LOVE

LOVE

a fanfiction by C.Youra Yukiko | main casts  IM YOONA # KWON YURI # JESSICA JUNG # TIFFANY HWANG # SUNNY LEE # LEE DONGHAE # NICKHUN # LEE HYUK JAE # LEE SUNGMIN # CHO KYUHYUN

Genre # ROMANCE # SIBLING # FRIENDSHIP |

Rating # PG-15

Disclaimer #  This is story is my own. Cast belong’s god. Please don’t bash and don’t be Silent Readers. PLAGIATOR NOT ALLOWED!!

Yeoja cantik itu masuk kedalam sebuah ruangan dengan setumpuk dokumen diatas tangannya hingga membuat namja berjas yang duduk dikursinya mendongakkan kepalanya. “Ya.” Teriaknya lalu berdiri kemudian mengambil dokumen. “Kenapa membawa dokumen sebanyak ini?” marahnya.
Yeoja cantik itu tersenyum. “Ini pekerjaanku, sanjangnim.”
Namja itu tersadar. “Aah, kau benar. Mian.”
Yeoja itu mengangguk. “Lalu dokumen tentang apa ini?”
“Tentang kerja sama dengan perusahan eL corp dan juga BSM Corp.” Namja itu mengangguk sambil melihat isi dari dalam map tersebut lalu menarik yeoja itu agar duduk dibangkunya kemudian dirinya berjalan kebelakang lalu memijatkan pundak yeoja itu. “Kau pasti lelah.”
Yeoja itu tersenyum. “Ini sudah menjadi pekerjaanku.”
“Tapi tetap saja, setiap hari membawa dokumen sebanyak ini. Lalu menerima telepon tanpa henti.”
“Kyuhyun-ah, jangan berlebihan.” Giliran namja itu tersenyum.
“Aigoo, akhirnya aku mendengar kau memanggil namaku sayang.”
Yeoja itu memutarkan matanya lalu melepaskan tangan namja itu dari pundak namja itu. “Kau sedang menggodaku ya?”
Kyuhyun mengeluarkan cengirannya. “Wae? Apakah tidak boleh?”
“Ingat ini kantor, Kyu.”
“Aku tahu. Tapi kau harus ingat, kau adalah tunanganku. Liat jemarimu, sudah ada cincin pasangan kita.” Terang Kyuhyun memainkan jemarinya.
“Arrasseo.”

“MONYEET GILA.” Teriak yeoja cantik pada ponselnya dan berhasil membuat orang-orang disekitarnya menoleh kearahnya.
“Ya. Tidak perlu berteriak seperti itu, bodoh.”
“MWO? Kau bilang aku bodoh. KAU MAU KUCERAIKAN.” Teriak yeoja itu lagi.
Namja disebrang sana hanya menghela nafas. Setiap kata cerai itu keluar namja itu hanya mengalah. “Mian,mian. Aku hanya sedang kejar deadline.”
Yeoja itu yang awalnya terlihat kesal langsung menghela nafas. “Aku sudah di bandara. Apa kau tidak berniat menjemput istrimu yang cantik ini?”
Namja itu menepuk dahinya. “Mian, yeobo. Bisakah kau pulang dengan taksi? Aku tidak sempat menjemput.”
“Arrasseo. Aku akan pulang sendiri dan jangan harap saat kau pulang aku akan membukakan pintu untukmu, LEE HYUK JAE.” Ujar yeoja itu lalu memutuskan sambungan dnegan kesal.
“Seharusnya dia bilang dari awal kalau dia tidak bisa menjemput.” Gumam yeoja itu lalu memasukkan ponselnya kedalam tas kemudian menarik kopernya.

Seorang yeoja mendengus melihat namja yang sedari tadi sibuk memotret. “Apa kau tidak memiliki waktu istirahat? Ini sudah hampir makan siang.”
“Sebentar lagi. AKu harus menyelesaikan pemotretan ini hanya hari ini.”
Yeoja itu memutarkan matanya. “Ayolah, kesehatanmu lebih penting dari memotret yeoja-yeoja itu.”
“Kalau kau sudah lapar, kau bisa makan duluan.” Ujar namja itu dingin dan berhasil membuat yeoja itu membelalakkan matanya.
“Kau mengusirku, Lee Donghae?” Mendengar itu namja itu menghentikan kegiatannya lalu menoleh kearah yeoja yang menatapnya dengan tatapan kesal sekaligus marah.
“Aku tidak mengusirmu. AKu hanya menyuruhmu makan duluan.”
“Terserah kau saja, aku tidak perduli lagi.” Ujar yeoja itu mengambil tasnya kemudian pergi meninggalkan namja itu.
Donghae menghela nafas lalu kembali melakukan pemotretan. “Kita lanjutkan.”

