Heart Attack – 2

heart-attack

by Flowssi

Im Yoona and Xi Luhan

Support Cast // Oh Sehun – Richard Collyn

Genre // Romance-Sad

Ranting // PG13+

Enjoy yea! Happy reading all~^^

….

“Sehun-ah, satu minggu lagi, kau akan memainkan drama.” Manager Sehun-Kim JoonMyeon, memberitaukan jadwal Sehun sambil membolak-balik kertas yang ia pegang.

“Oh! Tapi kali ini berbeda, drama ini adalah campuran inggris-korea!” Lanjut lelaki itu dengan senyum gembira. “Kau akan berangkat ke inggris seminggu lagi.”

“Inggris?” Tanya Sehun yang tiba-tiba tertarik dengan omongan Joon Myeon. Joon Myeon mengangguk. “Ingat, kau harus pandai berbahasa inggris disana!” ledek Joon Myeon yang membuat muka Sehun langsung berubah. Sehun memutar bola matanya kesal saat Joon Myeon tertawa.

Inggris? Sepertinya akan menyenangkan. 

…..

Yoona mendengar suara derap pintu terbuka. Dia kemudian melihat Luhan yang tengah menyunggingkan senyum kepadanya. Yoona sudah bersiap-siap untuk ke studio yang akan menayangkan reality show-yang menjadikan nya sebagai bintang tamu-.

“Luhan ah, Collyn sudah ku mandikan, aku akan pergi sekarang.” Ucap Yoona sambil mengecup pipi Luhan lalu berlari menuju mobilnya. Luhan tersenyum kikuk sambil memegang pipinya.

Ini memang bukan yang pertama kalinya untuk Luhan, jika Yoona mencium pipinya. Namun, Luhan bisa merasakan bahwa Yoona mencium pipinya seperti saat Yoona mencium pipinya untuk pertama kalinya.

“Dad, What are you doing?” Tanya Collyn kepada Ayahnya yang masih tersenyum-like an idiot. Luhan masih saja memegang pipinya sambil tersenyum kikuk. Sampai saat Collyn memukul bahu Luhan dan membuat Luhan langsung tersadar. “Dad! You’re so stinky! Go to bathroom now!”

Luhan kemudian mendecak kesal saat Collyn mengganggu imajinasinya. Luhan kemudian mengangguk lalu berjalan ke arah kamar mandi.

…..

Yoona mendaratkan bokong nya dikursi penumpang. Dia sudah selesai dengan acara variety show-nya. Dia benar-benar lelah, dan ingin pulang secepatnya.

Matanya melihat ke arah jam tangan yang bertengger di tangan kanannya. “Oh-masih jam Setengah sembilan malam-bukan kah kali ini aku tidak pulang malam?”

“Yoona, satu bulan ini kau dapat banyak tawaran untuk merk ternama! Ada guess, ada gucci, ada the body shop, body&soul, dolce&gabbana, chanel, victoria secret…….”

“Pada saat Collyn libur. Dia meminta kita pergi ke manila untuk seminggu saja.”

“Aku dan Collyn akan menunggumu sampai kau tidak sibuk.”

“….gosh, rotelli, valentino, dior, vercase, armani, prada. Itu kesempatan besar mu Yoon! Kau akan pilih yang mana?” Managernya tersenyum lebar ke arah Yoona. Dia bangga-karena-didiknya-itu bisa mendapati tawaran-tawaran dari merk-merk ternama di dunia.

Sedangkan Yoona? Yoona masih terdiam. Dia mengingat kata-kata yang diucapkan oleh Luhan. 3 minggu lagi Collyn bermain teater dan satu minggu Collyn meminta ingin pergi ke manila bersama ‘mereka’.

Yoona memang tau ini kesempatan emas nya untuk bisa menjadi lebih ‘tenar’ lagi dalam dunia maya. Namun apakah berlibur bersama keluarga yang paling dicintainya bukankah kesempatan emas?

“Yoona?” Yoona masih saja terdiam memikirkan kata-kata luhan.

“Yoona Im?” Yoona menompang dagunya karena bingung dengan pilihan nya.

“Roxane?!” Yoona mengerang kesal saat perkataan Luhan lagi-lagi memenuhi pikiran nya.

