Unexpected : Dirty Little Secret [1]

unexpected

Unexpected : Dirty Little Secret [1]

HyukGumsmile

Cho kyu hyun Im Yoona

Romance

PG-17

PS: cerita ini berisikan kata-kata yang belum pantas dicerna oleh remaja tangung (bukan NC). Mohon untuk lebih bijak. Silahkan tetap membaca, tapi jadikan pelajaran, bukan kebiasaan. Ambil baiknya (jika ada) dan tak perlu ditiru karena ini hanya fiksi.

Sebuah series sebelum di protect.

Matanya setajam elang. Tulang rahangnya putih kokoh dengan garis keras yang maskulin. Bau musk dari tubuh tinggi menjulang dan mint dari setiap lontaran perkataannya begitu memabukkan. Bersamanya, kutemukan rasa bahagia tuk kali kedua. Debaran dan gelenyar gairah itu mencuat ketika ia kemudian mendekat dan menghembuskan nafasnya tepat didepan wajahku. Berbagi oksigen yang kami hirup kembali. Didalam keegoisannya, kutemukan jalan hidup yang berbeda. Setapak langkah kami menuju tujuan yang tak serupa, dan sangatlah tajam. Dia menolakku untuk bergabung meski kutau, dia dan seluruh sel sel dalam tubuhnya sangat menginginkanku. Lalu, dengan kaki berdarah kuikuti ia dari belakang. Berjalan terseok pincang, namun kemudian terbiasa dan kini terkadang memimpin.

Dialah cinta baru itu.

Cho kyu hyun.

Pengorbanan terbesarku.

Langkah yoona bergantian mengikuti besar langkah kyu hyun yang kini menggenggam erat pergelangan tangan kirinya. Yoona menoleh kebelakang dan menemukan donghae yang tengah bersimbah darah. Ujung bibirnya robek dan bau amis itu mewarnai apartemen donghae.

Yoona tak berani berbicara. Bibirnya masih bungkam sementara tubuh ringkihnya masih bergetar halus. Ketika kristal itu kembali menetes, yoona merasakan sesak diujung hatinya. Meninggalkan donghae yang kemudian tak berdaya karena ulah kyu hyun yang kesetanan.

“berhenti memandanginya!!”

Yoona tersentak. Ujung pintu apartemen donghae sudah tak terlihat. Lalu denting lift mewarnai hening malam mereka yang mencekam. Ketika pintu lift terbuka, yoona merasa terseret keras, lalu punggungnya menyentuh dinding lift yang dingin dengan kasar.

Sejenak ia meringis, lalu tatapan mematikan kyu hyun segera menguncinya dalam beku. Lelaki itu mendekat, mengunci tubuh yoona diantara lengannya, memupus jarak diantara mereka dengan kobaran api menakutkan diujung matanya.

“tiga tahun bersamaku ternyata tak membuatmu mengerti”

Bau mint kyu hyun menyebar dengan cepat. Membuat yoona menahan nafasnya kuat. Seluruh tubuhnya kini bergetar. Pertemuan pertamanya dengan lelaki pengecut yang melarikan diri selama hampir dua minggu ini kini membawanya dalam pusara kerinduan.

“apa kau mendengarkanku, im yoona?!”

Yoona tersentak, tak berani menatap kedua bola mata kyu hyun. “o-oppa—“

“kau ingin terus membelanya? Kembali bersamanya?!” lalu lelaki itu menjerit dengan suara satu oktaf lebih tinggi.  “JAWAB AKU!!”

“aku hanya ingin berteman” yoona tak punya alasan lain. Ia sudah pernah mengatakannya pada kyu hyun dalam sambungan telepon mereka. walau bagaimanapun, lelaki itu tetap harus tau keinginannya karena hubungan mereka memang seterbuka itu semenjak dulu. “aku hanya.. o-oppa tau dia seperti—“

“mantan kekasihmu?!” kyu hyun menyambar dengan cepat. Kini kedua tangannya telah berpindah, menggenggam sisi lengan yoona, memaksa yoona semakin mendekat. Menghapus jarak diantara mereka lalu mengeraskan rahangnya tak terima.

“dia mantan kekasihmu. Dan kau ingin berteman dengannya?!” tengkuk yoona kemudian meremang hebat. Suara kyu hyun begitu rendah seolah hanya yoona lah yang bisa mendengarkannya. Mata, rahang dan nada berbicaranya seolah kyu hyun tengah mendapatkan suatu hal baru yang membuat kekesalannya menumpuk di ubun-ubun.

Lalu cengkramannya mengeras. Berbicarapun tak lagi dapat yoona lakukan. Kemarahan kyu hyun benar-benar mengunci pergerakannya. Ia hanya terdiam. Tubuh ringkihnya kemudian tertarik, membentur dada kyu hyun dengan keras. Lalu..

“apa kau ingin aku membunuhnya?!”

Itu kalimat terakhir yang yoona dengar. Setelah itu, gelap menenggelamkannya. Hening dan hampa kemudian datang. Dan cahaya itu perlahan menghilang.

__

“sejujurnya, aku tidak menerima staff dengan pengalaman kerja yang minim. Terutama yang berasal dari negeri antah berantah dan tak mengenal teknologi”

Jantung yoona seperti ditikam berkali kali. Sesak dan perih itu menderanya dengan hebat. Memang, ia memang bodoh. mengikuti open recruitment perusahaan sebesar cho interprise memang merupakan resiko besar ditengah minimnya pengetahuan yoona mengenai dunia bisnis.

“tapi aku lulusan kyunghee university, sajangnim”

Dengan mata bulat yang mengagumkan, yoona memandang lelaki itu ragu. Ada binar cahaya yang tak pernah surut memberikan pesona tak terbantahkan dari manik almondnya. Meski tak terpesona, manik itu tetap menarik perhatian yoona sejenak.

