Cry for Love

cfl

Title: Cry for Love
Author/twitter: Dila / @dilavecious
Cast: SNSD Im Yoona, Kim Jun Myun, Oh Se Hun (EXO), Red Velvet Irene

Support cast: SJ Kyuhyun, SNSD Seohyun & EXO Baekhyun
Genre: Sad,Romance
Rating : General
Length : One shot
Disclaimer : Do not plagiarism, do not copy and post without permission. This story is my own imagination. Inspired from Davichi song – Cry for Love

 

Januari 2015

YoonA melakukan aktifitasnya seperti biasa. Tepat pukul 9 pagi, ia mulai mengayuh sepedanya kearah kampus Dongguk University. Di sanalah ia menuntut ilmu 4 tahun belakangan ini. Hari ini adalah jadwal untuk mahasiswa tingkat akhir untuk melakukan foto kelulusan. Setelah memarkir sepedanya di tempat parkir yang ada, YoonA bergegas ke toilet untuk mengganti pakaiannya. YoonA terlihat cantik dan anggun mengenakan kemeja putih dan rok hitam selutut dengan rambut terurai rapi.

“ YoonA eonnie, sini cepetan udah mau mulai nih”

“ iya,,, pakaianku gimana? Rambutku gimana? Udah rapi belum?”

“udah eonnie,,, udah cantik deh”

“kamu ini bisa aja Seohyun-sshi kekeke … “

“mwo? Seohyun-sshi? Kita udah kenal 4 tahun eonnie”

“ne .. Seohyun-ah ..”

“geurae-yo? Hahaha”

Setelah saling menyapa dan bercanda kecil, akhirnya mereka focus untuk pemotretan kelulusan mereka. Seohyun adalah teman dekat YoonA semenjak masuk di kampus ini. Bisa dibilang mereka seperti saudara kembar siam yang dimana ada YoonA disitu ada Seohyun. Hampir semuanya mereka ceritakan satu sama lain.

Pemotretanpun usai. Mereka mengganti baju dan berencana untuk pergi ke sebuah cafe dan menghabiskan sore hari disana. Setibanya di Flower Cafe mereka bertemu dengan Kyuhyun, Baekhyun dan Sehun.

“YoonA-ya …” (Kyuhyun melambaikan tangannya kearah YoonA dan Seohyun)

“ah ne..” YoonA membungkukkan badannya dan lanjut untuk memesan minuman dan sepotong cake manis. Sementara Seohyun lebih memilih untuk memesan ice tea saja.

YoonA dan Seohyun bergabung di meja Kyuhyun. YoonA tak banyak bicara seperti biasanya. Lalu Baekhyun membisikkan sesuatu ke telinga Kyuhyun.

“hyung, mereka siapa? Mereka sangat cantik seperti dewi dari kayangan”

“yang di sebelah kiri bernama YoonA, adik kelasku waktu di SMA dulu. Dan satunya aku juga belum mengenalnya”

“aahhhh ,,, begitu..”

Sehun hanya sibuk bermain dengan ipad nya bermain games kesukaannya. Seohyun yang tak mengenal laki-laki yang berada di meja itu hanya diam dan sesekali meminum ice tea-nya. YoonA membuka pembicaraan dengan menanyakan siapa dua lelaki yang bersama Kyuhyun. Kyuhyun memperkenalkan kedua hoobae yang satu agensi dengannya.

“anak-anak perkenalkan diri kalian haha”

“hehehe, (sambil tersenyum manis) perkenalkan, saya Baekhyun, 22 tahun dengan suara menawan dan memiliki humor yang tinggi annyeonghaseyo..bangapseumnida noona (sambil melakukan cute wink ;))”

“haha lucu ,,” ujar Seohyun

“iya benar2 lucu hahahaha (YoonA tertawa garing)”

“saya Sehun, 94 Liner dan hobby saya main games. Bangapseuminda”

“nado bangapta ,,, (Kyuhyun menyela) selanjutnya gadis-gadis juga harus memperkenalkan diri kalian”

“sunbae … ok, aku YoonA junior Kyuhyun oppa di SMA dan ini teman kuliahku…”

“annyeonghaseyo, saya Seohyun, teman kuliah YoonA eonnie”

“nah akhirnya kita sudah saling berkenalan, ooppssstt kenalkan, aku Kyuhyun senior YoonA di SMA dan sunbae kurcaci kurcaci ini di perusahaan”

Mereka semua tertawa lepas … mereka akhirnya berbincang-bincang dengan berbagai topik. Setelah beberapa saat mereka bercerita dan tertawa ria. Kyuhyun menanyakan sesuatu hal yang sangat sensitif untuk YoonA.

