About You

yoonhae-abaout you

Author : Naya

Title : About You (Donghae’s side)

Cast : Lee Donghae, Im Yoon Ah

Other Cast : Jessica Jung, Lee Hyukjae

Genre : Romance

Category : Vignette

Credit poster : ladyoong @ YooRa Art Design

Annyeonghaseo Naya Nandita imnida, sebelumnya saya sudah pernah datang dengan ff Strong Girl dengan nama author Jes, haha.. aku banyak belajar dari semua komen di ff itu, gomawo atas saran dan semua komen positif kalian itu. sekali lagi, kamsahamnidaJ

Kali ini aku bawa ff yang pendek pendek aja. Gak bakal lama kok bacanya, jadi kuharap kalian menyempatkan baca dan komen. Setiap kritik dan saran sangat aku hargaiJoh iya, disini bakal banyak flashback, jadi perhatikan dengan baik tandanya.

Jika saja setiap manusia memliki kesempatan untuk kembali masa lalunya, aku akan kembali saat terakhir kita bertemu.
Aku akan memperbaiki semua kesalah pahaman yang telah kubuat.
Sehingga kau tidak akan meninggalkanku dengan semua kenangan kita.
Walaupun begitu,aku akan tetap menunggumu disini.
Karena aku tidak akan pernah bisa melupakanmu.

Lee Donghae-

~About You~

 

Donghae berjalan pelan mengitari pohon besar tempat dimana ia bersandar untuk memandangi hamparan bunga didepannya. Angin musim semi bersemilir menerbangkan rambutnya. Langkahnya berhenti. Kepalanya terangkat menatap dahan besar yang biasa di duduki seorang gadis.

Drrt..drrt.. Donghae mengambil ponselnya. “nde, aku segera kesana.” Selesai memutuskan hubungan, Donghae meletakkan ponselnya ke saku jas. Matanya kembali menatap pohon besar itu.

“musim semi kedua. Apa kau tidak akan datang?” Tatapan Donghae berubah sendu. “aku akan kembali sore nanti. Annyeong!”

~About You~

“kau masih menunggunya?” tanya Hyukjae, rekan kerja sekaligus sahabat Donghae dikantor mereka. Donghae menatap Hyukjae sekilas, kemudian kembali menatap berkas yang harus dipelajarinya.

“ini sudah dua tahun, dan kau sudah berusia tiga puluh tahun. Bagaimana saat kalian bertemu nanti, gadis itu sudah menikah dengan orang lain?” Donghae menatap sahabatnya yang terlihat khawatir.

“aku hanya ingin menjelaskan semuanya, tidak peduli dia sudah menikah atau belum.” Jawab Donghae mantap seraya tersenyum kecil pada Hyukjae.

“terserah kau saja.” Hyukjae berjalan keluar ruangan Donghae.

Donghae meletakkan berkas yang dipegangnya di atas meja. Matanya kini tertuju pada ponselnya. Ditatapnya layar ponsel yang menunjukkan seorang gadis berada diatas dahan pohon yang tinggi tanpa rasa ketakutan diwajahnya.

Donghae tersenyum sendiri menatap wallpaper ponselnya. Gadis itu terlihat tersenyum menatap sesuatu didepannya. “aku merindukanmu Im Yoon Ah”

 

FLASHBACK

 

“oppa! Aku benci padamu!” teriak seorang yeoja sambil memukul dada namja didepannya. “aku hanya memintamu memahami perasaanku saja, tidak lebih!” Namja itu hanya diam menerima setiap pukulan dan pekikan dari kekasihnya.

“kau tidak mengerti aku oppa” tangis yeoja itu pecah. Namja itu tetap diam tanpa ada rasa bersalah melihat yeojanya menangis karenanya.

“kau juga tidak mengerti aku jessica-ssi” yeoja itu mendongakan kepalanya. Menatap kekasihnya yang memanggilnya dengan panggilan formal.

“mwo?! Oppa selalu saja mengabaikanku. Sebenarnya kita ini pasangan kekasih atau bukan?” tanya Jessica dengan emosi yang sudah meluap. Namja itu hanya diam menatap datar kekasinya.

