Revenge (Chapter 2)

revenge

Revenge
Chapter 2

By : Park Hee Young
PG-15
Romance, Angst, Tragedy
Main Cast : Im Yoon Ah, Lee Jongsuk, Cho Kyuhyun
Support Cast : Choi Siwon, Choi Sooyoung, Tiffany Hwang, Lee Jonghyun, Choi Minho
PosterBySifixo@PosterChanel

Keep your friend close, and your enemies closer

 

3,5  years later

Yoona

           “Nona, jadwal kuliah anda cukup padat hari ini. Waktu istirahat anda pukul 11.30, dan pukul 15.30. Kuliah berakhir pukul 17.05. Setelah itu anda diundang oleh putri duta besar Korea dalam acara makan malam.”ucap Jonghyun  sambil membacakan semua jadwalku. Sedangkan Jongsuk, dia menatap kaca spion tengah, memperhatikanku yang terlihat malas dengan semua jadwal-jadwal itu. Ketika dia sadar bahwa aku menatapnya juga, dia kembali konsen menyetir 

“Kau tak perlu menyebutnya dengan sebutan itu Jonghyun-ssi. Sebut saja Kwon Yuri. Selesai kan?”balasku.

Yuri adalah teman satu kampusku. Yeoja yang terkenal dengan sebutan black pearl itu adalah putri duta besar Korea di Inggris. Hanya dia dan beberapa temanku yang tau tentang diriku yang sebenarnya.

Menjadi putri dari pemilik Kangsan Group membuatku harus menyembunyikan identitasku. Appa bilang mereka tak boleh tau kalau aku ini adalah salah satu pewaris dari perusahaan yang begitu mendunia. Aku tak begitu mengerti kenapa, tapi eomma bilang itu semua demi kebaikanku.

Oppa berkata bahwa jika orang-orang di London tau siapa aku sebenarnya, mereka akan memanfaatkanku. Akan ada banyak wartawan yang selalu mengangguku. Meskipun sedikit tak masuk akal, tapi mau tak mau aku harus percaya ucapan mereka.

“Mianhae, nona.”lanjut Jonghyun. ”Dan diperkirakan acara selesai pada pukul..”

“Ne, arraseo. Ingatkan aku saja lagi nanti.”ungkapku lalu mengeluarkan iPod dan memasang headset. Mendengarkan lagu dengan volume yang cukup keras. Belum juga Jonghyun selesai berbicara, aku langsung memotongnya. Sooyoung dan Jongsuk terkekeh melihat tingkahku pagi ini.

Sooyoung sudah ku anggap seperti eonniku sendiri. Sooyoung selalu menemaniku dan membantuku dalam banyak hal. Appa mengenalkanku pada Sooyoung ketika aku protes pada halmoni karena appa dan eomma selalu sibuk dengan urusan pekerjaan. Belum lagi Siwon oppa yang pergi ke luar negeri untuk melanjutkan studinya. Halmoni dan haraboeji juga ikut sibuk di perusahaan. Aku ingat ketika itu aku masih berusia 15 tahun. Sooyoung eonni yang baru berusia 20 tahun begitu dewasa dan pintar. Appa pun menunjuk Sooyoung sebagai asistenku.

Aku memang anak manja dan selalu di manja oleh seluruh keluargaku. Appa dan eomma tak pernah melepaskan pengawasannya terhadapku. Tapi, semenjak Siwon oppa pergi bersama Minho oppa yang merupakan asisten pribadinya, appa mengenalkanku lagi pada dua namja yang sedang duduk di mobil yang sama denganku. Mereka adalah Lee Jongsuk dan Lee Jonghyun. Keduanya dipercaya ayahku untuk menjadi body guard atau pengawal, dan menjadi orang yang selalu membantuku. Singkatnya, kini kehidupanku diatur oleh ketiga orang ini terutama saat aku dikirim appa untuk kuliah di luar negeri seperti ini.

“Sudah sampai, nona.”ujar Sooyoung. Selagi aku membuka headset yang terpasang dikedua telingaku, Jongsuk segera turun kemudian dia membukakan pintu untukku.

“Silahkan, nona.”ujarnya.

“Gamhsahamnida, Jongsuk-ssi.”ujarku kemudian turun dari mobil.

 

Setelah selesai jam kuliah aku menyempatkan diri untuk menghubungi kedua orang tuaku. Namun ponsel appa selalu sibuk tak bisa dihubungi. Begitupun ponsel eomma dan Siwon oppa. Aku menelepon ke telepon rumah sekalipun para pelayan bilang kalau rumah sedang kosong. Hingga akhirnya aku mencoba kembali menghubungi eomma dan syukurlah aku bisa mendengar suara eomma yang menjawab teleponku.

Na-ya, ada apa?”tanya eomma yang terdengar terkejut.

“Eomma, apa kalian semua lupa besok hari apa?”pancingku.

“Besok hari Rabu bukan? Ada apa, Na-ya?”tanya eomma yang membuatku kecewa. Rupanya eomma dan yang lainnya lupa.

“Eomma apa kalian semua benar-benar lupa?”

“Eomma bercanda. Tentu eomma ingat besok adalah hari yang sangat spesial karena putri eomma yang cantik ini akan berulang tahun.”balas eomma yang sedikit tertawa karena berhasil mengerjaiku.

“Eomma, aku merindukan eomma dan yang lainnya. Bisakah besok aku pulang ke Korea dan merayakan ulang tahunku bersama-sama? Aku selalu merasa kesepian sejak aku pindah ke London.”

Eomma diam beberapa detik lalu berkata. “Na-ya, bagaimana dengan kuliahmu? Nanti jika libur tiba kita rayakan bersama-sama. Arraseo?”

            “Eomma! Liburan itu terlalu lama!”balasku yang kecewa sekaligus emosi.

“Na-ya, tolong mengertilah. Kami disini juga begitu sibuk. Kau tau kan ada masalah dengan cabang perusahaan kita di China. Ada Jongsuk, Jonghyun dan Sooyoung yang menemanimu bukankah begitu?”bujuk eomma namun membuatku semakin kesal.

”Lupakan. Anggap besok tidak ada apa-apa. Anggap saja putrimu ini tak pernah lahir besok dan kapanpun.”jawabku yang emosinya semakin meluap-luap lalu menutup telepon dengan segera padahal aku masih mendengar eomma yang memanggil namaku berulang kali.

 

“Nona, untuk acara makan malam…”

“Batalkan acaranya. Aku tak berselera, aku lelah.”ucapku yang memotong perkataan Jonghyun lalu masuk ke dalam mobil.

“Nona, gwenchana?”tanya Sooyoung eonni.

“Aku baik-baik saja.”jawabku lalu memasang headset dan memejamkan mata. “Bilang pada Yuri aku tak enak badan. Sampaikan permohonan maafku untuk Tuan dan Nyonya Kwon.”

 

Jongsuk

 

            Wajah Yoona tiba-tiba murung ketika dia menutup telepon yang entah dari siapa aku tak tau. Mood yeoja itu tiba-tiba menjadi buruk. Acara makan malam yang cukup penting pun dia tunda.

Sepanjang jalan Yoona hanya memejamkan mata sambil mendengarkan lagu. Sesekali aku memperhatikannya seperti biasa namun mata yeoja itu tetap terpejam. Aku semakin khawatir dibuatnya. Padahal, besok adalah hari ulang tahunnya. Sudah seharusnya Yoona bahagia menyambut hari ulang tahunnya bukan?

