I Love You

I Love You

I Love You | De_Pus19 | Ficlet | PG-13

Romance

Xi Luhan | Im Yoona

Disclaimer | This story is mine, cast are belong god

Warning | Garing, typo, bad story, and other

Poster by Cafe Poster

Happy reading | Hope you like it

Aku mencintai seluruh kekuranganmu sesederhana isyarat ‘I Love You’

Cinta? Apa itu cinta?

Cinta itu indah. Cinta itu buta. Cinta itu pengorbanan. Cinta itu anugerah. Cinta itu tidak mengenal status. Cinta itu tidak harus memiliki. Cinta itu kebahagiaan. Cinta itu menyakitkan. Cinta itu kesabaran. Cinta itu penderitaan. Cinta itu kesedihan tak berujung. Cinta itu egois. Cinta itu perduli. Cinta itu kasih sayang. Cinta itu perhatian.

Tapi menurutku cinta itu apa adanya.

Cinta apa adanya adalah saat kau mencintai seseorang dengan setulus hatimu tanpa melihat semua kekurangan yang dimilikinya.

Kalian boleh menganggapku seorang penghayal. Ya benar, aku adalah seorang penghayal. Mencintai seseorang yang bahkan tak sebanding denganmu. Aku bahkan seperti tidak menyadari semua kekurangan yang kupunya. Seperti bumi mencintai langit.

“Lulu” itulah panggilan sayang darinya untukku. Jujur saja, aku tidak menyukai panggilan itu, karna terdengar seperti anak perempuan. Ribuan kali aku menyuruhnya untuk berhenti memanggilku ‘lulu’ tapi dia tidak mau dan tidak akan pernah mau. Bahkan dulu aku ingin menjauh darinya. Tapi ia selalu menempel seperti prangko.

Dan seperti yang kukatakan tadi. Aku mencintainya.

Mencintai seseorang yang seharusnya menjauh dariku. Seseorang yang seharusnya tidak menjadi temanku. Seseorang yang seharusnya mengejekku. Seseorang yang seharusnya menganggapku sampah.

Tapi dia berbeda. Sangat berbeda.

Dia adalah seseorang yang tersenyum saat melihatku. Seseorang yang mengajakku menjadi temannya. Seseorang yang selalu membelaku saat semua orang mengejekku. Seseorang yang bahkan rela membagi bekal makan siangnya untukku. Seseorang yang untuk pertama kalinya mengajakku bicara.

Dan sampai sekarang aku masih mengingat saat pertama kali aku bertemu dengannya.

Saat itu kelas sangat ribut, karna tidak ada guru. Entah kenapa. Ini untuk pertama kalinya Jung Sonsaengnim tidak masuk kelas. Biasanya dia guru yang paling disiplin. Bahkan sebelum jam istirahat kedua selesai, dia sudah duduk manis dimejanya.

Karna hari ini Jung Sonsaengnim tidak masuk. Otomatis seluruh murid yang berada dikelasku sangat senang dengan ketidak hadiran guru galak itu. Ada yang berlari-larian. Ada yang mencoret-coret papan tulis. Ada yang saling berbincang. Ada pun yang hanya duduk termenung dikursinya, seperti yang kulakukan kini.

Aku tidaklah seperti anak 13 tahun pada umumnya. Memang terlihat sama tapi jelas-jelas berbeda. Berbeda bukan dalam arti kata aku adalah seorang alien atau mahluk aneh sebangsanya.

“Apa yang kau lihat orang aneh?”

Sudah kukatakan, mereka tidak menyukaiku. Karna aku berbeda. Aku hanya bisa terdiam saat seseorang mengejekku. Apa yang harus kulakukan? Kufokuskan kembali pandanganku pada buku fisika didepanku. Aku memang tidak terlalu menyukai pelajaran ini. Tapi, aku berusaha menyukai pelajaran yang membosankan ini.