“jawab aku Donghae oppa!” Donghae tetap diam, masih dengan tatapan datarnya.

“baiklah, terserah dirimu saja Lee Donghae-ssi.” Jessica membalikkan tubuhnya, pergi meninggalkan Donghae yang masih menatapnya dengan datar.

Pluk.

Donghae mendongakan kepalanya. Menatap dahan dahan pohon yang ada dibelakangnya. Seorang gadis terlihat bersembunyi di dahan teratas.

“mianhae.” Teriak gadis itu sambil berusaha turun dari dahan teratas itu. Donghae terus menatap gerak gerik gadis itu, sampai akhirnya gadis itu berada dahan yang paling dekat dengan tanah. Sekitar dua sampai tiga meter dari tanah yang Donghae pijak.

“mianhae, apa sandalku mengenai kepalamu?” tanya gadis itu hati hati. Donghae mengangguk pelan. Gadis itu melompat kemudian berdiri di hadapan Donghae.

Donghae terkejut saat gadis itu mendadak melompat didepannya. Bagaimana tidak? Seorang gadis melompat dari atas dahan pohon dengan ketinggian dua sampai tiga meter?

“gwaenchanna?”tanya Donghae khawatir gadis yang sudah berdiri dihadapannya ini kesakitan.

“ne, mianhae sandalku tidak sengaja terlepas.” Ucap gadis itu sambil menggunakan kembali sandalnya.

Donghae hanya diam, membuat gadis itu takut jika Donghae akan marah padanya. “sudah berapa lama kau diatas sana?” tanya Donghae sambil menunjuk pohon tempat gadis itu berada.

“ah.. mungkin tiga jam yang lalu.” Jawab gadis itu.

Donghae mengerutkan dahinya. “jadi kau.. mendengar..”

“ne, teriakan yeoja mu itu benar-benar keras, tentu saja aku mendengarnya. Padahal aku sudah memanjat sampai dahan teratas, tapi tetap saja aku bisa mendengar pertengkaran kalian. Mian, aku tidak bermaksud mendengarnya.” Ucap gadis itu. Gadis itu kemudian duduk bersandar pada pohon besar yang dipanjatnya tadi.

Donghae mengikuti gadis itu, duduk bersandar di pohon besar nan rindang. “siapa namamu?” tanya Donghae.

Gadis itu menoleh, sebuah senyuman kecil terukir diwajahnya yang cantik. “Im Yoon Ah, kau bisa memanggilku Yoona. Umurku dua puluh empat tahun. Sudah lulus kuliah jurusan design, dan sekarang masih pengangguran.”

Donghae tertawa kecil. Dia hanya menanyakan nama gadis itu, tapi Yoona menjawabnya lebih rinci. Mungkin gadis itu malas jika ditanyakan secara bertele tentang profil dirinya. Entahlah, menurut Donghae seperti itu.

“kau mau tau namaku?” tanya Donghae ragu.

“aku sudah tau. Kekasihmu itu menyebutmu Lee Donghae” Donghae diam. Begitupun Yoona, rasanya susana mulai canggung dan Donghae tidak suka dengan suasana itu.

“apa kau sering kemari?” tanya Donghae memecah keheningan.

Yoona hanya mengangguk tanpa menolehkan kepalanya. Matanya terus menatap hamparan bunga yang terlihat menari saat angin berhembus disekitar mereka.

“sejak kapan?”

“sejak aku masih sekolah menengah.” Jawabnya. Donghae terkejut, artinya gadis disampingnya ini selalu melihat semua kegiatannya disini.

“jadi kau..”

“ne, aku selalu melihatmu. Entah kau sedang membaca, mendengarkan musik lewat mp3 mu, atau tertidur dibawah pohon ini. Dan untuk pertama kalinya aku melihatmu bertengkar dengan kekasihmu tadi.” Jawab Yoona memotong ucapan Donghae.

“mian, mungkin tadi kami mengganggu.” Sesal Donghae. Dia pikir dia selalu sendiri disini, karena itu dia diam saja saat kekasihnya berteriak, tanpa merasa takut ada yang terganggu nantinya.

