Missing You [One of Three]

IYAF

Tittle : Missing You [1 of 3]

Cast : Im Yoon Ah, Lee Donghae, Jessica Jung, other

Genre : sad (kalo berhasil), romance

Author : Yuna21

Length : threeshoot

Rating : PG

Author’s note : Hola!!! Aku author baru di sini!! Sebenernya ini bukan FF pertama aku. Ini FF pertama yang aku publish di sini. Maafkan typo yang bertebaran, ya kawan! Jangan lupa komentar dan masukannya, don’t be a sider! Jangan plagiat ataupun copy paste ya,, So, Happy reading!!

 

Pagi yang cerah. Mentari bersinar begitu terang, menyinari kota Seoul di musim panas. Langkah kaki kecil dua orang yeoja cantik menyusuri jalan. “Ah, tidak. Yang ini saja.”ucap salah seorang dari mereka. Selembar foto di lemparkannya ke belakang begitu saja, seperti tak peduli lagi dengan benda itu. Sementara yang lain, berusaha untuk menangkap benda yang di lemparkan. “Eonnie, apa kau…”

“Bukan yang ini. Bagaimana jika kita membeli yang lain saja.”potong Jessica dengan cepat, seraya melempar tas belanjanya. Segera Yoona menangkapnya kembali. Tangannya yang penuh dengan barang – barang kini sudah tak kuat lagi untuk menahannya. “Eonnie, bisakah kita….”

Yak! Apa kau tidak lihat aku sedang sibuk?!”bentak Jessica yang memutar badannya seketika. Raut wajahnya berubah menakutkan. Ini membuat Yoona hanya bisa tertunduk dengan pasrah. Ini memang pekerjaannya. Ialah yang selalu membawakan semua barang – barang Jessica.

Memang dua wanita ini tak terlihat seperti saudara. Disamping perlakuan Jessica yang menganggap seolah Yoona adalah budaknya, wajah mereka juga terlihat berbeda. Bahkan mungkin bisa dibilang Jessica lebih unggul dari Yoona. Jessica adalah seorang penyanyi sekaligus model terkenal di negeri ginseng, selain itu dia juga adalah gadis yang cantik. Sementara Yoona, ia hanya bisa menjadi pengikut sang kakak. Yang selalu mengikuti ke mana arah kakaknya pergi dan membawakan barang – barang yang dibutuhkan kakaknya.

DRT!

Getaran ponsel membuat Yoona tersentak. Segera tagannya merogoh saku celananya, walau sedikit kekusahan. Matanya melihat nama yang tertera di layar. “Eonnie, ada telepon untukmu. Kurasa ini penting.”tuturnya sambil sedikit berlari, mengingat dirinya telah tertinggal jauh. “Biarkan saja.”sahut Jessica acuh. “Tapi, ini dari Kyuhyun oppa.”

Langkah Yoona terhenti seketika. Ia merasa sedikit terkesiap melihat jessica yang berbalik secara tiba – tiba. “Apa kau tidak dengar, huh?!”bentak Jessica. “Ne,”sahut Yoona melemah. Walau seringkali mendapat bentakkan, Yoona tak pernah membantah. Ia hanya bisa menurut.

oOo

Yoona terduduk di salah satu bangku, menunggu Jessica di belakang panggung. Matanya menatap kosong ke arah meja di hadapannya. Hari ini begitu melelahkan baginya, tapi ia tak boleh mengeluh. Ia harus bersemangat untuk menjalani hari – harinya. “Apa aku boleh duduk di sini?”sebuah suara membuat kepalanya mendongak seketika. Matanya mendapati sosok pria berdiri di hadapannya. Yoona hanya bisa menganggukan kepalanya pelan.

Pria itu tersenyum padanya. Tersenyum dengan sangat manis. “Kau menunggu siapa?”tanya pria ini ramah, sambil menoleh ke kiri dan ke kanan. “Aku menunggu seseorang. Kau sendiri?”tanya Yoona dengan polosnya.

Sebuah tawa hambar tersembur dari bibir pria di hadapannya ini. Hal ini membuat raut wajah Yoona yang polos menjadi sedikit bingung. “Kau tidak tau aku?”tanya pria ini masih dengan tawanya. Kepala Yoona bergerak memberikan sebuah gelengan pada pria tampan di hadapannya. “Aku – “

Yak! Im Yoona!”sebuah seruan membuat dua kepala ini berpaling ke asal suara. Yoona hapal betul dengan si pemilik suara. Ini membuatnya dengan segera bangkit dari duduknya. Matanya menatap pria ini sejenak. “Mungkin kita bisa melanjutkan lain waktu.”ucapnya. “Ne!”sahut Yoona dan berlarian ke seberang sana.

