Hurt

Hurt

Hurt | De_Pus19

Im Yoona | Kris Wu | Choi Sooyoung

Ficlet | Angst – Friendship | PG-13

.

.

.

Jemari lentik itu menggenggam kuat ujung dress berwarna pink susu yang nampak pas ditubuhnya. Iris madunya memanas menatap namja yang sangat dicintainya bersanding bersama yeoja lain yang tak lain sahabatnya sendiri diatas altar. Sungai kecil sudah mengalir deras dipipinya. Entah sudah berapa lama ia menanggis hingga matanya membengkak. Bagaimana tidak? Im Yoona, yeoja yang sedang menangis ini mencintai namja bernama Kis Wu yang ternyata mencintai sahabatnya sendiri, Choi Sooyoung.

Mungkin terdenga biasa, bukan?

Cinta bertepuk sebelah tangan! Pasti semua orang di dunia ini pernah merasakannya.

Tapi bagaimana, jika cinta bertepuk sebelah tangan itu berlangsung selama 16 tahun?

Bagaimana rasanya?

Menyayangi, bukankah hak semua orang?

Jemari kecil bocah lelaki itu sedang asik menggoreskan pucuk pensilnya di atas buku gamar. Pure hazelnya fokus mengamatilekuk wajah dua gadis kecil didepannya. “Selesai.” teriak bocah lelaki itu yang langsung membuat dua gadis kecil didepannya meloncat dan langsung mengerumuninya.

“Wah, bagus sekali.” puji salah satu gadis kecil yang mengenakan dress berwana biru muda. Mata kecilnya menatap lukisan yang bocah lelaki itu dengan kagum. Bocah lelaki itu tersenyum malu, pipinya bersemu merah. “Gomawo, Soo.”

“Apa ini?” tanya gadis kecil yang satunya lagi dengan kesal. “Gambarmu sangat jelek, kau tidak berbakat.” cela gadis kecil itu pedas. Dia nampak sangat tomboy, dengan kaos putih bergambar kepala kelinci dan celana pendek selutut.

“Hey Yoona, sepertinya kau harus bercermin, lukisanmu bahkan sangat jelek.” balas bocah lelaki itu tak kalah pedasnya.

Im Yoona, gadis kecil yang bergaya tomboy itu mendengus kesal menatap sahabatnya-Kris-tajam. Menyebalkan, pikirnya. Yeah memang benar, lukisannya memang sangat jelek. Memangnya kenapa? Ia juga tidak begitu memperdulikannya, lagi pula cita-cita Yoona bukan ingin menjadi seorang pelukis. Sooyoung yang melihat perang dingin yang terjadi diantaa kedua sahabatnya, segera melerai perterngkaran mereka.

“Sudah jangan ributan masalah kecil seperti itu. Ehm… bagaiamana kalau kita menulis tiga orang yang kita sayang dikertas ini?” ucap Sooyong sambil membagikan kertas ditangannya.

Mereka nampak serius menulis satu persatu huruf pada kertas tersebut. Sesekali Kris mellirik kertas milik Sooyoung dan Yoona, tapi dengan cepat mereka menutupi kertasnya dai ekor mata Kris. “Sudah selesai?” tanya Kris yang langsung dijawab dengan anggukkan oleh kedua gadis kecil itu.

“Aku dulu. Ehm… Appa, Eomma, dan… Kris.” ucap Sooyoung malu-malu.

Kris dan Yoona tersenyum. Tapi, senyuman yang tertoreh dibibir Yoona terlihat sangat miris. Ia masih menghargai pilihan Sooyoung walaupun hatinya terasa sakit. “Appa, Eomma, dan Sooyoung.” kata Kris bersemangat. Rasanya Yoona enggan memberitahu isi ketasnya. Untuk apa dia melakukan itu, toh mereka berdua tidak memilihnya. Tapi, Kris dan Sooyoung masih menunggu isi kertas yang berada ditangan Yoona.

