I Do Not Believe (Chap 5)

I do Not Believe yoona1

I Do Not Believe

Im Yoona | Cho Kyuhyun | Seohyun

Yuko Washaki

Romance | Sad | Pscyo

PG-15 | Chapter | Bad Story | Typo

Warning : di dalam ff ini ada kata-kata yang mengandung unsur tidak sopan,dan harap perhatikan tahun yang tertera di setiap kejadian. Jika ada tulisan dengan font miring, itu berarti flashback.

…………

“Aku akan membunuhnya. Didepan mu”

Dapat ku dengar suara langkah sepatu yang bertabrakan dengan lantai marmer, semakin mendekat. Hingga akhirnya aku dapat merasakan lengat kokoh nan hangat melingkar memenuhi seluruh ruang di perutku. Hembusan nafas berat namun terasa hangat menerpa tepat dilekukan kulit leher ku. Terdiam mempertahankan benteng pertahanan ku yang mungkin saja akan runtuh saat ini juga. Aku masih marah dan kecewa padanya, walau tak dapat ku ungkiri bahwa aku senang mendengar jawaban yang terlontar dari bibir sexy miliknya itu

“Bahkan jika kau meminta ku untuk melakukannya sekarang, aku akan melakukannya. Ketahulah itu. dan aku tidak akan pernah menghianati janji ataupun kata-kata terucap dari bibir ku. Aku mencintai mu Ny.Cho ku

Entah kenapa, hati ku terasa hangat mendengar kata-kata yang ia ucapkan itu. Haruskah aku mempercayainya? Dia sudah berbohong pada ku tentang satu hal dan hal itu dapat mengakibatkan kebohongan untuk seterusnya. Aku kembali meragu atasnya. Dengan tarikan nafas dalam, aku berbalik dan memandangnya. Tepat dimanik mata coklat gelap miliknya, mengalungkan lenganku pada lehernya. Tersenyum manis sebelum aku kembali menyuarakan suara ku….

“Kalau begitu, bisa aku meminta sesuatu dari mu sekali lagi?”

CHAPTER 5

KYUHYUN

Untuk yang kesekian kalinya, ia meminta ku untuk pergi dari kehidupanya. Setelah dua tahun kata itu tak pernah terucap lagi dari bibirnya. Aku kacau. Berat rasanya beban yang harus ku tanggung saat ini, kehilangan wanitaku-Yoona- atau gadis ku-Seohyun-.

“Pergilah”

Diam. Aku masih diam pada tempat ku berpijak, menatap dalam tepat pada manik matanya yang saat ini menggelap. Tidak. Mata itu tidak menggelap dalam artian yang biasanya, ada rasa sakit dan terluka disana. Walau terlihat samar. Ia terlalu ahli dalamn hal menyembunyikan segala macam emosi dibalik mata gelapnya itu.

“Pergi menjauh dari hidup ku… atau mungkin… menghilang terdengar lebih baik? Aku tidak akan pernah mau menerima seorang penghianat dalam kehidupanku untuk kedua kalinya”

DEG

Bagai bom nuklir yang tepat meledak didalam ulu hati ku. Seuntai kalimat yang terucap sungguh membuat ku tertohok. Penghianatan. Oh sungguh kau sangat bodoh Cho Kyuhyun. Kau membuatnya kembali merasa di hianati untuk yang ke 2 kalinya, setelah penghianatan yang dilakukan oleh Ayahnya. Kau ingin membuatnya tersenyum dan melupakan masa lalu kelamnya, tetapi kau sendiri yang membuatnya sakit dan kembali teringat akan semua masa lalunya. Kau sungguh bodoh Cho Kyuhyun, kemana otak mu yang cerdas itu hah?!

Sebelum sempat aku mengeluarkan suara ku, ia kembali mengucapkan sebuah kalimat yang sangat mencengangkan untuk ku. sekarang, setiap kalimat yang terucap dari bibirnya bagaikan sebuah kejutan untuk ku. Kejutan yang tak pernah ingin ku terima selama hidupku di dunia..

“Oh kau tidak mau pergi? Ah ya, aku baru mengingatnya… ini rumah mu. Baiklah, kalau begitu biar aku yang akan pergi”

Ia melangkah kan kaki kecil nan jenjang miliknya. Melewati ku begitu saja. Sorot mata akan rasa sakit dan terluka, masih terlihat samar. Tidak. Ia tidak boleh pergi meninggalkan ku dengan segala rasa sakit itu, terlebih akulah yang membuatnya kembali merasakan sakit itu.

