi giliran ia yang ingin membuat Im Yoona kesal, wanita itu selalu menanggapinya dengan senyuman seperti ini.

Senyuman yang diartikan sebagai senyuman mengejek oleh Jaekyung

~Junghee! mana yang lain?

panggillah mereka untuk membantuku memanjakan tubuh ini. Hmm?~ Yoona berkedip mata pada Junghee,

~Ok. Ayo kita kedalam. Mereka sudah menyiapkannya begitu mengetahui seorang wanita cantik akan mendatangi salon kami~

mereka, Yoona dan Junghee melangkan kakinya ketika Jaekyung berteriak

~SEO JUNGHEE KAU BELUM MENYELESAIKAN URUSANMU DENGANKU~

——– RL ——–

~Bagaimana pertemuan yang cucuku adakan bersama aktor itu? apa semuanya berjalan lancar sekertaris Jang?~ sekertaris Jang mengangguk

~Semuanya berjalan dengan lancar presdir. Meski sempat ada sedikit masalah antara wakil presdir dan aktor itu~

~Syukurlah.

Tapi, masalah seperti apa yang terjadi pada mereka? bukan cucuku yang memulainya kan sekertaris Jang?~

~Saya ragu, perlukah saya melaporkan hal ini pada anda~

~Laporkan semuanya sekertaris Jang! jika itu masih menyangkut tentang cucuku~ sekertaris Jang mengangguk

~Sekertaris Kim mengatakan, sebelum mereka memulai rapat, sempat terjadi masalah antara wakil presdir dan aktor itu.

Itu karena, aktor itu dengan berani menyentuh bibir wakil presdir diawal pertemuan mereka, hingga memicu kemarahan pada wakil presdir.~ Tn Lee mendengarkan dengan seksama, apa yang dilaporkan oleh sang sekertaris

~hingga pada akhirnya aktor itu mengalah, setelah sebelumnya dia mendapat julukan sebagai pria cabul dari wakil presdir~

“APA?”

——– RL ——–

~Apakah setelah ini wakil presdir masih ingin mengunjungi Im’s Queen?~

~Kita langsung pulang. Bukankah sudah tidak ada lagi yang perlu ku kerjakan disana?~ sekertaris Kim mengangguk

~Ya, itu benar wakil presdir~

Setibanya diluar, Yoona diharuskan bertemu dengan Kim Jaekyung, yang sedang berdiri dengan angkuhnya seraya melipat kedua tangannya didepan dada.

Yoona membenarkan kacamata hitamnya yang bertengger mewah dimata cantiknya, lalu ia bersama kedua karyawannya menghentikan langkah mereka tepat didepan Jaekyung, setelah sebelumnya ia juga melipat kedua tangan didepan dadanya.

Lama, Jaekyung memperhatikan penampilan Yoona dari atas sampai bawah

~Sempurna~ Yoona mengernyit mendengar satu kata yang terlontar dari mulut Jaekyung tersebut,

~Tapi, tidak bisakah kau menghilangkan warna merah dibibirmu? sangat terlihat norak jika kau yang menggunakannya~ Yoona tergelak, sudah ia duga.

~Rubah penampilanku. Buatlah aku menjadi wanita paling cantik..bukan hanya diantara para artis wanita..tapi rubahlah aku menjadi wanita paling cantik se Korea, atau bahkan se dunia. hingga Lee Donghae tidak akan menoleh pada wanita lain lagi selain diriku.~

Kata-kata Jaekyung begitu saja melintas dikepala Yoona, sehingga menimbulkan ide untuk kembali membuat wanita itu kesal.

Sebelumnya Yoona juga telah membuat Jaekyung kesal, karena telah membuat wanita itu diabaikan oleh Seo Junghee dan yang lainnya karena keberadaannya disalon ini.

~Benarkah menurutmu bibir ini terlihat norak karena berwarna merah?~ Yoona mengucapkannya seraya meletakkan telunjuk kanannya dibibirnya ~Tapi kenapa aktor berkelas seperti Lee Donghae justru mengatakan kalau bibir merah ini malah terlalu menggodanya ya?~ lanjut Yoona, seola-olah ia bergumam pada diri-sendiri.