“YoonA-ya,,”

“ne oppa, waeyo?”

“dimana Suho? Kenapa kalian tidak kesini bersama-sama? Itu seperti dulu? Aku sangat merindukannya. Semenjak aku lulus, aku tak pernah bertemu dengannya”

YoonA hanya bias terdiam mendengar pertanyaan Kyuhyun. Seohyun juga tak tau harus bersikap bagaimana. Karna dia mengetahui apa yang sebenarnya terjadi antara YoonA dan Suho.

“Suho? Suho itu siapa hyung?” ujar Sehun

“iya, Suho siapa hyung? Si malaikat?”

“Suho itu pacar YoonA, mereka telah berpacaran sejak SMA, mereka adalah pasangan serasi dan banyak membuat siswa siswi lainnya merasa iri karnanya hahaha”

Tanpa ia sadari, air mata mengalir begitu saja di pipi YoonA. Mereka berempat kaget karna tadinya YoonA sangat tertawa lepas dan kini sang dewi menitihkan air matanya. Kyuhyun menanyakan apa yang terjadi dan bertanya apakah yang ia ucapkan itu salah. YoonA masih tak bisa mengontrol emosinya, ia hanya bisa mengeluarkan tetesan demi tetesan air dari pelupuk matanya. Seohyun yang berada di sampingnya memberikan sebuah sapu tangan berwarna putih tulang miliknya kepada YoonA. YoonA pun menceritakan apa yang terjadi antara dirinya dan Suho.

“dulu kami memang pasangan serasi yang membuat banyak orang iri, tapi itu dulu. Setelah kelulusan SMA, hubungan itu berakhir begitu saja”

“kenapa bisa noona? Apakah karna kalian mengambil perguruan tinggi yang berbeda?” ujar Baekhyun

“tidak, ada sesuatu yang sangat menyakitkan terjadi” YoonA menjawab pertanyaan Baekhyun dengan tersedu-sedu.

Tidak ingin membuat YoonA bertambah sedih, mereka meilih untuk tidak membahaas itu lagi walaupun Kyuhyun masih bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi. Setelah YoonA lebih tenang, mereka beranjak meninggalkan Flower Cafe.

****

Sesampainya dirumah, YoonA terduduk di jendela kamarnya sambil memandangi bintang dan bulan di langit. Dia bergumam lirih “bulan dan bintang malam ini sangat indah, tak seperti suasana hatiku. Tak seharipun ku lalui tanpa memikirkanmu, aku masih sangat merindukanmu. Sampai kapan aku harus merindukan dan menahan cintaku ini? Sampai kapan? Aku ingin berhenti tapi aku tak bisa”

“kriingg ,, kriingg ,, kriingg  … 1 2 3 4 na na na na na” ponsel YoonA bordering

“yeoboseyo??”

“yeoboseyo, eonnie.. gwencanayo? Apakah kamu baik-baik saja?”

“iya Seohyun-ah, aku baik-baik saja”

“apa kamu sedang memikirkan Suho lagi? Seperti malam-malam sebelumnya?”

“tidak, aku hanya……”

“bohong, aku tau eonnie sedang duduk di dekat jendela melihat bulan dan bintang dan pasti kamu memikirkan Suho lagi”

“mwo? Anio .. geundae, ottokke arasso?”

“hmmm,, geuroemnyo .. aku sedang melihatmu dari jendela kamarku dari tadi”

“aahhh pantesan aja..” (YoonA menjawab dengan nada lesu)

“eonnie, better to sleep, it’s 11 o’clock already”

“ne ,,, you must be tired right? Seohyun-sshi kamu tidur duluan aja, aku masih belum ngantuk. Lagian ini udah jam tidurmu kan”

“iyaa,, tapi lebih baik kamu juga eonnie.. yaudah kalau gitu.. annyeong eonnie jaljjayo”

“jaljja ,,”

****

Rumah Seohyun dan YoonA bersebrangan, jadi Seohyun dapat melihat YoonA dari kamarnya begitupun YoonA. Seohyun pun tertidur pulas layaknya sang putrid yang tertidur tenang dengan alunan music klasik yang sangat di sukainya. Sementara di seberang, YoonA masih tak beranjak dari tempatnya. Dia membuka playlist di ponselnya dan memutar lagu Davichi – Cry for Love. Entah sejak kapan YoonA sangat menyukai lagu ini hingga setiap malam dan waktu senggangnya, lagu ini selalu menemani.

