Destiny (chapter 7 last chapter)

img1440355563329

Destiny

Chapter 7

By : Park Hee Young
PG-15
Romance, Sad
Main Cast : Im Yoon Ah, Cho Kyuhyun, Lee Donghae
Support Cast :  Choi Minho, Seohyun, Choi Sulli, Kwon Yuri, Yesung, etc.

 

Author POV

“Apa itu yang kau sebut bahwa kau tak berarti dalam hidupku? Kau sangat berarti, Kyu. Kau terlalu berarti bagiku. Kau pergi dan meninggalkan luka yang sangat dalam. Yang tersisa hanyalah luka. Bertahun-tahun aku mencoba untuk melupakanmu namun aku tak bisa. Sekalipun Siwon oppa ada disisiku tapi tetap, tak ada yang bisa menggantikan posisimu. Aku baru sadar ketika aku kehilangan Siwon oppa. Rasa sakit yang kurasakan tak seberapa ketika aku kehilanganmu.”

            “Mianhae..”

              “Hatiku bagai ditusuk-tusuk oleh ribuan belati. Karena kecelakaan naas itu nyawa kedua orang tuaku harus terenggut. Dan ketika aku siuman akibat kecelakaan itu, namja yang ku harapkan ada untuk menghapus semua lukaku malah pergi dan menaburkan luka dihatiku dengan garam. Apa salahku padamu, Kyuhyun-ah? Hingga kau dengan teganya meninggalkanku? Meninggalkanku yang sedang terluka dan membutuhkanmu.?”isakku.“Kau tau? Selama bertahun-tahun aku menunggu kabar darimu. Aku menunggu kehadiranmu. Namun kau tak kunjung datang. Mungkin kau sudah melupakanku. Kau sudah memiliki hidup yang baru. Tak ada gunanya lagi aku menunggumu. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk menutup hatiku untukmu.”

 

            “Na-ya. Yoona-ya..”panggil seseorang yang mengetuk pintu ruangan kerjanya. Dari suaranya dia bisa menebak orang itu adalah Donghae. Terlebih hanya dia satu-satunya namja yang memanggilnya dengan panggilan seperti itu.

“Masuk, oppa.”balas Yoona sambil menyeka wajahnya. Berusaha mengusir seluruh bayangan tentang Kyuhyun dari otaknya. Kejadian di rumahnya beberapa hari yang lalu membuat dia gila.

Meskipun sudah dipersilahkan masuk, Donghae tak kunjung membuka pintu ruangannya. Yoona yang bingung akhirnya bangkit lalu membuka pintu ruangannya itu. Berapa terkejutnya dia ketika melihat apa yang ada dihadapannya.

“Oppa…”ungkap Yoona tak percaya.

Dihadapannya, Donghae membawa sebuket bunga mawar merah yang sangat indah. Yeoja manapun pasti akan tersentuh dengan apa yang Donghae lakukan. Begitupun juga Yoona. Hingga akhirnya dia teringat akan bunga matahari yang Kyuhyun berikan padanya.

Yoona tau, di hari dimana Siwon memberikan bunga lilly padanya, Kyuhyun menyiapkan bunga matahari untuknya. Tapi, Kyuhyun yang melihat Yoona begitu senang dengan hadiah pemberian Siwon, memutuskan untuk menyimpan bunga itu untuk dirinya sendiri. Yoona merasa dirinya bodoh. Andai dia tak pura-pura menyukai hadiah pemberian Siwon, mungkin Kyuhyun..ah sudahlah. Memikirkannya sekeras apapun tak akan merubah masa lalu. Pikir Yoona.

“Untukmu.”ucapnya.

Yoona menerima buket bunga mawar itu dengan senyum yang tersungging dibibirnya. “Gomawo,oppa..”

“Kajja, aku ingin mengajakmu ke suatu tempat.”ajak Donghae lalu menggenggam tangan Yoona dan membawanya pergi.

“Tapi oppa…”

“Aku sudah meminta Sulli untuk membereskan pekerjaanmu.”jawab Donghae sambil tersenyum licik.

 

Sepanjang jalan Yoona bertanya kemana namja itu akan membawanya. Namun Donghae terus menutup mulutnya dan terus membuat Yoona penasaran. Hingga akhirnya mobil mereka berhenti di suatu tempat. Namsan Tower. Itu lah yang dipikirkan oleh Yoona.

 

“Namsan Tower?”pekik Yoona tak percaya Kyuhyun membawanya ke tempat romantis ini.

            “Kau bilang kau ingin ke tempat romantis. Yang ada di otakku hanya tempat ini.”balas Kyuhyun.

            Yoona sama sekali tak menyangka Kyuhyun membawanya ke tempat ini. Bagaimana bisa dia tau kalau tempat romantis yang dia maksud adalah Namsan Tower? Apakah ini kebetulan atau Kyuhyun benar-benar dapat membaca pikirannya?
“Kalau kau tidak suka lebih baik kita pulang saja.”

            “Ya ya ya!!! Kita kan sudah jauh-jauh kemari. Masa kita pulang dengan tangan kosong seperti ini?”protes Yoona tak terima.

            Kyuhyun yang tersenyum licik sangat mengetahui reaksi Yoona akan seperti ini. Namja itu pun merangkul Yoona dan membawanya pergi untuk berpetualang dan bersenang-senang dengannya. Hanya dengannya.

 

            “Kau tidak suka tempat ini?”tanya Donghae khawatir melihat Yoona yang sedari tadi terdiam.

“Ani. Aku sangat menyukai tempat ini.”jawab Yoona sambil tersenyum getir mengingat kenangan yang begitu membekas di tempat ini.

 

Donghae pun mengulurkan tangannya dan Yoona menerima uluran tangan tersebut. Setiap langkah Yoona di tempat ini membuat kenangan itu semakin bermain bebas dalam benaknya.

Di hadapannya hanya ada bayangan Yoona dan Kyuhyun dengan tawa riangnya yang selalu mengikuti Yoona kemanapun dia pergi.

 

“Kau tak takut akan ketinggian bukan?”tanya Donghae ketika dia mengajak Yoona menaiki kereta gantung.

“Aku..sedikit takut.”jawab Yoona malu.

 

Yoona sangat takut ketinggian. Dia takut jika harus menaiki kereta gantung dan wahana-wahana ekstrem seperti ini. Donghae dengan sigap menyiapkan pundaknya sebagai tempat bagi Yoona untuk berlindung. Namun, Yoona hanya memegang tangan Donghae.

Satu-satunya yang dapat menghilangkan rasa takut itu adalah Kyuhyun.

 

“Jika kau takut, bersenderlah di bahuku. Pejamkan matamu dan bayangkan hal yang indah-indah.”kata Kyuhyun lalu Yoona menyenderkan kepalanya di bahu Kyuhyun. Dia mengikuti apa yang Kyuhyun katakan. Dia memejamkan matanya dan membayangkan hal yang menurutnya indah. Hal itu adalah setiap saat dirinya bersama Kyuhyun.

             “Ya! buka matamu Im Yoona. Sayang sekali jika kau melewatkan pemandangan ini.”ungkap Kyuhyun yang meralat perkataannya. “Im Yoona!”pekik Kyuhyun ketika melihat yeoja disampingnya masih terpejam.

            Yoona sedikit-sedikit membuka matanya dengan rasa takut yang masih menyelimutinya. Apa yang dikatakan Kyuhyun memang benar. Pemandangan ini sangat indah. Dan sangat disayangkan jika dilewatkan begitu saja. Perlahan rasa takut itu hilang. Tergantikan dengan rasa kagum yang luar biasa.

            “Entah kenapa…jika bersamamu, aku tak takut lagi pada ketinggian. Kau harus selalu bersamaku jika aku pergi ke tempat-tempat yang tinggi. Arraseo?”pinta Yoona sambil merangkulkan tangannya pada Kyuhyun.

            Kyuhyun hanya tersenyum. Dia senang menjadi alasan hilangnya semua ketakutan yang Yoona rasakan.