Mata Yoona menatap Jessica yang baru saja selesai tampil. Sepertinya gadis ini terlihat marah saat mengetahui keterlambatan Yoona. “Kau dari mana saja, huh?!”bentak Jessica sambil berjalan. Seperti biasa Yoona selalu berdiri di belakangnya. Tangannya dengan segera mengeluarkan sebotol air minum dan handuk dari tas kecilnya.

Mata Yoona memperhatikan kakaknya yang meminum air hanya dengan sekali teguk. “Kau tau ini sangat panas? Dimana payungku?!”lanjut Jessica. Kepala Yoona melihat ke kiri dan ke kanan. Mencari benda dengan corak biru. Aigoo… dimana aku meletakkannya? “Yak, dimana payungku?”desak Jessica.

Dengan sangat terpaksa, Yoona membuka jaketnya. Membentangkannya di atas kepala Jessica sebagai pelindung. “Omo… Sica noona! Apa aku boleh meminta tanda tanganmu?” Tiba – tiba seorang pria menghampiri mereka. Sepertinya mereka ingin meminta foto dan tanda tangan. “Hei, kau tau aku sedang lelah saat ini?” Aura ketidak akraban Jessica mulai keluar. Jika ini dilanjutkan, hal buruk bisa terjadi.

“Bolehkah aku berfoto denganmu? Hanya sebentar saja.”rengek pria ini. Mata Yoona menatap Jessica yang sudah bersiap mengeluarkan amarahnya. “Eonnie..”pinta Yoona, sebelum Jessica berhasil mengeluarkan suaranya. “Aku sedang sibuk.”jawab Jessica dengan ketusnya. Tangannya menghempaskan Yoona yang menghalanginya.

Yoona menatap kepergian Jessica dengan pasrah. Badannya berbalik sejenak. “Maaf, maafkan aku. Sekali lagi aku minta maaf…”ucapnya bersalah sambil membungkukkan badannya sedikit.

oOo

Other Side…..

Dari kejauhan ia menatap dua yeoja di sana. Matanya sebenarnya tidak terfokus pada Jessica, melainkan pada Yoona. Gadis itu terus membungkuk meminta maaf. “Yak! Ppali-wa!”bentak Jessica dari ke jauhan. Segera Yoona menyusulnya.

Hal itu membuat pria ini sedikit menyunggingkan senyumnya. Matanya tak lepas dari Yoona. Ia terus saja memperhatikannya. “Im Yoon Ah…”ucapnya. Segera kakinya kembali melangkah. Ia tak tau kenapa ia merasa sedikit penasaran dengan sosok gadis yang selalu mengikuti ke mana arah Jessica pergi. “Lee Donghae, kau darimana saja? Aku mencarimu sejak tadi.”

Kepala Donghae mendongak. Matanya mendapati sahabatnya Eunhyuk sedang berjalan menghampirinya dengan raut kekesalan. Donghae hanya bisa tersenyum. “Kenapa kau mencariku?”tanyanya dengan senyum yang perlahan memudar. “Hei, bukankah tadi kau satu panggung dengan Jessica.”

Seolah tak peduli, kepala pria ini tak menoleh sedikitpun. Begitujuga dengan kakinya yang terus saja melangkah. “Lalu apa hubungannya denganku?”tanyanya datar. “Bukankah kalian dulu pernah ada hubungan lebih?”

Pertanyaan Eunhyuk kali ini sontak membuat langkah pria ini terhenti. Kepalanya dengan cepat berputar. Raut wajahnya pun mengisyartkan bahwa ia tak suka membahas hal itu. “Huh, itu hanya masa lalu.”jawabnya dan bergegas pergi.

oOo

Back to Yoona…..

Malam yang begitu indah. Hal yang paling disukai yeoja satu ini adalah menatap langit yang indah di malam hari. Bintang yang menghias langit terlihat begitu indah dbaginya. Kakinya melangkah pelan menyusuri jalan. Kedua tangannya di masukkan ke dalam saku jaketnya. Dihembuskan napasnya berat.

Langkahnya terhenti di depan sebuah toko. Matanya menatap benda yang bergelantungan di jendela kaca yang begitu bening. Angin sayup – sayup membuat benda ini sedikit berterbangan, menghasilkan bebunyian tak beraturan. Sinar lampun menambah kilau di benda ini. Dream Catcher.

