Hello Goodbye [1]

hellogodbye-by-peniadts

Hello Goodbye || De_Pus19

Choi Siwon || Im Yoona

Chaper || Angst – Romance – Funny || PG-13

Poster by Peniadts at Cafe Poster

.

.

.

“Dasar bodoh. Apa yang kau lakukan? Aku memperkejakanmu disini bukan untuk menumpahkan kopi dikemejaku. Dasar bodoh. Kau DIPECAT!”

Makian yang pedas itu serasa menggema diruangan ini. Choi Siwon-seorang CEO sekaligus pewaris dari Choi Corp itu-menatap tajam sekertaris barunya itu. Memang, kesalahan sekertaris barunya-yang diketahui bernama Tiffany Hwang itu-adalah kesalahan yang fatal. Tapi hey, tidak bisakah ia memberikan kesempatan kedua pada sekertaris barunya itu. Bahkan Tiffany baru bekerja menjadi sekertaris Siwon selama 2 hari. Tidak ada salahnyakan lelaki itu memberikan kesempatan kedua pada sekertarisnya. Tapi sepertinya itu adalah hal yang mustahil.

Tiffany Hwang menunduk takut sambil memilin-milin ujung roknya. Tubuhnya sedikit gemetar dan dia juga mengigit bibir bawahnya cukup keras. Oh God, seseram itukah seorang Choi Siwon? Ya, jika kalian ingin tahu. Tentu saja, jawabannya adalah iya.

“Kenapa kau masih berdiri disana? Cepat pergi!” tanyanya sambil berjalan mendekati Tiffany.

Tubuh Tiffany semakin bergetar. Ia memberanikan dirinya untuk mendongak menatap Siwon. Tatapan tajam yang Siwon layangkan, seakan-akan menusuk matanya. “Maaf Tuan, aku berjanji tidak akan melakukan kesalahan lagi. Tolong berikan aku kesempatan kedua.” ujarnya dengan suara bergetar.

Siwon tertawa mengejek membuat Tiffany semakin ketakutan. Apa dia salah bicara? Siwon menarik dagu Tiffany, membuat wanita itu menatap mata bosnya dengan jarak yang sangat dekat. Mungkin, jika ada orang lain yang melihat adegan ini. Mereka bisa salah paham. Jarak diantara mereka benar-benar dekat. Bahkan, Tiffany bisa merasakan hembusan nafas Siwon yang membuat jantungnya berdetak abnormal. Ok, jangan pernah berpikir kalau Tiffany jatuh cinta pada Siwon. Tidak, tidak sama sekali. Siapa wanita didunia ini yang mencintai lelaki yang mempunyai tempramen buruk?

“Jika aku memberikanmu kesempatan kedua. Kau pasti akan melakukan kesalahan lagi. Dan jika kau melakukan kesalahan lagi, kau akan memohon diberikan kesempatan lagi. Dan seterusnya.”

Siwon menjauhkan wajahnya lalu melangkah pergi keluar dari ruangannya. Meninggalkan Tiffany yang masih diam mematung disana. Wanita itu seakan-akan tidak bisa mengerakkan tubuhnya. Ia bahkan terlalu terkejut hanya untuk menatap punggung Siwon yang sekarang telah menghilang dibalik pintu.

.

.

.

“Tuhan… apa yang harus kulakukan?” tanya seseorang sambil menatap langit.

Dia adalah Im Yoona. Wanita bertubuh mungil itu berbicara sambil menatap langit. Ia tidak memperdulikan banyak pasang mata yang menatapnya aneh. Bahkan, ada beberpa orang yang berlalu lalang di taman ini tak segan-segan untuk mengatainya. Tapi sepertinya, wanita itu sama sekali tidak perduli. Yang ada didalam otaknya adalah uang, uang, uang dan uang. Ets… tapi jangan pernah berpikir kalau wanita berwajah cantik ini adalah wanita matre. Tidak, tidak sama sekali. Memang dia sangat membutuhkan uang untuk saat ini. Bukan untuk berbelanja atau semacamnya. Tapi untuk membayar hutangnya kepada lintah darat.