“Akan ku lakukan”

Dapat ku dengar langkah kaki yang berhenti melangkah. Ku balikan badanku, menatap sosoknya yang membelakangiku dengan jarak beberapa meter di depan ku. Yah inilah keputusan yang memang harus ku ambil, aku tidak mungkin melepaskannya. Ia sudah terlalu mendominasi hidupku.

“Aku akan membunuhnya. Didepan mu”

Ku langkah kan kaki ku mendekat, mengikis jarak pemisah diantara kami. Memeluknya dari belakang, melingkarkan kedua lengan ku secara penuh ke perut dan pinggang ramping miliknya. Menghirup dalam aroma tubuh yang menguak, dileher jenjangnya. Oh Shit! Disaat seperti ini nafas ku memberat, nafsu memenuhi diriku. Tidak, aku tidak akan membiarkan diriku kalah oleh nafsu ini. Setidak untuk saat ini.

“Bahkan jika kau meminta ku untuk melakukannya sekarang, aku akan melakukannya. Ketahulah itu. dan aku tidak akan pernah menghianati janji ataupun kata-kata terucap dari bibir ku. Aku mencintai mu Ny.Cho ku

Ia masih diam mematung dengan posisi aku memeluknya dari belakang. Sedetik kemudian wanitaku berbalik, mengalungkan tangannya pada leherku, menatap tepat dimanik mata milik ku. Keraguan, sorot keraguan tertangkap dibalik bola mata dengan manik yang kini terlihat indah. Tidak dengan kegelapan. Aku tau, ia masih sedikit ragu dengan semua kata-kata yang ku ucapkan kerena satu penghianatan yang telah ku lakukan–menurutnya. Tidak apa, sekiranya kini aku masih bisa berusaha membuatnya percaya dan menghilangkan keraguan itu.

Senyum manis merekah, mengembang indah menghias wajah cantik dambaan para kaum adam dan hawa. Hanya saja, sikap dingin nan misterius miliknya mebuat ia sedikit dijauhi anak-anak serta aura menyeramkan yang kerap kali muncul membuat hampir setiap kaum manusia yang berada di sekitarnya takut. Tetapi tidak dengan ku, yah kalian tahu itu. Aku mencintainya. Sangat.

Sebaris kalimat membuat ku kembali tersadar dari lamunan sesat ku tentang dirinya-wanitaku.

“Kalau begitu, bisa aku meminta sesuatu dari mu sekali lagi?”

Senyum ku yang memang sudah sedari tadi merekah, kini semakin lebar menghiar wajah ku. Menatap dalam mencoba mengarungi setiap ruang yang berada dimata indah itu..

“Tentu saja. Apapun itu, akan ku lakukan untuk mu”

….

….

….

 

9 Juni 2012

“Kyu.. kau tau jawaban dari setiap lontaran kata-kata mu itu dengan jelas. Tidak. Lagi pula, masih banyak gadis diluar sana yang lebih baik dan cocok berdampingan dengan mu. Tidak dengan ku. Kau tau sendiri bukan? Bagaimana dan seperti apa aku. Aku tidak akan dan tidak akan mungkin percaya dengan yang namanya cinta. Jadi berhentilah”

“Menikahlah dengan ku dan aku akan menunjukan arti cinta yang sebenarnya pada mu. Akan ku buktikan bahwa perasaan cinta yang ku punya bukan hanya sekedar omong kosong…”

“Kyu…”

“Ya. Iya, aku tau kau seperti apa. Aku tau bagaimana dirimu sekarang, tetapi keputusan ku sudah bulat. Marry me?”

Kesungguhan terpancar dengan jelas dibalik mata dengan iris coklat gelap itu. Sedikit rasa bersalah menyelinap masuk kedalam sudut hatinya yang kelam, rasa bersalah karena telah membuat seseorang yang seharusnya memiliki masa depan cerah itu, terlibat perasaan terhadapnya. Gadis kejam penuh dengan kegelapan. Seharusnya, dari awal lelaki itu tidak perlu terlibat dan masuk semakin dalam ke kehidupannya.

