[OS] Don’t say Goodbye

Poster YoonHun_1

Don’t say Goodbye!

Author : Kiyomizu Mizuki || Title : Don’t say Goodbye || Main Cast : Im Yoona (SNSD’s YoonA) – Oh Sehun (EXO’s Sehun) – Krystal Jung (f(x)’s Krystal) – Kim Myungsoo (Infinite’s L) || Genre : Fluff, Romance, Hurt/Comfort || Rating : PG-13 || Length : Oneshot || Disclaimer : plot and story is mine. Main cast belong to God, their parents, and their agency. Don’t copy-paste this story. I’m sorry if there’s any same title or characters. Sorry if you find typo(s)

***

Im YoonA memandang keluar jendela kamarnya. Memandang pemandangan kosong di depan. Entah apa yang sekarang berada di benaknya. Gadis itu sudah hampir menghabiskan waktu liburannya seharian ini di akhir pekannya, hanya berdiam diri dan mengurung diri di kamar. Menolak semua ajakan temannya yang mengajaknya ke pantai atau berbelanja bersama untuk membeli barang-barang –yang sebenarnya tidak akan berguna nantinya.

Yoona beranjak dari tempat yang semula menuju cermin besar, mematut dirinya di cermin. Ia melihat seorang gadis berambut panjang berwarna coklat dengan bola mata indah, warnanya juga tampak bening yang sedang memakai dress putih dengan lengan terbuka. Siapa yang mengetahui bahwa gadis ini sedang menderita? Bibir merah murni miliknya tersenyum. Dia mulai melatih dirinya supaya bisa tersenyum. Berusaha menampilakan senyum tulusnya. Tapi, tetap saja itu hanya topeng belaka untuk menyembunyikan kesedihannya. Kesedihan di wajah putih sempurna itu benar-benar terlihat.

Seseorang yang masuk tanpa permisi ke dalam kamarnya. Seorang namja tampan itu tersenyum, namja berambut hitam itu menatap nanar ke Yoona. “Yoong,”

Yoona menoleh dan menatap namja itu dengan senyum yang merekah di bibirnya. “Oppa, kau sudah siap?” tanyanya dengan nada riang yang malah semakin membuat Myungsoo –nama namja itu menelan ludahnya kelu.

“Berhentilah bersikap seolah-olah kau dalam keadaan baik Yoona-ah. Sehun akan menjadi milik orang lain sebentar lagi,” ujarnya dengan nada lirih. Sedikit rasa kesal menyambar hatinya ketika sudah melontarkan kata-kata itu pada yeoja manis nan cantik di depannya. Yang menyakitkan –sebenarnya.

Yoona mengulas senyumnya. “Aku tahu oppa. Jadi, kau tidak perlu ingatkan aku soal itu,” ia terkekeh pelan saat mengucapkannya.

Myungsoo menggeleng pelan ketika melihat Yoona benar-benar memasang senyum terpalsunya. Sungguh, tidak ada yang lebih menyakitkan lagi setelah melihat yeoja yang paling di sayanginya memasang senyum yang dijadikannya sebagai topeng untuk menutupi rasa sedih yang terdapat di dalam hatinya itu dan sekarang juga belum kering, semuanya masih berbekas. Myungsoo merasa bahwa dirinya adalah namja payah dan tidak berguna untuk mengembalikan sifat yeoja itu yang dulu. Sangat berbeda.

“Apa kau masih akan tetap menunggunya?”

Yoona menunduk, kali wajahnya malah terlihat datar. “Tak ada hal lagi yang bisa ku lakukan oppa. Ini semua sudah jalan takdirnya, kenapa aku harus ikut campur dalam urusan takdirnya?” jawabnya dengan mengangkat kepalanya dan menatap mata coklat Myungsoo dengan tatapan lembutnya.

Mata ini.. mata yang selalu berhasil membuatnya jatuh dalam pesonanya. Mata yang seakan selalu menghipnotisnya, manik mata namja itu yang tajam selalu saja seperti hampir menusuk manik matanya. Mata yang selalau memancarkan kobaran api semangatnya, sekaligus mata yang selalu terlihat ketika ia bergitu terluka.

“Kenapa kau selalu seperti ini? kenapa selalu menjadi orang munafik? Sudah banyak yang kau lakukan? Kenapa kau hanya diam saja ketika milikmu yang dulu sekarang sudah hampir menjadi milik orang lain? Seharusnya kau mempertahankannya, bukannya pasrah akan takdirmu. Sesungguhnya, suatu masalah pasti juga ada cara mengatasinya.” Kata Myungsoo panjang lebar.

Yoona kembali menunduk. “Lalu apa yang harus aku lakukan? Bahkan Sehun tidak mengenaliku. Dia melupakanku oppa,” tanggapnya lemah. Nada ini sungguh membuat hati Myungsoo kembali teriris.

“Kau percaya dengan kekuatan cinta dan hati bukan? Sehun masih mempunyai hati, percayalah bahwa dihatinya masih ada dirimu.”

Myungsoo melangkah keluar dari kamar Yoona setelah mengucapkan beberapa kata tersebut. Menutup pintu pelan hingga tidak ada suara –hening. Meninggalkan Yoona yang tengah menangis sendirian. Menyesali kemunafikannya selama ini.

Myungsoo menyandarkan tubuhnya di pintu kamar Yoona, mendesah berat, seolah banyak permasalahan yang harus ditanganinya. Pada kenyataan ini hanya masalah yeoja cantik itu. Tapi, entah kenapa jika menyangkut tentang yeoja cantik itu, semua terasa berat dan sangat memusingkan. Membuat kepalanya terasa hampir pecah.

Jebal Yoona-ah. Untuk kali ini saja, berjuanglah demi kebahagiaanmu. Jika kau seperti ini terus, itu akan malah akan semakin memperburuk-mu Yoong,” bisiknya pelan.

