Never Ending Story (Memorable Epilogue)

1a

Never Ending Story (Memorable Epilogue)

HyukGumsmile

Cho kyu hyun Im Yoona

Romance

Yoona masih sibuk dengan persiapan makan malamnya ketika pintu berdecit kecil dan kemudian ia tau dengan mudahnya jika lelaki itu baru saja datang. Yoona hanya tersenyum kecil, meletakkan gelas terakhir di meja makan bundar rumahnya lalu berjalan menuju pintu masuk.

Disana, yoona melihat nara masih sibuk dengan remote televisi miliknya. Memencet-mencet tombol tanpa tau arah. Sepertinya gadis itu sudah bosan setengah mati. Lantas ketika orang yang begitu ia tunggu sudah kembali, nara segera bersidekap turun dari sofa tinggi itu. Membuat kaki kecilnya terayun-ayun untuk sejenak lalu tiba-tiba ia sudah berada jauh dari pandangan yoona.

“daddy!!!” pekiknya girang.

Yoona hanya tersenyum, menatap kedua sejoli itu tanpa mau menginterupsi. Kedua tangannya sudah terlipat didepan dada dan kini ia masih bersandar diujung pintu penghubunga ruang makan dan ruang keluarga.

Nara hanya berlari sebentar lalu sebelum akhirnya mendarat dalam gendongan siwon. Lelaki itu segera mengayunnya kencang, berputar, membuat nara terkekeh senang. Melenyapkan ekspresi bosannya dalam sepersekian detik saja.

“how’s life?” sapa siwon mengecup pipi tembamnya lembut.

Nara hanya meringsek kecil. Memasukkan kepalanya dalam ceruk leher siwon, mempererat lingkaran tangannya disana lalu hanya mengangguk kecil. Membuat lelaki itu terkekeh geli, mengacak rambut nara sayang lalu berjalan mundur.

Kepala nara sedera terangkat. Sudah tau acara sogok-menyogok mereka akan segera dimulai. “kau membawakanku sesuatu?” tembaknya langsung, tanpa basa-basi.

Siwon kemudian mengangkat bahunya acuh, berhenti di meja kecil disampingnya lalu membuat ekspresi wajah menyesal. “yeah, because i have to go for my work dan our promises—“ ia terhenti sebentar. Lalu salah satu tangan kosongnya mengangkat satu kotak berwarna pink lembut dan menyodorkannya didepan wajah nara. “so here it is, macaroons for little-greedy-piggy-princess in the world” sambungnya konyol.

Nara tertawa besar saat kotak itu sudah berada ditangannya. “macaroon?” ulangnya dengan mata coklat berbinar. Lalu ia meringsek turun. Mendatangi meja kecil dan meletakkan kotaknya disana. Jemari kecilnya sudah gatal seperti ingin menyerang hadiah kecil dari siwon sebelum kotak itu terangkat tinggi, lalu dibelakangnya, nara melihat yoona dengan kedua matanya yang kejam.

“mommy!!” pekiknya kesal. Kedua pipinya kemudian menggembung.

Yoona tak mau tau, apalagi sibuk mendengar protes nara yang memekakkan telinga. Segera saja ia berjalan membawa kotak pink itu dan berhenti didepan siwon. Dengan wajah datarnya, yoona menatap siwon tanpa kata. Membuat lelaki itu terkekeh kecil lalu menarik yoona dalam pelukannya. Menghadiahi yoona dengan sebuah kecupan singkat tepat dipelipisnya.

“we should talk about your punishment. Aku meninggalkan Mr. Kim karena terlalu merindukanmu”

Bukan hal yang lumrah ketika kemudian kedua pipi yoona memerah, lalu ia segera memundurkan diri demi menghindari berbagai tingkah konyol siwon lainnya. Yoona kemudian bersidekap kembali, mengayunkan kotak bawaan siwon didepan wajahnya, membuat lelaki itu menatapnya bingung.

“dia belum makan malam.” Kalimat itu terlontar begitu saja.

“belum makan?” siwon membeo dengan kedua alis hampir menyatu. Yoona segera mengambil langkah seribunya memasuki dapur dan menyimpan macaroon itu dengan aman. “i let you to ask her” jawab yoona diplomatis.

Siwon masih menatap kepergian yoona dengan panik, lalu tak lama berbalik, menatap nara yang masih menunduk kesal. Ia berlutut, menatap wajah gadis kecil itu dengan raut kebingungan yang masih sama, lalu mengusap lengan nara hingga kemarinnya bersarang dengan menggenggam jemari nara.

“kenapa belum makan malam?” tanyanya lembut, namun tegas.

Nara hanya menatapnya sekilas, lalu kembali menunduk. “im waiting for you” jawabnya kecil. Namun siwon masih dapat mendengarnya dengan jelas. Lelaki itu tersenyum tipis lalu menarik nara mendekat.

“daddy sudah bilang akan pulang terlambat, lil princess. kau menyiksa dirimu, dan mommy, dan juga daddy.” Siwon menatap bola mata nara lembut. “siapa yang tahan melihat gadis rakus sepertimu ternyata belum mengisi perutnya untuk makan malam?”

Siwon tersenyum saat nara tertawa menanggapi leluconnya. “aku belum lapar, sungguh!”

Nara mengeluarkan deretan gigi rapihnya sebelum suara perut gadis itu berbunyi. Membuat siwon kemudian berdehem kecil menahan tawa lalu menggendongnya dalam sekali gerakan.

“i know. I believe in you” ucapnya mengejek. “tapi sebaiknya kita makan malam dulu sebelum mommy tak akan pernah lagi membiarkanku untuk memberikanmu kejutan lainnya. Arraseo?!”

