Destiny (Chapter 5)

img1436261213949

 

Destiny

Chapter 5

By : Park Hee Young

PG-15

Romance, Sad

Main Cast : Im Yoon Ah, Cho Kyuhyun, Lee Donghae

Support Cast :  Choi Minho, Seohyun, Choi Sulli, Kwon Yuri, Yesung

Disclaimer : FF pertama yang di publish nih, jadi maaf ya kalau ada typo, kata-kata yang nggak nyambung atau ceritanya yang gak jelas hehehe. Maaf juga kalau masih bikin bingung ceritanya. Respon sama sarannya ditunggu ya, thanks  and enjoy the story

 

 

Yoona

 

Perkenalkan nama saya, Yoona. Im Yoon Ah imnida.”kataku  sambil tesenyum.

Namja itu terdiam. Seperti patung menatapku. Aku yakin dia menatapku. Kacamata hitamnya tak bisa menutupi itu.

“Tuan?”

“Ah, mian. Namaku Kyuhyun.”ungkapnya. “Lee Kyuhyun imnida.”

 

 “Apa kita pernah bertemu sebelumnya? Mengapa aku merasa bahwa kita saling mengenal?”

 

“Kau mengingatkanku dengan seseorang, Nona Im.”

 

Aku masih ingat. Masih sangat jelas dalam memoriku. Bahkan aku masih bisa merasakan bagaimana jantungku bergetar hebat ketika melihat Kyuhyun untuk pertama kalinya setelah 10 tahun.

Harusnya aku tau, harusnya aku sadar bahwa itu benar-benar dia. Dan seharusnya aku tetap pada pendirianku untuk tetap menjauh darinya. Jujur saja, berada di dekatnya selama sebulan ini membuatku semakin merindukan sosok namja itu. Choi Kyuhyun, namja yang tak pernah bisa hilang dari memoriku.

Aku pergi, berlari bagaikan seorang pengecut. Aku tak sanggup berhadapan dengannya, terlebih aku tau tentang siapa namja itu sebenarnya. Aku tak pernah bisa berhenti menitikkan air mata ketika menatap matanya. Menatap sosok Kyuhyun yang telah kembali.

Sebagian dari diriku mungkin tak pernah menginginkan kehadirannya lagi dalam hidupku. Namun hatiku tidak. Hatiku begitu merindukannya, dan  aku tak bisa membiarkan ini terjadi.

Tak perduli apapun yang terjadi, seberapa keras orang-orang meneriakkan namaku, aku tak berhenti berlari.

Dan disinilah aku, duduk termenung di taman belakang kantorku. Menangis sendiri dibawah sinar bulan. Merutuki hatiku, dan otakku yang lagi-lagi tak pernah sejalan.

 

“Uljima, make up mu bisa luntur jika kau terus menangis. Dan kau tau apa yang akan terjadi? Badut pun akan kalah jelek jika dibandingkan dengan wajahmu itu.”ungkap seorang namja.

Namja itu sungguh mengejutkanku. Ketika aku menoleh padanya, ku lihat sosok Minho dengan senyum hangatnya. Minho melepas jasnya lalu memakaikannya padaku. Setelah itu dia duduk tepat disampingku.

“Mianhae, jeongmal mianhae. Aku tak pernah bermaksud menyakitimu dengan apa yang aku rasakan selama ini. Aku tak akan pernah memintamu untuk membalas perasaanku. Membuatmu bahagia sudah lebih dari cukup, Im Yoona. Aku hanya ingin membuatmu bahagia. Dan aku tau, aku bukanlah orang itu.”

Mendengar semua perkataan Minho malah semakin membuatku ingin menangis sekencang-kencangnya. Bagaimana bisa dia mempunyai perasaan setulus itu padaku? Dan aku malah menyakitinya? Jelas aku tak bisa memberikan hatiku padanya dan aku tak ingin memaksakan perasaanku terhadapnya.

“Uljima, jika ada yang melihatmu menangis disini, orang-orang mengira aku telah melakukan sesuatu yang buruk padamu. Aku paling benci menjadi bahan gosip.”ungkapnya sambil terkekeh.

“Harusnya aku mendengarkanmu.”ujarku sambil mencoba untuk menghapus air mataku.

“Wae? Apakah sesuatu yang buruk telah terjadi padamu?”tanya Minho yang seketika khawatir terhadapku.

Air mataku kini turun lagi, semakin deras, dan aku tak bisa menahan untuk tidak menangis. Minho memelukku lalu aku semakin terisak dalam pelukannya. Aku menangis sejadi-jadinya.

“Dia telah kembali, Minho-ya, namja itu telah kembali..”isakku terbata-bata. Aku kesulitan untuk berbicara karena dadaku terlalu sesak. “Apa yang harus ku lakukan?”

“Nugu?”

“Choi Kyuhyun.”jawabku sambil terisak.

 

Minho sama terkejutnya sepertiku. Matanya begitu terbelalak dan dia terdiam bagaikan patung. Namun aku bisa merasakan amarah yang terpancar dari wajah Minho. Tangannya seketika mengepal dengan kuat. Seolah-olah menahan untuk tidak menghajar namja yang telah berani mengusik hidupku, lagi.

“Lakukan apa yang sudah kau lakukan selama 10 tahun ini.”jawabnya lalu mengelus kepalaku dan membiarkan bahunya menjadi tempat bagiku untuk bersandar.

“Ku rasa benteng itu mulai retak.”balasku ragu.

Minho masih mengelus kepalaku dengan lembut. Namja itu tersenyum kemudian berkata. “Tentu kau harus membangun kembali. Yoona yang ku kenal adalah yeoja yang kuat. Dia bisa mengalahkan namja dalam adu panco, dia bisa mengangkat beban berat, begitupun dengan Choi Kyuhyun. Tak ada yang bisa mengalahkan kekuatanmu.”

Aku mulai menghapus air mataku. Apa yang dikatakan Minho benar. Untuk apa aku susah payah dalam 10 tahun ini membangun benteng pertahananku untuk Kyuhyun? Untuk apa selama ini aku berusaha melupakan dan menghapus Kyuhyun dari hidupku? Bila hanya dengan beberapa hari saja semua benteng itu runtuh. Maka yang harus ku lakukan adalah membangunnya kembali.

Aku tak boleh lemah seperti dulu. Dulu, Kyuhyun telah memilih untuk meninggalkanku apapun alasannya aku tak perduli. Maka aku juga punya hak untuk memilih hidupku. Untuk tak pernah membiarkannya masuk lagi ke dalam kehidupanku. Dan Kyuhyun sama sekali tidak memiliki hak untuk menghancurkan hidupku lagi.

 

 

 

 

Kyuhyun

 

“Ada apa denganmu, Im Yoona? Sampai kapan kau akan bersikap seperti ini padaku?”tanyaku.

Aku benar-benar heran dengan tingkah laku yeoja ini. Yoona yang selalu bersikap dingin padaku perlahan menjadi Yoona yang dulu ku kenal. Namun entah apa yang terjadi sikap dinginnya kembali menjalar ke seluruh tubuhnya dan mengendalikan otaknya.