Sedangkan dua wanita yang sedari tadi hanya menjadi penonton, tidak bisa menyembunyikan senyum mereka, melihat raut terkejut yang dipancarkan oleh Kim Jaekyung

~Apa maksudmu Im Yoona? jangan membuat kebohongan disini.~ Ucap Jaekyung dengan menekankan kata kebohongan

~Wakil presdir tidak sedang membuat kebohongan, Kim Jaekyung. Kami, bersama maneger Kang yang menjadi saksinya, saat dengan manisnya Lee Donghae menyentuh bibir wakil presdir, dan berkata bahwa bibir merah wakil presdir terlalu menggodanya~

“APA?”

——– RL ——–

~Kau mengambil andil besar untuk membuat si Kim Jaekyung itu kesal untuk hari ini, sekertaris Kim~ Yoona mengangguk, menyetujui ucapan asisten Jung

~Jadi Kim Jaekyung adalah mantan kekasih aktor itu?~

~Nama aktor itu adalah, Lee Donghae wakil presdir!~ koreksi sekertaris Kim. Membuat Yoona menoleh dengan cepat kebelakang untuk melihat ekspresi sekertaris Kim saat menyebutkan nama itu

~Kau menyukainya kan sekertaris Kim?~ tuduh Yoona dengan menyipitkan kedua matanya

~Apa maksud anda wakil presdir?~

~Sudah katakan saja kau menyukai Lee Donghae. Wajahmu memerah saat kau menyebutkan nama pria itu~ ucap Yoona begitu ringannya seraya mengembalikan posisi duduknya

~Itu tidak mungkin terjadi wakil presdir. Karena sekertaris Kim sudah memiliki kekasih~ sela asisten Jung

~Bisa saja dia mau berselingkuh dengan Lee Donghae dibelakang kekasihnya~

~Itu tidak mungkin~ pekik supir Choi disamping Yoona, membuat wanita itu terlonjak sedikit kaget

~Kau ingin mati supir Choi?~

~Ma..maafkan saya wakil presdir~

Asisten Jung hanya bisa tersenyum penuh arti melihat ekspresi supir Choi, saat sang atasan mengatakan kemungkinan sekertaris Kim akan berselingkuh dibelakang kekasihnya

~Ada apa ini? apa kekasih sekertaris Kim yang asisten Jung maksud adalah kau sendiri supir Choi?~ tuduh Yoona dengan menunjuk supir Choi

~Itu terjadi hampir satu tahun lamanya wakil presdir~ jelas asisten Jung lagi tidak memperdulikan tatapan melotot yang sekertaris Kim berikan disampingnya

~Satu tahun?~ Pekik Yoona. Hal itu sukses membuat supir Choi mau pun sekertaris Kim bergerak gelisah, ~Jadi selama itu kalian bersenang-senang disaat kalian sedang bekerja denganku?~ Yoona menggeleng-gelengkan kepalanya ~Tidak bisa aku biarkan. Aku akan melarang sekertaris Kim kerumah~ putus Yoona

~I..itu maafkan saya wakil presdir! tapi kalau kami tidak bertemu dirumah anda, dimana seharusnya kami bertemu? sedangkan waktu kami lebih banyak untuk bekerja!~

~Kau sedang mengeluh padaku supir Choi?~

~Ti..tidak~

Mengabaikan tampang menyedihkan dari supir Choi, Yoona kembali menoleh kebelakang dan menemukan tampang yang tidak kalah menyedihkannya yang dipancarkan oleh sekertaris Kim. Rasakan kalian. Batin Yoona

~Jadi asisten Jung! Kim Jaekyung adalah mantan kekasih Lee Donghae dan berniat kembali dengan pria itu?~

~Ya, wakil presdir. Dari gosip yang pernah saya dengar, mereka sempat menjalin hubungan setelah mereka menyelesaikan film mereka.~