Yoona menyambut mereka dengan tenang di meja makan. Wanita itu menarik kursi kecil tempat dimana siwon kemudian menurunkan nara untuk duduk disana. Ia kemudian ikut duduk, menyesap segelas air putih seperti yang nara lakukan.

Naluri keibuannya membawa yoona kembali kedalam pantri. Susu putih nara dan kopi hangat siwon masih berada disana, belum sama sekali ia letakkan diatas meja. Yoona berhenti lalu mulai mengikat rambut panjangnya sebelum berbalik dan menemukan siwon masih bersandar pada pintu pantri.

Keduanya terdiam sejenak, lalu sama-sama tersenyum. Siwon mendekat dengan dasi yang kemudian mulai ia longgarkan menggunakan salah satu tangannya yang tak bersarang dikantong. Dan berhenti tepat dihadapan yoona.

“katakan,” ujarnya singkat. Jemari lelaki itu kemudian bersarang pada pinggul yoona, merapatkan jarak diantara mereka lalu mengecup bibir yoona singkat. “ada hal yang ingin kau katakan padaku?” tanyanya kembali.

Yoona tergagap. Ia tak tau siwon begitu mengenal dirinya sebaik itu. Ia bahkan belum menyusun kata-kata yang tepat untuk perbincangan mereka malam ini. namun siwon sudah lebih dahulu menembak point penting itu tanpa menunggu lama.

Yoona mengarahkan matanya pada dasi longgar siwon, menariknya kebawah mengikuti alur tanpa mau menatap kedua bola matanya. “kopimu dan susu nara—“

“nanti saja.” Putus siwon cepat. Ia semakin menarik yoona mendekat, menghapus jarak yang semakin mengganggu diantara mereka. “jadi, ada apa?” lanjutnnya memaksa.

“apa tidak sebaiknya kita makan malam dulu? Lalu kau bisa membersihkan tubuhmu, aku—“

“sekarang saja, nyonya choi”

Siwon kembali memutuskan permbicaraan mereka dengan cepat. Kini kedua tangannya sudah bersarang pada pinggul yoona. Tak membiarkan tubuh bagian belakang wanita itu menyentuh sudut bibir meja pantri. Lalu ia mengerutkan keningnya ketika yoona terkekeh kecil.

Mungkin ini terlalu cheesy. Ia tau itu. Tapi yoona tetap akan melakukannya meski ia bukan lagi remaja tanggung yang dirundung romansa picisan ala anak muda lagi. Namun bagi yoona, setiap kebahagiaan memang harus diekspresikan dengan benar.

Siwon kemudian berjengit heran ketika yoona melingkarkan lengannya pada leher siwon. Yoona menyandarkan kepalanya pada dada bidang lelaki itu, lalu menyesap bau maskulin khas siwon yang luar biasa menenangkan.

Debaran jantung siwon terdengar begitu keras, bertalu-talu tanpa tau malu memberitau yoona jika ternyata ia tak sendiri. kencangnya adrenalin itu masih menghiasi rumah tangga mereka meski satu tahun sudah terlewat.

“Happy Anniversary” bisik yoona kecil.

Siwon yang semula heran kemudian tertawa geli. Tubuhnya terasa lebih luwes lalu ia memeluk yoona semakin erat. Menenggelamkan kepalanya pada ceruk leher bau pinus milik yoona.

“kau bukan tipe wanita seperti itu, yoong. Berhenti membuatku frustasi”

Yoona terkekeh mendengarnya. Diikuti siwon yang hanya berlangsung beberapa detik menjelang yoona kembali bersuara. “im pregnant. Congratulation, daddy!”

 

 

__

Yoona masih sibuk dengan sarapan paginya ketika bel berbunyi sekali, lalu tanpa ada jeda waktu yang panjang kemudian pintu terbuka begitu saja. Yoona hanya memutar bola matanya malas lalu berjalan menuju ruang keluarga dan menemukannya disana.

Lelaki tinggi putih yang masih menggunakan setelah semi formal miliknya. Berdiri diujung sofa, memperhatikan sekitar.

“kau sudah tau kodenya?” yoona memberondong kyu hyun dengan pertanyaan jengkel. Baru satu minggu yang lalu ia merubah sandi pintu rumahnya, dan kini kyu hyun sudah tau, tanpa pernah ia beritau.

Ajaib sekali.

Yoona melihat lelaki itu mengeluarkan seluruh giginya untuk tersenyum. Lalu yoona mendesah pasrah ketika tak bisa untuk lebih kejam lagi pada pria itu. “siwon memberitaumu lagi?”

Yoona berbalik, melangkah menuju meja makan lalu kembali mengatur meja. Kyu hyun mengikutinya dengan santai. Mengambil tempat duduk tepat dihadapan yoona lalu menyodorkan piringnya tanpa rasa bersalah.

“hmm. Kemarin saat kami bertemu sebentar, dia bilang kau terlalu sensitif. Konyol sekali mengganti kode sandi rumahmu hanya karena sekertarisnya datang.”

Yoona mengisi piring kosong kyu hyun perlahan. Mendengarkan cerita lelaki itu dalam diam lalu merasa terusik dengan kalimat terakhir kyu hyun. “kau tidak mengerti.” Yoona menimpalinya pelan.

Lalu kekehan kyu hyun terdengar dengan jelas. “aku tau, kau pasti terkejut suamimu memiliki sekertaris secantik bora. Kau tidak berubah, yoong. Selalu tau diri.”

“yak! Nappeun!!”

Yoona berhenti mengisi piring kyu hyun, beralih menatap lelaki itu dengan pandangan paling tajam yang pernah ia miliki lalu memekik keras. Membuat kyu hyun kembali tak dapat menahan diri untuk tidak tertawa kecil.