Hingga akhirnya ketika kami sampai di rumah, Choi Samunim menghubungiku. Beliau begitu khawatir karena Yoona tak kunjung mengangkat telepon darinya. Choi Samunim pun menceritakan kejadian yang sebenarnya. Yoona ingin menghabiskan hari ulang tahunnya itu dengan keluarganya. Dia ingin pulang tapi Choi Samunim tak mengijinkan. Bagaimanapun juga, belum saatnya bagi Yoona untuk pulang. Keadaan perusahaan pun begitu naik turun. Beruntung Choi Tae Hyun tak sering memunculkan diri di depan keluarga Choi. Setidaknya itulah yang ku dengar dari Minho.

Choi Samunim berpesan padaku untuk menghibur Yoona dan memastikan bahwa putrinya baik-baik saja. Sebenarnya tanpa disuruhpun aku pasti akan melakukannya. Berlama-lama melihat Yoona seperti itu membuatku juga ikut terluka dan tak tenang.

Aku memutuskan untuk menghibur Yoona dan mengajaknya berbicara. Setidaknya aku berharap dia menjadi lebih tenang dan emosinya menjadi reda jika dia bercerita denganku. Yoona merasa kesepian, aku tau itu.

Aku mengetuk pintu kamar Yoona dengan hot chocolate kesukaan Yoona ditanganku. Namun Yoona tak juga menjawab. Apa dia tak ada di kamarnya?

 

“Sooyoung-ah, dimana Nona Yoona?”tanyaku.

“Dia sedang berdiam diri di taman belakang. Aku mencoba mengajaknya berbicara tapi nona terus bungkam. Apa yang terjadi sebenarnya? Kau tau?”

“Serahkan ini padaku.”balasku lalu segera menemui Yoona di taman belakang,

 

Ku lihat Yoona sedang duduk di ayunan dengan tatapannya yang kosong. Pikirannya melayang-layang entah kemana.

Aku mengayun pelan ayunan yang sedang Yoona duduki. Awalnya dia tak sadar akan kehadiranku. Lama kelamaan dia pun akhirnya sadar dan terkejut dengan kehadiranku.

Hot chocolate.”kataku lalu memberikan coklat panas untuknya.

“Jongsuk-ssi?”balas Yoona yang terkejut melihatku. Yoona pun menerima coklat panas pemberianku dan meminumnya perlahan. “Jongsuk-ssi, apakah aku ini seperti anak kecil? Apakah aku ini begitu egois? Aku hanya menginginkan keluargaku ada didekatku, setidaknya di hari yang spesial yang hanya ada sehari dalam 365 hari. Apakah aku salah?”tanya Yoona begitu saja.

“Nona, anda tidak salah. Namun ada kalanya anda harus mengerti. Kita tidak bisa selalu mendapatkan apa yang kita inginkan dan kita tak bisa memiliki semua yang ingin kita miliki.”ujarku. Ya, seperti yang terjadi padaku. Aku tak bisa mendapatkanmu apalagi memilikimu.

“Lalu, menurutmu aku harus apa? merayakan ulang taun sendiri lagi seperti 3 tahun kebelakang?”

Aku pun tersenyum dan entah apa yang merasukiku sehingga tanganku ini berani menyentuh ujung bibir Yoona membersihkan noda coklat disana.. Seketika, Yoona pun terdiam. Mungkin perlakuanku begitu lancang.

“Maaf atas kelancanganku, nona.”

Yoona yang terdiam akhirnya tersenyum. “Tak perlu seperti itu. Kau selalu menganggapku seperti orang asing, Jongsuk-ssi.”

“Nah, jika nona tersenyum seperti itu bunga yang indah sekalipun akan merasa iri dan tak percaya diri.”

Yoona menatapku beberapa detik lalu tertawa mendengar perkataanku yang memuakkan itu. Aku tak bermaksud merayunya, memang benar, senyum Yoona yang indah mampu mengalahkan seluruh bunga indah yang ada di dunia ini.

“Besok kan hari ulang tahunku, apakah kau sudah menyiapkan kado untukku?”tanya Yoona yang kini terlihat sedikit antusias.

Aku berpura-pura berpikir dan mengeluarkan ekspresi yang menunjukkan bahwa aku lupa menyiapkan kado untuknya. Padahal, aku sudah menyiapkan kado spesial untuknya jauh-jauh hari. Sampai aku sulit tidur karena memikirkan kado apa yang pantas ku berikan untuk Yoona.

“Jangan bilang kau lupa.”pekik Yoona yang kesal lalu menggembungkan pipinya. Membuatku ingin mencubit pipinya itu. Tapi apalah daya,  statusku membuat aku harus mengontrol semua perbuatanku terutama pada Yoona yang kasarnya adalah majikanku.

“Mana mungkin aku lupa, nona. Aku tak berani melupakan hal ini.”jawabku sambil tersenyum.

 

 

Author POV

 

Jongsuk, Jonghyun dan Sooyoung telah menyiapkan pesta kecil-kecilan untuk Yoona. Itulah yang selalu mereka lakukan selama mereka berempat tinggal di London. Namun, kali ini Jongsuk telah menyiapkan sesuatu yang spesial untuk Yoona. Jantungnya pun kini selalu bedegup tak karuan, dia takut Yoona tak menyukai hadiahnya.

Yuri dan Krystal ikut menyiapkan pesta ini. Meskipun Krystal berhalangan hadir di pesta ulang tahun Yoona, namun yeoja itu ingin ikut menyiapkan acara yang spesial bagi sahabatnya itu. Yuri dan Krystal sama antusianya dengan Jongsuk, Jonghyun dan Sooyoung. Jongsuk berharap dengan adanya sosok sahabat di dekat Yoona mampu membuatnya merasa lebih hangat. Meskipun jauh dari kehangatan keluarga yang selalu dia harapkan.

“Hyung!”panggil Jonghyun tiba-tiba.

Jongsuk langsung memasukkan kado yang akan dia berikan pada Yoona ke kolong tempat tidurnya ketika Jonghyun datang dan memanggil namanya.

“Waeyo?”

“Ada paket kiriman untuk Nona Yoona.”balas Jonghyun.

“Baiklah akan aku cek.”jawab Jongsuk yang mencoba bersikap senormal mungkin.

Sebagai pengawal yang melindungi Yoona tentu Jongsuk harus memastikan semuanya aman dan Yoona tetap baik-baik saja. Dari apa yang Yoona makan, apa yang Yoona minum, apa yang Yoona kenakan, sampai barang yang akan dia terima semuanya harus dia pastikan tidak membahayakan nyawa yeoja itu. Seperti sekarang ini, ketika ada paket kiriman untuknya, Jongsuk harus langsung mengecek paket tersebut dan memastikan paket itu tidak membahayakan.

“Paket ini dari siapa?”tanya Jongsuk penasaran. Bagaimanapun juga, kehadiran Tae Hyun selalu membuatnya paranoid dan membuatnya selalu berhati-hati. Tiba-tiba Jongsuk merasa takut paket ini adalah paket dari Tae Hyun.

“Disini tertulis From CK.”jawab Jonghyun sambil membalik-balikkan paket yang berbentuk kotak yang ukurannya tidak terlalu besar itu.

Mendengar itu Jongsuk langsung merebut kotak yang sedang Jonghyun pegang. Jongsung mengamati tulisan yang tertera di kotak itu. Jongsuk sedikit heran dengan inisial yang tertera di kotak ini. CK? Apakah paket ini dari Cho Kyuhyun?

 

Tak lama kemudianYoona berlari ke arah keduanya dengan ponsel yang menempel di telinganya. Menandakan bahwa dia sedang berbicara dengan seseorang di luar sana.

“Apakah ini paket untukku?”tanya Yoona. “Oppa, hadiah untukku yang berinisial CK?”tanya Yoona yang kini sedang sibuk dengan ponselnya. Sedangkan Jongsuk dan Jonghyun hanya memperhatikan Yoona. Terutama Jongsuk, dirinya diselimuti rasa penasaran yang begitu besar.