Terlihat seorang yeoja yang menyeruput hot coffenya disebuah kafe sambil membaca majalah fashion namun sekali-sekali ia meraih pensil yang ada diatas mejanya lalu kembali menggambar benda-benda furniture seperti lemari atau lampu.
“Aku akan pulang larut malam ini.” Suara lelaki yang begitu ia cintai terus terngiang  ditelinganya. Yeoja cantik itu menghela nafas. Ia merasa takut karena akhir-akhir ini suaminya selalu pulang larut malam. “Ah, semoga gossip itu tidak benar.”
“Kau sedang galau ya?” Yeoja itu mendongak dan mendapati sahabatnya menatapnya heran kemudian mengangguk.
“Begitulah.”
“Gara-gara Nickhun oppa pulang larut?”
Yeoja itu kembali mengangguk.
“Sungmin oppa juga begitu.” Ujar yeoja mungil itu lalu duduk didepan yeoja itu. “Sampai-sampai aku harus mengurus kafe ini sendirian.”
“Apa pekerjaan mereka sangat banyak? Aku lihat Kyuhyun yang juga direktur utama tidak sesibuk mereka.” Ujar yeoja cantik itu dan dibalas anggukan oleh yeoja mungil itu.
“Sunny, aku pesan makanan dan minuman yang sering aku pesan.” Ujar seorang yeoja dan berhasil membuat dua yeoja yang duduk itu mendongak.
“Oh, Sica-ah.” Ujar keduanya.
“Kau bisa langsung memesannya di kasir.” Ujar yeoja bernama Sunny sarkartik.
“YA. LEE SUNKYU.” Teriak yeoja itu dengan suara lumba-lumbanya.
Sunny menghela nafas. “Arrasseo.” Ujarnya lalu beranjak dan kemudian yeoja yang baru datang itu menduduki kursi yang Sunny duduk.
“Kau kenapa?”
“Lee Hyukjae, Monyet sialan, Suami tidak berperasaan itu melupakan kalau Istrinya yang cantik ini baru pulang dari Paris.” Terang Jessica kesal.
Yeoja itu terkekeh. Sahabatnya itu benar-benar narsis, ah bukan hanya sahabatnya didepannya itu tapi seluruh sahabatnya adalah orang yang narsis termasuk yeoja yang paling muda dari mereka semua.
“Aku kira kenapa.”
Jessica melipat tangannya kesal. “Apa semua namja didunia ini tidak peka? Kenapa mereka selalu melakukan apapun yang mereka mau tanpa memikirkan perasaan wanita.”
“Tapi tidak bagi Kyuhyun. Dia berbeda dari yang lain.” Sahut Sunny dengan nampan ditangannya.
“Lee Sunkyu, hari ini kau terus membela Kyuhyun. Ada apa? Karena dia adalah sepupumu.” Ujar Jessica sakartik.
“Tapi itu benar kenyataannya. Lihat saja si paling muda, dia selalu diperhatikan oleh tunangannya.”
“Berlebihan seperti Kyuhyun juga tidak menyenangkan.” Sahut yeoja itu.
“Tiffany Hwang.” Bentak Sunny dan membuat yeoja bernama Tiffany itu hanya mengeluarkan cengirannya.
“Tapi tetap saja, seluruh namja selalu melakukan apapun yang mereka mau tanp memikirkan perasaan wanita. Terutama Lee Hyukjae si namja yadong yang selalu mengajak melakukan hubungan setiap malam.” Ujar Jessica kesal.
Hingga tiba-tiba seorang yeoja duduk disebelah Tiffany lalu menghempaskan tasnya di atas meja. “Aku benci namja bernama LEE DONGHAE.” Ujarnya kesal.
Aigoo, sepertinya keempat yeoja itu terlihat kesal dengan pasangannya dan dua dari empat itu yang paling parah.
“Kau kenapa?”
“Lee Donghae. Namja sok Cassanova itu mengabaikan istrinya yang cantik ini dan sibuk dengan pemotretan para yeoja sok sexy itu. Apa dia lupa? Tubuh istrinya lebih sexy dari tubuh para yeoja itu.”
Benarkan yang aku bilang. Para yeoja itu memiliki tingkat narsis yang sangat tinggi.
“Sepertinya hari ini para suami bersaudara mengesalkan hati istrinya.” Sahut Tiffany.
“Ya, suamiku tidak ya.” Protes Sunny.
“Ah.” Ujar Jessica sambil tersenyum. “Bagaimana kalau malam ini kita bersenang-senang?”
“Maksudmu? Party?” terang Tiffany.
Jessica mengangguk.
“Jessica Jung, kita tidak boleh bersenang-senang tanpa suami.” Sunny bersuara.
“Aku setuju.” Yuri bersuara. “Kita harus bersenang-senang dan melupakan para namja tidak tahu diri dan menyebalkan itu.”
“Oh ayo la. Mala mini malam jumat. Waktunya bersenang-senang, Chingu.”
“Baiklah.” Tiffany dan Sunny akhirnya menyetujuinya.
“Beritahu Yoona tentang hal ini, sekaligus kita merayakan pertunangannya yang tidak sempat dirayakan.” usul Yuri.
Tiffany meraih ponselnya dan mencari kontak ‘Yoongie.’