***

Yoona terdiam untuk posisi beberapa saat. Matanya sudah berkaca-kaca, kakinya terasa lemas bagaikan tidak bisa menopang tubuhnya kembali. Ia merosot jatuh ke lantai kamarnya yang di lapisi karpet biru turquoise. Liquid bening itu mengalir ke begitu saja, menerobos keluar dari pelupuk mata indahnya. Digigitnya bibir itu agar tidak terdengar isakan tangisnya. Tak ia pedulikan sedikit darah keluar akibat gigitan keras itu. Sungguh, ini teramat menyakitkan. Sangat menyakitkan. Namja itu –Oh Sehun– orang yang berjanji akan kembali dua tahun setelah menyelesaikan pertukaran pelajarnya yang di adakan disekolahnya ternyata tak kunjung datang. Bahkan ini sudah tahun ketujuh semenjak kepergiannya. Lalu dua bulan yang lalu, dua bulan yang sangat teramat menyakitkan bagi Yoona.

Flashback~

Yoona saat ini sudah menyelesaikan kuliahnya dan mendapat gelar sarjana S1 itu kini membantu eomma nya di butik yang menyediakan gaun pengantin. Setelah mendapat gelar S1 sebenarnya sang Eomma menyaranakan agar dirinya meneruskan pendidikannya di jenjang S2. Namun, Yoona menolak dengan alasan ia ingin membantu Eomma nya yang bekerja di butih miliknya sendiri itu. Lagipula ia juga kasihan melihat Eomma nya yang memang single parent semenjak kepergian Appa nya tiga tahun silam akibat kecelakan.

Yoona sedang membersihkan kaca depan butik miliknya. Sedangkan sang Eomma sedang ada keperluan yang lain, entah dia sedang pergi kemana. Yang Yoona tahu, pasti ada urusan yang sangat penting dan tidak bisa di tinggali begitu saja.

Seorang yeoja dengan kulit putih bersih dan juga berambut panjang sepinggang dengan warna coklat memasuki butiknya. Yoona memberhentikan sejenak pekerjaannya itu dan beranjak menghampiri sang yeoja.

“Selamat datang. Ada yang bisa saya bantu, hmm nona?”

Yeoja itu tersenyum manis. “Jangan panggil terlalu formal seperti itu. Jung Soo Jung. Panggil saja Krystal atau Soo Jung.” Jawabnya lembut. Yoona tersenyum tipis memandang yeoja yang juga bertubuh mungil. Meskipun, dia sedikit lebih tinggi dari yeoja itu. Err, sebenarnya wajah mereka juga sedikit mirip jika dilihat lebih jelas dan dekat.

“Eung, saya ingin memesan gaun pengantin. Bisakah?”

Yoona mengangguk. “Tentu. Silahkan anda melihat-lihat gunnya atau anda juga bisa men-design sendiri dan pihak butik kami akan merancangnya,” jawab Yoona dengan sopan.

Krystal menggeleng. “Aku benar-benar tidak paha gaun apa yang harus aku pilih. Sepertinya aku juga harus meminta persetujuan dari calon suamiku. Sebentar lagi ia juga akan kesini,” wajahnya semakin manis dan terdapat noda merah di pipi putihnya saat menyebutkan kata ‘calon suami’. Yoona hanya membalasnya dengan senyum kecil. Yah, begini saja, rasanya ia juga ingin mengungkapkan hal yang sama seperti yeoja yang berada di depannya kini. Memilih gaun pengantin yang tentu saja orang yang diharapkannya itu adalah Oh Sehun. Orang yang sangat dinantinya tujuh tahun ini.

“Kalau begitu, bagaimana kalau anda saya temani dulu memilih gaun-gaunnya. Ya, sembari menunggu calon suami anda.” Ajak Yoona.

Krystal mengangguk dan mulai menyusuri setiap sudut butik yang memamerkan begitu banyak gaun pernikahan yang benar-benar sungguh bisa sangat dibilang ‘fantastic baby!’. Sungguh, Krystal merasa bahwa tak salah memilih butik. Melihat bagaimana rancangan-rancangan yang benar-benar menghasilkan gaun-gaun yang indah. Mata Krystal tampak mengkilat-kilat bahagia nanti jika dirinya memakai gaun pengantin dan juga calon suaminya itu memakai tuxedo. Wajahnya menjadi semakin merona membayangkan hal itu.

Drtt… Drrrtt..

Ponsel Krystal bergetar. Sebuah pesan masuk di ponselnya. Membaca sekilas. Lalu dia menoleh wajahnya pada Yoona, “Yoona-ssi, ayo kita ke depan. Sepertinya calon suamiku sudah tiba.” Kata Krystal.

Yoona memandang takjud saat menyadari bahwa Krystal mengetahui namanya. Tanpa keterjutan yang tak berlangsung lama, mengingat ia memakai name-tage di bajunya. Pasti Krystal membaca name-tag yang berada pada bagian kiri bajunya.

Yoona mengikuti langkah kaki Krystal yang lebih dahulu berjalan di belakangnya. Dia hanya mengekornya dari belakang.

Setelah sampai depan, Krystal langsung menerjang punggung seorang namja jangkung yang berdiri memunggugi dirinya dan juga Yoona.

“Kau terlalu lama oppa,” Krystal berucap manja pada namja yang dipeluknya dari belakang itu.

Yoona hanya bisa melihatnya dengan melayangkan senyum tipis. Tapi, senyum itu kemudian memudar digantikan dengan ekspresi yang sulit diartikan ketika matanya yang indah melihat wajah namja tersebut.

Namja itu tersenyum seraya mengacak-acak surai coklat milik Krystal. Senyum itu, suara itu, wajah orang itu, mata itu, dan orang itu adalah??