“Ne, paket kirimanku berarti sudah sampai tepat pada waktunya. Saengil Chukkae, Yoona-ya. Ku harap kau suka dengan hadiahku. Can’t wait to see you. Maaf aku tak bisa ada disana. Jika urusanku telah selesai aku pasti akan berkunjung kesana dan merayakan hari ulang tahunmu. Meskipun terlambat tapi aku janji, it’s worth it.”

            “Gwenchana, gomawo oppa.”balas Yoona lalu menutup sambungan teleponnya dan menggenggam ponselnya.

“Kalian bertiga disini rupanya.”ujar Sooyoung yang ternyata mencari Jongsuk, Jonghyun dan Yoona. “Paket apa itu, nona?”

“Ini dari Kyuhyun oppa.”balas Yoona.

Rasa penasaran dan seluruh pertanyaan Jongsuk pun terjawab. Dugaannya itu ada benarnya. CK untuk Cho Kyuhyun. Lagi-lagi dirinya dilanda api cemburu ketika Yoona begitu penasaran dengan apa yang ada di balik kotak itu.

Sooyoung meminta Yoona membuka kado dari namja yang berstatus sebagai calon suaminya itu. Yoona awalnya ragu, tapi akhirnya Yoona membuka paket yang berisi kado dari Cho Kyuhyun di depan ketiganya. Padahal jika Jongsuk bisa memilih, dia akan memilih untuk tak melihat apa isi kado itu. Dia tak siap merasa kalah. Dan sejujurnya, dia tak ingin kalah.

“Omona, cantik sekali!”puji Sooyoung dengan mata yang berbinar-binar ketika melihat isi dari kado itu.

“Wah, Tuan Cho romantis juga ya.”sambung Jonghyun.

Yoona tak bisa menahan rasa terkejutnya itu ketika melihat satu set perhiasan berlian dan permata yang begitu indah. Namun Yoona merasa ini terlalu berlebihan, meskipun tak bisa dipungkiri yeoja manapun pasti akan senang jika diberi satu set perhiasan yang indah dan mewah seperti ini.

“Begitu cantik, cocok dengan anda, nona.”ujar Jongsuk sambil menelan pil yang amat pahit. Tentu hadiahnya itu tak bisa dibandingkan dengan satu set perhiasan mahal pemberian Kyuhyun. Jongsuk semakin merasa bahwa hadiah yang telah dia siapkan jauh-jauh hari itu tak ada artinya.

“Nona, ayo kita siap-siap. Sebentar lagi pesta ulang tahun nona akan segera di mulai. Aku sangat tak sabar melihat nona memakai perhiasan itu.”ujar Sooyoung dengan begitu antusias. Padahal Yoona sendiri merasa tidak terlalu antusias dengan perayaan hari ulang tahunnya itu. Dia begitu mengharapkan kehadiran keluarganya sekarang.

Yoona mengikuti Sooyoung dengan langkah gontai. Jonghyun masuk kembali ke rumah untuk mempersiapkan kue dan mengajak Jongsuk untuk membantunya. Tapi, ponsel namja itu tiba-tiba berdering. Melihat nama kontak penelepon itu membuat Jongsuk terkejut lalu menyuruh Jonghyun menyiapkan kue sendiri selagi dirinya menerima telepon.

“Ne, samunim? Benarkah? Baik, saya akan mempersiapkan semuanya. Ne, saya mengerti.”

Jongsuk menyimpan ponselnya ke dalam saku dengan senyum yang berseri-seri. Telepon tadi adalah telepon dari Jung Mi Yeon atau Choi Samunim, begitulah mereka memanggilnya. Choi Samunim mengabarkan bahwa dia dan suaminya sedang dalam perjalanan menuju London.

Jongsuk segera berlari tak sabar menyampaikan berita bahagia ini pada Yoona. Sesampainya di kamar, Yoona belum juga bersiap-siap. Padahal acara sudah siap bahkan Yuri pun sudah datang. Yuri dan Sooyoung beberapa kali mencoba membujuk Yoona agar mau merayakan ulang tahun bersama tapi Yoona terlihat tak bergairah.

 

“Ayolah, Yoong. Sahabatmu yang sibuk ini sudah berkorban banyak untuk meluagkan waktu merayakan hari yang spesial ini. Bahkan sebelum Krys pergi dia menyempatkan diri untuk mempersiapkan acara ini. Kau tak kasihan pada kami? Bahkan Jongsuk, Jonghyun juga Sooyoung begitu kelelahan menyiapkan acara ini. Mereka hampir tak tidur, Yoong.”bujuk Yuri.

“Kalian saja yang berpesta. Rasanya aku tak berselera.”balas Yoona.

“Tapi, Yoong.”

“Nona? Anda belum siap juga?”tanya Jongsuk yang masuk setelah mengetuk pintu dan dipersilahkan masuk oleh Yoona.

“Aku tak berselera.”ujar Yoona. Tiba-tiba saja perasaannya menjadi tak karuan. Perasannya menjadi tak enak dan dia merasa cemas. Dia merasa bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi. Dirinya bahkan merasa hampa dan merasa setengah raganya menghilang. Hingga Yoona menjadi tak bergairah dan berselera.

“Nona, sekarang anda harus bersiap-siap. Choi Sajangnim dan Choi Samunim sedang dalam perjalanan kemari. Jadi, nona tak boleh bersedih lagi.”kata Jongsuk.

Yoona begitu terkejut mendengarnya. Terakhir kali Yoona menghubungi eommanya, eommanya bilang dia tak bisa datang untuk merayakan ulang tahunnya. Dan berita yang Jongsuk ucapkan itu mampu membuat senyum Yoona kembali merekah.

“Benarkah? Kau tak membohongiku kan?”tanya Yoona antusias.

Jongsuk mengangguk. “Bagaimana mungkin aku berani membohongi anda, nona. Tadi Choi Samunim sendiri yang memberitauku.”jawab Jongsuk.

“Baiklah kalau begitu. Aku siap-siap dulu.”kata Yoona lalu berlari mengambil gaun di lemari.

“Biar aku yang temani Yoona dan kalian persiapkan semuanya di bawah.”pinta Yuri.

 

Jongsuk dan Sooyoung mengikuti permintaan Yuri untuk meninggalkan kamar Yoona.

“Choi Sajangnim dan Choi Samunim akan kemari?”tanya Sooyoung tak percaya.

“Ne, mereka akan kemari.”

“Bagaimana bisa? Bukankah perusahaan yang ada di China sedang bermasalah?”tanya Sooyoung lagi.

“Aku sedikit membujuk Choi Samunim, dan sepertinya Choi Samunim mendengarkanku dan mengerti apa maksudku.”jawab Jongsuk.

“Omo, sepertinya kau rela melakukan apapun demi melihat Nona Choi tersenyum. Sampai-sampai kau berani membujuk Choi Samunim.”

“Tentu, aku berani melakukan apapun agar Yoona tersenyum.”balas Jongsuk yang ikut tersenyum membayangkan Yoona yang sedang tersenyum.

 

Tak lama kemudian, Yoona datang bersama Yuri disampingnya. Yoona menuruni anak-anak tangga itu dengan anggun dan senyuman indahnya itu membuat dirinya semakin cantik. Dengan balutan dress biru muda yang panjangnya selutut itu, Jongsuk semakin tak bisa berhenti untuk mengangguminya.

Ketika Yoona turun, semuanya menyanyikan lagu ulang tahun untuk Yoona. Yoona sambil tersenyum kini memejamkan matanya dan berdoa sebelum dia meniup lilin. Dia berharap agar dia bisa selalu bahagia seperti ini dan bisa selalu berkumpul dengan orang-orang yang dia cintai.

Namun sayang, sepertinya kali ini Tuhan tak mengabulkan permohonan Yoona.

