Love is Crazy (Chapter 1)

love is crazy

Tittle : Love is Crazy (Chapter 1)

Cast :

  • Im Yoona
  • Lee Donghae
  • Oh Sehun as Im Sehun
  • Kang Seulgi

Genre : Schoollife, romance, little bit comedy

Length : Chapter

Rating : PG-13

Author : Yuna21

Diclaimer : FF ini terinspirasi dari sebuah drama korea berjudul “Naugthy Kiss” dan sebuah sinetron Indonesia, yang aku lupa judulnya.

Author’s Note : Anyeong!! Wah.. udah lama nggak ketemu kalian, aku kangen!  Wokewoke.. cek ff aku yuk sist /ala mbak” olshop di ig yang super gaje/ apaansih? /abaikan, otakku sedang tidak waras/

Pagi yang begitu cerah, rasanya hari ini sama cerahnya dengan senyum gadis SMA yang satu ini. Kakinya melangkah terburu – buru, seolah ia tak mau tertinggal hari ini. Yup, dia memang tidak sedang terlambat, tapi ada alasan khusus yang membuatnya ingin cepat – cepat menginjak sekolah.

Anyeong! Yoon-ah!”sebuah sapaan ditujukan untuknya. Ia hanya membalasnya dengan senyum dan bergegas menuju tujuan awalnya. Mau tau alasannya kenapa? Jarang sekali ada orang yang menyapanya. Yoona, gadis ini adalah gadis yang dikenal satu sekolahnya. Alasan pertama yang membuatnya terkenal adalah dia termasuk ke dalam gadis yang hiperaktif dan cenderung memiliki otak yang kurang. Kedua, dia tidak terlalu cantik hanya gadis biasa yang suka tersenyum dan mengikat rambutnya menjadi dua bagian. Ketiga, dia adalah tipe gadis yang tak mudah menyerah terutama dalam hal mengejar pujaan hatinya.

Langkah Yoona terhenti di depan sebuah ruangan. Senyumnya semakin mengembang saat menatap sosok di dalam aula. Pria bertubuh tegap dan kekar. Kulitnya yang putih, pembawaannya yang dingin dan tak pernah tersenyum menambah kesan ketampanan pria ini. Lee Donghae, pria yang selama ini dikejar mati – matian oleh Yoona. Dia termasuk ke dalam kategori siswa yang jauh berlawanan dengannya.

Lee Donghae adalah pria tertampan di sekolahnya, selain itu ia memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi. Sayangnya pria ini tak pernah sedikit pun tersenyum. Dia adalah satu – satunya pewaris tunggal keluarga Lee, keluarga yang sangat terpandang di Korea.

Ingin sekali rasanya Yoona melangkah ke dalam walau hanya untuk sekedar mengucapkan kata ‘Anyeong!’ pada pria ini. Tapi ia tak boleh melakukannya. Tentu saja, karena ia beberapa waktu lalu ia sangat sering melakukan hal itu dan setiap kali ia mengatakannya pria itu akan pergi meninggalkannya.

Donghae mulai bangkit dari duduknya. Tangannya menutup buku yang dibacanya. Menyadari hal itu, segera Yoona mundur sejenak mencari tempat persembunyian. Matanya memandang Donghae dari balik tembok. Pria itu berjalan menjauh. “Yoona!”sebuah panggilan yang begitu nyaring membuat mata Yoona tertutup seketika. Oh, tidak.

Ia bisa merasakan Donghae yang terhenti. Pria ini memutar balik arahnya. Kini langkahnya seperti mendekati tembok tempatnya bersembunyi. Langkah Donghae terhenti sejenak di dekatnya. Ia tau Yoona sedang berdiri dengan raut wajah yang ia tak suka. Ia bisa merasakan gadis ini menatapnya. “Anyeong.” Satu lirikan tajam dari Donghae membuat kalimat Yoona terhenti. Kemudian pria ini bergegas pergi meninggalkannya. Yoona menatap pria itu sejenak, “Donghae-ah.”lanjutnya.

 

Yoona’s POV

 

TET!

Bel tanda berbunyi. Segera aku berlari menuju kelasku. Betapa bersyukurnya aku, karena Tuhan memberikan aku selalu berdekatan dengannya. Ya, Donghae adalah teman sekelasku. “Yoona, aku mencarimu.”ucap teman yang memanggilku tadi. Aku tak mempedulikan kata – katanya. Tanganku dengan cepat menariknya menuju kelas.

“Hei, bagaimana tadi?”tanya Shin Gi Young yang mengikutiku menuju kelas. Mataku menatapnya sejenak. Sebuah senyum lebar kuberikan padanya. Kemudian langkahku mendahuluinya memasuki ruangan. “Yakk! Ceritakan padaku sekarang!”tuntut Gi Young.