Saranghandago malhetji naneun
Jebal na jom bwadallago malhetji
Naneun..
Majimakilji mollaso
Michidorok bogo siphotda malhetji
Malopsi urotji
Nunmulman heullotji

Geudeneun moreusyotjyo
Geudega saranghan
Genyoreul miwohetdon nareul

Jibaphe so itdon geunal
Dusaraeul bwatdon geubam
Doraso ulmyo twidon nega senggakna ….

YoonA kembali mengingat saat itu,,,

****

4 tahun lalu ..

Sebulan setelah kelulusan, YoonA pergi kerumah Suho untuk memberikan coklat yang telah dibuat bersama ibunya dirumah. YoonA telah mempersiapkannya dengan rapi, membungkusnya secantik mungkin. Malam itu YoonA sengaja tak memberitahu Suho bahwa ia akan datang kerumahnya karena ingin membuat surprise ke pujaan hatinya itu. Sesaat sampai di depan pintu gerbang rumah Suho, YoonA sibuk mencari ponsel di kantongnya. Setelah mendapatkan ponselnya, ia berniat menghubungi Suho tetapi tidak ada jawaban dari Suho. YoonA berusaha melihat ke dalam gerbang rumah tersebut, dan alangkah terkejutnya saat ia melihat Suho keluar dari pintu rumahnya bersama seorang gadis yang tak asing lagi baginya. Gadis itu adalah Irene temen sekelas Suho.

YoonA satu tahun lebih tua daripada Suho. Selama ini tak pernah ada teman perempuan yang dating kerumah Suho. Ini pertama kalinya YoonA melihat ada perempuan yang datang kerumah Suho. YoonA sangat terkejut dan memiliki banyak pertanyaan di kepalanya. Tapi YoonA berusaha untuk positive thinking. Suho dan Irene bercakap-cakap sebentar di depan rumah Suho sebelum berpisah. Mereka tertawa riang, itulah yang dilihat YoonA. Karna YoonA tak bisa mendengar dengan jelas pembicaraan mereka. Beberapa dekit YoonA berdiri mematung, terdiam melihat apa yang baru saja dilihatnya. YoonA tak percaya dengan apa yang dilakukan Suho, ia mencium kening Irene sebelum ia memasuki mobilnya dan pergi. Coklat yang dibawa YoonA terjatuh begitu saja ke tanah. Air mata yang sedari tadi ia tahan, tak bisa di tahannya lagi. Air matanya menetes begitu saja. Tak lama kemudian YoonA berjalan pulang kerumahnya. Di jalan ia tak henti menangis. Hingga matahari terbit, YoonA masih terjaga dengan mata bengkak dan muka yang mengerikan.

Hari ini adalah hari dimana diumumkannya calon mahasiswa yang lolos di Dongguk University. Ibu YoonA yang khawatir akan putrinya yang tak kunjung keluar kamar, akhirnya ibu YoonA mengetuk-ngetuk pintu kamarnya. Sama seperti sebelumnya, tidak ada jawaban apapun dari YoonA.

Ponsel YoonA berdering, beberapa pesan dari Suho diterima.

  • YoonA-ya,, kenapa tak ada kabarmu seharian ini? Bagaimana pengumumannya? Apa kamu sudah melihatnya? –
  • YoonA-ya … sedang sibuk? –
  • Kamu belum melihat pengumumannya? Mau aku lihatkan? –
  • Congratulations my love :* , kamu masuk jurusan yang kamu pilih, selamat! –
  • Kenapa masih belum di balas juga? Tidak biasanya kamu seperti ini? –

YoonA hanya melihat pesan yang dikirim oleh Suho tanpa membalas satupun. Jam dinding masih menunjukkan pukul 7 malam. Tapi YoonA malah sudah tertidur pulas di kamarnya. Keesokan harinya dia bangun pagi sekali, pukul 5 pagi dan melakukan kegiatannya seperti biasa. Hari ini belum ada jadwal apapun untuknya, karna baru kemarin pengumumannya. YoonA ingin mengunjungi suatu tempat. Ia memilik sebuah taman yang sepi, ia duduk di bangku putih dan mendengarkan lagu yang ada di playlist ponselnya.

Tanpa disengaja Suho lewat dekat taman dan segera menghampiri YoonA.

“ YoonA! Ya’ kenapa ngga bales pesanku? Terlalu sibuk?”