“ROXANE IM!” Yoona langsung menatap takut managernya yang sepertinya sudah seperti ayam jago-kepanasan. Yoona hanya nyengir tak jelas menanggapi muka seram managernya.

“Kau pi-“

“Tolak semua.” Ucap Yoona yang dia akhiri dengan napas lega. Oh, dia ingin menutup matanya sampai ia tiba di rumah nya. Karena ia tau, manager nya sudah menatap nya tajam.

“Kau mabuk?” Tanya managernya-sedikit membentak. Yoona masih tetap menutup matanya dan menghirup banyak udara yang ada di mobil itu.

“No.” Sepatah kata itu membuat manager Yoona semakin geram. Oh-ayolah, mana mungkin ada artis yang menolak dengan tawaran merk-merk mahal itu? Bukan kah itu sangat menguntungkan?

“Yoona, kau sa-“

“Mungkin aku harus vakum dulu dari dunia maya selama sebulan.” Yoona menyenderkan kepalanya pada jendelanya. Dia memasang heandseat untuk menutupi telinga nya yang mungkin akan panas jika mendengar teriakan nyaring dari managernya.

“fuck it, ROXANE, ARE YOU CRAZY?” Teriak Managernya nyaring-sangat nyaring. Mungkin, mobil lain yang berada di sebelah mobil Yoona bisa mendengar jelas teriakan dari managernya.

“Aku ingin berlibur.bersama.keluarga.ku.” Yoona kali ini menatap managernya, dia menatap managernya yang matanya sudah memerah. Ia tau, managernya sangat mengandalkan nya dan sangat membanggakan nya. Dan mungkin managernya berpikir bahwa ini bisa menjadi puncak kejayaan nya.

Tapi Yoona adalah Yoona. Dia juga mempunyai keluarga yang harus ia urus. Ia lama-lama juga tak tega jika Luhan terus yang ‘mengurus Collyn,’ Hei,  mengurus anak bukan kah tugas seorang ibu?

“Aku lelah….. Calista….” Calista-manager Yoona langsung mengerem mobil itu secara mendadak. Demi apa, Calista langsung tersadar. Dia menatap Yoona yang hanya menatap jalanan-sepi dengan pandangan kosong.

Calista Im-saudara sepupu Yoona yang saaaaaaangaaat dekat dengan Yoona. Bahkan Calista sudah menganggap Yoona sebagai adik kandung nya sendiri. Namun, apa sekarang? Calista menjadi keras terhadap Yoona, ya, karena dia ingin membanggakan sepupunya. Bahkan Calista sendiri tak menyadari seberapa lemah sepupunya.

Dan, demi apapun, sudah hampir 1 tahun Yoona tidak menyebutkan namanya. Dia juga sangat merindukan namanya yang dipanggil oleh wanita itu.

“Calista, eonni….”

Satu detik..

Dua detik..

Tiga detik..

“Maaf.”

“Maaf sudah terlalu menekan mu. Maaf aku terlalu melebih-lebihkan mu. Maaf jika aku tak bisa membuat keluargamu bahagia. Maaf.” Yoona yang tadinya menatap kosong ke arah jalanan langsung menatap sepupunya dengan –pandangan kaget-.

Yoona mati-matian menahan liquid bening yang akan jatuh saat mendengar omongan saudara sepupunya yang telah kembali. Calista menatapnya sambil tersenyum manis.

“Maaf, maaf, maaf.” Yoona hanya mengangguk kemudian memeluk Calista dengan erat. Ia benar-benar senang akhirnya Calista mengetahui keadaan nya ‘yang sebenarnya’.

“Kau boleh hiatus untuk satu bulan.” Yoona merasakan beban yang berada ditubuh nya terasa terangkat. Yoona mengangguk pelan, kemudian ia menangis. Oh, Ucapan Calista benar-benar membuatnya terharu.

…..

“Sayang? Sudah p—“

Ucapan Luhan terhenti saat Yoona langsung memeluknya erat. Luhan bingung. Bukankah tadi Yoona baru pulang-seharusnya Yoona mengucapkan kata yang biasa ia ucapkan bukan jika ia sampai rumah? Namun, kenapa tiba-tiba Yoona memeluk Luhan seperti ini? Apa sedang terjadi masalah?

“Aku hiatus dari dunia maya selama sebulan.” Luhan diam. Lelaki itu mematung. Dia masih belum bisa mempercayai benar-benar apa yang dikatakan oleh istrinya.

