A Strange Pair

A Strange Pair

©kiyomizumizuki, 2014

Starring by :

Kris Wu – Im YoonA

Oneshot || Teen || Comedy and Romance

Plot and story is mine. I’m sorry if there same any title or characters. Main cast belong to God, their parents, and their agency. I’m sorry if there’s any same title or characters. Sorry if you find typo(s)

***

Bagaimana kalau keras kepala akan bertemu dengan keras kepala?

Apa yang sekarang berada di pikiranmu jika dua manusia yang sama-sama memiliki sifat keras kepala akan di pertemukan dalam sebuah takdir kehidupan?

Yup. Pasti hubungan mereka tidak akan bertahan lama dan juga mereka tidak bisa menahan ego masing-masing. Dan mereka juga tidak akan bersatu. Akankah jika seseorang pernah merasakan hal itu dan dia juga tidak akan nyaman dengan gadis yang juga memiliki sifat keras kepala dan egois? Pasti mereka akan mempertahankan ego masing-masing dan tidak ada yang mau mengalah!

Tapi tidak dengan Im Yoona dan Kris Wu. Kedua manusia itu sama-sama memiliki sifat yang ternyata sama-sama egois, jaim, dan mempunyai harga diri setinggi langit, dan sulit untuk mengalah. Padahal diawal pertemuan mereka baik-baik saja bukan? Malah Yoona penuh kecerian disana, ternyata di juga memiliki sifat egois –sama seperti Kris. Yup, manusia pasti punya sifat yang berbeda-beda dan ada juga yang sama.

Pria bermarga Wu itu tahu persis sifat seorang yeoja bermanik mata cokelat caramel itu. Yang sekarang memakai wajah setia suram. Dimulai dari sifat buruknya yang sebenarnya sama dengan dirinya, lalu cara berpikir gadis itu juga kadang masih seperti anak kecil dan segalanya. Padahal dia gadis yang ceria dan dewasa di awal pertemuan mereka yang di hadiri oleh rasa iseng Kris untuk menganggu gadis itu.

Kris Wu tahu segala sesuatu tentang Im Yoona.

“Yang pasti sekarang aku benar-benar marah padamu,” kata Yoona ketus tanpa menoleh pada Kris yang sekarang mengekor di belakangnya dengan mendorong trolly belanjaan. Saat ini mereka sedang berada di supermarket.

“Aku tahu,”

Alis Yoona terangkat kesal setelah mendengar jawaban Kris. Jika Kris sekarang tahu bahwa sekarang Yoona sedang marah padanya dan dia bukannya meminta maaf padanya, seharusnya di segera mengucapkan kata ‘maaf’ bukan? Yoona mengerang kesal dalam hati. Apakah pilihanku sekarang tidak salah? Batin Yoona bertanya-tanya.

Oh dan ternyata dia baru ingat sekarang bahwa Kris Wu sangat anti untuk mengucapkan kata minta maaf. Ayolah, namja yang mempunyai sifat dingin nomor satu ini tidak mungkin mengucapkan kata ‘maaf’. Bahkan untuk yeojachingu-nya sekalipun, ia tidak mau. Mereka harus ada yang mengalah! Tapi? Tetap saja bukan? Mereka mempunyai sifat yang sama? Well, sebenarnya pertemuan mereka beberapa bulan setelah kejadian di taman itu dan mereka bertemu di kantor membuat hubungan keduanya semakin dekat dan pada akhirnya Kris menyatakan perasaannya kepada Yoona.

“Kalau kau tahu, kenapa kau masih saja diam?” suara Yoona tampak rendah dan menandakan bahwa dia sungguh kesal. Tangannya menggapai-gapai garam yang terletak di ujung paling atas dan tentu dia harus berjinjit untuk mengambilnya. Sangat memaksanya.

Baru saja dia akan menggapai garam itu seraya bersusah payah sebelumnya. Namun sebuah tangan sudah mengambilnya lebih dulu. Yoona melirik malas kea rah Kris. “Kalau kau tidak bisa menggapainya kenapa tidak memintanya sedaritadi? Aku tahu tadi sedikit memaksamu untuk berjinjit,”

Yoona mendengus kesal dan kembali berjalan untuk membeli keperluan belanja dapurnya. Gadis berambut coklat tua itu itu masih saja setia memasang mimik wajah merengut dan yang sangat terlihat.

Jelas saja ia marah, bagaimana tidak? Sekitar dua hari yang lalu –walaupun mereka satu kantor dan tetap saja tugas Kris lebih berat daripada Yoona bukan?– Kris berjanji padanya untuk menemaninya belanja, tapi ternyata gagal karena secara mendadak ada meeting yang harus Kris ikuti dan tidak dapat di batalkan begitu saja. Ya, mungkin ini hanya masalah kecil bagi kita, tapi tidak bagi seorang bagi yeoja yang mempunyai nama asli Im Yoona yang egois.

