Missing You (Two of Three)

IYAF

Tittle : Missing You [1 of 3]

Cast : Im Yoon Ah, Lee Donghae, Jessica Jung as Jessica Im, Cho Kyuhyun, other

Genre : sad (kalo berhasil), romance, hurt

Author : Yuna21

Length : threeshoot

Rating : PG

Author’s note : Hola!!! Siapa yang nunggu FF yang satu ini?? Maaf lama publishnya, authro lagi sibuk bersiap menghadapi tryout pertama *nggak ada yg nanyak? Ya udh author cuma curhat* So, Happy reading!! Jangan Lupa RCL.. wajib yaa! Nggak terima sider! HAHA :v Biar tambah greget, puter sound cloud yaa!

TOK! TOK! TOK!

Tangan Yoona mengetuk pintu bercat putih di hadapannya. Tak butuh waktu lama untuknya menunggu jawaban. Tangannya bergerak membuka pintunya. Dicondongkannya kepalanya ke dalam ruangan. Tentu saja tidak ada respon. Jam sudah menunjukkan pukul 11.00.

Kamar yang begitu gelap, hanya diterangi sebuah lampu tidur. Mata Yoona mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut di ruangan ini. Satu titik yang membuatnya sontak membuka pintu dengan lebar. Cahaya dari luar masuk menjadi sebuah penerangan. Secepat kilat kakinya berjalan ke arah Jessica yang tergeletak di lantai.

Eonnie!”teriak Yoona penuh kekhawatiran. Terlihat wajah kakaknya yang begitu pucat., walau matanya masih terbuka. Dengan berusaha gadis ini memapah sang kakak ke atas tempat tidurnya. “Eonnie, gwaenchanha?” Jessica hanya meresponnya dengan anggukan kepala yang begitu lemah.

“Mana obatku?”tanyanya kemudian. Yoona merogoh saku jaketnya. Sekantong plastik berisi tabung kecil dan beberapa pil disodorkannya pada Jessica. Matanya tak lepas dari kakaknya. Diperihatikannya Jessica yang menelan satu per satu obatnya. “Eonnie maafkan aku telah menelantarkanmu.”ucapnya lirih.

“Pergilah, aku ingin istirahat.”ucap Jessica ketus di tengah – tengah rasa sakitnya. Yoona hanya bisa menurut dan bergegas pergi.

Kakinya melangkah memasuki ruang kamarnya. Sebuah benda terlintas dalam benaknya. Senyumnya sedikit mengembang. Digantungnya benda itu di jendela kamarnya. Coraknya yang indah menambah kesan ellegant di kamarnya.

oOo

Other side….

Pagi ini Jessica tidak memiliki jadwal apapun. Sebisa mungkin ia akan menjadikan hari ini sebagai hari untuk beristirahat. Kakinya melangkah menuruni tangga. Matanya mendapati Yoona yang sudah terduduk manis di atas sofa ruang tengah. Gadis itu terlihat bersemangat dan berseri – seri saat melihat acara yang ditampilkan di layar kaca.

“Oh, eonnie!”sapa Yoona sedikit terkejut melihat kehadiran Jessica. Pelan tapi pasti, kaki Jessica melangkah mendekat ke arah Yoona. “Eonnie, bagaimana menurutmu?”tanyanya langsung pada inti pembicaraan.

Mata Jessica sedikit melebar. Ia mengerti apa maksud dari ucapan adik semata wayangnya itu. “Eum.” Jeda. “Kau bicara apa?”tanyanya sedikit kikuk. “Ayolah eonnie, jangan berpura – pura tidak tau maksudku.”

“Sudahlah, aku mau ke rumah sakit sebentar.”ucap Jessica ketus dan bergegas pergi. Langkahnya dengan terburu – buru meninggalkan Yoona, seolah ia tak ingin ditanya lebih dala lagi. “Eonnie, sampaikan salamku pada Kyuhyun oppa. Katakan padanya bahwa aku tidak bisa bertemu dengannya hari ini.”

Jessica terus melangkahkan kakinya, tanpa melihat ke belakang lagi. Ia memang mendengar ucapan Yoona, tapi ia tak berniat untuk memberinya respon. Yang ada dipikirannya kini hanyalah, Apa Yoona tau hubungannya dengan Donghae yang masih ditutup – tutupi?

oOo

Back to Yoona……

Yoona terduduk di salah satu bangku di sebuah cafe. Rasanya ia sudah tak sabar lagi bertemu dengan pria bernama Lee Donghae itu. Ia memang tau, pria itu super sibuk, memingingat pekerjaannya sebagai seorang penghibur. “Maaf membuatmu menunggu lama.” Suara itu sontak membuat kepala Yoona mendongak. Matanya bersinar cerah saat menatap wajah pria di hadapannya.

