Love is Crazy (Chapter 3)

love is crazy

Tittle : Love is Crazy (Chapter 3)

Cast : Yoona, Donghae, Sehun, Seulgi, other

Genre : comedy, romance, schoollife

Length : Chapter

Author : Yuna21

Rating : PG-13

Disclaimer : FF ini terinspirasi dari drama Korea “Naughty Kiss”

Author’s Note : Halo!! Aku bawak lanjutan LiC yang pastinya kalian tunggu – tunggu. Maaf lama nunggunya. Karena aku mempulish nggak asal publish aku pertimbangkan jumlah komentar atau like yang masuk. Semakin banyak maka semakin cepet aku publish. Oke deh, Happy Reading!!

 

Yoona tertunduk menunduk. Matanya tak henti – henti meneteskan air. Perasaan dan pikirannya bercampur aduk saat ini. KREK! Pintu kamarnya terbuka perlahan, dengan cepat Yoona menghapus air matanya. “Noona, apa aku mengganggumu?”tanya Sehun yang melangkah masuk.

“Um, masuklah.”ucap Yoona dan bangkit dari duduknya.

“Apa Noona menangis?”

“Aniyo!”bantah Yoona. Sehun menatapnya sejenak. Memperhatikan mata kakaknya. Sebuah senyum menggoda ia keluarkan. “Mengaku sajalah Noona, apa ini karena pria yang bernama Lee Donghae itu?”tebak Sehun.

Terlihat jelas pipi Yoona mulai memanas. “Kau ini, tidak!”kilah Yoona. Sehun menganggukan kepalanya sambil tersenyum. “Baiklah jika kau tidak mau bercerita. Aku juga tidak akan bercerita tentang Lee Donghae.”kata Sehun santai. Badannya berbalik dan hendak melangkah pergi.

“Sehun!”panggil Yoona. Sehun memutar tubuhnya dengan cepat. “Ya,”jawabnya. “Aku ingin bertanya sesuatu padamu. Apa Lee Donghae itu temanmu?”tanya Yoona. “Tentu saja. Dia temanku bermain basket.”

 

oOo

 

Hari ini adalah hari yang belum pernah terjadi. Kali ini Yoona lebih memilh berangkat sekolah bersama Sehun menggunakan mobil, daripada menaiki bus yang tentunya harus melewati rumah Donghae. Ya, walaupun mereka menaiki mobil bukan berarti mereka tidak melewati rumahnya, mereka tetap melewatinya. Bagi Yoona ini lebih baik.

Sehun menatap kakaknya yang melamun menatap keluar jendela. Tentu saja yang dilihatnya tidak lain dan tidak bukan adalah rumah Donghae. “Ajusshi, tolong berhenti sebentar.”perintah Sehun.

Yoona sedikit tersentak. Kepalanya berputar menatap Sehun. “Kau ini kenapa?”tanyanya heran. “Ajusshi, jalan sekarang.”perintah Yoona. “Jangan.”perintah Sehun. Matanya menatap Yoona. “Aku tidak ingin melihat kakakku bersedih hanya karena kata – katanya. Tadi malam Noona berjanji tidak akan bersedih.”jelas Sehun.

Yoona terhenti sejenak. “Ya, aku tidak akan bersedih hanya karena dia.”ucapnya. “Itu baru kakakku.”lanjut Sehun. Mobilnya mulai berjalan dengan pelan. Perlahan Sehun meletakan kepalanya di bahu Yoona.

 

oOo

 

Donghae melangkah keluar rumahnya. Sebelah tangannya menutup pintu gerbangnya. Tak ada yang ia lakukan selain melihat jam di tangannya. Ia terlihat seperti orang yang sedang menunggu. Ia berdiri sejenak. Kepalanya melihat ke kiri dan ke kanan. Tidak ada siapapun.

Ia kembali menatap jam tangannya. Ini sudah sangat siang. Ia bisa terlambat jika ia menunggu di sini untuk berlama – lama. Mungkin saja dia sudah pergi. Langkahnya dengan cepat menuju sekolahnya.