“Sehunnie oppa,” panggilnya pelan namun sempat di dengar oleh Krystal dan juga ‘calon suaminya itu’

Sontak mereka memandang Yoona. Krystal menarik lengan ‘calon suaminya’ mendekat pada Yoona saat dilihatnya tangan Yoona mencengkram ujung rok kerjanya dengan kerasa dan kuat. Sebenarnya ada apa dengan yeoja ini, eoh?

“Yoona-ssi, gwenchana?” tanya Krystal seraya memegangi bahu Yoona. Sedangkan Yoona tak mengindahkan panggilan Krystal. Dia sibuk menatap intens seorang namja jangkung. Namja yang sudah lama ia nanti. Namja yang sudah ingkar janji padanya. Namja yang membuatnya harus terikat dengan janjinya tujuh tahun yang lalu. Dan sekarang? Namja itu muncul kembali dengan…

“Se.. Hun?”

Sehun menautkan alisnya bingung begitu pula dengan Krystal. Mereka berpikir, bagaimana bisa yeoja yang baru pertama kali mereka temui ini bisa mengenal Sehun?

“Ne? Kau mengenalku?”

Deg!

Jantung Yoona seakan copot dari sarangnya saat itu juga. Satu kalimat yang sukses membuatnya ingin cepat-cepat ingin mengambil pisau dan memutus urat nadinya sekarang juga! ‘Kau mengenalku’ Hey, jangan bercanda Sehun. Mana bisa kau melupakan kau melupakan yeoja yang begitu setia menunggumu selama tujuh tahun ini. Bukankah ini menantian yang cukup lama? Tapi, kenapa penantian ini berujung dengan pahit? Dada-nya terasa sesak, aliran darahnya seolah berhenti. Kaki nya lemas, sungguh inikah penantian yang didapatkannya? Tujuh tahun, tujuh tahun dia menunggu Sehun, tujuh tahun dirinya mempetahankan hatinya untuk Sehun. Bahkan dia rela menolak semua namja yang ingin menjadikannya sebagai kekasih mereka, bahkan ia menolak seorang Myungsoo seseorang yang selalu menemaninya. Demi Sehun, demi seorang Oh Sehun.. tapi apa ini sekarang? Kenapa malah Sehun berkata menyakitkan seperti itu? Dan lagi.. inikah calon suami yeoja yang bernama Krystal itu? Sungguh?

“Ka-kau tidak mengenaliku?” tanyanya dengan suara tercekat. Tuhan, kenapa menjadi sangat pahit seperti ini? Kenapa ini yang terjadi padanya setelah penantiannya yang begitu sangat lama. Begitu banyak pengorbanannya untuk menolak semua permintaan itu. Dia menjaga hatinya hanya untuk seorang Oh Sehun!

“Ya! Memangnya kau siapa? Apa kau pernah berkenalan denganku?” tanya Sehun balik dengan wajah datar.

Yoona langsung mengubah mimik wajahnya menjadi senyum hangat. “Ah, mianhae. Saya pikir anda teman saya, karena wajah kalian begitu mirip. Dan, perkenalkan nama saya Im Yoona. Yang akan mendesain baju pernikahan kalian berdua,” senyum itu. Yang akan menjadikan topeng dibalik kesedihan yang mulai berkecamuk di dalam hatinya kini.

Demi Tuhan Oh Sehun, apa kau lupa dengan dirinya yang dulu menemani hari-harimu??

Sehun hanya ber-oh- ria. Sehun mengalihkan pandangannya pada yeoja bermata indah –yang hampir sama dengan Yoona disampingnya. “Jadi apa kau sudah menemukan sesuatu yang cocok dan mengikat hatimu?”

Krystal menggeleng dan mengkerucutkan bibirnya imut. “Belum. Disini gaun-nya begitu bagus, aku jadi susah untuk memilihnya. Bantu aku untuk memilihnya ya?” pintanya manja yang hanya bisa dibalas dengan anggukan oleh Sehun.

Yoona menekan dada kirinya kuat. Sakit! Itulah yang sekarang ia rasakan, sakit sekali rasanya ketika seseorang datang yang kau nanti dengan kedatangan yang cukup lama ternyata kini sudah kembali. Ya, kembali dengan membawa calon pendampingnya. Dan yang lebih menyakitkan lagi adalah saat ia mengetahui bahwa ia telah dilupakan.

Yoona mengangguk lemah saat Krystal meminta izin untuk melihat-lihat baju pernikahan dibutiknya dan tentu sekarang bersama Sehun.

Aku akan mencari Tao gege untuk menanyakan ini semua padanya! Batin Yoona yakin.

***

Mianhae Yoona-ah, aku terlambat memberitahumu.” Lirih Tao menyesal. Tao adalah sahabat kecil Sehun yang juga mengenalnya. Dia juga tahu perihal hubungan kedua sahabatnya yang merangkap dan sudah dianggapnya sebagai kedua dongsaengnya itu.

Yoona diam, tatapan matanya kosong. Tao hanya bisa mengelus punggung Yoona untuk mencoba memberi gadis itu ketenangan. “Aku juga baru tahu kalau dia kecelakaan lima tahun yang lalu saat ia menyelesaikan pertukaran pelajar. Saat itu pihak keluarga Sehun tak memberi tahu aku maupun pihak sekolah. Dan seperti yang kita dengar bahwa Sehun pindah ke Paris. Aku, kau, dan semuanya berpikir bahwa keluarga Sehun ada urusan penting sehingga membuat mereka untuk memutuskan menetap disana. Dan dua tahun yang lalu aku juga baru mengetahui kejadian itu. Aku ingin memberitahumu, tapi aku tak tahu harus bagaimana lagi karena kita memang kehilangan kontak dan semenjak kau pindah karena kepergian ayahmu tiga tahun silam.” Tao menjelaskan dengan suara yang lemah dan sedikit menyesal. Sungguh, ini benar-benar gila. Tao tidak habis pikir bahwa hubungan kedua orang yang sudah di anggapnya sebagai dongsaeng-nya menjadi sesulit ini.