Kris menggeleng-gelengkan kepalanya malas melihat tingkah Yoona yang benar-benar seperti anak kecil yang tidak dapat permen lollipop. Ck, hanya masalah kecil seperti itu saja sudah membuka kekasihnya ngambek seketika dalam hitungan detik setelah Kris ada meeting mendadak. Padahal, hari ini sebenarnya ia akan menebus janjinya dua hari yang lalu.

“Baiklah, jadi setelah ini kau ingin aku bagaimana?” tanya Kris.

“Kau seharusnya meminta maaf padaku, atau setidaknya mengucapkan beberapa kalimat manis untuk membujukku agar tidak marah lagi. Dasar manusia aneh!” gerutu Yoona yang kali ini sudah berjalan disamping Kris sambil turut mendorong trolly yang sudah penuh oleh kebutuhan belanja untuk dapurnya yang selama ini kosong untuk bulan kedepan.

Kris sedikit mengerutkan keningnya saat mendengar jawaban Yoona saat mendengar kata ‘manusia aneh’

“Hm. Aku sudah menepati janjiku untuk menemanimu belanja saat ini, jadi meminta maafnya tidak perlu.” Berkata santai sambil melirik sekilas kepada yeojachingu-nya. Terlihat wajah Yoona yang semakin menekuk.

“Tapi, kau berjanji untuk menemaniku belanja dua hari yang lalu, dan kau baru menepatinya hari ini. Itu sama saja dengan kata lain kau ingkar janji, jadi tidak perlu kau sangkal.”

“Kalau ingkar janji, mana mungkin aku disini menamimu belanja?” Kris yang tidak terima dituduh ingkar janji pun kini menyuruakan pendapatnya. Ingkar janji? Astaga, yang benar saja. Ia tidak ingkar janji, ia hanya mengganti harinya salah? Apakah itu salah? Menurutnya, yang terpenting adalah dia sudah berjanji lalu menepatinya walaupun di kemudian hari.

Lagipula, seorang pria sejati tidak akan pernah ingkar janji!

Oh, Kris Wu benar-benar tidak mau mengalah dan mengaku bersalah. Mahal. Sangat mahal.

“Oh ya? Kau memang Tuan banyak alasan,” Yoona menatap kesal pada Kris yang saat ini mengangkat alisnya tinggi-tinggi karena kesal beserta heran akan sifat yeojachingu-nya yang sungguh mengesalkan.

Keduanya saling beradu pandangan kesal sampai pada akhirnya saling membuang muka masing-masing. Yoona berjalan lebih dulu menuju kasir disusul dengan Kris yang ada di belakangnya. Benar bukan? Mereka tidak mau mengalah satu sama lain.

Yup. Kalian tahu sendiri bagaimana sifat Kris Wu, namja ini bukankah tipe orang yang suka membujuk kekasihnya hanya dengan seuntaian kata-kata manis dan memabukan, sehingga membuatnya dapat bersemu merah. Ia juga bukan pangeran berkuda putih yang akan tetap mengejar gadisnya dengan membawa sebuket bunga mawar. Dan juga, itu hanya untuk sebuah kata ‘maaf’ –yang menurutnya terasa sedikit aneh, itu hanya kata bukan? Kosa kata.

Jangankan melakukan hal seperti itu, mengucapkan kata ‘maaf’ saja ia tidak akan rela. Yup, dialah si Namja yang mempunyai sikap dingin nomor satu.

Jadi jangan berharap jika seorang Kris Wu akan meminta maaf. Sekalipun itu untuk kepada seorang Im Yoona.

Lalu?

Apa kalian juga berharap bahwa seorang Im Yoona akan dengan senang hati memaafkan Kris Wu?

Oh dan oh, itu juga tidak akan terjadi. Dan jangan lupa dengan kata-kata ini, jangan terlalu berharap.

Gadis ini tidak akan pernah bisa memaafkan Kris jika laki-laki itu belum mengakui kesalahannya dan letaknya itu dimana. Atau setidaknya, mengucapkan kata maaf terlebih dahulu.

Yasudahlah. Pasangan aneh. Sama-sama memiliki keras kepala dan egois.

Yoona menatap heran pada dua barang yang ada di trolly ketiga pertugas kasirnya mengeluarkan barang-barang tersebut dari trolly. Mata cokelat tua nya melebar kala dia mendapati sebuah barang yang sebenarnya tadi ia tidak beli.

Yoona menoleh kepada Kris yang disampingnya dengan pandangan dengan banyak tanda tanya berkelebat di otaknya. “Apa?” merasa di awasi Kris bertanya malas pada Yoona Rupanya, Kris sudah badmood lebih dulu setelah pertengkarang mereka tadi.

“Kau yang membelinya?” Yoona menunjuk kearah sebuah kotak ice cream berukuran jumbo. “Ne,” Kris menganggukan kepalanya malas. “Kenapa kau membelinya? Bukankah kau tidak menyukai ice cream?” Yoona kembali bertanya dengan nada yang cukup penasaran dengan adanya ‘penampakan’ ice cream yang tiba-tiba masuk dalam daftar belanjanya.

Kris menghembuskan nafas kesal sekaligus sedikit geli dengan wajah Yoona yang terlihat imut saat gadis itu sedang kebingungan. “Babo, aku membelinya untukmu!”