 

            “Kau suka pemandangannya?”tanya Donghae.

“Ne.”jawab Yoona singkat sambil mencoba untuk tersenyum. Yoona tak sengaja memperhatikan kereta gantung yang mereka tumpangi. Ada sesuatu yang menarik bagi dirinya. Sebuah tulisan yang dia kenali. Dia semakin mendekat untuk melihat tulisan itu dan betapa terkejutnya dia. Tulisan itu masih ada dan masih sama seperti saat dia menorehkan tulisan di besi-besi itu.

 

“Ya! Apa yang kau lakukan?”tanya Yoona penasaran ketika melihat Kyuhyun menuliskan sesuatu di dekat kursi. Namun, badan Kyuhyun menutupinya hingga dia tak bisa melihat tulisan itu.

            “Rahasia.”jawabnya sambil terkekeh.

            “Minggir. Aku ingin lihat.”ujar Yoona sambil mendorong tubuh Kyuhyun namun kekuatan yeoja itu tak bisa menyingkirkan Kyuhyun.

            “Kyuhyun-ah!”pekik Yoona.

            “Kalau kau mau melihat tulisan ini, kau harus naik kereta ini lagi.”

            “Bagaimana bisa? Kita kan dalam perjalanan pulang. Apa kita harus naik lagi ke atas supaya bisa melihat tulisan konyolmu ini?”protes Yoona.

            Kyuhyun hanya tertawa melihat yeoja disebelahnya menggembungkan pipi karena kesal. Dia malah melanjutkan kegiatannya tanpa menghiraukan segala bentuk protes dari Yoona.

            “Arraseo. Aku juga akan menuliskan sesuatu. Dan kau hanya boleh liat jika naik kereta ini lagi.”ungkap Yoona membalas perlakuan Kyuhyun.

            Yoona mengeluarkan spidol berwarna merah muda di dalam tasnya. Yeoja itu lalu mulai berpikir apa yang harus dia tulis.

            Setelah memutar-mutar otaknya, barulah dia menulis disana. Awalnya Yoona ragu, namun dia yakin Kyuhyun tidak akan melihat tulisannya. Toh kalaupun nanti mereka naik kereta gantung ke Namsan Tower, belum tentu mereka akan menaiki kereta yang sama.

 

            Saranghaeyo, Gaemgyu!  

           

Melihat tulisan itu membuat Yoona tertegun dan membuat Yoona teringat akan tulisan Kyuhyun.  Dengan sigap Yoona mencari-cari tulisan itu.

“Na-ya apa yang sedang kau lakukan?”tanya Donghae penasaran.

Yoona tak menjawab pertanyaan Donghae dan membiarkan namja itu kebingungan. Hingga akhirnya dia menemukan sebuah tulisan yang menggetarkan hati Yoona.

 

Mengapa mengucapkan ‘aku cinta padamu’ sangat sulit, Yoong?

 

            Jika tidak ada Donghae dihadapannya, pastilah Yoona sudah menangis tersedu-sedu. Yoona merasa bodoh. Mengapa dia begitu mengedepankan ego dan dendamnya pada namja itu. Padahal, cukup dengan memaafkan semuanya akan selesai. Jika dia mengikuti kata hatinya semua akan selesai. Tak akan ada lagi drama diantara mereka. Tak akan ada lagi air mata yang membahasi pipi.

Bagaimanapun juga, yang dia cintainya hanyalah Kyuhyun.

Tulisan Kyuhyun itu begitu menamparnya. Mengapa mengucapkan aku cinta padamu sangatlah sulit?  Apakah keadaan dan takdir memang tidak menghendaki?  Atau dirinya sendiri yang membuat semuanya menjadi sulit?

 

Yoona dan Donghae larut dalam lamunannya masing-masing. Hingga Donghae membawa Yoona ke salah satu restoran mewah yang ada di Namsan. Restoran itu terlihat sepi bahkan nyaris kosong. Hanya ada mereka dan pelayan restoran tersebut. Yoona sempat bingung, restoran cantik dan mewah seperti ini mengapa bisa sepi? Padahal di luar sana banyak sekali pengunjung.

Ketika mereka memasuki restoran itu, pelayan langsung mengantarkan mereka ke tempat duduk dengan view kota Seoul yang sangat menawan hati.

“Ah, tempat ini sudah dipesan Donghae oppa rupanya.”ujar Yoona dalam hati.

“Ku harap semua ini tak berlebihan.”ucap Donghae sambil menggaruk kepalanya yang tak terasa gatal sama sekali.

“Ani, aku suka oppa.”jawab Yoona sambil tersenyum. Yeoja mana yang tak suka dengan restoran cantik seperti ini? Suasananya begitu romantis. Pelayanan yang begitu ramah dan makanan yang begitu enak.

Setelah mereka berdua selesai makan, pelayan restoran tersebut membawakan wine untuk Yoona dan Donghae.

Donghae mengeluarkan sesuatu dari saku celananya. Sebuah kotak beludru berwarna biru yang begitu cantik. Donghae membuka kotak itu dan sukses membuat Yoona terkejut. Sebuah cincin berlian dengan permata indah membuat Yoona benar-benar tak habis pikir.

“Oppa..”

“Na-ya, aku tau ini begitu mendadak. Tapi aku benar-benar mencintaimu. Aku mencintaimu sejak dulu, Na-ya. Sejak pertama kali aku bertemu denganmu 7 tahun yang lalu. Aku tau yang kau cintai hanya Kyuhyun. Tapi bisakah kau membukakan sedikit pintu di hatimu untukku? Agar aku bisa menghapus semua air matamu dan menghapus semua lukamu hingga Kyuhyun benar-benar hilang dari hatimu?”

“Oppa..”

Marry me, Im Yoona.”

Yoona semakin terkejut dengan perkataan Donghae. Disaat kondisi hatinya sedang tak menentu seperti ini Donghae malah melamarnya dan mengajaknya untuk menikah. Apakah dia sedang bermimpi? Atau Donghae yang sudah gila??
“Oppa..aku..aku tak bisa. Mianhae, jeongmal mianhae.”

 

***

 

Marry me, Im Yoona.”

            Kata-kata Donghae itu selalu menggema ditelinganya dan menganggunya semalaman. Bahkan di tempat kerja pun dia tak bisa konsentrasi.

Donghae adalah namja yang baik. Terlalu baik bahkan. Sehingga Yoona merasa tak pantas untuk mendampingi namja sebaik Donghae. Jujur, jika dalam hatinya sudah tak ada ruang untuk Kyuhyun mungkin dia akan berusaha untuk mencoba dan membuka hatinya untuk Donghae. Meskipun Donghae mengerti akan situasi hatinya dan bersedia untuk menunggu, Yoona rasanya tak bisa. Dia tak tega harus memainkan hati namja sebaik Donghae. Dia tak bisa menerima Donghae disaat hatinya masih penuh dengan nama Kyuhyun.

Belum lagi Seohyun yang tiba-tiba pamit karena akan kembali ke Amerika dengan Kyuhyun. Yoona merasa kepalanya akan meledak. Yoona hanya mengangguk. Dia benar-benar tak habis pikir. Beginilah akhir dari semua ini. Kyuhyun memilih untuk meningalkannya lagi. Tanpa mengucapkan selamat tinggal, tanpa meninggalkan penjelasan apapun padanya.

 

“Nona, kau baik-baik saja? Apa kau merasa tak enak badan?”tanya Sulli.

Yoona menggelengkan padanya lalu kembali mencoba untuk berkonsentrasi membaca dokumen yang harus dia pelajari dan dia tanda-tangani.

“Sulli, kau bisa kembali ke ruanganmu. Aku akan membaca dokumennya nanti siang. Dan jika ada yang mencariku, tolong katakan aku sedang tak bisa diganggu. Jadi bisakah kau mengurus semua pekerjaanku sebentar saja? Aku butuh waktu sendiri.”ujar Yoona yang akhirnya menyerah. Daripada dia memaksakan untuk berkonsentrasi dan hasilnya malah tidak memuaskan, lebih baik dia menunda pekerjaannya.

