[Remake] Rainbow After The Rain

___rainbow_after_the_rain____by_rare_pearl-d5hfa4r

[REMAKE] Rainbow after Rain

a fanfiction by C. Youra Yukiko | inspired from Sentimental Colour 2 Comic

main cast # IM YOONA | CHO KYUHYUN

genre # ROMANCE

rating # GENERAL

pic # deviantart

Disclaimer # Cast belong’s god. Please don’t bash and don’t be Silent Readers. PLAGIATOR NOT ALLOWED!!

Pasangan itu duduk berhadapan. Sesekali sang gadis melirik kearah luar jendela yang terus menitikkan air dari langit yang gelap. Melihat kegelisahan gadis disebrangnya itu,sang pria ikut melirik keluar jendela.
“Yoona-ah, ada apa diluar?” tanya lembut.
Gadis itu terlihat kaget. “Eh?! Ah. Tidak ada apa-apa.”
“Kau yakin? Memangnya kau sedang memikirkan apa? Aku perhatikan sejak tadi selalu memandang keluar.”
Yoona menariuh anak rambutnya dibalik telinganya yang merah. “Mianhee, Kyu. Benar- benar tidak ada apa-apa, sungguh. Hanya… hanya saja.. hujannya tidak cepat berhenti.”

“Yoona-ya, kau bilang akan ada janji. Kenapa masih belum siap-siap?” tanya gadis manis yang begitu mirip dengannya.
Yoona menghela nafas. “Eonni, lihat ini. Ikal rambutku hilang.” Rengeknya sambil memainkan rambut.
“Jinjja?” Gadis itu mendekat lalu melihat rambut adiknya.
Wah, iya. Padahal baru diikal kemarin.”
Yoona menghela nafas. “ottohke? Mau di-blow tapi waktunya tidak  cukup? atau diikat saja ya?” gumam Yoona pelan.
“Sekarang sedang hujan. mungkin lebih baik diikat saja.”
Yoona menatap kakaknya itu dengan tatapan aneh. “HUJAN?” pekiknya lalu berjalan kearah jendela.
Gadis cantik itu menelan ludahnya. “Kenapa harus hujan?” gumam Yoona.

“Sepertinya kau tidak suka hujan?” Tanya Kyuhyun menatap Yoona.
Yoona menggigit bibir bagian bawahnya. “Yah.. Kalau disuruh memilih, sepertinya aku memang lebih condong kearah tidak suka?”
Kyuhyun mengernyitkan dahi. “Waeyo?”
Yoona menghela nafas. “Hujan selalu membuat tubuhku jadi terasa lemas lalu bajuku juga jadi mudah kotor.” terang Yoona.
“Oh begitu.” sahut Kyuhyun lalu menghirup kopinya.
“Kau menyukai hujan?” Tanya Yoona hati-hati.
Kyuhyun mengangguk pelan. “Nee, aku menyukainya.”
“Serius?” terang Yoona antusias.
“Wae? Aneh ya?”
Yoona mengibaskan tangannya. “Aniyo. Tidak aneh, kok. Hanya saja orang-orang disekitarku tidak ada yang suka hujan.”
Kyuhyun tersenyum. “Aku menyukai hujan karena suara hujan itu membuat hatiku jadi tenang saat mendengar suaranya.” Kyuhyun menerawang kearah luar.
“Begitu ya?” gumam Yoona.
Kyuhyun tersenyum. “Soal itu juga sudah dibuktikan secara ilmiah.”
“Jinjja?”
Kyuhyun mengangguk. “Kalau dipikir-pikir, hujan bukan sesuatu yang buruk. kamu bisa beristirahat dengan lebih enak karena badanmu terasa lemas. kamu bisa makan telur dengan lebih nikmat saat hujan turun. lalu, kau juga bisa sepayung berdua dengan kekasihmu.
Yoona tersenyum sungkan. “Benar juga.”
Hingga sebuah deringan ponsel membuat keduanya melirik kearah ponsel masing-masing. “Dari kantor. Aku akan mengangkatnya dulu.” izin Kyuhyun pada Yoona yang hanya mengangguk.

Ini sudah hampir tiga puluh menit Kyuhyun pergi untuk mengangkat telponnya. Yoona mengangkat rambutnya lalu menghela nafas. “Rambutku harus diikal lagi, hmm padahal ingin tampil cantik untuk Kyuhyun.” Gumamnya lalu melihat kebawa. “Dress one piece putih yang kupilih semalampun tidak bisa kupakai karena takut kotor. Aaah aku benci hujan.”
Gadis itu melihat keluar, melihat air yang masih terus turun ke bumi tanpa ada yang tahu kapan ia mereka lelah dan memutuskan untuk berhenti. “Tapi…. waktu kecil aku pernah menunggu-nunggu datangnya hujan. Karena waktu itu aku percaya, kalau setelah hujan akan muncul pelangi. Tapi aku belum pernah melihat pelangi yang sebenarnya.” Batinnya.
“Maaf menunggu lama.” terang Kyuhyun yang sekarang sudah duduk didepan gadis itu dan membuatnya mengalihkan tatapan.
“Gwencana. Sudah selesai bicaranya?”
Kyuhyun mengangguk bersalah.