Mianhae Yoong-ah. Jeongmal mianhae!” ucap Tao berulang kali. Yoona mengangkat wajahnya, senyum terukir dibibir tipisnya. Tapi Tao berani bersumpah bahwa ini adalah senyum yang menyakitkan yang pernah ia lihat dari seorang Im YoonA yang selalu tampil dengan sangat ceria.

Gwenchana Tao-ge, semua ini tidak semuanya salahmu.” Tutur Yoona ceria.

Tao memeluk tubuh Yoona. “Menangislah Yoong. Jangan tutupi semua ini dengan sneyum paksaanmu. Itu terasa sangat menyakitkan Yoong,” Tao turut menangis bersama Yoona hari itu. Hari yang benar-benar membuat Yoona seperti terhantam batu besar yang terjatuh dari samudra Pasifik. Ini terlalu datang dengan begitu mengejutkan semua pihak. Ia tidak bisa mempercayai hal itu. Sehun, Oh Sehun telah hilang ingatan akibat kecelakaan yang ia dapatkan. Membuatnya harus melakukan perobatan lebih intensif di Paris karena luka yang cukup parah. Dan saat itu, Krystal atau Soo Jung. Krystal Jung Soo Jung, yeoja yang memang lebih muda daripada Sehun, selalu menemani hari-hari Sehun di sekolah barunya SMA tingkat 3. Yeoja itu memang juga tinggal di Paris. Krystal juga pernah ke Korea dan membuatnya masih fasih berbicara bahasa Korea, tapi dia terpaksa mengikuti kedua orang-tuanya yang membuat saham disana. Saat itulah keduanya mulai merasa dekat dan mulai merasakan hal yang nyaman. Hingga akhirnya Krystal menyatakan cinta yang mau tak mau Sehun merasakan hal nyaman pun menerimanya. Dan hubungan itu berjalan dua tahun sekarang ini. Krystal dan Sehun untuk pulang ke Korea dan melanjutkan pernikahan mereka di Negara kelahiran Sehun.

Dunia Yoona seolah berputar. Takdir yang begitu kejam terasa mempermainkan hidupnya. Tak sanggup lagi rasanya jika harus hidup di dunia ini. Tapi dia masih mencoba bertahan. Dia tak mau lemah hanya karena cinta. Rasa Cinta memang kadang bisa membutakan seseorang. Dia berpikir bahwa, masih banyak urusan yang harus dia urus di dunia ini. Ia harus berjuang melanjutkan hidupnya. Ia tak boleh terpuruk. Ia masih memiliki Myungsoo, ia masih memiliki Eomma yang memberikannya kasih sayang murni dan membesarkannya hingga menjadi gadis belia yang begitu mandiri. Ya! Dia tidak akan goyah! Ia sudah putuskan bahwa ia akan bertahan pada kehidupannya, tanpa Sehun disampingnya.

Flashback off~

Yoona menyeka airmatanya kasar. Tidak! Ia tak boleh terlihat lemah. Yoona berjalan keluar menuju mobilnya dan memacunya ke tempat dimana seseorang tersebut –Sehun akan menikahi Jung Soo Jung. Dadanya benar-benar sesak saat ini. Ia tak menyangka bahwa semua ini akan menimpanya. Dunia ini seperti membunuhnya secara perlahan. Rasanya semua ini seperti drama.. perasaan yang berbunga-bunga ketika bertemu dengan namja yang ia tunggu kini seakan lenyap digantikan dengan rasa kecewa yang mendalam. Rasakan bagaimana rasanya ketika kalian berada di posisinya. Menunggunya selama tujuh tahu lamanya, menguatkan hatinya hanya untuk namja itu, tapi saat ia sudah kembali kalian harus menelan pil kepahitan karena ia akan menikah. Yah, menikah dengan seseorang yang bukan dirimu.

Air mata itu turun begitu saja mengalir seperti anak sungai yang terus-menerus membasahi kedua pipinya. Bohong, sungguh bohong jika dia mengatakan bahwa dia baik-baik saja. Lihatlah, keadaannya tampak kacau, bahkan make up, dan gaun cantik itu tak dapat menutupi air mukanya yang sangat terlihat kacau. Yeah, gadis itu menghadiri upacar pernikahan Oh Sehun dan Krystal Jung. Sungguh, ini adalah hal yang paling berat ketika kau harus pergi yang kau sayangi dulu dan entah kapan, lalu mengucapkan kata selamat dengan senyum palsu, mengucapkan baik-baik saja pada sahabatmu, ikut bersuka cita untuk kebahagian keduanya dan meminta pada tuhan agar keduanya langgeng. Konyol, itu sangat konyol, bagaimana bisa Yoona melakukan itu semua?

Kalian berpikir Yoona rela? Tidak. Dia bahkan sama sekali tidak rela jika Sehun akan menikah dengan orang lain. Tapi, apa yang harus dilakukannya? Ini semua sudah berada di luar kendalinya. Tuhan benar-benar membutakan takdir yang begitu menyakitkan. Tapi apa boleh buat? Ini semua sudah berada dalam kendalinya.

Flashback~

“Kau.. Sebenarnya siapa dirimu?”

Yoona tersenyum manis memandang Sehun yang sedikit meremas rambutnya frustasi. “Aku? Aku hanya seorang designer yang menangani baju pernikahan anda dengan Krystal-ssi.”