“Kau melihat apa?” Sebuah suara membuat Yoona tersentak. Spontan kepalanya dengan cepat berputar mengikuti asal suara. Matanya terhenti pada satu titik. Pria itu. Pria yang ditemuinya tadi siang kini berdiri di sampingnya, menatapnya dengan senyum ramah. “Eoh, kau yang tadi siang itu, anyeong!”sapanya.

Bahu Yoona yang sempat menegang perlahan mulai santai. Matanya menatap pria ini sejenak dengan ragu. “Ne,”ucapnyasambil menunduk. Matanya tak berani lagi menatap pria ini. Ia tak tau mengapa. Hanya saja ia merasa sangat takut. “Oh ya kita berlum berkenalan. Namaku, hmm… Aiden Lee.”ucap pria ini sambil mengulurkan tangannya.

Mata Yoona mengikuti tangan pria ini, hingga pandangannya jatuh pada matanya. Dengan ragu tangannya membalas uluran tersebut. “Im Yoona…”jawabnya. Sekali lagi matanya memperhatikan baik – baik wajah pria ini. Sepertinya ia sering melihatnya, tapi ia tak tau itu kapan dan dimana.

“LEE.. DONG-!!”terdengar suara teriakan bergemuruh jauh dari seberang sana. Pria bernama Aiden Lee ini berputar ke belakang sejenak. Yoona mengikuti arah pandang pria ini. Matanya mendapati segerombol orang yang sedang menuju ke arahnya. Lalu pandangan Yoona ke mbali mengarah pada pria di hadapannya.

Nampaknya pria ini sangat gelisah, mencari suatu tempat. Tangannya dengan cepat memasang topi dan masker yang telah ia sediakan. Segerombolan itu mulai mendekat ke arah mereka. Berhamburan dan berteriak menyebut nama sang idola yang mereka duga ada di dalam toko tempat Yoona berdiri.

Kerumunan ini begitu mendesak. Tanpa sengaja, salah seorang mendorong pria di hadapan Yoona, membuat pria ini hampir terjatuh. Tangannya dengan sigap menahan tubuhnya dengan menyentuh kaca. Kepala Yoona sedikit mendongak menatap pria yang berjarak begitu dekat dengannya ini. Tanpa sengaja pandangan mereka bertemu.

Jantungnya terasa berdetak dua kali lipat. Hatinya merasa tak keruan saat ini. Buru – buru Yoona menundukkan kepalanya, untuk mencegah perasaan aneh yang muncul padanya. Beberapa menit kemudian, segerombol ini menghilang. Mengembalikan kondisi seperti semula.

Perlahan pria ini kembali membuka masker dan topinya. Sekali lagi Yoona memperhatikan wajahnya. Tidak salah lagi. “Apa kau Lee Donghae?”tanya Yoona spontan. Sebuah napas dihembuskan pria ini perlahan. “Kau lebih cepat tau dari yang kuduga.”sahutnya.

DRT!

Getaran ponselnya membuatnya dengan cepat merogoh sakunya. Melihat nama yang tertera dilayar, dengan cepat ia menjawab teleponnya. “Halo,”sapanya. Terdengar suara Jessica di seberang sana. “Yoona, kau dimana? Cepatlah sedikit.”ucapnya. Mata Yoona sedikit melirik ke arah Donghae. “Ya, sebentar lagi aku pulang.”sahutnya. Tak perlu menunggu jawaban apapun lagi, dengan cepat tangannya memutuskan sambungan.

Mata Yoona kembali menatap Donghae. “Maaf, sepertinya aku harus pulang.”ucapnya dan berbalik. Kakinya baru melangkah beberapa langkah. “Im Yoona!” Mendengar namanya dipanggil membuatnya membalikkan badannya perlahan. “Hati – hati di jalan, aku akan selalu menunggumu disini!”teriak pria itu. Sebuah senyum mengembang di wajah Yoona.

oOo

KREK!

Tangan Yoona perlahan membuka pintu. Langkahnya pelan memasuki rumahnya. “Kau dari mana saja? Haruskah kau keluar setiap malam? Apa kau melakukan sesuatu di belakangku?”suara Jessica membuat langkah Yoona terhenti. “Nae? Bukankah aku tidak punya waktu untukku sendiri? Jadi tidak ada salahnya aku memilih waktu di malam hari.”

Jessica hanya mengangguk – anggukkan kepalanya tak peduli. Ini mengisyaratkan bahwa ia tak mau mendengar apapun lagi. Dengan segera Yoona melangkahkan kakinya menaiki tangga menuju kamarnya.