~Dan ucapan Jaekyung yang sempat ku dengar menguatkan semuanya, bahwa wanita itu masih mengharapkan Lee Donghae kembali padanya~ tambah Yoona

~Tapi hal itu hanya akan menjadi sia-sia untuk Kim Jaekyung wakil presdir!~

~Apa maksudmu asisten Jung?~

~Mengharapkan Lee Donghae kembali, itu hanya akan menjadi sebuah harapan yang sia-sia untuk Kim Jaekyung, karena yang aku lihat bersama sekertaris Kim, Lee Donghae sedang tertarik dengan wakil presdir. Benarkan sekertaris Kim?~

Perkataan asisten Jung beberapa saat lalu, yang sangat disetujui oleh sekertaris Kim, kembali terngiang diotak Yoona, ketika ia berniat untuk membaringkan tubuhnya diranjang.

Lee Donghae tertarik dengannya? pria cabul itu tertarik dengannya?

itu tidak mungkin. Karena yang ia lihat pria itu hanya tertarik pada bibir merahnya. Menyebalkan

~Yoona~ Itu suara sang kakek.

Yoona kesal. Bagaimana tidak, disaat ia ingin mencari kenyamanan diranjangnya, sang kakek datang dan memaksa Yoona untuk beranjak dan berbicara dengannya.

Lalu ketika mereka sudah duduk berhadapan disofa kamarnya untuk berbicara, sang kakek justru hanya terdiam.

~Haraboji! apa yang ingin haraboji bicarakan? kenapa hanya diam dan memandangku seperti itu?~

~Haraboji dengar kau menyebut aktor yang akan menjadi lawan mainmu untuk iklan kosmetik kita, sebagai pria cabul?~ tanya tn Im langsung pada intinya.

Beberapa waktu lalu tn Im mendapat laporan tentang hal itu dari sekertaris Jang. Yang membuatnya tidak habis pikir, bisa-bisanya sang cucu melontarkan kata-kata tidak sopan pada seseorang yang baru ditemuinya. Apa jadinya jika semua ini diketahui oleh publik?

Yoona yang mendapatkan tatapan menuduh dari sang kakeh hanya mampu menghela nafas pasrah. Pasrah untuk kembali mendapatkan ceramah, karena ternyata masalah yang sempat terjadi padanya hari ini, sudah sampai ketelinga sang kakek.

~Haraboji sudah memperingatkanmu bukan? jagalah sikap dan cara bicaramu~

~Haraboji tenang saja! kerena sama sekali tidak ada kemarahan didalam diri pria itu, saat aku menyebutnya sebagai pria cabul. Itu karena dia menyadari, kalau dia memang bersalah, karena dengan berani telah menyentuh bibirku~

~Untuk itu haraboji sangat bersyukur, masalah ini tidak menjadi panjang. Haraboji dengar dia adalah aktor yang berpengaruh di Korea. Karena itu, bisa sangat kacau jika publik mengetahui, kau telah melontarkan kata-kata tidak sopan pada aktor mereka.

Lagi pula! sangat disayangkan jika kita harus kehilangannya karena hal ini~

~Jadi yang haraboji khawatirkan adalah, takut kehilangan aktor itu, dari pada Yoona yang jelas-jelas mendapat pelecehan dari pria itu?~

~Oh ayolah sayang! kau sendiri yang tau, pria itu tidak berbuat macam-macam padamu, dia hanya menyentuh bibirmu. Menurut haraboji itu wajar-wajar saja, berarti ada kemungkinan pria itu sedang tertarik padamu~

~Sekali lagi pria itu bukan tertarik padaku, tapi tertarik pada bibirku~

——– RL ——–

~Kau memang yang terbaik wakil presdir!~ seru sekertaris Kim dengan mengacungkan kedua jempolnya untuk Yoona, dan sangat disetujui oleh seisi ruang pemotretan itu

~Im’s Queen pastinya bangga memiliki model secantik wakil presdir~ tambah asisten Jung.