Atap. Tempat yang mereka melaksanakan makan malam saat ini. Tempat ini sudah dipesan khusus oleh Donghae sendiri. “Tidak apa – apa. Aku juga baru tiba.”jawab Yoona dengan penuh semangat. Pria itu mengambil tempat di hadapannya.

Makan malam yang sungguh sangat romantis. Makan di bawah bintang, dtemani sebuah lilin. Mereka memulainya penuh dengan permbicaraan yang sangat mengasyikkan. Jika orang melihat ini, mereka pasti akan merasa iri. “Kau tau, kenapa aku mengajakmu ke tempat ini?”tanya Donghae. Yoona hanya mampu menggelengkan kepalanya. “Aku suka melihat Seoul di malam hari. Sangat indah dengan cahaya di sepanjang jalan.”

Jinjja? Aku juga suka.”sahut Yoona penuh semangat.

“Sepertinya kita memiliki banyak kemiripan.”

Pembicaraan mereka mengalir begitu saja. Sesekali Donghae membuat sebuah lelucon yang dapat membuatnya tertawa. “Yoona, ada yang ingin kutanyakan padamu.”

Mwoya?”tanya Yoona sedikit gugup.

“Apa benar kau adik Jessica Im?” Yoona terdiam sejenak. Ia sedikit ragu untuk menjawab. Kakaknya telah melarangnya memberitahu semua orang bahwa dia adalah adik dari Jessica. “Kenapa? Apa benar?”tanya Donghae sekali lagi. Matanya menatap jauh ke dalam mata Yoona, seperti mencari sinar kebenaran disana. “Apa Jessica melarangmu?”desak Donghae.

Posisi Yoona sepertinya semakin terdesak. “Dia selalu saja begitu.”ucap Donghae terlebih kepada dirinya sendiri. Mendengar nada suaranya membuat kepala Yoona mendongak. Jantungnya serasa berhenti berdetak. Apakah Donghae oppa…

Sebuah napas berat dihembuskan Donghae. “Aku ingin berkata jujur padamu, aku tidak mau ada kesalah pahaman diantara kita.”ucap Donghae. “Aku.. adalah mantan kekasih Jessica.” Mata Yoona membaca kata demi kata yang diucapkan Donghae. Dadanya terasa sesak. Hatinya sedikit perih mendengarnya.

Rasanya sangat sulit untuknya bernapas saat ini. “A..apa kau masih mencintai eonnie?”tanya Yoona ragu. Lagi – lagi Yoona mendengar hembusan naps berat Donghae. “Ada seseorang yang ingin kulindungi.”ucap Donghae dan tersenyum. Kata – katanya yang tidak jelas ini, membuat hati Yoona semakin terasa teriris. Apakah orang itu eonnie?

“Tersenyumlah. Aku tidak suka melihat raut wajahmu itu.”ucap Donghae dengan senyum lebarnya. Dengan sangat terpaksa Yoona mengembangkan senyumnya. “Hei, bagaimana jika kita pergi berkencan lagi?”lanjutnya.

M-mwo?”tanya Yoona sedikit terkesiap.

oOo

Pelan tapi pasti. Yoona menjejakkan kakinya di atas jalan yang sangat sepi. Pikirannya sedang melayang entah kemana untuk saat ini. “Yoona-ya!” Sebuah panggilan membuat langkahnya terhenti seketika. Matanya mendapati sosok pemuda dengan rambut cokelat yang merangkul bahunya. “Kau darimana? Kenapa masih berkeliaran jam segini? Kau tau kan, ini sungguh berbahaya. Apalagi kau sangat tidak cocok dengan angin malam.”ucap pria ini tanpa basa – basi.

Oppa! Kau ini baru datang sudah memarahiku. Kau sama saja seperti eonnie.” Sebuah senyum lebar terpampang di wajah pria bermarga Cho ini. “Omong – omong, oppa kenapa bisa ada disini?”