Jemarinya kemudian bergerak mengacak sayang rambut yoona. Lalu membawa wanita itu dalam pelukannya yang hangat. “wae? Kau kenapa?” tanya kyu hyun kemudian. Ia mengusap punggung yoona pelan, lalu mendesah geram. “semenjak bermingu-minggu lalu emosimu selalu meledak-ledak. Kau bahkan tau siwon tak akan pernah berpaling darimu. Jangan konyol, yoong” lanjut kyu hyun pelan.

Yoona ikut memeluk kyu hyun pelan. Lalu mereka memisahkan diri setelah merasa cukup. Yoona masih mempertahankan ekspresi jengkelnya ketika mengisi piring kyu hyun dengan sarapan pagi mereka, lalu kemudian ia ikut duduk berhadapan langsung dengan lelaki tinggi jangkung itu.

“aku tau. Tapi wanita itu—bora, terlihat sangat menjengkelkan. You know?”

Kyu hyun mengangguk patuh, menyendokkan sesendok nasi goreng seafood buatan yoona tanpa melirik wanita itu dengan benar.

“you, dont know, kyu hyun-ssi!”

BUK!

Kyu hyun mengusap kepalanya pelan. Emosi yoona memang gampang sekali tersulut belakangan ini. kapanpun kyu hyun berkunjung, ia merasa selalu menjadi korban serentetan masalah kecil yang seolah selalu diperbesar oleh yoona.

“i know, yoong! Kau merasa tersaingi, aku mengerti. Aku bukan baru mengenalmu kemarin sore. Aku tau apa yang kau pikirkan!” pekiknya tak terima dengan wajah berkerut menahan denyutan kecil pada dahi mulusnya.

Kyu hyun kemudian menatap yoona yang tertawa kecil. Tawa lamanya yang begitu sempurna. Begitu kyu hyun sukai. Alasan mengapa dulu ia bahkan jatuh cinta dalam persahabatan erat yang terjalin dari balita.

“maaf”

Lalu seberkas senyum juga menghiasi wajah kyu hyun. Ia mendesah malas, lalu kembali melanjutkan sarapannya dengan tenang.

“choi siwon,, tidak dirumah? Kenapa sepi sekali?”

Yoona kemudian tersenyum cerah, menatap kyu hyun yang begitu terkejut dengan ekspresinya yang berubah berkala secara tiba-tiba. “ahh, dia harus menyelesaikan pekerjaannya dikantor” balas yoona cepat.

“sepagi ini?”

Pertanyaan itu tidak mendapatkan jawaban. Yoona kembali mengunyah dengan lahap sarapannya lalu kemudian berhenti. Kedua bola matanya membesar antusias. “did you hear that, kyu?”

Kyu hyun kemudian mendelik penasaran. “apa?”

“spencer dan ji yeon. Kau sudah—“

“ahh—“ kyu hyun mengangguk paham. Ia kemudian menatap yoona dengan senyum gelinya dan terkekeh pelan. “sudah. Ji yeon sudah memberitaumu?”

Yoona mengangguk dua kali, mengisi kembali mulutnya, lalu melipat kedua tangannya diatas meja makan. “apa menurutmu, tidak—emm, maksudku, spencer itu—“

“spencer mencintai sahabatmu, yoong. Apa yang salah?”

Yoona melenguh kecewa. “jangan konyol, kyu. Bahkan nara yang tak mengerti apa-apa juga tau hal itu!” yoona melotot, membesarkan bola matanya dengan lucu sebentar lalu kemudian kembali menatap kyu hyun serius. “maksudku, pekerjaannya yang—yah, kau tau. Aku rasa—ji yeon terlalu,, emm, yah begitulah”

Kyu hyun terkekeh mendengar kata-kata yoona yang begitu berantakan. Ia kemudian meraih segelas air putih dan menenggaknya setegah gelas. Lalu menatap yoona dengan lebih tenang. “spencer memang agen internasional. Tapi itu tidak pernah merubah apapun, kurasa.” Kyu hyun menerawang mengingat kapan terakhir kali ia bertemu spencer, lalu ia ikut tertawa kecil.

“spencer sudah melamar ji yeon semenjak satu tahun yang lalu. tapi sabahatmu menolaknya”

Kedua bola mata yoona kembali membesar tak percaya. Ia kemudian beringsut maju, menampakkan raut wajah antusias berlebihan miliknya tepat dihadapan kyu hyun.

“sama sepertimu, ji yeon takut pada pekerjaan spencer yang terlalu beresiko. Jadi, setelah memutuskan untuk berunding sejenak, spencer akhirnya berniat untuk mundur.”

“yang benar? Ji yeon tidak pernah bercerita tentang itu!” yoona menyahut berapi-api. Membuat kyu hyun tak lagi melanjutkan sarapan paginya karena terlalu gemas melihat tingkat yoona pagi itu.

“ji yeon juga tidak tau. Spencer memutuskan untuk mundur dan menangani sendiri perusahaan pribainya disini. Tapi sebelum itu ia harus menyelesaikan kontrak terakhirnya untuk menangkap thunder james. Kau tau, penyusup dan bandar narkoba di colorado”

Yoona mengangguk paham. “dan dia sudah menyelesaikannya. Aku melihat berita itu hampir satu bulan yang lalu”

“hmm. Meski butuh waktu hampir satu tahun. Dia kembali dua minggu yang lalu. dan langsung melamar ji yeon.” Kyu hyun tertawa konyol. “dan memaksa sahabat polosmu untuk menikah hanya kurang dari tiga bulan. Spencer memang luar biasa.”

Yoona ikut tertawa geli. Seperti itukah sosok spencer yang dulu pernah membantunya? Yoona pikir spencer terlalu kaku untuk sosok ji yeon yang polos dan pendiam. Lagipula, ia pergi hampir satu tahun lamanya, dan yoona tak tau harus berekspresi seperti apa ketika ji yeon menghubunginya dan menyampaikan kabar baik itu padanya kemarin sore.