Sehun menggeleng. “Bohong! Kau.. K.. k-kau selalu muncul di dalam mimpiku, bahkan aku diam-diam memikirkanmu. A-apa dan sebenarnya ada hubungan apa aku denganmu?” tanyanya frustasi.

Mata Yoona memanas. Sehun benar-benar tak bisa mengingatkan sama sekali? Tenggorokannya terasa tercekat. Begitukah? Sehun benar-benar tidak bisa mengingat dirinya?

Mianhae, saya masih ada pelanggan lain. Permisi,” pamitnya sopan. Dengan sedikit cepat Yoona melangkah menjauh dari Sehun, dia sudah tak mampu lagi, tak mampu lagi untuk berbohong. Ini terlalu menyakitkan!

“Kenapa kau berbohong lagi? Seharusnya kau harus membuktikannya!”

Myungsoo menyandarkan dirinya di tembok dengan melipat tangan. Pandangannya melembut sekaligus ada setitik pancaran sedih saat melihat gadis yang begitu ia cinta tengah menangis. Hatinya kembali teriris melihat hal itu.

“Memangnya aku harus apa? Dia saja tak mengingatkanku,” Yoona terkekeh pelan yang bagi Myungsoo sangat menyayat hatinya.

Flashback off~

Yoona memarkirkan mobilnya diarea parkiran gereja yang sudah di sediakan. Pernikahan Sehun dan Krystal akan dimulai 45 menit lagi. Gereja ini? gereja ini adalah gereja dimana saat dirinya dan Sehun saling mengikat janji. Berjanji akan menikah suatu saat nanti, berjanji akan hidup bersama, berjanji akan saling membagi suka dan duka bersama dan berjanji saling menguatkan di saat sehat maupun sakit. Hmm, ini memang janji saat mereka masih SMA kelas satu dulu, tapi salahkan jika memang Yoona mengharapkan hal tersebut terjadi pada dirinya dan Sehun?

Yoona menatap sekeliling taman belakang gereja. Mencoba mengingat masa-masa saat dirinya dan Sehun. Bolehkah? Bolehkah untuk sekali saja dan terakhir kalinya ia akan mengingat memory masa lalu. Setelah ini ia tak akan mencoba mengingatnya. Ia tak mungkin memikirkan seseorang yang sudah berstatus suami orang kan? Ia bukan yeoja yang seperti itu.

Flashback~

“Yoong-ah, berhentilah menangis. Aku pusing mendengar tangisanmu seharian ini.” ucapnya dengan masih memeluk tubuh mungil itu kuat.

Yoona mendongak dalam pelukaan possessive Sehun, memandang wajah Sehun sebal dan juga mengkerucutkan bibirnya imut. Oke, sekarang mereka berdua memang sedang bersantai dan Yoona secara terus-menerus menangis dan mengkerucutkan bibirnya imut karena Sehun bertukar pelajaran di Paris sana. Sehun menjadi pusing sendiri untuk menenangkan yeojachingunya yang selalu saja menangis. Mungkin saja Yoona selalu bersikap seperti ini padanya, pasti dia tidak akan tega meninggalkan yeojachingunya yang begitu memelasnya kini.

“Yoong dengarkan aku. Disana aku hanya dua tahun, aku akan selalu mengabarimu lewat pesan atau social media dan kau juga bisa menatap wajah tampanku lewat skype.” Sehun mencoba memberi pengertian pada yeojachingunya yang bersikap kekanak-kanakan itu dan tidak bisa mengerti dirinya. Sehun mencoba pusing sendiri untuk memikirkan cara selanjutnya agar yeojachingunya itu mengerti. “Aku hanya mengikuti pertukaran pelajar,”

“Tapi, dua tahun itu sangat lama Oppa. Aku tidak bisa memelukmu,” keluh Yoona seraya memukul dada Sehun. “Kau sangat menyebalkan!!!”

Sehun menangan tangan Yoona yang terus memukuli dadanya. “Yoona-ah. Dengar, aku hanya mengikuti pertukaran pelajar! Aku tidak akan melupakanmu. Aku akan selalu mengingatmu dan sangat aku kembali aku akan langsung menikahi.” Ujar Sehun lagi seraya melempar senyum manisnya pada Yoona yang masih mem-pout kan bibirnya menahan rasa kesal yang sudah bergejolak di dalam hatinya.

Namun, perkataan Sehun tadi justru membuat Yoona merona dan mengeratkan pelukannya pada sang namjachingu. Ia menunjukan wajah merah di dada Sehun. Sehun tersenyum dan mengelus punggung Yoona lembut. Dasar, dia tahu saja hal apa yang membuat sang yeojachingu itu merona. Tapi, apa boleh buat? Ini kewajibannya dan tidak boleh diusik oleh apapun. Semoga saja sehabis ini Yoona mengerti apa yang harus ia kerjakan dan yang terbaik juga untuknya.

“Kau janji akan menungguku?” tanya Sehun seraya mengangkat wajah Yoona dan mengelus pipinya dengan lembut. Yoona tersenyum manis dan mengangguk. “Aku akan menunggu sampai kau kembali ke pelukanku.” Jawabnya.

Flashback off~

“Kau.. Disini?”

Yoona merasakan jantungnya berpacu dengan cepat ketika mendengar suara yang sangat ia kenali dan ia rindukan itu. Sangat ia hafal siapa pemilik suara ini. Suara yang sangat ia rindukan. Suara yang begitu ia nantikan selama tujuh tahun ini, suara yang membuatnya jatuh cinta dengan segala pesonanya. Suara yang membuatnya seakan melayang dan menusuk di hatinya. “Ah, kau disini juga Sehun-ssi? Bukankah pernikahan kalian sebentar lagi dimulai?” Yoona berbalik.