“Eomma, Appa, dan… Kalian.” Yoona berbohong. Yeah benar, gadis kecil itu berbohong. Bukan kata kalianlah yang tergores dikertasnya, tapi Kris. Yeah, hanya Kris.

Bagaimana rasanya mencintai namja yang tidak mencintaimu?

14 Februari. Siapa yang tidak mengetahui hari itu? Yeah, hari valentin. Hari dimana orang-orang memberikan coklat sebagai tanda cinta kepada orang yang mereka kasihi. Dan hai itu juga berlaku bagi seorang Im Yoona. Yoona melangkah dengan ringan melewati lorong koridor sekolah, sebuah senyum nampak menghiasi wajahnya. Kedua tangannya menggenggam kotak coklat yang ia buat sendiri.

Brak!

Tanpa sadar, kotak coklat itu telah terlepas dari ganggamannya. Beberapa coklat yang seharusnya ia berikan kepada Kris terjatuh berhamburan ke lantai. Peasaan sayang gadis kecil berusia tujuh tahun berubah menjadi cinta, itulah yang dirasakan Yoona, Kris, dan Sooyoung.

“Sooyoung, maukah kau menjadi kekasihku?” tanya Kris sambil berongkok dihadapan Sooyoung. Dengan setangkai bunga dan senyuman manis diwajahnya, dia memberanikan diri menyatakan perasaan yang selama ini dipendamnya.

Sooyoung terlihat malu-malu sebelum akhirnya dia menjawab dan langsung memeluk Kris. “Ya, aku mau menjadi kekasihmu.”

Bagimana rasanya mencintai namja yang sangat membencimu?

“APA YANG KAU LAKUKAN, IM YOONA?” teriakkan Kris menggema di lorong koridor Rumah Sakit tepatnya didepan ruang UGD.

Tubuh Yoona bergetar hebat, air mata telah mengalir deras dipipinya. Rasa takut mengerumuninya, ia benar-benar ketakutan, untuk pertama kalinya Kris membentaknya seperti itu. Pure hazel Kris menatap tajam kearah Yoona yang tengah memeluk dirinya sendiri. Tersirat sebuah kebencian yang teramat dalam. Yeoja yang dicintainya kini terbaring lemah didalam sana dan semua ini karna kelalaian Yoona. Semua karna Im Yoona.

“Maaf, hausnya aku tidak meninggalkannya sendiri saat cuci darah. Maaf Kris. Aku tidak tahu jika semua ini akan terjadi.” Setengah mati Yoona mencoba menjelaskan semua. Sungguh! Ia tidak bermaksud mencelakai Sooyoung, walaupun ada sedikit rasa benci dihatinya, tapi dia tidak sejahat itu.

Kris tidak mengindahkan penjelasan Yoona. Dia malah melangkah meninggalkan yeoja itu seorang diri. “Maaf.”

Berkorban! Hanya demi namja yang kau cintai tersenyum lagi. Bagaimana rasanya?

Disinilah Im Yoona! Berbaring diatas ranjang didalam ruang operasi. Tangan kakan Yoona menggenggam tangan kiri yeoja yang juga terbaing disebelahnya kini, Sooyoung. Hari ini adalah hari yang istimewa bagi Sooyoung. Hari terakhir dia merasakan rasa sakit yang selama ini dia derita. Karna hai ini adalah hari operasi pencangkokkan ginjal.

Dan seorang yeoja berhati malaikat, rela mendorkan salah satu ginjalnya. Ia rela membagi sedikit kebahagiaannya, ia rela menerima sedikit rasa sakit yang selama ini sahabatnya rasakan. Yoona rela, ia ikhlas menanggung semua apa yang ia lakukan ini.

Yoona tidak bodoh, ia tahu semuanya. Hidupnya tidak akan sesempurna seperti kemarin. Ia tidak bisa melakukan semua yang ia ingin lakukan. Ia akan menjadi yeoja lemah yang akan selalu meminta bantuan orang lain, yang akan selalu bergantung kepada orang lain.