“ah,,ngga juga”

“eh, selamat ya udah ketrima di Universitas yang kamu impikan”

“iya”

“kok singkat-singkat gitu jawabnya? Kamu kenapa?”

“bukannya ini jam sekolah? Kenapa kamu kesini?”

“hey hey ,, udah berapa lama sih kamu lulus dari SMA? Lupa? Ini hari minggu haha” sambil tertawa

“ohh,, “ YoonA menjawab datar

“ yuk ke Flower Café, kit ngobrol disana”

 

YoonA tak menjawab apa-apa. Ia hanya langsung mengambil langkah mengarah ke café tersebut. Sesampainya disana Suho memesan minuman dan sepotong cake manis kesukaan YoonA. YoonA berusaha menenangkan dirinya dan seolah-olah tak pernah melihat kejadian itu. Mereka mulai berbincang, hanya saja YoonA sedikit pendiam tak seperti biasanya.

****

 

Saat ini Flower Café memutar lagu 4Men ~ I can’t with ..
ijeneun babeul meogeodo nunmul eopsineun samkiji mothae
eokjiro meokgo meogeodo sogi neul heojeonhae
norael deureodo heungeoldaejido mothae
yeonghwareul bwado naega mwol bongeonji gieok mothae….

Suho mendapatkan sebuah pesan dari Irene,

[ Dear my guardian.. kamu dimana? Aku ingin pergi ke pantai, tolong temenin aku ya?]

Sebelum Suho membalas pesan itu, YoonA membuka pembicaraan.

“ pesan dari siapa? Ayahmu?”

“a a a ,, ah iya, dari ayahku”

“apa yang beliau katakan?”

“eemmm, beliau ingin aku menemaninya ke suatu tempat”

“ah begitu, cepat pergi.. mungkin beliau buru-buru”

“oke, aku pergi duluan ya sayang. Bye ..”

“bye ,, hati-hati di jalan”
YoonA melihat punggung Suho yang semakin jauh dan akhirnya menghilang. YoonA tau sebenarnya Suho berbohong tapi ia sengaja berpura-pura tidak tau sampai Suho berkata jujur. Setelah hari itu, hal seperti ini sering kali terjadi. Hingga suatu ketika YoonA tak sengaja bertemu dengan Suho dan Irene di dekat sungai Han.

****

Sore itu YoonA mengayuh sepedanya dengan kencang, dan akhirnya tergelincir karena batu yang tak ia lihat di depannya. Pergelangan kakinya berdarah, beberapa orang menolongnya termasuk Suho. Suho tak menyadari bahwa gadis yang ditolongnya adalah YoonA. Irene juga ikut di sebelah Suho. Saat YoonA mengangkat kepalanya, YoonA terkaget karna orang yang di sampingnya adalah orang yang sangat dia kenal.

“gwencanayo?” suara yang terdengar ramah di telinga YoonA

“iya, aku nggak papa kok” YoonA sembari mencoba berdiri dan mengangkat kepalanya”

“tapi kakimu berdarah eonnie..” suara lembut Irene membuat YoonA menoleh ke arahnya, dan Suho pun kaget karna ternyata gadis yang ia tolong adalah YoonA.

YoonA masih syok dan badannya lemas, seluruh badannya tak berasa. Dengan nada lemah YoonA berkata:

“Suho, kenapa kamu disini? Apakah kamu bersama dia?”

“Iya, oppa kesini bersamaku. Setiap hari kami kesini..” ujar Irene sambil melingkarkan tangannya di lengan Suho

“ aahh iya, aku kesini bersama Irene tadi” sambil melepaskan tangan Irene

“ kenapa kalian sering bersama-sama?”

“oppa, dia belum tau kalau kita pacaran?”

Dunia serasa kiamat setelah YoonA mendengar kata-kata Irene tadi,, darah yang mengalir di kakinya pun tak ia rasakan lagi sakitnya. YoonA tak mampu lagi berkata-kata. Tetapi ia memaksakan diri.

“Suho, apa itu benar?”