“ne, kalian sangat mengganggu, apa lagi yeojamu itu. aku bahkan harus memanjat dahan teratas agar tidak mendengar pertengkaran kalian.” Donghae tersenyum, gadis disampingnya ini menjawabnya sesuai isi hatinya. Tanpa harus merasa bersalah terhadap ucapannya.

“apa yang membuatmu senang melihat hamparan bunga didepan sana, sekalipun itu sedang musim dingin?” tanya Yoona tanpa mengalihkan kepalanya dari bunga bunga tersebut.

“entahlah, melihat mereka membuatku merasa tenang.” Yoona menoleh dan tersenyum. Seperti ada sengatan listrik, Donghae menyentuh dadanya. Jantungnya tiba-tiba berdetak tidak karuan.

“kau harus mencobanya dari atas sana, bunga-bunga itu terlihat lebih cantik.” Yoona berdiri, begitupun Donghae.

“kau mau mencobanya?” tanya Yoona yang sudah siap memanjat kembali pohon besar itu.

“anio, aku punya pengalaman buruk dengan memanjat pohon.” Tolak Donghae cepat.

“baiklah”

 

FLASHBACK END

 

Tok Tok..

“masuk”

“direktur Lee, ada seseorang yang mencari anda dibawah. Dia bilang sudah ada janji dengan direktur Lee” Donghae mengerutkan kening. Seingatnya hari ini dia tidak membuat janji dengan siapa pun.

“baiklah, aku akan kebawah nanti.” Namja itu mengangguk kemudian membungkukkan badannya sebelum akhirnya keluar dari ruangan Donghae.

Donghae berjalan keluar. Semua orang yang berpas-pasan dengannya segera membungkukkan badan hormat. Donghae hanya tersenyum dan menyuruh mereka kembali ke pekerjaan masing-masing.

Namja tadi menunjukkan seorang gadis yang tengah duduk di sofa. Donghae berjalan mendekati gadis yang mengaku sudah ada janji dengannya itu.

“annyeonghaseo” sapa Donghae ramah. Gadis itu berdiri dan berbalik. Memperlihatkan wajah cantik nan elegannya pada Donghae.

“annyeong Donghae oppa!” sapa Jessica.

“ada perlu apa kau menemuiku Jessica-ssi?” tanya Donghae to the point.

Jessica mempout bibirnya saat mendapat tatapan datar dari mantan kekasihnya. “kau masih marah padaku oppa? Ini sudah dua tahun lamanya” Donghae tidak menjawab. Jessica menghembuskan nafasnya menyerah. Tangan kanannya bergerak membuka tas tangannya dan mengambil sebuah amplop dengan corak yang indah.

“aku akan menikah, kuharap oppa datang membawa gadis itu bersamamu. Aku akan menunggumu oppa. Gomawo, aku harus segera pulang, banyak yang harus kupersiapkan untuk pernikahanku. Annyeong!” Jessica pergi beranjak meninggalkan Donghae yang diam menatap undangan yang diberikan untuknya.

“tsk, membawa gadis itu?” tatapan Donghae berubah. Ingin sekali dia membawa gadis itu, tapi bagaimana caranya? Tau keberadaannya saat ini saja tidak.

~About You~

Donghae tersenyum mendengarkan Hyukjae yang dengan hebohnya bercerita tentang repotnya menjadi suami sekaligus calon ayah. Donghae juga ingin segera menikah dan mempunyai anak. Tapi hatinya belum bersedia mengganti posisi gadis itu. Gadis yang sudah meninggalkannya selama dua tahun. Gadis yang pergi karena kesalahannya.

“hae, kau harus segera menikah, dan merasakan bagaimana menjadi seorang calon ayah sepertiku.” Saran Hyukjae. Donghae hanya tersenyum kemudian mengangguk.

“bagaimana dengan Jessica? Kenapa kau tidak menikah dengannya saja?”

Donghae tertawa kecil. “aku sudah lama putus dengannya, lagi pula dia akan menikah dengan orang lain.”