Luhan melepaskan pelukan nya dengan Yoona. Yoona tersenyum ringan ke arah nya, namun masih ada keraguan di hati Luhan. “Aku tidak suka candaan.”

Yoona langsung menggeleng pelan sambil menatap iris suami nya dalam. Berusaha meyakinkan bahwa kabar baik yang dia katakan memang benar-benar terjadi.

“Untuk apa aku bercanda luhan-ah? Calista mengijinkan ku untuk hiatus selama sebulan. Bukan kah itu kabar gembira?” Luhan mengangguk gembira kemudian memeluk Yoona erat.

Dia sudah tak sabar menantikan keluarga kecilnya kembali.

Walaupun hanya untuk sebulan.

1 minggu kemudian…..

“Mom, kenapa daddy tidak ikut sarapan bersama kita?” Tanya Collyn saat ia tak melihat ‘ayah kesayangan nya’ tidak ikut serta dalam sarapan. Yoona menggeleng pelan sambil tersenyum-menghibur anaknya.

“Daddy ada pekerjaan di London.” Ujar Yoona sambil menatap anak semata wayang nya yang kini-tengah menatapnya dengan tatapan kaget.

“Jauh sekali mom, berapa hari daddy disana?” Tanya Collyn sambil menatap ibunya penuh harap. Semoga ayah nya tidak terlalu lama berada di London. Baru saja ibunya menerima liburan sebulan, ayah nya sudah mendapat pekerjaan ke negara lain.

“Seminggu, sayang.” Collyn menghela nafas kecewa mendengar ucapan Yoona. Dia sangat sedih mendengar ayah nya seminggu berada di london. Hey, bukan kah sejauh hidupnya ia lebih dekat dengan ayah nya daripada ibunya?

“Why, baby?” Tanya Yoona melihat wajah murung Collyn. Collyn hanya menggeleng lalu berusaha tersenyum kepada Yoona.

“Come on mom, jika kelamaan sarapan nanti aku telat pergi ke sekolah.”

Yoona terkekeh saat mendengar keluhan Collyn-anaknya. Collyn memang anak yang disiplin dan sangat taat kepada aturan. Maka, dia selalu tepat waktu dan tidak suka berangkat terlalu siang.

…..

Luhan menatap arloji nya yang terus menampilkan jarum jam yang tak berhenti bergerak. Pesawatnya mengalami dealey selama 1 jam. Padahal, 3 jam lagi, rapat dengan Ceo Hans Corporation.

Namun, Luhan merasa terganggu karena ada suara teriakan dari luar tempat tunggu. Luhan hanya berpikir mungkin ada artis yang datang atau sejenisnya.

Luhan tak ingin ambil pusing. Maka dari itu, ia mengambil heandseat nya lalu memasangkan ketelinganya. Dia pun kemudian mendengarkan lagu kesukaan nya, The Vamps – Somebody to You.

Luhan menaikan volume nya karena suara teriakan itu malah jauh lebih keras dari yang tadi. Ugh-fanatik.

….

Sehun hanya tersenyum simpul saat beberapa light menembus kacamtanya. Ini adalah hal yang paling biasa yang pernah ia rasakan. Walau mata nya sedikit sakit karena terkena light, namun ia bisa apa? Mana mungkin ia mengeluh kepada fans nya-oh-uh, itu hanya akan membuat popularitasnya turun.

Sehun kemudian memasangkan heandseat ke arah telinganya karena mendengar banyak teriakan nyaring yang hanya akan membuat gendang telinganya pecah.

Siapa yang tau? Bahwa dibalik sifat hangat sehun, dia mempunyai tiga sifat yang –manager- nya saja tak tau.

Dingin, Cuek, Egois.

“Sehun, hurry up!” teriak managernya saat Sehun masih duduk di kursi penumpang mobil-mereka. Kali ini, Sehun dan managernya mendatangi sebuah perkantoran –Hans Entertaiment -. Dan, Sehun masih saja berkutat pada ponselnya.

“OH SEHUN!” teriak managernya-lagi. Sehun kemudian memutar bola matanya dan mengangguk singkat ke arah managernya seperti mengatakan: sebentar-lagi.