Tiba-tiba dia tidak bisa dihubungi. Ratusan pesan singkat dan telepon pun tak ada yang ditanggapinya. Bahkan voice mail pun sudah ku coba dan tetap nihil. Yang membuatku kaget lagi, Yoona muncul dengan menggandeng tangan Donghae hyung dengan dress yang sama sekali bukan dress yang ku pilih.

Aku tak habis pikir. Melihat Donghae hyung dan Yoona sungguh membuatku geram. Melihat Yoona tersenyum seperti itu juga membuat hatiku teriris. Senyum itu bukan senyum bahagia Yoona. Dia terpaksa. Aku tau itu.

 

“Hentikan.”ungkap Yoona. Kemudian dia melepas tanganku yang melingkar di pinggangnya. “Tidakkah kau lelah dengan semua ini?”ucapnya yang benar-benar terlihat menahan amarah serta air mata.

“Apa maksudmu?”tanyaku.

Aku benar-benar tak mengerti apa yang Yoona maksud. Sampai pada akhirnya dia mengucapkan kata-kata yang membuatku mengerti mengapa Yoona begini. Apa alasan Yoona menjauhiku seperti ini.

“Ku bilang, hentikan semua ini, Choi Kyuhyun. Aku lelah.”ucap Yoona lalu pergi begitu saja. Berlari meninggalkanku tak perduli seberapa keras aku meneriakkan namanya. Dia tak kembali. Dia tak berbalik dan kembali padaku.

 

Aku mencoba mencari Yoona untuk berbicara padanya. Banyak hal yang perlu ku jelaskan. Setidaknya, biarkan aku mengungkapkan rasa bersalahku padanya. Aku yang dulu pergi begitu saja dan datang tanpa mengucapkan kata maaf sekalipun.

Aku tau dan aku bisa mengerti mengapa Yoona begitu membenciku. Tapi aku tak bisa membiarkan ini terjadi lebih lama lagi. Aku tak bisa melepaskan Yoona untuk kedua kalinya. Aku tak ingin kehilangannya lagi.

Namun langkahku terhenti. Langkahku terhenti ketika melihat Yoona berada dalam dekapan Minho. Ingin aku menghampiri mereka namun rasanya aku tak memiliki sedikitpun keberanian untuk muncul dihadapan mereka, terutama Yoona. Aku bisa melihat jelas dia sedang terisak, menangis. Dan tentu, dia menangis karena aku. Karena kehadiranku.

 

“Kyuhyun-ah.”panggil seorang tiba-tiba. Aku terkejut bukan main ketika melihat Donghae hyung. Ku rasa dia juga mencari Yoona dan langkahnya sama-sama terhenti sepertiku ketika melihat pemandangan itu. Minho dan Yoona.

“Hyung?”tanyaku heran.

“Mengejar Yoona, hah?”tanyanya sambil tersenyum. “Kau tak perlu khawatir. Aku akan memastikan kalau Yoona baik-baik saja. Lebih baik kau menemui adikmu, Seohyun mencarimu sedari tadi.”ungkap Donghae hyung ketika aku belum sempat menjawab pertanyaannya. Hyung tersenyum menepuk bahuku lalu pergi.

 

“Oppa!!! Kau dari mana saja???”pekik Seohyun ketika menemukanku dan Donghae hyung.

 

***

Semenjak acara ulang tahun itu Yoona semakin menghindariku. Minho selalu ada disampingnya membuatku semakin tak bisa menghampiri Yoona. Apalagi untuk sekedar berbicara dengannya. Aku tak bisa tenang jika begini terus. Yoona kini sudah tau siapa aku sebenarnya setidaknya aku harus menjelaskan beberapa hal padanya.

Hingga satu saat, Minho dipanggil oleh Hae hyung ke ruangannya inilah satu-satunya kesempatan bagiku. Taeyeon noona berkata bahwa Yoona ada di dekat ruang pemotretan. Aku segera ke tempat itu sebelum Minho datang lalu melindungi Yoona dan menjauhkannya dariku.

Aku menemukan yeoja itu sedang berdiri di dekat pintu sambil membolak balik kertas yang ada di tangannya. Tanpa ragu aku mengambil tumpukan kertas itu lalu menyimpannya di meja dekat yeoja itu berdiri. Yoona terlihat heran melihat tingkahku.

“Apa yang kau lakukan, Kyuhyun-ssi?”tanyanya heran bercampur kesal.

Aku tak menjawab pertanyaan Yoona. Aku menarik tangannya dan membawa yeoja itu pergi. Kru-kru dan model yang ada di dalam sana bertanya-tanya akan kejadian ini. Beberapa orang memanggil nama Yoona termasuk Sulli, asisten Yoona. Lagi-lagi aku tak memperdulikan mereka. Tangan Yoona masih kupegang dengan erat. Meskipun dia mencoba untuk melepas tapi tanganku lebih kuat dibanding dengan Yoona. Dia terus memekikku dan memintaku untuk melepas tangannya. Aku hanya diam dan membawanya ke rooftop kantor ini. Kami perlu bicara, empat mata tanpa ada seorangpun yang menganggu.

“Lepaskan aku Kyuhyun-ssi!! Kau sudah gila??!”pekik Yoona berkali-kali.

Sesampainya di rooftop aku melepas tangannya. Yoona menatapku dengan tajam lalu berusaha untuk pergi melarikan diri. Namun aku yang lebih cekatan memegang pergelangan tangannya dan menahannya kuat-kuat sehingga yeoja itu tak bisa pergi kemana-mana.

“Lepaskan aku.”ucap Yoona dengan tegas.

Tanpa ragu aku pun menarik yeoja itu ke dalam pelukanku. Awalnya Yoona meronta-ronta namun aku tetap menahannya agar dia tetap berada dalam pelukanku.

“Tolong, hanya sebentar saja, Yoongie..”lirihku.

Akhirnya Yoona sedikit tenang. Kami pun terdiam dalam pikiran kami masing-masing. Pikiranku dipenuhi dengan kenangan kami 12 tahun silam. Semuanya bermain acak dalam memoriku, mengingatkan padaku betapa aku mencintainya dan rasa itu tak berubah sampai detik ini. Takkan pernah berubah.

Aku masih sangat ingat ketika Yoona tersenyum melihatku. Tersenyum karena segala tingkahku. Semuanya masih tersimpan jelas dalam ingatanku. Memeluk Yoona seperti ini membuatku merasa nyaman dan membuatku merasa kembali pada 12 tahun silam. Dimana semuanya tidak serumit ini. Hanya ada aku dan Yoona. Tidak ada Siwon hyung, Donghae hyung, Minho, dan semua orang yang selalu menghalangi kami untuk bersatu.

“Apa yang kau inginkan?”tanya Yoona.

“Mianhae, jeongmal mianhae, Yoongie-ya..”

 

 

Author P.O.V

           

            “Ada apa, sunbae?”tanya Minho ketika dia duduk di ruangan Presdirnya.