Oppa mampir ke rumahmu tadi, ya mengecek keadaan kakakmu itu. Kau tidak ada di rumah, jadi oppa menyusulmu ke sini.”jawab Kyuhyun. Pria yang berprofesi sebagai dokter ini memang sangat dekat dengan Yoona. Dia adalah seorang dokter muda yang menangani penyakit Jessica sekaligus sahabat Jessica sejak di bangku SMA. Sejak itulah, kedekatan Yoona dan Kyuhyun dimulai. Yoona hanya menganggap Kyuhyun sebagai seorang kakak laki – laki.

Yoona hanya meresponnya dengan anggukan. Ia tak tau harus menjawab bagaimana. “Oppa, apa kau tau mantan kekasih eonnie yang bernama Lee Donghae?” Kyuhyun meresponnya dengan anggukan, seolah tak peduli. “Menurut oppa, apa aku salah jika menaruh hati padanya?”

Pertanyaan Yoona kali ini sontak membuat Kyuhyun menghentikan langkahnya. Matanya menatap ke satu titik untuk beberapa saat dan kembali menatap Yoona. “Tidak. Bagaimana jika terjadi sesuatu antara kau dan Jessica kelak?”tanyanya dengan kedua tangan memegang bahu Yoona.

“Tidak mungkin. Toh, mereka sudah lama memutuskan hubungan mereka.”jawab Yoona bersikeras. “Huft…”sebuah napas dihembuskan Kyuhyun. “Terserah kau saja. Aku harap kau jangan mencariku jika terjadi sesuatu.”ucapnya ketus. Langkah Kyuhyun mendahuluinya. “Oppa, tunggu aku!”

oOo

Taman Hiburan. Mungkin ini akan menjadi tempat yang paling banyak diminati oleh setiap orang, begitu juga dengan dua orang yang sedang mengadakan kencan kedua mereka. Walau begitu, belum ada kepastian pada hubungan mereka saat ini. Sudah tiga bulan ini berlangsung. “Apa tidak apa – apa jika oppa melepaskan topimu?”tanya Yoona menatap Donghae yang hendak melepas topi hitam di atas kepalanya. “Tenang saja.”jawabnya seraya melepaskan topi.

Sontak hal tersebut mengundang banyak perhatian. Seluruh pengunjung mengerubuni mereka. Dengan sigap Donghae berusaha menghindar. Tangannya mnarik Yoona dengan cepat. Mengajaknya berlarian menghindari orang – orang yang berusaha mendekatinya.

Mata Yoona menatap senyum yang sangat lebar di wajah Donghae. Hal ini membuatnya ikut terhanyut dalam suasana. “Oppa, kenapa kau melakukan ini?”tanyanya.

“Ini sungguh mengasyikan. Berlari dikejar begitu banyak orang, seperti kita menjadi peran utama yang dikejar oleh pembunuh di drama – drama.”ucapnya penuh semangat. Kakinya mengajak Yoona berbelok ke sebuah tempat yang dirasanya cukup sepi. “Bukankah ini sebuah drama?”tanya Yoona.

Pertanyaannya membuat langkah Donghae terhenti. Senyum diwajahnya perlahan memudar. Matanya menatap Yoona yang masih tersenyum. “Aku benar, ‘kan?”tanyanya. Tatapan Donghae menajam ke arah Yoona seperti tak terima dengan ucapannya. “Apa maksudmu?”tanyanya. “Oppa hanyalah mimpi bagiku. Oppa, kau itu adalah bintang yang sangat sulit untuk kugapai. Tak seharusnya aku berharap bisa meraihmu.”

“Yoona… aku tidak suka mendengarmu berbicara seperti itu. Lebih baik kita bermain sekarang.”ucapnya seraya menarik lengan gadis ini. Yoona hanya bisa menurut. Mungkin Donghae tak mengerti dengan apa yang ia maksud. Mungkin pria itu tak mau membicarakan soal perasaannya.

Kaki Yoona melangkah mengikuti Donghae. Mencoba seluruh wahana yang berada di sini. Memang banyak yang mengejar – ngejar mereka, ataupun mengambil gambar mereka. Tapi, ini tak menjadi penghalang bagi mereka saat ini. Senyum keceriaan bertebaran di mana – mana. Sungguh sangat menyenangkan. “Oppa, Ppali! Tapi aku tidak yakin kau bisa melakukannya.”ucap yoona meremehkan. “Kau belum lihat saja kemampuanku.”sahut Donghae tak mau kalah.