Ia memang tak lagi bekerja semenjak siwon menahannya untuk dirumah saja. Yoona hanya sesekali memantau ji yeon jika ia merasa bosan. Dan hal itulah yang belakangan membuatnya tak lagi sekomunikatif dulu pada ji yeon.

Yoona hampir tersedak ketika ia tau pernikahan ji yeon dan spencer tak berjarak lama usai kabar itu datang. Yoona pikir, mungkin ia harus membuat perhitungan pada spencer jika ia melakukan sesuatu yang tak benar pada sahabatnya.

Nyatanya, apa yang ia dengar justru tak seperti yang ia pikirkan. Yoona tersenyum kecil. Nyatanya, hubungan perasaan diantara manusia memang tak sesederhana itu. Banyak hal yang tak pernah orang lain tau jika sudah menyangkut masalah hati.

Yoona kembali menyendokkan sarapannya ketika sebuah pertanyaan melintas begitu saja.

“kapan kau akan menyusul, kyu?”

Pertanyaan itu memecah suasana menyenangkan diantara mereka. yoona tersedak dengan sendirinya mendengar pertanyaan konyolnya yang ia tau akan menyakiti kyu hyun. Lalu ketika menatap lelaki itu, meski tersenyum, yoona dapat menangkap sorot terluka disana.

Kyu hyun mengatasi situasi itu dengan tersenyum. Lalu berdehem kencang. “kemarin aku bertemu dokter shin. Dia bilang tiffany sudah jauh lebih baik. Minggu lalu alteregonya kembali muncul, padahal mereka berasumsi jika tiffany sudah mampu melenyapkannya.” Kyu hyun menunduk, menatap piring yang kini isinya tinggal sepertiga. “mungkin masih butuh waktu. Aku pun tak begitu optimis tiffany akan sembuh secepat ini” lanjutnya lambat.

Yoona menahan diri untuk tidak menangis. Kedua bola matanya memanas lalu berair. Ia tau, secara tidak langsung lelaki itu masih menyimpan beban miliknya sendiri. jawaban kyu hyun pun sebenarnya tak ada sangkut pauitnya dengan pertanyaan yoona.

Hanya saja yoona tau, kyu hyun tengah mencoba memberitau dirinya bahwa lelaki itu belum akan menyusulnya, atau spencer dalam waktu dekat. Karena kini ia masih harus memfokuskan dirinya pada tiffany. Sosok sahabat lama yang harus menderita dibalik kebebasan mereka.

Yoona ingin menangis. Ia tak seharusnya membahas topik sesensitif ini setelah persahabatan mereka telah kembali pada titik nol. Yoona dan kyu hyun sudah begitu yakin untuk memulai semua keakraban mereka dari awal.

Pun mereka telah saling memaafkan dan saling menerima. Yoona mengembalikan kepercayaannya yang dulu pernah hilang pada kyu hyun. Nyatanya, kepercayaannya tak hilang dengan kyu hyunlah sebagai penyebabnya. Semua terjadi karena hal yang tak pernah mereka duga. Dan yoona percaya jika kyu hyun masih bisa mendapatkan kesempatan keduanya.

Yoona menarik nafasnya berat. Jemari lentik yoona terulur, menyambut tangan kyu hyun, menggenggamnya erat lalu menatap wajah lelaki itu dengan senyum pias.

“kau menanggung beban terlalu erat, kyu” ucapnya parau. Yoona tercekat diantara pita suaranya yang tak sekalipun bermasalah.

Lalu ia melihat kyu hyun tersenyum tipis, sangat menyedihkan. “aku bertanggung jawab atas kesalahanku dimasa lalu sebagai seorang lelaki, yoong” jawabnya diplomatis.

Yoona semakin merasa teriris. Dulu, persahabatan mereka tak pernah semenyedihkan ini. Dan meski kini pun mereka melewati hari dengan canda tawa, tak ada yang pernah tau betapa masing-maisng diri menyimpan duka lara yang tak terbaca oleh mata.

“tapi kau tak harus memikulnya sendiri. Kau masih punya aku”

Yoona menatap mata coklat yang kyu hyun turunkan pada putri kecil mereka ketika lelaki itu mendongkak. Tangannya yang semula tertangkup kini berbalik, membalas genggaman tangan yoona sama eratnya, lalu tersenyum dengan pemaksaan yang luar biasa.

“aku tak harus melibatkanmu lagi dalam beban atas perbuatanku. Kau sudah cukup menggenaskan dengan mengandung dan merawat nara seorang diri tanpa tanggung jawab dariku.”

“aku tidak pernah menyesal akan itu, aku—“

“i know.” Kyu hyun mengeratkan genggamannya. “tapi kau membuatku semakin terluka jika kau kembali dalam pusara hitam ini yoong. Aku membebaskanmu dari beban bukan tanpa alasan. Kaulah satu-satunya alasan aku masih berada disini.”

Yoona terdiam, menatap kyu hyun dengan air mata yang hampir tumpah. Bagaimanapun kesedihannya dimasa lalu, tak akan pernah membuatnya tega membiarkan kyu hyun berkecimpung dalam duka besar seorang diri.

Yoona tak sejahat itu.

“aku—“

“kau hanya perlu bahagia.” Kyu hyun diam, menatap yoona penuh kelembutan. “membiarkanmu mengandung nara, melahirkannya dan merawatnya seorang diri adalah kesalahan terbesar keduaku setelah aku meninggalkanmu. Jadi, kini tugasmu hanya perlu berbahagia. Berikan aku banyak tawa dan jangan lagi mengungit masa lalu kita. Its hurt, you know? Aku tak ingin mengingat betapa bajingannya diriku terhadapmu, dan tiffany. Dan nara” sambung kyu hyun pilu.