^1^

Pasangan itu terlihat bercumbu sesekali terdengar decitan. Mata keduanya tertutup seakan benar-benar menikmati kegiatan mereka. Hingga tiba-tiba terdengar suara ponsel namun tidak menghentikan kegiatan mereka. Suara ponsel terus memanggil membuat sang yeoja mendorong tunangannya pelan lalu meraih ponselnya didalam saku.
Sang namja mendengus kesal. “Nugu?”
“Fanny eoni.” Ujar yeoja itu lalu mengangkat ponselnya. “Yeobseyo, wae eonni?”
“Kau dan Kyuhyun sedang berciuman ya?” Ujar Tiffany dan terdengar suara histeris para yeoja disebrang sana.
Blush. Wajah Yoona seketika memerah. “Aniyo.”
“Gotjimal. Lalu darimana saja kau sampai tidak mengangkat ponselnya.”
“Mianhee eonni. Tadi aku dan Kyuhyun oppa sedang membahas dokumen perusahaan.”
“Aah, begitu. Kau sangat sibuk ya?”
“Aniyo, ini sudah selesai. Ada apa? Apa ada masalah?” tanya Yoona khawatir.
Tiffany terkekeh. “Gwencana, kami hanya ingin mengajakmu bersenang-senang malam ini. Yuri bilang ini untuk merayakan pertunanganmu yang belum dirayakan.”
“Aah begitu. Hmm, aku akan ikut. Di tempat biasakan?”
“Yup. Dan jangan sampai Kyuhyun tahu. Ini Ladies Party, okay dongsaeng?”
“Baiklah.”
“Aku tutup.”
“Nee.”
“Kenapa Tiffany menelponmu jam segini? Dia tidak tahu kalau kau sedang bekerja.” Protes Kyuhyun.
“Ani, dia hanya memberitahu kalau Eunhyuk oppa dan Jessica eonni kembali bertengkar dan memintaku untuk bicara dengan Eunhyuk oppa.”
“Aiish, apakah Jessica tidak bisa menyelesaikan masalahnya sendiri? Mereka sudah menikah tidak mungkin terus bergantung padamu, apalagi kita nanti akan menikah.”
“Eunhyuk oppa adalah kakakku oppa.”
“Aiish, itu bukan alasan yang tepat Lee Yoona.”
Yoona membenarkan pakaiannya. “Terserah oppa saja.” Ujarnya lalu keluar dari ruangan Kyuhyun.

*****

Yoona memoleskan bibirnya dengan lipstick berwarna merah muda lalu mengambil tasnya dan berjalan keluar kamar.
“Nona, anda akan pergi?” tanya seorang pelayan dirumahnya.
Yoona mengangguk. “Bilang pada Appa dan Eomma, aku pergi ke acara temanku. Bila oppadeul bertamu bilang saja seperti itu.”
“Lalu bagaimana dengan tuan Kyuhyun?”
Yoona memutarkan matanya. “Bilang saja aku pergi ke acara temanku dan semuanya para yeoja.”
“Baiklah nona.”
Yoona tersenyum lalu berjalan keluar rumah mewah kemudian masuk kedalam mobil yang tak kalah mewah.
“Ahjussi, antarkan aku ke tempat biasa kami berpesta.”
“Baiklah nona.”

Kyuhyun berdiri didepan pintu rumah keluarga Lee yang mewah. Namja itu terlihat berpakaian santai dengan baju kaus Polo dan paduan celana jeans.
“Oh, Tuan Kyuhyun.”
“Ahjumma, apa Yoona ada didalam? Aku sedikit khawatir dengannya, sedari tadi aku menelponnya tidak  di jawab.”
“Mianhamnida tuan. Nona Yoona sedang pergi.”
“Pergi? Kemana?”
“Lalu bagaimana dengan tuan Kyuhyun?”
Yoona memutarkan matanya.
“Bilang saja aku pergi ke acara temanku dan semuanya para yeoja.”
“Baiklah nona.”
“Nona pergi ke pesta temannya dan semuanya para yeoja.”
Kyuhyun menyipitkan matanya. “Ahjumma yakin.”
Park Ahjumma mengangguk. “Nee.”
“Kemana yeoja itu?” gumamnya sambil menatap ponselnya lalu mencoba menghubungi tunangannya.
“Tuan, lebih baik anda menunggu nona di dalam.”
Kyuhyun mengangguk dan kembali sibuk dengan ponselnya. “Kenapa dia tidak mengangkat telponku? Ini mencurigakan.” Ujarnya lalu masuk kedalam rumah.

Para yeoja terlihat bersenang-senang. Mereka menari-nari ditengah music yang berdentuman, sepertinya mereka sangat bersenang-senang dan ingin melupakan masalah mereka untuk sementara. Hingga satu per satu mereka menyingkir dan memutuskan duduk di kursi bar.
“Aigoo, akhirnya kita seperti ini.” Ujar Fanny.
“Aah, aku merindukan bersenang-senang seperti ini.” Ujar Jessica semangat.
“Sampai sebegitunya.” Terang Yoona.
“Ya, kau belum merasakannya saja. Bersiap-siap kau akan lebih parah dari yang kami rasakan.” Sahut Yuri.
“Eonni.” Rengek Yoona.
“Yoona-ya, sebagai kakak ipar yang baik. Kau harus menunda pernikahanmu dengan Kyuhyun.” Terang Jessica dan dibalas oleh Sunny.
“Waeyo? Kenapa kalian seperti ini?”
“Kau tahu, kau satu-satunya alasan kami untuk bisa melakukan ini nantinya.” Terang Tiffany Yoona hanya menggeleng melihat tingkah para eonninya sambil meneguk Vodka kesukaannya.