“Berhentilah memanggilku seperti itu Yoong-ah. Kau membuatku muak, sekarang panggil aku ‘Sehunnie oppa’ seperti dulu lagi!”

Sekali lagi jantung Yoona seakan akan langsung melompat dari sarangnya. Seperti ini rasanya? Mungkinkah??

“Ya!! Aku sudah mengingat semuanya! Kau Im YoonA, kekasihku yang ku tinggalkan untuk mengikuti pertukaran pelajar, kau orang yang akan aku temui saaat aku kecelakaan. Aku ingan janji kita disini. Dan.. Kau orang yang sangat aku cintai! Sekarang aku telah mengingat semuanya tentang dirimu dan diri kita!!”

Yoona hanya diam mematung, hatinya bahagia ketika mengetahui bahwa Sehun sudah mengingatnya. Rasanya ia ingin sekali menerjang tubuh itu dan memeluknya erat dan tak mau melepaskannya lagi. Tapi apa yang ada dipikirannya tak mudah dilakukan. Ini terlambat. Sangat terlambat untuk melakukanya.

Mianhae, mungkin anda salah orang Sehun-ssi. Aku hanyalah seorang…”

“Cukup Yoong-ah! Kau kekasihku. Kau orang yang aku cintai. Jangan menyangkal! Aku sudah ingat semuanya Yoong!!” teriak Sehun yang membuat Yoona kaget. Sehun berjalan kearah Yoona.

“Cukup, diam disitu!”

“Cukup! Kubilang, diam disitu!” pekiknya yang membuat Sehun terdiam sampai situ. Airmata nya sudah tidak bisa ditahan lagi dan pada akhirnya keluar.

Wae Yoongie-ah?” tanya Sehun lembut. Jaraknya hanya tinggal tiga langkah lagi sebelum ia memeluk tubuh mungil itu.

Yoona menangis. “Wae? Kenapa kau baru sekarang mengingatnya? Kenapa disaat-saat ini saja kau baru mengingatku? Kenapa Sehun oppa? Wae?” teriaknya histeris.

“Yoong?”

“Saat kau sudah hampir menikah dengan orang lain, saat kau sebentar lagi akan dimiliki oleh orang lain. Dan saat kau sebentar lagi akan meningalkanku?! Kenapa? Oppa?”

Tubuh Yoona hampir merosot jatuh ke tanah jika saja Sehun dengan tidak sigap menangkap tubuhnya. Dipeluk dengan erat tubuh mungil itu. “Mianhae, jeongmal mianhae. Aku akan membatalkan pernikahan ini Yoong-ah. Sungguh!”

Yoona menggeleng dan meronta dalam dekapan hangat Sehun –yang sebenarnya sangat ia rindukan. “Aniya! Kau tak boleh membatalkan pernikahan ini oppa! Ini sudah takdir, aku tidak mau menjadi penghancur hubungan kalian yang sebentar lagi akan terwujud oppa! Kau pantas bersanding bersamanya. Dia berasal dari kalangan atas dan begitu juga dirimu. Kau membutuhkannya Oppa. Ini sudah terlanjur!”

Sehun mendorong tubuh Yoona hingga terbentur oleh pohon dibelakangnya, matanya menajam menatap mata indah yang berada di depannya. “Cukup! Aku tak mencintai Krystal! Yang aku cinta hanyalah kau! Kau ya kau, bukan orang lain! Hanyalah kau yang menerimaku dengan setulus hatimu dan dalam keadaan apapun aku ya hanyalah kau! Aku tak membutuhkan Krystal! Yang aku butuhkan hanyalah kau Im YoonA!!”

Yoona terisak. Dia tak tahu harus bagaimana lagi. Di dorongnya tubuh Sehun untuk melepas pelukannya. Matanya melirik kearah sang namja. “Krystal sudah menunggumu. Jangan membuat kekacauan dan jangan membuat mempelai wanita lama menunggu!”

Lalu Yoona berjalan meninggalkan pekarangan taman belakang gereja itu. Berlari sekencang-kencangnya dan menghiaraukan teriakan Sehun yang masih setia memanggil namanya. Yoona mengabaikan hal itu dan terus berlari kearah mobilnya. Saat sampai di mobil, Yoona menangis sejadi-jadinya, menumpahkan segala emosi dan beban yang mengurus fisik maupun pikiran dan hatinya. Ini kenyataan yang benar Im YoonA. Ini benar-benar kenyataan yang menyakitkan. Segala sesak di dadanya ia tumpahkan dalam tangis yang semakin kencang. Rasanya seperti ada lubang yang dalam di hatinya. Ini sesak!

Ini begitu menyakitkan? Benarkan?

“Rasanya aku ingin menghilang saja atau tidak tenggelam dari dunia ini,” lirihnya.

Flashback~

“Yoona-ssi, kau adalah kekasih Sehun oppa kan?”

Yoona menoleh dan tersenyum manis. “Memang. Dan itu hanya dulu, sekarang sudah tidak lagi.” Jawabnya enteng. Well, sekarang mereka sedang berada di sebuah café yang mereka datangi untuk membicarakan sesuatu yang penting dan ini juga permintaan Krystal. Tapi, dengan ikhlas, Yoona menurutinya. Ia berpikir mungkin, hal yang dibicarakan Krystal juga penting dan tidak bisa dilewatkan begitu saja.

“Kenapa kau tidak bicara yang sesungguhnya pada Sehun oppa?”