Entah kenapa, tiba-tiba pikiranku menjadi tidak fokus. Aku jadi teringat lagi kalimat yang baru saja dilontarkan oleh Kim Hyoyeon-si ratu gosip. Dia sangat tidak menyukaiku. Salah. Dia sangat membenciku. Entah hal apa yang pernah kulakukan padanya.

Padahal dia dulu sangat baik padaku. Sekarang dia benar-benar berubah. Atau mungkin karna perjodohan itu. Ya, dulu sewaktu kami masih duduk dibangku sekolah dasar. Orang tua kami berjanji untuk menikahkan kami saat kami sudah dewasa.

Dan saat itu Hyoyeon menangis tersedu-sedu. Saat mendengar pembicaraan kedua orang tuanya dengan orang tuaku. Mungkin dia malu jika suatu hari nanti dia benar-benar akan menikah dengan orang aneh sepertiku.

Sebuah tepukkan ringan mendarat punggungku. Aku menoleh dan betapa terkejutnya aku, melihat seorang gadis duduk disampingku. Dia juga terlihat terkejut saat melihat ekspresiku. Oh astaga, kenapa pipiku menjadi memanas.

“Maaf, jika aku mengejutkanmu. Boleh aku meminjam catatan fisikamu?” tanyanya pelan.

Aku menoleh, melihat keadaan kelas. Aku bahkan baru menyadari keadaan kelas sangat sunyi. Aku sama sekali tidak sadar jika Jung Sonsaengnim sudah duduk manis dimejanya. Gadis itu menepuk tanganku pelan.

“Kau kenapa?” tanyanya lagi.

Aku tidak menjawab dan langsung menyerahkan catatan fisikaku padanya. Dia tersenyum manis padaku. Tapi, ada kerutan samar dikeningnya saat aku tak kunjung membalas senyumannya. Ya, biarlah keadaan seperti ini. Dengan begini, aku tidak akan merasa sakit jika suatu hari dia meninggalkanku.

.

.

.

Seseorang menepuk punggungku cukup kencang. Aku menoleh, menatap siapa yang menepuk punggungku. Gadis itu lagi, pikirku. Ia tertunduk sambil memegangi lututnya. Nafasnya terengah-engah. Seperti baru dikejar anjing saja.

“Kau…” ujarnya sambil menunjukku. Sepertinya ia benar-benar dikerjar anjing. Gadis itu mulai mengatur nafasnya. Setelah ia benar-benar merasa lebih baik. Gadis itu melanjutkan ucapannya “Apa kau tuli? Aku sendari tadi berteriak memanggilmu” Aku sedikit tersentak saat mendengar ucapannya. Tuli? Ya, aku memang tuli.

Aku tak menghiraukannya dan terus berjalan. Kali ini dia berlari dan berdiri didepanku “Kita belum berkenalan. Namaku Im Yoona. Kau boleh memanggilku Yoona, Yoong, Yoongie atau Rusa betina terserahmu” ujarnya sambil menjulurkan tangan.

Rusa betina? Aish… namanya saja Im Yoona, bukankah artinya gadis kecil tak berdosa. Kenapa julukkannya rusa betina?

“Aku tahu siapa namamu. Namamu Xi Luhan. Aku tidak sengaja membaca name tagmu tadi” aku menatap uluran tangannya. Ini hanya akan berakhir sia-sia. Setelah kau mengetahui siapa aku sebenarnya kau akan pergi meninggalkanku seperti yang lain.

Baru saja aku ingin melangkah. Tapi ia menahanku lagi “Maaf karna julukkanku mengikuti namamu. Namamu Xi Luhan, yang aku tahu ‘Lu’ artinya rusa dalam bahasa mandarin. Julukkanku rusa karena aku tidak bisa diam. Bukankah hebat jika kita menjadi teman. Rusa jantan dan rusa betina”

Gadis aneh. Kita tidak akan pernah menjadi teman. Aku sedikit mendorong tubuhnya agar tidak menghalangi jalanku. Dan mempercepat langkahku agar dia tak bisa mengikutiku. Tapi siapa sangaka. Gadis ini benar-benar keras kepala.