“emmpp lebih baik kita obati dulu luka di kakimu, darahnya semakin banyak YoonA”

“tidak, jawab pertanyaanku” untuk kesekian kalinya YoonA meneteskan air mata

“YoonA-ya ,, uljima ..” Suho mencoba menghapus air mata YoonA

Tapi YoonA sudah tak sanggup lagi untuk berdiri disana. Dengan kaki yang berlumuran darah ia lari sekuat tenaga. Suho yang sangat khawatir juga ikut mengejar YoonA. YoonA tak melihat kendaraan yang lalu lalang di jalan depannya. Karenanya, ada sebuah motor melaju dengan kencang dan menabrak YoonA. Pria pengendara motor langsung melepaskan motornya dan berlari kearah YoonA. Tetapi YoonA sudah tak sadarkan diri. Segera Suho menghubungi ambulan dan membawanya ke rumah sakit. Sebenarnya YoonA tak mengalami luka yang sangat parah. Hanya bagian kepalanya mengalami pendarahan. Orang tua YoonA segera datang ke rumah sakit setelah mendengar anak kesayangannya mengalami kecelakaan.

Sebelum dokter keluar untuk bertemu dengan keluarga YoonA, YoonA meminta bantuan kepada dokter itu.

“dokter, bagaimana keadaanku”

“ah, kamun sudah sadar. Kamu sudah tidak apa-apa. Hanya bagian kepalamu mengalami pendarahan ringan dan luka di pergelangan kakimu”

“syukurlah, dokter boleh saya meminta bantuan anda? Satu kali ini saja aku mohon”

“jangan beritahu orang tuaku tentang pendarahan atau apapun itu. Katakana saja bahwa ini hanya luka ringan”

“ne”

Diluar ruangan, keluarga YoonA, Suho dan Irene menunggu dokter keluar.

“Suho-ah, sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa putriku sampai seperti ini?”

“maafkan saya eommonie, ini kesalahan saya. Karna tidak menjaga YoonA”

“oppa, kenapa ini bisa jadi kesalahanmu sedangkan disini kamu yang menolongnya?”

“udah kamu diam saja ren”

“hmmmm…”

****

Dokter akhirnya keluar dan memberitahukan keadaan YoonA kepada keluarga YoonA,Suho dan Irene. YoonA beristirahat dirumah sakit selama beberapa hari. Setelah mengantar Irene pulang, Suho kembali lagi kerumah sakit. Tapi YoonA tak pernah mau bertemu dengannya. Suho merasa sangat bersalah, walaupun YoonA tak mau bertemu dengannya Suho tetap menunggu di lorong rumah sakit.

“pabbo pabbo pabbo ,,, bitchiga naega!” ia terus mengumpat dan menyalahkan dirinya

Saat malam tiba, Suho mengintip ke kamar YoonA dan melihat bidadari pujaan hatinya tertidur pulas. Jauh dalam hatinya, Suho berkata:

“maafkan aku YoonA, maafkan aku…aku tak bermaksud membuatmu menjadi seperti ini. Maafkan aku karna hari ini sangat mengejutkanmu, maafkan aku….”

Ibu YoonA yang kembali dari luar, menyuruh Suho untuk pulang dan beristirahat dirumah. Karna Suho terlihat begitu kelelahan. Suho pun mendengarkan ibu YoonA.

“Suho, ini sudah terlalu larut malam. Sebaiknya kamu pulang dan istirahat, karna kelihatannya kamu juga sangat lelah”

“iya eomonim,,kalau ada apa-apa tolong hubungi saya”

“iya nak ..”

“khamsahamnida ..”

“ne..”

Suho pulang dan berusaha beristirahat dikamarnya. Tapi ia tak bisa tidur pulas, ia terus memikirkan YoonA. Sekitar jam 4 pagi ia baru bisa tertidur. Keesokan harinya, ia hendak mengunjungi YoonA lagi di rumah sakit. Tapi ia tak bisa melewatkan sekolahnya hari ini karna ada ulangan harian menanti.

****

Di rumah sakit,

“YoonA-ya , gwencana?”

“oh, eomma.. ne, gwencanayo”

“eomma, kapan aku boleh pulang? Aku sudah merasa badanku sangat sehat”

“YoonA, dokter masih belum mengijinkanmu pulang”

“tapi eomma, aku ingin pulang”

“iya iya, nanti eomma bicara dengan doktermu”

Ketika dokter datang dan memeriksa keadaan YoonA, ibu YoonA bertanya kapan anaknya dapat di bawa pulang. Dokter mengatakan beberapa hari lagi, tapi YoonA tetap bersikeras meminta untuk pulang. Akhirnya dokter mengizinkan YoonA pulang, tetapi tetap harus check up beberapa hari kedepan.