Dengan percaya dirinya dia melempar anak panah di tangannya. “Hahaha..”sebuah tawa tersembur dari Yoona yang menatap anah panah yang jauh meleset. Tatapan tajam terarah padanya. “Ini baru pemanasan..”ucapnya dan mencoba sekali lagi. “Sial!”gerutu Donghae yang melihat lemparannya tidak tepat. Berapa kali ia mencoba, tetap saja hasilnya sama.

“Oke ini yang terakhir. Kau lihat aku pasti akan mendapatkannya.”ucap Donghae antusias. “Baiklah. Jika oppa berhasil, aku akan mentraktirmu makan.”jawab Yoona yakin bahwa laki – laki ini tak bisa melakukannya. Mata Yoona menatap Donghae yang bersiap melempar. Sementara laki – laki itu akan melemparkan anak panah dalam hitungan ketiga.

Donghae kau pasti bisa…. Satu. Dua. Tiga. Anak panah ditangannya terlepas. Melayang diudara, bergerak dengan sangat cepat. Ayolah kumohon…gumam Donghae. “Aku yakin pasti gagal.”ucap Yoona yang membuyarkan konsenterasi Donghae.

Kepala Donghae berputar cepat, menatap Yoona dengan tatapan tajam. Lebih tepatnya tatapan tak terima dengan ucapan Yoona yang meremehkannya. “Oppa!”teriak Yoona. “Wae? Kau mau mengejekku lagi, hem?” Yoona menggelengkan kepalanya cepat. Tangannya menunjuk ke arah belakang Donghae.

Laki – laki ini menatapnya dengan sebelah alis terangkat. Badannya berbalik dengan cepat. Matanya mendapati panah yang dilemparkannya tepat mengenai sasaran. Matanya semakin melebar tak percaya. Sebuah senyum mengembang diwajahnya. “Lihat! Aku berhasil!”ucapnya penuh kemenangan.

Tanpa ia sadar, kedua tangannya spontan memeluk Yoona.

DEG!

Jantung Yoona terasa berhenti berdetak. Senyum yang terpampang nyata kini mulai pudar. Dirasakannya jantungnya yang berdetak dua kali lipat dari biasanya. “Yoona aku berhasil!”teriaknya sekali lagi. Tak ada respon dari Yoona. Ini membuat Donghae tersadar. Buru – buru dilepaskannya pelukannya dan bergumam, “Mianhae.” Yoona hanya menganggukan kepalanya.

oOo

Waktu sudah menunjukkan larut malam. Saatnya untuk kembali pulang. Yoona terdiam sejenak sebelum memasuki rumahnya. Matanya menatap Donghae dan tersenyum dengan lebarnya. Begitu juga dengan pria itu. “Yoona!”panggil Donghae. Secara otomatis gadis itu terhenti. Badannya berputar kembali, menatap Donghae yang berjalan ke arahnya.

Tangan pria itu memegangi kedua pipinya. Sebuah kecupan manis mendarat di dahi Yoona. Membuat jantungnya serasa ingin meloncat keluar. “Selamat malam. Cal cayo!”kata Donghae lembut.

oOo

Other side….

Sungguh ini menjadi hari yang menyenangkan bagi Yoona. Tapi itu jelas tidak berlaku untuk Jessica. Gadis itu yang menatap Yoona dan Donghae dari Jendela kamarnya merasa sedikit iri. Rasanya sangat perih. Sakit. Ia tau, hubungannya dengan pria itu telah kandas beberapa bulan yang lalu. Tetap saja, rasa cintanya masih ada untuk pria itu.

Sejak kecil Jessica memang menyimpan perasaan iri pada saudarinya. Walau ia mendapat apa yang ia inginkan, tetap saja ia merasa Yoona mendapatkan apa yang sangat ia inginkan. Dan apa yang tak pernah bisa ia dapatkan. Kasih sayang. Yoona dan Jessica bukanlah saudara sedarah. Jessica memang anak tertua. Tapi ia tetaplah hanya seorang anak yang diadopsi oleh keluarga Im. Beberapa tahun setelah Jessica, Yoona pun lahir di dunia ini dan merebut seluruh kasih sayang dari kedua orang tuanya.

Yoona tak pernah tau tentang kenyataan ini. Ia hanyalah seorang adik yang selalu menurut pada kakaknya. Selalu menganggap Jessica segalannya, bahkan ia rela mengorbankan dirinya demi sang kakak.