Di kediaman keluarga Lee, terlihat Kyuhyun terus berusaha menelpon tunangannya yang menghilang tanpa kabar.
“Kau disini?” Suara itu berhasil membuat Kyuhyun mendongak.
“Oh, SUngmin hyung.”
“Dimana Yoona?” tanyanya melihat sekeliling.
“AHjumma bilang dia pergi ke pesta temannya. Tapi dia tidak bilang padaku. Hyung, ada apa kemari?”
“Aah, aku hanya mengirim berkas untuk Appa. AKu masuk dulu.”
Kyuhyun mengangguk. “Lee Yoona kemana kau pergi?” ujarnya kesal.
Sungmin keluar lalu memutuskan duduk bersama Kyuhyun. “Kau benar-benar frustasi sepertinya.”
Kyuhyun mengangguk. “Yoona tidak pernah seperti ini sebelumnya.”
Sungmin mengangguk mengerti. “Aku akan coba hubungi istriku, mungkin dia tahu keberadaan Yoona?”
“Aah iya, aku lupa menghubungi sipendek itu.” Mendengar itu SUngmin menatap Kyuhyun tajam dan berhasil membuat namja putih pucat itu mengeluarkan cengirannya. “Ani hyung, aku hanya bercanda. Istrimu yeoja yang cantik.”
Sungmin menggeleng lalu sibuk dengan ponselnya dan namja itu menemukan hasil yang sama dengan Kyuhyun.
“Otte?” tanya Kyuhyun penasaran.
Sungmin menggeleng lalu kembali menghubungi istrinya.
Raut wajah khawatir terlihat jelas di wajah Sungmin. “Kemana dia?” gumamnya.
“Coba hubungi telpon kafe.” Saran Kyuhyun dan dibalas anggukkan oleh Sungmin.

“Chanyeol-ssi.”
….”
“Apa Sunny dan Yoona berada di kafe sekarang?”
“….”
“Eobseo? Jeongmal?”
“…”
“Dia tidak memberitahumu mau pergi kemana malam ini?”
“…”
“Hmm. Arrasseo, gomawo Chanyeol-ssi.” Sungmin melirik Kyuhyun lalu menggeleng.
“Aii, kemana kedua yeoja itu?”

Dua dari lima yeoja itu terus menari di lantai dansa. Tubuh keduanya berjoget, sesekali para namja mendekati mereka berdua untuk sekedar melihat keindahan tubuh mereka yang melekuk dengan iringan music.
“Mereka berdua benar-benar terlihat  frustasi.” Terang Tiffany pada Yoona dari meja bartender yang menatap Jessica dan Yuri.
Yoona mengangguk. “Sepertinya kedua oppaku tidak menjaga mereka dengan baik.”
Tiffany hanya mengangguk lalu melirik kearah Sunny yang tidak berhenti meminum minumannya. Ah, benar. Dari kelima yeoja itu Sunnylah yang paling kuat minum dan sama sekali tidak mabuk. Sama seperti sepupunya Cho Kyuhyun yang juga peminum ulung.
“Lalu kenapa denganmu eonni? Apa Sungmin oppa tidak menjagamu dengan baik juga?”
Sunny menggeleng. “Aku hanya merindukannya. Akhir-akhir ini dia selalu pulang larut malam.”
“Apa ini akan terjadi di kehidupan pernikahan?” tanya Yoona polos pada kedua eonninya.
“Ya.” Jawab keduanya kompak sambil mengangguk. “Kau akan merasakannya, ditambah lagi kau memiliki suami pencemburu berat seperti Kyuhyun. Aku rasa kau akan merasakan yang lebih parah dari mereka rasakan oleh kakak-kakakmu.” Sambung Tiffany.
“Aku jadi takut menikah.” Gumam Yoona membuat kedua eonninya menatap dirinya lalu kemudian saling melirik satu sama lain.

“Apa Jessica disini?” tanya Eunhyuk yang baru masuk rumah mewah.
Sungmin dan Kyuhyun menggeleng. “TIdak ada.” Jawab keduanya.
“Kalian yakin?” tanya nya. “Sica-ya.” Teriaknya dipenjuru rumah. “Yeobo, ayo kita pulang.” Teriaknya dan berhasil membuat Park Ahjummah keluar menemuinya. “Ahjumma apa istriku ada disini?”
Park Ahjummah menggeleng. “TIdak ada tuan.”
“Ahjummah yakin?”
Park Ahjummah mengangguk. “Tidak ada orang dirumah. Tuan dan Nyonya sedang pergi keluar kota, Nona Yoona juga sedang pergi ke pesta temannya. Hanya ada tuan Sungmin dan tuan Kyuhyun.”
Eunhyuk mendengus kesal. “Kalau begitu silahkan Ahjummah selesaikan pekerjaan Ahjumma.”
“Nee.” Eunhyuk berjalan dan memutuskan untuk bergabung dengan Sungmin dan Kyuhyun yang memiliki raut wajah khawatir seperti dirinya.
“Kalian berdua kenapa disini?”
“Sedang menunggu istriku/tunanganku.” Jawab keduanya kompak dan sibuk dengan ponsel mereka.
“Mereka kemana?”
Dengan kompaknya keduanya mengangkat bahu.
“Aiish, kemana yeoja itu?” gumam Eunhyuk kesal.
Tidak berapa lama, dua orang namjapun datang.
“Kalian melihat Yuri?” tanya DOnghae dan dibalas gelengan oleh ketiganya.
“Park Ahjummah bilang, dirumah ini tidak ada orang. Hanya tinggal kami bertiga dan Park Ahjummah.”
“Yoona juga tidak ada?” kali ini Nickhun bersuara.
Kyuhyun mengangguk. “Hyung, memangnya kenapa? Istri kalian tidak dirumah?”
“Jessica tidak sempat pulang kerumah setelah mendarat dari Paris karena aku lupa menjemputnya.” Terang Eunhyuk dan membuat yang lain mengangguk.
“Akhir-akhir ini aku sering pulang larut, mungkin Tiffany bosan.” Terang Nickhun dan kembali dibalas anggukan.
“Yuri merajuk padaku setelah aku menyuruhnya makan siang sendirian.”
“MWO? YA LEE DONGHAE.” Teriak Eunhyuk kesal. “Kenapa kau sampai menyuruh istrimu makan siang sendirian?”
“Ya. LEE HYUKJAE, Bagaimana denganmu? Kau sama sekali tidak menjemput istrimu yang baru pulang dari negara lain?”
Aigoo, kakak-beradik ini selalu bertengkar bila mereka bertemu seperti Tom and Jerry. Dan bila mereka sudah bertengkar, maka Sungmin dan Yoona yang akan melerai mereka.
“Sudah-sudah. Bukankah kita kesini mencari pasangan kita, jadi aku mohon jangan bertengkar.” Lerai Sungmin.
Kyuhyun hanya diam menatap kedua calon kakak iparnya yang bertengkar.