 

Jongsuk

 

            “Ne, Jongsuk imnida. Mwo?”kataku yang tak percaya. Aku menyingkir dari orang-orang terutama Yoona agar dia tak sadar dan tak curiga. Namun, Sooyoung yang peka itu memperhatikanku bahkan membuntutiku. Dia bisa menduga ada yang tak beres disini.

“Minho-ya…”

Tolong, berita ini jangan sampai terdengar oleh Nona Choi. Jangan sampai Nona Choi mengetahui berita ini. Setidaknya, jangan hari ini. Choi Isanim berpesan untuk merahasiakan ini semua dari Yoona untuk sementara waktu. Jangan sampai dia tau berita ini dari orang lain, biar Choi Isanim yang memberitahu Nona Choi sendiri.”

            “Ne..”balasku. Telingaku mendengar seluruh ucapan Minho namun mata dan perhatianku tetap pada Yoona.

Aku memperhatikan Yoona yang meniup lilin dengan bahagianya. Bagaimana mungkin ini semua terjadi pada Yoona? Mengapa kejadian buruk seperti ini terjadi di hari yang spesial bagi Yoona? Aku benar-benar tak sanggup melihat Yoona menangis dan menanggung derita nantinya.

“Apa yang terjadi?”tanya Sooyoung yang ikut panik. Terutama ketika melihat ekspresi wajahku yang terlihat terpukul dan tak percaya. “Jongsuk-ah?”tanya Sooyoung menunggu jawabanku. “Lee Jongsuk!”pekiknya.

“Helikopter yang ditumpangi Choi Sajangnim dan Choi Samunim menabrak gunung dan mengalami kecelakaan.”jawabku pelan.

Sooyoung begitu terkejut mendengarnya. Matanya terbelalak dan mulutnya yang terbuka itu ditutupnya. “Kau bercanda?”

“Sooyoung-ah, Minho sendiri yang memberitahuku.”

“Lalu kapan kita akan memberitau yang mulia, Jongsuk-ah! Bagaimana ini?”ujar Sooyoung yang sama kalutnya denganku.

“Choi Isanim berpesan untuk merahasiakan semua ini dari nona. Jangan sampai nona tau. Aku sungguh tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika nona mendengar berita ini.”

 

“Eonni, Jongsuk-ssi apa yang kalian lakukan disana? Lihat, aku sudah memotong kue untuk kalian.”ucap Yoona.

Aku dan Sooyoung menghampiri Yoona dan menerima kue pemberiannya.

Sungguh, aku tak pernah bisa berhenti untuk tidak mengkhawatirkannya. Sedari tadi aku hanya bisa menatapnya dengan penuh kesedihan. Bagaimana jika dia tau? Aku tak bisa membayangkannya. Sungguh mengerikan.

 

“Bagaimana kalau sekarang kita membuka kado?”ujar Yuri.

Tanpa persetujuan Yoona, Yuri mengambil salah satu kado yaitu kado pemberiannya dan meminta Yoona untuk membukanya. Aku hampir lupa, kado yang telah ku siapkan masih ada di kolong tempat tidurku. Niatku untuk memberikan kado pada Yoona pun rasanya harus ku kubur dalam-dalam. Pertama, kadoku tentu jauh dan tak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan kado pemberian Kyuhyun yang mewah itu. Kedua, rasanya sangat tak pas memberikan kado disaat sesuatu yang buruk seperti ini terjadi.

Ketika mereka semua sibuk membuka kado, ponselku kembali berdering. Aku langsung menyingkir dan menerima telepon itu ketika tau yang meneleponku kali ini adalah Choi Siwon.

“Nona, kami bertiga ke belakang dulu sebentar.”ujar Sooyoung.

“Kalau begitu aku dan Yuri pergi ke kamar. Kami akan membuka kado di kamarku dan melanjutkan acaranya di kamarku. Bagaimana?”pinta Yoona.

“Baiklah, nona.”balas Sooyoung.

 

Yoona mengangguk lalu pergi bersama Yuri dengan membawa kado-kado yang dihadiahkan untuknya.

 

Jongsuk-ah..”panggil Choi Siwon dengan suaranya yang serak dan berat. Terdengar dari nadanya Choi Isanim mencoba untuk tegar dan tak menangis.

“Ne, isanim?”

Bagaimana keadaan Yoona? Dia baik-baik saja? Yoona belum mendengar kabar itu kan?”tanya Choi Isanim dengan parau.

“Belum, nona Yoona belum mendengar apa-apa isanim. Apa yang harus kami lakukan?”tanyaku.

“Bawa dia pulang ke Korea sekarang juga. Bilang padanya bahwa ada urusan mendadak. Jangan jawab jika dia bertanya macam-macam. Aku sendiri yang akan mengatakan semuanya pada Yoona ketika dia sudah tiba di Korea. Jangan sampai dia mengetahui semuanya sebelum dia sampai di Korea dan…”

 

Prang!!!!!!!!! Suara barang pecah belah yang pecah tiba-tiba terdengar ditelingaku. Aku, Jonghyun, dan Sooyoung kaget mendengarnya. Suara itu berasal dari kamar Yoona. Choi Isanim yang mendengar suara itu lewat telepon genggam langsung menghentikan kata-katanya.

“Eomma!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Appa!!!!!!!!!”teriak Yoona sekencang-kencangnya.

Aku langsung membanting telepon genggam yang sedang ku pegang. Segera aku berlari menghampiri Yoona. Pikiranku benar-benar kalut. Membayangkan Yoona terpukul membuatku ikut terpukul.

 

“Yoboeseo? Jongsuk-ah? Jongsuk-ah? Lee Jongsuk!!!”teriak Siwon. Jonghyun pun langsung meraih telepon genggam itu.

“Isanim, Jonghyun imnida.”

 

Aku langsung membuka pintu kamar Yoona. Dia sedang berdiri mematung dihadapan televisi yang sedang menayangkan sebuah berita. Berita kecelakaan pesawat yang dialami kedua orang tuanya. Ku lihat pecahan gelas berserakan di lantai. Mata Yoona menatap lurus ke arah layar televisi. Tangannya bergetar. Yuri yang sedang ada disamping Yoona pun menatap layar televisi itu dengan tatapan tak percaya.

“Nona!!!”teriak Sooyoung khawatir.

“Andwae, andwae, andwae!!!!!!!!!!!”teriaknya. “Ini semua bohong kan? Kalian semua hanya mengerjaiku kan?”tanya Yoona sambil menitikkan air mata.

“Yoong..”panggil Yuri lirih sambil mengusap pundak Yoona.

“Katakan, kalian semua hanya mengerjaiku kan?”tanya Yoona lagi. “Jongsuk-ssi, kau bilang eomma dan appa sedang dalam perjalanan kemari. Dimana mereka? Aku ingin menghubungi mereka sekarang.”kata Yoona yang benar-benar panik. Yoona benar-benar tak percaya dan tak bisa menerima kenyataan.

“Jongsuk-ssi!! Jawab aku!”teriak Yoona yang kini menghampiriku. Aku tetap diam, aku tak tau harus menjawab apa. “Andwae!!!!!!!!!!!!!!!!!!”teriak Yoona semakin menjadi-jadi.

Tak lama dari itu, Yoona pingsan. Untung saja aku masih cekatan untuk menahan tubuhnya agar tak terjatuh. Aku pun menggendong Yoona dan membaringkannya di tempat tidur.

“Ya Tuhan, bagaimana bisa Yoona mengalami hal seberat ini? Padahal ini hari ulang tahunnya.”ujar Yuri yang tak kuasa menahan tangis menatap Yoona tumbang seperti ini.

 

 

Apa yang terjadi pada Yoona?!!!”Tanya Siwon yang begitu khawatir. Mungkin dia mendengar suara gelas pecah dan teriakan adiknya.