“Untuk apa? Kenapa kau masih saja bertanya, eoh? Selama ini, aku sudah melihat Sehun oppa bahagia, jika aku sudah melihat itu, maka aku akan baik-baik saja dan menerimanya dengan baik Krystal-ssi. Dia sudah menemukan seseorang yang tepat untuk menemani hidupnya kelak, dan kau adalah orang itu Soo Jung-ssi,”

Astaga. Apalagi kedustaan yang dibuat oleh Yoona? Sangat bohong jika ia mengatakan kali ini bahwa dia dalam keadaan baik-baik saja. Seperti permainan, dan itu juga tidak baik. Lagipula, Sehun masih punya hati dan pikiran bukan? Mungkin saja, ia masih bisa mengingat Yoona dimasa lalunya.

“Oke. Memangnya kau sanggup jika aku merebut Sehun oppa darimu?”

Krystal memandang kearah Yoona dengan tajam, hal tersebut malah membuat Yoona terkekeh pelan. “Hey Soo Jung-ssi, dengarkan aku?” Yoona memegang kedua bahu itu sebelum akhirnya ia melanjutkan perkataannya. “Memangnya kau pikir aku yeoja seperti apa, yang tega menghancurkan kehidupan orang lain hanya dengan jentikan tangan saja? Aku tidak sejahat yang kau pikirkan Soo Jung, aku masih punya hati dan memikirkan perasaan orang tersebut. Lagipula, dan setelah kupikir, Sehun oppa juga bahagia ketika bersamamu.” Lanjutnya seraya mengangkat bahunya pelan. Ia menjawab dengan begitu enteng, tapi yang ada diucapannya tidak ada artinya juga. Semua itu salah, ini menyesakan. Sepertinya, Yoona terjebak dalam masa lalu.

Gogomawo Yoona-ssi,”

Yoona mengangguk dan berjalan kearah toilet. Apa yang kalian akan tebak setelah ini? Apa yang akan Yoona lakukan selanjutnya? Menangis? Oh, itu alasan yang begitu logis untuk membuktikannya.

Flashback off~

“Oppa, otteokhe? Aku sangat mencintainya!” Yoona menangis pilu dalam pelukan Myungsoo. Sedangkan Myungsoo hanya bisa mengelus rambut Yoona dengan pelan dan penuh dengan kasih sayang.

Uljima Yoong-ah. Masih banyak yang mencintaimu, termasuk eomma dan aku.”

Jujur saja. Myungsoo sudah cukup tahu sejak lama dan dia sudah tahu diri dari dulu bahwa ia tidak akan pernah bisa menggantikan posisi Sehun dihati Yoona, tapi selama ini ia juga tidak pernah menyerah untuk meyakinkan hati gadis itu bahwa ia sanggup untuk membahagiakannya. Sudah berapa banyak kata cinta yang Myungsoo lontarkan dengan setulus hati untuk Yoona? Tapi, tetap saja ia menolak. Sakit memang –ah salah, sangat sakit. Tapi, ia sudah berani beresiko bahwa ‘berani mencintai dan berani menanggung resiko tersakiti’ Err, bukankah itu benar? Kalau kita ingin mencintai dan siap mencintai seseorang itu, berarti kita juga harus siap tersakiti!

***

Yoona diam terpaku. Matanya benar-benar memanas dan tak bisa dibendung lagi –sepertinya. Sepertinya airmata nya seolah tak pernah habis, padahal sudah berulangkali keluar bukan? Yoona selalu menyeka airmata itu dengan kasar. Saat ini ia tidak boleh menunjukan bahwa ia menangis. Ia harus tersenyum, orang-orang disana tidak boleh tahu, bahwa karena acara pernikahan ini ada yang tersakiti disana. Ya, tersenyum –melihat Sehun di depan altar bersana gadis.. Err, Krystal bukan dirinya.

Memory otaknya kembali berputar saat dirinya dan Sehun sama-sama memimpikan kejadian ini. Saat Sehun menikahinya, saat Sehun memakai tuxedo warna putih menunggu dirinya yang saat itu memakai gaun pengantin warna putih yang juga ia rancang. Cih! Ini benar-benar sangat bodoh! Umpat Yoona dalam hati.

Mata Sehun memandang Yoona seolah menyiratkan bahwa meminta Yoona agar menggagalkan pernikahan ini. Tapi, Yoona malah membuat wajahnya dan menelan ludah kelu.

Krystal mulai berjalan menuju altar. Lagu pernikahan sudah mulai terdengar mengalun dengan begitu indah mengiringinya. Demi tuhan, Sehun berdoa agar pernikahan ini tidak pernah ada dalam alur kehidupannya. Ia di gugat rasat bingung dan bimbang, haruskah ia membatalkan pernikahan ini? Pernikahan suci, sebenarnya pernikahan adalah tempat dimana kedua pasangan yang saling mencintai mengikat janji mereka di sana, tempat mereka membuat kehidupan dimasa depan dengan begitu indah. Tapi? Sepertinya, ini tidak cocok dibilang pernikahan suci.

Sehun mencintai Yoona, dia mencintai gadis itu, tapi sekarang ia dijodohkan dengan Krystal Jung? Jangan bersikap bodoh, Yoona adalah orang yang dicintai Sehun dan bukan Krystal. Lakukan sesuatu, jangan membuat orang yang kau cintai menunggu terlalu lama dan membuatnya semakin menderita. Buktinya, Yoona rela menunggu Sehun dan menantinya selama tujuh tahun ini dan Sehun tidak mau membuat Yoona akan sia-sia menunggunya.

Krystal kini telah sampai disampaing Sehun. Gaun pengantin yang digunakannya benar-benar menambahkan kesan cantik dalam dirinya. Make up tipis menghiasi wajah cantik yeoja bermata indah itu dan menambah aura cantik dalam dirinya. Di balik kain tipis yang menutupi wajahnya, sangat jelas bahwa ia sedang dalam keadaan yang gugup.

“Apakah anda Oh Sehun. Bersedia menerima Jung Soo Jung sebagai istrimu? Dalam suka maupun duka, sampai maut memisahkan kalian?”