Seberkas air mata yoona jatuh begitu saja. Tanpa pernah ia sadari betapa kini masa lalu telah membawa mereka pada posisi mereka masing-masing. Yoona telah mengerti dimana seharusnya ia menempatkan kyu hyun dengan beribu masalalu kelam dan bahagia diantara mereka dalam hidupnya.

Begitupun lelaki itu, ia telah mengerti seperti apa harus menghargai persahabatan yang kini kembali tercipta dari puing-puing rapuh yang hampir pecah, dulu.

Yoona tersenyum, membalas genggaman erat tangan kyu hyun, menimpalinya dengan satu lagi telapak tangan hangatnya lalu memohon tanpa kata. “jangan berusaha terlalu keras, kyu. Kau tau kemana harus pergi ketika kau lelah”

Kyu hyun mengangguk manis. “kita sudah sejauh ini, yoong. Semua pihak telah merasakan lara yang perihnya tak terkira. Dan ini saatnya untuk bertanggung jawab secara dewasa.” Kyu hyun terdiam dan membersihkan tenggorokannya sebentar, mungkin ia mulai merangkai kata, lalu lelaki itu kembali bersuara.

“bukannya aku tak ingin menikah. Hanya semua ini membuatku sadar jika ada banyak hal yang harus aku selesaikan sebelum aku pantas untuk benar-benar bahagia” lanjutnya tenang.

Yoona tersenyum dan menepuk genggaman tangan mereka. “kau sudah terlalu dewasa” tuturnya dengan terkekeh dalam tangis yang tak lagi dapat ia sembunyikan.

Kyu hyun mengusap ibu jarinya pada genggaman tangan yoona. Membuat wanita itu menoleh ragu dengan air mata yang masih belum ingin berhenti untuk terjatuh. “kau mengajarkanku banyak hal, yoong. Terimakasih. Aku—“ kyu hyun terdiam, ia kemudian menatap yoona dengan begitu tulus, begitu dewasa dengan mata elangnya yang tak lagi memancarkan bara emosi ala remaja.

“aku mencintaimu” ucapnya setelah detik-detik panjang yang berlalu tanpa arah diantara mereka. yoona meringsek maju, meninggalkan tempat duduknya dan secara bar-bar memeluk kyu hyun dengan tiba-tiba.

Membuat lelaki itu terkekeh menikmati sesuatu yang kini kembali tumbuh diantara mereka. kyu hyun tau persahabatan lekat itu tak akan pernah hilang meski pernah memudar. Kini tugasnya hanya perlu membangun sisa-sisa rasa yang masih menyelimuti hati mereka kedalam sebuah rasa aman yang terus membentengi yoona.

Ia tau kini itu tak lagi menjadi haknya. Walau bagaimanapun yoona telah menikah dan tanggung jawab itu kini beralih pada sosok choi siwon. Namun kyu hyun tak akan pernah berhenti untuk menjadi sosok pelindung bagi wanita itu.

Ia akan terus menjadi cho kyu hyun bagi seorang im yoona selama wanita itu menginginkannya.

Persahabatan mereka telah menyakiti satu sama lainnya di berbagai pihak. Karena itulah entah mengapa proses pendewasaan diri itu membawanya pada keputusan jika ia akan kembali membangun semua tanpa ada lagi luka.

Meski kini yoona telah bahagia.

Atau tiffany masih harus terus menjadi tanggung jawabnya.

Kyu hyun tak lagi perduli. Seolah kini hidupnya hanya akan ia habiskan demi mengembalikan keutuhan persahabatan mereka yang pernah retak, sebelum ia merasa pantas untuk bahagia dengan pilihannya sendiri.

“aku juga mencintaimu, kyu”

Yoona berbisik dalam isakannya. Membuat kyu hyun tertawa pelan. Ini im yoona-nya. Sosok yang semenjak dulu selalu mengeluhkan apapun isi hatinya pada kyu hyun. Lelaki itu kemudian mengusap punggung yoona pelan. Membiarkan pelukan hangatnya menenangkan yoona untuk sementara waktu.

Mereka berhenti ketika yoona mulai tenang. Lalu kyu hyun memintanya untuk mencuci wajahnya yang terlihat mulai sembab. Ketika yoona kembali, kyu hyun masih disana, berdiri menunggunya dimeja makan.

Yoona tersenyum masam. “aku rasa aku terlalu sentimentil” ujarnya malu. Kyu hyun menanggapinya dengan kekehan pelan. Ia mengacak rambut yoona, memberikannnya kecupan singkat dikening lalu tersenyum tipis. “lanjutkan sarapanmu, lalu—“

“APPAAAA!!!!”

Mereka kemudian berbalik, menatap nara yang sepertinya sudah rapi usai mandi paginya lalu menghambur tanpa arah pada kyu hyun. Membuat lelaki itu tertawa tanpa batas lalu menggendong nara dengan bar-bar.

“wah, kenapa tuan putri baru bangun?!”

Nara tak menjawab, hanya merangkul pundak kyu hyun dan mulai bermanja-manja. Lelaki itu memang baru saja pulang dari tugas dinasnya keluar kota. Jadi, yoona pikir nara mungkin sudah terlalu lama tak melihat appa-nya datang.

Yoona meminta izin untuk membuatkan nara susu. Sarapan pagi gadis kecil itu setelah ia selesai makan besar. Lalu ketika beranjak yoona melihat kyu hyun mengecup bibir nara berkali-kali, membuat putri kecilnya tertawa lucu dan geli berbarengan.

“kita sarapan, ya?!”