“Belakangan ini aku perhatikan kau selalu ada di dekat Yoona. Ku lihat kau tak pernah melepaskan pengawasnmu terhadapnya semenjak ulang tahun kantor ini beberapa hari yang lalu. Apa ada sesuatu hal yang terjadi?”tanya Donghae.

“Tidak ada, sunbaenim.”jawab Minho berbohong. Jelas-jelas munculnya Choi Kyuhyun yang merupakan ancaman baginya. Dia berusaha untuk melindungi Yoona dari namja itu. Dia tak ingin namja itu mendekati Yoona dan menyakiti yeoja itu untuk kesekian kalinya.

“Benarkah?”tanya Donghae yang terlihat tidak puas dengan jawaban Minho. Dia tau bahwa ada sesuatu yang tidak beres disini.

“Nee sunbaenim.”jawab Minho yang masih menutup mulutnya.

“Dengar jika kau melindungi Yoona terus seperti itu, baik kinerja Yoona maupun kinerjamu pasti akan terkena dampaknya. Aku mendengar complain dari Jinyoung salah satu model yang Yoona dan kau tangani. Dia bilang belakangan ini Yoona kurang fokus begitupun juga denganmu.”jelas Donghae.

“Mianhae, sunbaenim. Aku akan memastikan hal itu tidak akan terjadi lagi. Tapi jika sunbaenim memintaku untuk menjauh dari Yoona, aku tak bisa melakukannya.”jawab Minho.

Mendengar itu tentu Donghae menjadi semakin bertanya-tanya. Apa yang terjadi diantara Yoona dan Minho? Sampai-sampai Minho tak bisa melepaskan pengawasannya terhadap yeoja itu. Donghae tau dia tak akan begitu saja mendapat jawabannya dari Minho. Dia juga sangat tau bahwa Minho menyukai Yoona dan siap melakukan apa saja untuk Yoona. Dia juga tau bahwa Minho pasti mengetahui dirinya yang sama-sama menyukai Yoona. Minho tak mungkin ingin kalah darinya dalam melindungi Yoona.

Dia harus mencari tau sendiri tentang apa yang terjadi sebenarnya.

“Baiklah kalau begitu. Kau bisa kembali ke pekerjaanmu. Pastikan semuanya baik-baik saja. Aku tak ingin mendengar ada complain lagi.”

“Baik, Presdir.”ucap Minho. Namja itu membungkukkan badannya lalu beranjak dari ruangan Donghae.

“Kau tau, di dunia ini bukan hanya kau yang mencintai Yoona dengan tulus. Aku yakin kau tau bahwa aku juga mencintai Yoona dan siap melakukan apapun untuknya. Bukan hanya kau yang ingin melindunginya.”ungkap Donghae yang berhasil membuat Minho mematung.

Minho terdiam sejenak mencoba mencerna setiap kata-kata yang Donghae ucapkan. Tanpa berkata apa-apa namja itu keluar dari ruangan Donghae dan kembali ke ruang pemotretan.

 

“Dimana Yoona?”tanya Minho. Setelah urusannya dengan presdirnya selesai Minho langsung kembali ke ruang pemotretan. Perasaannya mendadak tak enak karena meninggalkan Yoona sendiri dengan waktu yang cukup lama. Dia takut Kyuhyun mengambil kesempatan.

Dia begitu terkejut ketika melihat Yoona tak ada di ruang pemotretan. Sebelum kru-kru yang ada disana menjawab Minho langsung berlari mencari Yoona. Ruangan pertama yang dia datangi adalah ruangan Yoona. Namun tempat itu kosong. Minho semakin panik dia terus berlari mencari Yoona disetiap sudut kantor. Namja itu mencoba mengecek ke ruangan Kyuhyun. Namun ruangan itu kosong. Sudah bisa dipastikan bahwa Yoona sedang bersama Kyuhyun sekarang.

“Minho-ssi?”panggil Sulli. Sulli yang sedang berada di ruang kostum bersama Seohyun heran melihat Minho yang berlari dan terengah-engah.

“Dimana Yoona?”tanyanya yang begitu kalut.

“Nona Im tadi pergi dibawa tuan Lee Kyuhyun.”jawab Sulli.

“Kemana? Kemana namja itu membawa Yoona?”tanya Minho yang terlihat geram. Namja itu mengepalkan tangannya menahan emosi yang begitu meluap-luap.

“Entahlah tapi sepertinya mereka ada di rooftop. Aku sempat melihat mereka berjalan ke arah sana.”jawab Sulli.

Mendengar jawaban Sulli Minho semakin terlihat emosi. Sulli mencegah Minho sesaat sebelum Minho berlari lagi untuk menghampiri Yoona dan Kyuhyun.

“Kurang ajar!”umpat Minho.

“Biarkan mereka bicara, Minho-ssi. Mereka harus menyelesaikan semuanya.”ujar Sulli.

Minho menggeleng. “Andwae. Kau tidak mengerti.”ungkap Minho sambil melepas tangan Sulli yang memegang pergelangan tangannya. Minho lalu pergi berlari menyusul Yoona dan Kyuhyun.

 

“Ada apa ini?”tanya Seohyun yang terlihat bingung.

Sulli diam, dia tak tau harus menjawab apa. Seohyun yang semakin penasaran akhirnya mengikuti Minho yang berlari ke arah rooftop. Sulli pun mau tak mau mengikuti Seohyun dari belakang. Dia hanya ingin memastikan bahwa Minho baik-baik saja.

 

Darahnya seolah mendidih melihat Kyuhyun memeluk Yoona. Pemandangan ini membuat Minho geram. Namja itu mendekat lalu memisahkan keduanya. Tanpa ragu-ragu, Minho menghajar Kyuhyun hingga namja itu terjatuh.

“Minho-ya!!”teriak Yoona setelah melihat apa yang telah dilakukan Minho.

“Sudah ku bilang kau jangan lagi sekali-kali mendekati Yoona. Aku tak akan segan-segan menghajarmu lagi jika kau masih tetap bersikeras mendekati Yoona.”ancamnya.

Kyuhyun yang terjatuh setelah pipinya dihantam oleh Minho meringgis kesakitan. Dia memegang pipinya yang terasa sakit. Kemudian darah segar mengalir dari ujung bibirnya.

 

“OPPA!!!!!!”teriak Seohyun yang lebih histeris. Dia berlari ketika melihat oppa-nya terjatuh dengan pipinya yang lebam, serta bibirnya yang berdarah. “Oppa gwenchana?”tanyanya khawatir.

“Kau sudah gila??!!!”pekik Seohyun pada Minho.

 

“Kau kira hanya dengan pukulan seperti ini aku akan menyerah?”ungkap Kyuhyun dengan mantap.

Minho yang merasa ditantang berniat untuk kembali menghantam namja dihadapannya. Namun Yoona menghalangi niatnya. Yoona berdiri menghalangi dengan tubuhnya.

“Cukup.”ucap Yoona dingin.

“Minggir Yoona! Namja ini perlu diberi pelajaran.”