“Nona Choi, telah mengetahuinya, isanim.”ujar Jonghyun lirih.

 

“Sebenarnya apa yang terjadi?”tanyaku pada Yuri.

“Saat kami baru masuk ke kamar, tiba-tiba Yoona mendapat telepon dari Krys. Tak lama kemudian, senyum Yoona menjadi surut. Ketika aku bertanya kenapa Yoona tak menjawab satupun pertanyaanku. Yoona menyalakan televisi dan berita itu..Yoona melihat berita tentang kecelakaan yang dialami kedua orang tuanya.”jelas Yuri.

“Krystal? Nona Krystal yang memberitau Nona Yoona?”tanya Sooyoung tak percaya.

“Sepertinya begitu.”jawab Yuri lagi.

 

“Jonghyun, siapkan tiket penerbangan ke Korea tercepat untuk kita bertiga.”perintah Jongsuk.

“Kalian akan ke Korea?”tanya Yuri.

Jongsuk mengangguk. “Choi Isanim menyuruh kami pulang ke Korea secepatnya. Lagipula, pemakaman akan segera dilakukan dan Nona Yoona harus hadir di acara pemakaman.”

“Kalau begitu, aku lebih baik pulang. Sampaikan rasa bela sungkawa ku untuk Tuan dan Nyona Choi. Aku dan keluargaku akan menyempatkan untuk hadir di acara pemakamannya nanti.”ujar Yuri.

 

Dua jam sudah Yoona tak sadarkan diri. Jonghyun sedang mempersiapkan tiket serta pasport kami sedangkan Sooyoung sedang mengemarsi seluruh barang-barangnya dan barang-barang Yoona. Dan aku? Aku masih duduk disamping Yoona dan terus menjaga yeoja itu sampai ia siuman.

Akhirnya, mata Yoona perlahan terbuka. “Eomma…appa…”panggilnya pelan.

Sooyoung yang mendengar suara Yoona dan tau dia sudah siuman langsung menghentikan kegiatannya dan menghampiri Yoona.

“Nona, gwenchana?”tanya Sooyoung khawatir. Kemudian Sooyoung memberikan isyarat padaku agar meninggalkan mereka berdua. Mungkin Sooyoung ingin mencoba membuat Yoona tenang.

Aku mengikuti isyarat yang diberikan Sooyoung lalu berdiri di balik pintu kamar Yoona. Mendengar semua yang mereka bicarakan dan berjaga-jaga jika ada sesuatu yang terjadi.

“Eonni, eomma dan appa baik-baik saja kan?”tanya Yoona parau.

“Nona, kau harus tabah.”balas Sooyoung sambil mengelus kepala Yoona dengan lembut.

“Eomma tak mungkin pergi, appa tak mungkin pergi. Mereka tak  mungkin tega meninggalkanku seperti ini. Ini semua bohong!!!!”teriak Yoona lagi.

“Nona harus tenang sekarang.”ujar Sooyoung dengan nada terisak.

“Aku mau eomma! Aku mau appa!”Yoona terdengar memberontak membuatku ingin sekali masuk dan menenangkannya.

“Lepaskan aku eonni! Lepaskan aku!!!”teriak Yoona sambil menangis.

Tak lama kemudian Yoona membuka pintu lalu berlari entah kemana. Aku mengejarnya, terus mengejarnya. Ketika jarak diantara kami semakin dekat, aku menarik tangannya dan menarik Yoona ke dalam pelukanku.

Sungguh, entah apa yang mendorongku saat ini sampai aku berani memeluk Yoona. Jika keluarga Choi melihat kejadian ini, aku yakin detik ini juga aku akan dipecat terlebih dihukum mati. Tapi aku tak perduli. Apapun aku lakukan asal Yoona bisa tenang.

Awalnya dia menangis dan memberontak berteriak meneriakkan kedua orang tuanya. Hingga akhirnya Yoona merasa lelah dan dia tak memberontak lagi dalam pelukannku. Dia menangis sejadi-jadinya. Aku bisa merasakan rasa sakit yang dia alami sekarang. Rasa pedih yang dia rasakan.

Jonghyun dan Sooyoung hanya melihat kejadian ini dengan tatapan nanar. Jonghyun berniat menghampiriku, tapi Sooyoung mencegahnya memberikan ruang bagiku dan Yoona.

Selama beberapa menit Yoona terus menangis. Hanya menangis dan dia tak berbicara satu katapun.

“Menangislah, terus menangislah. Sampai air matamu habis, sampai semua rasa pedih itu hilang. Aku akan terus menjadi tempat bagimu untuk bersandar, nona..”ungkapku.

“Hyung, semua tiket pasport dan barang-barang nona sudah siap.”lapor Jonghyun.

“Nona, kita pulang ke Korea sekarang.”ujarku sambil menghapus air matanya.

 

Kami terbang ke Korea malam ini juga. Sepanjang perjalanan, Yoona hanya diam. Dia tak menangis lagi. Tapi dia diam. Aku, Jonghyun dan Sooyoung selalu mencoba menghiburnya, mengajak dia bicara, tapi Yoona erus diam. Bahkan ketika kami sampai di kediaman Choi pun Yoona masih diam.

 

Author POV

 

            Kejadian ini benar-benar membuat Yoona terpukul. Sebanyak apapun air mata yang terkuras, sekencang apapun teriakkan yang nona keluarkan untuk memanggil nama kedua orang tuanya hingga suaranya sampai serak sekalipun tak mampu mengembalikan kedua orang tuanya. Hingga Yoona pun lelah untuk mengeluarkan air mata. Hingga air mata yeoja itu terasa kering dan tak bisa keluar lagi. Semuanya telah terjadi dan tak dapat kembali lagi.

Padahal hari ini adalah hari ulang tahunnya. Hari yang amat spesial bagi Yoona yang hanya ada sekali dalam satu tahun. Tapi kali ini, hari spesialnya itu berubah menjadi hari yang paling buruk semasa hidupnya. Hari yang seharusnya menjadi hari bahagia itu berubah menjadi hari terkelam.

Yoona benar-benar tak menyangka, kedua orang tuanya tega meninggalkannya seperti ini.

Yoona tak bisa melupakan saat-saat itu. Detik-detik ketika Yoona mendengar kabar yang menghancurkan hidupnya seketika.

Saat itu Yoona hendak pergi ke kamarnya dengan Yuri untuk  membuka kado bersama. Tiba-tiba ponsel Yoona berdering. Nama Krystal yang tertera di ponsel Yoona itu. Dari sebrang sana, Krystal terisak dan terdengar seperti orang yang sedang panik dan kalut.

Krystal menanyakan keadaan Yoona dan meminta yeoja itu untuk tabah. Jelas Yoona tak mengerti apa maksud Krystal. Hingga akhirnya Krystal mengucapkan bela sungkawa atas kematian kedua orang tua Yoona. Yoona lagi-lagi tak mengerti akan perkataan Krystal dan tak percaya. Krystal pun berkata bahwa yeoja itu melihat berita tentang kecelakaan orang tua Yoona. Dan benar saja, ketika Yoona melihat berita di televisi, berita itu berisi tentang kecelakaan yang dialami kedua orang tuanya.

Jongsuk merasa seperti orang bodoh. Bagaimana bisa dia membiarkan Yoona mengetahui kabar buruk itu? Dia juga tak habis pikir dengan Krystal. Bisa-bisanya dia mengucapkan bela sungkawa dan memberitahu Yoona tentang kecelakaan naas itu? Tapi, Jongsuk juga tak bisa sepenuhnya menyalahkan Krystal. Mungkin sahabat Yoona itu panik dan ingin memastikan bahwa Yoona baik-baik saja. Krystal jelas tak tau bahwa orang-orang disekitar Yoona merahasiakan berita kecelakaan itu dan tak membiarkan nona besar Choi itu tau.