Ia tinggi dengan kulit putih bersih yang bersinar. Dari setiap jengkal tubuhnya saja, yoona tau pengalaman hidup seperti apa yang pernah lelaki itu lewati.

Mereka berbeda. Surut pasti hampir tak pernah datang dalam kehidupannya. Tak seperti yoona yang harus berulang kali berenang ketepian dan kembali terseret arus menuju dasar lautan. Pesakitan itu lebih banyak ia rasakan.

Tapi takdir memang sialan. Ditengah rasa perih yang mendera ketidakadilan itu kemudian datang bersamaan dengan semangat baru yoona yang berkembang. Lelaki itu hidup berkecukupan. Tak seperti dirinya yang harus mati-matian membantu appa meski hidup mereka memang tak kekurangan.

Tapi, lelaki itu tak perlu bekerja keras meski ia memerlukan uang demi membayar lunas uang pembelian mobil barunya.

Dunia memang tak adil. Ditengah sakit parah yang dialami omma, uang menjadi pembatas seolah penentu hidup dan mati omma. Andai mereka kaya, meski hanya kram perut biasa, ia pasti bisa membawa omma pergi kerumah sakit terdekat dengan fasilitas canggih yang akan mengetahui penderitaan omma sebelum semuanya terlanjut terlambat.

Dan disanalah letak ketidak adilan itu. Ia tak diberikan hak untuk bertindak seperti itu. Yoona bukan pemegang berkarung-karung emas dan bukannya tinggal di dunia yang tak terisolir dari teknologi seperti seoul. Kampung mereka terpencil, hanya tempat persinggahan nelayan kuno yang memilih melaut demi melanjutkan hidup.

Mokpo bukan kota besar yang pantas untuk dibanggakan. Karena itulah yoona kemari. Menginjakkan kakinya di seoul hanya untuk memuaskan rasa ingin taunya tentang sesempurna apakah hidup disana.

Dan pada akhirnya yoona tau.

Seharusnya ia tak pernah datang.

Lalu lelaki itu menegakkan duduknya. Melipat kedua tangan diatas meja dengan ujung  mata semakin meruncing.

“itu dia permasalahannya. Tidakkah kau tau semua orang yang berani menawarkan diri pada kami adalah orang-orang yang berpengalaman dalam bidangnya? Sementara kau baru saja lulus. Apa itu memberikanku jaminan?”

Yoona menunduk. Orang arogan sepertinya memang terkadang menjengkelkan dan menyusahkan sekaligus. Bisa-bisanya ia berkata seperti itu. Semenjak mengenyam bangku perkuliahan di kyunghee, yoona yakin ia bisa mendapatkan pekerjaan dimanapun karena berkuliah di universitas bergengsi.

Namun semua perkataan lelaki arogan itu kemudian meruntuhkan rasa percaya dirinya. Bisa-bisanya lelaki itu meremehkan almamaternya begitu saja. Benarkah almamater-nya tak mempengaruhi apapun?

Menyerah, yoona memutuskan untuk mengalah. Merendahkan sedikit harga dirinya.

“aku akan bekerja dengan baik, tu—“

“semua orang berkata seperti itu”

“aku akan berusaha lebih—“

“tepat sekali. Kau belajar wawancara dari salah satu orang idiot atau apa?!”

“aku—“

“berikan aku satu alasan mengapa aku harus menerimamu!”

Lalu yoona terdiam sejenak. Kedua bola mata mereka beradu tajam. Menciptakan listrik statis yang terus berlawanan. Lalu, dengan tanpa memalingkan tatapannya yoona menjawab, “karena aku im yoona. Jadi perusahaan ini tak memiliki kesempatan untuk menolakku.”

Pertemuan mereka berakhir disana. Dengan berbagai umpatan yang akhirnya terjun bebas dari bibir manis yoona yang tengah kesal setengah mati merutuki pimpinan perusahaan terkenal korea itu dalam perjalanan pulangnya.

 

__

Yoona bangun dalam keadaan lebih baik. pusing berat yang mendera sebagian kepalanya benar-benar menyiksa. Dalam diam yoona memperhatikan seisi ruangan. Putih bersih bercampur hitam pekat mewarnai dinding kamar itu. Yoona tak benar-benar ingat kapan terakhir kali ia tidur disana.

Masa itu telah lewat bertahun-tahun lalu. Ketika apartemen kyu hyun menjadi tempat persinggahannya disaat lelah.

Bau musk lelaki itu mengisi hampir seluruh sudut kamar. Apartemen besar dengan satu kamar itu memang sudah terlalu lama ditinggalkan. Yoona tak pernah lagi datang meski hanya untuk sekedar berkunjung usai kyu hyun menghadiahinya sebuah hunian mewah dua tahun yang lalu.

Dan kini ia disana.

Didalam kamar kyu hyun yang mempesona.

Buram itu masih menemaninya. Mempertajam fokuspun tak merubah kabut penghalang didepan matanya. Penglihatan yoona mengabur. Dan keedua bola matanya sedikit membengkak.

Sejenak yoona ingat ia sempat menangis keras. Terakhir kali ia menggunakan penglihatannya adalah ketika kyu hyun menyeretnya kasar untuk keluar dari apartemen donghae.

Donghae?!

Tersentak, yoona mengambil sikap duduk. Memperhatikan keadaan yang samar-samar mulai membaik. Dentuman itu masih setia bertengger dipelipis dan kepala belakangnya. Namun ingatan donghae seketika membuat yoona hilang akal.

Yoona buru buru menyingkirkan selimut hitam tebalnya. Kaki-kaki jenjang itu kemudian merangkak menuju tepian ranjang, mencari pijakan.

“nona..”

Lalu ia terhenti. Sosok seorang wanita tinggi dengan baju pelayan yang khas menyapanya ragu. Ia masuk, meletakkan nampan berisikan bubur lalu menunduk malu. “aku kim jae rim. Tuan memintamu untuk tidak meninggalkan apartemen hingga ia pulang”

Kalimat singkat itu mendesak yoona untuk mengeluarkan nafas beratnya. Lagi-lagi, perintah cho kyu hyun. “dimana cho kyu hyun sekarang?”

