Insomnia

insomnia

Insomnia

Im Yoona and Wu Yi Fan

AU, Married Life and Romance || PG 17 || Ficlet

Summary : Kadang sulit tidur membawa berkah tersendiri bagiku

2015©cloverqua

 

Untuk kesekian kali, Yoona terbangun saat tengah malam akibat insomnia yang beberapa hari terakhir ini sering menderanya. Wanita itu terduduk di atas ranjang dengan selimut yang masih menutupi sebagian tubuh. Ia menghela nafas berulang kali sambil mengusap wajahnya.

“Yoong?”

Yoona terkesiap ketika mendengar suara suaminya—Kris, yang tanpa ia ketahui juga terbangun, meski masih dalam posisi berbaring di sebelahnya. Pria itu lalu menyalakan lampu di atas meja nakas, sebelum akhirnya terduduk seperti Yoona. Rasa kantuk yang menguasainya tetap tidak bisa menutupi perasaan cemas yang terlihat dari wajah pria keturunan China-Kanada tersebut.

“Sepertinya insomnia-mu semakin parah,” ucap Kris sembari menguap, kemudian mengulum senyum tipis kepada Yoona.

Yoona meringis, sejujurnya ia tidak mau jika sang suami ikut terbangun karena kondisinya, mengingat kondisi Kris sendiri kelelahan usai seharian bekerja. “Maaf, lagi-lagi aku membangunkanmu,” ucapnya merasa bersalah.

“Tidak apa. Aku bangun karena aku peduli. Mana bisa aku tetap tidur pulas sementara istriku sendiri tidak bisa tidur,” balas Kris terkekeh, kemudian melingkarkan tangannya di pinggang Yoona. Ia tahu jurus ampuh untuk mengatasi insomnia yang mendera sang istri, yaitu dengan sentuhan hangat berupa pelukan seperti yang ia lakukan sekarang.

“Apa kau sedang ada masalah, hm?” Kris akhirnya bertanya setelah beberapa hari sebelumnya memilih bungkam. Ia tidak tega melihat Yoona terus-menerus terbangun tengah malam karena insomnia yang mendera wanita itu.

“Tidak, hanya ada sesuatu yang mengusik pikiranku,” tanpa sadar Yoona mau berkata jujur setelah Kris menanyainya.

“Katakan saja apa yang mengusik pikiranmu,” sahut Kris sambil sesekali menguap karena masih mengantuk.

Yoona terdiam cukup lama, ia hanya membenamkan wajahnya dalam pelukan Kris yang kian terasa hangat. Ada keraguan di wajahnya yang terlihat semakin jelas, kala wanita itu diam-diam memandangi sang suami yang kini membelai kepalanya dengan lembut.

“Ibumu … dia bertanya padaku kapan kita akan memberikannya cucu.”

Jawaban Yoona sontak membuat Kris terbelalak. Ia sempat berpikir yang bukan-bukan, perihal masalah yang sekiranya mengusik ketenangan sang istri hingga membuat wanita itu terus-menerus mengalami insomnia. Ternyata akar masalah berada pada ibunya. Mungkin terdengar sepele—menurut Kris, tapi tidak dengan Yoona. Sebagai wanita yang sudah menikah, tentu pertanyaan yang berkaitan masalah kehamilan adalah sesuatu hal yang sangat sensitif.

“Maafkan aku,” suara khas dari Kris memecah keheningan di sekitar mereka. Yoona mendongak, menatap bingung pada pria itu yang kini hanya memandangi langit-langit kamar.

“Untuk apa kau minta maaf padaku?” tanya Yoona dengan raut wajah datar.

Kris tak bisa menyembunyikan rasa gemasnya kala melihat respon Yoona yang selalu seperti biasa—polos. Tangan kekar Kris sedikit mendorong tubuh Yoona agar semakin menempel padanya. Kris bisa merasakan desahan napas wanita itu yang mengenai wajahnya. Kalau saja malam ini Kris tidak sedang dalam kondisi terlalu lelah dengan pekerjaannya, pria itu pasti tak bisa lagi menahan diri—melakukan apa yang biasa pasangan suami-istri lakukan.