 

Hari demi hari berlalu,,, setiap Suho datang kerumah YoonA, ia tak pernah mau menemui lelaki itu. Setiap hari YoonA merasakan sakit yang teramat sangat di dadanya. Seperti ada batu besar yang mengganjal dadanya. Untuk pertama kalinya, setelah kejadian itu. YoonA mengirim pesan ke Suho. Ia terus menulis dan kembali menghapus pesan yang di ketiknya. Dan akhirnya ia menulis:

[ Selamat untukmu dan Irene, semoga kalian bahagia. Mulai saat ini kita tak ada hubungan apa-apa lagi. Terima kasih untuk semuanya. YoonA ]

Itulah pesan singkat yang YoonA kirimkan kepada Suho, setelah hari itu YoonA dan Suho tak pernah bertemu satu sama lain. YoonA mencoba bangkit dan melakukan aktifitasnya seperti biasa. Kini YoonA menjadi salah satu mahasiswi di Dongguk University dan mendapatkan beasiswa paling tinggi di kampusnya. YoonA terbilang mahasiswa yang cerdas dan badannya sangat lentur,energic dan periang. Bukan hanya untuk akting, tapi ia juga sangat bertalenta dalam kelas menari. Semua itu ia lakukan untuk menutupi luka hatinya yang tak kunjung sembuh. Ia sangat membenci Suho apalagi Irene. Akan tetapi, sejauh mana ia membenci Suho, sebesar itu pula ia menyimpan kerinduan kepada Suho. YoonA tak pernah dekat dengan laki-laki lain karna ia masih sangat mencintai Suho.

****

YoonA tersadar dari lamunannya, ia melihat kearah jam dinding yang menunjukkan pukul 2 dini hari. Akhirnya ia membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur dan terlelap.

“dimanakah kamu sekarang? Apakah kamu baik-baik saja? Apakah kamu masih mengingat masa-masa indah kita? Apa masih ada sedikit saja cinta untukku? Seperti aku yang masih sangat mencintaimu? Aku akan tetap mencintaimu dalam diam”

****

Minggu, 4 januari 2015

“Seohyun-ah ..mau kemana?”

“ah eonnie,, aku mau ke took buku. Mau ikut?”

“anio..”

“waeyo? Kamu mau kemana?”

“aku mau ke bandara”

“ne? mwoya.. eonnie where do you go?”

“hehehe, Aku akan pergi ke Indonesia”

“Indonesia? Kenapa jauh sekali? Bukankah itu di asia tenggara?”

“iya benar sekali Seohyun-shii kekeke,

“apa yang akan kamu lakukan disana eonnie?”

“aku ada pemotretan di Bali, katanya disana sangat indah. Paradise Island”

“oohhh pasti kau sangat senang, have a safe flight eonnie”

“oke, aku pergi dulu Seohyun-sshi”

“ne eonnie,,”

YoonA segera masuk ke mobilnya dan menuju bandara Incheon international airport.

****

Beberapa jam berada di dalam pesawat, akhirnya YoonA sampai di Bali Ngurah Rai airport. Setelah ada mobil yang menjemput, akhirnya ia sampai di salah satu villa yang beberapa hari ini akan ditempatinya. Ting Ting ,, ponsel YoonA berbunyi, ada 2 pesan masuk.

From : Sehun

Noona, odiessoyo? Bali? Kenapa nggak bilang-bilang ke aku?

From : Seohyun

Eonnie, ottoe? Udah sampai di Bali? Apakah begitu indah disana? Harusnya kau mengajakku juga.

YoonA hanya tersenyum melihat pesan mereka, dan membuka pintu kamarnya. Sekarang YoonA sedang memandangi pantai yang sangat indah. Suara deburan ombak terdengar merdu, dan angin sepoi yang menyapu seluruh badannya. Akhirnya YoonA membalas pesan mereka.

To : Sehun

Iya, aku udah di Bali!!! Emang aku harus bilang ya kalau mau kemana-mana?😀

To : Seohyun

Sangat indah! kau juga harus kesini! Jinjja. (sambil menambahkan foto pantai yang terlihat dari kamar YoonA)

Hari pertama ini bisa dilalui YoonA dengan santai, karna jadwal pemotretannya berlangsung besok. Setelah makan malam, YoonA kembali ke kamarnya dan membaca buku tentang BALI,Indonesia.

Ting ,,

From : Sehun

Noona, besok pagi aku aka nada di Bali, kirimkan aku alamatmu ya, aku baru selesai konser di Jakarta. Aku ingin ikut liburan juga disana? Boleh kan? Jebalyo ….