Donghae terhenti tepat di tempat ia menunggu bus setiap harinya. Wajahnya terlihat gelisah. Seperti ada yang sedang ia tunggu. Kepalanya berputar ke kiri, ke kanan dan ke belakang beberapa kali. Sesuatu yang dicarinya tak kunjung datang.

Sebuah bus terhenti di hadapannya. Donghae menghembuskan napasnya pasrah. Dengan segera ia berjalan memasuki bus. Mungkin ia seharusnya tidak menunggu.

 

Dengan sedikit terburu – buru Donghae berjalan memasuki gerbang sekolahnya. Ini sudah sangatsiang baginya. Ini pertama kalinya ia datang di jam seperti ini. Biasanya di jam segini ia sudah berada di aula untuk membaca dan menunggu.

Langkahnya sedikit terhenti. Matanya menangkap mobil hitam tak jauh darinya. Pemandangan yang membuatnya sedikit terhenti adalah seseorang yang ia yakin dia adalah temannya. Sehun, kenapa dia bersama Yoona?

“Cepetlah berangkat, nanti kau terlambat! Daaa!”ucap Yoona dengan semangat. Sehun membalasnya dengan senyuman. Yoona baru hendak melangkah masuk ke dalam sekolah, matanya terhenti sejenak menatap Donghae yang menatapnya.

Secepat kilat Donghae tergerak untuk berjalan masuk mendahului Yoona. Memang ia masih memikirkan jawaban atas apa yang dilihatnya. “Mungkinkah mereka berpacaran? Ah, tidak mungkin. Sehun tidak menyukai orang seperti Yoona.”ucapnya pada diri sendiri.

 

oOo

 

Yoona terduduk di bangkunya. Sebisa mungkin hari ini ia menahan diri untuk menyapa Donghae yang ia yakini pria itu sedang berada di aula sekarang. Yoona sangat hapal dengan kebiasaan – kebiasaan Donghae di sekolah.

Ia sempat berpikir, tidak biasanya Donghae datang terlambat hari ini. “Aniya! Aku tidak boleh memikirkannya lagi!”keluh Yoona. Tepat di akhir kalimatnya ia menatap Donghae yang melangkah memasuki kelas dengan napas yang tersengal.

Donghae terlihat seperti orang yang baru saja di suruh lari sepuluh kali putaran kota Seoul. Tunggu, kenapa dia ke kelas? Bukankah biasanya dia akan kelas saat lima menit sebelum bel?

“Yoona-ah!”sebuah sapaan mengalihkan perhatian Yoona. Matanya menatap Shin Gi Young yang sudah terduduk di hadapannya. “Kenapa kau di kelas? Bukankah ini jadwalmu untuk menguntit Lee Donghae?”tanya Gi Young dengan suaranya yang begitu keras.

Yoona tergelap, matanya melirik Donghae yang juga meliriknya. “Ah, mungkin kau benar.”ucap Yoona. “Baiklah aku akan pergi menguntit dulu.”katanya. “Figthing! Kau pasti bisa!”semangat Gi Young.

Langkah Yoona terburu – buru keluar kelas. Entahlah. Ia tidak tau apa yang ia lakukan. Apakah ia terlalu bodoh sampai harus menguntit orang yang jelas – jelas ada di hadapannya.

Sementara Gi Young di dalam kelas. Matanya membulat menatap Donghae yang ternyata berada dalam kelas. Gawat! Yoona.. Gi Young sedikit melongo menatap Donghae yang berjalan keluar kelas.

 

oOo

 

Yoona terduduk di aula. Ia tau Donghae tidak disini. Jelas – jelas ia tadi melihat pria itu ada di dalam kelas. “Lalu untuk apa aku ke sini?”tanya Yoona pada dirinya sendiri sambil bangkit dari duduknya. Sebuah napas ia hembuskan, dengan kasar ia dudukan dirinya. “Ini menyebalkan. Aku tidak bisa melakukannya..”gerutunya.