Kediaman Choi kini ramai oleh para pelayat. Banyak rekan-rekan bisnis maupun kerabat dekat Choi Tae Seok dan Jung Mi Yeon yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir mereka.

Ketika Yoona datang pun rumahnya penuh dengan orang-orang berbaju hitam. Rasanya Yoona tak percaya. Yoona benar-benar tak percaya. Rumah yang menjadi tempat paling hangat baginya itu kini terasa dingin.

“Na-ya!”teriak Siwon ketika melihat adiknya turun dari mobil dan hendak masuk ke dalam kediaman Choi.

“Yoona-ya!!!”teriak Min Jung, nenek Yoona.

Siwon yang melihat mata adiknya begitu bengkak, wajahnya yang begitu kusut, tak ada senyum lagi yang terpancar dari adiknya membuat dirinya semakin terpukul. Namja itu langsung memeluk adiknya. Membiarkan Yoona menangis dalam pelukannya.

Yoona pun terisak. Siwon mengelus kepala adiknya itu sambil mencoba untuk tegar. Adiknya sedang rapuh seperti ini, maka dia tak boleh ikut rapuh. Siwon harus tegar dan membuat adiknya tegar juga. Karena perang yang sesungguhnya baru akan segera dimulai.

“Nona, ayo kita ke kamar dulu  untuk ganti baju. Acara pemakaman akan segera dimulai.”ajak Sooyoung.

Sooyoung menuntun Yoona ke kamarnya. Yoona hanya diam dan pasrah. Dia tak melakukan perlawanan apapun. Yoona hanya terdiam. Memandangi seluruh sudut ruangan rumahnya. Air matanya kembali menetes ketika dia melihat foto keluarga yang terpampang di ruang keluarga. Kini semuanya tak sama lagi, eomma dan appa nya telah pergi.

“Biar aku membantu anda berganti baju, nona.”ujar Sooyoung lagi. Yoona hanya diam dan pasrah dengan semua yang Sooyoung ucap dan lakukan padanya. Dia memakaikan baju berwarna hitam. Baju yang digunakan ketika ada yang meninggal. Tak lupa Sooyoung menyisir rambut Yoona, merapikan rambut Yoona dan memoles sedikit wajah Yoona. Tapi tetap saja, senyum yang selalu membuat Yoona terlihat cantik dan menawan itu tak ada. Membuat kecantikan Yoona menjadi sedikit berkurang. Karena senyum indah itu tak akan tergantikan dengan make up setebal apapun.

“Nona, ayo. Nona harus memberi penghormatan terakhir untuk Choi Sajangnim dan Choi Samunim.”ajaknya.

Yoona dengan Sooyoung dan Jongsuk dibelakangnya, berjalan menuju tempat itu. Dimana semua orang menangis, melihat jasad Choi Tae Seok dan Jung Mi Yeon dibakar. Yoona berjalan dengan tatapan lurus. Semua mata pun kini tertuju padanya. Seluruh karyawam Kangsan Group, para pemegang saham, rekan bisnis kedua orang tuanya, hingga seluruh orang-orang yang hadir. Mereka itu terpukul melihat Yoona yang berjalan bagai raga tak bernyawa.

“Yoona..”panggil Tiffany ketika melihat kehadiran Yoona.

“Andwae!!! Andwae!!!”teriak Yoona kemudian berlari ke tempat dimana jasad eomma dan appa-nya sedang dibakar. “Appa dan eomma masih hidup, itu bukan jasad mereka. Bukan!”teriak Yoona histeris.

“Nona!”teriak Sooyoung. Dia bersama Jongsuk berusaha mengejar Yoona dan menenangkan Yoona. Namun Jongsuk tak bisa melakukan apa-apa, di dekat Yoona sudah ada Kyuhyun yang lebih berhak untuk menenangkan Yoona daripada dirinya.

Para penjaga mencegah Yoona untuk mendekati tempat dimana jasad kedua orang tuanya dibakar.

“Lepaskan aku! Jangan bakar eomma dan appa. Jangan bakar mereka! Mereka belum mati!!!”berontaknya lagi sambil terisak.

“Yoona! Jangan seperti ini.”ujar Tiffany yang ikut menenangkan Yoona.

Kyuhyun pun menghampiri Yoona dan memeluk yeoja itu. Membiarkan Yoona terisak di pundaknya, menangis sejadi-jadinya. Membiarkan beban yang dirasakan oleh Yoona mengalir padanya. Kyuhyun semakin terluka melihat Yoona menderita seperti ini. Rasanya jika dia bisa, dia ingin menggantikan posisi Yoona. Dia ingin menanggung seluruh penderitaan yang Yoona rasakan dan membuat yeoja itu tersenyum kembali.

“Yoona-ya, jangan menangis lagi. Kau harus kuat, ada aku disini. Limpahkan seluruh penderitaanmu padaku. Aku tak bisa melihatmu seperti ini.”ujar Kyuhyun sambil mengelus kepala Yoona.

“Oppa, eomma dan appa belum meninggal.”isak Yoona yang tak menerima kenyataan.

Min Jung kemudian datang menghampiri Yoona  dan mengusap kepala cucu perempuannya itu. “Yoona yang halmoni kenal adalah Yoona yang kuat. Yoona yang tak pernah menangis.”

“Aku mau pergi! Aku mau menyusul eomma dan appa!”teriak Yoona lagi.

Semua orang memandang peristiwa sambil menitikkan air matanya. Mereka tak bisa menahan melihat peristiwa yang memilukan itu. Yoona yang begitu terpukul, serta Siwon yang berusaha untuk tegar karena dialah satu-satunya anak lelaki di keluarga Choi dan dialah anak lelaki yang tertua. Tentu dia harus bersikap tegar dihadapan semua orang, terutama adiknya.

Tiba-tiba, Yoona merasa dirinya lemas. Kepalanya begitu berat dan pandangannya mulai kabur. Hingga akhirnya Yoona terjatuh dan tak sadarkan diri.

 

***

 

 

Acara pemakaman pun selesai. Keluarga Choi kembali ke kediamannya dan Yoona masih belum siuman.

“Bawa Yoona ke kamarnya.”perintah Siwon.

“Ne, Isanim.”balas Jongsuk. Jongsuk menggendong Yoona hingga ke kamarnya.

“Isanim, ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda.”ujar Minho.

“Nugu?”

“Tuan Tae Hyun.”jawab Minho pelan.

“Mau apa namja itu datang kemari?!!!”tanya Seung Jae yang emosinya seketika naik ketika mendengar nama itu disebut.

Belum juga dipersilahkan masuk, namja itu dengan santainya masuk ke kediaman Choi. Matanya menyapu seluruh sudut ruangan kediaman Choi. Entah sudah berapa lama kakinya tak memijak ubin-ubin yang mewah namun terasa dingin itu. Entah berapa lama dirinya tak menghirup aroma rumah mewah yang menyegarkan namun memuakkan itu. Bagaimanapun juga, dulu kediaman ini menjadi istana baginya.

“Apa yang kau lakukan disini? Kau ingin tertawa?  Kau merasa puas sekarang?!!”teriak Seung Jae yang semakin menjadi-jadi.

“Aku kemari hanya ingin menyampaikan bela sungkawa yang sebesar-besarnya, tentu aku merasa terpukul mendengar kematian Choi Sajangnim dan Choi Samunim yang terhormat itu.”balas Tae Hyun yang berlagak pritahin namun dalam hatinya dia tersenyum dan merasa kemenangan ada di hadapannya. “Bukankah begitu, Choi Isanim? Atau sekarang menjadi Choi Sajangnim?”lanjutnya sambil menatap Siwon dengan tatapan liciknya.

“Pergi dari sini sekarang juga!”teriak Seung Jae.