To : Sehun

Sehun Sehun, apa kamu bosan dengan kesibukan sebagai member EXO? Bagaimana kalau fans mu disini mengetahuinya? Jangan jangan nanti mereka mengumpat dan melempariku telur karna bersama idola mereka.

From : Sehun

Itu tidak akan terjadi noona, aku akan berubah menjadi power ranger sehingga mereka tak mengenaliku hahaha…

To : Sehun

Bisa? Coba lihat? Power ranger merah?

From : Sehun

Tidak, power ranger pink kekeke. Aku akan sampai disana pukul 10, aku bersama Baekhyun besok. Jaljjayo noona n_n zzzztttt…

To : Sehun

Ok

Tak lama setelah membalas pesan dari Sehun, YoonA tidur dengan lelap.

****

Keesokan harinya, YoonA telah siap dengan make up dan pakaian yang di gunakan untuk pemotretan. Tema yang digunakan dalam pemotretan pertama YoonA ini adalah gadis yang sedang berlibur dengan koper,kacamata,topi dan simple dress.

Setelah beberapa jam pemotretan pun selesai. YoonA mengambil ponselnya dari tas dan duduk di teras sebuah café sambil memesak kelapa muda dan sepotong cake manis. Tiba-tiba ada suara dari belakang yang membuat jantungnya kembali berdetak kencang.

“YoonA-ya….”

“ne…” sambil membalikkan badan dengan pelan

YoonA sangat terkejut, suara itu.. yang dulu kerap ia dengar di telinganya. Suara yang menghangatkan hati. Yang sudah lama tak pernah ia dengar. Debaran jantung seperti saat saat itu, dan baru ia rasakan lagi. YoonA sontak berdiri dari tempat duduknya. Ia tak mampu berkata apa-apa dan hanya terpaku, terdiam memandangi lekat-lekat wajah lelaki yang ada di hadapannya. Otaknya ingin untuk berlari pergi dari tempat ini agar tak melihat wajahnya lagi. Tetapi hatinya terus berteriak dan ingin tetap berada disini. Hanya memandangnya saja, hanya memandanginya saja itu sudah cukup. Otaknya bekerja keras, berpikir apa yang akan ia katakana kepada sosok ini. Banyak sekali yang ingin dikatakannya. Tapi semua itu tertahan di tenggorokannya. Tak ada sepatah katapun keluar dari mulut mereka, hanya air mata yang mengalir tanpa henti. Suho tak tahan melihat air mata YoonA dan segera memeluknya. YoonA tak henti henti nya menangis.

“gwencana,,, menangislah sebanyak yang kau mau” sambil membelai rambut YoonA

“mending duduk dulu YoonA” Suho memberikan sapu tangannya kepada YoonA

YoonA yang masih tak bisa berkata kata menggunakan sapu tangan Suho untuk menyeka air mata Suho terlebih dahulu. YoonA mulai bisa mengontrol dirinya.

“wae yogisseo?”

“aku mengikutimu ,,” ujar Suho lirih

“mwo? Mengikutiku? Wae?”

“aku selalu ada didekatmu hanya saja kamu tidak menyadarinya”

“bohong”

“aku serius”

“apa yang kamu kerjakan disini?, maaf tadi aku menangis”

“kenapa? Gwencana…kamu menangis karna sangat merindukanku bukan?”

“anio..”

“jangan berbohong”

“mana Irene? Kenapa tak bersamamu?”

“Irene? Kenapa dia harus bersamaku?”

“oh, kamu sudah berpisah dengannya?”

“iya, sudah lama sekali”

“kapan? Kenapa bisa? Beneran?”

“ 3 tahun yang lalu, ya bisa, beneran.. sebenarnya aku pacaran dengan Irene bukan karena aku mencintainya. Tapi karna orang tua kami yang sudah mengatur perjodohan ini”

“terus?”

“akhirnya kami berpacaran,,,tapi setahun setelah itu, aku mengambil kuliah di amerika, aku menjelaskan semuanya kepada ayahku tentang kita. Ayahku akhirnya bisa menerimanya asalkan kuliahku berjalan lancar. Akhirnya aku membuktikannya dan 2 tahun kemudian kuliahku selesai. Saat itu juga aku kembali ke Seoul lagi dan mulai mengikutimu setiap hari hingga saat ini. Maaf karna baru berani untuk bertemu langsung denganmu saat ini”

“tapi kenapa kamu baru bilang sekarang?”