“Baiklah”

Senyum terindah yang dimiliki seseorang dengan nama lengkap Cho Kyuhyun itu tergambar jelas melukis waah dengan seribu pesona miliknya. Menatap dengan penuh cinta dan kasih sayang sosok cantik dengan tatapan yang tak dapat dimengerti dirinya. Bibir tipis itu kembali terbuka, menyuarakan suara lembut penuh dengan ketegasan…

“Tapi… mungkin, aku tidak akan pernah bisa membuat mu bahagia karena aku tidak dapat membalas perasaan mu. Kau tau itukan Kyu…”

Sedikit sedih dan kecewa mendengar seuntai kata sederhana yang keluar dari bibir tipis itu sebenarnya, namun itulah yang resiko yang harus diterimanya jika ingin menjadikan gadis didepannya sebagai ‘gadisnya’ ‘wanitanya’. Masih dengan senyum yang terlukis indah, lelaki itu menganggukan kepalanya. Manatap dengan teduh bola mata dengan iris mata yang disukainya…

“Ya, aku tahu itu. Aku sungguh sangat mengetahuinya. Tidak apa-apa, aku yang akan mengubah semua itu seiring dengan berjalannya sang waktu”

Saling menatap. Kedua mata dengan iris mata berbeda itu saling bertemu pandang, menatap penuh dengan kelembutan didalamnya. Wangi segar bunga-bunga musim semi terkuak dengan berhembusnya angin segar. Lelaki itu, masih dengan tatapan teduh penuh dengan cinta miliknya, kembali menyuarakan suara beratnya…

“Terimakasih”

“Kita akan menikah satu minggu dari sekarang, semua persiapan sudah selesai sepenuhnya… Aku mencintamu”

….

….

….

 

2014

KYUHYUN

Tidak ku sangka, semua ini diluar dari rencana yang seharusnya. Yah aku akui bahwa semua ini salahku sepenuhnya, aku terlalu menikmati permainan yang ku buat sendiri dan terjatuh kedalam pesonanya. Wanita jalang, sebutan Yoona untuknya. Membuat wanita ku kembali merasakan sakit atas nama penghianatan.

Bagaikan ada sebuah tangan besar yang menampar ku dengan keras saat aku kembali melihat rasa sakit dan terluka terpancar dari mata gelapnya saat itu. Kini, aku harus membunuhnya secepat mungkin. Sebelum aku kembali jatuh dalam jebakan pesonanya yang dapat membuat ku kembali menyakiti wanitaku sendiri.

“Oppa!”

Langkah ku terhenti, lamunan ku buyar seketika mendengar suara yang saat ini masih berstatus menjadi gadis ku. Membalikan badan, menatap dua sosok manusia dengan paras cantik yang tak dapat pernah ku sangkal. Gadis ku, melangkah mendekat. Berlari kecil, mengikis jarak yang memisahkan kami dengan diikuti wanita ku yang berjalan dengan santai dibelakang.

“Hi baby

Semburat merah menghiasi pipi dengan kulit putih miliknya mendengar panggilan baby yang ku gunakan untuknya. Menggemaskan. Satu kata yang selalu muncul dalam otak ku saat melihatnya. Oh astaga Cho Kyuhyun, apa kau kembali masuk dalam pesonanya? Sadarlah! Ada wanita mu yang saat ini sedang menatap mu, rutuk ku. Memaki semua pikiran manis tentang gadis yang saat ini sedang menatap ku heran, penuh tanda tanya. Berbeda dengan sosok yang berdiri tak jauh dibelakangnya.

“Oppa masih ada jadwal mengajar?”

Kulirik sebentar jam tangan yang melingkar dilengan ku. Tersenyum tipis “Ya, sekitar 1 jam lagi. Ada apa?” aku tidak harus bersikap cuek untuk menghindarinya bukan? Itu akan membuatnya curiga.

“Kalau begitu, bagaimana kalau Oppa makan siang dengan ku dan eonnie? Sudah waktunya jam makan siang bukan?”  ku lirik sebentar sosok yang berada dibelakang gadis ku ini melalui ekor mata ku. Tidak ada respon yang mengancam, sepertinya tidak masalah. Lagi pula… aku juga merindukannya, rindu makan bersama dengannya..