^1^

“Filmnya sudah dimulai.” terang Kyuhyun bersalah ketika mereka berdua berdua berada di luar dekat pintu café. “Kalau tahu akan begini, lebih baik aku pesan yang lebih sorean.”
Yoona tersenyum. “Gwencana, jangan terlalu dipikirkan.” Gadis itu mendongak menatap langit. Sepertinya hujan sama sekali tidak mau berhenti… Itu tandanya pelangi juga tidak akan muncul. Hingga gadis itu merasakan angin dan suara gemuruh dari atas kepalanya hingga membuatnya mendongak keatas. Mendapati sebuah payung pelangi melindungi kepalanya.
“Yoona-ah, kalau tidak keberatan. Mau sepayung denganku?” ajaknya lembut.
Yoona kembali tersenyum lalu mengangguk.
“Kalau pakai payung sendiri-sendiri, jadi susah jalan berdampingan.” Terang Kyuhyun.
Pasangan itu berjalan mengitari jalanan ditemani payung pelangi yang dipegang oleh Kyuhyun. Mereka terlihat romantis.
Yoona melirik kearah Kyuhyun. “Pundakmu tidak kehujanan?”
Kyuhyun menggeleng. “Sedikit, gwencana.”
Yoona menunduk malu. Suara debaran jantungnya seperti terdengar sampai ke telinga gadis itu, tapi sepertinya suara hujan menutupinya.
Yoona mengangkat tangan untuk merasakan tetesan hujan ditangannya. ‘Aku masih membenci hujan, tapi sepertinya aku tidak akan pernah melupakan hujan dan pelangi hari ini.’ Batinnya lalu kembali melirik kearah pria yang ada disampingnya. “Kyuhyun-ah, gomawo.” Gumamnya.
Kyuhyun tersenyum. “Sama-sama.” Jawab pria itu lembut dan membuat Yoona menoleh kemudian menunduk malu. “Minggu depan, mau berkencan lagi?” ajaknya.
Yoona menganggu semangat. “Tentu saja.” Jawabnya sambil mengingat kejadian pertama sat mereka bertemu. Saat itu..

Gadis itu baru sampai dihalte bis tepat saat hujan semakin deras. Hingga tiba-tiba seorang pria berdiri disebelahnya, ikut menunggu bis.
“Aku benci hujan.” Gumam
gadis itu kesal. “Kenapa Tuhan harus menurunkan air selama empat bulan dalam satu tahun.”
“Karena Tuhan begitu menyayangi kita.” sahut pria disebelah
nya dan membuat gadis itu menatapnya.
Pria itu tersenyum ramah. “Seharusnya kita bersyukur karena diberi hujan. Bagaimana dengan Negara lain yang begitu kekeringan?” terangnya.
Yoona menunduk malu. ‘Pria ini pikirannya dewasa sekali.
“Cho Kyuhyun imnida.” salamnya membuat
gadis itu tersenyum.
“Im Yoona imnida.” Balas
Yoona tepat sebuah bis datang didepan mereka.
“Kajja.” ajaknya lembut sambil memegang tangan
gadis itu dan sukes membuat wajahnya memerah.

Didalam bis keduanya bercerita tentang kehidupan meeka masing-masing. Kyuhyun menceritakan tentang pekerjaannya bahwa dia bekerja diperusahaan ayahnya tapi tidak tinggal bersama keluarganya.
“Kau sendiri?” Tanya
pria itu.
Gadis itu mengigit bibirnya dibagian bawah. “Aku sama denganmu, bekerja diperusahaan ayahku.”
Kyuhyun mengangguk. “Ah, kalau begitu. Kita bisa bekerja sama.”
Yoona tersenyum lalu mengangguk lalu mengangguk.
“Sebentar lagi aku sampai. Aku duluan.” izinnya lalu berdiri dan berjalan kearah pintu. Tapi entah kenapa
gadis itu tidak ingin semua ini berjalan dengan cepat. ‘Aku ingin mengenalnya lebih dalam dan sepertinya aku menyukai Kyuhyun saat pandangan pertama
Bis berhenti. Otomatis Kyuhyun turun.
Gadis itu melihat kearah luar Kyuhyun melambaikan tangannya. Gadis itu mengangkat tangannya tanda membalas lambaiannya. Bis kembali berjalan tepat saat Yoona  mendesah panjang. kenapa begitu singkat?