“Aku sudah pernah menyerah sebelumnya. Dan aku tak akan mengulang kebodohanku lagi. Aku tak akan pernah menyerah. Camkan itu.”ujar Kyuhyun sambil menatap Minho dengan tajam. Luka yang ada dipipi dan bibirnya tidak seberapa dengan luka dihatinya. Hal seperti ini tak akan bisa membuatnya menyerah untuk mendapatkan Yoona. Setidaknya untuk mendapatkan maaf dari yeoja yang sangat dia cintai.

“Kau ini benar-benar..”

 

“Sulli, tolong bawa Minho pergi dari tenpat ini.”ungkap Yoona.

“Yoona??”pekik Minho tak setuju.

“Bawa dia pergi!”ulang Yoona dengan nada yang meninggi. Sulli mengangguk lalu membawa Minho pergi dari tempat ini.

“Kau keterlaluan Minho-ssi!”pekik S eohyun.

Tangan Yoona begitu bergetar.  Melihat pipi Kyuhyun yang memar dan bibirnya yang berdarah membuat lutut Yoona lemas. Dia ingin sekali mengelus pipi itu, mengobati pipi Kyuhyun yang terluka karenanya.

“Ayo oppa.”ucap Seohyun lalu perlahan membawa Kyuhyun pergi.

Keduanya berlalu dihadapan Yoona. Yoona yang merasa lututnya lemas akhirnya terjatuh. Dia tak tega, dia sama sekali tak tega melihat Kyuhyun terluka seperti itu. Hasrat untuk mengobati Kyuhyun sangatlah kuat. Dia dapat merasakannya. Yoona masih sangat ingat. Dulu, Kyuhyun selalu babak belur karena membelanya. Namja itu selalu terlibat pertengkaran dengan orang yang berani mengganggu Yoona dan menyakiti hatinya. Setelah babak belur, Yoona lah satu-satunya yang mengobati luka namja itu. Hanya Yoona. Ahra sebagai kakak Kyuhyun mungkin sekali-kali membantu mengobati. Namun, tetap hanya dirinya lah yang paling sering mengobati luka-luka itu.

Tapi sekarang situasinya telah berbeda. Semua jelas telah berubah dan tak akan bisa kembali seperti semula..

 

Kejadian tadi membuat Seohyun khawatir sekaligus bertanya-tanya. Dia semakin tak mengerti ada apa diantara oppa-nya, Yoona juga Minho. Mengapa Minho tiba-tiba memukul oppa-nya seperti itu. Memang apa yang sudah diperbuat oleh oppa-nya? Ditambah lagi perkataan oppa-nya semakin membuat Seohyun bingung. Kebodohan apa yang dia maksud?  Lalu oppa-nya tidak akan menyerah? Menyerah untuk apa?? berbagai pertanyaan kini  bermunculan dalam benaknya. Namun dia menyingkirkan semua itu. Yang terpenting sekarang adalah kesembuhan oppa-nya. Dia harus mengobati Kyuhyun sebelum lukanya semakin parah.

Seohyun memutuskan untuk membawa Kyuhyun pulang ke apartemennya. Meskipun oppa nya tak setuju, tapi Seohyun tetap bersikeras. Hingga akhirnya Kyuhyun mengiyakan kemauan dongsaengnya.

“Ya! Kalian mau kemana?Apa yang terjadi?”tanya Donghae ketika melihat sepupu-sepupunya pergi dari kantor. Terlihat Seohyun merangkul Kyuhyun yang masih meringgis kesakitan.

Donghae kaget ketika melihat pipi Kyuhyun yang membiru. Ditambah lagi darah segar bercucuran dari bibirnya. Namun, pertanyaannya tak bisa di jawab karena Seohyun begitu terburu-buru membawa Kyuhyun ke dalam mobilnya.

 

 

“Eonni…boleh aku meminta sesuatu? Tolong aku, pastikan bahwa dia baik-baik saja.”

 

***

“Oppa, gwenchana? Pasti sakit sekali.”tanya Seohyun dengan khawatir. Sesampainya di aparmtemen Kyuhyun, Seohyun membantu oppa-nya duduk untuk beristirahat.

“Gwenchana. Kau lebih baik kembali ke kantor. Pekerjaanmu masih belum selesai kan?”ucap Kyuhyun.

“Pekerjaanku sekarang tak penting, oppa yang lebih penting.”jawab Seohyun sambil mencari-cari kotak obat.  “Oppa, dimana kau menaruh kotak obatnya?”tanya Seohyun.

“Di laci dekat tempat tidurku.”jawabnya sambil memegang pipinya yang babak belur lalu tak lama namja itu meringgis kesakitan.

Seohyun pun mengikuti perkataan oppa-nya. Dia pergi ke kamar Kyuhyun untuk mengambil kotak obat tersebut. “Aish, lacinya kan ada banyak. Yang mana yang oppa maksud?”gumamnya.

Seohyun pun membuka laci itu satu persatu. Dia ingin sekali bertanya pada oppa-nya namun terlalu banyak bicara tentu akan membuat Kyuhyun kesakitan. Jadi mau tak mau dia mengurungkan niatnya lalu mencari kotak obat itu sendiri.

Laci pertama yang dia buka isinya bukan kotak obat melainkan sebuah map yang dia yakini bahwa isi dari map tersebut adalah dokumen-dokumen penting mengenai bisnis. Lalu dia kembali membuka laci dan disana hanya ada sebuah figura dengan letak yang terbalik. Seohyun hendak menutup kembali laci itu, namun ia begitu penasaran dengan foto dibalik figura yang letaknya terbalik.

Rasa penasarannya yang lebih besar membuat dia mengambil figura itu untuk memastikan. Suara bel membuat aktivitas Seohyun terhenti dan kembali meletakkan foto itu ke tempat asalnya.

“Biar aku yang buka, oppa duduk saja.”teriak Seohyun.

“Biar aku yang buka. Memang kotak obatnya sudah kau temukan?”ujar Kyuhyun lalu beranjak dari tempat duduknya.

Namja itu melangkah perlahan melihat ke arah intercom untuk mengetahui siapa yang datang ke apartemennya. Dia begitu terkejut melihat siapa yang ada dilayar intercom itu.

“Noona?”

 

Dengan panik Seohyun segera mencari kotak obat yang harusnya sudah dia temukan sejak tadi. Setelah membuka beberapa laci, akhirnya dia menemukan laci yang berisi kotak obat di dalamnya. Seohyun bernafas lega lalu segera keluar dari kamar Kyuhyun. Dia harus segera mengobati oppa-nya sebelum luka namja itu semakin parah.

Langkah Seohyun terhenti ketika dia melihat siapa yang duduk di hadapan Kyuhyun. Rasanya dia pernah melihat yeoja itu tapi dia lupa. Dia memutar ingatannya agar pertanyaannya dapat segera terjawab. Namun, ketika Kyuhyun memanggil nama yeoja itu, barulah Seohyun ingat.

“Noona, aku baik-baik saja.”jawabnya. Jelas Kyuhyun berbohong. Bagaimana dia baik-baik saja dengan kondisi fisiknya yang babak belur seperti itu. Belum juga kondisi mentalnya yang terus menggejolak karena masalahnya dengan Yoona belakangan ini.