Sehun kemudian turun dari mobil dan melepas heandseat yang sedari tadi belum ia lepas dari bandara. Sehun menatap gedung pencakar langit itu. Dia takjub, bahkan gedung entertaiment ini jauh lebih modern dan mewah daripada gedung entertaiment nya dia yang berada di Seoul.

“Kenapa kita kesini?” Tanya Sehun saat managernya langsung menarik tangan nya menuju sebuah cafe-khusus entertaiment disitu. “Menunggu seseorang, dia akan sampai disini sebentar lagi.”

Sehun hanya mengangguk asal kemudian sibuk dengan ponselnya. Suara lonceng pintu cafe itu terdengar dan membuat pandangan Sehun sedikit teralihkan pada seorang perempuan yang menimbulkan suara lonceng itu.

Sepertinya, perempuan itu berjalan ke arah meja mereka dan melemparkan senyum kecil. Sehun hanya mengacuhkan lemparan senyuman perempuan itu kemudian ia sibuk dengan ponselnya.

“Hei, Calista!” Panggil Joon Myeon. Sehun langsung menyimpan ponselnya dan tersenyum simpul saat perempuan yang tadi dipanggil Calista itu duduk di sebelah Joon Myeon.

Namun, dahi Sehun mengerut. Dia sepertinya pernah melihat perempuan itu tapi dia lupa dimana dia melihat perempuan itu. Sehun kemudian hanya mengangkat bahunya acuh.

“Long time no see, Suho.” Perkataan Calista membuat Sehun melihat mereka yang tampak akrab berbicara. Jarang sekali ada yang mengetahui nama lain Joon Myeon. Mungkin, Calista sudah pernah berhubungan dengan Suho sebelumnya.

“Sehun, do you remember me?” Tanya Calista pada sehun yang kini tengah menatap nya dengan pandangan aneh. Calista hanya tertawa pelan lalu menggeleng dengan sikap ‘pelupa’ Sehun.

“Aku manager Roxane Im—ingat?” Sehun mengerutkan alisnya lagi. Siapa itu Roxane Im?

“Im Yoona.” Sahut Suho seperti bisa membaca pikiran Sehun. Sehun kemudian mengangguk pelan saat mengerti siapa itu Roxane Im. Sehun yang tadinya hanya mengangguk acuh langsung membulatkan matanya.

“Yoona tinggal disini?” Tanya Sehun hati-hati kepada Calista. Ia takut dicurigai oleh Calista karena tiba-tiba bertanya tentang Yoona.

Calista mengangguk pelan sambil tersenyum simpul. Sehun masih terdiam lalu menatap Calista. “Bisakah aku meminta nomor ponsel nya?”

“Kenapa tidak.”

“Mommy, aku rindu Daddy.” Tutur Collyn saat mereka berdua tengah makan siang bersama di sebuah cafe. Yoona menatap anak semata wayang nya itu lalu tersenyum-berusaha menghibur Collyn.

“Mommy juga kangen. Daddy sebentar lagi akan pulang.” Ucap Yoona mengelus puncak kepala Collyn. Collyn hanya mengangguk menyetujui perkataan Yoona.

“Ini sudah tiga hari Daddy pergi, Apakah Daddy tidak menelpon Mommy?” Yoona tersenyum kecut sambil mengangguk.

“i-i-iya, sayang. Daddy selalu menelfon mommy.” Yoona menggigit bibirnya saat melihat Collyn tersenyum penuh harap kearah Yoona.

Flasback On

Yoona bernafas lega saat melihat Collyn akhirnya tertidur. Sedari tadi Collyn tidak bisa tidur hanya karena menanyakan ‘sedang apa Daddy di londong sekarang mom?’.

Yoona duduk di tepi ranjang nya. Ia memakai hand body agar kulit nya tetap halus walaupun dia tertidur. Namun, perhatian nya teralih pada ponsel nya yang bergetar.

Dan, nama suami tercintanya terpampang disana. Membuat lengkungan itu terbentuk dengan indah.

“Hel—“

“Honey.” Yoona tersenyum (lagi) saat mendengar suara Luhan dari arah seberang.

“Hm?”

“Miss me?”

“Really miss you.” Yoona mendengar kekehan pelan dari Luhan.

“I have any question for you.”

“What?”

“Apakah ada masalah di sana?” Yoona benar-benar bingung mendengar pertanyaan dari Luhan. Setau dia, dia dan Collyn baik-baik saja disini.

