Missing You (Sequel)

image

Tittle : Missing You (Three of Three)

Cast : Im YoonA, Lee Donghae, Jessica Jung, Cho Kyuhyun, Lee Soo Man, other

Genre : sad, romance, hurt

Length : Three shoot

Author : Yuna21

Rating : PG

Author’s Note : Halo! Sequel udah datang.. maaf atas kelamaan ngepostnya.. hehe aku agak sibuk nih.. Cus, langsung baca.. Don’t be a sider, guys!

 

Donghae hanya bisa mematung. Tangannya masih dengan sangat erat menggenggam sebelah tangan Yoona. Matanya tak henti – henti menatap gadis ini dengan air matanya. Jantung Yoona semakin hari semakin melemah, tentu saja ini menambah kekhawatiran di lubuk hatinya.

Sudah sepuluh hari rasanya ia menangis di hadapan gadis ini. Memang benar, penyesalan selalulah datang terlambat. Matany memperhatikan tangan gadis ini yang tertusuk jarum infus. Perlahan mulai tergerak. Mata Donghae terhenti seketika. Kesedihan terhapus dari matanya. Kini ketegangan yang menjalar di tubuhnya.

Matany beralih pada mesin yang bergerak naik dan turun. Detak jantung Yoona semakin melemah, tapi tangan gadis ini sudah mulai bergerak. Apa maksudnya? Ada apa ini? Sungguh ia tidak mengerti.

BRAK!

Suara pintu terbuka membuatnya sedikit terlonjak. Matanya mendapati Kyuhyun yang memasuki ruangan dengan terburu – buru. “Ada apa ini? Kenapa detak jantungnya semakin melemah?”serbu Donghae dengan pertanyaannya. Pria itu hanya terdiam. Sepertinya roma kecemasan nampak jelas di wajahnya. “Apakah ini pertanda buruk?”lanjut Donghae.

“Aku tidak tau. Tapi aku mendapat pemberitahuan dari mesin ini bahwa detak jantungnya melemah.”ucap Kyuhyun sambil memeriksa kondisi Yoona. Mata Donghae menatap layar dengan garis hijau. Kini layarnya mulai memunculkan garis datar. Rona ketakutan mulai merasuki kedua pria ini.

oOo

Yoona’s POV

Kurasakan diriku yang sepertinya baru tersadar dari mimpi. Mataku membuka dengan perlahan. Kudapati dua orang pria yang menungguku dengan kecemasan yang mulai meredup. Tak ada yang kuingat sama sekali. Aku hanya mengingat terakhir kali diriku yang dilarikan ke rumah sakit. “Syukurlah kau sadar.”ucap Donghae lepas. “Apa yang terjadi padaku? Dimana eonnie? Aku bermimpi dia datang mengunjungiku.”tanyaku sedikit linglung.

Orang pertama yang kutanyakan adalah kakakku. Rasanya ini seperti mimpi. Aku melihat kakakku yang terduduk di sampingku sambil menangis. Mataku menangkap raut kesedihan di tengah – tengah kebahagian dua orang pria ini. “Dia memang sempat mengunjungimu. Tapi… dia memutukan untuk menjauh dari kehidupanmu.”tutur Donghae pelan.

FLASH BACK

Sudah seminggu rasanya Jessica terlarut dalam kesedihannya. Bagaimana tidak? Adik semata wayangnya masih tak sadarkan diri di rumah sakit. Walau ia hanyalah kakak angkat, tetap saja baginya Yoona adalah adiknya. Sebagaimana pun ia membenci Yoona, tetap saja masih ada rasa sayang yang bahkan lebih besar dari rasa bencinya. Jessica menyadari sikapnya selama ini yang begitu kasar pada adiknya, padahal sang adik telah setia mengikuti, menjaga dan bahkan rela meninggalkan sekolahnya demi merawat Jessica yang masih dalam masa pengobatan.