“mwo?” Hyukjae tersentak kaget. Donghae mengeluarkan undangan yang tadi pagi diberikan Jessica secara langsung padanya.

“Kim Heechul dan Jessica Jung” baca Hyukjae dengan suara keras. “Akhirnya cinta Kim Heechul diterima juga oleh Jessica Jung. Lalu, bagaimana kabar kisah cinta Lee Donghae saudara saudara? Apakah dia akan bertemu dengan cintanya yang sudah menghilang selama dua tahun? Kita nantikan di acara berikutnya.” Hyuk Jae menggunakan botol minumnya, berpura pura menjadi seorang wartawan yang baru saja mendapat kabar percintaan seorang artis.

Plak! Donghae memukul kepala Hyukjae dengan kertas undangan itu.

“kau berlebihan.” ucap Donghae kemudian pergi meninggalkan Hyukjae yang sibuk mengelus kepalanya.

~About You~

Donghae menutup matanya. Hari ini tidak banyak pekerjaan yang harus dikerjakannya. Pikirannya kini kembali ke kenangannya bersama gadis itu.

 

FLASHBACK

 

“lucu sekali, kita melihat hamparan bunga ini ditempat yang berbeda. Aku di atas dan kau dibawah. Rasanya kau seperti pengawal yang menjagaku dibawah sana.” Donghae hanya tertawa mendegar penuturan gadis yang sudah dikenalnya selama sebulan ini.

“oh iya, bagaimana hubunganmu dengan kekasihmu itu? apa sudah membaik?” tanya Yoona tanpa mengalihkan tatapannya pada hamparan bunga didepannya.

“semakin buruk. Beberapa hari ini aku tidak mengangkat telepon atau membalas pesan darinya. Aku hanya malas dengan yeoja yang menuntut untuk diperhatikan tapi tidak mau memperhatikan pasangannya.” Yoona mengangguk mengerti.

“aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kalian, Donghae-ssi” Yoona menolehkan kepalanya menatap Donghae yang tengah memperhatikannya dari bawah. Seulas senyum tulus dikeluarkannya.

Jarang sekali Donghae melihat gadis itu tersenyum untuknya. Biasanya senyuman itu hanya ditunjukkan untuk hamparan bunga didepan mereka. Dan senyuman itu sukses membuat jantung Donghae tidak karuan lagi.

“selama ini selalu aku yang meceritakan kisah asmaraku. Kau tidak mau berbagi soal kisah asmaramu?” tanya Donghae masih dengan kepala terangkat, memperhatikan Yoona yang mengayunkan kakiknya secara bergantian di atas dahan.

“kau mau tau?” tanya Yoona. Dapat Yoona lihat, Donghae mengangguk dengan semangat. Sepertinya namja itu benar-benar penasaran dengan dirinya.

“aku menyukai seorang namja. Dia tampan, baik, lembut, dan sangat ramah, juga sesuatu didalam dirinya selalu membuatku merasa tenang. Tapi, aku takut untuk mengajaknya berkenalan, bahkan untuk menemuinya saja aku tidak bisa. Aku terlalu tegang dan gugup saat hendak menemuinya dan mengajaknya berkenalan.” Yoona berhenti sebentar untuk mengambil nafas. “hanya itu.”

“mwo?” Donghae tercengang, ia kira Yoona akan melanjutkan ceritanya tadi. “hanya itu?” tanya Donghae tidak yakin Yoona sudah selesai bercerita.

“ne,hanya itu.”

“jadi, sampai saat ini lelaki itu belum mengenalmu?” tanya Donghae masih dengan memperhatikannya dari bawah.

Yoona hanya diam kemudian tersenyum. Donghae tidak mengerti makna dari senyuman itu. Dia hanya diam tanpa mengalihkan tatapannya dari Yoona.

 

FLASHBACK END

 

Senyuman kecil tersungging di wajah Donghae. Mengingatnya saja sudah membuatnya tersenyum sendiri, apalagi jika ia bertemu langsung dengan gadis itu. Gadis yang membuatnya mulai mengerti apa itu cinta.