Dalam tangisnya, tiba-tiba Yoona mendengar keributan di luar ruangannya. Sepertinya ada yang ngotot ingin bertemu dengannya. Apakah itu Nona Jung yang lagi-lagi ingin merecokinya? Bukankah mereka sudah damai meskipun tak ada bendera putih yang terkibar diantara mereka? Hadirnya Lee Hyukjae mampu membuat yeoja itu sedikit-sedikit melupakan Donghae dan tak merecoki kehidupan Yoona  lagi.

Yoona segera mengusap air mata dan memoleskan sedikit make up di wajahnya agar dia tidak terlihat pucat dan matanya tidak terlihat sembab. Setelah ituYoona membuka pintu ruangannya dan betapa terkejutnya dia melihat siapa yang ada disana.

Ahra, kakak Kyuhyun dan Siwon datang menemuinya.

“Yoona-ya, ada sesuatu yang ingin ku tunjukkan dan ku sampaikan padamu.”ungkap Ahra.

Yoona tak mengerti, apa yang terjadi dengan Ahra sampai dia sepanik dan secemas ini? Napas Ahra begitu terengah-engah dan keringat menetes di kening yeoja itu.

“Ada apa, eonni?”

“Ini..”ujar Ahra lalu menunjukkan sepucuk surat pada Yoona.

Yoona menerima surat itu dengan tangan yang bergetar. Pertanyaan-pertaanyaan yang sebelumnya timbul dalam otak Yoona bukannya terjawab malah semakin bertambah. Ditambah lagi betapa terkejutnya dia ketika melihat untuk siapa surat itu ditujukkan dan siapa yang menulis surat itu.

“Maksud eonni apa memberikan surat ini padaku?”

“Mianhae, eonni baru bisa memberitaumu sekarang. Bacalah Yoong, kau harus mengetahui kebenarannya.”

 

Yoona membuka perlahan surat itu lalu membacanya dengan hati-hati.

 

Untuk Choi Kyuhyun

 

              Kyuhyun-ah, mungkin aku takkan lama lagi berada di dunia ini. Jika aku bisa memutar waktu, aku ingin kembali ke masa lalu. Hyung banyak bersalah padamu, Kyuhyun-ah. Mianhae, jeongmal mianhae. Mungkin kata maafku ini tak bisa menebus semua kesalahanku padamu. Bahkan seumur hidupku pun aku masih tak bisa menebusnya.

              Kyuhyun-ah, maafkan aku karena aku telah merebut apa yang seharusnya menjadi milikmu. Maafkan aku karena hyungmu ini egois, tak pernah memikirkan perasaanmu. Karena ku kau kehilangannya, karena ku kau kehilangan segalanya. Sebegitu bencikah kau pada hyung mu sampai-sampai kau pergi dengan eomma dan tak pernah mengabari apalagi mengunjungiku selama ini? Bahkan melihatku di detik-detik terakhir ku berada di dunia ini..tak sudikah dirimu?

              Kyuhyun-ah, demi menebus semua kesalahanku ku mohon kembalilah padanya. Kembalilah ke sisinya, karena sesungguhnya yang dia butuhkan adalah dirimu. Bukan aku. Dia masih mencintaimu dan akan selalu mencintaimu. Meskipun aku selalu ada disisinya, tapi dihatinya selalu ada namamu Kyuhyun-ah, bukan namaku. Meskipun dia bilang bahwa dia mencintaiku, tapi aku tau yang lebih dia cintai adalah kau.

              Kau bisa memiliki dia seutuhnya, aku merelakan dan menyerahkannya padamu. Aku mempercayakannya padamu. Hanya kau, Choi Kyuhyun yang mampu membuatnya tersenyum dan bahagia.

              Aku tau, kau benci padaku. Tapi, hyung mu ini memohon dengan sangat padamu, penuhi keinginanku yang terakhir ini. Aku takkan meminta apa-apa lagi padamu, kelak..kau bisa menghukumku di alam sana jika kau mau. Terima kasih telah menjadi dongsaeng yang baik bagiku. Saranghaeyo..Kyuhyun-ah

 

Choi Siwon.

 

Air mata Yoona menetes begitu saja. Dia benar-benar tak mengerti akan isi surat yang baru saja dia baca.

“Andwae..aku tak mengerti. Aku tak mengerti.”isak Yoona yang tak mampu menahan tangisnya.

“Kyuhyun meninggalkanmu bukan karena dia tidak menyayangi apalagi mencintaimu, Yoong. Dia meninggalkanmu karena dia juga menyayangi hyungnya, Siwon. Dia memberikan Siwon kesempatan untuk mencintaimu karena dia ingin Siwon selalu bahagia. Kyuhyun yakin, Siwon bisa membuatmu lebih bahagia.”ucap Ahra.

Ahra kemudian menceritakan semuanya tanpa ada yang terlewat satu pun. Ahra menceritakan bagaimana keadaan Siwon dan permintaan Siwon pada Kyuhyun. Bagaimana kedua orang tuanya bertengkar karena Yoona. Menceritakan apa alasan Kyuhyun dan eomma-nya pergi dan tak pernah kembali. Menceritakan betapa menderitanya Kyuhyun harus pergi dan merelakan Yoona, yeoja yang sangat dia cintai. Bagaimana menderitanya Kyuhyun harus meninggalkan Yoona disaat yeoja itu sedang terluka.

“Pesawat mereka take off pukul 12 siang.”

 

Tanpa pikir panjang Yoona membawa ponsel dan tasnya lalu pergi. Ahra lega telah menceritakan semuanya pada Yoona. Ahra berharap mata dan hati Yoona terbuka hingga dia mampu memaafkan segala kesalahan Kyuhyun dan mau memulainya lagi dari awal.

Yoona berlari mencari-cari Kyuhyun diseluruh isi kantor namun namja itu tak ada. Yoona yang kalut langsung memanggil taksi. Waktunya tak banyak. Dia hanya memiliki waktu 1 jam lebih 10 menit sebelum Kyuhyun benar-benar pergi dan entah kapan dia bisa melihat namja itu lagi.

Berkali-kali dia mencoba menghubungi namja itu namun tak bisa. Dia juga mencoba menghubungi Seohyun tapi tetap sama, ponsel yeoja itu tak bisa dihubungi.
“Nona, tujuan anda kemana?”tanya supir taksi yang melihat Yoona cemas sambil meneteskan air mata. Supir taksi itu ikut cemas dan khawatir terhadap yeoja cantik yang menaiki taksinya.

“Bandara Incheon, ahjusshi.”

 

Sepanjang jalan Yoona menangisi kebodohannya selama ini. Seharusnya dia juga memikirkan bagaimana perasaan Kyuhyun. Seharusnya dia mau mendengarkan penjelasan Kyuhyun dan mencoba memulainya dari awal lagi. Seharusnya Yoona mendengarkan isi hatinya, bukan logikanya.

Yoona benar-benar tak sadar dengan apa yang sudah terjadi. Yoona sama sekali tak menyangka bahwa Kyuhyun juga merasakan luka yang jauh lebih dalam daripada dirinya. Bagaimana Kyuhyun mengorbankan perasaannya dan harus rela meninggalkan dirinya. Hingga dia harus berpisah dengan keluarganya hanya karena Yoona. Yoona lah yang lebih dulu menghancurkan hidup Kyuhyun, bukan namja itu yang memulai.

“Ahjusshi, bisakah lebih cepat lagi?”pinta Yoona yang panik. Dia takut dia terlambat dan tak sempat bertemu dengan Kyuhyun. Waktunya tak banyak..

“Nee..”

Yoona terus merutuki dirinya sepanjang jalan. Dia benar-benar bodoh dan merasa sangat menyesal. Dulu dia begitu tak peka dengan apa yang terjadi diantara mereka.