“Kau benar-benar marah karna julukkanku mengikuti namamu?” tidak. Tidak sama sekali.

Dia menari tanganku. Membuatku harus menatapnya “Kau bisu? Kenapa kau tidak menjawab? Aku lelah berbicara sendari tadi”

Ku hembuskan nafasku pelan. Lalu merogoh tasku, mencari memo dan pulpen. Aku menuliskan sesuatu disana. Alasan kenapa aku tidak mendengar dan membalas ucapannya. Keningnya sedikit berkerut saat aku menyodorkan memo itu padanya. Tapi dengan cepat ia mengambilnya.

Yoona-gadis itu sangat terkejut saat membaca memoku. Ekspresi itulah yang selalu ditunjukkan orang-orang saat mengetahui keadaan ku yang sebenarnya. Ya, aku tuli dan juga bisu.

.

.

.

Aku tidak menyangka. Kupikir dia akan pergi menjauh dariku. Tapi tidak. Keesokkan harinya ia duduk disampingku, padahal masih ada kursi kosong disamping Hyoyeon. Semua murid dikelasku menyuruh Yoona untuk pindah, tapi ia menolak.

Saat sepulang sekolah ia menghadangku dan mengeluarkan sebuah buku tebal dari tasnya. Aku tersentak saat melihat judul buku itu ‘Bahasa Isyarat Untuk Pemula’. Aku mengeluarkan memoku dan menulis ‘Untuk apa kau repot-repot membaca buku itu?’

Aku memang tidak bisa mendengar. Tapi aku bisa membaca ucapan seseorang dari gerakkan bibirnya saja. Setidaknya Tuhan masih menyayangiku. Yoona tersenyum manis lalu berkata “Karna aku ingin menjadi temanmu”

Dan disinilah aku. Berdiri dengan balutan pakaian pengantin. Menggenggam tangannya yang basah karna gugup. Didepan pastur dan didepan puluhan orang yang sedang menatap kami sekarang. Mengucapkan janji sehidup semati.

Jika kalian bertannya padaku, apakah aku bahagia? Aku akan menjawab, aku sangat bahagia. Menikahi seseorang yang mencintaiku dengan setulus hatinya tanpa melihat semua kekurangan yang kupunya.

Yoona menggerak-gerakkan tangannya menujuk dada, mengepalkan kedua tangannya didada dan menunjukku dengan tatapan yang begitu hangat. Aku tersenyum manis dan mengecup pelan keningnya. Ia mengisyaratkan kepadaku:

“I Love You”

~End~

Note :

Annyeong…

Gimana? Nggak jelas ya? Hehe… maaf mengecewakan. Aku masih amatir. Fanfic ini pernah dipost diblog pribadiku. Jangan lupa meninggalkan jejak ^^

30 thoughts on “I Love You

  1. Sempat berkaca2 baca fanfict ini TT
    Betapa mulianya hatimu Yoona eonni :*
    Kau tak melihat cinta dari kelebihan seseorang, melainkan dengan kekurangannya kau jatuh hati pada Luhan. So sweett ~
    Btw , i miss you so much my Lulu :*
    Fighting thor~

  2. wow keren banget thor. menyentuh n sweet banget gitu😀
    tapi kayak nya rada kecepetan deh thor, pasti lebih keren lagi kalo cerita pas mereka masih temenan dikembangin lagi. supaya alasan kenapa yoong bisa cinta ama luhan juga ketauan
    klo menurut aku sih gitu cz cerita nya baguus banget tapi ngerasa cepet banget end nya😦

    • ini kisah nyata loh chingu. aku baca beritanya digoogle. terus aku buat aja ff. ide ceritanya dari kisah nyata sedangkan alur, plot, latar dll. aku yg buat. gomawo udah komen ^^

  3. Ceritanya bagus thor cuma kecepetan alurnya pgn deh ada sequelnya trus bnr2 lbh detail lg ceritanya, tp keren ko gatega jg sbnrnya lulu hrs bisu sm tuli hihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s