Dengan pelan tangannya menutup pintu kamar. Kakinya masih berdiri di balik pintu. Entah mengapa sebuah senyum mengembang di wajahnya. Gambaran wajah pria itu terlintas di kepalanya. “Hati – hati di jalan, aku akan selalu menunggumu di sini!” kata – kata itulah yang masih diingatnya dengan jelas.

Segera direbahkannya badannya di atas tempat tidurnya. Sepertinya matanya tak bisa terpejam malam ini. Mungkin ini karena efek samping dari pertemuan pertamanya.

oOo

Malam ini. Sejeak pertemuannya kemaren, Yoona berencana ingin bertemu kembali dengan pria itu kembali. Ia tau jelas pria itu adalah orang yang sangat berpengaruh dalam musik hiburan, maka dari itu ia tak mungkin bisa bertemu dengannya di siang hari.

Kakinya melangkah mengendap – endap menuju pintu depan. Firasatnya mengatakan bahwa Jessica sepertinya sudah tidur, dan ini adalah waktu yangtepat baginya untuk pergi.

TEK!

Lampu ruangan ini menyala seketika. Langkah Yoona terhenti, padahal beberapa langkah lagi ia akan mencapai pintu. “Udiga?” Sebuah pertanyaan yang dilontarkan Jessica untuknya. Badannya berputar dengan ragu. Terlihat kesalah tingkahan pada sikapnya, mengingat sikap kakaknya yang tidak membiarkannya berkeliaran seenaknya. “Eum… aku.. ah, ya. Aku mau membeli sesuatu. Tadi siang aku lupa membelinya.”sahut Yoona. Kepala Jessica mengangguk lemah. Matanya yang setengah tertutup membuatnya harus kembali ke kamarnya.

Huft…. sebuah napas kelegaan dikeluarkan Yoona. Segera kakinya melangkah keluar. Sebenarnya bukan karena ia ingin bertemu laki – laki itu ia mengendap – endap keluar, tapi ada satu hal lain yang membuatnya harus melakukan ini.

oOo

Kini sekantong plastik ada di tangannya. Kepalany kembali mengingat. Rasanya ia ingin mampir sebentar ke tempat kemaren. Kakinya dengan cepat melangkah. Tepat di depan toko itu, matanya menadapati sosok Lee Donghae yang berdiri menunggunya. Tangannya segera memasukan kantong plastik itu ke dalam sakunya, lalu melambai ke arah pria itu.

“Ternyata kau serius dengan ucapanmu, Donghae oppa.”ucapnya sambil melangkah mendekat. Sebuah senyum tersungging dibibir Donghae. “Aku serius, kau sendiri kenapa bisa mempercayai ucapanku?”balasnya bertanya. Mengingat hal tersebut sedikit membuat Yoona merasa malu. “Ah, aku… aku hanya kebetulan lewat saja.”

Jinjja? Kupikir kau memang ingin bertemu denganku.”

“Tidak mungkin aku melakukannya.” Jeda. “Omong – omong, oppa tidak takut ketahuan seperti kemaren?”

“Tidak. Kita mau ke mana?”tanyanya spontan.

“Kita?” Donghae hanya menganggukan kepalanya. “Aku tidak tau mau ke mana.”

“Lalu apa yang kau lakukan keluar setiap malam begini?”

“Hanya berjalan – jalan di bawah bintang.”

“Bukankah itu bisa dilakukan siang hari?”

“Jika siang kita tidak bisa melihat bintang, lagi pula aku tidak ada waktu di siang hari. Aku harus membantu eon– Ah tidak, aku ada pekerjaan.”

Jika dilihat seperti ini, mereka tampaknya dengan sangat cepat akrab. Buktinya saja kini mereka telah mengobrol dan berjalan bersama. Entah apa yang mereka bicarakan, tapi ini terlihat begitu menyenangkan.

Semakin malam, udara semakin mendingin. Segera Yoona mengeratkan jaketnya. Walau begitu, udara dingin itu berhasil masuk. Dadanya terasa sakit saat ini. Sepertinya tubuhnya sedikit melemas. Matanya mencari tempat untuknya bisa terduduk.

“Yoona, apa kau…”kalimat Donghae terpotong, merasakan ada yang kurang. Badannya dengan cepat berbalik. Sebuah senyum mengembang di wajahnya saat menatap gadis itu yang terduduk. Kakinya melangkah mendekat ke arah Yoona.