Tetap saja itu tak pernah merubah sikap Jessica. Dimatanya, Yoona hanyalah sebatas mailakat yang merampas segalanya darinya. Jessica semakin membencinya sejak ia divonis mengidap penyakit yang memperkirakan umurnya tidak akan bertahan lama lagi. Ia merasa semuaya berpihak pada Yoona, tak satu pun ada yang berpihak padanya.

oOo

Back to Yoona…

Hari ini Donghae mengajaknya sebuah restoran di salah satu hotel. Kali ini mereka berangkat bersama. Donghae mengajaknya ke acara kecil yang diadakan temannya. “Oppa yakin disini tempatnya?”tanya Yoona sedikit ragu. Matanya menatap ruangan di hadapannya sekali lagi. Terdapat sebuah bar kecil di sana. “Tentu saja. Itu temanku. Yak! Eunhyuk!”teriak Donghae sambil menarik Yoona mendekati bar.

Mata Yoona menatap beberapa orang di sana. Beberapa botol wine berjejer di atas meja. “Hei, sobat!”balas sang kawan. Tangan mereka saling bertepuk. “Pacar barumu?”tanyanya. Kepala Donghae melihat ke arah Yoona. “Oh, ini temanku. Im Yoona.”ucapnya memperkenalkan Yoona pada setiap orang yang berada di sini.

“Mau minum?”tawar seorang pria tampan.

“Tidak. Terimakasih, aku tidak bisa minum.”ucapnya lemah.

Yoona hanya bisa menatap mereka. Ia tak tau harus bagaimana. Sebelumnya ia tak pernah ke tempat – tempat atau minum seperti ini. Jadi yang dilakukannya hanya terduduk di salah satu bangku. “Hei,”sapa seorang yeoja. Yoona tersenyum membalas sapaannya. “Sepertinya kalian memiliki hubungan yang sangat spesial.”ucap yeoja ini. “Oh ya, namaku Taeyeon. Mau minum?”tawarnya. “Tidak, terimakasih.”ucap Yoona.

“Biar kupesankan soda saja.” Jeda. “Tolong berikan satu soda!”teriaknya pada salah seorang bartender. Namapak seorang bartender membawa sebotol soda. Namun wajahnya tertutup oleh topi yang dikenakan. “Ghamsahamnida.”kata Yoona.

Segera ia meneguk minuman itu. Diperhatikannya Donghae yang berjalan terhuyung – huyung menghampirinya. Sepertinya pria itu sudah mabuk. Entah darimana asalnya. Rasanya kepala Yoona terasa berdenyut. Pandangannya tersaya buram. Pusing melanda bagian kepalanya.

oOo

Other side….

Jessica melangkah keluar dari sebuah kamar. Kepalanya sedikit tertunduk. Sebelah tangannya membuka topi yang sempat digunakannya. Sekali lagi ia menatap pintu kamar yang baru saja ia tutup. Perasaan bersalah memang menyelimuti hatinya. Bagaimana pun ia membencinya, tapi rasa sayang dan tidak tega itu tetap saja masih ada dalam benaknya.

Mianhae Yoona-ya….

oOo

Back to Yoona…..

Mentari sepertinya sudah mulai bersinar. Sebuah cayaha masuk menyinari kamar dengan nuansa putih bersih ini. Perlahan mata Yoona membuka.

DEG!

Jantungnya berhenti berdetak seketika. Perasaan perih, hancur dan sakit dirasakannya. Matanya menatap pria yang berbaring disampingnya. Setetes demi setetes air mata mulai membasahi pipinya. Tangannya memegang selimut putih yang membungkusnya dengan penuh rasa kecewa, sedih dan sakit. Ini begitu menyakitkan untuknya.

Perlahan Donghae membuka matanya. Matanya terbelalak menatap kondisi Yoona. Gadis itu. Dia menangis. Donghae tak mengerti dengan apa yang terjadi. Apa sesungguhnya yang terjadi padanya? Seingatnya semalam ia mabuk dan Siwon membantunya untuk menjaga keseimbangannya. Dan setelah itu tak sadarkan diri sama sekali. “Y-yoona…”ucap Donghae penuh rasa bersalah.

Gadis itu masih saja menangis. “A- aku minta maaf… sungguh… aku tidak tau apa yang terjadi….”ucap Donghae. “A-aku mabuk semalam dan aku tidak sadarkan diri….”lanjutnya penuh penyesalan.