“Tidak bisa melakukan apa?”

“Tentu saja menguntit Lee Donghae.”

“Kenapa kau tidak melakukannya?”

“Tidak bisa! Dia tidak ada-“ Yoona bangkit dari duduknya dengan kesal dan berbalik ke sumber suara yang bertanya padanya sejak tadi. Jantungnya terhenti. “…disini.”sambungnya pelan. Matanya menangkap Donghae yang berdiri di hadapannya saat ini. “Jadi kau yang selalu mengikutiku selama ini, hem?”tanyanya dan berjalan menuruni tangga.

Langkah Donghae mendekat ke arah Yoona. Rasanya Yoona tak bisa bergerak saat ini. Kakinya begitu kaku. Jantungnya berdebar dua kali lipat. “Sudah berapa kali aku mengatakannya. ‘Jangan mengikutiku lagi’! Kau tidak paham?! Aku tidak suka!”bentak pria ini tepat di depan matanya.

Sesak rasa dadanya. Ia tahu ia salah selama ini. “A-aku mengerti.”ucap Yoona terbata. Dengan cepat badannya berputar dan hendak berjalan pergi. Oh ini sungguh menyesakkan baginya. Sudah dua kali ia mendapat bentakan dari Donghae.

TAP!

Sebuah tangan menghentikan langkahnya. Mulut Yoona sedikit terbuka. Jantungya serasa berhenti berdetak. Perlahan badannya berputar. “Kau menggenggam tanganku? Benarkah itu? Apa ini tandanya kau tidak marah lagi, seperti di drama – drama?”tanya Yoona dengan matanya yang berbinar.

Donghae menghembuskan napasnya. Sebelah tangannya terangkat untuk menjitak kepala Yoona. “Aw,”rintih Yoona. “Yakk! Kau ini kasar sekali!”ucapnya sebal. “Hentikan ocehanmu! Aku menarikmu, karena kau hampir saja menginjak pecahan kaca.”ucap Donghae.

Perlahan Yoona berbalik menatap ke bawah. Tak jauh dari kakinya ia menatap sebongkah pecahan kaca. Ia kembali berputar dan menatap Donghae. “Mianhae,”kata Yoona sambil cengingiran. Donghae hanya menatapnya tajam dan berjalan pergi.

Dari belakang Yoona mengikutinya sambil terus saja tersenyum. Entahlah mungkin kejadian ini yang membuatnya semangat kembali. Donghae terhenti sejenak. Ia merasakan Yoonamasih berada di belakangnya. Langkah pria ini terhenti. Badannya berputar.

“Kenapa kau mengikutiku?”tanya Donghae kesal. Yoona tersenyum sejenak. “Aku tidak mengikutimu.”jawabnya santai. “Lalu itu?”tanya Donghae mulai geram. Terlihat Yoona menekuk wajahnya. Ia mengangangkat sebelah tangannya dengan cepat. “Ini!”ucapnya kesal.

Donghae mendapati dirinya yang menggenggam tangan Yoona. “Apa kau masih menyalahkanku sekrang?”tanya Yoona sebal. “Mungkin-“kalimat Donghae terpotong.

TET!

Bel pelajaran pertama dimulai. “Mungkin aku akan menjawabnya lain kali.”ucapnya. Dengan cepat Donghae berlari sambil menarik Yoona. Jarak kelas dan aula cukup jauh. Tidak salah ia berlari saat ini.

Yoona merasakan hatinya yang berdebar – debar. Rasanya ia sangat senang hari ini. Betapa bahagianya dirinya. Ini yang kedua kalinya Donghae menarik tangannya. “Ke-kenapa kau menarik tanganku?”tanyanya gugup. “Pelajaran pertama, ya kemungkinan guru Kang tidak mengajar di kelas kita lagi. Jadi aku tidak ingin kau terlambat.”jawabnya santai.

