Where’s The Body?

140415-baekhyun-exo-new-teaser-picture-for-overdose - Copy

by
Clora Darlene

Main Casts
Byun Baekhyun | Im YoonA

Supporting Cast
Park Chaneyol | Oh Sehun | Kim Taeyeon

Length | Rating | Genre
Ficlet | PG-15 | (Failed) Mystery

6:02 PM KST.

“Kau merasa membaik?” Tanya Baekhyun pelan sembari mengelus pelan kening Yoona.

“Kurasa, ya.” Jawab Yoona singkat dengan sebuah senyum kecil. Istri Byun Baekhyun itu beberapa hari ini telah terserang demam, membuat Baekhyun harus ekstra menjaga Yoona sekarang.

“Kau ingin makan?” Baekhyun menawarkan.

Yoona menggeleng pelan. “Aku ingin tidur.”

“Baiklah, istirahatlah.” Baekhyun sibuk menarik selimut untuk Yoona saat perempuan itu memanggilnya.

“Kau ingin menemaniku?”

Iris autumn Baekhyun memandang iris madu Yoona, lalu akhirnya ia tersenyum kecil. “Tentu saja.” Baekhyun naik ke atas ranjang dan membaringkan tubuhnya di sebelah Yoona. Perempuan itu menaruh kepalanya di atas dada bidang Baekhyun. Laki-laki itu kembali menarik selimut dan menutupi tubuh keduanya.

Baekhyun dapat merasakan terpaan nafas Yoona yang hangat. Ia mengelus pelan surai cokelat Yoona dan mendekap perempuan itu lebih erat. “Aku merasa lebih baik jika seperti ini.” Gumam Yoona kemudian tertawa jahil.

Baekhyun menyentil pelan kening Yoona. “Tidurlah, kau harus beristirahat.”

Yoona menengadah memandang wajah Baekhyun. Ia menyentuh pipi Baekhyun dan membuat laki-laki itu menatapnya. Yoona mengelus pelan pipi suaminya itu. “Aku ingin melihat wajahmu.”

Baekhyun terdiam mendengar ucapan Yoona dan menatap sepasang iris madu di hadapannya. Ia tersenyum kecil lalu merengkuh wajah Yoona dengan satu tangan lalu mencium cepat bibir tipis pink yang selalu menjadi kesukaannya itu. “Selamat malam.”

Yoona tertawa kecil lalu ia mulai memejamkan matanya. Baekhyun menatap langit-langit kamar dan bersenandung pelan dengan tangan yang kembali mengelus surai cokelat Yoona. Banyak yang dipikirkan olehnya, namun ia kembali melihat Yoona saat mengingat sesuatu. Oh, bodoh sekali, Byun Baekhyun. Batinnya. “Apa kau sudah meminum obatmu, Yoong?” Tanya Baekhyun. Ia sebenarnya tidak ingin mengganggu istirahat Yoona, tapi obat itu jugalah sangat penting. Jika tidak, well, Yoona akan lama sembuh walaupun ia hanya terkena demam. Dan Yoona bukanlah tipikal orang yang teratur meminum obat tanpa disuruh―Yoona sangat membenci obat.

“Yoong?”

“Yoong?”

Baekhyun mengelus pelan pipi Yoona, namun perempuan itu tak membuka matanya. “Yoona?” Kini, Baekhyun mengguncangkan bahu Yoona. “Yoona? Yoona-ya?!” Suaranya meninggi saat menyadari ada sesuatu yang tidak beres.

Baekhyun memposisikan dirinya duduk dan kembali mengguncangkan tubuh Yoona. “Yoong!”

Suaranya semakin meninggi, tapi mata itu tak kunjung membuka.

            7:02 PM KST.

Baekhyun duduk di sebuah kursi panjang di koridor rumah sakit. Ia menunggu dengan keringat dingin yang tak henti bercucuran. Kapan dokter itu keluar dari ruangan tersebut? Kapan ia bisa mendapatkan kabar yang pasti mengenai keadaan istrinya? Bagaimana keadaan Yoona? Apa yang terjadi pada perempuan itu? Pertanyaan-pertanyaan itu berkecamuk di otaknya, menimbulkan berbagai spekulasi bahwa istrinya―mungkin―sedang dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.

Baekhyun reflex bangkit dan setengah berlari saat seorang dokter keluar dari ruangan berpintu putih tersebut. Dokter itu melepaskan maskernya. “Bagaimana keadaan Yoona, dok?”

“Kami telah berusaha dengan maksimal, tapi maafkan kami,”

Baekhyun terdiam. Matanya tak berkedip. Kenyataan macam apa ini?

“Kami tidak dapat melakukan apa-apa karena Nyonya Yoona telah tiada dua jam lalu dan―”

“Apa?” Potong Baekhyun cepat. Keningnya berkerut dalam dan alisnya hampir bertautan membentuk sebuah jembatan. “Dia telah tiada dua jam lalu?”