“Baiklah”

YOONA

Sekarang disinilah aku. Makan siang bersama pria-ku dan si jalang. Pria-ku tidak henti-hentinya melempar senyum padanya, kali ini senyum itu hanya sekedar senyum biasa. Tidak seperti kemarin-kemarin, senyum yang seharusnya hanya untuk ku.

Wanita jalang itu, sekarang benar-benar membuat ku merasa terancam. Senjata makan tuan, ck tidak rela rasanya mengakui kalau itulah yang terjadi pada ku sekarang. Tapi akan ku pastikan istilah itu tidak akan bertahan lama disandang olehku, ia akan secepatnya mati.

“Kenapa kau tidak makan? Kau bisa sakit Yoong~”

Tatapan khawatir telihat jelas terpancar di indra penglihatannya. Hatiku menghangat mengetahui itu tetapi aku tidak boleh kembali lengah dan terhanyut dalam perasaan ku, tidak sebelum manusia hina itu mati. Ku edarkan pandanganku. Oh si jalang sedang tidak ada disini ternyata, mungkin ketoilet. Memandang tajam dan datar sirat akan ketidak sukaan pada wanita yang sedang berjalan menuju tempat ku dan Kyuhyun dengan senyum merekah. Ck menjijikan.

“Apakah itu penting saat ini? lakukan saja tugas mu dengan cepat. Bunuh wanita jalang itu”

“Bukankah sudah ku bilang, aku akan….”

“Apa makanannya sudah sampai?” kalimat Kyuhyun terpotong oleh pertanyaan tak penting dari wanita yang beberapa detik lalu ku pandangi dengan tatapan tajam nan datar. Seohyun. Apa ia tidak bisa melihat kalau tidak ada makanan di meja ini?

“Apa kau melihat meja ini penuh dengan makanan pesanan kalian Seohyun-ssi?”

“Tidak”

“Apa masih perlu bertanya hal yang sudah terlihat?” tanyaku acuh tak acuh. Memandangnya yang saat ini sedang mengkrucutkan bibir ranum miliknya itu, duduk dan bermanja dilengan Kyuhyun-pria ku. Merajuk.

“Oppa…. eonni jahat pada ku~”

Huekk

Ingin rasanya aku muntah saat ini, pemandangan menjijikan ini sungguh membuat ku ingin mengeluarkan seluruh isi perut ku. Rasa mual dan ketidak sukaan memenuhi diriku sekarang, ada apa ini? jangan bilang aku merasakan yang namanya cemburu. Oh tidak itu terlalu menggelikan.

Kyuhyun hanya tersenyum hambar menanggapi perkataan wanita jalang peliharaannya. Tatapan penuh kekhawatiran masih terpancar jelas di sorot matanya. Entah kenapa aku sangat menyukai tatapan itu.

“Bisakah kalian tidak bersikap seperti itu didepanku?! Sungguh menjijikan”

Seohyun hanya terkekeh kecil menanggapi perkataan ku, menyandarkan kepalanya dibahu tegak Kyuhyun. Menatap ku dengan senyum polos yang dapat ku yakini penuh kemunafikan didalamnya. Ku tatap tajam dua sosok makhluk hidup didepan ku. Emosi meluap-luap memenuhi diriku sekarang. Apa ia sengaja melakukan hal itu eoh?! Ingin rasanya aku mencabik-cabik tubuh itu, merobek bibir dengan senyum penuh kemunafikan itu dan berteriak mengatakan sebuah kenyataan bahwa PRIA YANG SEKARANG BERADA DI SAMPING MU ITU ADALAH MILIK KU! SUAMI KU!

“Ku rasa eonni harus segera mencari pria yang akan mencintai eonnie dengan sepenuh hati dan bersedia menjadi pendamping hidup mu”

Aku hanya tersenyum sinis menanggapi perkataan bodoh itu. Hey ketahuilah bahwa pria mu itu adalah milik ku dan pria itu mencintai ku, jauh sebelum kau mengetahui dan mengenalnya. Ku pandangi gelas dengan cairan merah didalamnya, menatap remeh

“Tenanglah, aku sudah menemukannya. Bahkan jauh sebelum kau menemukan pria mu itu”

….

….

….