Pinta kyu hyun yang langsung saja mendapat anggukan dari nara. lalu mereka duduk tanpa benar-benar memperdulikan yoona. Membuat wanita itu mendegus kesal. Nara memang terlalu berbakat mencuri perhatian semua lelaki kesayangannya.

Saat kembali dengan membawa satu gelas susu vanilla kesukaan nara, yoona melihat kyu hyun tengah menyuapi nara yang masih duduk dalam pangkuannya. Lelaki itu kembali mengecupi nara bertubi-tubi setelah ia berhasil menjejalkan sarapan pagi nara kedalam mulut putri kecilnya.

“kau juga harus sarapan, kyu” yoona spontan menambah porsi untuk mereka berdua, tanpa mendapatkan protes semacam apapun dari bapak beranak yang tengah asik bercengkrama itu.

Tak lama kyu hyun menyodorkan susu yang masih penuh kehadapan nara, membuat gadis kecil itu menurut saja menghabiskan sarapan paginya lalu menatap kyu hyun dengan wajah berbinar. Kedua mata mereka bertemu, dan kyu hyun tertawa geli memperhatikan tingkah nara.

“kenapa kau bisa punya tatapan seperti itu” kyu hyun mengeluh, mencubil pipi gambil putrinya, mencium bibirnya kembali, lalu menatap yoona. “jadi, bisa aku bawa nara sekarang?” tanyanya tanpa basa-basi.

Yoona mengangguk. “nara, jangan lupa bawa tas ransel yang semalam—“

“ne, omma!!”

Nara beranjak turun dari pangkuan kyu hyun, berlari menuju kamarnya dilantai dua dengan tawa kencang. Yoona tak pernah tau mengenal kyu hyun membuat nara ratusan kali lebih bahagia. Mungkin pertalian darah mereka memang tak dapat dipungkiri dengan cara apapun.

“jadi, kau akan sendirian dirumah? Yakin tidak ingin ikut?”

Yoona tersenyum cerah, lalu menggeleng dengan cepat. “aku ada janji dengan siwon siang ini” jawabnya cepat.

“oh, karena itukah dia pergi sepagi ini? ingin cuti setengah hari?” kyu hyun mengikuti yoona yang sudah berjalan mendekati tangga, menunggu nara untuk turun. “kalian akan kemana?”

Yoona terkekeh ketika melihat nara sudah diujung tangga. “hati-hati, nara!” teriaknya. Lalu ia berbalik, menatap kyu hyun dengan binar mata menyala-nyala. “dokter kandungan?” jawabnya dengan nada aneh.

Kyu hyun mengerutkan dahinya heran. Lalu lama-lama mulai mengerti dan tanpa sadar mundur satu langkah. Ia membesarkan bola matanya tak percaya. “you’re prengnant?” tanyanya tanpa tedeng aling.

Ketika yoona mengangguk kecnang, kyu hyun menghambur  untuk memeluknya erat. Memberikan ucapan selamat tanpa kata-kata. “aku pikir kau masih trauma” tuturnya ringan.

Lalu yoona mengedikkan bahunya pelan. Meraih genggaman nara yang masih tersisa setelah kyu hyun menuntun salah satu tangan bocah kecil itu menuju pintu rumahnya. “aku pikir juga begitu, tapi, you know aku juga harus terus maju. Dan, kupikir untuk terlalu takut pada masa lalu adalah hal yang sia-sia. Seperti masa lalu kita.”

Yoona berhenti didepan pintu mobil kyu hyun, diikuti lelaki yang kini ikut berbalik kesamping, membuat tubuh mereka saling berhadapan, tatapan mereka saling menyapa dengan tulus, lalu yoona tersenyum, membiarkan nara menatap kedua orang tua mereka bingung.

“at least, kita bisa sebahagia ini, bersama nara. aku tak pernah menyesali itu kyu. Jadi,, terimakasih. Untuk semuanya.”

Yoona maju, mengecup pipi kyu hyun sekali lalu menatap putri kecilnya sayang. “jangan nakal bersama appa, arrachi?! Selamat bersenang-senang” tandasnya sebelum melangkah meninggalkan nara dan kyu hyun dalam hening.

Tak ada yang percaya jika semua pihak bahagia. Urusan rasa, siapa yang mampu menjaminnya? Kehidupan mereka bukan cerita dongeng yang selalu berakhir sempurna. Baik kyu hyun ataupun yoona percaya masih ada lara yang mereka simpan dalam benak masing-masing tanpa perlu memperlihatkannya.

Hanya kini bukan lagi saatnya untuk terus terpaku pada masa lalu. Lara itu, akan tetap ada demi mengajarkan mereka cara untuk saling menghargai satu sama lainnya. Kyu hyun percaya, ia tak sebahagia itu ketika mendengar pernyataan kehamilan yoona. Yoonapun tau, memberikan kabar secepat itu pada kyu hyun akan membuatnya merasa terusik.

Tapi begitulah hidup. Tak selamanya harus terus menjaga perasaan disaat masa depan telah memanggil untuk digapai.

Lewat segala masa lalu mereka, yoona dan kyu hyun percaya, bahwa bahagia tak selalu datang sepanjang usia. Ada kalanya, mereka harus bersikap lebih logis, guna terus melanjutkan hidup.

Kini, setelah menghabiskan satu tahun penuh untuk menyesal, kyu hyun percaya sudah saatnnya ia belajar merelakan hatinya. Bukan demi yoona yang kini telah bahagia, atau demi tiffany yang kini masih memerlukannya, pun demi nara yang menjadi cahaya terang dalam hidupnya.

Namun semua demi dirinya sendiri, yang harus sembuh dari luka dalam yang membawanya menjadi sedewasa ini.