Jae rim hanya menunduk dalam. Terlihat jelas tekanan yang diberikan kyu hyun agar ia tak mencoba buka suara. Kedua tangannya saling terjalin patah-patah. Benarkah sekeras itu kyu hyun menekannya?

“tuan hanya memerintahkanku untuk menjagamu, nona. Dan kumohon untuk tidak keluar apartemen, seperti keinginan tuan”

Kyu hyun memang brengsek. Sosok keparat yang menemaninya hidup tiga tahun belakangan itu memang benar-benar.. brengsek. Yoona tak mengerti mengapa kini ia harus terkurung didalam apartemen kyu hyun sementara sebelumnya lelaki itu membebaskannya tanpa syarat.

“apa dia mengancammu?”

Dan jae rim menunduk lebih dalam. Yoona menggeram kecil. Lalu, tidak bisakah kyu hyun berhenti menggunakan belas kasihannya hanya untuk menuruti perintah lelaki keparat itu?!

Ia pasti sudah memonopoli kebebasan jae rim sesuka hatinya. Dan sekarang, berharap yoona akan merasa kasihan akibat tekanan mental yang ia berikan pada jae rim hingga ia memang mau tak mau harus menuruti kyu hyun.

Kyu hyun tentu tau yoona tak mungkin membiarkan gadis lugu seperti jae rim terkena imbas amukannya hanya karena tak becus menjaga yoona.

Keparat.

“baiklah. Aku akan menunggunya disini”

Dan helaan nafas lega jae rim menghimpit jalan keluar yoona. Ia tau, mau tidak mau ia harus bertahan demi keamanan hidup jae rim. Bukan hal yang mustahil jika kyu hyun mampu melakukan apapun demi melampiaskan amarahnya pada jae rim.

“ah, terimakasih, nona. Aku menjagamu dari luar. Panggil aku jika nona membutuhkan sesuatu”

Yoona hanya mengangguk samar. Ia tak mungkin membiarkan senyum ceria jae rim sirna hanya karena dirinya yang terlalu pembangkang. Kyu hyun memang benar-benar cerdik mempermainkan perasaannya.

Usai mendidiknya menjadi wanita pembangkang, kini, ia pun memiliki sikap untuk membatasi didikannya pada yoona. Tak seperti kyu hyun, yoona tau ia belum sekejam itu mempertaruhkan kehidupan orang lain demi kepentingan pribadinya.

Yoona kemudian kembali merangkak naik. Menyembunyikan dirinya dibalik selimut hitam tebal yang semula memang ada disana. Pikirannya kemudian melayang jauh. Tepat ketika hantaman pertama kyu hyun menyapa ujung pelipis donghae.

 

“lepaskan tanganmu darinya!”

“dari awal dia milikku, cho kyu hyun!”

 “dia milikku, lee donghae! Lepaskan tanganmu atau aku yang akan melepaskannya!!”

 “kau menyakitinya! Jadi berhentilah menekannya dan lepaskan yoona padaku.”

“BRENGSEK!”

BUGH!

Hantaman itu tepat bersarang pada pelipis donghae. Membuat lelaki itu terhuyung jatuh menyapa lantai. Bau amis seketika menghinggapi menciuman yoona saat ia kemudian menyadari darah yang mengalir akibat robekan kecil disana.

Kyu hyun memang bukan lelaki biasa. Dalam kelamnya hidup yang mereka jalani, yoona mengerti betul sosok seperti apa kyu hyun sebenarnya. Dibalik semua topeng yang ia gunakan, yoona paham mengapa kyu hyun harus bertindak dan alasannya melakukan sesuatu.

Namun, malam itu seperti membantah kesombongan yoona akan pengertiannya terhadap kyu hyun. Ia tak mengerti kyu hyun sedalam itu. Dan kemudian yoona tersadar jika semua yang terjadi selama ini memang tak sepenuhnya membuatnya mengenali sosok cho kyu hyun.

Mengenalnya selama lima tahun tak membuat yoona paham.

Ada banyak hal yang kini yoona tau masih tersembunyi darinya.

 

“kau lupa kau hidup karena siapa?!” teriak kyu hyun penuh amarah.

“aku bisa hidup sederhana bersamanya dikota asal kami.”

BUGH!

“kau bahkan tak akan hidup lagi, keparat!”

Donghae tertawa renyah ditengah asin darah yang kini menghiasi wajahnya. “berhentilah bermain-main, cho kyu hyun. Dia mencintaiku.”

Yoona menghujani dadanya dengan tinju kecil. Perih dan bahagian itu datang bersamaan. Kenangan malam lalu yang berakhir dengan menggenaskannya keadaan donghae terus menghantui pikirannya.

Benarkah ia masih mencintai donghae?

Donghae memang tak pernah berubah. Sikap dan setiap perkataannya selalu mengingatkan yoona pada sosoknya yang dulu selalu ada, melindunginya dan menjadi benteng dalam kehidupan yoona.

Donghae adalah sosok luar biasa yang pernah hadir dalam masa lalunya. Bagian hidup yang bahkan hingga kini masih terasa manis jika diingat.

Namun perkataan donghae menyakitinya dalam. Lelaki itu jelas meninggalkannya tanpa iba, dulu. Lalu mengapa kini ia bertindak seolah yoona masih miliknya? Meski keparat, yoona cukup tau diri untuk tak berharap.

Bersama donghae demi mencari kehangatan lama memang ia lakukan belakangan ini. Tapi semua tak pernah menjamin ia akan kembali meski hangat yang donghae berikan memang tak serupa dengan yang ia dapatkan dari kyuhyun.

Donghae selalu memperlakukannya dengan cinta dan kelembutan. Kehormatan yang tertera jelas dalam manik coklat mata donghae selalu mampu membuatnya luluh. Itulah yang membedakannya dengan kyu hyun.