“Yeobo!”ucap Min Jung mencegah suaminya itu agar tidak terlalu emosi. Dia takut penyakit jantung yang diderita suaminya kambuh begitu saja.

“Jaga emosi anda heojangnim, bagaimana jika penyakit jantung anda kumat?”ungkap Tae Hyun sambil tersenyum. Senyum yang membuat Seung Jae semakin emosi. Tae Hyun pun mengedarkan pandangannya seolah mencari sesuatu. “Dimana Yoona? Ku lihat yeoja kecil itu begitu terpukul dan rapuh. Haruskan aku menghiburnya?”tawar Tae Hyun.

“Choi Tae Hyun!”pekik Seung Jae yang intotasinya semakin meninggi dan tak lama dia memegang jantungnya yang terasa sakit.

“Yeobo!”ungkap Min Jung yang panik melihat suaminya memegang jantunnya dan kesakitan seperti itu. “Sekretaris Lee, bantu aku membawa heojangnim ke kamar dan panggilkan dokter. Tae Hyun-ah, lebih baik kau pergi, kehadiranmu selalu membawa dampak buruk bagi keluarga ini.”lanjut Min Jung lalu meninggalkan Siwon dan Tae Hyun.

“Jangan pernah sekali-kali paman berani menyentuh Yoona. Aku tak akan tinggal diam jika itu terjadi.”ancam Siwon dengan geram sampai-sampai ia mengepal tangannya kuat-kuat.

Tae Hyun hanya tersenyum  meremehkan mendengar perkataan Siwon.

Siwon pun mendekat ke arah Tae Hyun dan berbisik padanya. “Paman tunggu saja, aku akan menyelediki kasus kematian orang tuaku. Aku bersumpah, jika kematian kedua orang tuaku ini ada sangkut pautnya dengan paman, aku tak akan membiarkan paman bernafas dengan lega. Nikmatilah hidup ini paman, selagi paman bisa. Sebelum aku menyeret paman ke nereka.”

 

“Minho-ya, usir namja ini keluar dari rumah ini dan jangan biarkan kakinya menginjak rumah ini lagi.”perintah Siwon lalu pergi ke ruangannya dengar gusar.

 

Siwon masuk ke dalam ruang kerjanya. Dia membanting apapun yang ada dihadapannya hingga meja kerjanya itu berantakkan. Dia yakin, sangat yakin kematian kedua orang tuanya itu ada sangkut pautnya dengan Tae Hyun, pamannya sendiri.

“Chagiya..”panggil Tiffany yang langsung masuk ke ruangan kerja suaminya itu ketika mendengar suara pecahan dan suara gemuruh lainnya. “Apa yang terjadi?”

Siwon mengacak-ngacak rambutnya karena dia begitu frustasi. Beban yang dipikulnya kali ini begitu berat. Dirinya merasa terpukul akan kematian kedua orang tuanya, keadaan perusahaan yang semakin tak stabil dan harga-harga saham menjadi menurun drastis.  Penyakit jantung kakeknya itu bisa kapan saja menyerang sehingga tak mungkin dia meminta kakeknya untuk kembali aktif di perusahaan, belum lagi Tae Hyun yang bisa saja menyerang keluarganya itu kapan saja, terlebih Yoona, Yoona yang begitu terpukul dan Siwon tak bisa membayangkan bagaimana adiknya itu menjalani hari-harinya sekarang.

“Isanim.”panggil Minho sambil mengetuk pintu ruang kerja Siwon.

“Masuk.”balas Siwon.

Setelah dipersilahkan masuk, Minho, Jongsuk,serta Sekretaris Lee menghadapnya.

“Sekretaris Lee, bagaimana keadaan perusahaan sekarang?”tanya Siwon.

“Harga saham terus menurun. Para pemegang saham juga menjadi tak tenang dan mendesak untuk mengadakan rapat pemegang saham. Bagaimanapun juga, posisi Sajangnim kini kosong dan harus ada yang mengisnya.”jawab Sekretaris Lee selaku asisten pribadi mendiang Choi Tae Seok.

“Anda harus mengadakan rapat pemegang saham secepatnya untuk menentukan posisi Presiden Direktur. Bagaimanapun juga anda harus meyakinkan para pemegang saham untuk menyetujui anda menggantikan posisi mendiang Choi Sajangnim.”ungkap Minho.

“Apa yang dikatakan Minho benar. Harus segera dilakukan rapat pemegang saham untuk menyusun posisi-posisi yang baru di perusahaan agar perusahaan bisa kembali stabil dan para pemegang saham bisa kembali tenang.”tambah Sekretaris Lee.

Siwon memijat-mijat pelipis kepalanya yang terasa pusing itu. dia benar-benar bingung harus melakukan apa.

“Dan bagaimana dengan Yoona?”tanya Tiffany.”

“Bagaimana keadaan Yoona sekarang?”tanya Siwon.

“Nona masih tertidur, beliau belum siuman.”jawab Jongsuk.

“Mungkin Nona Choi bisa menggantikan posisi anda sebagai direktur sedangkan anda menduduki posisi Presiden Direktur.”usul Minho.

“Tapi isanim, keadaan Nona Choi sedang tak memungkinkan. Dia begitu tertekan, masuk ke perusahaan dengan keadaan seperti ini akan membuat Nona semakin tertekan.”kata Jongsuk yang akhirnya angkat bicara.

“Chagi, Yoona sedang dalam keadaan rapuh seperti ini. Bagaimana mungkin Yoona masuk ke perusahaan dengan keadaan seperti ini? Lebih baik Yoona kembali ke Inggris agar bisa melupakan semuanya.”ucap Tiffany yang tak setuju.

“Fany-ah, aku tak ingin Yoona jauh dari pandanganku untuk sekarang ini. Aku ingin menjaganya. Aku hanya tak ingin kehilangannya. Kau tau? Setelah ini pasti banyak yang akan terjadi lagi.”bantah Siwon. “Dan inilah tugas barumu, Jongsuk,  membantu Yoona di perusahaan. Aku tau, kau sangat pintar. Dengan adanya kau dan Minho, aku yakin Yoona akan cepat belajar dan mampu beradaptasi dengan cepat.”

Tiffany membuang nafasnya dengan berat “Lalu? Kau akan membiarkan Yoona ikut menghadapi semua ini bersamamu? Kau membawa dia ke dalam dunia perang yang sesungguhnya? Membuat dia terlibat? Begitu maksudmu? Sama aja kau mengancam nyawa Yoona.”Tanya Tiffany sedikit emosi.

“Aku tak punya pilihan lain. Lebih bahaya jika Yoona tidak ada dalam jangkauan ku. Dia bisa menyakiti bahkan menghabisi Yoona kapanpun dia mau. Dan aku tak ingin itu semua terjadi. Aku sependapat, dengan adanya Yoona di perusahaan tentu mampu memperkuat posisi keluarga Choi di Kangsan Group.  Karena aku tau, seseorang diluar sana akan merebut Kangsan Group.”jelas Siwon.

“Yang terpenting sekarang adalah membantu Isanim dan Nona Choi untuk menjadi penerus pemimpin Kangsan Group, dan menghadapi rapat pemegang saham besok.”ungkap Minho.

 

Kematian Seung Jae dan Mi Yeon ini hanyalah permulaan. Masih banyak kejutan dan banyak peristiwa yang tak terduga akan menimpa keluarga Choi. Sudah seharusnya mereka semua berhati-hati. Karena ini belum seberapa. Akan ada orang yang berusaha merebut semua yang mereka miliki. Bahkan, nyawa mereka pun sebenarnya kini terancam.