Seandainya dia memaksa Kyuhyun untuk bercerita padanya, mungkin semua akan berbeda. Jika dulu dia berani berkata bahwa dia menyukai bunga matahari dibandingkan bunga lilly, kalau saja dia tak gengsi untuk menunjukkan tulisannya di kereta gantung waktu itu, andai saja dia lebih cepat jujur dan mengakui perasaannya selama ini terhadap Kyuhyun, mungkin semua ini tak pernah terjadi.

Namun Yoona sadar, menyalahkan dirinya sendiri seperti ini sama sekali tak akan merubah keadaan dan memutar kembali waktu. Bagaimanapun juga, ini lah takdirnya. Takdir dirinya dan Kyuhyun yang penuh dengan rintangan serta cobaan.

Penyesalan selalu datang di akhir. Memang sudah begitu dan akan selalu begitu. Kali ini, Yoona akan memperbaiki semua kesalahannya sebelum semuanya terlambat. Dia percaya, Tuhan memiliki maksud yang indah dibalik semua cobaan ini.

“Nona, sudah sampai.”

“Ambil saja kembaliannya.”ujar Yoona lalu turun dari taksi.

 

Yoona kembali berlari dan mencari dimana Kyuhyun. 5 menit lagi, 5 menit sebelum pesawat yang ditumpangi Kyuhyun pergi.

Beberapa menit telah berlalu namun dia juga belum menemukan sosok Kyuhyun. Hingga akhirnya dia melihat Seohyun yang sedang melewati cek bagasi. Lalu dia menemukan sosok Kyuhyun yang berada di belakang Seohyun. Namja itu terdiam dan ragu untuk melangkah.

Sesungguhnya namja itu masih berharap. Dia berharap Yoona datang. Dia ingin melihat yeoja itu sebelum pergi. Lagi-lagi, Kyuhyun merasa dirinya terlalu pengecut untuk mengatakan selamat tinggal pada Yoona.

Yoona yang nekat menerobos masuk. Beberapa petugas sudah menyuruhnya untuk pergi karena tempat itu hanyalah khusus untuk penumpang. Yoona tak perduli, dia terus memaksa.

“Jebal, hanya 1 menit. Aku hanya membutuhkan waktu 1 menit. Aku harus menemuinya demi menebus semua kesalahanku. Aku tak punya waktu lagi.”isak Yoona sambil memberontak.

Orang-orang yang ada disana menyaksikan Yoona dengan iba. Mereka terharu dan meminta petugas itu untuk memenuhi permintaan Yoona. Para petugas itu akhirnya luluh lalu mengijinkan Yoona masuk.

Yoona membungkukkan badannya lalu berlari. Dia berlari dan memeluk namja itu begitu saja lalu terisak dalam pelukan itu sambil memukul-mukul namja yang ada dihadapannya.

“Pabbo! Bagaimana bisa kau membohongiku selama ini? Dan bagaimana bisa kau tak berpamitan padaku untuk kedua kalinya?”

 

Kyuhyun begitu terkejut ketika ada orang yang tiba-tiba memeluknya dari belakang. Dia bisa mendengar orang itu menangis lalu orang itu memukul dan memarahinya. Air mata Kyuhyun menetes begitu saja. Suara itu…tentu saja, dia amat mengenali suara itu.

“Eonni?”tanya Seohyun yang begitu terkejut sekaligus lega.

“Ya!!! Kau masih berani memalingkan wajah jelekmu itu padaku?”pekik Yoona yang masih terisak.

Kyuhyun menghapus air matanya lalu membalikkan badannya. Kyuhyun memeluk Yoona erat. Dia tak tau harus berkata apa saking banyaknya yang ingin dia katakan pada Yoona.

“Mianhae, seharusnya aku mendengarkan penjelasanmu. Dan harusnya kau tak berbohong padaku. Mianhae, aku terlalu egois sampai-sampai aku tak memikirkan perasaanmu.”

Kyuhyun tertegun mendengar perkataan Yoona. Dia bisa menebak Ahra telah memberitau Yoona yang sebenarnya. Kyuhyun hanya mengangguk lalu mengelus kepala Yoona. Betapa dia merindukan mengelus lembut kepala yeoja yang sangat dia cintai itu.

“Ya!!! Setidaknya katakan satu kata saja padaku. Aku sudah berlari dan mati-matian datang kemari untuk menemuimu!!!”pekik Yoona lagi.

“Mian, aku terlalu pengecut untuk mengatakan yang sebenarnya.”ucap Kyuhyun yang akhirnya membuka mulutnya.

Keduanyapun akhirnya melepas pelukan mereka. Kyuhyun menghapus air mata Yoona dan tersenyum.

“Kau…benar-benar akan pergi dan tak akan kembali lagi?”tanya Yoona penuh harap. Dia berharap Kyuhyun tak akan pergi lagi.

“Aku memang harus pergi ke Amerika, Yoong. Eomma dan appa menungguku. Lagipula, sebaiknya kita harus menata hati kita dulu. Sampai semua luka dan dendam itu benar-benar hilang.”jelas Kyuhyun.

“Bisakah kau tak pergi?”

“Aku tak akan pergi kemana-mana. Aku akan selalu ada, disini.”jawab Kyuhyun lalu menunjukkan telunjuknya pada jantung Yoona. Yang menandakan bahwa dia akan selalu ada dalam setiap detakan jantung Yoona dan selalu ada dalam hati Yoona sampai kapanpun.

“Baiklah, aku akan menunggumu dan membiarkan takdir yang membawamu padaku. Aku percaya, takdir akan mempersatukan kita pada akhirnya.”ucap Yoona.

Kyuhyun mengeluarkan sesuatu dari saku celananya. Sebuah kotak kecil dan ketika dibuka ada sebuah cincin indah disana.

Yoona terkejut bukan main. Apakah ini tandanya dia akan dilamar oleh Kyuhyun? Kemarin baru saja dia menolak lamaran Donghae. Dia benar-benar tak habis pikir dengan namja jaman sekarang yang dengan mudah melamar seperti ini.

“Kau jangan percaya diri dulu, aku tak melamarmu. Pabbo!”ujar Kyuhyun yang menjitak kepala Yoona.

Yoona meringgis kesakitan namun dia tersenyum dan merasa bahagia. Rasanya seperti kembali pada 10 tahun yang lalu. Tak ada lagi Kyuhyun dan Yoona yang berpura-pura tak saling mengenal satu sama lain. Hanya ada Kyuhyun dan Yoona yang saling memiliki satu sama lain.

“Lalu?”

Kyuhyun mengeluarkan sebuah kalung dan menjadikan cincin itu sebagai liontinnya. Setelah itu Kyuhyun memakaikan kalung itu pada Yoona.

“Aku selalu menyimpan cincin ini dan membawanya kemanapun aku pergi. Aku berharap segera memberikannya padamu. Jika kau sudah siap, kau harus memakaikan cincin ini di jari manismu.”

“Shiero. Aku tak mau.”ucap Yoona sambil tersenyum. Padahal rasanya dia ingin memakai cincin indah itu sekarang juga. Tapi Kyuhyun benar. Mereka berdua membutuhkan waktu sendiri untuk benar-benar menghilangkan segala luka dan dendam. Setelah itu, barulah mereka bisa membuka lembaran baru. “Cepatlah kembali, ada yang ingin ku katakan. Aku ingin mengatakan sesuatu yang harusnya aku katakan 10 tahun lalu di lotte world.”

“Kenapa tidak mengatakannya sekarang?”tanya Kyuhyun jail.

“Oppa, palli pesawat kita akan segera berangkat. Kecuali kau tak akan jadi berangkat.”ungkap Seohyun sambil tersenyum menggoda keduanya.

“Kau yang memutuskan untuk pergi. Sebagai hukumannya, aku akan memberitaumu ketika kau kembali. Arraseo?”

Kyuhyun pun memeluk Yoona sekali lagi sebelum dia pergi. Ini memang tidak seperti yang dia harapkan dan dia bayangkan. Namun, ini semua jauh lebih indah dari yang dia bayangkan. Dan ini jauh lebih daripada cukup. Yoona bahagia dengan keputusannya dan keputusan Kyuhyun.