Lelaki keparat itu memperlakukannya dengan intim. Dengan sentuhan dan perkataan yang terkadang menimbulkan hangat yang berbeda.

“tanpa ikatan? Dan kau masih seyakin itu bahwa dia mencintaimu setelah aku kembali?!”

Lalu kalimat terakhir yang ia dengar dari bibir donghae membuat yoona tersadar. Seolah bumi begitu sempit untuk mempertemukan mereka, tiba-tiba ia mulai merasa jika ini bukan pertemuan pertama mereka.

Kyu hyun dan donghae kini terasa begitu dekat. Ada benang yang mempersatukan mereka meski hanya lewat aura.

Tiba-tiba yoona merasa begitu dibodohi oleh waktu.

Mengapa ia tak sempat bertanya ketika kyu hyun begitu curiga akan hubungannya bersama donghae.

Adakah sesuatu yang belum ia mengerti diantara dua lelaki dewasa itu?!

__

Kyu hyun duduk di kursi tunggu deret tiga dengan wajah kusamnya. Semalaman ia habiskan hanya untuk berdiam diri disana usai mengantarkan yoona pulang dan merawatnya sebentar.

Lorong itu kini terlihat menyeramkan meski masih ramai akan lalu lalang pasien yang datang silih berganti. Didepannya, sebuah pintu berwarnakan putih tulang menyambut kyu hyun. Mengolok wajahnya yang menyeramkan lewat keheningan yang kemudian tercipta atas perang batin yang ia lakukan sendiri.

“hhh~”

Ia kemudian mendesah berat. Kedua tangan besarnya menyisir rambut acak-acakannya dengan kasar saat pintu kemudian terbuka dan jantung kecilnya melompat tak  tau arah. Kyu hyun kemudian mendongak dan mendapati seseorang berdiri disana. Dengan baju biru muda polos dan tatapan datarnya yang menusuk tajam.

“tidak seharusnya kau datang”

Itulah kalimat pertama yang kyu hyun dengar. Datar tanpa nada didalamnya. Donghae kemudian berjalan maju, alih-alih meninggalkannya, ia kemudian duduk tepat disamping kyu hyun. Mendorong tongkat infus yang masih harus menempel pada nadinya lalu bersandar kaku.

Seluruh tubuhnya terasa remuk. Pertengkaran semalam benar-benar merusak seluruh aset masa depannya. Jika tidak memilik uang, donghae sangsi ia masih akan terlihat tampan setelah ini.

Memar keunguan yang menempel hampir di setiap jengkal tubuhnya serta geser rahang yang membuatnya harus melewati operasi ringan benar-benar tak dapat dianggap biasa.

“hanya ingin memastikan kau baik-baik saja” lalu kyu hyun ikut bersuara. Memecah keheningan yang lamat-lamat tertanam diantara mereka. kyu hyun melihat ujung bibir donghae yang membiru terangkat ringan, lalu lelaki itu mengumpat tanpa aba-aba.

“keparat!”

Kyu hyun diam. Begitupun donghae. Wajah datar mereka menghiasi keheningan lorong rumah sakit yang perlahan semakin padat. Kebisingan itu berdengung nyeri namun tak membuat mereka paham harus bertindak seperti apa.

“aku melihatnya tak sadarkan diri sebelum kisi lift tertutup”

Donghae mengucapkannya tanpa nada. Sebuah pernyataan yang ia harapkan akan berujung dengan penjelasan. Keadaan yoona yang kemudian melemah dan tergeletak tak sadarkan diri dalam dekapan kyu hyun membuatnya hampir mati penasaran. Namun dengan keadaan yang juga tak menguntungkan, malam itu, ia terpaksa tak dapat melakukan apapun.

Kyu hyun mendongak kecil, tak menunjukkan wajahnya meski ekspresi kaku itu belum sama sekali berubah. “dia baik-baik saja. Aku merawatnya dengan baik”

Dan bibir donghae kembali tertarik tinggi.

“kau benar-benar memonopolinya. Tujuh tahun, dan kau berhasil merubah gadisku mejadi jalang yang tak punya harga diri”

Buku jari donghae memutih. Kepalan tangannya mengeras ketika ia menyadari jika percakapan mereka mulai tak sehat. Ada percikan api yang akan menjadi awal dari kobaran yang sepertinya akan terjadi.

“apa itu salahku?!”

Buku jemari donghae semakin memutih. “kini kau berasumsi jika ini salahnya?!”

“aku hanya memenuhi permintaannya. Dia yang semula ingin memasuki duniaku, lee donghae”

Lalu keheningan kembali menyelimuti mereka. tatapan penuh luka dan lurus itu menghantui benak keduanya. Manik mereka tak berani bertemu, ada rasa yang tak bisa tertahankan jika semua hal melankolis itu terjadi.

Kyu hyun masih memilih diam. Kedatangannya tentu bukan tanpa alasan. Ia ingin yoona dan donghae tak lagi meresahkan kehidupannya. Bukan berarti ia ingin melepaskan yoona. Satu satunya yang harus terjadi kini adalah menghilangnya donghae dari pusara cinta yang mengikat ketiganya.

“pergilah, lee donghae. Lebih jauh, dan jangan pernah lagi kembali”

Skak.

Penawaran terakhir kyu hyun jatuh. Dan jika ada manusia yang dapat menghentikan peredaran bumi demi matahari, maha hanya ialah yang dapat membantah kehendak cho kyu hyun.

Rahangnya mengeras, bersamaan dengan buku jemarinya yang tak kalah memutih. Donghae hanya tak tau, jika bukan ia saja yang tengah menahan amarahnya. Kedatangan donghae saja sudah membuat kyu hyun hampir memuntahkan amarahnya, belum lagi akan fakta jika lekaki itu berusaha untuk merebut yoona darinya.