Dan baginya, ini merupakan awal yang baik. Satu rencananya telah berhasil dengan mulus dan dia yakin rencana-rencana yang berikutnya pun akan tetap berjalan dengan mulus. Dia sudah muak, melihat mereka tertawa diatas penderitaannya. Dia sudah muak diperlakukan tidak adil dan ditendang begitu saja. Dia akan terus membuat mereka membayar semua yang telah mereka perbuat padanya. Hingga akhirnya mereka akan merasakan apa yang selama ini dia rasakan, penderitaan yang tak pernah berujung. Hingga akhirnya keluarga yang bahagia itu akan hancur porak poranda. Hingga akhirnya, dia bisa merebut apa yang seharusnya telah menjadi miliknya sejak dulu.

Bersiaplah, because revenge is not always sweet and don’t forget to keep you friend closer and your enemie closer. Karena sebenarnya, orang yang ada didekatmu lebih mudah dan lebih berpotensi untuk menusukmu dari belakang.

 

TBC

 

Hai haiiii. Gimana nih? Rame nggak ceritanya? Hehehe. Maaf ya kalau ceritanya nggak memuaskan. Semoga para readers suka sama ceritaku yang gak jelas ini hehe. Maklum masih amatir hehehe. Maaf juga kalau ada typo terus ada bahasa korea yang salah. Kalau masih ada yang nggak ngerti maaf. Mungkin masih pada bertanya-tanya siapa sih orang dalem yang berniat buat bales dendam sama keluarga Choi? Tenang aja, aku bakal ngungkap berbagai rahasia dan misteri perlahan-lahan hehehe.  Jangan lupa RCL yaaaa. Komen yang positif dan kritik yang membangun dari kalian sangat berarti buat aku. Thankssss

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

39 thoughts on “Revenge (Chapter 2)

  1. sebenarnya keluarga yoona itu kenapa sih? kok nyembunyiian rahasia dari yoona?
    OK mungkin yoonas aset yang berharga, tapi ia juga harus tau dong masalah yang terjadi di keluarganya

  2. Iyyaa niih penasaraan bgt siapa sbnernya musuh yg jd org dlm dn kepercayaan kel.choi…
    Jongsuk,kyu,jonghyun,minho,sooyoung..pasti salah satu dri mreka… Tapi siapa??kn org kepercayaannya cm jongsuk dn minho yg asistent pribadi yoona dn siwon,,apkh sooyoung?? Ahhh gag tau deehh..
    Pokoknya di tunggu saeng kelanjutannya…

  3. ksian bgt yoona pas hari ultahnya kedua ortunya ninggal….smua sangat menyayangi yoona…knp perusahan bsa g stabil??siapa sbnrnya orng itu knp dia pny demdan bsr bgt di keluarga choi??kok yoona bsa g tau ap2 tntng mslh itu??happy endingny ma siap kyu atau jongsuk

  4. Ya ampunnn sediiih bgt pas orgtuanya meninggal ..
    Tpi moment kyunanya sdkt ..
    Won oppa teteup mau mskin yoona k perusahaan ??
    Tpi aq msh bingung sma choi tae hyun dia siapa sih sebenernya …

  5. ADuuuh, sedih yah bcanya… yoon eonni khilngan ortu nya.. ada yg dendam dan byk yg nyayangin yoon eonni.. smoga byk yg jgain.. dan msh teka-teki siapa yg mau bls dendam ituh?.. next. Fighting..

  6. FF ini benar2 penuh dg mysteri…..
    Apa sebenarnya masalah keluarga Choi???
    Dan kenapa semua masalah harus disembunyikan dari Yoona??? Dan sepertinya Yoona juga yg diincar…
    Dan siapa sebenarnya orang dalam yg ingin menghancurkan keluarga Choi…
    Makin bikin penasaran…
    Ditunggu next partnya Thor…
    Keep writing and FIGHTING!!!

  7. Huaaaah nangis baca nya,,,,
    Yoong sangat terpukul bnget di hari ulang tahun nya dia harus kehilangan orang tua nya,,terus sebenar nya taehyun paman. Nya siwon kenapa dia tega melakukan itu,makin penasaran next thor

  8. AAA sebenernya siapa sih yang jahat?? Selain si taehyun. Katanya orang kepercayaannya siapa ya kira kira? AAA yoona kasian banget hidupnya gak tega dan Siwon baik sekali selalu menjaga adiknya. Next chap aku tunggu semoga jongsuk trs sama yoona yaa gatau kenapa feel sama kayunya gak ada lebih ke jongsuk huhuhu kira kira siapa yg nusuk yoona dari belakang yaa? AAA gasabar next chap nyaa

  9. Kenapa tae hyun bgtu benci sama keluarga yoona??
    Rahasia apa yg yoona ga boleh tw??
    Msih bnyak rahasia2 yg blm terbongkar

    Mw nya kyuna happy ending
    Jong suk sma yg lain ajja

    D’tggu part slnjutnya chingu

  10. Jgn2 ortunya yoona sampe kecelakaan itu rencana jahatnya tae hyun lg.. sbnrnya dia siapa?klo pamannya yoona knp bisa sampe dendam kesumat gtu? Kasian yoong pas hri bahagia hrus nerima kenyataan pahit.. jd dsni main cast cwonya si jongsuk ya? Jd curiga deh klo yg diem2 jahat itu si kyuhyun… ga sabar nunggu klnjutannya..

  11. makin seru aja nih critanya…
    kasian banget yoona ditinggal ortunya
    sbnrnya knapa sih koq balas dendam..masalahnya apa
    gmna ntar si yoona klo tau dia jga terancam
    udah ga sabar nunggu lanjutanya bikin penasaran aja

  12. Waduhhh penghianat keluarga choi jd siapaa yaaa.. jd penasaran..
    Bukannya umur yoona udh 20 th udah layak dong dy tau yg sebenernya.

  13. sebenernya rahasia apa yg disembunyikan keluarga choi? mengapa yoona oenni yang jadi target?…
    penasara siapa orang dalam yang berkhianat…

  14. Ceritanya sediihh.. Tpi belum baca part 1’nya.. Smoga yoona endingnya sama jong suk yah thor.. Kan jarang ada couple itum. Thor klo menurut aku kata ‘yeoja’ bakalan lebih enak didenger klo diganti kata ‘gadis’ deh.. Trus klo bisa tokohnya sgini aja jngn ditambah”.. Yuri sma krystal jg berharap ttep terlibat trus.. Semangat yah thor.. Ditunggu next chapternya..

  15. Masih banyak teka teki yang belum terungkap disini, tentang pengkhianatan orang terdekat dikeluarga choi, siapa sebenernya musuh dalam selimut yang sesungguhnya..
    Sungguh penasaran bgt.

  16. belum ketauan siapa musuhnya..
    kyuna moment dikit banget thor ..
    banyak jongsuknya..
    fighting author .. masih berharap endnya kyuna🙂

  17. Masih belum jelas masalah kluarga choi..kasian Yoonie..masih penasaran sama org terdekat yg menusuk dari belakang.. Siapa ya kira2😀

  18. Air mata ku rasanya gak mau brhenti . .
    Feelnya dapet bgt,sedih bcanya
    smoga next chap yo0ngNie udah bisa nerima keadaan n bnyakin momentnya KyuNaSuk unN😉

  19. Pnsran spa musuh yg dket dikeluarga choi..
    Kshn yoona ma siwon hrus nanggung ni smwa..
    Jhat bgt sh pamannya bls dendam gto ma kluarga choi pnsran kpa jd dendam gto

  20. Penasaran bngt siapa musuh keluarga choi..
    Fell nya yaampun ngena bnget!
    Plisss banyakin moment kyuna😭😭😭😭

  21. Haduh, kok kebali bacanya ya? Dari 3 ke dua baru ke 1…. ampun….. jadi makin penasaran thor ….. jebaaaaallll kyuna thor. Gak rela yoona dengan jongsuk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s