Setidaknya, semua memberikan arti positif dan negatifnya masing-masing. Kyu hyun tau, ia akan terus menyakiti dirinya dengan selalu berada disekitar yoona. Namun disisi lain ia percaya, jika bahagia tak datang tanpa perjuangan.

Kyu hyun butuh nara.

Atau mungkin ia perlu semenderita ini, saat ini, demi menyambut ribuan hati lain yang mungkin akan datang dan dapat mengalihkannya dari im yoona dilain kesempatan.

Karena demi relung waktu yang tak pernah terjamah, cintanya pada sosok itu tak akan pernah berubah.

 

__

Kuletakkan kisah kita dalam cawan tak berisi. Lalu kubiarkan yang lain datang dan pergi demi terus membiarkanku tak mati dan usang.

Kisah kita memang bagai duri tajam. Menusukku, menghidu darah segar kehidupanku secara kejam.

Namun terimakasih, karena disinilah aku belajar, bagaimana harus menghentikannya, dan menyembuhkan luka dalam agar semua kisah ini tak lagi menyakiti kita dalam kenangan-kenangan yang belum terselesaikan.

Karena hidup tak semenyenangkan itu. Akan ada banyak duri lainnya diantara dirimu. Namun kemudian kita percaya, jika setiap cobaan yang datang akan membangun sosok setegar karang dibaliknya.

Kini, kujalani hidupku dalam diam. Belajar tak berkesudahan, merenungi setiap inci langkah yang tertinggal bersama jejak kenangan.

Lalu ketersenyum. Tak lupa, kubisikkan kata lirih pada sanubari kecilku yang kini berlenterakan lilin kecil yang hampir layu. Bahwa bahagia itu memang ada untukku, setelah kuselesaikan semua tanggung jawab ini dengan caraku.

Kau, adalah cinta yang tak pernah mati.

Sebuah cerita yang tak akan usang.

Sesosok guru yang tak tergantikan.

Sepenggal waktu yang tak akan terulang.

Seberkas tawa yang tak pernah padam.

Seluruh tangisan yang tak akan hilang.

Kau, adalah setiap sel dalam nadi kehidupanku. Darah yang mengalir tanpa pernah membeku. Sebuah simfoni yang selalu membuatku tertipu.

Dalam kisah kita, kutemukan dirimu membisu.

Lalu satu hal yang mampu kuucapkan hanyalah sepenggal rasa terimakasih.

Karena setidaknya, hatimu pernah menjadi milikku.

 

 

 

Kkeut.

 

Hiyaaa.

Pertama, aku tidak berniat samasekali buat matahin hati kalian penggemar kyuna. Cuma disini aku mau ngasih gambaran gimana cara mereka memperbaiki hati maisng-masing. Luka lama mereka pasti bisa sembuh meski memang perlu memakan waktu. Dan buat semua kesalahan yang pernah menjadikan mereka sedewasa sekarang.

Aku sebenarnya, gak berniat menyorot kehidupan rumah tangga yoona dan siwon. Cuma kalau part ini full of kyuna, akan terasa membosankan. Setidaknya aku perlu ngasih tau kalian semua kalau yoona sudha bahagia, meski kita sama-sama tau dibalik itu dia masih terluka.

Just like kyu hyun.

Mereka sama-sama tersenyum. Hanya untuk alasan memperbaiki diri. Bukan untuk bersifat munafik. Kaarena dengan terus memperlihatkan kesedihan yang belum kunjung hilang akan bikin mereka gakbisa lepas dari masa lalu.

So, kita tau, kyu hyun masih sebegitu cintanya sama yoona. Dan yoona pun masih mencintai kyu hyun meski artinya udah gak sama lagi kayak yang dulu. Jadi, part ini aku dedikasikan buat kalian yang bahkan sampai saat ini masih kekeuh minta pasword memorable.

Disini kebongkar, kan akhirnya gimana?

Kedua, untuk readers setiaku di Unexpected.

Berhubung ceritaku tinggal tiga part, dan semua part rencananya akan aku protect, aku Cuma mau bilang, kalian harus bersabar. Semenjak awal kita tau cerita dan alur Unexpected memang bukan konsumsi anak-anak meskipun gak ada porn didalamnya. Tapi aku jelas menggunakan kata-kata yang gak pantas buat dibaca anak-anak. Jadi, karena cerita selanjutnya juga menggunakan adegan dan kata-kata yang gak baik, aku hold update unexpected sampai selesai Ramadhan.

Aku gak munafik, ya. Aku juga bukan orang suci –in fact, aku udah bikin cerita kaya gini-. Tapi walau bagaimanapun aku menghargai Agamaku, dan Ibadahku. Jadi, dimohon untuk bersabar ya, sayang-sayangku semuanya^^

Yang kangen, bisa komen.

Sini, curhat sama aku hehe..

 

 

With love, Park Jiyeon

 

99 thoughts on “Never Ending Story (Memorable Epilogue)

  1. Ada epilog ny seneng bagt liat yoonwon family apalagi ditambah yoona hamil dan makin dekat ny nara dengan dady ny dan seneng jg liat hub kyuna kaya udah adik kakak aja tapi dsni beruntung nara di cintai 2 orng appa dan daddy ny. .