Kududukan diriku di bangkuku. Sebuah napas kebahagian kuhembuskan. “Kau tau, akhirnya dia menatapku. Kau tau apa itu artinya?”tanyaku penuh kegembiraan. “Dia sudah tidak marah lagi padamu, aku benar kan?”tebak Gi Young. Sebuah tawa keluar dari mulutku. “Salah!”

“Lalu?”

“Em… sepertinya ada kemungkinan dia… ah, lupakan!”ucapku sepotong.

Yakk!

Tepat saat itu Guru Kang memasuki ruangan. Dengan segera ku persiapkan diriku. Pelajaran Guru Kang adalah pelajaran yang paling membosankan bagiku. Ya, aku sangat membenci matematika. Sepanjang pelajaran tidak ada yang bisa menghiburku. Rasanya aku mulai bosan. Mataku mengedar ke sekeliling.

 

Back to Author’s POV

 

Jauh di seberang sana, Donghae terduduk dengan tenangnya. Matanya memang tak memperhatikan guru Kang yang sedang menjelaskan di depan. Tapi tangan dan telingannya tetap bekerja mendengar dan menuliskan setiap kalimat yang diucapkan Kang saem.

Yoona memperhatikannya, tentu. Ia memperhatikan pria ini sejak tadi. Tak ada yang bisa membuatnya betah di dalam kelas selain Lee Donghae. Sebelah tangannya menopang dagu. Bibirnya tertarik ke atas membuat sebuah lengkukan. Matanya bersinar kagum menatap Donghae. “Kau memang tampan…”gumam Yoona.

“Im Yoona, bisakah kau jawab berapa hasil dari x kuadarat ditambah y dibagi x kurang y?”sebuah suara berat di depan tak sedikitpun membuat mata gadis ini berpaling. Bahkan mungkin ia tidak mendengarkan pertanyaan dari gurunya.

Matanya menatap Donghae yang mulai melihat ke arahnya. Jantungnya serasa berdebar dua kali lipat. “Im Yoona jawab pertanyaanku,”panggil Guru Kang. Mata Yoona masih menatap Donghae yang masih juga menatapnya. “x kuadrat ditambah y dibagi x kurang y, apa itu rumus cinta?”ucap Yoona spontan.

Serentak seluruh kelas mentertawainya, Termasuk Lee Donghae. Pria itu tertawa dengan sedikit dehaman. Menatapnya yang mentertawakan dirinya membuat senyum di wajah Yoona memudar. Tanpa ia sengaja sebuah kalimat keluar dari mulutnya. “Yakk! Lee Donghae kenapa kau menertawaiku?!”ucapnya kesal sambil berdiri.

Yoona merasakan salah satu telinganya tertarik. “Ah..”rintihnya. Matanya dengan perlahan melirik ke sumber rasa sakitnya. Matanya menangkap sorot mata guru Kang yang mulai geram. “O-o..”gumamnya. “Anyeong Im Yoona, bagaimana dengan rumus cintanya? Apa kau sudah menyelesaikannya?”tanya guru Kang.

“Ah.. mi-mianhae, songsaengnim… bisakah Anda melepaskannya?”

“Jadi kau mau aku melepaskanmu?” Yoona hanya menganggukkan kepalanya. Perlahan Guru Kang melepaskan jewerannya. “Kelilingi lapangan seratus kali.”lanjutnya. “Sekarang?”tanya Yoona sambil melirik sedikit ke arah seberang. Ia tak mau meninggalkan kelas. Ya, karena ini kesalahannya mau tidak mau ia harus tidak melihat Donghae sekarang. “Tahun depan!”jawab Guru Kang geram.

Guru Kang mulai memutar badannya. Ia tak merasakan ada langkah atau gerak gerik Yoona sedikit pun untuk melaksanakan perintahnya. Langkahnya terhenti. Badannya berputar. Kini sebertinya ia sudah mendidih seratus derajat, melihat siswinya itu malah terduduk manis sambil mengobrol dengan temannya. “YAKK! IM YOONA!!!”bentaknya dengan suara yang super dahsyat.

Ne songsaengnim?”jawab Yoona.

“Tadi aku menyuruhmu apa?”

“Lari seratus putaran.”

“Lalu kenapa kau masih diam saja, HAH!”

Songsaengnim tadi menyuruhku lari tahun depan.”jawabnya dengan polos. Sebuah napas di tarik Kang sejenak, lalu menghembuskannya perlahan. “Kang Min Jae sabar.. kau harus sabar..”ucapnya pada diri sendiri sambil mengelus dadanya. Tangan guru Kang melambai ke arahnya. Yoona menatapnya heran. Kakinya melangkah dengan segera. “Sini kau…” Jeda. “Kelilingi lapangan, SEKARANG!”bentak gurunya.