“Karena aku terlalu sibuk, aku tak pernah punya waktu untukmu. Maaf,” jawab Kris seadanya, seiring suaranya yang kini terdengar lirih.

Yoona mengambil jeda selama beberapa menit, sebelum akhirnya memandangi Kris yang lagi-lagi masih menatap langit kamar. Bibir wanita itu melengkung sempurna, menyiratkan betapa ia senang dengan pembicaraan mereka malam ini. Sudah lama ia tak bicara saling terbuka dengan suaminya—apalagi jika bukan karena kesibukan Kris dalam pekerjaannya. Yoona memang tak bisa menolak kepribadian Kris yang termasuk workerholic.

“Tak apa, aku sangat memakluminya,” lanjut Yoona, lalu kembali menyandarkan kepalanya di atas dada bidang Kris.

Sejujurnya, Kris tidak benar-benar merasa lega mendengar jawaban Yoona. Ia tahu persis jika wanitanya itu cukup lelah menerima kondisi mereka ketika memasuki tahun ke-2 pernikahan mereka. Sejak mereka menikah, Kris dan Yoona baru melakukan hubungan suami-istri satu kali. Ya, satu kali. Terdengar sangat konyol bukan?

“Bagaimana—jika kita bulan madu lagi?”

“Benarkah?” sesuai perkiraan Kris, sorot mata Yoona berbinar setelah ia mengeluarkan pendapat yang sudah lama mengendap dalam kepalanya. Kris tak bisa menahan senyumnya, kala melihat raut wajah cerah dari Yoona yang tampaknya sangat mengharapkan rencananya tersebut.

“Ya, kurasa aku memang butuh istirahat karena terlalu lelah dengan pekerjaanku. Dan—” Kris menggantungkan kalimatnya, seiring gerakan tangannya yang kini beralih menggenggam tangan kanan Yoona yang berada di atas dada bidangnya.

“—kita juga butuh waktu berdua saja untuk mewujudkan keinginan eomma. Seorang cucu,” lanjut Kris dengan senyum menggoda.

Rona merah sempat menghiasi wajah Yoona, namun segera tertutupi oleh ulasan senyum. Wanita itu langsung memeluk Kris dengan begitu erat, meluapkan rasa bahagianya tentang rencana mereka yang akan melakukan bulan madu untuk kedua kalinya.

“Kau memang suami terbaikku. Terima kasih, Kris.”

Kris mendaratkan sebuah kecupan di kepala Yoona, usai mendengar pujian dari istrinya tersebut. Kemudian matanya perlahan terpejam ketika ia mulai merasakan kantuk yang kembali menderanya.

Bagaimana dengan Yoona?

Sepertinya wanita itu masih belum bisa menghilangkan insomnia yang ia alami, tapi Yoona tak bisa membencinya. Kenapa? Karena menurut Yoona, terkadang sulit tidur justru membawa berkah tersendiri baginya. Selain mendapatkan perhatian, kini ia tak sabar untuk segera menikmati bulan madu keduanya bersama Kris.

­-THE END-

A/N : Maaf lama tidak publish FF di sini. Semoga suka❤

21 thoughts on “Insomnia

  1. Ahhhhhh krissss…. duh baca ini jadi kangen dia…. asemmm kris peyuk aku juga dong…..aku juga g bisa bobo gege..kkkkk,, kan tatut klo cendilian ..halah..
    Sweet story, diksi oke… ini manis banget… dek banyakin kris yoong scene dong hahahahaatau kalo ribet, cast yoona nya di ganti aja, jadi AKU hahhahaha

  2. Sbgi seorang pria kris termasuk kuat krna selama 2th nikah baru 1kali melakukan ‘itu’,,ooohh ooohhh…
    D tunggu karya lainnya..

  3. Insomnia membawah berkah😀
    menarik, critanya ringan tp brhasil memikat aku. Neomu joha!!
    Keep writting thor!

  4. Pictnya jadi bikin baper . Doh baper malem malem gini kangen sama abang kris , keren uy keren , lanjutkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s