Yoona melambaikan tangannya saat namja itu pergi sampai namja itu tak terlihat lagi dari pandangan matanya.

“Kau akan kembali kan, Kyuhyun-ah?”tanya Yoona sambil memegang cincin yang dibuat kalung itu oleh Kyuhyun.

 

***

 

 “Hei. Kau, Choi Kyuhyun bukan?”tanya seorang yeoja.

            Merasa terpanggil namja bernama Choi Kyuhyun itu berbalik dan ternyata ada seorang yeoja yang sudah berdiri disana menenteng payung merahnya. “Ne.”ucapnya mengangguk.

            “Kau tidak membawa payung?”tanyanya lagi.

            Kyuhyun menggelengkan kepalanya. Dia menjadi gugup seketika sehingga tak tau harus berkata apa dan berbuat apa di hadapan bidadari secantik Yoona.

            “Kalau begitu kita bisa memakai payungku bersama.”tawarnya.

            “Baik. Tapi aku harus mengantarmu pulang. Bagaimana?”ungkap Kyuhyun. Ini merupakan sebuah kesempatan emas baginya untuk bisa dekat dengan Yoona.  Dan dia bersumpah aku tak akan melewatkan kesempatan ini.

            “Baiklah. Kita bisa naik sepeda mu kan?”jawab yeoja itu tanpa berpikir panjang.

 

              “Kau mau jadi sahabatku kan? Berjanjilah kau tak akan meninggalkanku.”ujar Yoona sambil menatap Kyuhyun penuh harap.

              “Jika aku jadi sahabatmu, apa yang akan aku dapatkan?”tanya Kyuhyun dengan jahil.

              “Aish kau ini. Yang jelas aku tak akan memberikan video game padamu. Ya sudah jika tidak mau.”balas Yoona kemudian dia beranjak meninggalkan Kyuhyun.

              Kyuhyun langsung memegang tangan Yoona sehingga dia tak bisa pergi kemana-mana apalagi meninggalkannya Yoona terlihat bingung dengan sikap Kyuhyun. Tanpa basa-basi Kyuhyun tersenyum lalu memeluk Yoona erat-erat.

              “Aku akan menjadi apapun yang kau mau, asalkan aku bisa selalu bersamamu, Im Yoona.”

 

Two years later

 

Im Yoona

 

         “Eonni! Chukkae!”ucap Sulli yang kemudian memelukku.

“Aigoo, kau semakin cantik saja, Sulli-ah.”balasku yang memandangi Sulli dari ujung rambut sampai ujung kaki. Yeoja yang dulu selalu menjadi asisten terbaikku dan selalu membantuku dalam setiap kesulitan yang aku alami. Sulli memang tak berubah banyak. Rambutnya yang dulu panjang itu kini dia potong sebahu. Membuat wajahnya terlihat semakin segar dan cantik.

“Eonni lah yang semakin cantik.”puji Sulli yang balik memujiku.

“Ya! Sampai kapan aku mendengar dua yeoja yang saling memuji kecantikannya satu sama lain?”pekik Minho.

Aku langsung menjitak kepalanya. Namja itu juga tidak berubah. Dia masih menyebalkan. Sulli dan Minho begitu serasi. Membuatku iri saja.

“Eonni aku ingin lihat-lihat ya! Aku yakin kalian berdua ingin bernostalgia.”ujar Sulli lalu meninggalkan aku dan Minho berdua.

“Ku lihat kau baik-baik saja.”ujar Minho membuka pembicaraan diantara kami.

Aku menuangkan teh untukku dan Minho. “Duduklah.”ujarku. Setelah aku duduk Minho pun ikut duduk di depanku. “Tentu aku baik-baik saja. Impianku tercapai bukan?”jawabku sambil tersenyum.

 

Setelah Kyuhyun kembali ke Amerika aku memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaanku dan kantorku. Meskipun aku mencintai pekerjaanku disana sekaligus orang-orang yang ada disana, tapi aku rasanya ingin pergi dari zona nyamanku dan meneruskan mimpiku. Lagipula, entah kenapa semenjak aku menolak lamaran Hae oppa, aku merasa canggung berada di dekatnya.

Hingga akhirnya aku pergi ke Paris untuk menekuni dunia fashion. Dunia yang sangat ku cintai. Aku belajar selama 1 tahun disana. Selain belajar, aku menjadi desainer di sebuah butik ternama di Paris. Setelah aku memiliki bekal yang cukup dan uang yang cukup, aku memutuskan untuk membuat butik sendiri dan pulang ke Korea.

1 tahun persiapan yang begitu melelahkan akhirnya aku bisa memiliki butikku sendiri. Dengan semua baju yang aku desain sendiri. Dan hari ini, adalah hari pembukaan butikku.      Dukungan dari orang-orang terdekatku menjadi salah satu kunci terwujudnya impianku.

 

“Bagaimana dengan Kyuhyun? Aku tak pernah mendengar kabarnya lagi selama ini.”lanjut Minho.

Aku menggelengkan kepala sambil tersenyum. Perpisahan di bandara waktu itu menjadi pertemuan terakhir kami. Aku tak pernah melihat Kyuhyun setelah kejadian itu. Kami pernah bertegur sapa lewat e-mail, tapi hanya beberapa kali. Selebihnya aku membiarkan diriku memikirkannya sendiri. Mengetahui kabarnya lewat beberapa koran, majalah, dan situs yang memuat tentang pengusaha muda dan sukses itu. Kini, dia menjadi Presdir CK.corp. Perusahaan yang dia rintis sendiri.

Melihat dia sukses seperti itu, aku bahagia. Kadang aku selalu melihat Kyuhyun disekitarku. Mengikutiku kemanapun aku pergi. Tapi, aku tau itu hanya halusinasi. Lagi-lagi, aku menyerahkan semuanya pada takdir.

 “Yoong, ayo kau harus bersiap-siap. Sebentar lagi acara launching-nya.”ujar Yuri eonni. “Minho-ya? Omo, sudah lama aku tak melihatmu.”ujar eonni.

Minho tersenyum lalu menyapa eonni. “Sana, ganti bajumu dan dandanlah sedikit agar wajahmu terlihat sedikit cantik ketika di wawancara dan masuk televisi nanti.”kata Minho mengusirku. Aku pun menjitak kepalanya lalu pergi ke ruangan kerjaku.

 

Aku mengamati pantulan diriku dalam cermin. Aku memegang cincin yang menggantung di leherku sebagai lontin kalung, cincin yang Kyuhyun berikan. Sesaat aku tertegun melihat cincin indah ini. Aku tak tau dia berada dimana sekarang, jarak yang begitu jauh selalu memisahkan kami. Aku pun sadar, Kyuhyun yang kulihat bukanlah halusinasi. Dia memang benar-benar ada. Selalu ada dalam hatiku.

Aku ingin sekali melepas kalung ini dan melepas cincin yang dijadikan liontin. Aku ingin memasang cincin ini di jari manisku. Aku hanya tinggal menunggu namja itu kembali. Aku tak tau kapan, tapi aku yakin Kyuhyun akan kembali.

Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu. Ketika aku membuka pintu, sosok yang ku lihat adalah Donghae oppa.

“Oppa?”

“Chukkae. Aku tau, seorang desainer hebat sepertimu pasti bisa membuka butik yang indah seperti ini.”pujinya sambil memberikan sebuket bunga mawar padaku.

Aku tersenyum. “Gomawo, oppa.”kataku sambil menerima buket bunga mawar darinya lalu menyimpan bunga itu di meja kerjaku.

“Na-ya, aku bahagia melihatmu bahagia.”ungkapnya yang mengelus kepalaku dengan lembut.

Aku pun memeluk Donghae oppa. Sampai detik ini aku masih merasa bersalah padanya. “Oppa, mianhae.”

“Aku tau, mungkin jika kau melihatku kau selalu merasa canggung dan merasa bersalah karena tak membalas cintaku. Mulai sekarang, kau jangan menghindari aku lagi, Na-ya. Cintaku padamu begitu tulus. Kau tak perlu merasa bersalah karena menyakitiku. Aku sudah menyimpan rasa padamu sejak lama. Tak akan sulit bagiku melihatmu bahagia dengan namja lain.”