Betapa teganya dirinya melakukan hal ini. Sesungguhnya apakah yang ada di kepalanya saat itu? Benar, penyesal selalu datang terlambat. Itulah yang dirasakan Jessica kini. Ia memang salah. Dan mungkin ia juga tidak layak dimaafkan, bahkan tidak layak disebut sebagai seorang kakak. Sungguh rasa bersalahnya sangat menyiksanya. Seminggu ini ia hanya bisa terdiam di dalam kamarnya. Tak henti – hentinya ia menangisi adiknya, berharap gadis itu membuka matanya kembali.

Sebuah keputusan telah diambilnya. Keputusan yang seharusnya sejak awal ia ambil. Punggung tangannya menghapus air mata di pipinya. Langkahnya terhenti di dekat kaca bening. Dari luar ia bisa melihat adiknya yang masih terbaring lemas tak berdaya. Betapa rasa bersalahnya sangat besar ia rasakan. “Untuk apa kau datang? Kau senang melihat adikmu seperti itu? Atau kau ingin membunuhnya, hah?!”

Sebuah suara dari balik punggungnya membuat badannya dengan cepat berbalik. Kepala Jessica menggeleng lemah. Tangisnya mulai berjatuhan lagi. “Aniya.. aku… aku menyesal telah melakukannya…”ucapnya bergetar.

Sebuah dengusan keluar dari Kyuhyun. “Huh, kenapa kau baru menyesal sekarang? Kemana kau pergi kemaren? Dasar penjahat! Kau itu sangat busuk! Janganlah menangis seperti itu, kau pikir aku akan tertipu, Hah?!”balas Kyuhyun kasar. “Kau boleh menghinaku Kyu… tapi ku mohon.. tolong, tolong berikan aku waktu untuk bertemu dengannya sebentar…” Begitu tulusnya kini nada bicara Jessica. Sepertinya dia bersungguh – sungguh dengan ucapannya.

“Jika aku biarkan kau akan membunuh adikmu, kau pikir aku bodoh?”tanya Kyuhyun dengan tajam.

“Ku mohon…”rengek Jessica lengkap dengan tangisnya. Dari kejauhan matanya mendapati Donghae yang baru saja keluar dari kamar rawat Yoona. Mata Jessica berpaling pada pria ini. “Donghae.. tolong.. izinkan aku bertemu Yoona..”rengeknya sambil memohon.          Donghae menatap Jessica sejenak, lalu menatap Kyuhyun yang sepertinya tidak mengijinkan gadis ini. “Donghae aku… aku sangat menyesal… kumohon berikan aku waktu untuk bertemunya… sebelum aku pergi…” Kini kata – kata Jessica terdengar sangat tulus. Seperti diucapkan dari hati yang terdalam.

Donghae hanya bisa menghembuskan napasnya berat dan berkata, “Jika kau berbuat jahat padanya lagi, aku tidak akan segan – segan membunuhmu detik ini juga.” Kaki Donghae bergeser beberapa langkah. “Masuklah.”lanjutnya. Ia bisa melihat raut wajah Kyuhyun yang tidak terima. Dengan cepat ia mencegah laki – laki, “Berikan mereka waktu…”ucap Donghae yang berhasil meluluhkan hati Kyuhyun.

 

oOo

 

Jessica melangkah masuk dengan perlahan. Tangisnya mulai pecah. Sungguh ia tidak tega melihatnya. Walau mereka lahir dari rahim yang berbeda, tetap saja mereka dibesarkan dengan kasih sayang orang yang sama. Sejak kecil mereka telah bersama. Saling melindungi, saling menjaga dan saling mencintai.

Jessica mendudukan dirinya di kursi tepat di samping Yoona. “Yoon-ah.. mianhae…”ucapnya sambil menangis. Tangannya berusaha menggenggam jari – jari adiknya. Dengan lembut biburnya mencium tangan Yoona. “Yoona.. eonnie ada di sini..”ucapnya terlebih pada diri sendiri. Sungguh ini begitu menyakitkan. “Yoona, ma-afkan eonnie. Eonnie telah banyak berbuat salah padamu. Bahkan eonnie tidak layak kau sebut sebagai seorang kakak. Mianhae Yoona. Eonnie benar – benar menyesal. Eonnie mohon, jawab eonnie.. Yoona buka matamu.. dan lihat eonnie, eonnie tidak menangis..”