“Ahra eonni.”gumam Seohyun pelan. Pertemuan mereka yang baru sekali itu membuat Seohyun sedikit lupa tentangnya.

“Yoona yang menghubungiku. Dia memintaku untuk memastikan bahwa kau baik-baik saja, Kyunnie. Dan dari suaranya aku bisa menduga bahwa dia begitu khawatir juga ketakutan. Suaranya bergetar Kyu. Ada apa ini? Mengapa pipimu bisa bengkak seperti itu?”tanya Ahra.

Seohyun masih mematung berdiri di dekat pintu kamar Kyuhyun. Dia penasaran dengan apa yang dibicarakan oleh keduanya. Seohyun berpikiran bahwa jika dia menghampiri keduanya, mereka berdua akan mengalihkan pembicaraan. Hal yang pernah mereka berdua lakukan sebelumnya ketika Seohyun mengajak Ahra dan Kyuhyun untuk makan siang bersama. Seohyun ingin mengenal kakak tirinya namun ketika dia datang tak sengaja dia mendengar mereka berdua membicarakan tentang seorang yeoja. Yang kini dia yakini yeoja itu adalah Im Yoona.

“Dia tau siapa aku sebenarnya.”jawab Kyuhyun.

Ahra tak terlihat terkejut dengan jawaban Kyuhyun. Dia tau, cepat atau lambat semua kebenaran dan kenyataan akan terungkap. Lagipula, dia yakin bagaimanapun juga Yoona pasti akan mengenali Kyuhyun meski dalam sekali tatapan. Tak ada yang bisa mengubah ikatan batin diantara keduanya.

“Dia membenciku, noona. Dia sangat membenciku.”ungkap Kyuhyun yang mengusap wajahnya. Dia terlihat sangat frustasi.

“Kau harus jelaskan semuanya. Dia begini karena kau tak memberikan penjelasan apapun bahkan sejak kau meninggalkannya dulu. Dia butuh penjelasan Kyunnie.”ujar Ahra noona.

“Aku sudah mencoba noona, tapi dia tak memberikanku kesempatan. Terlebih lagi Minho. Dia selalu menjaga Yoona dan membuatku tak memiliki kesempatan untuk berbicara dengannya.”

“Beri dia waktu, Kyu.”

 

Seohyun yang takut Kyuhyun merasa curiga karena lama tak menampakkan diri, akhirnya keluar dengan membawa kotak obat dengan kedua tangannya. Yeoja itu pura-pura terlihat terkejut ketika melihat Ahra yang duduk dihadapan Kyuhyun.

“Ahra eonni?!!”ungkapnya.

Kyuhyun dan Ahra terlihat salah tingkah. Namun keduanya bersikeras untuk bersikap biasa agar Seohyun tidak curiga terhadap keduanya. Ahra segera mencairkan suasana.

“Apa kabar, Seohyun?”tanya Ahra dengan ramah.

Seohyun segera duduk di samping Kyuhyun. “Baik, eonni. Oppa lah yang tidak baik-baik saja. Lihat mukanya jelek sekali lebih jelek daripada badut.”ucapnya lalu membuka kotak obat tersebut. Seohyun lalu mencoba untuk mengobati oppa-nya namun dia terlihat bingung, apa yang harus dia lakukan. Ini pertama kali baginya mengobati luka seseorang seeperti itu.

“Biar aku yang mengobati Kyuhyun. Bagaimanapun juga aku lebih berpengalaman karena dulu Kyuhyun selalu berkelahi dan aku salah satu yang bertanggung jawab menanggung akibatnya, mengobati namja bandel ini.”kata Ahra sambil tersenyum.

Seohyun memberikan kotak obat tersebut pada Ahra. Ahra perlahan mulai mengobati adiknya seperti yang selalu ia dan Yoona lakukan dulu. Kyuhyun masih meringgis kesakitan bahkan dia mencubit Ahra karena dia kesakitan. Ahra hanya bisa menggelengkan kepala karena kebiasaannya sejak dulu sampai sekarang belum juga berubah.

“Oppa, sebaiknya aku kembali ke kantor. Orang-orang di kantor mulai mencari keberadaanku.”ungkap Seohyun.

“Baiklah, hati-hati kalau begitu. Maaf oppa tidak bisa mengantarmu sampai ke kantor.”

“Oh ya oppa, sepertinya barangku ada yang tertinggal di kamarmu. Boleh aku ke kamarmu lagi?”tanya Seohyun sambil merogoh tasnya.

Kyuhyun mengangguk mempersilahkan Seohyun untuk pergi ke kamarnya.

 

Sesampainya di kamar Kyuhyun, Seohyun membuka laci dimana dia menemukan figura dengan sebuah foto didalamnya. Dia berbohong. Tidak ada satupun barangnya yang tertinggal. Dia berbohong karena dia memastikan siapa yang ada di foto tersebut. Dia begitu penasaran dan dia ingin memastikan. Apakah benar dugaannya selama ini?

Seohyun hanya sekilas melihat foto dibalik figura itu. Dia hanya melihat foto oppa-nya, namun dia tak sempat melihat siapa yeoja yang ada disamping oppa-nya.

Dengan tangan yang gemetar dan jantung yang berdegup kencang, Seohyun membalikkan kembali figura tersebut. Seketika Seohyun mematung. Dia menatap foto itu lekat-lekat. Berkali-kali dia melihat foto itu bahkan dia menggosok matanya untuk memastikan barangkali yang dia lihat itu salah. Namun foto yang dilihat tetap sama. Apa yang dilihatnya memang benar. Dia melihat foto itu dengan jeli. Rasanya semua ini tak mungkin tapi nama yang terjahit di dalam seragam keduanya menjadi bukti yang sangat kuat.

“Tidak mungkin. Ini semua tidak masuk akal.”gumamnya.

Seohyun benar-benar tak percaya dengan apa yang dia lihat. Seorang namja merangkul yeoja disebelahnya dan keduanya tersenyum begitu lepas dan terlihat bahwa keduanya begitu bahagia.  Keduanya masih mengenakan seragam SMA mereka dengan lengkapnya. Termasuk nama mereka di dalam seragam itu. Choi Kyuhyun dan Im Yoon Ah.

“Bagaimana mungkin..”gumamnya lagi.

Dia mengangkat figura itu lalu kembali menatapnya lekat-lekat. Wajah yeoja itu memang mirip dengan Yoona hanya rambutnya sedikit lebih pendek dengan poni yang dipotong pendek.

Seohyun lebih terkejut lagi dengan map dibawah figura itu. Untuk membunuh rasa penasarannya, Seohyun segera mengambil map itu.

Lagi-lagi dia dibuat terkejut dengan isi map itu. Map berwarna biru itu berisi seluruh dokumen tentang Im Yoona. Dia membuka setiap isi map itu dan semua berisi tentang Im Yoona. Artikel tentang Yoona dari internet, lalu dokumen catatan Yoona di perusahaan Donghae, riwayat pendidikan Yoona, dan semua hal-hal detail tentang Yoona. Dari tahunnya Seohyun menduga bahwa dokumen ini berisi semua hal tentang Yoona semenjak oppa-nya tinggal bersamanya.