 

YOONA

“Apa kau baik-baik saja?” nada kekhawatiran terdengar jelas disetiap kata pengucapannya. Menatap ku lembut, masih dengan tangan kanannya yang berada di tengkuk leher ku. Aku sangat menyukainya yang seperti ini, terasa begitu nyaman dan rasa mual yang menderaku seakan musnah menghilang entah kemana. Hey! Kenapa akhir-akhir ini menjadi sangat senang bila diperhatikan seperti ini? aku pun juga kesal jika ia mulai berdekatan dengan wanita lain selain aku, terutama Seohyun. Wanita jalang itu, walau itu termasuk dalam rencana akan tetapi aku tidak rela jika harus membagi pria-ku padanya. Untuk saat ini.

“Aku baik-baik saja”

Ku langkahkan kaki ku, menyeretnya secara paksa untuk pergi keluar dari toilet. Sedikit melewatinya sebelum pada akhirnya tubuhku terangkat keudara, membuat keduaku tidak lagi menapak lantai. Ya, dia menggendongku secara tiba-tiba, membuatku nyaris berteriak kaget akan aksinya. Menurunkan ku keranjang empuk tempat kami tertidur dan…. Memadu kasih? Baiklah sebut saja seks, ku rasa itu lebih cocok.

Tatapan lembut sirat akan kekhawatiran masih memenuhi seluruh ruang matanya. Membuat ku kembali merasakan kehangatan, namun aku tak akan pernah mau mengakuinya.

“Akan ku buatkan sarapan dan setelah itu kita akan kedokter, okey?” ku gelengkan kepalaku pelan sebagai reaksi penolakan atas usulannya tentang akan kedokter. Aku baik-baik saja, aku yakin itu. Helaan nafas frustasi terdengar jelas berhmbus dari bibir tebalnya.

“Kau sakit, sayang. Sudah hampir seminggu ini kau keluar masuk kamar mandi hanya untuk memuntahkan sesuatu yang tidak pernah keluar. Kau juga agak sedit pucat, bahkan kau tidak pernah mau memakan makan mu” aku merenggut kesal mendengar penuturannya dan tersenyum setelahnya. Dia memperhatikan ku? astaga kenapa aku bisa menjadi sesenang ini? ini gila! Im Yoona, ada apa dengan mu?!

“Aku tidak mau Kyu. Apa itu kurang jelas? Aku tidak mau! Dan kau tidak boleh pergi kemanapun hari ini!” helaan nafas lagi-lagi keluar dari bibir tebal miliknya. Bolehkah aku mengecup bibir sexy itu? Yaampun Im Yoona, bahkan kau sekarang berubah menjadi sangat mesum!

“Baiklah. Tapi aku ada janji pergi  dengan Seohyun hari ini” aku merenggut kesal. Tidak terima jika ia lebih memilih wanita jalang itu ketimbang aku yang berstatus istrinya. Oh astaga bisakah wanita itu mati dengan segala rasa sakit hati tanpa harus memalui proses seperti ini? baiklah, aku bisa saja langsung membunuhnya tanpa harus perlu bersandiwara seperti ini. Tapi itu terasa kurang cukup memuaskan membunuhnya tanpa membuatnya merasakan rasa sakit akibat dihianati seseorang yang dicintainya, seperti apa yang telah dirasakan ibu ku.

“Apa kau lebih memilih wanita jalang itu ketimbang aku?” dia hanya menatap ku geli. Dapat ku tebak ia sedang berusa menahan tawanya agar tidak lepas begitu saja didepan ku. Membuat ku menatapnya heran serta marah. Apa ada yang lucu dari pertanyaan ku tadi?

“Kenapa kau tertawa? Apa ada sesuatu yang lucu Tn.Cho?”

“Apa saat ini kau sedang jelous? Ada apa dengan mu hmm? Akhir-akhir ini kau terlihat sangat manja pada ku” aku hanya bungkam dengan tatapan merajuk, tak suka. Terkutuk lah untuk diriku. Telapak tangannya yang terasa hangat itu mengusap lembut pipi putihku, menatap tepat dimanik manata coklat milik ku.

“Tentu saja aku akan memilih mu. Seharusnya kau sudah tau akan hal itu, istri ku” senyum ku mengembang dengan sempurna pada bibir tipisku. Menatap senang akan jawabannya yang terlontar dari mulutnya dan detik selanjutnya ia bengkit dari duduknya, hendak beranjak pergi. Membuat ku kecewa dan mengerutkan dahi ku meminta penjelasan

“Aku hanya ingin kedapur, membuatkan mu sarapan” ucapnya menjawab perntanyaan yang terlontar dari ku secara tidak langsung

“Kau?”