“Nugu?” tanya Kyuhyun
“Fanny Eonni.” Ujar yeoja itu lalu mengangkat ponselnya. “Yeobseyo, wae eonni?”
Kyuhyun melihat gerak-gerik tunangannya yang sedang menelpon.
“Aniyo.”
‘Kenapa wajahnya tiba-tiba memerah?’ batin Kyuhyun.
“Mianhee eonni. Tadi aku dan Kyuhyun oppa sedang membahas dokumen perusahaan….. Aniyo, ini sudah selesai. Ada apa? Apa ada masalah?”

Kyuhyun terus melihat gerak-gerik Yoona yang terlihat mencurigakan. ‘Kenapa harus berbisik?’
“Aah begitu. Hmm, aku akan ikut. Di tempat biasakan?”

Kyuhyun tersentak. “Dimana tempat para pasangan kita berkumpul?” Keempat namja itu dengan kompak menunjuk kearah bagian belakang rumah mewah ini.
“Selain itu?” Keempat namja itu menggeleng.
“Biasanya mereka berkumpul di belakang. Kau tidak lupakan bagaimana kesan pertama kami bertemu istri kami?” ujar Nickhun.
Kyuhyun mengangguk. Dia tidak akan pernah lupa, bagaimana tiga dari lima namja itu langsung jatuh cinta pada pandangan pertama pada pasangan mereka. Ya, yang berawal dari acara reuni kelima yeoja itu di kediaman keluarga Lee yang berhasil membuat Eunhyuk dan Nickhun yang saat itu adalah teman kuliah langsung jatuh hati kepada istri mereka saat ini. Perjuangan yang jatuh bangun mereka hadapi, terkecuali Lee Donghae. Bukan namja dingin itu yang mengejarnya, melainkan Kwon Yuri dimana Yoona dan Sungmin menjadi mak comblangnya hingga akhirnya pengejaran seorang yeoja seksi itu berhasil. Kemudian Lee Sungmin dan sepupunya, Sunkyu. Ah cerita cinta mereka bahkan lebih rumit dari yang lain. Pasangan itu awalnya saling tidak menyukai satu sama lain. Setiap bertemu mereka akan bertengkar dan saling berdebat.  Tapi entah kapan hingga akhirnya Kyuhyun mendengar kalau keduanya berkencan. Bahkan dari keempat namja itu, Sungmin yang paling tua namun Sungmin yang terakhir menikah. Lalu kisah cinta dirinya dan Yoona, aah bila mengingat itu pasti membuat namja itu tersenyum. Kisah cinta mereka yang terpendam. Ya, keduanya saling menyukai sejak mereka Junior High School akan tetapi mereka mulai berkencan setelah berpisah selama tujuh tahun. Pertemuan dimana ia sedang menemani Sunny yang melakukan reuni di rumah keluarga Lee. Aah, Kyuhyun selalu tersenyum malu bila mengingatnya.

“Ahjummah.” Panggil Donghae pada Park Ahjummah dan membuat yeoja paruh baya itu berjalan kearahnya.
“Ada apa tuan?”
“Tadi Yoona pergi bersama siapa?” tanyanya yang sepertinya memiliki pemikiran yang sama dengan Kyuhyun.
“Sendirian.”
Tersadar Eunhyukpun bersuara. “Yoona memakain gaun panjang? Atau gaun selutut? Lalu menggunakan tas apa?”
“Nona memakai gaun selutut berwarna keemasan dan seingatku nona memakai tas tangan.”
“Dia benar-benar pergi ke pesta, kalau begitu.” Gumam Donghae.
“Aah begitu. Hmm, aku akan ikut. Di tempat biasakan?” Kyuhyun terus terngiang percakapan Yoona dan Tiffany di telpon siang tadi.
“Sepertinya mereka berlima sedang berkumpul.” Ujar Kyuhyun dan membuat yang lain menoleh padanya. “Tadi siang, Tiffany menelpon Yoona dan mengajaknya pergi.”
“Kemana?” tanya Eunhyuk dan Sungmin penasaran.
“Aku tidak mendengar pasti. Tapi aku mendengar Yoona mengatakan ‘tempat biasa’.”
“Ahjummah, Yoona membawa mobil atau diantar Ahjussi?” Nickhun bersuara.
“Tadi nona diantar Soobin.” Mendengar itu kelimanya saling bertatapan lalu tersenyum penuh arti.