Sebuah senyum semakin lebar saja terpapar di wajahnya. Rasanya Yoona merasakan dirinya melayang di udara. Ini pertama kalinya dia mendengar perhatian Donghae. “Kau jangan senang dulu. Aku melakukannya karena ini perintah guru Kang.”lanjutnya. Baru saja ia ingin bersenang, mendengar lanjutan kalimat Donghae membuat hatinya berkecil sedikit. Tapi tidak masalah baginya, yang terpenting Donghae menggenggam tangannya sekarang.

 

oOo

 

Dua orang ini terhenti tepat di depan pintu. Seperti dugaan Donghae. Guru barunya kini sedang memperkenalkan dirinya. “Anyeong songsaengnim.”ucap Donghae. “Mianhae kami terlambat.”lanjutnya sambil menunduk. Ia bisa merasakan Yoona yang tidak melakukan apapun. Dengan cepat tangannya mendorong tubuh Yoona untuk membungkuk minta maaf.

“Yakk!”gerutu Yoona pelan. Guru di hadapan mereka menatap sejenak. “Baiklah kalian bisa masuk.”ucapnya dan melanjutkan kembali perkenalannya. “Sampai mana kita tadi? Ah, ya namaku Cho Kyuhyun. Kalian bisa memanggilku Kyuhyun.”kenalnya.

Langkah Kyuhyun mulai berjalan di antara bangku – bangku. “Mulai saat ini aku juga menggantikan guru Kang sebagai wali kelas kalian. Aku sudah membaca laporan kalian satu per satu.” Jeda. “Mungkin aku akan menjelaskan peraturan di kelasku.”

“Aku tidak suka ada yang terlambat.”ucapnya menajam, tatapannya terarah pada Donghae. Seluruh kelas merasa tegang, sepertinya guru ini akan menjadi guru yang kejam. Lain halnya dengan Donghae, tak ada rasa takut sedikitpun di matanya.

“Aku akan selalu mengadakan kelas tambahan bagi kalian yang memiliki nilai kurang.” Matanya sedikit melirik ke arah Yoona. Kyuhyun sudah melihat data – data Yoona. “Aku tidak akan segan – segan mengeluarkan murid yang tidak memperhatikan pelajaran.”lanjutnya. “Jadi, apa ada yang ingin keluar sebelum aku yang mengeluarkan kalian?”tanyanya di depan kelas dengan mata yang tajam.

Hening. Tak ada yang berani berkutik sedikitpun. KREK! Suara kursi mencuri perhatian seluruh kelas, termasuk Donghae dan Kyuhyun. Yoona bangkit dari duduknya. Kakinya melangkah keluar dengan pelan. “Udiga?”tanya Kyuhyun.

“Guru Kang biasanya akan mengeluarkanku. Jadi lebih baik aku keluar sebelum songsaengnim mengeluarkanku.”jawabnya santai. Sebuah tawa kecil keluar dari Kyuhyun. “Bagus, kau murid yang pemberani.”jawabnya sambil bertepuk tangan dan diikuti oleh seluruh murid. “Ini hari pertama, aku tidak mungkin mengeluarkan muridnya. Duduklah kembali.”lanjutnya.

“Um?” Jeda. “Benarkah?”tanya Yoona sedikit terkejut. Kyuhyun hanya menganggukan kepalanya. “Jeongmal gomawo songsaengnim!”ucapnya sambil membungkuk.

 

oOo

 

TET!

Bel istirahat. Segera Kyuhyun mengakhiri kelasnya hari ini. Ia menatap murid – muridnya yang berjalan keluar. Matanya menatap Yoona yang masih merapikan bukunya. Sementara Yoona sendiri, ia menatap Donghae yang sedang membaca buku di seberang sana. “Im Yoona,”panggil Kyuhyun. “Ne songsaengnim?”tanya Yoona dan mengalihkan pandangannya. “Temui aku di perpustakaan di jam istirahat.”ucapnya tegas. “Ne,”jawab Yoona. Kyuhyun keluar dari kelas.