Ya, wanita ini memiliki hutang yang sangat banyak. Well, sebenarnya sih bukan hutangnya. Tapi hutang ayah tirinya. Ayah tirinya benar-benar seperti benalu dalam kehidupannya sampai saat ini. Padahal tubuh ayah tirinya sekarang sudah membusuk didalam tanah. Ya, lelaki tua itu sudah meninggal dunia berapa bulan yang lalu.

Wanita itu yang terkena imbasnya.

Terkadang Yoona berdoa kepada Tuhan agar lelaki tua bangka itu masuk ke neraka yang paling jahanam. Tubuhnya terbakar didalam neraka hingga menjadi partikel-partikel yang sangat kecil. Dan jika reinkarnasi itu benar-benar ada, dia sangat berharap lelaki tua bangka itu tidak dapat terlahir kembali. Biarlah dia abadi di neraka sana.

Ok, terdengar jahat kah?

Tapi menurutnya itu adalah balasan yang setimpal. Sangat setimpal. Setidaknya lelaki tua itu harus merasakan apa yang ia rasakan. Bahkan lebih buruk dan lebih kejam lagi. Dia memang jahat, anggaplah begitu. Tapi semua pikiran itu muncul karna ia lelah. Setelah kematian ayah tirinya 3 bulan yang lalu. Yoona harus rela dikejar-kejar lintah darat. Dia sudah 10 kali pindah rumah. Hidupnya benar-benar tidak tenang. Apalagi sekarang, baru dua hari yang lalu dia dipecat karna para lintah darah itu menghancurkan restoran tempatnya bekerja dan sampai sekarang ia belum menemukan pekerjaan.

Dia ingin meminjam uang ke bank. Tapi itu sama saja seperti keluar dari kandang buaya lalu masuk ke kandang singa. Ia juga tidak memiliki sanak saudara. Ibunya sudah meninggal dunia 5 tahun yang lalu. Ia sebatang kara.

“Hey itu dia!” teriak seseorang. Yoona menoleh menatap seseorang yang berteriak tadi. Matanya membulat sempurna. Sial itu mereka. Dan nampaknya akan terjadi adegan kejar-kejaran.

Oh Tuhan, betapa sialnya hambamu yang satu ini.

.

.

.

Siwon berjalan dengan angkuh menuju mobil sedan hitam miliknya. Dengan cepat ia masuk kedalam mobilnya dan langsung melaju-dengan kecepatan yang sangat tinggi-membelah jalanan kota Seoul. Ia tidak perduli dengan puluhan orang yang mengumpatnya. Ia benar-benar tidak perduli. Mobil sedan hitam milik Siwon memasukki kawasan Rumah Sakit Seoul. Ia memarkirkan mobilnya dan langsung masuk kedalam Rumah Sakit. Tidak seperti biasanya, lelaki itu berjalan dengan pelan sambil menundukkan kepalanya.

Ada apa dengannya? Dia seperti bukan Choi Siwon yang semua orang kenal.

Langkah kaki lelaki itu berhenti didepan sebuah pintu berwarna coklat yang bertuliskan ‘Dokter Kim’. Rasanya lelaki itu sangat enggan untuk memasuki ruangan yang berada didepannya kini. Ia terlalu takut untuk mengetahui keadaannya yang sebenarnya. Dan juga, ia merasa… malu. Dengan segenap keberanian yang tak bisa dibilang banyak. Siwon menekan knop pintu lalu mendorongnya pelan. Hal yang pertama yang ditangkap oleh indera penglihatannya adalah seorang lelaki tua yang tersenyum sambil duduk dibalik meja.

Siwon melangkah sambil ikut tersenyum manis membalas senyuman lelaki tua itu. Jika kau mengenal Choi Siwon. Mungkin, ini untuk kali pertamanya ia tersenyum dengan manis. Entah itu senyuman tulus atau tidak. Siwon memilih duduk disalah satu kursi didepan lelaki tua itu.