“Oppa…”kataku yang tak mampu berkata apa-apa.

“Bahagialah, Na-ya. Sehingga aku tak menyesal telah merelakan dan melepaskanmu.”ujarnya sambil melepas pelukan kami. Aku mencoba menahan tangisku. Di hari bahagia seperti ini, tak boleh ada air mata bukan?

“Ayo, dibawah sudah banyak yang menunggu.”

 

Ketika aku turun semua kerabat dekatku bertepuk tangan untukku. Kami semua keluar dari butik. Ku lihat Minho baru selesai menyiapkan pita untuk ku gunting nanti sebagai acara simbolis pembukaan butikku.

Tak lama, beberapa reporter datang untuk meliput acara ini. Selain itu banyak orang-orang yang mulai memadati sekitar area butikku. Lagi-lagi aku tak menyangka ini semua akan terjadi.

“Kepada Im Yoona, yeoja hebat yang telah membuat semua ini terwujud. Silahkan.”ujar Eunhyuk oppa yang menjadi MC dadakan diacara launching ini.

Yuri eonni membawa nampan berisi gunting yang dihias dengan pita. Aku pun mengambil gunting itu. “Tanpa kalian semua, tentu ini tak akan terjadi. Kamsahamnida.”kataku. Aku mengambil nafas panjang lalu menggunting pita tersebut. Tanda bahwa butikku telah resmi dibuka.

 

Aku yang kelelahan memutuskan untuk beristirahat sejenak di ruanganku. Sulli, Minho dan yang lainnya bersedia menjadi pekerja di butikku untuk hari ini. Jadi, aku bisa beristirahat sejenak.

Aku begitu terkejut ketika melihat sebuket bunga matahari ada di mejaku. Seingatku bunga pemberian Donghae oppa adalah bunga mawar. Dan bunga dari Donghae oppa juga ada di mejaku.

Aku mendekat lalu mengambil secarik kertas yang tertera di buket bunga misterius itu. Chukkae, Yoongie. Apa ini dari Kyuhyun? Kyuhyun ada disini? Hanya dia yang selalu memberiku bunga matahari. Aku yakin pasti Kyuhyun. Tanpa berpikir panjang. Aku berlari mencari Kyuhyun. Rasa lelah yang ku rasakan tiba-tiba hilang begitu saja.

“Kau mencari siapa?”tanya Yesung oppa yang heran melihatku seperti orang gila.

“Oppa, apa kau melihat Kyuhyun?”tanyaku.

“Kyuhyun? Bukannya dia di Amerika?”

Mendengar Yesung oppa yang tak tau apa-apa tentang Kyuhyun membuatku pergi meninggalnya begitu saja dan kembali mencari Kyuhyun di setiap sudut butikku. Aku yakin, dia disini.

Aku mencoba menghubungi namja itu tapi teleponnya selalu sibuk. Lalu aku memutuskan untuk menghubungi Seohyun. Berharap dia tau dimana oppa-nya sekarang.

“Seohyunnie..”

“Eonni, chukkae. Mian, aku tak bisa menghadiri acara launching butikmu. Aku janji ketika aku pulang ke Korea aku akan datang berkunjung dan membeli baju-bajumu. Aku sudah tidak sabar.”

Aku terdiam. Seohyun kini sedang tak ada di Korea. Apa mungkin Kyuhyun juga ada di Amerika?

“Eonni?”tanya Seohyun.

“Oh, gwenchana. Ku tunggu kehadiranmu. Seohyun-ah, oppa-mu…dimana dia?”tanyaku.

“Eonni belum bertemu dengan oppa? Dia sudah ada di Korea sejak seminggu yang lalu. Ku kira eonni sudah bertemu dengannya. Tadi aku menghubunginya, oppa bilang dia ingin mendengar apa yang selalu ingin dia dengar selama ini. Ku kira dia datang untuk bertemu eonni.”jelas Seohyun.

Mendengar perkaaan Seohyun, aku sepertinya tau dimana Kyuhyun berada sekarang. Buru-buru aku menutup telepon lalu berlari membawa tasku dan pergi.

“Ya!!! Im Yoona!!”pekik Minho yang melihatku berlari begitu saja.

Tak menghiraukan perkataan Minho, aku terus berlari dan memanggil taksi.

“Agasshi, kemana tujuan anda?”

“Lotte World, ahjussi, palli.”kataku yang panik.

 

Sepanjang perjalanan aku begitu tak tenang. Jantungku berdetak tidak normal dari biasanya. Aku begitu gugup bertemu Kyuhyun. Tapi aku sangat merindukan dan ingin bertemu dengannya. Aku harap, dia benar-benar ada disana.

Sampai di Lotte World, aku mencari sosok Kyuhyun. Hingga aku melihat sosoknya sedang berdiri menghadap ke danau.

Aku menepuk pundak namja itu pelan. Namja itu pun berbalik lalu tersenyum ketika melihatku.

“Aku tau kau akan datang.”ungkapnya sambil tersenyum.

“Ya! Aku begitu kesulitan mencarimu dan kau hanya berdiri dengan tenang disini.”kataku lalu memukul namja yang ada dihadapanku.

Namja itu kemudian menarikku dalam pelukannya. Kyuhyun, tlah kembali.

 

Kyuhyun

 

         Setelah sekian lama berpisah dengan Yoona lalu bertemu dengannya lagi. Lalu berpisah lagi, tentu bukan hal yang mudah bagiku. Aku sama sekali tak terbiasa meskipun telah bertahun-tahun jauh darinya. Keputusanku untuk berpisah dari Yoona memang keputusan yang terbaik. Kini, yeoja itu semakin sukses dengan karirnya. Bukan Kyuhyun jika aku tak mengirimkan orang-orangku untuk mencari selurh informasi tentang Yoona. Aku belum siap untuk bertemu dengannya lagi saat itu.

Sekarang, kami berdua sudah sama-sama mantap dan mapan. Aku sukses dengan pekerjaanku, begitupun Yoona. Dia berhasil membuat butiknya sendiri, impian yang selalu dia katakan padaku dulu itu kini terwujud.

Maka aku memutuskan untuk bertemu dengannya. Aku memutuskan untuk kembali padanya. Karena Yoona adalah rumah bagiku. Tempat bagiku untuk kembali.

Seminggu yang lalu, aku memang sudah ada di Korea. Tapi, pekerjaan memaksaku untuk tetap bekerja dan tak ada waktu untuk bertemu dengan Yoona. Hinga akhirnya aku mengosongkan seluruh jadwalku untuk hari ini.

Aku datang ke acara lauching butik Yoona. Yeoja itu tak banyak berubah. Poni pagarnya itu kini sudah berubah. Menjadikan Yoona terlihat lebih dewasa.  Ketika Yoona dan yang lainnya sedang sibuk, aku diam-diam mencari ruang kerja Yoona. Aku menaruh sebuket bunga matahari untuknya. Setelah itu aku pergi ke Lotte World. Sebelum kecelakaan itu terjadi, Yoona ingin mengatakan sesuatu padaku. Dan dia berjanji akan memberitauku jika aku kembali.

Benar saja, Yoona datang padaku. Dan kalung yang kuberikan, masing terpasang di lehernya. Cincin yang kuberikan masih menjadi liontin bagi kalung itu, bukan sebagai cincin yang menghiasi jari manisnya. Apa mungkin, Yoona belum bisa menerimaku? Apa dia benar-benar tak akan menerimaku lagi?

 

“Kau begitu merindukanku, hah?”tanyaku.

Yoona segera melepas pelukanku lalu menggembungkan pipinya dan mulai merutukiku.        “Kemana saja kau hingga baru muncul sekarang?”tanya Yoona.

“Ya! Benar kan kau begitu merindukanku?”kataku yang terus menggodanya. Pipi Yoona memerah dan dia terlihat salah tingkah. Yoona terlihat lucu jika seperti ini.