^2^

“Eonni, aku tidak mau.” Rengek gadis cantik itu sambil berusaha melepaskan tangan kakaknya.
“Ayolah yoong. Sekali ini saja.”
“Shireo, eonni. Pekerjaan ku banyak.” Terang
nya menarik tangan dari cengkaraman sang kakak namun mengenai seseorang.
“Ah.”
Kakak beradik itu membungkuk minta maaf. “Jweinsonghamnida. Kami tidak sengaja.”
“Nee. Gwencana, Yoona-ssi.” terang orang tersebut.
Yoona mendongak dan menatap Kyuhyun tersenyum kearahnya. Itu membuat gadis itu tersenyum kaku. “Kyuhyun-ssi.”
Kyuhyun tersenyum. “Kenapa bisa disini?”
“Aaah, aku menemani kakakku. Dia ingin bertemu dengan teman lamanya. Kau sendiri?”
“Aku juga sedang menemani kakaku. Itu dia disana.” Pria itu menunjuk seorang gadis yang sku mendongak. Mendapati Kyuhyun tersenyum melihatku. Aku tersenyum kaku. “Kyuhyun-ssi.”
“Kenapa bisa disini?”
Aku menunjuk eonniku. “Aku menemani eonniku yang ingin bertemu dengan teman lamanya. kau?”
“Oh. I see. Aku juga sedang menamani noonaku. Itu dia disana.” Kyuhyun menunjuk seorang gadis yang sedang main ponsel dimejanya.
“Ahra-ah.” Teriak
gadis diseblah Yoona dan sukses membuat gadis itu menoleh.
“Nana-ah.”
Yoona mendengus kesal. ‘Ternyata kakak Kyuhyun itu yang ingin ditemui oleh yeoja itu.’
“Kita bertemu lagi.” Kyuhyun menyadarkan
gadis itu.
Yoona mengangguk malu. “Nee.”
“Sepertinya kita memang ditakdirkan.” terangnya dan sukses membuat wajah
gadis itu memerah. “Lihat saja, waktu itu kita bertemu di halte dalam keadaan hujan deras dan sekarang kita bertemu di café juga dalam keadaan hujan. Sepertinya Tuhan mengirim Hujan untuk menyatukan kita.” lanjutnya.
Yoona tersenyum lalu melihat keluar. “Sepertinya kau benar.”
Kyuhyun tersenyum. Senyuman yang sangat manis. “Kalau kau tidak keberatan, kau mau menjadi kekasihku?” ajaknya Spontan lalu ia menggaruk tekuknya. Sepertinya ia malu.
Yoona menunduk malu kemudian mengangguk pelan. “Tidak ada alasan untuk menolakkan?” terangnya malu.
Kyuhyun tersenyum lalu maju satu langkah. Memeluk
gadis yang saat ini sudah berstatus kekasihnya dengan erat dan melepaskan kemudian.
Wajah Yoona memerah. Karena saat ini mereka sedang menjadi tontonan semua ‘Benar saja, ia menembakku tepat ditengah Café sedang ramai.’ Batinnya.

 

“Yoona-ya, kau tahu. Hujan adalah saksi pertemuan kita.” terang Kyuhyun menyadarkan gadis disebelahnya itu.
Yoona mengangguk pelan. “Nee.”
Kyuhyun tersenyum. “Dan karena itu juga aku semakin menyukai hujan.” Yoona menoleh dan Kyuhyunpun ikut menoleh. “Jadi, mulai saat ini. Mulailah menyukai hujan eoh.”
Yoona tersenyum lalu mengangguk. “Nee.” Ucapnya tulus.
Kyuhyun mengacak rambut kekasihnya. “Fighting.”
Yoona terkekeh. “Minggu depan, kita berkencan dirumahmu saja.”
“Mwo? Kau serius?”
Yoona mengangguk. “Aku akan memasakkanmu Jjangmyeon dan seafood kesukaanmu.Otte?”
Kyuhyun tampak berpikir. “Ide yang bagus..” “Hmm. Bagaimana kalau kita mencari film untuk ditonton di apartmentku minggu depan.”
Yoona terlihat bersemangat. Gadis itu mengaitkan lengannya pada lengan Kyuhyun yang sedang memegang payung. “Kajja.”

Sepertinya aku benar-benar tidak akan pernah melupakan hari ini. Dimana aku memutuskan untuk menyukai hujan dan dimana saat ini pertama kali aku melihat pelangi.

22 thoughts on “[Remake] Rainbow After The Rain

  1. Hay deleee .. Aq juga udh baca ini d blog mu .. Ahahaha so sweet sumpah .. Ga bosen mau baca dmn” juga… Next yaaa

  2. Hahahahaha dele update disimi juga akhirnyaaaaa ditunggu updateannya lagi atau di wp eonnie sendiri~~ SEMANGAT TERUS EONNIE HWAIIITIIIIING!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s