Yoona melirik ke arah Donghae sejenak. Pria itu merasakan tatapannya. “Kau tidak dengar? Kau harus menemui Cho songsaengnim.”kata Donghae tidak mengalihkan pandangannya dari buku sedikitpun. “Ah, kuperingatkan sekali lagi. Berhentilah mengejarku atau menemuiku.”

“Waeyo? Bagaimana jika kita tanpa sengaja bertemu?”tanya Yoona. Donghae bangkit dari duduknya. Sorot matanya menajam terarah pada Yoona. “Kau harus menghindar, jika tidak kau tidak akan bisa melihatku selamanya. Aku membencimu!”ucapnya sambil melalui Yoona.

“Aku pikir dia sudah lupa. Kau masih membenciku Lee Donghae, sampai kapan kau bisa memaafkanku?”tanyanya pada diri sendiri.

 

Yoona melangkah masuk ke dalam perpustakaan. Ini pertama kalinya ia menginjakan kaki disini. Tempat yang ia sungguh tak ingin kunjungi di sekolah ini adalah perpustakaan dan ruang guru. Sungguh, ia sangat membencinya.

“Masuklah.”ucap Kyuhyun yang telah menunggunya.

“Songsaengnim, bisakah kita berbicara di tempat lain? Aku tidak suka berada di tempat ini.”ucapnya polos. Kakinya masih saja berada di depan pintu, tak mau melangkah masuk sedikitpun. “Oh, baiklah.”jawab Kyuhyun.

 

oOo

 

Donghae berjalan menuju perpustakaan, tanpa sengaja ia bertemu Shin Gi Young yang baru saja keluar perpustakaan. “Gi Young, apa Cho saem ada di perpus?”tanyanya. “Tidak. Kalau tidak salah aku melihatnya bersama Yoona tadi.”jawabnya dan hendak berjalan. “Ah, Donghae.. aku sarankan padamu jangan mengganggu Yoona lagi. Sudah cukup kau menyakitinya.”lanjut gadis ini.

Donghae menatap kepergian sahabat Yoona. Sepertinya itu menjadi sebuah ancaman baginya. “Donghae-ah!”seruan Seulgi mengalihkan pandangannya. “Kau mau ke kantin?”tawarnya. “Tidak, aku tidak lapar.”tolak Donghae halus. “Lalu kau mau kemana?”tanya Seulgi. “Ke taman. Kau mau ikut?”

 

oOo

 

Kyuhyun terduduk di bangku taman bersama Yoona. Ini ia lakukan karena sudah tugasnya untuk membuat muridnya menjadi cerdas. “Yoona, jika aku boleh tau apa kau mengalami masalah dalam belajarmu?”tanyanya pelan.

Yoona menatap di seberang sana. Hatinya terasa berkecamuk. Tentu saja. Ia melihat Donghae sedang berjalan di sekitar taman bersama Seulgi. “Donghae, Kang Seulgi.”ucapnya.

“Apa mereka pernah melakukan sesuatu hingga minat belajarmu menurun.”tanya Kyuhyun lagi. “Ya,” Jeda. “Tentu saja. Awas kau! Akan kubunuh kalian!”lanjutnya dengan nada tinggi. Yoona bangkit dari duduknya sambil mengepalkan tangannya kesal. “Yakk!”teriaknya sekali lagi.

Kyuhyun menatap Yoona melongo. Ternyata gadis ini tidak mendengarkan ucapannya sejak tadi. “Yoona kau dengar apa yang-“ Kalimat Kyuhyun terpotong. “CUKUP!”bentaknya kepada Kyuhyun.

Kyuhyun terkesiap mendengar ucapan Yoona. Ini pertama kalinya ia mendapat bentakan dari muridnya sendiri. Matanya menatap mata Yoona sedikit kikuk. “Mi-mianhae songsaengnim, aku, bukan begitu maksudku.”kata Yoona memohon maaf. Kyuhyun menghembuskan napasnya pelan. “Huft… baiklah…”jawabnya.