“Ani! Aku tak merindukanmu!”jawab Yoona lalu menjitak kepalaku.

“Jika kau tidak merindukanku, mengapa kau berlari-lari mencariku seperti ini?”tanyaku sambil mengusap keringat yang menetes di keningnya.

Yoona yang semakin salah tingkah kemudian menghindar dariku. Yeoja itu menyembunyikan rasa malunya. Namun, pipi nya yang memerah itu tak bisa menipuku.

“Cuaca sangat panas. Makanya aku berkeringat.”ungkap Yoona yang terus mengeluarkan alibinya. “Ya sudah, aku pergi. Aku sangat sibuk.”lanjut Yoona lalu pergi.

Aku langsung mencegah yeoja itu dengan menarik lengannya. “Enak saja! Aku menunggu lebih dari 12 tahun dan kini kau pergi begitu saja? Aku ingin menagih janjimu, Im Yoona. “

“Janji apa? Aku tak ingat.”balas Yoona yang pura-pura lupa sambil mengibas-ngibaskan tangannya.

“Apa perlu aku membantumu untuk mengingatnya?”kataku sambil mendekatkan wajahku pada wajahnya. Yoona semakin salah tingkah dan pipinya semakin memerah. Begitu menyenangkan bisa mengerjainya seperti ini.

“Kau pergi terlalu lama. Janji itu sudah tak berlaku. Aku akan mengatakannya nanti jika aku mau. Anggap saja itu sebagai hukuman karena terlalu lama meninggalkanku.”balas Yoona sambil tersenyum jahil.

“Kajja. Aku ingin bermain seharian sampai aku benar-benar kelelahan.”kataku lalu menarik tangan Yoona.

Aku mengajak Yoona bermain ice skating. Persis seperti terakhir kali kami berdua ke tempat ini. Aku mencoba mengulang kembali masa-masa itu dan mencoba untuk memperbaiki semuanya. Aku ingin mengulang semua kembali dari awal. Membuka lembaran kisahku dan Yoona. Tanpa ada bayang-bayang masa lalu pahit kami. Hingga  yang tersisa, hanyalah kenangan indah.

“Kau yakin mengajakku bermain ice skating? Terakhir kali kesini kau jatuh berulang kali.”kata Yoona meremehkanku. Aku memang tak pandai bermain ice skating sepertinya. Tapi, demi membuatnya tersenyum, aku akan melakukan apapun. Termasuk membiarkan badanku memar membiru karena terjatuh berulang kali karena bermain ice skating.

“Ya! Kau benar-benar meremehkanku, hah? Lihat saja nanti.”balasku yang kemudian menggunakan perlengkapan untuk bermain ice skating.

Yoona tersenyum lalu dengan gesitnya yeoja itu bermain ice skating sendirian. Dia bermain-main diatas lantai yang terbuat dari es itu dengan gemulainya. Yoona tersenyum sambil meremehkanku dan terus bermain sendirian. Aku yang masih kikuk begitu sulit untuk mengejar Yoona.

“Kejar aku kalau bisa!”ledek Yoona sambil menjulurkan lidahnya.

“Aku tak akan melepasmu jika aku berhasil mengejarmu.”

“Coba saja!”balas Yoona sambil tersenyum jahil meledekku,

Aku berusaha untuk mengejar Yoona. Tapi aku tau, aku tak bisa mengejarnya. Yeoja itu terlalu lihai bermain ice skating sedangkan aku hanya pemula.

Akhirnya aku pura-pura terjatuh dan kesakitan. Aku menjerit kesakitan hingga akhirnya Yoona berhenti lalu meneriakkan namaku dan yeoja itu terlihat khawatir. Aku pun memejamkan mataku dan pura-pura tak sadarkan diri.

“Omo! Kyuhyun-ah, irreona!”kata Yoona yang begitu panik. “Bagaimana ini? Ya! Lee Kyuhyun!”lanjut Yoona yang mengguncang-guncangkan tubuhku. “Aigoo, kau ini lemah sekali! Bagaimana bisa kau tak sadarkan diri seperti ini hanya karena terjatuh ketika bermain ice skating!”omel Yoona sambil mengguncang-guncangkan tubuhku.

Aku berusaha untuk menahan tawa dan tetap berpura-pura tak sadarkan diri. Sudah ku bilang kan? Mengerjai Yoona seperti ini merupakan kesenangan tersendiri bagiku.

“Ya! Kau jangan mati, Kyu!!!”pekik Yoona yang semakin khawatir. “Aku kan belum mengatakan apa yang ingin ku katakan selama ini. Jika kau mati bagaimana bisa kau mendengarkannya?”

Aku membuka sedikit mataku. Ku lihat Yoona sedang mengusap wajahnya. Yeoja itu terlihat frustasi. Aku pun mengambil kesempatan ini. Aku membuka mataku dan langsung menarik yeoja yang kucintai ini ke dalam pelukanku.

“Apa yang ingin kau katakan? Bisa kau katakan sekarang?”

Yoona yang terkejut kemudian berusaha melepas pelukanku. “YA!! Lee Kyuhyun!!!”pekik Yoona. “Kau membuatku semakin gila!”

Aku pun tertawa sambil memeluk Yoona begitu erat.

 

Yoona

 

         Perutku rasanya tak sanggup lagi jika harus menaiki wahana-wahana ekstrem. Aku bisa-bisa mengeluarkan seluruh isi perutku. Kaki ku juga sudah terasa pegal berjalan terus seharian. Tenagaku juga sudah mulai berkurang.

Aku pun akhirnya mengajak Kyuhyun menaiki Camelot Carrouse, sebuah wahana komidi putar yang ada di Lotte World. Kyuhyun tentu menolak. Menganggap wahana itu adalah wahana anak kecil. Namun, aku bersikeras dan memaksa Kyuhyun menaiki wahana itu hingga akhirnya Kyuhyun mengalah mengikuti kemauanku.

“Ya! Bagaimana bisa kau tersenyum seperti itu menaiki wahana seperti ini?”tanya Kyuhyun.

“Tidakkah ini menyenangkan?”balasku sambil mengambil nafas panjang dan menghembuskan nafasku sambil tersenyum lebar.

Kyuhyun pun mencoba mencubit pipiku dan dia berhasil. Jarak kuda yang aku dan Kyuhyun naiki memang tak jauh. Tangannya yang panjang itu dengan mudahnya bisa mencubit pipiku.

“Ya!!!Appo!”pekikku.

Kyuhyun pun tersenyum puas dan mulai menikmati komidi putar yang kami naiki. Kami banyak membicarakan banyak hal dan menertawai banyak hal sampai-sampai kami berdua menaiki wahana ini sebanyak 2 kali. Sampai kepala kami terasa pusing.

 

“Sekarang apa yang akan kita lakukan? Aku masih menunggu untuk mendengar apa yang ingin kau katakan sejak dulu, Im Yoona. Aku begitu penasaran.”ungkap Kyuhyun.

“Sabarlah sedikit.”kataku yang kemudian berlari keluar dari indoor theme park Lotte World. Langit sudah berubah menjadi gelap dan aku baru sadar ketika aku keluar dari indoor theme park ini. Benar, sejak dulu sampai sekarang jika bersama Kyuhyun waktu semakin cepat berlalu.

“Ya! Im Yoona!!”teriak Kyuhyun lalu berusaha mengejarku.

Kyuhyun si pelari kencang itu akhirnya berhasil menyusulku. Namja jelek itu menangkapku lalu memelukku dari belakang.

“Aigoo, hari ini sudah berapa kali kau memelukku? Kau kira aku ini gulingmu?”protesku berusaha melepas pelukannya tapi tak bisa. Namja itu benar-benar kuat sehingga aku tak bisa lepas darinya.

“Yoongie-ya…”panggilnya.

“Hmm?”balasku yang hanya berdeham.

“Malhaebwa..”rajuknya yang masih memelukku.