“Tidak… oppa… aku… aku….”ucapnya dengan isak tangisnya.

“Pasti ada yang menjebak kita…” Mata Donghae kembali menatap Yoona penuh penyesalan. “Aku akan bertanggung jawab atas semua ini… mianhae Yoona-ya..”

oOo

Yoona menatap benda kecil ditangannya penuh rasa kecewa. Padahal ia sangat berharap hasilnya negatif. Tapi ternyata Tuhan berkehendak lain. Rasanya ia merasa sangat hancur. Bahkan tak pantas baginya untuk menyandang nama baik keluarganya.

“Yoona!”pekik Jessica yang mendapati adiknya terduduk di atas lantai, penuh dengan tetesan air mata. Raut wajah Jessica berubah khawatir. “Ada apa? Kenapa kau menangis?”tanyanya cemas.

“Eo-eonnie… aku.. hamil…”ucapnya penuh tangis. Jessica mengambil alih benda kecil di tangan Yoona dan melihatnya lekat – lekat, seakan tak percaya. Dengan cepat dan perasaan prihatin ia memeluk sang adik dengan sangat kuat. Mianhae.. Yoona-ya....

oOo

Other side…

Sebuah amplop dilemparkan di atas meja. Donghae menatap ayahnya sejenak dan menatap seseorang dari pihak manajemennya. “Aku akan bertanggung jawab padanya….”jawab Donghae.

“Apa kau gila? Ini bisa merusak nama baik keluarga dan menurunkan popularitasmu!”ucap ayahnya penuh emosi. Ayahnya memang sebagai pemilik saham penuh atas Smtown. “Kita harus mencari jalan lain.”lanjutnya.

“Tidak ada jalan lain ayah..”

“Kau tau, seharusnya kau bersama Jessica Im, bukan Im Yoona.”

“Apa yang membedakan mereka?”

“Jessica pewaris tunggal YG. Kau tau, kita banyak berhutang budi?”

Sebuah napas kekesalan dihembuskan Donghae. “ayah, tapi aku tidak mencintainya.”

“Lalu kau mau bilang, kau melakukan ini karena mencintai Yoona, heng?”

“Tidak seperti itu juga.”

“Tidak ada alasan lain. Kita akan menjadikan Jessica sebagai penutup berita ini. Kau harus menikahinya. Dan biarkan Yoona melahirkan anaknya, agar anak itu bisa menjadi pewarismu nanti.”

“Tapi ayah..”

“Mengertilah Donghae. Jika kau menikahi Jessica, semua akan berlimpah padamu. Tidak ada lagi tapi – tapian, atau ayah akan membawa Yoona jauh darimu.”

oOo

Back to Yoona….

Yoona melangkahkan kakinya cepat, hendak menemui Donghae. Ia ingin memberitahu Donghae atas kehamilannya dan menagih pertanggung jawaban pada pria itu. Kakinya melangkah dengan sangat cepat. Langkahnya terhenti seketika. Matanya menatap kerumunan dengan Donghae dan Jessica di tengahnya.

“Apa benar kalian akan mengadakan pernikahan kalian sebentar lagi?”tanya salah seorang reporter. “Ne.”jawab Jessica penuh senyuman. Hati Yoona terasa perih. Seperti teriris pisau yang begitu tajam. Air matanya seperti sudah diujung tanduk. Hatinya terasa hancur. Dua orang itu mengkhianatinya. Padahal ia percaya Donghae akan bertanggung jawab dengan semua ini. Dan ia percaya Jessica akan membantunya, mengingat ia telah menceritakan semuanya.

Eonnie!”pekik Yoona seketika. Sontak semua perhatian tertuju padanya. Begitu juga dengan Jessica dan Donghae. Dua orang ini terlihat terkejut akan kedatangan Yoona. “Kalian berdua… Huh, selama ini aku telah salah menilai. Selamat, ya. Selamat atas pernikahan kalian!”ucap Yoona dengan mata berkaca – kaca. Kakinya mundur beberapa langah dan berlari.

Donghae menatapnya penuh bersalah. Ia tak ada niat sedikitpun untuk menyakiti gadis itu. Mulutnya tak bisa terbuka. Ia hanya terbungkam menatap kepergian Yoona. Tuhan… aku tidak bermaksud menyakitinya….

oOo

Yoona berdiri di pinggir sungai Han dengan penuh air mata. Rasanya semua ini begitu menyakitkan untuknya. Orang – orang yang ia percaya sangat tega menusuknya dari belakang. Apa sejahat itu mereka padanya?