Mengabaikan segala pujian itu, Yoona justru mengitari penglihatannya untuk mencari seseorang. Dan ia mendapati seorang pria..yang ia ketahui sebagai maneger Lee Donghae..masuk dengan diikuti beberapa orang dibelakangnya.

~Maaf wakil presdir Im! sepertinya Lee Donghae datang terlambat~ jelas maneger Kang

~Apakah aktor kalian selalu bersikap seperti ini?

Selalu datang terlambat untuk pekerjaannya!~ maneger Kang tidak membantah, karena selain ia merasa kikuk berhadapan dengan Im Yoona, ia juga menyadari kesalahan dari pihaknya. Terbukti selama dua kali pertemuan dengan pihak Im’s Queen, selalu disertai keterlambatan oleh Lee Donghae

~Aku heran, kenapa orang sepertinya bisa diterima didunia hiburan ini!~

~Itu karena aku tampan dan berbakat wakil presdir Im~ Yoona menoleh kearah sumber suara tersebut, dan menemukan Lee Donghae berdiri diambang pintu, dengan senyuman..yang menurut Yoona sedikit menawan.

Tapi bagaimana bisa, ada seorang pria dewasa yang begitu percaya diri sekali menyebut dirinya tampan dan berbakat, seperti Lee Donghae?

Donghae mendekat ~Senang bertemu kembali denganmu wakil presdir Im~

Kali ini Yoona menerima uluran tangan Donghae ~Dan senang mendapatimu kembali datang terlambat Lee Donghae,~ Donghae mengangkat bahu acuh.

~Lee Donghae, kemana saja kau, kenapa kami tidak bisa menghubungimu?~ tanya maneger Kang dengan nada berbisik, yang tentu saja masih bisa didengar oleh Yoona. Sebelum Donghae menjawab pertantaan itu, Yoona bersuara

~Apakah..kau memiliki lima ekor anjing yang masih harus kau urusi, sehingga kau selalu datang terlambat untuk pekerjaanmu..Lee Donghae?~

Sontak, semua orang yang berada diruangan itu membelalakkan mata, karena tidak bisa menyembunyikan keterkejutan mereka, kala kata-kata itu terlontar dari mulut seorang Im Yoona, tak terkecuali Donghae sendiri

Tadi pagi saat bangun tidur Donghae mendapati pintu apartementnya berbunyi.

Ketika ia membuka pintu itu, ia menemukan sang ibu berdiri dengan lemahnya disana.

Ia begitu panik saat itu, dan langsung membawa sang ibu kerumah sakit.

Lalu ketika dirumah sakit, ia mengetahui alasan kedatangan sang ibu jauh-jauh dari mokpo, yaitu karena ingin menjenguknya, dan mengabaikan dirinya sendiri yang memang sedang kurang enak badan.

Setelah sang ibu diperbolehkan pulang, Donghae merawat sang ibu diapartement. Dan baru mengingat jadwal syutingnya ketika kurang lima menit dari yang seharusnya ia tiba di Im’s Queen.

Donghae pun pergi setelah sebelumnya sang ibu meyakinkannya bahwa ia sudah merasa baikan, dan meminta Donghae untuk pergi.

Setibanya di Im’s Queen, Donghae dibuat terkesima oleh beberapa poster yang dipajang disana. Poster yang menampilkan senyum menawan dari seorang Im Yoona.

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa setelah Im Yoona dewasa, Im’s Queen tidak lagi menggunakan model wanita lain untuk kosmetik mereka, kecuali untuk model pria. Itu penjelasan dari sang maneger, saat ia bertanya mengenai alasan Im’s Queen menjadikan Yoona sebagai lawan mainnya.