^1^

“Eonni, geumanhae. Kau terlihat sudah mabuk.” Ujar Yoona menarik Yuri yang masih saja menari.
“Ya Lee Donghae. Kau tahu, kau namja paling menyebalkan di dunia ini.” Racaunya sambil menunjuk Yoona. “Waaee? Apa kau kira karena aku yang mengejarmu lebih dulu sekarang kau malah meremehkan aku? Jawab Lee Donghae.”
Yoona menghela nafas. Inilah resikonya menjadi adik ipar dari sahabatnya, ia akan menjadi pelampiasan kemarahan sahabatnya kepada kakaknya. ‘Oh God, kenapa harus engkau menjodohkan ketiga yeoja ini menjadi kakak iparku’ batin Yoona.
“DASAR KAU MONYET.” Kali ini Jessica yang melampiaskan kemarahannya pada salah satu pegawai bar ini. “Kau tahu, aku bela-bela pulang cepat hanya untuk dirimu. Tapi apa? Kau sama sekali tidak menjemputku. Nappeun namja.” Jessica memukul pegawai itu.
Melihat itu Yoona melepaskan Yuri lalu menghampiri kakak iparnya yang lain. “Eonni, geumanhae.” Ujarnya menarik Jessica. Tak lupa yeoja itu meminta maaf pada pegawai yang tersenyum maklum.
Dari kelima yeoja itu hanya Yoona yang masih sadar, meski sekali-sekali ia merasakan pening yang hebat sedangkan Tiffany dan Sunny sudah tepat di meja bartender dengan kepala mendarat di meja itu.

“Ini pasti ulah Jessica dan Yuri. Yoona tidak akan pernah pergi ketempat seperti itu kalau kedua orang itu tidak mengajaknya.” Protes Kyuhyun di perjalanan dari parkiran menuju pintu bar.
“Ya, Cho Kyuhyun. Kau tidak bisa menyalahkan istriku begitu saja. Kau seharusnya juga marah pada Nickhun. Yang menelponnya kan istri Nickhun.” Ujar Eunhyuk tak kalah kesal.
“Tapi ini semua berawal dari kalian berdua yang mengabaikan istri kalian.” Ujar Kyuhyun yang hendak masuk namun terhalang oleh tubuh kedua body guard.
“Siapa kalian?” tanya Kyuhyun.
“Anda siapa Tuan?”
“Aiish. Aku ingin bertemu tunanganku didalam lalu menariknya keluar untuk pulang.”
“Tanda pengenal?” Kyuhyun menghela nafas lalu mengeluarkan dompetnya kemudian menunjukkan kartu namanya.
“Oh. Tuan Cho Kyuhyun, silahkan masuk.” Mendengar itu Kyuhyun masuk lalu diikuti oleh yang lain namun terhalang oleh dua body guard itu.
Melihat itu SUngmin dan Nickhun mengeluarkan kartu namanya dan membuat kedua bodyguard itu menyingkir dari depan pintu.
“Anda tidak boleh masuk.” Ujar salah satu bodyguard itu pada DOnghae dan EUnhyuk.
“YA. Kalian tidak mengenal kami?” ujar Eunhyuk protes.
Bodyguard itu menggeleng tegas.
“Kami Lee Bersaudara dan namja yang baru saja kau suruh masuk itu adalah anak tertua. Apakah itu adil?”
Tidak seperti Eunhyuk, Donghae hanya diam saja lalu mengeluarkan dompetnya dan mengambil beberapa lembar uang kemudian memberikan pada dua body guard itu lalu menarik kakaknya yang sedari tadi tidak berhenti mengomel.

Kelima yeoja itu duduk didepan meja bartender berurutan dimana Yoona berada ditengah-tengah mereka. Keempat eonninya sudah terteler dan dirinya baru saja hendak ikut bergabung dengan para eonninya yang sudah mulai mabuk berat. Yeoja cantik itu kembali menuangkan minumannya kedalam cangkirnya lalu meminum secara oneshoot.
“Kyuhyun namja yang pencemburu kau harus berhati-hati padanya.”
“Kau harus menjaga perasaannya dan pintar-pintar mengambil hatinya.”
“Tidak perlu khawatir, Kyuhyun begitu mencintaimu. Jangan dengarkan kata orang, dengarkan kata hatimu arrachi.” “Kau akan merasakannya, ditambah lagi kau memiliki suami pencemburu berat seperti Kyuhyun. Aku rasa kau akan merasakan yang lebih parah dari mereka rasakan oleh kakak-kakakmu.”
Perkataan dari orang-orang terdekatnya tentang Kyuhyun. Yoona menaruh kepalanya di meja bartender sambil bermain dengan cangkirnya. “Aah aku menjadi cukup takut untuk menikah.” Ujarnya lalu memejamkan matanya yang sudah tidak tahan menahan pening itu.