 

Donghae berjalan di balik pohon bersama Seulgi yang bercerita segala hal padanya. Dimana ucapan Seulgi yang ia dengar hanyalah ‘blablablabla’ Matanya terfokus menatap Yoona yang sepertinya sedang mengerjakan soal dari Kyuhyun. “Yakk! Lee Donghae, kau mendengarkan ucapanku atau tidak?”tanya Seulgi yang mulai menyadari.

Donghae tak mengalihkan pandangannya sedikitpun. Secepat kilat Seulgi mengubah posisinya hingga menghalangi pandangan Donghae ke Yoona. Donghae menatap Seulgi dan tersenyum sejenak. Seulgi membalasnya. Ia yakin kini Donghae mulai perhatian padanya. “Pikirkan saja sendiri.”ucap Donghae menajam, senyumnya pun memudar. Langkahnya dengan cepat meninggalkan Seulgi. “Yakk!”panggil Seulgi kesal, namun Donghae tak menoleh sedikitpun. “Pssh!”

 

oOo

Sudah dua hari ini berlasung. Belakangan ini Yoona tak pernah lagi menguntit atau sekedar menyapa Donghae. Ia lebih sering menjumpai Kyuhyun untuk pelajaran tambahannya. Sekeras mungkin Yoona berusaha untuk menyingkirkan perasaanya pada Donghae yang ia tau perasaan itu hanya akan membuatnya sedih.

“Kau mau ke mana?”tanya Gi Young yang melihat Yoona terburu – buru sambil membawa buku. “Bertemu Cho saem.”jawab Yoona. “Sepertinya kau mulai tertarik padanya.”kata Gi Young senang.

“Aniya, dia hanya guruku. Aku tidak mungkin akan menyukainya.”

“Jangan bicara seperti itu.”

“Sudahlah, aku pergi dulu.”sela Yoona cepat.

Langkahnya terhenti tepat di depan pintu kelas. Matanya menatap Donghae. Buru – buru ia memutar arahnya. Ia masih ingat jelas kata – kata Donghae hari itu. “Kau kenapa?”tanya Gi Young heran. “A-aniya.”jawab Yoona dan kembali duduk.

Ia menunggu sejenak. Hingga Lee Donghae pergi dari pintu. Ia menatap pria itu. Sesekali tatapan mereka bertemu. Dengan cepat Yoona mengalihkannya. Lagi – lagi yang membuatnya seperti ini adalah perkataan Donghae.

Yoona melihat ke arah pintu lagi. Ini sudah lewat sepuluh menit dan pria itu tidak juga menyingkir dari tempatnya. Sungguh ini membuat Yoona sedikit geram. “Yakk! Lee Donghae,”ucapnya meninggi.

Kepala Donghae berputar ke arah Yoona. Matanya menatap Yoona. “Waeyo?”tanyanya santai, seolah tak ada apapun yang terjadi. Yoona terhenti sejenak. “Aniyo ani.”jawabnya sambil cengingiran.

Yoona menunggu kembali. Mungkin sepuluh menit lagi Donghae akan menyingkir. Yoona menatap sekelilingnya sejenak. Sepi, Gi Young sudah mendahuluinya pergi tanpa ia sadari. Yoona menatap jam yang melingkar di tangannya. Ini bahkan telah sepuluh menit. Ia sudah tak bisa menunggu lagi.

Yoona bangkit dari duduknya. Matanya bersinar memancarkan amarah. Inilah sepertinya yang ditunggu oleh Donghae. “Yakk! Minggir! Aku mau lewat!”ucap Yoona kasar. “Ouh,”jawab Donghae, kakinya tak sedikitpun tergerak.

“Kau punya telinga atau tidak?!!”