Tapi, melihat Im Yoona secara langsung seperti ini, yang begitu lihai melontarkan kata-kata tidak sopan padanya, sungguh, ia tidak bisa percaya bahwa poster diluar sana, adalah poster wanita yang berdiri didepannya ini

Donghae semakin mengikis jarak diantara mereka,

dan berkata ~Kata-katamu begitu kasar untuk diucapkan pada seorang pria Im Yoona!

apa kau tidak khawatir tertarik pada seorang pria pengurus lima ekor anjing?~ rahang Donghae sedikit mengeras saat mengucapkannya

~Aku tidak khawatir, karena itu tidak akan pernah terjadi dalam hidupku~

~Kau yakin?~

——– To Be Countinue ——–

Hai..hai..

Salam kenal semuanya..

FanFiction ini, menjadi FanFiction pertama yang aku post diblog. Sebelumnya, semua FanFictionku hanya mengudara di FB. Menuruti saran salah satu reader, sekarang aku post FanFiction yang belum selesai pembuatannya ini diblog, yaitu IYAF.

Terimakasih banyak untuk admin yang telah bersedia untuk ngepost FanFiction jelek ini di IYAF. Terimakasih banyak.

Dan untuk readers..jangan lupa untuk meninggalkan jejak ya ^_^

 

 

149 thoughts on “Red Lipstick (Chapter 1)

  1. karna udah lupa sama jalan ceritanya ,jadi dibaca ulang deh .. dan buat author aku minta pw part 4&5 nya ya .. aku udah koment di part 1-3 waktu Bulan lalu.. dan aku juga pernah koment di Fanspage facebook, tapi aku lupa nama fanspage nya..

    makasih thor^^

  2. Anyeong.. aku reader baru,

    First meet YH gimana gitu yah, .
    Donghae lansung tertarik pd pandangan prtama, ma pesona red lipstik Yoona.. Ckck~~
    FFnya aku suka, Aku suka YHnya sama” holang kaya,,

  3. Waaw, uda lama gabuka website ini dan nemu cerita yg menarik hihihihi
    Huhuuu, tertarik bnget pas donghae megang bibir yoona keke
    Dan suka bnget pas jaekyung kena imbasnya,, sebel deh sama jaekyung. Dulu pernah baca ff yg jaekyungnya juga nyebelin. Jadi kebawa smpe sekarang hahahah

  4. Ini ceritanya seru, si donghae tergoda sama redlipstick yoona..
    Dan aku suka sama sifat yoona yg gni..
    Duh keren deh pokoknya

  5. Sikap yoona ke donghae dingin banget,padahal mereka baru ketemu.Dan masalah itu awalnya gara2 donghae menyentuh bibirnya yoona karena donghae tertarik sama bibir merah yoona^^
    Seru ceritanya😉

  6. Baruu bacaa ff yg ini thorr ternyataaa seruu juga , sifat yoona arogan disini tp ndak tau kenapa ada lucunyaa
    Seruuu seruu … apalagi yg donghae tiba2 nyentuh bibir yoona hahahaa…
    Ijinn lanjt baca ya thor

  7. Aku dh lama gk baca lanjutan critanya jdi agk” lupa sma jlan critanya. bkal ngulang lagi dari awal biar dpet feell.nya ..Minta pw RL 5.nya ya kak

  8. aq suka karakternya im yoona dan lee donghae di ff ini,cwenya yg angkuh dan galak.tp cerita bnr bnr komplit bngt,suka bngt thor dari judulnya aja.udh menarik😊

  9. Udah lama ngga baca nih ff, jadi lupa sama ceritanya wkwk,,, udah baca baru inget deh ceritanya untung baru baca sampai chapter 2 hehe

  10. suka karakter yoona..walaupun angkuh tp beda dr ff yg pernah ku baca…seru liat yoona maki2 donghae…hhh lucuuu…

  11. Huahhh…
    The power of gincu 💄😂
    Donghae oppa langsung kesemsem.. 😍
    Baca part 2 abis ini 😁
    Seneng klo Nemu ff udh chapernya banyak yg d publik😊

  12. Bukan smua wanita wakil presdir Im!Kau adlh wanita prtama atau bhkn akn mnjd wanita trakhir yg mnggodaku dgn bibir merah.Manis bgt kata2 Donghae……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s