“Kenapa kau jarang sekali ke Rumah Sakit akhir-akhir ini?” tanya lelaki tua itu-Dokter Kim-membuka pembicaraan.

Siwon tersenyum kecil. Senyuman yang entah apa itu artinya. “Kurasa itu tidak perlu. Lagi pula untuk apa aku selalu datang. Kau juga tidak bisa menyembuhkan penyakitku.”

Lelaki tua itu hanya bisa tersenyum tipis. Ia sangat mengenal seorang Choi Siwon, setahunya Siwon adalah orang yang sangat baik, berbanding jauh seperti yang dipikirkan orang-orang diluar sana. Tapi, karna penyakit sialan itu. Dia berubah 180 derajat. Dan memang, Dokter Kim tahu ia tidak bisa menyembuhkan penyakit Siwon. Lelaki tua itu hanya bisa memberika beberpa resep obat. Ya, setidaknya obat-obatan itu dapat membuat tubuhnya jauh lebih baik. Dokter Kim menyodorkan amplop berwarna putih pada Siwon.

“Apa ini?” tanya Siwon bingung.

“Ini adalah laporan kesehatanmu bulan ini” jelas Dr. Kim.

Siwon mengambil amplop putih itu lalu kembali menatap Dokter Kim “Apa ada perubahan?” Ia tahu, ia bodoh. Sebenarnya lelaki itu sudah memperkirakan apa yang tertulis disurat didalam amplop itu. Tapi, didalam sana ia masih berharap. Lagi, Dokter Kim hanya bisa tersenyum tipis dan hal itu cukup membuat seorang Choi Siwon mengerti apa maksudnya. “Sudah kukira. Baiklah aku harus pergi sekarang. Kau tahukan, aku adalah orang yang sangat sibuk.”

Siwon membungkukkan badannya lalu berjalan menjauhi Dokter Kim. Namun, langkahnya terhenti karna Dokter Kim memanggilnya. “Siwon.” lelaki itu berbalik menatap lelaki tua yang sedang menatapnya khwatir .“Jaga kesehatanmu.”

“Pasti”

.

.

.

Lagi. Lelaki itu hanya bisa diam termenung menatap amplop putih yang tergeletak diatas meja. Sejak pulang dari Rumah Sakit kemarin sore, lelaki itu masih enggan untuk membaca laporan kesehatannya. Sejujurnya ia ingin, tapi ia takut. Rasa takut yang terus menggerogotinya. Rasa takut itu membuatnya menjadi seorang pengecut. Seorang pengecut yang selalu bersembunyi dibalik topengnya. Tapi untuk saat ini, ia tidak ingin menjadi seorang pengecut. Dengan segenap keberanian yang ia miliki. Siwon menarik amplop putih itu, membuka dan langsung membacanya.

Lelaki itu menahan rasa perih dimatanya. Ia ingin sekali menangis, menangisi takdir yang tidak pernah berpihak padanya. Tapi untuk apa dia menangis, toh penyakitnya tak akan pernah sembuh. Tepatnya, dia tidak akan pernah sembuh. Kalimat yang tercetak dilaporan kesehatannya itu, membuat kepalanya sedikit pening. Semua perkiraannya selama ini benar. Penyakit sialan itu semakin lama semakin memburuk. Penyakit itu membuat hidupnya serasa tak berarti lagi.

Dia mengidap penyakit HIV AIDS.

Sungguh mengerikan, bukan?

Siwon bukanlah seorang pecandu narkoba atau seorang lelaki yang melakukan seks bebas. Siwon hanyalan seorang lelaki baik-baik. Semua berawal dari kecelakaan yang terjadi 1 tahun yang lalu. Lelaki itu mendapatkan donor darah dari seorang yang mengidap penyakit menjijikan itu. Dia tidak menyalahkan pendonor darah itu. Dia tidak menyalahkan dokter yang menanganinya saat itu ataupun suster yang seharusnya memeriksa darah pendonor itu. Dia tidak menyalahkan kedua orang tuanya yang terlambat datang. Ataupun menyalahkan mantan kekasihnya yang melajukan mobil mereka dengan kecepatan yang sangat tinggi.