Tangisan Jessica semakin menjadi. Ia sudah tak bisa menahan rasa perihnya lagi. “Yoona.. mianhae…”

 

oOo

 

Dari luar dua orang pria ini seperti ikut terlarut dalam keadaan. Tanpa mereka sadar, air mata telah berjatuhan di pipi keduanya. “Ini sangat menyedihkan..”ucap Kyuhyun dengan tangisnya yang tak bisa terhenti. “Kau menangis? Pria tidak boleh menangis…”ucap Donghae seraya menghapus air matanya. “Kau saja menangis.”jawab Kyuhyun.

Dengan cepat mereka menghapus air matanya, ketika melihat Jessica yang berjalan keluar. “Mungkin ini akan menjadi yang terakhir untuk kalian melihatku.” Jeda. “Aku akan melanjutkan pengobatanku ke Amerika.”lanjut Jessica.

Seketika mata Kyuhyun melebar. “Wae? Apa karena aku tidak becus menjadi doktermu?”tanyanya.

Sebuah tawa yang dipaksakan keluar dari Jessica. “Aniya.. kau adalah dokter terhebat sepanjang hidupku… hanya saja.. aku tidak ingin menyakiti Yoon-ah lagi.”ucapnya dengan bersedih.

“Baiklah jika itu keputusanmu. Aku akan mengecek kesehatanmu seminggu sekali.”sahut Kyuhyun. Tangan Jessica menepuk bahu Kyuhyun pelan sambil tersenyum. Matanya kini berpaling ke arah Donghae. “Aku titip Yoon-ah..”ucapnya dan berjalan pergi.

FLASH BACK END

Ada rasa kesedihan yang muncul dalam diriku setelah mendengar penjelasan dari Donghae. Tangisku tak dapat ku tahan lagi. Sungguh. Aku tidak bisa membayangkan kakakku hidup sendirian di negeri orang. Aku tak bisa. Bagaimanapun dia tetaplah seorang kakak bagiku. Tak ada yang lebih kokoh di dunia ini selain ikatan tali persaudaraan. “Yoon, biarkan kakakmu menenangkan dirinya. Berikan dia waktu untuk memikirkan semua ke salahannya.”bujuk Kyuhyun.

“Kenapa dia melakukan ini? Aku tidak bisa melihatnya hidup seorang diri… sungguh, aku sangat menyayanginya. Tidak ada kata benci sedikitpun untuknya.”ucapku sambil menangis.

Yoona’s POV END

5 tahun kemudian…..

(At Incheon)

Seorang gadis cantik dengan rambut blondenya berjalan menggeret sebuah koper berwarna cokelat tua. Sebelah tangannya mengangkat kaca mata hitam yang ia kenakan. Sebuah senyum terpampang jelas di wajahnya.

Matanya menatap betapa indahnya Seoul. Ia sungguh merindukannya. Tangannya mengeluarkan sebuah ponsel dan menekan tombol yang ia tuju. “Halo, Kyu..”sapanya.

(Apgujeong)

Sebuah rumah besar dengan gerbang hitam menjulang tinggi. Rumah yang hanya ditinggali oleh sebuah keluarga sederhana. Ya, kediam keluarga Lee. Nampak seorang anak nan manis sedang terduduk di sofa empuk bersama dengan ibunya. “Eomma! Kau curang!”teriaknya tak terima. Ada sebuah canda dan tawa yang menghiasi pemandangan ini.

DRT!

Ponsel yang berdering membuat Yoona mengalihkan pandangannya. Tawanya kini menghilang. Sebelah tangannnya terangkat, seperti mengisyaratkan sang putri untuk menunggu beberapa saat. “Yeobboseyo?”tanyanya pada seseorang diujung sana seraya bangkit dari duduknya. “Ah, Kyu oppa! Waeyo?”

Lee Gi Young hanya bisa menatap eommanya dengan bosan. Selalu saja ada yang mengganggu di tengah – tengah asyiknya dirinya bermain. Matanya hanya bisa malas menatap ke arah televisi yang dibiarkan menyala.