^2^

Kelima namja itu melihat seluruh penjuru ruangan. Dari atas Kyuhyun dan Nickhun melihat kelantai dansa dimana ramai orang-orang menggerakkan tubuh mereka. Hingga Sungmin menepuk kedua punggung namja itu. “Mereka disana.” Keduanya menyipit dan benar saja. Itu punggung pasangan mereka. “Kajja.”

“Lee Sunkyu.” Panggil seseorang dan membuat Sunny setengah sadar.
“Hwang Miyoung.” Tiffany sedikit membuka matanya.
“Lee Yoona.” Yoona tetap memejamkan matanya. Meski ia merasa mengenal suara itu.
“Kwon Yuri.” Suara dingin itu membuat Yuri semakin lemas.
“Jung Soyeon.” Kali ini suara tegas yang memanggil Jessica yang masih terlelap.
“LEE SUNKYU/HWANG MIYOUNG/LEE YOONA/KWON YURI/JUNG SOYEON, IREONA.” Suara tegas dengan nada yang cukup keras itu berhasil menyadarkan kelima yeoja itu.
“OPPA.” Panggil mereka yang dengan serentak bangun lalu saling melirik satu sama lain. ‘Matilah kita.’ Batin kelimanya lalu berbalik kebelakang.
Dan benar saja didepan mereka terdapat para namja masing-masing yang menatap mereka dengan tatapan mengintimidasi. Kelima yeoja itu mengeluarkan cengiran mereka.
“Pulang.” Sungmin bersuara lalu menarik tangan Sunny.
“Oppa. Oppa ini tidak seperti yang oppa pikirkan.” Rengek Sunny yang mengikuti langkah Sungmin.
“Let’s go home.” Kali ini Nickhun yang mengikuti langkah Sungmin yaitu menarik istrinya.
“Honeey, this is not like what you see? Hmm. Pleaase.” Rengek Tiffany.
“Kwon Yuri.” Panggil Donghae dingin lalu mengarahkan kepalanya kearah luar tanda mereka untuk pulang. Yuri yang mengerti hanya menunduk dan mengikuti langkah Donghae.
Tinggal dua pasangan yang masih berada disana.
Eunhyuk menghampiri istrinya lalu merangkulnya. “Kajja kita pulang. Kau pasti lelah.” Ujar Eunhyuk lembut. Jessica mengangguk lalu keduanya berjalan kearah keluar.
Kyuhyun dan Yoona melihat keempat pasang suami-istri itu sudah pergi lalu keduanya saling bertatapan tapi tidak lama karena Yoona langsung menunggu.
“Gwencana?” tanya Kyuhyun lembut.
Yoona mengangguk.
Kyuhyun mendekati kekasihnya lalu memeluknya.
“Kenapa tidak mengatakannya kalau kau kemari?”
“Mianhee. Aku hanya ingin menghibur para eonni.”
“Tapi kau sudah membuatku cemas, Nyonya Cho.”
“Mianhee.” Sesal Yoona.
“Lain kali bila kau ingin pergi katakanlah padaku. Aku akan menemanimu atau bahkan sekedar untuk menjadi supirmu tidak masalah bagiku, asalkan katakan kemanapun kau pergi. Tak masalah kau pergi dengan siapapun asal itu masih dalam sebuah kewajaran, aku akan mengizinkanmu.”
Yoona mengangguk tanda mengerti.
“Kajja kita pulang. Kau perlu istirahat.”
“Nee.”

^3^

Suasana yang sama namun di dalam mobil yang berbeda.
Nickhun dan Sungmin melirik pasangan masing-masing yang masih menunduk.
Keduanya menghela nafas. “Mianhee.” Ucap keduanya dan berhasil membuat pasangan itu menoleh kearah mereka.
“Mianhee aku terlalu sibuk dengan urusan kantor sampai mengabaikanmu seperti ini.” Ujar keduanya.
“Oppa.”
Kedua namja itu tersenyum.

“Sunny-ah, aku setuju dengan permintaanmu.” Ujar Sungmin. “Setelah aku pikir-pikir tidak ada salahnya untuk mencoba. Aku yakin Appa dan Eomma akan senang mendengarnya.”
“Benar oppa?”
Sungmin mengangguk. “Kita akan memiliki anak yang lucu. Aku janji padamu.”
“Gomawo oppa.”
Sungmin tersenyum. “TIdurlah, kau perlu banyak istirahat. Bukankah besok kita harus kedokter?”
Sunny mengangguk semangat lalu menyandarkan punggungnya ke jok mobil.

“Fany-ah, oppa sudah memikirkannya.” Ujar Nickhun dan membuat Tiffany  penasaran. “Oppa akan mengadakan pameran untuk semua karyamu.”
Mata Tiffany berbinar. “Jeongmalyo?”
Nickhun mengangguk. “Besok kita cari konsepnya lalu kita konsultasi dengan Eunhyuk.”
Tiffany mengangguk semangat. “Nee oppa.”

^4^

Eunhyuk melirik Jessica yang hanya menunduk. “Aku tahu kau sangat kecewa padaku. Mian.”
Jessica hanya mengangguk.
Eunhyuk tersenyum kearah istrinya. “Bagaimana kalau kita berkencan besok?”
Jessica mendongak lalu menatap Eunhyuk yang tersenyum. “Kau mau kemana? Lotte World? Atau kau ingin berkeliling Seoul untuk berbelanja.”
Jessica tersenyum. “Aku hanya ingin dirumah bersamamu seharian.”
EUnhyuk mengangguk. “Baiklah kalau begitu. Kita akan dirumah seharian.”