“Mwo?”kataku yang pura-pura tak tau. Padahal aku sangat mengerti. Kyuhyun begitu penasaran dengan apa yang ingin ku katakan 12 tahun yang lalu, di tempat ini. Padahal aku yakin, namja jelek itu tau persis apa yang ingin ku katakan padanya.

Aku pun melepas pelukannya dan berbalik menghadap Kyuhyun. Namja itu menatapku dengan tatapan penuh tanya dan rasa penasaran begitu menyelimuti dirinya.

Aku melepas kalung yang Kyuhyun berikan padaku di bandara sebelum dia pergi ke Amerika 2 tahun yang lalu. Setelah melepas kalung itu, aku meletakkanya di telapak tangan Kyuhyun. Kyuhyun begitu terkejut dan senyum yang terlukis dibibirnya tiba-tiba surut. Dia terlihat begitu kecewa ketika melihatku melepas cincin itu dan mengembalikan padanya.

“Kau…mengapa kau tak mengenakan cincin itu di jari manismu? Kau malah mengembalikan cincin ini padaku. Ini berarti…”ucap Kyuhyun dengan nada kecewa. Dia menyangka bahwa aku tak menerima cinta dan lamarannya.

“Mana mungkin aku yang memasangkan cincin pertunangan di jari manisku sendiri? Neo michyeosseo?”omelku.

“Maksudmu? Aku…aku tak mengerti.”balas Kyuhyun sambil menggaruk-garuk kepalanya. “Kau menolakku lamaranku?”

“Jika kau ingin melamarku, tentu harus kau sendiri yang memasangnya di jari manisku. 2 tahun aku menunggumu untuk memasang cincin ini di jari manisku. Ani, aku menunggu lebih dari 12 tahun untuk ini.”jelasku. Aku mencoba menahan tawa. Aku berhasil mengerjainya. Dia pikir hanya dia yang bisa mengerjaiku?

“Yoongie-ya…”ucapnya yang masih terlihat bingung.

“Saranghaeyo, Kyuhyun-ah. Itu lah yang ingin ku katakan 12 tahun yang lalu, di tempat ini. ”

Senyum Kyuhyun kembali tersungging di bibirnya. Tanpa ragu Kyuhyun memasangkan cincin indah ini di jari manisku. Setelah itu Kyuhyun memelukku lagi, menggendongku dan memutar-mutar tubuhku sambil berteriak. “Neomu saranghaeyo, Im Yoona!!!”ungkapnya.

Pada akhirnya, kami tertawa bersama. Setelah bertahun-tahun kami terpisah oleh jarak dan waktu. Bertahun-tahun kami merasakan pedih dan luka yang begitu dalam di hati kami. Bertahun-tahun kami membohongi perasaan kami, membiarkan otak kami yang berkuasa mengalahkan hati dan keinginan kami yang sebenarnya.

Kyuhyun yang memilih untuk melepaskanku dan mengubur semua perasaannya terhadapku. Mengorbankan cintanya demi kebahagiaan hyung-nya, dan demi diriku yang menurutnya akan lebih bahagia jika bersama Siwon oppa.

Aku yang memilih untuk mengubur Kyuhyun dan membuangnya dari hati dan ingatanku. Membangun benteng yang begitu kuat agar tak lagi ditembus olehnya. Meskipun pada akhirnya, dengan mudahnya Kyuhyun datang dan menghancurkan apa yang telah ku bangun.

Dendam dan luka yang begitu dalam membuatku menutup hati dan telingaku untuk Kyuhyun. Hingga aku tak ingin membuka hatiku untuk mengerti Kyuhyun. Hingga aku tak ingin mendengar segala penjelasan darinya. Aku terlalu egois memikirkan perasaanku sendiri. Padahal, Kyuhyun mengalami hal yang lebih sulit dariku.

Sejauh apapun jarak diantara kami, sekeras apapun kami menghindar, nyatanya takdir selalu mempertemukan kami. Aku tau, takdir akan membawa Kyuhyunku kembali. Meskipun aku tak tau kapan, meskipun aku selalu bersikeras meyakini bahwa takdir begitu kejam terhadap kami dan tak pernah mengijinkan kami bersatu, namun, hati kecilku…hati kecilku selalu percaya. Bahwa takdir, akan selalu membawa Kyuhyun kembali kesisiku. Entah bagaimana caranya, hati kecilku selalu percaya, takdir yang Tuhan kehendaki dan Tuhan rancang untuk kami, akan membuat semua indah pada waktunya…indah pada akhirnya.

 

THE END

 

         Huaaaa akhirnya selesai juga ff ini :’) Semoga readers suka dan nggak kecewa sama endingnya yaaa. Hehehe. Makasih buat readers yang selalu setia baca dan ngasih komentar positif juga kritik yang membangun di ff-ku. Aku ada rencana mau bikin ff lagi, Cuma masih agak bingung main cast nya Yoona-Kyuhyun sama satu cast cowok yang jadi kisah cinta segitiga gitu diantara mereka. Ditunggu yaaa semoga readers tetep suka sama setiap ff yang aku buat hehehe.

 

 

 

 

 

 

 

           

 

29 thoughts on “Destiny (chapter 7 last chapter)

  1. wah pas awal sedih bgt donghae jg mlh nglmr yoona..untng td msh ad ahra eonni yg jlsn smua…q pkr akn ad ksh cnta laen dg kdtngannya seo di chap sblnlmny hehe jd mrk udah slng jth cnt lma…(klo emng sk jg gengsi buat nyatain perasaan kita hehehe)tp akhrnya keren deh cm pngennya mrk nkh trs pny anak gt

  2. Yaaay akhirnya bahagia juga mereka untung ada ahra jadi kelar deh diem-diemannya :’))) ayoo bikin ff kyuna lagiii yang nyesek lagi kalau bisa hehehehe ditunggu banget deh pokoknya

  3. Seneng nih ff dh update,,awal nya sedih pas mereka berpisah lg,di balik semua penderitaan dan prngorbanan yg kyu lakukan bertahun” mereka harus memendam perasa’an dan luka akhir nya mereka bisa bersatu…sequel dong thtor pngen bngt melihat mereka menikah

  4. Yeaaaaay akhirnya kyuna happy ending, sukaaaaaaaaaa..
    Kereen thor..dtunggu ff kyunanya yg lain yaaa..keep writing ♡♥♡♥♡♥♡♥♡♥

  5. Akhirnya happy end,,penanntian panjang yg terbalaskn..
    Di tunggu ff lainnya dg cast kyuna dn org ke 3 aku minta jgn siwon atw donghae agag bosen juga,heheheeee

  6. Akhirnya yoona sama kyuhyun happy ending juga setelah melewati masa masa sulit
    Waaahh keren banget thor ceritanyaa
    Bikinin sequelnya dong thor
    Aku tunggu karya ff yoona yg lain yah thor
    Keep Writing

  7. Huaaaaaaaa~~~~akhrnya part ending .. Huaaaa akhrnya kyuna .. Iiih seneeeeng …
    12th lebih menunggu kyuhyun … Dan pada akhrnya happy ending …

  8. Akhirnya kyuna happy ending… senang banget… awalnya sempat nangis baca surat wonpa… kesininya mesam mesum baca nya hehehehe… wah ditunggu thor ff selanjutnya. cinta segitiga kyuna sama siapakah lagi co nya… bila boleh usul GD, Lee Jung suk, wonpa, Lee Jonghyun n Lee Minho…. hehehehe

  9. keren banget akhirnya kyuna bersatu ne min sequel ne biar semua yg tahu seorang CEO muda yg di gilai semua wanita tahu nya nyebarin undangan mau menikah

  10. Wah keren bgt bgt bgt bgt bgt thor awalnya sedih eh taunya happy ending ya ampun ampe pen nangis. Wajib bikin squel buat ff ini kudu ya thor

  11. Finallyyy!!! Baca ff ini selesai juga, bahagia bangeet bisa happy ending. Penggunaaan katanya bikin nyesek ke ulu hati aigooo pokoknya daebak thor! Lanjutkan ya cerita cerita berikutnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s