 

FLASHBACK

 

Sudah berbulan-bulan lamanya Donghae dan Yoona menjadi teman bicara. Donghae merasa nyaman saat menceritakan semua masalahnya pada Yoona, karena Yoona dengan senang hati akan mendengarnya dan memberikan solusi atas masalah yang menimpanya.

“Yoona-ya turunlah, aku mau memberikanmu sesuatu.” Yoona tersenyum dan langsung melompat dari dahan yang didudukinya. Sudah hal biasa bagi Donghae, Yoona melompat dari ketinggian itu. dia tidak terkejut lagi seperti saat pertama kali mereka berkenalan dulu.

Yoona tersenyum menatap Donghae. Seperti anak kecil yang mengharapkan permen dari ayahnya. “apa itu?” tanya Yoona penasaran.

“tutup matamu.” Yoona menurut, dipejamkan matanya. “sekarang buka matamu.”

Yoona membuka matanya perlahan, memberikan efek dramatis untuk dirinya sendiri. Sebuah mahkota yang dibuat dari bunga bunga yang disambungkan. Yoona tersenyum senang.

“boleh aku yang memasangkannya?” tanya Donghae meminta izin.

Yoona mengangguk. Perlahan Donghae memasang mahkota yang ia buat sendiri di atas kepala Yoona. “ini cantik, gomawo oppa.” Ucap Yoona sambil menyentuh mahkota yang sudah menghiasi kepalanya.

“kau bahkan lebih cantik, Yoong” Yoona tersipu malu. Yoona menundukkan kepalanya agar Donghae tidak melihat semburat merah yang kini menghiasi pipinya.

“oh, bagaimana hubungan oppa dengan Jessica-ssi? Kalian seharusnya sudah berbaikan bukan?” tanya Yoona.

Donghae hanya tersenyum simpul, kemudian menggeleng pelan. “mungkin kami tidak ditakdirkan bersama. Aku tidak mengerti apa yang diinginkannya saat ini, karena itu aku kembali mencari jarak dengannya.” Donghae kemudian duduk, disusul Yoona yang ikut duduk disampingnya.

“bagaimana denganmu Yoong, apa sudah ada peningkatan lagi?” tanya Donghae. Dia kini tau, Yoona sudah memiliki keberanian untuk berkenalan dengan namja yang diceritakannya.

Lagi-lagi Yoona hanya tersenyum. Dan Donghae kembali tidak dapat mengartikan maksud dari senyuman itu.

“menurutmu apa aku harus memutuskan hubunganku dengan Jessica?” tanya Donghae setelah sekian lama mereka terlarut dalam pikirannya masing-masing.

Yoona menolehkan kepalanya, tersenyum menatap Donghae yang kembali meminta saran darinya.

“itu tergantung hatimu oppa. Apa kau masih merasakan detakan hebat saat bersama Jessica? apa kau akan selalu tersenyum saat melihat Jessica sedang tersenyum? Apa kau merasakan rindu yang amat sangat saat tidak bertemu dengannya walaupun hanya satu jam? Atau bahkan satu detik?” Donghae terdiam, dia merasakan semua itu, tapi bukan untuk Jessica.

“jika benar seperti itu, pertahankanlah hubunganmu dengan Jessica. Aku yakin Jessica juga merasakan hal yang sama denganmu, oppa.” Donghae menggeleng kecil. Tidak, perasaannya kali ini bukan untuk Jessica. Perasaannya kali ini untuk gadis yang sedang memanjat pohon dibelakangnya.

“jika semua itu sudah tidak ada, apa aku harus memutuskannya?” Donghae berdiri, menatap lekat Yoona yang sudah duduk di atas dahan.

“kau tentu tau jawabannya, oppa”

 

FLASHBACK END

 

Donghae membuka matanya dan menyalakan ponselnya. Dibukanya sebuah folder dalam galeri ponsel tersebut. Donghae melihat satu per satu foto dalam folder tersebut. Foto gadis itu, foto Yoona yang diam diam ia ambil.