Donghae berpikir sejenak. “Sebenarnya yang tidak punya kau atau aku?” Yoona terhenti dan mengingat kata – kata Donghae. Aish, jinjja…

“A-a-ah sudahlah!”jawab Yoona menyerah dan kembali ke tempat duduknya. Donghae terdiam beberapa detik. Lalu langkahnya mendekat ke arah bangku Yoona. Sebuah kursi di tariknya dan terduduk di hadapan Yoona.

“Hei!”sapanya sambil melempar kertas ke wajah Yoona. Sementara Yoona, ia tak tergerak sedikitpun. Ia masih menekuk wajahnya. “Yakk!”panggil Donghae sekali lagi. “MWOYA?!”bentak Yoona geram.

“Kau tau apa artinya jika kau menemuiku atau berbicara padaku?”

“Yakk! Lee Donghae! Kau yanga mengajakku berbicara lebih dulu!”bantahnya.

“Jinjja? Jeongmal jinjjayo?” Donghae mencondongkan badannya menatap Yoona.

“Ka-kau,”ucap Yoona gugup. Matanya menatap Donghae.

TUK!

“Aw,”rintih Yoona.

Sebelah tangannya membenturkan kepala Yoona kemeja dengan pelan. Lalu Donghae bangkit dari duduknya dan hendak berjalan pergi. “Lee Donghae!”panggilnya melangkah ke arah Donghae.

Donghae menghentikan langkahnya. Badannya tak berputar sedikitpun. “Kau belu pernah merasakan pukulanku, huh?!”tawar Yoona. “Pukul saja kalau berani, lagi pula kau telah melanggar peraturan. Seharusnya aku menghukummu.”

“Aku tidak takut dengan hukumanmu. Tapi kau harus memberiku kesempatan untuk membalasmu setelah itu.”

“Tidak.”

Mendengarnya membuat Yoona terbakar amarah. Yoona mengangkat tangannya dan bersiap untuk memukul dalam hitungan ketiga. Tangannya sudah terangkat. Dengan cepat badan Donghae berputar.

DEG!

Sebuah kecupan manis mendarat dengan cepat di pipi Yoona. Tangan Yoona terhenti seketika. Matanya sedikit melebar. Jantungnya juga terasa terhenti di saat itu. “Jadi kau ingin membalas hukumanku tadi? Lakukan saja jika kau berani.”ucap Donghae dengan senyum yang begitu manis.

Yoona masih terdiam di tempatnya. Ia masih tak percaya dengan semua ini. Matanya menatap Donghae yang melangkah pergi. Rasanya ia ngin meleleh saat ini. Apa aku bermimpi?

 

To be Continue………

16 thoughts on “Love is Crazy (Chapter 3)

  1. akhirnya dilanjut juga… aku suka alur ceritanya.. Semangat Yoongie!!! semoga kau berhasil setelah belajar dg ChoKyu kkkk

    Dongek sebenernya suka ama Yoong jg kan? gk mau ngaku tuh
    hukumannya pake cium pipi lagi, bener2 modus tuh ikan nemo

  2. tu hae oppa cium yoona eonni bneran pa cm hayalannya yoona eonni?
    pingin ngakak pas lht yoona eonni mau kluar kls al y biasanya gru kang ngeluarin dia jd sblm yoona eonni di sruh kluar lbih baik dia kluar dluan ckck bner polos dh ni eonni hehe
    ditunggu nextnya min

  3. OH My God donghae udh berani nyium yoona , makin penasaran sama kelanjutannya.
    Next chapter jangan lama lama yah thor konflik ditambahin lagi dong biar greget

  4. Q sedikit kurang ngerti donghae sendiri nyuruh yoona buat jauhin dia.terus knpa dia nyium yoona,ada kyu berharap yoona suka sama kyu aja
    Next thor

  5. udahlah yoong gak usah ngejar hae orang hae na aja gtu , huft kasian yoong nya , duuh bawaan na nyesek pengen nangis mulu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s