Seohyun semakin yakin, bahwa ada sesuatu diantara Yoona dan Kyuhyun. Meskipun dia belum tau apa yang sebenarnya terjadi.

 

***

“Kenapa kau memintaku untuk mencari tau tentang sepupumu? Memangnya apa yang ingin kau ketahui, Hae?”tanya Eunhyuk yang merupakan sahabat dekat Donghae.

Donghae tak bisa tinggal diam melihat Minho terus menutup mulutnya, terutama ketika dia mengetahui bahwa namja itu menghajar sepupunya, Kyuhyun. Dia tau ada sesuatu yang tidak beres. Jika Minho tidak bisa memberitaunya, begitupun dengan orang lain. Salah satu jalan keluar untuk menemukan titik terang adalah dengan mencari informasi tersebut sendiri. Eunhyuk merupakan satu-satunya orang yang dia percaya dan satu-satunya yang dapat dia andalkan. Eunhyuk yang memiliki banyak relasi juga akses pasti mampu mencari apa yang selama ini dia cari.

“Entahlah, semuanya terlihat aneh belakangan ini. Aku selalu dipenuhi oleh berbagai pertanyaan dan aku tak dapat menemukan jawabannya.”jawab Donghae. “Dan aku tau hanya kau yang dapat membantuku.”lanjutnya.

“Lalu apa yang harus aku cari?”

“Semuanya. Semua tentang kehidupan Kyuhyun sebelum eommanya menikahi pamanku.”jawab Donghae sambil menatap fotonya dengan Kyuhyun yang dia simpan di meja kerjanya. Mereka berdua sangat akrab, namun ternyata banyak yang dia tak ketahui mengenai sepupunya itu. Terlebih, ini semua menyangkut Yoona. Yeoja yang sudah dia cintai sejak lama.

 

***

Yoona

 

            Aku tak tau apakah yang ku lakukan selama ini benar?

Selama ini aku menjauhi Kyuhyun. Aku selalu menolak untuk bertemu dengannya. Aku selalu menghindari darinya. Terlebih Minho melakukan segala perlindungannya agar aku tak memiliki kontak fisik dengan namja itu.

Aku tau, Kyuhyun bukan tipikal namja yang mudah menyerah. Sejak dulu, aku sudah tau itu dan sampai sekarang hal itu masih berlaku. Kyuhyun masih selalu mencari kesempatan untuk menemuiku.

Hingga suatu hari Minho dipanggil oleh Donghae oppa. Entah darimana Kyuhyun tau jika Minho sedang tidak ada didekatku. Kyuhyun memanfaatkan momen itu untuk membawaku pergi ke rooftop kantor.

Aku jelas-jelas menolak dan mencoba untuk memberontak. Tapi Kyuhyun lebih kuat dariku. Genggamannya membuatku tak bisa lari darinya. Akhirnya mau tak mau aku harus mengikuti permainannya lagi.

Mungkin inilah saatnya bagiku untuk sedikit memberikan kesempatan baginya. dia meninggalkanku dengan sejuta pertanyaan dan dia berhutang sejuta penjelasan padaku.  Namun apa yang dia lakukan? Dia meminta maaf sambil memelukku. Ya, aku jelas memberontak. Berusaha lepas dari pelukannya, meskipun sebenarnya hatiku sangat ingin berada dalam pelukannya.

Kali ini, hatiku menang dan otakku kalah. Aku menyerah membiarkan Kyuhyun memelukku dan aku pun memeluknya. Aku tak bisa memungkiri bahwa aku merindukannya. Selalu merindukan Kyuhyun.

Tapi tak lama, Minho datang lalu menghantam namja itu. Sungguh, yang dilakukan Minho sangatlah keterlaluan. Pipi Kyuhyun memar dan ujung bibirnya terluka. Aku yang sangat kesal dan tak habis pikir akan tingkah Minho meminta Sulli untuk membawanya pergi. Seohyun pun langsung membawa Kyuhyun hingga pada akhirnya aku yang tersisa di rooftop itu, sendirian.

Aku tak tau harus apa. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk menghubungi Ahra eonni dan meminta tolong untuk memastikan agar Kyuhyun baik-baik saja. Aku meminta tolong padanya untuk mengobati luka Kyuhyun. Sungguh, aku ingin sekali mengobati luka itu seperti yang selalu aku lakukan dulu. Tapi entahlah, aku tak bisa.

Kepergian Kyuhyun dan munculnya Kyuhyun membuatku tak bisa berbuat apa-apa dihadapannya. Aku tak tau apa yang harus aku ucapkan padanya. Maka menghindar darinya adalah cara yang tepat bagiku. Meskipun aku tau bahwa aku tak bisa selamanya menghindar seperti ini. Masalah diantara kami berdua tidak bisa dibiarkan berlarut-larut seperti ini. Masalah ini harus diselesaikan dan orang yang bisa menyelesaikannya tentu kami berdua, aku dan Kyuhyun.

 

Semenjak insiden itu, beberapa hari aku tidak melihat Kyuhyun di kantor. Mungkin dia menyerah untuk menemuiku. Dia memutuskan untuk menyerah dan membiarkan semuanya kembali seperti semula, sebelum namja itu muncul dihadapanku. Aku tak berani menanyakan keberadaan Kyuhyun pada adiknya, Seohyun. Ku perhatikan, semenjak insiden itu sikap Seohyun sedikit berbeda padaku. Ya, bagaimanapun juga aku lah yang menyebabkan Kyuhyun terluka seperti itu. Maka tak heran jika Seohyun bersikap berbeda dari biasanya padaku.

“Yoona-ya, gwenchana?”tanya Yuri eonni yang lagi-lagi memergogiku sedang melamun.

Aku hanya mengangguk lesu. Yuri eonni tidak bertanya banyak padaku seperti biasanya. Dia hanya mengangguk lalu mengelus kepalaku. Jika sudah begini, Yuri eonni pasti tau bahwa aku membutuhkan waktu untuk sendiri. Sampai akhirnya nanti aku akan datang padanya untuk bercerita. Tapi aku tak yakin aku bisa menceritakan tentang Kyuhyun. Amarah eonni akan meletup-letup jika nama namja itu disebut. Aku tidak bisa membayangkan apa reaksi eonni jika dia tau Kyuhyun sudah kembali.

“Oh ya, aku sudah membuatkan sarapan untukmu. Aku pergi keluar sebentar dengan Yesung oppa. Jika ada apa-apa, kau hubungi eonni.”

Aku hanya mengangguk hingga akhirnya Yuri eonni pergi.

 

Hari ini aku tidak pergi ke kantor seperti biasanya. Aku memutuskan untuk mengambil cuti. Aku membutuhkan istirahat dan membutuhkan waktu untuk menenangkan pikiranku. Ditambah lagi aku merasa kepalaku ini sangat berat ketika aku bangun tidur. Jika aku memaksakan untuk bekerja, pasti semua kerjaanku akan kacau. Aku sudah menghubungi Sulli dan yeoja itu memastikan bahwa semuanya akan baik-baik saja. Sulli memang asisten yang bisa aku andalkan.