Tapi, Yoona tidak perduli. Selama dia masih bisa melihat senyuman diwajah Kris, itu sudah lebih dari cukup untuknya. Yeah, ia bukan bodoh tapi dia gila. Gila karna cinta.

Sakit! Sakit! Sakit! Sakit! Sakit! Sakit! Sakit!

Sakit! Sangat sakit!

Tapi, Yoona harus berbuat apa? Dia tidak bisa memaksa Kris untuk mencintainya. Dia tidak bisa. Cinta tidak bisa dipaksakan. Kris mencintai Sooyoung dan sebagai sahabat yang baik, sehausnya Yoona menerimanya dengan lapang dada. Tapi, rasanya sangat tidak adil. Kenapa harus dia yang berkorban? Kenapa harus dia yang merasa sakit? Kenapa dia? Apa salahnya?

Tapi jika dipikir ulang, Yoona juga salah disini. Dia tidak membiarkan orang lain mengetahui perasaannya. Dia membiarkan perasaan itu tumbuh tanpa memikikan bagaimana caranya menyampaikan perasaan itu. Yoona juga salah.

Seharusnya ia tidak perlu mendonorkan ginjalnya kepada Sooyoung. Seharusnya ia tidak perlu memirkan bagaimana keadaan Sooyoung. Seharusnya Yoona membiakan Sooyoung mati. Maka Kris akan menjadi miliknya. Tapi, Kris tidak akan pernah menjadi miliknya. Karna itulah takdirnya.

Jadi, apa yang sedang dilakukannya kini?

Menangis! Menangis karna namja yang dicintainya telah menemukan cinta sejatinya. Bodoh! Im Yoona bahkan lebih bodoh dari siapapun di dunia ini. Untuk apa dia menanangis? Tangisannya tidak akan berguna sekarang. Semua telah terlambat. Jadi, Yoona lebih memilih menghapus jejak air mata dipipinya sambil tersenyum manis menatap kedua sahabatnya berciuman didepan sana.

Yeah, sudah berakhir dan inilah akhirnya.

.

.

.

~END~

11 thoughts on “Hurt

  1. Kayaknya pnh baca deeeh tp dmn yaa??lupa…
    Ayoo d bikin sequel saeng, supaya kris tau gmn perasaan yoona dn yg donorin ginja bwt soo,, ayooo ini yoonkris kaan?? Soalnya gag mau yoona menderitaa…bikin kris menyesaal..

  2. Kayanya enggak asing deh, apa udh pernah di publis thor.
    Buatin sequelnya dong, gimana kelanjutan yoona kris
    Aku tunggu yaa

  3. Kupikir kyknya prnah dipost di yoongexo ? Hihihiiii, aku tunggu cerita yang lain😘 semoga author dsini sering update yaa, gomawo author yg udh bikin ff cast yoona eonni.

  4. gak ada yang komen ini true story ya? Kkk…😄
    fanfiknya bagus, walo sebenernya pernah baca fanfiksi beraliran (?) sama sebelumnya~ YoonA idupnya ngenes banget btw~
    buat author makasih dan semangat nulis ^^

  5. Aku ud pernh bca d’blog pribadinya author, tp bca lg🙂 Nyesek bnget soalnya, yah walau jg sad ending.
    Thor, ad sequelnya gak sih?
    Endingnya gak adl bnget buat yoona.
    Keep writting thor!

  6. Kasihan yoona.. Sequel thor… Kris biar tau isi hati yoona dunkk.. Terserah maau gimana akhirnya kris milih siapa yg pnting yoona udh ungkapin..

  7. Hulala ini sedih nyesek bacanya , omegat ku baper , keren lah hurt lah kasian kaka kandung gua , aduh tenang ae yoong kakaku tersayang masih banyak yang mau sama lo contohnya gua — ah kga pastinya banyak dong .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s