Sebuah napas dihembuskan Yoona dengan kesal. “Huh, kenapa tidak bilang dari tadi. Begitu saja repot!”gerutunya dan berjalan keluar kelas. Guru Kang menatap punggung Yoona yang sudah menjauh. “Dasar bodoh! Aku menyuruhmu sejak tadi!”tatapannya kini kembali kepada siswa – siswanya. “Aku menyesal menjadi guru, apa ada yang ingin mengikuti jejaknya? Jika ada, bunuh aku sekarang! Bunuh! Aku sudah tidak kuat!”

Seluruh siswa hanya menatap guru ini heran. Tentu saja satu sekolah sudah tau bagaimana Yoona. Bahkan semua orang heran mengapa ia bisa masuk di sekolah ternama seperti sekolah ini. Mungkin ini adalah faktor orang tua. Yap.. keluarganya salah satu pemegang saham terbesar di sini. Padahal semua orang tau, keluarga Im terkenal dengan kepintaran dan kekayaan mereka. Tapi, mereka tak habis pikir mengapa anak sulung dari keluarga Im memiliki tingkat kecerdasan di bawah standar.

“Lee Donghae, awasi dia. Aku sudah tidak kuat lagi.”ucap Guru Kang. Donghae segera bangkit dari duduknya sambil menghembuskan napas pasrah. “Karena kau sudah pintar jadi aku hanya berpesan satu. Jangan sampai kau jatuh cinta padanya.”lanjut Guru Kang. “Eoh, tapi kau tidak akan mungkin juga tertarik pada gadis sepertinya.”

“Apa ada lagi?”tanya Donghae.

“Tidak. Sudah sana.” Kini ada rasa tenang sedikit di hati guru Kang. Emosinya paling tidak sudah berkurang. Matanya kembali menatap muridnya. “Kenapa?”tanyanya. “Jika Lee Donghae yang menjadi pengawasnya, aku juga bersedia di hukum songsaengnim.”ucap salah seorang murid yeoja. “Aku juga.”satu persatu menuaikan protes mereka.

“Sudah. Sudah! Apa kalian tidak lihat, aku juga tidak kalah tampan!”

 

oOo

 

Yoona berlari mengelilingi lapang. Baru dua putaran saja, ia sudah merasa lelah seperti ini. Napasnya sudah tak kuat untuk melanjutkan. Langkahnya terhenti pelan. Yoona berjongkok. Tangannya mengelap air keringatnya yang bercucuran. “Yakk! Kenapa berhenti?”

Sebuah suara yang sangat ia hafal membuat kepalanya mendongak. Napasnya yang tersengal – sengal seolah tak ia rasakan. Keringatnya yang begitu melimpah turun terasa berhenti seketika. Matanya menatap sosok pria yang berdiri di bawah teriknya mentari. Siluetnya membuat mata Yoona bersinar terang. “Ke-kenap kau…?”tanyanya.

Donghae mendesah pelan. “Kang saem menyuruhku mengawasimu. Sudah. Cepat lanjutkan!”serunya. Entah dari mana datangnya semangat itu. Yoona tak merasakan panas yang membakar kulitnya ataupun keringat yang bercucuran. Sebuah senyum lebar terlukis di wajahnya. Dengan segera ia kembali berlari. “Ne.”ucapnya penuh semangat.

Donghae menghela napasnya. Matanya menatap gadis itu malas. Menunggu adalah hal yang sangat membosankan baginya. Itulah mengapa ia sangat membenci hal ini. Sebuah ponsel di keluarkannya dari saku celana.

 

TET!

Bel istirahat berdering. Donghae menatap Yoona yang belum saja menyelesaikan hukumannya. Kakinya melangkah pergi. Saatnya untuk mengisi perutnya yang sudah mengamuk. “Donghae-yah!”

Sebuah seruan membuat langkahnya terhenti. Matanya mendapati gadis cantik yang berlari menghampirinya. Kang Seulgi. “Apa kau mau ke kantin bersama?”tawar Seulgi. Donghae terdiam sejenak. Matanya bergelincir menatap Yoona yang sepertinya sedang memperhatikan mereka.

“Tawaran yang tidak buruk. Baiklah.”jawab Donghae. Kini badannya berputar ke arah Yoona yang terpaku pada dirinya. “Im Yoona! Kau selesaikan hukumanmu! Aku akan segera kembali!”teriaknya.

 

Dari kejauhan Yoona menatapnya. Sungguh ini sangat menyebalkan. Raut wajahnya berubah. Matanya menajam menatap Seulgi yang tersenyum seolah kemenangan ada di tangannya. “Yakk! Kang Seulgi! Awas saja kau!”gerutunya kesal.