Sang pendeta mulai bertanya pada Sehun. Wajah Sehun berubah menjadi gugup, matanya melirik sekilas kearah Yoona yang saat ini memandangnya dengan pandangan menyakitkan.

“A-aku.. Mianhae, aku tidak bisa!”

Semua mata yang tadinya focus dan mengharapkan sesuatu jawaban yang bagus kini pandangan mereka hanya tertuju pada Sehun, semua menatap bingung kearahnya. Apa yang terjadi pada Sehun? Sehun memandang kearah Krystal sekilas lalu melirik kearah Yoona. “Aku tak bisa menikah, sementar orang yang begitu aku cintai sedang menangis disana.”

Sehun menunjuk kearah Yoona, membuat tubuh Yoona yang tadinya menegang sekarang harus dipaksa menegang lagi. Sungguh, Sehun tak sanggup jika harus seperti ini. Ia tak mau egois, ia tidak mau membuat gadisnya terluka kembali.

“Sehun oppa benar! Aku tak sanggup bersikap seolah-olah menutup mata kalian dengan kejadian yang sebenarnya. Tempat ini, tempat yang sekarang aku pijaki seharusnya diisi oleh dia –Im Yoona,” ujar Krystal tegas.

Semua mata kini memandang Yoona, membuat airmata itu kembali meleleh dengan sempurna. Takdir apa lagi ini tuhan? Ataukah kau sedang berbuat baik pada Yoona? Krystal berjalan kearah Yoona, meninggalkan altar. “Aku tak berhak merampas kebahagiaan seseorang yang mempunyai hati sehalus kain sutra dan mempunyai hati yang begitu putih bersih. Aku merasa sangat jahat jika harus membuatmu tersiksa selama ini, hatimu begitu murni. Aku tak pantas mengambil tempat ini, karena tempat ini adalah tempatku.. Yoona-ssi,”

Yoona menggigit bibir bawahnya dengan kuat, ia melayangkan padangannya bahwa Sehun menatapnya sembari tersenyum. Pandangan Yoona kembali terfokus pada Krystal. “Gomawoyo, Krystal-ssi,” ujarnya pelan.

***

“Dengan ini, kalian sah menjadi sepasang suami-istri. Anda boleh mencium pasangan masing-masing,”

Sehun mulai membuka kain yang menutupi wajah manis dan cantik milik Yoona. Sehun menyeringai menyebalkan. “Maaf ini terlambat, tapi sesungguhnya ini akhir yang kau impikan bukan? Hmm, saranghae chagi ya~” Sehun mencium lembut bibir itu.

Nado oppa,”

Hari ini, detik ini, menit ini, dan seterusnya dam juga dihadapan Tuhan mereka telah saling berjanji untuk bersama dan selamaya..

***

“Bagaimana keadaanmu Krystal-ssi?”

Krystal membalikan tubuhnya dan memandang kearah orang yang mengajaknya berbicara.

“Entahlah. Rasanya sedih, tapi juga membahagiakan,”

Orang tersebut –Myungsoo tersenyum dan mendudukan tubuhnya disamping Krystal. “Aku juga merasakan hal tersebut.”

“Ah, mengingat kau selalu bersama Yoona di butik. Kurasa kau menyukainya, benar bukan?”

Myungsoo menggeleng. “Lebih dari itu, aku mencintainya, ah, dia hidupku.” Jawabnya seraya menaikan bahu. Krystal tersenyum.

“Bagaimana dengan keluargamu? Apakah mereka marah besar? Atau tak marah padamu?”

“Eomma dan Appa ku marah besar. Tapi, aku sudah menjelaskan yang sebenarnya pada mereka dan membuatnya mereka. Sedang keluarga Oh? Err, sepertinya mereka tidak keberatana sama sekali, lagipula keluarga Im dan Oh juga sudah mengenal sejak lama. Mengingat itu, aku merasa seperti pecundang saja,” Krystal hanya terkikik geli ketika menjelaskannya.

“Kenapa kau melepas Sehun?”

“Karena itu sudah harus aku lakukan. Lagipula Yoona-ssi sudah cukup menderita selama ini. dia mencintai Sehun lebih dulu dari ku. Jadi, tak ada alasan untuk mempertahankan hubungan tak masuk akal ini. Dan, sejak aku mengenal Sehun oppa, aku sudah sadar bahwa ia sudah memiliki seseorang yang dicintai.”

Myungsoo hanya tersenyum tipis menanggapinya. “Yah, itulah takdir. Mereka sudah ditakdirkan dan kita tidak usah merusaknya,”

Krystal mengangguk, “bagaimana rencanamu selanjutnya?”

“Sepertinya aku akan mencari cinta baru, ya walaupun mungkin tak akan ada yang bisa menggantikannya. Kau?”

“Aku akan kembali ke San Fransisco, Negara kelahiranku. Dan sama seperti kau, mencari seseorang yang membuatku akan lupa dengan Sehun oppa.”

Keduanya sama-sama melempar senyum. “Semoga kau bahagia,”

“Kau juga,”

END

Haii Readersdeul~ Author yang paling rusuh kambek!! Ada yang kangen gak? *kagak!* yaudah deh. Aku minta beberapa kok dari Readersdeul, leave you RCL Please. Dan juga comment-nya, karena komentar kalian adalah sumber semangat dan motivasi Author untuk menjadi lebih baik :D…

7 thoughts on “[OS] Don’t say Goodbye

  1. Critanya bagus. Aigoo, aku pkir bkal sad ending.. Eh trnyata happy ending, yeaaayyy😀
    yoonghun jjang!!
    Hahaha, Tao nemanin Yoona nangis tuch😉 #cup.cup.cup.oppa
    Keep writting thor!
    *pamit bareng Lay*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s