Ku dengar suara bel rumahku berbunyi. Aku bangkit perlahan dari tempat tidurku untuk melihat siapa yang datang.

Ketika aku membuka pintu, tidak ada seorangpun disana. Yang ada hanyalah sebuah pot bunga matahari. Aku mengambil pot kecil itu dan dibawahnya ada secarik kertas.

Sampai kapanpun, kau terlihat seperti bunga matahari. Bukan bunga lilly.

 

Aku mengedarkan pandanganku ke segala penjuru rumah ini. Aku berlari kecil ke luar rumah dan mencari orang yang telah meletakkan bunga matahari di depan pintu rumahku. Hingga akhirnya aku menemukan sosok itu. Dia sedang duduk di taman rumahku. Choi Kyuhyun. Sejak dulu dia selalu berkata bahwa aku seperti bunga matahari dan bunga matahari menjadi bunga kesukaannya. Dia selalu membantah bahwa aku ini seperti bunga lilly. Aku berpura-pura bahwa aku menyukai julukan yang diberikan Siwon oppa. Padahal aku lebih suka julukan bunga matahari seperti yang dikatakan Kyuhyun. Hanya saja, aku terlalu gengsi untuk mengungkapkannya.

Kyuhyun yang sadar akan kehadiranku membalikkan badannya lalu mencoba untuk tersenyum padaku.

Aku sempat berpikiran untuk berlari ke dalam rumah lalu mengunci pintu rapat-rapat. Tetapi aku rasa hal itu terlalu pengecut. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk menghampirinya. Setidaknya aku akan tau apa alasannya datang ke rumahku dan memberikan bunga matahari ini.

“Apa yang kau lakukan disini?”tanyaku dingin.

“Aku..aku..”ucapnya terbata-bata. Bisa ku lihat Kyuhyun begitu gugup sehingga dia terbata-bata seperti itu. “Aku hanya ingin memastikan kau baik-baik saja. Ku dengar kau mengambil cuti karena kelelahan. Jadi aku memutuskan untuk kemari.”terangnya.

“Kau sudah lihat kan? Aku baik-baik saja.”

“Yoona…”panggilnya lirih.

“Bisakah kita kembali seperti dulu? Maksudku kita kembali menjadi teman seperti dulu. Aku tau aku banyak bersalah padamu. Tapi aku tak bisa seperti ini terus. Aku tak bisa menjauhimu dan aku tak bisa menerima kau yang selalu menghindariku.”

“Aku tak yakin aku bisa memenuhi keinginanmu.”jawabku lalu berbalik meninggalkannya. Aku benar-benar tak sanggup. Lagi-lagi aku memutuskan untuk menghindarinya. Aku terlalu lemah jika berhadapan dengannya.

Namun, lengan Kyuhyun menahanku. Lagi-lagi, dia menahanku.

“Wae? Kenapa kau seperti ini, Im Yoona?”tanya Kyuhyun.

Aku terdiam. Entah apa yang harus ku katakan.

“Wae, Yoona? Wae?”tanya Kyuhyun lagi dengan nada yang lebih tinggi daripada sebelumnya.

Mata Kyuhyun yang mulai berkaca-kaca membuatku juga tak bisa menahan air mata. Rasa sesak yang selalu kurasakan kini semakin menjadi-jadi. Mataku rasanya tak bisa lagi membendung air mata. Hingga akhirnya perlahan bulir-bulir air mata itu metes pelan membasahi pipiku.

“Jawab aku, Yoong. Mengapa kau seperti ini??”bentak Kyuhyun sambil mengguncang-guncangkan tubuhku.

“Harusnya kau tau alasan mengapa aku melakukan ini.”jawabku mencoba untuk tenang meskipun air mataku sudah bercucuran.

“Berulang kali aku sudah meminta maaf padamu. Aku tau tak mudah untuk memaafkanku. Kau tak pernah mencoba untuk memaafkanku Im Yoona.”bentaknya lagi. Kali ini, Kyuhyun meneteskan air matanya. Hal yang belum pernah aku lihat selama bertahun-tahun aku mengenalnya. Kyuhyun…menangis. dan  ini membuatku hatiku semakin sakit.

“Aku sudah memaafkanmu.”

“Jika kau sudah memaafkanku lalu mengapa kau seperti ini, Im Yoona??!!! apakah aku tak lagi berarti dalam hidupmu?”

Bentakkan dan isakkan Kyuhyun semakin menjadi-jadi.

“Kau tau? 10 tahun yang lalu aku nyaris kehilangan nyawaku. Aku kehilangan kedua orang tuaku. Dan aku kehilanganmu, Kyu. Kau dimana ketika aku sangat membutuhkanmu? Kau dimana ketika aku rapuh? Kau tidak ada. Kau malah ikut pergi meninggalkanku, Kyu. Kau pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal dan kau pergi tanpa penjelasan apapun. Kau tau bagaimana terlukanya aku? AKU MERASA AKU INGIN MATI CHOI KYUHYUN!!! Aku terluka hingga aku berniat untuk bunuh diri saat itu. Karena aku merasa tak ada gunanya lagi aku hidup.”ungkapku sambil menangis.

Kyuhyun yang mendengar ucapanku melepaskan genggaman tangannya lalu terjatuh ke tanah.

“Apa itu yang kau sebut bahwa kau tak berarti dalam hidupku? Kau sangat berarti, Kyu. Kau terlalu berarti bagiku. Kau pergi dan meninggalkan luka yang sangat dalam. Yang tersisa hanyalah luka. Bertahun-tahun aku mencoba untuk melupakanmu namun aku tak bisa. Sekalipun Siwon oppa ada disisiku tapi tetap, tak ada yang bisa menggantikan posisimu. Aku baru sadar ketika aku kehilangan Siwon oppa. Rasa sakit yang kurasakan tak seberapa ketika aku kehilanganmu.”

“Mianhae..”ucap Kyuhyun dengan suaranya yang parau.

“Hatiku bagai ditusuk-tusuk oleh ribuan belati. Karena kecelakaan naas itu nyawa kedua orang tuaku harus terenggut. Dan ketika aku siuman akibat kecelakaan itu, namja yang ku harapkan ada untuk menghapus semua lukaku malah pergi dan menaburkan luka dihatiku dengan garam. Apa salahku padamu, Kyuhyun-ah? Hingga kau dengan teganya meninggalkanku? Meninggalkanku yang sedang terluka dan membutuhkanmu.?”isakku.“Kau tau? Selama bertahun-tahun aku menunggu kabar darimu. Aku menunggu kehadiranmu. Namun kau tak kunjung datang. Mungkin kau sudah melupakanku. Kau sudah memiliki hidup yang baru. Tak ada gunanya lagi aku menunggumu. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk menutup hatiku untukmu.”