Sampai pada foto terakhir. Foto dirinya dan Yoona yang tersenyum menatap kamera. Satu-satunya fotonya bersama Yoona.

“apa kau tidak merindukanku Im Yoon Ah?” Donghae menatap langit-langit ruangannya. Bayangan Yoona kembali hadir. Senyumnya yang tak bisa Donghae lupakan kembali muncul, membuat Donghae ikut tersenyum sendiri.

 

FLASHBACK

 

Diam-diam Donghae memotret Yoona yang sedang sibuk menatap hamparan bunga didepannya. Donghae tersenyum sendiri saat berhasil mendapatkan foto gadis itu.

“oppa, apa yang kau lakukan?” tanya Yoona heran melihat Donghae tersenyum sendiri sambil menatap ponselnya.

“ani. Yoong, kemarilah.” Tanpa disuruh dua kali, Yoona melompat dan berjalan mendekati Donghae. Donghae menarik Yoona duduk disampingnya.

“kita harus mengabadikan pertemanan kita. Senyum.” Yoona tersenyum manis menatap lensa kamera ponsel Donghae. Begitu pula Donghae yang terlihat tersenyum bahagia.

 

FLASHBACK END

 

Donghae menolehkan kepalanya saat mendengar pintu ruangannya dibuka perlahan. “apa lagi yang kau inginkan Lee Hyukjae?” tanya Donghae menatap kesal sahabatnya itu. Sepertinya hampir tidak ada waktu baginya untuk menenangkan diri atau untuk mengenang kembali masa masanya bersama gadis itu.

“aku hanya ingin mengajakmu pulang bersama.” Jawab Hyukjae. Donghae tersenyum, sahabatnya terus saja mengkhawatirkannya.

“kau duluan saja, aku harus pergi ke suatu tempat.”

Kali ini Hyukjae hanya mengangguk. Tidak seperti biasanya yang akan mengomeli Donghae karena akan pergi ketempat kenangannya bersama gadis itu.

“baiklah, hati-hati dijalan Donghae.”

“kau juga.” Hyukjae mengangguk dan pergi meninggalkan Donghae sendiri.

Donghae memasukkan barang-barangnya kedalam tas dan berjalan keluar ruangannya. Beberapa orang yang belum pulang membungkukkan badannya saat Donghae melewati mereka.

Donghae hanya tersenyum dan berjalan keluar kantornya. Sudah dua tahun Donghae tidak menggunakan mobilnya. Alasannya dia ingin menikmati perjalanannya saat hendak pergi atau pulang dari kantor.

Donghae menatap bunga-bunga yang kembali mekar setelah melewati musim dingin kemarin. Senyumnya tak pernah lepas dari wajah tampannya.

 

FLASHBACK

 

“Yoong, kemarilah.”

“kenapa selalu aku yang kebawah, sekali-kali oppa yang kemari.” Donghae mempout bibirnya. Yoona sengaja membuat Donghae kesal. Padahal dia tau Donghae benar-benar trauma untuk memanjat pohon.

Sudah hampir satu tahun lamanya mereka menjadi teman. Dan tentunya hubungan mereka semakin dekat.

“baiklah.” Yoona membelalakan matanya. Donghae akan memanjat?

“andwae,aku akan turun oppa.” Yoona mulai melompat. Karena terlalu terburu-buru, Yoona tergelincir sehingga jatuh diatas Donghae yang langsung menagkapnya dari bawah.

Wajah mereka sangat dekat. Bahkan mereka bisa merasakan deru nafas mereka satu sama lain. Jantung Donghae berdetak cepat. Entah ada setan apa, ditempel bibirnya diatas bibir gadis yang tidak beranjak dari atas tubuhnya.

Yoona hanya diam saat Donghae menciumnya. Merasa tidak mendapat penolakan, Donghae mulai melumat bibir gadis itu dengan pelan dan lembut. Yoona yang awalnya hanya diam, lambat laun mulai membalas ciuman Donghae. Lembut, tidak ada nafsu dalam ciuman itu. Hanya kehangatan yang mereka rasakan satu sama lain.