Seakan tau maksud dari pertanyaan singkat ku ia pun tersenyum semakin lebar, menatap ku lembut penuh dengan kasih sayang. Membuka mulutnya, menjawab pertanyaanku dengan suara lembut khas miliknya “Kita berdua”

KYUHYUN

Ada yang aneh dengan dirinya akhir-akhir ini. Ia sedikit lebih manja dan gampang sekali tersinggung, ia bahkan selalu saja merajuk jika aku menceramahinya panjang lebar tentang betapa keras kepalanya ia, dan marah jika aku menyebut nama Seohyun didepannya. Jika itu terjadi hanya satu kalimat yang keluar dari bibir tipisnya, kalimat yang sama ‘Apa kau lebih memilih wanita jalang itu ketimbang aku?’  dan aku hanya dapat tertawa menahan geli mendengar ia selalu mengucapkan kalimat itu pada ku yang dia ketahui pasti seperti apa jawabanku

Kembali kecerita, saat ini aku sedang berada di dapur dengan semangkuk bubur nasi hangat, cemilan serta susu dan kopi yang berada di hadapan ku. Siap untuk dibawa ke kamar kami-aku dan Yoona. Dapat ku pastikan dengan jelas ia akan menolak habis-habisan untuk memakan makanan dengan nama bubur ini

“Hey”

Dia hanya diam tak menjawab. Wajah cantiknya yang bertekuk sebal dan…marah? Membuat ku harus bermain tebak-tebakan dengan diriku sendiri. Apa yang terjadi? Apa aku baru saja berbuat suatu kesalahan?

“Ada apa hm? Apa terjadi sesuatu yang membuat mu seperti ini?” ku letakan nampan berisi sarapan yang akan kami santap bersama nantinya di atas nakas samping tempat tidur. Menatap lembut wanitaku yang hanya menatap ku datar. Baiklah, aku tidak suka dirinya yang seperti ini lagi.

“wanita peliharaan mu menelpon dan mengirimkan mu beberapa pesan tadi. Dia bertanya apa kalian jadi pergi kencan hari ini” ujarnya datar sembari menyerahkan ponselku yang di denggamnya dengan kasar. Seohyun, astaga aku lupa memberitahunya. Ku buka konci layar ponsel android milik ku, terdapat 10 panggilan tak terjawab dan 5 pesan yang salah satunya telah dibuka oleh istri ku ini.

Ku ketik sebentar balasan atas pesannya sebelum akhirnya aku kembali memfokuskan tatapan ku pada sosok wanita yang amat ku cintai, Cho Yoona. Aku tersenyum kecil mengetahui penyebab yang membuatnya seperti ini, Jelous. Entahlah aku sungguh sangat menikmati perubahan drastis sikapnya akhir-akhir ini.

“Tenanglah, aku hanya akan bersama mu hari ini. Aku akan absen kekantor hanya untuk bersama mu, okey? Jadi jangan memperlihatkan ku wajah tak bersahabat mu itu” Senyum manis mengembang dibibir tipis pink miliknya, menatap ku senang. Namun hanya sesat karena setelahnya ia kembali merajuk, mengkrucutkan bibirnya lucu. Membuat ku ingin sekali melahapnya.

“Apa hanya hari ini saja? Bagaimana dengan besok dan hari-hari selanjutnya? Apa kau tidak akan bersama ku? menemaniku?” ku rengkuh dirinya dalam pelukan hangat ku, menyenderkan kepalanya pada dada bidangku. Mencium dalam-dalam aroma rambut dari sampo yang digunakannya.

“Tentu saja aku akan tetap dan terus menemanimu dan bersama mu untuk besok dan hari-hari selanjutnya bahkan sampai maut yang memisahkan. Ketahuilah, aku sangat mencintai mu Cho Yoona”

AUTHOR

“Benarkah? Tapi aku tidak mencintaimu, jadi bagaimana?” ujar wanita cantik yang saat ini sedang berada dalam dekapan hangat sang suami, membuat sang suami hanya dapat tersenyum kecut. Tatapan lembut itu kini sedikit dibubuhi oleh rasa luka.