“Jangan lakukan itu, Yoong. Kau tau selama ini aku tak pernah melupakanmu. Aku tak bermaksud meninggalkanmu seperti itu.”

Kyuhyun kini berdiri dihadapanku lalu menggenggam kedua tanganku erat-erat. Namun, aku melepaskan genggaman tangannya itu.

“Selama ini aku membangun benteng pertahanan untukmu. Tapi apa, dalam sekejap benteng itu runtuh karenamu. Apa yang harus aku lakukan, Kyu? Kau menyakitiku terlalu dalam, luka yang kau buat begitu sempurna. Seberapa keras apapun aku berusaha untuk membencimu pada kenyataannya aku tak bisa. Aku tak bisa!!!!”bentakku sambil terisak dan memukul dada Kyuhyun perlahan.

“Yoona…”panggilnya dengan lembut.

“Tetap saja, kau menjelaskan mengapa kau pergi dan mengapa kau datang kembali.”ucapku getir.

“Yoong…”

 

Kepalaku rasanya semakin sakit. Aku terlalu lelah untuk menghadapi ini semua. Penglihatanku mendadak menjadi kabur. Dan hingga akhirnya aku terjatuh dan semuanya menjadi gelap.

“Yoona??!! Im Yoona!!!!”teriak Kyuhyun.

 

“Yoona!!!!!!!”teriak Yuri eonni yang berlari menghampiriku dan betapa terkejutnya dia ketika melihat siapa yang ada dihadapannya.

“Choi Kyuhyun…?”

 

TBC

 

              Hai para readers!! Maaf destiny part 5 nya baru bisa selesai. Lama banget baru muncul lagi hehehe. Mungkin sebagian dari kalian udah lupa sama ff ini L huhuhu. Maaf banget, kemarin lagi sibuk-sibuknya terus sempet ganti laptop gitu. Ditambah belum ada waktu bikin ff jadi aja. Semoga readers makin suka yaa sama ceritanya. Maaf kalau ceritanya makin nggak jelas, makin ngebingungin, atau nggak sesuai sama yang readers harepin huhuhu. Jangan lupa komentar sama masukannya yaa supaya aku bisa makin semanget nulis sama bisa makin baik lagi buat cerita kedepannya. Terima kasih udah baca ff ku.

 

36 thoughts on “Destiny (Chapter 5)

  1. ya ampun sempet lupa sm jalan crtnya to untunh aja msh ingey??? siwon?? udh meninggl kah??
    wah gmna reaksi yuri ya klo dia liat kyuhyun

  2. Akhiirnya setelaah berakar nungguinnya lanjuut jugaaa,,saeng walo sempet lupa tp ada pencerahan dikit,heheee…
    Akhirnya yoona tau daaan apa mungkin seo itu suka sm kyu yg kakak tirinyaa?? Waaaahhh halangan kyu banyak bgt, ada minho,donghae dan juga yuri, gmn reaksi yuri tuuuuh saat liat kyu…
    Di tunggu kelanjutannya saeng…

  3. Akhirnya kelanjutannya di publis juga, sempet lupa ceritanya gimana soalnya terlalu lama ~
    Next chapter jangan lama-lama yah thor ^^
    Keep writing !!

  4. udh hampir lupa sma ni ff…. smg aj yoona kaih kyu kesempatan…. omo yoona pingsan..smg yoona gx knpa2…gmna reaksi yuri stlh tw siapa kyu yg sbnrny n tw hubungan kyuna

  5. aku sempet lupa sma jalam ceritanyaaa . hiks hiks sedih yahh unnnie tp aku ska unnie.
    g mn reaksi yuri ngrliat kyuhyun . lanjut yahh unnie jngn lama2 heheh. fighting unnie

  6. akhir-nya destiny update juga,udah lama banget nunggunya lho thor-nim……😦
    OMG!! yuri udah ketemu ama kyu, gimana nih dia bakal marah gak-ya sma kyu?
    donghae jga udah nyari identitas kyu? bakal gawat gak-ya?

    authorni figthting jusseoyeo

  7. Msh inget kok thor, klo ttg kyuna mah sllu inget..hehehe
    Kereeen ff nya, smga kyuna cpt baikan..
    Pokoknya kyuna kyuna kyuna😀

  8. Akhirnya yuri jumpa jugk dengn kyuhyun. Kira” nanti yuri bakal ngejauhin kyuhyun dari yoona gk ya ?😀
    Makasih ff nya thor

  9. aaaaah… lm bggt nggunya eonni…. hehe, tpibttep suka dan nggu trus klnjutannya sampai happy ending… hehe fighting…

  10. haiii eonni🙂
    akhirnya ff ini dilanjut lagi ya.. makin complicated aja ini mah..
    next partnya ditunggu yaa eonni🙂

  11. yoona yg kuat ya..
    kyuppa jgn menyerah dpetin yoong eonni lagi
    buatlah yul eonni brada dipihakmu
    kan gampang jdinya mau balikan ada restu dri kluarga
    maaf ya thor klo kmennya makin ngawur..

  12. Yaampunn untung masih inget ini ceritanya gimana jadi bisa langsung baca part ini btw kok minho ngegemesin banget sih minta diseret ke black hole sebenernya bagus dia mau ngejagain yoona tapi lama-lama malah jadi overprotective dan itu ngejengkelin banget kaya seakan-akan dia punya hak penuh atas yoona ew. Di sini konfliknya bakal rumit ya gak si? Soalnya yoona direbutin 3 cowo tapi semoga aja dia tetep milih kyuhyun dan cepet-cepet aja deh yoona tau alesan kyuhyun kenapa dia pergi waktu itu biar ga ada salah paham lagi kasian mereka berdua😦 btw gimana ya reaksi yuri pas ngeliat itu kyuhyun jadi penasaran tapi yang pasti dia marah terus dingin gitu ke kyuhyun dan penasaran banget gimana reaksi donghae sama seohyun pas tau hubungan kyuna dulu semoga aja seohyun mau bantuin kyuna pokoknya ditunggu kelanjutannya😀

  13. Ya ampuuun .. Thor,kmn ajaaa? Aq amp baca d chap 4 dlu baru msk k 5 ahahahahahah …
    Jdi gmn kelanjutannya ??
    Ayoo terusin,jgn stg” .. Nanggih niih ..
    Smg kyuna balikan .. *amiiiin*

  14. Sudah lama sekali dan akhirnyaa update yeayy! Walaupun agak telat aku bacanya tp memuaskan karena panjang hehehe^^ konfliknya makin rumit yaaa yoona hrs denger penjelasan kyu dulu^^

  15. Kasihan Yoona sampe pingsan menahan gejolak emosinya terhadap kyuhyun…. semoga aja mereka bisa cepat berbaikkan dan kyuhyun harus segera menjelaskan kenapa dia sampai meninggalkan yoona… dan bagaimana reaksi yuri begitu tau kehadiran kyuhyun?… lanjut…

  16. wahh…whha…makin seru,,,berharap yoona bias baikan ma kyu…
    tapi gimana dengan Yuri pasti dia marah besar ma kyu..
    next…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s