KREK!

Suara pintu terbuka sontak membuatnya bersemangat. Matanya memancarkan sinar keceriaan ketika melihat seseorang yang mulai muncul dari balik pintu. “Appa!!!”teriaknya dengan suaranya yang cempreng. Kakinya berhamburan berlari menuju ke arah ayahnya.

Donghae baru saja melangkahkan kakinya. Mendengar teriakan yang begitu dihafalnya, membuatnya tersenyum menatap gadis berusia lima tahun ini yang berlari ke arahnya. Kedua tanggannya membentang untuk menangkap sang anak. Lalu menggendongnya dengan rasa kasih sayang. “Hei, apa kau merindukan appa?”tanya Donghae sambil mencubit pipi yang begitu menggemaskan.

“Kenapa appa lama sekali pulang? Bukankah ini liburan?”

“Appa masih ada pekerjaan tadi.” Jeda. “Di mana eomma?”tanya Donghae.

Lee Gi Young tidak menjawab, hanya menunjukan arahnya dengan jari telunjuknya. Donghae menatap Yoona yang sedang berbicara di telepon. Sebuah senyum mengembang di wajahnya. Segera di turunkannya Gi Young dari gendongannya. Kakinya mulai melangkah mendekat ke arah Yoona.

Telinganya sedikit menangkap percakapan Yoona di telepon. “Jinjja? Aa.. oppa! Kau tidak bercanda, kan? Sungguh, apa eonnie ada di sini?” Langkah Donghae terhenti. Ini memang sudah biasa ia mendengar nada bicara Yoona. Memang ia merasa sedikit cemburu pada Kyuhyun, tapi tidak masalah baginya, karena sekarang Yoona sudah menjadi miliknya. “Baiklah aku akan ke sana sekarang.”lanjutnya.

oOo

Yoona merasakan seseorang berdiri di belakangnya. Berita bahagia ini harus ia beritahu kepada Donghae. Sungguh, ia telah menanti saat ini. Kedatangan Jessica. Badannya berbalik dengan cepat. “Donghae!”teriaknya sedikit terkesiap.

Sebenarnya yang lebih terkesiap di sini adalah Donghae. Jelas saja, gadis ini tiba – tiba saja memeluknya. Mungkin ia merasa terlalu bahagia, sampai melupakan Gi Young yang berada di sisinya.

Yoona sungguh sangat bahagia. Rasanya ia bisa membagi kebahagian ini dengan Donghae. Pria ini membalas pelukkannya. “Eomma, appa!”sebuah panggilan membuat kedua orang ini tersentak. Dengan cepat mereka melepaskan pelukan mereka.

Yoona menatap Gi Young dengan senyumnya yang secerah mentari pagi. “Ah..” Tangan Donghae kembali menggendong anaknya. “Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu.”ucap Donghae. “Kyuhyun ajusshi?”tanya Gi Young.

Ani…”jawab Yoona sambil menggelengkan kepalanya, lengkap dengan senyumnya.

“Lalu siapa?”

“Tantemu.”

“Mwo? Aku memiliki tante?” Yoona tak menjawab, hanya menganggukan kepalanya dengan semangat.

oOo

(Han river)

Di sinilah Yoona bersama keluarga kecilnya berada. Di tempat yang sering Yoona kunjungi di masa kecilnya. Matanya mengedar ke sekeliling. Berusaha mencari. Tepat matanya terhenti di sebuah titik. Seseorang yang memunggunginya. Orang yang berdiri di ujung sana, di pinggir sungai.

Sebuah senyum mengembang di wajahnya. Rasa rindunya kini telah terbalaskan. Sudah lima tahun rasanya ia tidak bertemu. “EONNIE!!!”seru Yoona sambil melangkahkan kakinya.

Jessica yang berdiri di pinggir sungai mendengar sebuah teriakan. Badannya berputar dengan cepat. Sebuah senyum mengembang di wajahnya, melihat orang yang berlari ke arahnya.

DEP!