  2. akhirnya ada lanjutanya..hore…walaupun aku belum dapat PWnya tpi gpp lah baca sequelnya udah memuaskan dan berakhir bahagia walaupun masih ada sedikit rasa sakit !!
    daebakk pkoknya..eonni ff kamu !

    dan buat unexpected nya aku bakalan sabar nunggu kok eonni ..terus semangat ne dan terus berkarya !
    FIGHTING❤

  3. Paling suka dech kalau moment couple Nara ama daddy Siwon karena paling usil n suka ngerjain serta bikin marah emmo Yoona…. kadang moment mereka bikin ketawa…. akhirnya cinta sejati kyuna berakhir dengan persahabatan walaupun tidak bisa saling memiliki… ini yang namanya benar2 cinta sejati yang penting melihat seseorang yang dicintai hidup bahagia….wooowww so sweet dech…

  4. Huahahaha
    Sebenernya sedih tapi bahagia aduh gimana ya
    Ga bisa maksain juga kyuna nyatu ini ending yang bagus dan terlihat real
    Ya walaupun ga rela kyuhyun bersakit2 didalam hati hahahaha
    But mereka sama2 bahagia dan menyalurkan rasanya dengan cara yang berbeda huhuhu sweet lah

  5. Wah, wlpun ĞãЌ dpt PW part endingnya , pling ĞãЌ ini bs mengobati rasa kangen. Udh lama ĞãЌ bc FF ni lg gra2 ksbukan. Mksh athor, ini bner2 keren, wlpun jd agk galau lht kyu hyun.

  6. Y allah dek,msh d lanjut n msh buat skit hati,,, ak dr awal kyuna jd sakitny it msh nemmpel.. Msh nangis walau sdh tau… Akhir ny… But crta u keren g maksain .. Tetep buat kyuna bahagia .. Dgn sendirinya.. Btw unexpected ak bru mau bc ni trs lanjutn ny ap y???

  7. Kyaaaa ada epilog nya. Umh, soal bahasa kayaknya nggak ada yang bisa ngalahin eonni deh.
    Lagi lagi aku galau kalau kayak gini, pilih kyuna pa yoonwon ?
    Kenapa sih semua cowoknya harus baik baik ? Cinta segitiga begituan sukses membuat emosiku teraduk aduk . Coba kyu jahat aja. Ha ha
    Good job eonni, keep writing.

  8. Yesss..Q suka ending yg kya gini..ending yg bikin pembaca jdi smart…bukan ending yg itu2 aja ala2 ftv or sinetron2..thank’s buat authorx

  9. baca after storynya dulu soalnya PW part sebelumnya baru ditangan.hehehe

    akhirnya happy ending buat mereka semua. seneng deh jadinya. meski disi kyuhyun punya cara sendiri buat dia menebus kesalahannya di masa dulu. meski mereka berdua masih terluka setidaknya sekarang juga disertai tawa bahagia.😉😀

  10. seneng ngeliat mereka akhirnya bahagia dengan cara dan jalannya masing2,,, setidaknya mereka udah bisa move on dari masal lalu dan mencoba memperbaiki semuanya di masa ini,,, enak ya jadi nara, punya dua ayah yang sama2 ganteng dan jahil wkwkwkwk

  11. Kok aq ngerasa Yoona punya 2 suami yaa … udah nikah sama siwon masih aja bilang cinta2an sama kyuppa.
    Kasian ya kyuppa. Sampai kapan dia bakal nunggu tyffani. Tp apa dia bisa sembuh total ?

  12. huwaaa.. tisue mana tisue? i’m cry😥
    baru nyadar kalo ada epilog dan gak di protect
    aku belum baca semua penasaran ending nya apa , jadi pengen ngintip ke belakang , ternyata yoonwon
    tapi gapapa, semuanya bahagia kalo gini
    kalopun kyuna balik lagi mungkin malah akan ada banyak pihak yang tersakiti ..
    eonniiii ffmu selalu keren, aku baper mulu kalo baca ffmu😀
    dan unexpected stay in my heart -_-,(gagal move on) meskipun belum baca part end cz blum dpet pwnya, mungkin eonninya masih sibuk🙂
    fighting eonni, semangat trus bikin ff kyuna lebih banyak lagi hehe…❤

  13. hmhm aku belum baca part ending nya karena belum dapat pw nya he he he h
    jadi kurang dapat feel nya masih banyak pertanyaan yg berputar putar di otakku!
    jadi apa yg terjadi sama tiffany?
    please replay my message author!!
    i can say anything cause i dont what the hell have going on!

    nice!!!

  14. Wow.. i really fall in love with this epilog!
    Jujur, secara rangkaian kata-kata masih ada beberapa kata yang menurut aku kurang nyaman dibaca, seperti kata “berdecit”, “bersidekap”, dll.. N di part sebelum2nya aku juga menmukan bbrapa kata seperti ini.. Jadi, untuk masukkan aja thor, mngkn lain kali author bisa menggunakan kata-kata yang lebih sederhana dan lebih enak dibaca untuk FFnya🙂
    Tapi really u have done a great job! Aku benr2 jatuh cinta bgt sm moment yoonwon n kyuna di bagian epilog ini.. Karena momentny simple, tp feelny dapet bgt! Aku bayanginnya jadi melting sendri🙂
    Anyway, aku harap author bisa membuat ff Yoonwon lagi!

    Thanks n GBU

  15. Eon kok aku minta pw memorable part 13 gk dikasih2 si…
    Kan padahal aku pengen baca…
    Dan tpi pas aku baca part ini seneng sih…
    Tpi aku ad sedihnya krna yoonwon momentnha dikit…
    Walaaupun kyuna banyak…
    Tpi aku lebih suka yoonwon hehhehe
    Maaf eon….
    Tpi gk pa2 kok…
    Aku tetp suka sma ceritanya…
    Aku tunggu pw nya eon

  16. aku minta pw part 13 donk thor. please….. aku penasaran bgt sama kisah ceritanya.
    kenapa bukan KyuNa pd hal aku Pengen ending nya Kyu & Yoona … I am KyuNa Shipper
    btw ff nya keren mian aku gak coment dari part 1
    SEMANGAT!!!! Thor terus buat ff KyuNa yg banyak yaaa😉
    ThanKyu🙂🙂🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s