“karna sekarang waktu yang ku anggap tepat”

Tiba-tiba Sehun dan Baekhyun datang serta membabi buta memukuli Suho begitu saja. YoonA berusaha melerai mereka tapi tak berhasil, Suho babak belur dihajar oleh Sehun dan Baekhyun. Akhirnya mereka berhenti. YoonA berusaha membantu Suho bangun dari lantai.

“ya’..kalian ini apa-apan? Kenapa kalian memukuli orang yang tidak kalian kenal?”

“noona, kenapa kamu malah membela dia? Dia telah menyakitimu bukan?” ujar Sehun

“ya’ neon (sambil menunjuk Suho) apa yang kamu lakukan disini? Belum puas membuat YoonA sakit hati?”

“shut up!” YoonA berteriak “kalian diam disitu, jangan bergerak sedikitpun”

YoonA kembali dengan kotak obat di tangannya dan berusaha mengobati luka yang terdapat di wajah dan tangan Suho.

“noona, jelaskan padaku. Kenapa kau bisa bersama orang ini?” Sehun dengan nada emosinya

“kami hanya bertemu dan berbincang-bincang sedikit” jawab YoonA

“kalau begitu kita pergi setelah ini!”

“mana bisa begitu? Kalian tidak lihat apa yang telah kalian lakukan? Seseorang terluka disini”

“dia pantas mendapatkan itu noona” Baekhyun menyela perkataan YoonA

“geurae, nan gwencaya YoonA-ya, aku pantas mendapatkan ini”

“anio.. kenapa kamu pantas mendapatkannya. Maafkan mereka Suho, kalian segera minta maaf pada Suho?” sambil menunjuk Sehun dan Baekhyun

“Mwo?? Minta maaf?? Anio” Sehun dan Baekhyun menjawab bersamaan

Sehun pergi meninggalkan mereka, dan Baekhyun berusaha mengejarnya. Sehun berlari ke pantai dan berteriak mengeluarkan kekesalannya. Baekhyun tak bisa berkata apa-apa dan hanya terdiam melihat tingkah laku si maknae itu.

****

“Sehun-ah ,, gwencana… kenapa kamu seperti ini?”

“hyung, apakah cinta sesakit ini? Ini kali pertamanya aku benar2 menyukai seorang wanita tapi kenapa seperti ini? Kenapa?”

“apa? Kamu menyukai YoonA? Sehun, jangan bercanda kamu”

“aku tidak bercanda hyung, aku benar-benar menyukainya”

“tapi kamu tau kan, dia jauh lebih tua dari kamu.. dia 4 tahun lebih tua dari kamu” Baekhyun menggeleng-gelengkan kepalanya.

“lalu kenapa? Baru 4 tahun kan bukan 40 tahun?”

“apa kamu sudah benar2 memikirkannya?”

“sudah, aku tak bisa membohongi perasaanku lagi”

****

“ neon gwencana?”

“aku baik-baik saja YoonA..”

“tapi ,,,”

“percaya deh aku baik-baik aja” ujar Suho berusaha menenangkan YoonA yang masih panik.

“mereka dekat dengamu? Sehun dan Baekhyun?”

“kamu tau siapa mereka?” Tanya YoonA dengan heran

“jelas aku tau mereka, mereka berdua anggota EXO kan?”

“iya benar ,, aku berteman dengan mereka dan sudah ku anggap sebagai adikku. Terutama Sehun, dia seperti adik yang selama ini aku khayalkan”

“wajar saja kamu merasa seperti itu, karna kamu anak tunggal. Tidak sepertiku yang mempunyai kakak dan adik”

“oh iya, bagaimana kabarnya Se7en oppa dan Wendy?”

“mereka baik-baik saja, hyung baru selesai wamil dan Wendy baru saja debut dengan girl group Red Velvet”

“aaahh, mereka menjadi idol. Tapi kenapa kamu tidak memilih seperti mereka?” YoonA sangat penasaran

“bukannya dari dulu kamu tau, kalau aku lebih menyukai akademik daripada hal seperti itu, tidak sepertimu YoonA-ya”

“ah ,, kamu masih sama seperti dulu Suho”

“aku tak pernah berubah sayang, aku masih sama seperti dulu. Aku masih Suho yang dulu dan sangat mencintaimu”

“terima kasih Suho, penantianku selama tidak sia-sia. Dari dulu aku selalu menunggumu”

“ara .. aku tau itu YoonA. Terima kasih juga telah setia menungguku”

“jangan pergi lagi Suho..”

“aku tak akan pergi kemana-mana lagi YoonA, jangan khawatir”

 

**THE END**

7 thoughts on “Cry for Love

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s