“Kau merusak suasana romantis yang sedang terjadi Ny.Cho”

“Oh maaf, aku tak bermaksud” dengan polosnya wanita yang dipanggil dengan sebutan Ny.Cho tersebut berujar, menatap tanpa rasa bersalah pada sosok sang suami yang sedang menatapnya lembut.

“Kau mencintaiku Ny.Cho, apa perlu aku membuktikannya?” dibawanya sang istri kedalam dekapan hangatnya, mempererat seolah ia akan kehilangan sosok wanita yang dicintai jika ia melepas atau sedikit memperenggang pelukannya

“Benarkah? Aku tidak merasakannya. Bagaimana kau membuktikannya?” tantang sang istri masih dengan logat suara yang terdengar polos tanpa dosa

“Aku akan pergi makan siang dengan adikmu hari ini sebagai permintaan maafku karana telah menggagalkan kencan secara sepihak, aku sudah mengiriminya pesan tadi” jelas sang suami dengan nada lembut dan ringan, mengelus lempur puncak kepala sang istri. Membuat sang istri menegang dan melepaskan pelukan hangat penuh kasih itu dengan sepihak, menatap tajam sosok sang suami.

“Aku ikut”

“Tidak bisa. Akan terlihat aneh jika kau ada disana dengan tiba-tiba, itu akan membuat adikmu curiga sayang.. lagi pula kau masih sakit, jadi kau dirumah saja. Aku akan meminta salah satu pengurus rumah untuk membuatkan mu makanan yang kau suka”

“CHO KYUHYUN!!”

Teriakan bebas dengan beberapa oktaf didalamnya terdengar begitu nyaring disetiap sudut rumah bernuansa simple namun elegant itu. Tatapan tajam dengan kegelapan yang mulai menyelimuti didalamnya terpancar dengan begitu ganas dari sosok wanita cantik itu. Oh baiklah Cho Kyuhyun, kau sungguh sangat berhasil membangunkan sang iblis yang sedang tertidur. Batin Kyuhyun berbisik, senyum lebar tercetak jelas di wajah tampan rupawan miliknya

“Wanita jalang itu bukan adik ku! dan apa kau bilang?! Aku tidak boleh ikut?! Apa kau mulai menyukainya?! Kau tidak boleh pergi tanpa ku!” mendapat reaksi berupa bentakan itu bukan membuat sang suami takut tetapi terkekeh geli, memandang lembut pada sosok cantik yang sedang dilimuti oleh amarah.

“Apa ada yang lucu Tn.Cho? Hey! Aku sedang berbicara pada mu!” Geram melihat sang suami terkekeh padahal ia sedang marah

“Apa kau cemburu sayang?” terdiam. Wanita dengan paras cantik yang dimilikinya kini hanya bisa terdiam, berfikir. Cemburu? Benarkah? Pikirnya. Emosi yang sebelumnya menguasi kini lenyap entah kemana, menghilang begitu saja. Tergantikan dengan berbagai pertanyaan yang memenuhi otaknya tentang cemburu.

“Kau mencintaiku, Cho Yoona. Hanya saja kau belum menyadari dan tidak mau mengakui itu”

Tertohok tepat dihatinya. Entah kenapa perkataan yang terlontar dengan mulus tanpa hambatan itu menohok tepat di hatinya, seolah membenarkan. Kini wanita dengan sedikit keraguan yang tergambar jelas diraut mukanya, menatap pria yang tersenyum hangat kepadanya. Sang Suami, Cho Kyuhyun.

“Aku akan tetap menunggu mu, percayalah”

….

….

….

 

Keadaan kampus yang terbilang ramai dengan mahasiswa/i yang berlalu lalang tidak mengusik sedikitpun tiga orang yang sedang mengobrol santai, menjadi pusat perhatian. Terlebih dengan kehadiran satu pria yang memang sangat menarik perhatian dan minat dari setiap mahasiswi lajang di kampus tersebut.