Kyu hyun mendengar tawa renyah itu sejenak. Lalu seperti salju yang turun secara tiba-tiba, dingin itu merayapi tengkuknya dengan cepat.

“lagi?! Dan membiarkanmu terus merusaknya?!”

Kini kyu hyun benar-benar tak mengerti. Ia ingin berhenti bertindak membabi buta. Namun keberanian donghae benar-benar membuatnya merasa ada diujung jalan. Tak banyak cara yang bisa ia gunakan untuk berdiskusi dengan donghae. Terutama mengenai yoona.

“aku tak melakukan hal keparat seperti itu. Kau sendiri tau aku menolaknya diawal pertemuan kami”

“dan kini kau menikmatinya. Memiliki gadisku dalam liarnya fantasi seksmu tanpa ikatan”

Rahang mereka mengeras bersamaan. Donghae dengan imajinasi liarnya dan kyu hyun dengan tuduhan sarkas yang kini menghantuinya.

“berhenti menyebutnya gadismu, lee donghae” kyu hyun menggeram. “dia milikku kini” lanjutnya mengancam.

Donghae mendengus kasar. Hal yang tak biasa ia lakukan sekalipun sebelum bertemu kyu hyun. “jadi berhentilah menjadikannya jalang atau aku harus kembali merebutnya darimu. Perlakukan dia seperti ratu, cho kyu hyun. Bukan pelacur!”

“DIA BUKAN PELACUR!!”

“MAKA BUKTIKANLAH!!” donghae berpaling. Menatap kyu hyun ketika lelaki itu bahkan belum berani menjawab tantangan mata donghae. Kobaran api meliar mencari mangsa untuk dihanguskan dan kini donghae yakin kyu hyun adalah sosok yang tepat untuk dilenyapkan meski hanya melalui mata.

Kedua manik coklat yang sebelumnya selalu teduh itu kini membesar. Donghae terlihat begitu marah akan kenyataan jika semua diskusi ini tak pernah berujung pada suatu titik terang yang baik.

“aku menjaganya. BELASAN TAHUN!! Dan kepergianku memberikanmu jalan untuk menggantikanku. Kesuciannya, kelembutannya, tata krama dan tutur katanya yang selalu selembut salju kemudian berubah menjadi umpatan kasar yang kau ajarkan tanpa beban” donghae menarik nafasnya kasar. “KAU!!” kemudian telunjuknya mengeras. Bersarang tepat didada kiri kyu hyun, menunjuk-nunjuknya dengan kesabaran yang semakin menipis.

“kau merubahnya menjadi jalang!! Demi mempertahankan ego-mu akan hidup bebas yang keparat ini!! Dia bukan wanita yang pantas untuk kau perlakukan seperti itu! Im yoona-ku, adalah wanita terhormat yang kini seharusnya bahagia dalam rumah tangga dan perlindungan seorang lelaki yang mencintainya!!”

Kyu hyun memejamkan bola matanya erat-erat. Menghalangi diri dari mata merah donghae yang akan menenggelamkannya kedasar bumi saat ini juga.

“kau tau aku gamophobia!!”

“itu-bukan-alasan yang tepat-untuk menjadikannya pelacurmu!!” donghae semakin kehilangan nafasnya. Lalu kemarahannya bersambung ketika kyu hyun menariknya dengan kasar. Membiarkan ringisan donghae akan luka yang belum pulih itu terabaikan begitu saja.

“berulang kali kukatakan, dia bukan pelacur-ku, keparat!!”

Lalu manik mereka akhirnya bertemu. Dentuman jantung yang semula mengeras kini berkhianat hanya sepersekian detik usai mereka menyadari semuanya.

Kenangan itu belumlah hilang. Dan luka tak akan membuatnnya terhapus begitu saja. Canda tawa dan rahasia kecil itu menguap dan melayang-layang mengelilingi mereka. perlahan menyeret mereka dalam pusara masa lalu yang bahagia.

“kalau begitu buktikanlah! Aku lelah menunggu janji keparatmu, cho kyu hyun!!”

Dan donghae mengakhiri perdebatan masa lalu mereka begitu saja. Genggaman mereka saling terlepas dan tanpa kata-kata donghae berjalan pergi. Meninggalkan kyu hyun yang kemudian membeku diterpa angin kencang bekas masa lalu.

__

Ketika dentuman itu terdengar, kyu hyun yakin dengan seluruh kesadarannya melihat yoona tengah menatap layar televisi dengan serius. Tak lama kemudian wanita itu memalingkan wajahnya, menatap kyu hyun yang masih membeku diujung pintu.

“oh! Oppa sudah pulang?”

Yoona berseru. Tanpa nada bahagia atau sakartis sedikitpun. Tiba-tiba kyu hyun tak mampu membaca ekspresi dan nada bicara yoona yang tak seperti biasanya. Meski terkadang ia sudah terlalu biasa dengan sikap acuh wanita itu terhadapnya.

Kyu hyun kemudian berjalan, meninggalkan yoona yang berlalu menuju dapur. Meninggalkan setoples cemilan besarnya di sofa hitam ruang tengah.

Kyu hyun memilih untuk mandi. Menyegarkan kepala dan pikirannya yang semakin memanas. Pecakapannya bersama donghae masih terekam jelas. Kyu hyun bahkan masih ingat nada ancaman dan gertakan keras donghae yang mau tak mau kini membuatnya goyah.

Tujuh tahun.

Dan kini donghae memutuskan untuk kembali.

Kyu hyun membuka pintu kamar mandi. Usai membiarkan tubuhnya diselimuti air dingin dari shower dan aroma terapi yang kini masih tercium jelas dari jaccuzzi miliknya, kyu hyun membiarkan tubuhnya hanya terbalut t shirt biru tipis dan celana training panjang.

Tubuhnya tiba-tiba oleng. Kyu hyun baru mennyadari jika ia merasa mulai lemah. Entah apa yang belakangan ini menyerangnya hingga daya tahan tubuhnya lebih sering mengalah dengan penyakit-penyakit konyol yang kini tak bisa lagi ia tepis dengan mudah.