“Eh?” Yoona semakin dibuat bingung.

Kris menghela napas dan, tuing!

Disentilnya hidung mancung milik Yoona. “Ayo, cepat jalan kau membuat antrian menjadi panjang di kasir ini dan juga terlalu lama menunggu,” Yoona segera mengambil barang belanjaannya dan berjalan cepat saat menyadari ada tatapan kesal kearahnya, oh ternyata karena kepolosan Yoona tadi membuat banyak pengunjung memandangnya dengan sebal.

Kris tertawa kecil melihat wajah Yoona yang merona malu. “Err, kenapa kau tidak memberitahuku sejak tadi kalau kau sudah membayarnya?” gerutu Yoona sambil berjalan menuju mobil Kris.

“Aku sudah memberitahumu, tapi kau malah lebih terlihat asyik memandangi wajah tampanku ini,” narsis Kris dan mendapatkan jitakan gratis dari Yoona. “Dasar manusia aneh!”

“Dan kau menyukai manusia aneh sepertiku,” Kris mulai men-starter mobilnya. Bola mata hitamnya melirik sekilas kearah Yoona yang memandanginya. “Waeyeo? Kenapa sedaritadi kau terus saja memandangku sejak tadi?” tanya Kris kesal, dia merasa risih dengan tatapan Yoona padanya. Seperti ada sesuatu yang misterius ingin Yoona ketahui dalam diri Kris, padahal mereka sudah saling terbuka.

Ani. Aku hanya heran, kenapa tiba-tiba kau membelikan ice cream untukku? Kau kan sekarang melarangku untuk makan ice cream?” dari intonasi cara Yoona berbicara saja sudah penuh dengan tanda tanya. Kris tertawa kecil seraya sebelah tangannya mengacak-acak gemas surai cokelat tua milik gadis cantiknya.

“Aku pikir, kau juga sudah lama tidak makan ice cream. Jadi, aku membelikanmu.”

Jinjja?” mata Yoona terlihat berbinar-binar seketika ketika mendengarnya. Kris tidak menjawabnya melainkan hanya bisa tertawa. “Gomawoyo,”

Cup~

Yoona mengecup dengan sayang dan cepat tepat di pipi bagian kanan milik Kris. “Jadi, kau tidak marah lagi padaku?” tanya Kris dengan nada jahil. Kepala Yoona menggeleng-gelengkan dengan mantap. “Tentu saja sudah tidak!” suara ceria Yoona mulai terlihat dan begitu antusias saat menjawabnya.

 

 

***

Sebenarnya kata maaf itu tidak terlalu penting dan hanya sebagai formalitas saja tanpa memahami dan meresapinya lebih dulu.

Justru, perlakuan special-lah yang terkadang dapat meluluhkan hati seseorang yang dipenuhi dengan amarah.

.

.

.

Dan bagi Kris maupun Yoona, kata maaf itu akan ia rela ucapkan kala saat dia sudah mulai mati dan untuk terakhir kalinya. Demi tuhan, orang aneh dan –sebenarnya mungkin idiot ini memang tidak akan mau mengucapkan kata-kata maaf.

Lagipula, sebenarnya mereka adalah pasangan yang unik. Mereka bukan sepasang kekasih yang akan melontarkan kata-kata manis maupun memabukan yang sering muncul dalam drama. Mereka juga bukan pasangan yang rela mengucapkan kata maaf seraya berlutut di tengah rinai hujan, dan ingat! Hanya untuk sebatas kata maaf saja!

Mereka adalah mereka.

Sepasang kekasih Aneh yang dipenuhi dengan kejutan dan kisah aneh keduanya. Dan karena mereka juga –aneh, maka cara permintaan maaf pun juga harus dengan cara aneh ataupun dengan cara abnormal. Seseorang mempunyai cara tersendiri untuk meluluhkan hati seseorang yang beku.

Pasangan unik. Walaupun aneh.

END

19 thoughts on “A Strange Pair

  1. Pasangan unik walau aneh😀
    aigoo, tp so sweet jg pasangan 1 nheg yg memiliki sifat ego tinggi n keras kpala yg sama🙂
    keep writting thor!!

  2. Interesting story (y)
    Untuk semua ff yang author buat, yang masih hanya teaser ataupun prolognya saja, segera dipost ne chapter 1 nya🙂
    Keep writing ..
    Fighting! ^^

  3. Daebak thor, daebak.. Pasangan yang aneh, bukan bukan aneh. Tapi unik. Mereka ngungkapin rasa cinta dengan cara mereka sendiri. Suka banget sama alur nya. Ditunggu karyanya yang lain thor. Semangat!!!

  4. Ceritanya unik sesuai judulnya. Suka banget sama pairing ini. Ceritanya juga asik dan lucu. Ditunggu karya yang lainnya ya authornim. Hwaiting

  5. huwahh, suka ide crtanya.. mrka adlah mrka. tdak perlu kata2 manis,tp dgn mrka bersikap sprt itu ajah mrka sudah terlalu manis. ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s