Sebuah senyum Yoona paksakan. “Kau ini… kenapa terduduk di situ?”tanya Donghae. “Aku lelah. Belakangan ini aku merasa kurang tidur.”ucapnya lemas, seraya menahanrasa sakit di dadanya. Dengan pasrah Donghae mengikutinya untuk terduduk di tempat kosong di sampingnya.

Matanya menyelidik ke dalam mata Yoona. Jelas terlihat sedikit lingkaran hitam di sana. Tangan Donghae membuka jaketnya. Sebuah benda di keluarkannya dari balik jaketnya. Rupanya pria ini telah menyiapkannya sejak tadi. “Ini.”ucapnya seraya menyerahkan benda dengan corak warna merah muda.

Mata Yoona terbelalak tak percaya menatap benda yang disodorkan padanya. Sedikit senyum mengembang di wajahnya. “D-dream catcher?” Donghae menganggukan kepalanya sejenak. “Aku melihatmu menatap benda itu kemaren. Semoga itu bisa membantu tidurmu.” Donghae mulai bangkit dari duduknya. “Ini malam yang menyenangkan. Kuharap kita bisa bertemu kembali. Anyeonghi gasseyo!”lanjutnya.

To be continue………

33 thoughts on “Missing You [One of Three]

  1. Duuuuhh, tadi aku dah seneng banget ada nama Kyu di awal. Ternyata cuma numpang lewat. Ah, kurasa Sica ga bener2 jahat ma Yoona. Dibalik sikap kasarnya itu sbenernya Sica peduli terhadap Yoona*sok tau. Buktinya Yoona dicariin saat terlambat pulang. Kira2 ada konflik apa nih nanti antara main castnya.

    Dek, kapan2 aku boleh request yg pairingnya KyuNa ga? Bisa dong ya dibuatin*rangkul Yuna

  2. wow ff nya seru , ko jessica jahat banget sama yoona
    nampak nya donghae tertarik sama yoona tapi donghae pernah punya hubungan sama jessica dulu. semoga jessica tidak merusak kedekatan donghae sama yoona . next chapter ya thor 😊

  3. Asiiik, donghae sprtix menyukai yoona eonni, thooor!!! Jangan buat yoona eonni pexkitan dong, disini. Buat dia kuat & bs sebanding dgn jessica.

  4. Disini ada kemungkinan, Jessica benar-benar jahat dan Jessica hanya tidak bisa menunjukkan rasa sayangnya kepada Yoona Eonni..
    .
    Tapi dilain sisi, jika Jessica tahu hubungannya Donghae dan Yoona Eonni yang lumayan dekat, apa Ia akan cemburu dan marah?
    Jessica disini seperti ‘Emak Lampir’ nyeselin bangett -,-

    Eonni yang punya blog Yuna Here, kan?🙂
    Aku tunggu chapter selanjutnya ^^
    Fighting!

  5. Wah. Sicca galak banget ya jadi artis. Hehhehe. Itu kyuhyun nlp aja di cuekin. Hehhehe. Wah donghae juga artis ? Mantan nya sicca ? Terus kayanya suka deh sama yoong. Hehhehe. Nanti gimana ya kalo sica tau ? Hmm boleh ga thor jangan bikin yoong nya terlalu tersiksa , kasian. Hhehehe

  6. Kenapa Jessica memperlakukan yoona seperti pembantunya, padahal kan dia adiknya?
    Ada apa sebenarnya?
    Dan juga, yoona ngga ngaku sama donghae kalau jessica itu kakaknya, malah yoona terkesan menyembunyikan nya?
    Gimana ya reaksi jessica kalau tahu yoona dekat dengan donghae?

  7. Wah Jessica eonni terlalu… tp yoona eonni sabar bgt wkwk.. apa mungkin donghae oppa suka ama yoong eonni? Wah ditunggu chapter slnjt nya
    fighting thor…!!!

  8. ekhmzz anyeong haseyoooo aku readers baru disini salam knal dan ijin ya buat baca ffnya… ^_^ ff nyaa bagus bangeettt..tpi kok sicanya jahat ya..???biarin dehhh…cieee donghae oppa kyaknya udh tumbuh benih” cinta nih.. ditunggu kelanjutannya ya author…dan bolehkan kpan” buatin ff Kyuna..??,?ya…yaa .yaaaa #aegyo semangat buat authorrrr🙂🙂🙂

  9. Saudara? Jessica jahat gak sih? Well . Donghae oppa masalalunya sica eonnie lalu yoona? Baiklah ku dilanda penasaran cuz kap lanjutnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s