“Yoona!”teriak Kyuhyun dengan nada penuh khawatir. Mendengar suara pria itu, membuat Yoona dengan cepat membalikkan badannya. Matanya yang berkaca – kaca tak dipedulikannya. Kedua tangannya memeluk Kyuhyun. Ia sangat membutuhkan sandaran saat ini. Rasanya ia tak mampu untuk berdiri sendiri saat ini. Sakit…

Kyuhyun mengelus rambut Yoona perlahan. Ia bisa merasakan apa yang dirasakan Yoona saat ini. Sungguh betapa kejamnya dua orang itu pada gadis polos seperti Yoona. “Dasar brengsek!”gerutu Kyuhyun.

Perlahan Yoona menarik tubuhnya. Matany menatap Kyuhyun lekat – lekat. “Oppa, jangan katakan apapun pada Donghae oppa.”ucap Yoona lemah. “Tapi-“

“Kumohon oppa. Aku akan merelakan perasaanku untuk kebahagian eonnie… aku tak ingin melihatnya menderita lagi dengan kondisinya…”

Yoona memang terlalu baik. Ia bahkan merelakan perasaanya untuk orang yang jelas – jelas membuatnya seperti ini. Untuk orang yang menusuknya dari belakang. “Aku selalu ada di sampingmu.”ucap Kyuhyun.

To Be Continue………

30 thoughts on “Missing You (Two of Three)

  1. Kayaknya kecepetan gak sii? Kaya di uber-uber gt?
    Jd agak kurang paham pdhl alur ceritanya bagus..
    Semangat bwt next chapternya..

  2. Jessica tega banget sama yoona, padahal kan yoona udah baik banget. Dan lagi dia itu ternyata cuman anak angkat bukan kandung.
    Kenapa donghae oppa diam aja, kenapa dia ngga ngejar yoona dan ngejelasin semuanya.
    Yoona hamil, kasihan…
    Terus gimana dg nasib anaknya nanti.
    Next

  3. Kokk mauu nagiss. Ya kasiann yoona ,kok jessica tega bangettt sihh sma yoona, jangan pewaris YG itu yoona kan jessica cma anakk angkatttt ditunggu thor next chapnya

  4. Astaga, dgn bgtu cpt, jessica kau tega sekali, melakukn smua, tdk bls budi sm sekali. Jdi sesungguhx YoonA kah pewaris YG?
    Persatukan YoonHae dooong!
    q tunggu kelanjutanx ya

  5. alurnya kecepetan..aishhhhh si njess tega bgt sih.haeooa lgi ikut”n. ….omooo, yoona hamil…haeppa kga brtggungjwb bgt sih….kasian yoona..dtggu klnjutannya..

  6. jesica jhat bget ,,,,,pdhalllll yooona dah bnyAk ngalahhh,,,,,

    hae jg knpa mau aja ma jesica,,,,,,
    yoonaaaaa ksihan bget,,,,,dia mulai suka ma hae,,,,dia hmil echhhhh dia mau ksih tauw hae pi mlhhhh lht jesica ma hae ,,,,,,aduuuuuccccchhhhh, g rela yoona menderita,,,,,,
    lau kyu ma yoona ntar kasihan kyu krna y
    oona g cinta ma kyu hny anngep sbg oppa,,

    alurny terlalu cepet ,,, ,,next bkin sica nyeselllll aekalian dead aja hahahahaha, maaf terlalu ksar abies sbelll ma sica,

  7. Yakkk!!! Si donghae knp g berdaya g-t??? Lawan doong, kasian Yoona..
    Pokoknya part selanjutnya harus yoonhae #maksa#tabok
    Hehehe
    Sorrry thoor, terbawa suasana.. Tpi aq ska konfliknya, bikin greget

  8. wahhh bagus bangettt ff nya….ending yoonhae apa kyuna ya…????tpi mau ngasih sdikit saran buat author…alur.a kecepetan…trus berkarya buat author ….
    #FIGHTING…!!!

  9. Ya ampuun betapa hancurnya hatimu,yoong … Atw mungkin sudah menjadi butiran debu yg sudah terbang … Yak!sica-yah !! Sungguh kejamnya dirimuuu … Seperti inikah balasannya ??OMG !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s