Obrolan hangat dengan senyum yang saling terlempar dari kedua manusia berlawan jenis itu, serta senyum malu dan wajah merona yang beberapa kali muncul karena sebuah kalimat yang dilontarkan sang pria. Tatapan tidak suka terpancar jelas ditatapan wanita yang lainnya, wanita berparas cantik dengan rambut lurus panjang berwarna coklat gelap itu. Meremas kuat buku tebal yang berada di pelukannya, mengkerucutkan bibirnya sedikit karena kesal merasa terabaikan. Terlebih pria tampan yang sebenarnya adalah suaminya. Miliknya. Tidak memperhatikan atau sekedar meliriknya sebentar

“Eonnie, hari ini aku akan makan siang diluar berdua dengan Kyu oppa. Apa tidak apa-apa jika eonnie ku tinggal?”

Pertanyaan yang terlontar dari mulut pink dengan lipstick itu semakin membuat emosi yang ditahannya mengubun-ubun. Berdua? yang benar saja! Teriaknya dalam hati. Menatap datar dua sosok manusia yang berada dihadapannya. Mengendalikan emosi yang menguasai dengan sebaik mungkin. Oh sekarang dia bingung. Ia ingin sekali ikut, tidak akan membiarkan mereka berdua saja tapi terlalu gengsi jika harus mengatakannya. Pandangan matanya menangkap sosok tampan namun imut berjalan di depannya, dibelakang dua manusia yang menatapnya menunggu jawaban dari pertanyaan yang tadi terlontar.

Dengan mata yang berbinar bahagia, yang dibuat-buat. Ia berlari menghampiri sosok tersebut, menyapanya dan bergelayut sedikit manja. Meninggalkan dua manusia yang menatapnya dengan bingung. Kini rahang pria yang dikenal bernama Kyuhyun itu mengeras mendapati pemandangan yang menguras hati. Sejak kapan Yoona istrinya bergaul dengan seorang pria selain dirinya? Terlebih ia terlihat bahagia dan berbinar-binar mendapati pria tersebut. Pertanyaan itu terus saja berputar mengelilingi otaknya

“LUHAN!!”

TBC

hai hai chapter 5 nya udah keluar nih^^ maafkan author ya karna lama post, author kehilangan selera dan ide untuk menulis ff dan melanjutkannya… jadi baru bisa post sekarang deh u,u karena kalian udah nunggu lama untuk ff chap 5 ini jadi author kasih bonus dengan memperpanjang ceritanya^o^ chap 5 ini ceritanya lebih panjang dari chapter” sebelumnya, bagi author sih gitu._. dan disini juga ada KyuNa moment sesuai dengan yang kalian mianta🙂 tapi maaf ya kalau sedikit abstrak dan nggak jelas.. abis author bingung…^^v dan maaf ya kalau ada komentar” kalian yang author nggak balas di chapter sebelumnya, bukan maksud author sombong loh ya😉

Udah deh bacotan author nya🙂 aku tunggu ya komentar” dari kalian semua🙂

56 thoughts on “I Do Not Believe (Chap 5)

  1. Apakah Yoona hamil? wah senang nya bila Yoona hamil… suka banget waktu Kyuhyun memancing kecemburuan yoona?… dan sekarang giliran Kyuhyun yang cemburu… wah makin seru nich….

  2. It always make me curious. I like ur ff,waiting the next chapter ASAP
    Thanks 4 posting this ff,it helps me in changing my bad mood.

  3. wawww,.. Part nie keren. Yoona g terlalu sadis, dya mlah terlihat imutttz..
    Keknya yoona hamil dehh,, buruan di lanjutin. Pengen liat kyu cemburu sma fakta qlow yoona lgi hamil

  4. Akhirnya publis uga eon… Hehe eon nmbh seru nih ps bca… Kyuhyun mancing cmburu yoona eeeeeh skrg yoona yg mancing kcemburuan kyuhyun.. Haha tpi sebel uga… Mlh tbc.. Hehe gpp deh.. Cepet lnjut yah eon… Hehehe ttp smgat.. ^^

  5. Wehh yoona kyk ny mulai cmburu ni liat suaminy dkat am yeoja lain.
    Itu yoöna pzt lg hamil deh.. Wah kyu pzt sng bgt kalo tw yoona hamil

  6. Woah keren thor aku suka yoon unni di bagian part ini Coz aku mohon ne thor banyakin moment kyunanya .Ada 1 lagi nanti ending nya kyuna aja nde jangan yg lain pkok nya Kyuna ne .Author bikin ff nya jdi greget makin seru sih menurut aku ff nya dari part ke part ff nya gereget

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s