Kedua tangan Yoona menyambarnya dengan pelukan rindu. Tangisan pecah di antara keduanya. Bagaimana tidak? Sudah lima tahun mereka tidak bertemu. Ini adalah waktu yang cukup dan sangat panjang.

Yoona menatap sang kakak. “Eonnie, kau jahat! Kenapa kau pergi meninggalkanku, hem?”tanyanya dengan sebuah senyum kebahagian. “Aku tidak meninggalkanmu, aku hanya pergi berobat. Sudah jangan cengeng!”ucap Jessica. “Itu kau juga menangis.” Kedua saudari ini tertawa dan tersenyum bersama.

Dari kejauhan Donghae yang menggandeng Gi Young tersenyum melihat pemandangan indah ini, hingga ingin membuatnya menangis. “Akhir yang indah bukan?” Sebuah suara membuatnya memutar kepalanya. Matanya mendapati sahabatnya Kyuhyun sudah berdiri di sampingnya. “Ajusshi!”teriak Gi Young.

“Sini, paman gendong.”ucap Kyuhyun mengambil alih Gi Young dari Donghae.

“Ya, ini memang akhir yang indah.”kata Donghae, masih menatap dua orang itu.

“YAK!”sebuah teriakan yang berasal dari Jessica. Tangannya melambai memanggil Donghae, Kyuhyun dan Gi Young untuk mendekat.

“Wah, keponakanku manis sekali!”ucap Jessica sambil memegang pipi Gi Young yang masih dalam gendongan Kyuhyun. Sementara Yoona matanya menatap Donghae yang tersenyum padannya. Sebelah tangan pria ini merangkulnya. “Yak! Eonnie, kapan kalian akan menyusul?”ucap Yoona membuat Jessica mengalihkan pandangannya seketika.

“Aish, apa maksudmu?”

“Kau sepertinya sudah cocok memiliki anak.”ucap Yoona menggodanya.

Donghae semakin mendekatkan Yoona ke dalam rangkulannya. “Kyuhyun, tunggu apalagi? Sudah cepat.”tambah Donghae. “Yak! Kalian ini bicara apa?”bantah Kyuhyun. “Sudahlah oppa,”ganggu Yoona.

Donghae dan Yoona tak henti – hentinya mengganggu Kyuhyun dan Jessica. Kedua orang ini terlihat canggung satu sama lain, akibat godaan Yoona dan Donghae. “Kalian ini memang cocok. Sama – sama suka mengatakan hal yang tidak mungkin.”jawab Jessica dengan wajah yang memerah. Rasa malunya sungguh jelas terlihat, apalagi saat Kyuhyun menatapnya.

“Ajusshi, bukankah kau pernah bilang dulu kau menyukai eomma?”ucap Gi Young tiba – tiba. “Jinjja?”tanya Yoona tak percaya. “Tapi karena patah hati kau jadi menyukai gadis yang lain.”sambung Gi Young yang masih dalam gendongan Kyuhyun. Sebuah serangan kini muncul dalam benak Donghae. Anak kecil tidak mungkin berbohong, karena mereka adalah makhluk terpolos di dunia.

“Ah.. Lee Gi Young, katakan pada apa, siapa gadis itu.”perintah Donghae.

“Jessica Im.”jawabnya. Menyadari dirinya kecepolsan dengan cepat di tutupnya mulutnya dengan kedua tangannya. Kyuhyun merasa sangat malu. Jari telunjuknya tertempel di bibirnya, menyuruh anak ini menutup mulutnya. Tapi sayang itu sudah terlambat. “Nah, eonnie, tunggu apalagi?”

Jessica jelas saja merasa sangat terkejut. Ia pikir selama empat tahun ini hanya dia yang merasakan perasaannya lebih terhadap pria ini. Mengingat hanya dialah yang merawatnya dan mengobatinya selama di Amerika. “Sica, kau mau tidak?”tanya Kyuhyun memberanikan dirinya. Jessica terdiam beberapa saat. Sebuah senyum nampak di wajahnya. “Ne..”

FIN

16 thoughts on “Missing You (Sequel)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s