Dia menyalahkan mereka semua. Lelaki itu sudah cukup menerima kenyataanya saat ini. Dan dia merasa sangat berterima kasih kepada Dokter Kim yang selama ini merawatnya. Dan hanya lelaki tua itu yang mengetahui Siwon mengidap penyakit menjijikan itu. Sebenarnya tidak hanya Dokter Kim tapi ada satu orang lagi. Sekarang ia mulai bangkit dari keterpurukkannya. Ya walaupun tidak mudah, tapi lelaki itu tetap mencoba. Namun akhir-akhir ini, ia berubah. Berubah 180 derajat. Sekarang tidak ada lagi Siwon yang penyabar, baik hati, dan sopan. Semua mengenal Siwon sebagai lelaki yang pemarah, kejam, dan semena-mena terhadap orang lain.

Sejujurnya, ia tidak mau seperti itu. Dia tidak mau menjadi Siwon yang jahat dimata semua orang. Jika Siwon kembali kekehidupan yang dulu, pasti semua orang akan mengetahui rahasia besarnya. Ia tidak mau orang-orang tertular penyakit menjijikan yang diidapnya. Lebih baik ia menjauh mulai sekarang dari pada ia dijauhi. Getaran ponsel membuat lelaki yang baru saja ingin memejamkan matanya harus mengurungkan niatnya. Siwon meraih ponsel hitamnya yang tergeletak diatas meja kaca diruang tamu apartementnya. Nama seseorang yang telah melahirkannya kedunia tercetak jelas dilayar ponselnya.

Klik…

“Yeoboseyo”

“Siwon… kau dimana? Eomma menunggumu sendari tadi. Kau tau hah? Cepat datang”

“Aku dirumah eomma. Baiklah aku akan datang”

Klik…

Sambungan telpon terputus. Lelaki tampan itu berjalan menuju parkiran mobil. Ugh… eommanya sungguh menyebalkan. Jujur saja, Siwon tau apa yang sedang eommanya persiapkan. Wanita tua itu pasti sedang mengundang rekan kerja Appanya untuk datang minum teh. Ya, apalagi kalau bukan untuk menjodohkan anaknya.

Ia bahkan masih ingat siapa saja daftar nama wanita caktik yang sudah dipersiapkan oleh eommanya. Choi Sulli, Krystal Jung, Choi Sooyoung dan masih banyak yang lain. Dan semua wanita cantik itu, Siwon tolak alasannya ‘dia bukan tipeku’. Baekhyun hanya mencintai satu orang yaitu mantan kekasihnya.

Siwon hendak membuka pintu mobilnya. Tapi, aksinya terhenti karna ia melihat bagasi mobilnya sedikit terbuka. Siwon berjalan mendekati bagasi mobilnya lalu membukanya. Dan betapa terkejutnya lelaki itu melihat seorang wanita bertubuh mungil sedang tertidur dengan pulasnya.

“Siapa kau?”

.

.

.

“Siapa kau?”

Wanita itu-Yoona terbangun karna suara seseorang yang membuat telinganya sedikit sakit. Wanita itu mengkerjap-kerjapkan matanya beberapa kali. Mencoba menyesuaikan matanya lalu ia menguap.

“Yak, kau itu siapa?” seperti disengat listrik. Yoona langsung membuka matanya lebar-lebar. Ia menatap bingung lelaki yang sedang berdecak pinggang didepannya. “Cepat bangun” lanjutnya lagi. Yoona tidak langsung bangun, wanita itu malah duduk didalam bagasi sambil menatap Siwon tajam. Hey, apakah lelaki itu tidak melihat kalau Yoona sedang tidur nyenyak? “Harusnya aku yang bertanya. Kau siapa?”

Lelaki itu menatap tak percaya wanita yang sedang duduk didepannya kini. Apa dia gila? Lelaki itu merasa Yoona benar-benar gila. Oh ya, lihat saja make up yang sedang dikenakannya. Berantakan. “Aku pemilik mobil yang sedang kau duduki kini.”