“oppa!”

Tangan mungil itu kemudian melingkari tubuhnya. Kyu hyun tersadar ketika lembut jemari yoona menggenggam lengannya dan menyeretnya menuju tempat tidur.

Sialan.

Ia benar-benar lemah saat ini.

Kyu hyun merasakan yoona ada disana. Menyingkirkan rambut yang tumbuh menutupi keningnya lalu merasakan aliran hangat itu menjalar begitu saja. Lembut tangan yoona perlahan membuatnya merasa begitu mengantuk

Kyu hyun baru menyadari.

Masalah keparat ini mengurangi jatah tidurnya.

“kau bau alkohol.”

Yoona kemudian bergumam. Nada acuh dan sedikit terselip kesal disana. Ia tau akan selalu berakhir dengan omelan jika memilih untuk pulang ketika tubuhnya masih dialiri cairan memabukkan seperti vodka.

Hanya kyu hyun tau akan lebih menyakitkan jika ia tidak pulang. Walau bagaimanapun, belakangan ini ia merasa benar-benar membutuhkan yoona. Meski dilain sisi, ia merasa begitu terluka karena penghianatan yang mengelilingi kepalanya.

Yoona kemudian menarik selimut tebal dan menutupi tubuhnya dengan cepat. Menurunkan suhu pendingin ruangan kemudian silih berganti melintasi kamar. Wanita tinggi itu menggunakan kemeja kyu hyun dan hotpants yang kini tak menutupu sejengkalpun pahanya.

Kyu hyun lupa, memang hanya pakaian seperti itu yang pernah ia belikan untuk yoona.

“jadi berhentilah menjadikannya jalang atau aku harus kembali merebutnya darimu. Perlakukan dia seperti ratu, cho kyu hyun. Bukan pelacur!”

Bukan.

Yoona bukan pelacur!

Kyu hyun memegangi pelipisnya. Mengurutnya perlahan. Tiba-tiba perbincangannya bersama donghae membuatnya merasa semakin bergetar.

Yoona bukan wanita seperti itu. Dan ia tak pernah sekalipun berasumsi jika yoona adalah seorang pelacur. Bagi kyu hyun, yoona adalah wanita terhormat yang kini berdiri tepat disampingnnya. Mendampinginya yang terkdang haus akan gairah yang tak ingin ia limpahkan pada yoona.

Terkadang, meski ia tak pernah mengeluh, kyu hyun mengerti mengapa ia harus memilih wanita lain demi memuaskan kebutuhan biologisnya sendiri. karena pada dasarnya yoona bukanlah wanita jalang yang harus melayaninya seperti yang ia mau. Karena yoona bukanlah wanita yang ia beli demi memuaskannya.

Karena kyu hyun tau, yoona tak pantas dijadikan barang pakai yang tak berharga.

Bukan tak beralasan ia memiliki banyak wanita diluaran sana. Tapi apakah semua itu tak membuktikan sesuatu? Bahwa kyu hyun hanya akan kembali pada yoona jika ia merasa membutuhkan rumah untuk pulang.

Kehidupan mereka tak sebrengsek itu andai orang-orang tau betapa terhormatnya posisi yoona kini dimatanya.

Kyu hyun mendesah geram. Kesal akan ego yang masih tersenyum melecehkan keberaniannya. Melihat yoona yang kemudian berjalan menggunakan kemeja putih yang memperlihatkan bra hitamnya serta hotpants yang kini seolah yoona tengah mempertontonkan dirinya didepan kyu hyun.

Benarkah selama ini ia mendidik yoona menjadi wanita keparat?!

Kyu hyun yakin, dengan nama tuhan, bukan tanpa rasa ia memilih merebut kehormatan yoona, dulu. Menjadi lelaki pertama dan terakhir bagi yoona merupakan kebutuhan dan kebahagiaan tersendiri baginya.

Lalu kini, hilang begitu sajakah esensi rasa yang dulu begitu berharga itu?

“oppa belum makan, aku akan kembali”

Yoona meletakkan lapisan kain hangat pada keningnya. Mengusap kedua pipi kyu hyun lembut lalu bersiap turun, beranjak dari ranjang besar mereka ketika kyu hyun menahannya.

Saat yoona berbalik, kemudian kyu hyun menyadari jika masa-masa kedua manik mereka bertemu, lalu kerinduan itu membuncah hebat telah berlalu lama. Tatapan polos yoona dan keheningan yang tercipta diantara mereka menjadi pengobat rindu yang selama ini hilang.

Kyu hyun mengeratkan genggamannya pada lengan yoona ketika tatapan wanita itu masih terpaku padanya. Ada rasa rindu yang kini meletup letup hebat dalam dada kyu hyun. Rasa rindu akan gadis lugu yang dulu ratusan kali membuntutinya. Puluhan kali mengejarnya. Memohon dan merendah demi bersamanya.

Lalu kini hanya ada yoona dengan beribu ego yang hampir menyamainya. Merendahkan mereka yang terlalu bodoh akan permainan hidup. Yoona yang kejam dengan berbagai kata-kata kasar dan dirinya yang beku akan kehidupan orang lain.

Yoona berubah menjadi egois. Keras kepala dan tak tau malu. Tubuhnya kini bahkan tak tertutupi baju yang pantas seperti dulu. Hampir seluruh tubuhnya, terbuka begitu saja. Mengundang naluri kyu hyun sebagai lelaki normal meski yoona hanya melakukan itu didepannya.

Kyu hyun mendesah gusar.

Ini malapetakan.

Setelah tiga tahun bersama, kinikah ia baru menyadari kesalahan terbesarnya?!

“gunakan trainingku. Kau terlihat tak pantas berpakaian seperti itu”

Dan reaksi yoona setelahnya, hanya terkesima sesaat. Sebelum omelan panjangnya kembali terdengar. Tatapan polos itu kembali sirna lalu yoona kembali dengan nampan yang berisikan makanan.