Donghae melepas ciumannya, memberikan ruang oksigen setelah lama mereka berciuman. “Im Yoon Ah, saranghae.” Yoona terkejut. Segera ia duduk disamping Donghae yang masih terbaring di rerumputan.

Donghae ikut duduk, menatap kedua bola mata Yoona. “saranghae Yoong. Semenjak aku mengenalmu, aku mengerti arti perasaan ini.” Donghae menyentuh dadanya. “dan aku yakin perasaan ini untukmu Yoong, bukan untuk Jessica.”

Yoona hanya diam. “aku benar benar mencintaimu Yoong.”

“Apa aku harus menjawabnya?” Donghae mengangguk cepat. “bisakah beri aku waktu untuk menjawabnya? Besok. Besok aku akan menjawab semuanya.”

Donghae tersenyum kemudian mengangguk. “nde, akan aku tunggu jawabannya besok.”

 

FLASHBACK END

 

Kali ini senyuman Donghae berubah. Wajah sendunya tak luput ia keluarkan. Ia menyesal, tidak seharusnya dia melakukan itu. Tidak seharusnya ia membuat kesalah pahaman dengan gadis itu.

 

FLASHBACK

 

Donghae menunggu Yoona di bawah pohon. Untuk pertama kalinya, Donghae datang lebih dulu dari Yoona. Biasanya saat Donghae datang, gadis itu sudah duduk di salah satu dahan sambil menatap hamparan bunga didepannya.

Senyumnya tak pernah berhenti mengembang. Sampai seseorang datang dengan tangis diwajahnya. Senyum itu hilang.

“oppa, mianhae, aku baru menyadari semuanya. Aku menyesal, aku memang egois.” Jessica memeluk Donghae erat. “mianhae oppa, kumohon maafkan aku.”

“jessica, tenangkan dirimu.” Donghae mencoba melepas pelukan itu, namun Jessica tetap memeluk Donghae dengan erat.

“kumohon, maafkan aku oppa. Aku ini memang yeoja tak tau diri. Aku ini benar-benar egois, kumohon maafkan aku oppa.” Jessica semakin histeris. Tangan Donghae akhirnya bergerak membalas pelukan itu dengan penuh perasaan.

Bagaimanapun Jessica pernah mengisi hatinya. Perlahan Donghae mengelus rambut blonde milik Jessica. Mencoba menenangkan gadis dalam dekapannya itu.

Tak sengaja mata Donghae menangkap sosok gadis yang berdiri tak jauh dari dirinya dan Jessica yang tengah berpelukan. Gadis itu tersenyum kemudian pergi meninggalkannya dan Jessica.

Hari itu, Donghae dan Jessica resmi putus. Dan di hari itu juga, Donghae tidak pernah bertemu Yoona lagi.

 

FLASHBACK END

 

Sampailah Donghae ditempat kenangannya bersama gadis itu tersimpan. Hembusan angin musim semi kembali meniup rambutnya dan bunga-bunga disampingnya.

Matanya membulat melihat seorang yeoja dengan balutan blazer berwarna hitam tengah menatap pohon dimana gadis itu sering memanjatnya sambil menyusuri batang pohon dengan jari jarinya.

“Im Yoon Ah?” gadis itu berbalik, dan menatap Donghae dengan senyuman manis diwajahnya.

 

END

Annyeong, aku kembali dengan ff Yoonhae baru. Hehe, pendek ya? Namanya juga Vignette, gak akan lebih dari 3000 kata. Aku harap kalian tidak kecewa ya dengan ff ku ini. Oke, sampai jumpa di ff Yoonhae ku yg lainnya.. bye J

 

15 thoughts on “About You

  1. Ini ceritanya masih gantung, gimana yoona sama donghae selanjutnya
    Bikinin sequelnya dong thor
    Okee aku tunggu FF selanjutnya
    Keep writing

  2. waktu itu versi yoona eonni… ya ini versi donghae oppa…
    d tunggu klnjutannya setelah pertemuan yoonhae couple…
    happy end ya thor…

    d tunggu ff slnjut.a.. jgn lama2 ya thor… ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s