Dari ketiga mobil sebelumnya, mobil ini yang paling suasana dingin. Pasangan itu sama sekali belum bersuara. Melihat suasana itu Donghae memutuskan untuk menepikan mobilnya dan itu semakin mengerikan bagi Yuri.
“Kau tahu bagaimana aku begitu mengkhawatirkanmu?”
Yuri hanya diam.
“Aku menunggumu kembali ke studio setelah jam makan siang. Aku menunggumu sampai pemotretan itu benar-benar selesai dan sekarang kenyataannya kau pergi bersenang-senang dengan teman-temanmu. Apa ini balasan darimu?”
“Oppa.” Teriak Yuri tidak terima.
“Wae? Kau tidak suka? Bukankah itu kenyataannya?”
“Ini semua karenamu. Aku seperti ini karena oppa selalu mengabaikanku, oppa selalu sibuk dengan para yeoja yang oppa potret, oppa sibuk dengan kegiatan oppa. Lalu kenapa oppa menikahiku kalau oppa selalu mengabaikan aku?” ujar Yuri yang mengeluarkan unek-unek dikepalanya dan hal itu berhasil membuat Donghae bungkam.
Air mata mengalir dari mata indah Yuri. “Oppa selalu dingin padaku. Oppa selalu mengabaikanku tapi oppa tidak melakukan hal itu pada yeoja lain. Oppa selalu ramah pada mereka, oppa selalu tersenyum pada mereka. Wae? Karena aku yang mengejarmu? Karena kau hanya kasihan pada perjuanganku? Aah, apa karena Yoona yang menjodohkan kita?” mendengar nama Yoona, Donghae terlihat kikuk dan itu berhasil ditangkap oleh Yuri hingga membuat yeoja itu tersenyum miris. “Kau masih merasakan sister complex itu Oppa.”
Yuri menangis. “Kau masih menyukai adik kandungmu, Lee Donghae.”
Grep. Donghae memeluk Yuri erat. “Inilah caraku menyayangi seorang yeoja.” Ujar yeoja itu ditelinga Yuri. “Aku tidak bisa mengendalikan diriku bila didekatmu, aku tidak seperti Eunhyuk yang easy going, seperti Sungmin yang ramah dan juga tidak seperti Yoona yang mudah bergaul. Ini caraku menyayangimu Kwon Yuri.”
Yuri terdiam. Yeoja itu begitu menikmati pelukan dari istrinya.
“Jebbal geumanhae. Berhentilah membuatku khawatir. Aku takut kau akan pergi meninggalkanku karena sikapku tapi sulit bagiku untuk merubahnya. Maukah kau memberiku waktu untuk berubah?”
Mendengar itu Yuri mengangguk. “Nee, oppa.”
Donghae tersenyum lalu melepaskan pelukannya  lalu mengecup dahi Yuri penuh sayang.
“Aku mencintaimu, hanya dirimu. Cukup itu saja yang harus kau tahu dan kau ingat.”
Yuri mengangguk bahagia.
Donghae tersenyum lalu mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya kemudian mengecupnya pelan.

Didalam lima mobil yang berbeda terdapat kisah cinta yang berbeda pula namun memiliki perasaan yang sama yaitu perasaan saling mencintai, menyayangi dan sesuatu yang sering disebut orang dengan namanya Takdir. Takdir kelima pasangan itu untuk mengembangkan cinta mereka yang akan berakhir abadi dan indah untuk dikenang.

****

Dele balik lagi disini. Mian baru nongol di WP yang ini. Fanfic ini udah sempet di publish d WP Pribadi Dele loh.
Comment and like eoh.

25 thoughts on “LOVE

  1. .aigooo.. Pasangan sejoli yg romantic..
    Kyuhyun ma yoona, hanya mrka yg msh brtunangan sdangkn para eoninya ud pd merried smua😀
    aigoo, msa Donghae oppa suka ma adknya sndri? Tpkn itu dulu yah yuri eoni😀
    hahaha, daebak thor..
    Keep writting thor.

  2. Walaupun aku udah baca ini di wp mu masih aja seru baca ff ini ^^ semoga bisa update ff yg lain ^^ dan tidak lupa kyuna ending and happy ending ^^ HWAITIIING

  3. Seru juga yoona jd saudara kandungnya eunhae ama sungmin ya n donghae prnh mencintai yoona. Kyuna momentnya ditambah dong n yg lbh romantis.

  4. seru bacanya…
    sekali baca langsung 5 couple saling nyambung lagi..
    ditunggu ff lainnya..
    kalau pun “iya” mga2 ff kyuna😀

  5. bikin squel nya dong eonni tapi yg full kyuna moment … aku suka peran kyuna di sini … aku suka ff nya eonn mereka tuh punya cara sendiri” dalam mengutarakan cinta mereka apaligi kyuhyun aku suka banget dia tuh cemburuan tapi gk terkesan egois aaaaaa bener” pengen ada squel nya🙂

  6. Omoonaa bner2 kisah yg beda2 yaaa .. Ak suka dsini tiffany dpasangin sama nickhun . :p ak kira donghae sama sicca atau yoona tp trnyata sama yuri , yg gaa plng ak saka itu eunhyuk , trnyata dia d pasangin sama sicca :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s