Celana training kyu hyun yang terlalu besar terlihat menyulitkannya. Dan kemeja tipis itu kini berganti t shirt hitam kyu hyun yang menenggelamkannya.

Dalam diam, yoona beberapa kali memperhatikannya. Memperhatikan fokus kyu hyun yang sering kali sirna. Lelaki itu terlihat menatap lurus kedepan dengan tatapan kosong dan selebihnya, ia hanya diam. Tak menunjukkan tanda-tanda akan berdebat samasekali.

Ketika makan malamnya usai, yoona menyelimuti kyu hyun dengan lembut. Meski ekspresi anehnya masih tak terbaca. Kemudian tanpa aba-aba ia meringsek masuk. Memeluk kyu hyun yang dengan sengaja memunggunginya malam itu.

Yoona menenggelamkan wajahnya dalam-dalam pada punggung kokok kyu hyun. Menghirup aroma aftershavenya yang masih begitu menggiurkan tanpa berkata-kata. Ia merindukannya. Merindukan lelaki itu setelah perselisihan hebat mereka.

Anehnya, tanpa ada pertengkaran lebih lanjut, yoona merasa jika kyu hyun lebih memilih untuk diam. Tak lagi membahas perselisihan mereka yang lalu.

Dalam kenehiingan malam, kehangatan jemari kyu hyun kemudian menyadarkannya. Yoona tersentak ketika telapak tangan kyu hyun kemudian menggenggam jemarinya yang melingkari tubuh lelaki itu.

“kau sudah baik-baik saja?”

Suara rendah kyu hyun menyapa yoona. Kali pertama ia mendengar lelaki itu berbicara padanya tanpa intonasi yang tinggi. Yoona tersenyum kecil. Masa-masa ia begitu manja dulu kemudian berputar dalam ingatan.

Yoona mengangguk. Tak menjawab samasekali. Ia terlalu senang mendapati lelaki itu masih disana. Tanpa ada rencana untuk kembali menghilang berhari-hari lamanya.

Kemudian yoona mendengar kyu hyun menghela nafasnya, mengeratkan genggaman tangannya. Lalu bariton lelaki itu kembali terdengar.

“kau tampak sangat bahagia” kyu hyun berucap datar, tanpa nada menggoda.

“memangnya aku harus seperti apa?”

“anio. Tidak apa-apa. Tidurlah”

Dan percakapan terakhir mereka melembutkan malam. Menenangkan tidur yoona yang sebelumnya selalu gelisah. Menghangatkan tubuhnya yang kemudian tenggelam dalam pelukan kyu hyun.

Kkeut.

Holla!! Series ini aku bagi jadi dua. Karna kelanjutannya bakal lebih panjang lagi. Nah, seperti yang udah aku kasih tau sebelumnya, series ini mulai part depan bakal aku protect. Jadi, siap siap buat tau aturan mainnya, ya.

Dari 9 series yang udah aku post, pastikan nama kalian ada di minimal 5 postingan ini ; Her another, The past, That man, His another dan Dirty little secret.

Kalau bisa lebih alhamdulillah. Setelah itu silahkan hubungi aku di 087893737011. Sertakan id komentar kalian. Aku akan proses (well, ill really check it). Kalau pesan kalian gak dibales dalam 2×24 jam, berarti nama kalian belum ada dong disana🙂  please jangan tipu-tipu, ya. Aku mau tau readers setiaku yang mana.

Buat password series selanjutnya akan aku kasih tau di postingan mendatang. Jadi yang namanya ada di postingan mendatang, akan terus dapet password sampai unexpected END.

Jangan hubungi aku lewat bbm. Please, pin aku udah ganti dan cukup hubungi aku lewat sms. Boleh lewat twitter tapi bukan untuk meminta PW. Aku bakal layanin kalian buat ramah tamah biar kita lebih akrab. (@dianyanput)

Anyway, selagi masih bisa cuap cuap aku mau ngasih tau kalau sebenarnya unexpected bakal end dalam lima sampai enam series lagi. Ya, sekiranya segitu aja aku bisa mengembangkan ide cerita ini. Buat kedepannya, aku bakal coba angkat cerita baru, coba nyari ide aneh lainnya dan insyaallah bakal tetap berusaha buat nulis.

Nah, berhubung unexpected udah deket sama end, part depan mungkin bakal diisi sama rahasia yang selama ini disimpen sama masing-masing cast. Sama halnya seperti judul yang aku bubuhkan. Dua part ini bakal ngebongkar seperti apa sebenarnya hubungan donghae-yoona-kyu hyun. Pahit manisnya dan juga penentuan jalan cerita kedepannya.

Aku berharap ini cukup bikin kalian penasaran. Atau, ada yang udah bisa menebak hubungan yang sebenarnya terjalin diantara mereka?

Ps: ini cukup rumit. Kalau ada yang bisa menebak aku bakal kasih sebuah hadiah.

End of the end, aku mau kalian semua paham kenapa aku selalu ngepost cerita ini dalam jangka waktu yang lama. Aku jelas gak mau cari-cari alasan. Aku bener-bener sibuk ospek + kuliah. Tapi alhamdulillah, alasan yang dulu selalu aku berikan sekarang gak akan lagi jadi penghalang. Aku udah selesai ospek, jadi semasa kuliah ini aku bakal coba lebih produktif. Dan maafkan aku karena terlalu larut dalam liburan singkatku sama keluarga. Jadi buat part depan gak usah janji-janjian. Kalau kalian masih sabar, berusahalah untuk menunggu. Semoga kalian belum lupa kalau sebelum ini aku udah berkali-kali janji bakal nyelesain series ini sampai end. Jadi jangan takut aku mangkir dan php-in kalian. Aku Cuma belum bisa ngatur waktu. Itu kelemahanku, aku manusia biasa. Jadi, terimakasih buat yang udah mau bersabar menghadapi author kejam seperti aku ini.