“Kami telah memeriksa, meneliti dan menganalisis bahwa jantungnya berhenti berdetak dua jam lalu. Itu menandakan dia tiada pada pukul lima sore tadi.” Jelas sang dokter.

“Dua jam lalu?! Jangan bercanda.” Ucap Baekhyun kasar.

“Tim Dokter memiliki data valid-nya, Tuan.”

“Dia bahkan masih berbicara padaku satu jam lalu!” Teriak Baekhyun. “Tepat satu jam lalu!”

“Mungkin yang Anda alami hanyalah visual hallucination, Tuan. Itu biasa terjadi.”

“AKU TIDAK BERHALUSINASI! YOONA MASIH HIDUP SATU JAM LALU!! JANGAN BERCANDA, DOK!!”

“Aku menyarankan untuk Anda segera pergi ke psikiater. Maafkan aku, tapi aku harus pergi, Tuan.” Laki-laki itu―Oh Sehun―pergi begitu saja meninggalkan Baekhyun.

“Aku ingin tidur.”

“Kau ingin menemaniku?”

“Aku merasa lebih baik jika seperti ini.”

“Aku ingin melihat wajahmu.”

Tidak. Ia tidak gila. Tepat satu jam lalu ia masih berbicara―bahkan tidur, menatap, mencium―Yoona! Sungguh! Ia tidak berbohong atau ber-visual hallucination seperti apa yang dikatakan oleh si Dokter Bedah itu!

Yoona masih hidup satu jam lalu. Masih.

            Baekhyun yang mengenakan jas Hitam berdasi dengan pita yang melilit lengannya berdiri di depan jasad Yoona. Ia juga mengenakan sarung tangan putih. Badan yang membeku itu telah dibaringkan di dalam sebuah peti yang terbuka. Baekhyun masih tidak dapat percaya dengan apa yang terjadi saat ini. Ia masih belum mempercayai matanya yang kini―dengan jelas―melihat Yoona yang tidak lagi membuka matanya. Tidak akan lagi.

“Baekhyun-ah?”

Baekhyun menoleh dengan tatapan kosong. Park Chanyeol―sahabat karibnya―baru saja memanggilnya. “Upacara akan segera dimulai.” Beritahunya.

Baekhyun ingin membalas ucapan Chanyeol, tetapi suaranya tiba-tiba tercekat. Kejadian ini membuat seluruh sistem tubuhnya tidak bekerja dengan benar. Setetes air matanya meluncur membasahi pipinya. “Aku ingin tetap berada di sini.” Ucap Baekhyun pelan hampir seperti berbisik.

Mulut Chanyeol terkatup dalam. Laki-laki jangkung itu menghela nafas pelan dan melangkah menghampiri Baekhyun. “Aku tahu kau ingin menemaninya, tapi kau dibutuhkan di luar sana untuk upacara pemakamannya. Ayolah.”

Baekhyun mengikuti Chanyeol dengan langkah berat. Ia menunduk selama berjalan, menghapus air mata yang membasahi hidungnya. Tiba-tiba, matanya tak sengaja menangkap foto Yoona berukuran besar yang tengah tersenyum manis. Langkah Baekhyun memelan dan akhirnya terhenti. Matanya terpaku melihat foto tersebut―seberapa manisnya Yoona dalam foto itu, cantik, menawan. Iris madunya menyinarkan kebahagiaan untuk Baekhyun.

“Baekhyun-ah!!” Seorang perempuan berteriak histeris memanggilnya.

Baekhyun membalikkan badannya. Mendapatkan Kim Taeyeon berlari panik ke arahnya. “Ada apa, Taeyeon nuna?”

Taeyeon berhenti di depan Baekhyun dengan nafas yang terengah-engah dan wajah yang pucat. “Jasad Yoona menghilang!”

“Apa?!” Suara Baekhyun meninggi lalu berlari menuju ruangan di mana tempat Yoona dibaringkan di dalam sebuah peti. Baekhyun membuka pintu itu dengan keras―mendobraknya, lebih tepat―dan menemukan peti kosong yang terbuka.

Tanpa jasad Yoona.

Tidak ada jasad perempuan itu.

Dan dari hari itu, jasad Yoona tidak pernah ditemukan lagi hingga saat ini.

the endAuthor's Note: Ini FF genre mystery pertama aku dan kayanya gagal BANGET HAHAHAHAHA. Ini buat coba-coba aja. Idenya tiba-tiba nongol pas uda back to school dan gak tahan buat gak nulis, sh*t. Semoga ngerti alurnya walaupun gak jelas gini. Amin. Thank you, guys!

6 thoughts on “Where’s The Body?

  1. Pingback: BEDROOM | Im Yoona Fiction

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s