Sebuah napas di hembuskan Yoona. Ia menyadari dirinya harus mengitari lapangan ini empat puluh tujuh putaran lagi. “Baiklah, aku mengerti…”keluhnya dan kembali berlari.

 

oOo

 

Other side……

 

Seulgi menatap senang orang yang kini ada di hadapannya. Tentu saja. Dia adalah gadis beruntung bisa dekat dengan seorang Lee Donghae. “Kenapa kau tidak makan?”tanya Donghae yang merasa dirinya di perhatikan. Seulgi tersentak. Segera ia menyantap makanannya.

Hening.

TRET!

Suara kursi yang bergesek dengan lantai membuat wajah Seulgi terangkat. “U-udi ga?”tanyanya heran. “Em, sepertinya aku belum menyelesaikan tugasku.”jawab Donghae datar. “Makanlah yang banyak agar kau sehat.”ucap Donghae dan berlalu pergi. Sebuah kata yang diucapkan pria ini hampir saja membuatnya pingsan.

 

oOo

 

Donghae melangkah kembali ke tempat seharusnya ia berada. Sebotolair minum berada di tangannya. Matanya menatap Yoona yang berlari terhuyung – huyung. Sebuah napas di helanya pelan. Tepat saat itu Yoona roboh di hadapannya. Donghae tak sedikit pun menatapnya, namun tangannya terulur menawarkan bantuan.

 

Yoona yang terduduk di atas tanah mendongak. Ia tak percaya laki – laki ini memberikannya uluran tangan. Kapan lagi aku bisa menggengam tangannya. Perlahan Yoona meletakan tangannya. Baru saja ia hendak bangkit, pria ini kembali melepaskan genggamannya.

BRUK!

Yoona kembali terjatuh. “Yakk!”teriaknya kesal dan kembali berdiri dengan sendirinya. Donghae menatapnya. “Boleh aku minta? Aku haus.”keluh Yoona sambil menunjuk botol di tangan pria ini.

“Kau mau ini?”tanya Donghae sambil menunjukan botol airnya. Yoona menganggukan kepalanya. “Baiklah.”jawab Donghae. Yoona menunggunya. Ia pikir laki – laki ini akan memberikannya air. “Yakk! Ke-kenapa kau…”ucap Yoona mencoba menghentikan.

Donghae tak menghiraukan ucapannya. Pria ini tetap saja meneguk airnya hingga titik terakhir. Sementara Yoona, gadis ini hanya bisa menelan ludah menatapnya. “Ah…” Jeda. “Ambil saja jika kau mau, aku sudah tak memerlukannya.”kata Donghae acuh, seraya melemparkan botol kosong ke arah Yoona. “Waeyo?”tanyanya melihat ekspresi gadis ini.

Wajah Yoona terlihat memerah. Sepertinya ia sudah kesal. “Ini! Aku tidak haus!”bentaknya sambil meletakan kembali botol itu di tangan Donghae. Yoona berjalan bersama kekesalannya.

Donghae menatap punggunya yang mulai menjauh. Sebuah tawa kecil menghiasi wajahnya. Kepalanya tertunduk sejenak. Tangan menarik sebotol air dari dalam sakunya. “Im Yoona!”teriaknya dengan ekspresi datarnya. Gadis ini berputar dengan kesal.

“Ada apa? Apa kau mau memberikanku botol kosong lagi, huh?! Aku tidak mebutuhkannya!”ucapnya dengan kesal. Ia tak salah melihat. Tentu. Sebuah botol berisi air penuh di lambungkan ke arahnya. Dengan sigap Yoona menangkapnya. “Ambilah. Aku tidak haus.”ucap Donghae sedatar mungkin dan berjalan pergi.

Yoona menatap air di tangannya dan kembali menatap punggung pria itu yang menjauh dari pandangannya. Ujung bibirnya tertarik membentuk sebuah senyum.

 

To be continue………..

21 thoughts on “Love is Crazy (Chapter 1)

  1. Seru thor..
    Ihh hae ko dingin bgt sih sma yoong..
    Yoong ttp smangat buat dpetin cintanya hae.. !! Fighthing
    Ditungu nextnya thor

  2. tunggu aja sampe qmu gantian suka ama yoona ya,,,
    q doain ga bakal mau lagi unni q..
    haha
    ditunggu thoor,, tapi mian kalo gag bisa ngikutin tiap chapter,, kurang suka ff chapteran…
    ditunggu yaaaa

  3. Hemmm…. apa sehun jadi adik yoona?? aku berharap dia jadi pacar atau seenggaknya orang yang suka sama yoona… Tp gpp ding.. jadi adik yang mengidap sistercomplex juga lucu

  4. ahhhh…. terlalu singkat thor.. diperpanjang dong.
    aku suka ama semangatnya yoona gak pantang menyerah.. yoona eonni FIGHTING..!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s