With love, Park ji yeon.

358 thoughts on “Unexpected : Dirty Little Secret [1]

  1. Ada hubungan apa antara donghae dan kyuppa ?
    Kok kayaknya ada yg aneh dgn mereka berdua.
    Tp sampai detik ini jujur aq masih mendukung pasangan yoonhae . Hidup bahagia itu gak harus dgn bergelimang harta kan ?? #reader sok bijak .😀

  2. Aku gak tau harus memulainya dari mana, yg jelas aku bukan new reader, mungkin bisa dibilang sider tapi gak sepenuhnya sider juga, aku pernah coment di ff authornim memorable. Maaf kalo selama ini just jadi sider, Sebenernya aku juga gak pengen jadi sider tapi berhubung IP di PC ku terkena masalah askimet yg buat aku gak bakal bisa ngirim coment di seluruh web apapun itu. Tapi untuk kali ini aku akan coba pake gadget meskipum selama ini gak pernah ngekomen pake gadget dan ini karena ff authornim yg bikin aku ketagihan. *maaf harus curhat dulu kek gini
    Yg jelas dari awal aku baca unexpected dari tiap chapternya emang unexpected banget dari kehidupan tiap tokohnya yg bikin aku yg just read ini kebawa emosi. Aku suka sama cara authornim bawain komplikasi di tiap ceritamu ^^ thankyu for your great story

  3. gomophobia?
    agak bnung jg karna ga d jelasin apa itu gomophobia
    scpt itukah mereka lupa sama masalah?
    kyu jd sadar karna kata” donghae
    kyu jd lebih pasif ga banyak bertindak lebih kalem
    hhe

  4. Ya ampunnn
    Kyu oppa kalau marah bener2 mengerikan
    Jadi takut ngelihat Kyu oppa marah2
    Untungnya donghae oppa ga kenapa2
    Dan untungnya Yoong oenni ga dimarah2in sama Kyu oppa
    Hemh
    Kayaknya Kyu oppa cinta sama Yoong oenni dech
    Cuma dia masih ngelak karena prinsip hidup bebasnya
    Oh ayolah Kyu oppa
    Kenapa ga jujur aja, daripada nanti nyesel kalau Yoong oenni balikan sama donghae oppa
    Ck
    Tapi penasaran juga, kenapa Kyu oppa ga jujur aja?
    Apa masih ada rahasia yg Kyu oppa sembunyiin dari Yoong oenni?
    Jangan bilang kalau rahasia itu ada hubungannya sama donghae oppa?
    Abis kayaknya mereka udah kenal lama
    Hehehe

  5. waduhhh kyuhyunn khilaff nya ngeriii
    please dong kyu jangan emosional
    kasihan yoona nya juga
    duhh thor penasaran sama lanjutnya
    makin seruu
    ijin thor

  6. kq aku sebel ya donghae ngatain yoona kyak gitu.. okelah dia gak tau gimana kyuhyun memperlakukan yoona unni,tapi aku jadi ikut esmosi hufft -_- kasian kyuppa hiks . .
    sini deh sama aku aja (plak) digamparsamakyunashipper😀

  7. Aq bner2 emosi pas bca na,,,,,,,bsa ga yoona onnie d hrmatin dikit,,,,bner buat skit hti,,,,,n sbner na pa hbungan mreka ya??? Pnassaaaraann

  8. entahlah aku ngerasa kalau kyuhyun dan donghae ada hubungan di maza lalu deh…😓

    tp sumpah part i i bikin nyesek suka ngeliat kyuna kayak gini…bikin happy ending dong… :”)

  9. Wah ngeri liat kyuhyun marah… Ada hubungan apa antara kyuhyun dan donghae?
    Tapi disini yang paling menderita pasti yoona… Semoga berakhir dengan kisah yang manis.

  10. yg jd pertanyaan gamephobia tu apa ya?? 😕
    makin kesini cerita nya makin bikin geregetan aja… bener bener gemes ama karakter kyuhyun di sini..
    susah banget ya kyu bilang saranghae..
    huft…

  11. Tuh tuh tuh kan… ada kaitannya di masa lalu antara KyuHae!
    Wow..
    Tapi dari series ini yang paling gak disangka-sangka itu gamaphobia.. itukah yg nyebabin Kyuhyun gak mau nikah?

  12. Penasaran sma hub antara donghae n kyuhyun apa yoona msh mencintai donghae ? Tpi aku liat dri sikap yoong dy lebih berat ke kyuhyun…

  13. akhirnya kyuhyun menunjukan kecemburuan terhadap hububgan yoona .yah walaupun dngan kekerasan .tpi kenapa kyuhyun bertemu lgi dngn donghae dirmah skit . apkah ad rahasia diantara mereka ..? tambah penasaran. lanjut thor

  14. Sebenarnya ada kisah apa sih yang ada dibalik donghae dan kyuhyun.
    Senang banget ngebaca adu mulut antara kyuhyun dan donghae oppa. Semoga kyuhyun segera deh menikahi yoona agar tdk direbut donghae. Hahaha

  15. Okk, pertarungan yg ckup sengit. Tpi aku mau nanya, apa kyu pobia sma keterikatan atau pernikahan gtu ? Sbnernya dia sdar dengan mslah yg menimpanya hnya sja ia blum bisa merealisasikannya, mnurutku. Dan untuk hub kyu ama hae apa mreka sodara tiri gtu ? Entahlah yg pasti smkin penasaran

  16. Uyeh….Donghae blh jg jadi obat penyadar Kyuhyun. Tapi jgn ngetag Yoona jg ya…kalo aku jd Yoona aku jg gak tahu mau yg mana 😂 Cm ganas bgt dua duanya. Adunya pukul weh hehe. Btw…aku mbaca mundur eon…jd rada eror komennya. Hwaiting 😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s