Omo!!! Rasanya Yoona ingin sekali memukul kepalanya sendiri dengan palu. Ia baru ingat, kemari ia bersembunyi didalam bagasi mobil seseorang agar terhindar dari lintah darat itu. Dan dia juga tertidur didalam bagasi mobil. Ugh… bodoh sekali kau Im Yoona. Dengan cengiran yang sangat lebar, Yoona keluar dari dalam bagasi mobil Siwon. Ia menatap Siwon yang juga tengah menatapnya kini. Wanita itu sebenarnya sungguh kesal. Tapi, dia menyembuyikan kekesalannya dibalik senyum lebarnya.

“Maafkan aku Tuan. Aku tidak sengaja tertidur didalam bagasi mobilmu.” ujar Yoona dengan suara yang selembut mungkin sambil membersihkan jas yang sedang Siwon kenakan. Siwon menghempaskan tangan Yoona kasar.

“Aku akan melaporkanmu ke kantor polisi.” ujar Siwon sambil melangkah menuju mobilnya.

Jangan sebut wanita itu Im Yoona. Kalau dia tidak bisa mencegah Siwon. Yoona merentangkan kedua tangannya didepan Siwon. Mencegah lelaki itu masuk kedalam mobilnya. “Jangan kumohon. Aku benar-benar tidak sengaja” ujar Yoona dengan wajah memelas.

Yoona berdecak kesal “Apa semua orang sepertimu? Dengan mudahnya kau memohon seperti itu. Dimana harga dirimu? Dasar penjilat!”

“Mwo?”

“Pergilah. Aku tidak akan melaporkanmu ke polisi.” Siwon melangkah kembali. Tapi sekali lagi, aksinya gagal karna Yoona sekarang sedang mengcengkram tangannya.

“Minta maaf!”

“Apa?”

“Aku bilang minta maaf!” ulang Yoona

Yoona menganga sambil menatap tajam wanita bertubuh mungil didepannya kini. Apa salahnya? Sehingga wanita ini menyuruhnya minta maaf. “Mwo? Aku tidak mau.”

“Mwo? Kau tidak mau. Apa semua orang kaya sepertimu. Arogan, sombong dan semena-mena terhadap orang lain. Kau pikir kau siapa? Hanya karna aku bersembunyi didalam mobilmu. Kau mengatakan hal itu padaku. Aku kan sudah minta maaf tapi kau tetap menghinaku. Hah?! Sudahlah lupakan.”

Siwon masih terdiam mematung disana. Dia masih tidak percaya dengan indera pendengarannya. Omo!!! Ini untuk pertama kalinya ada seseorang yang melawan lelaki itu. Dia kalah oleh seorang wanita asing yang tertidur didalam bagasi mobilnya. Oh… ini tidak mungkin.

Yoona terus berjalan. Sesekali ia mengumpat. Ia tahu, ia salah. Tapi hey, haruskah lelaki itu berbicara seperti itu. Harga diri? Tau apa dia tentang harga diri. Seketika langkah Yoona berhenti. Ia memandang kesekitar lalu berbalik memandang Siwon yang masih mematung disana.

Dengan wajah bingung Yoona bertanya. “Ini dimana?”

.

~TBC~

.

Note :

Annyeong…

Gimana? Nggak jelas ya? Gak lucu, ya? Gak sedih, ya? Yaudahlah. Biasa author abal, ok deh, cuma bisa bilang, jangan lupa meninggalkan jejak.

43 thoughts on “Hello Goodbye [1]

  1. Ihhh kasian siwon.. trus giman? Dia bsa smbuh gak ya??😦
    Lanjutt thor sepertinya seru. . Apa setelah ini yoona sama siwon jd deket??
    Ijin bacaa yaa thor ..
    Ditunggu part slnjutnya🙂
    Fighting

  2. Kasihan bgt siwonnya kenapa dia harus kena penyakit kayak gitu.. pertemuan pertama mereka lucu bgt jadi makin penasaran kelanjutannya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s