“Tidak, memang nya ada apa, sayang?”

Yoona mendengar hembusan nafas dari seberang. Sepertinya Luhan membawa ‘kabar buruk’.

“A….ak..aku sudah melihat foto ‘kalian’ di majalah itu.”

“Aku? Dengan siapa?”

“Sehun.”

Yoona benar-benar terdiam kali ini. Dia masih mengingat betapa bencinya Luhan pada Sehun karena ‘kejadian’ dulu. Padahal dulu, Sehun dan Luhan bersahabat baik.

“A…aku minta—“

“Kau tidak memberi tauku?” Yoona menggigit bawah bibirnya saat mendengar suara Luhan mulai meninggi.

“Luhan-ah. Aku tidak ingin membicarakan nya sekarang.Besok setelah kau sampai di Inggris, akan ku jelaskan semua.”

“A-“

Pip.

Yoona menghembuskan nafas nya sambil menatap walpaper ponselnya. Dia tersenyum kecut lalu meringis pelan.

“Akan kah masalah akan datang?”

Flasback off

Yoona mengerjapkan matanya saat ia sadar dari ‘pikiran’ nya. Collyn tengah menatap nya dengan tatapan bertanya. Yoona juga merasakan tangan nya memerah. Ternyata, sedari tadi, Collyn menepuk tangan nya beberapa kali.

“What’s the matter?” Tanya Collyn kepada Yoona. Yoona menggeleng pelan sambil tersenyum nonorganik. “Ayo sayang kita pulang.”

….

Luhan masih menatap majalah yang berada di depan nya. Dia memijat dahi nya pelan saat merasakan kepalanya pening. Baru saja dia membeli majalah yang siapa model dari cover majalah itu.

Sebenarnya dia sudah biasa meliat istrinya bergaya di cover suatu majalah. Namun, kali ini berbeda. Kenapa ada orang yang dibencinya seumur hidup tengah berangkulan bersama Yoona?

Apakah Yoona sekarang malah tidak membenci lelaki itu?

Luhan menghelang nafas kasar tanda ia frustasi. Sungguh, dia benar-benar menahan emosi. Jadi saat Yoona berangkat ke Paris itu dia menjadi model majalah bersama lelaki itu?

Masalah apalagi ini?

….

Yoona menghela napas pelan saat Collyn ngotot minta dibelikan ice cream. Padahal, baru saja mereka makan siang. Apakah Collyn tidak merasakan yang namanya ‘kenyang’?

Yoona bukan nya ingin menolak, namun toko ice cream itu berdekatan dengan gedung  entertaiment ‘nya’. Dia merasa kurang nyaman jika berdekatan dengan gedung pencakar langit itu. Bahkan, dari kemarin, dia lupa bahwa dia adalah artis sekaligus model yang sedang mengalami ‘hiatus’.

Namun, sepertinya dewi Fortuna berpihak kepadanya. Collyn hanya meminta uang kepada Yoona. Gadis kecil itu tidak meminta Yoona menemaninya. Yoona menghela napas lega kemudian memberikan uang sebesar $10.

Namun, kemudian ponsel nya bergetar. Nama saudaranya terpampang disana. Dia terdiam, bingung ingin mengangkat atau tidak.

“Hello?”

…….

Suho menatap Sehun yang sedang sibuk memandang pemandangan kota Inggris dari jendela besar yang terdapat tepat disebelah tempat duduk mereka. Pandangan Suho teralih ke seorang anak kecil perempuang yang sedang membayar ‘belanjaan’nya.

Namun, Suho sedikit terkejut ketika dia melihat anak kecil itu secara kesuluruhan. Iris madu yang dingin namun lembut, Kulit sepucat salju, bibir pink yang mungil, Hidung yang mancung. Semua itu membuatnya mirip dengan Sehun.

Suho kemudian menepuk pundak Sehun kemudian menunjuk anak kecil tadi yang menurutnya mirip dengan Sehun. “Anak kecil itu.. Mirip dengan mu.” Bisik Suho yang dianggap angin lalu oleh Sehun.

“Apakah itu anakmu?” Goda Suho sambil menekan bahu Sehun. Sehun mengadah kepalanya lalu menatap sengit managernya. “Kau bercanda! Bahkan aku belum menikah!” Sanggah Sehun yang membuat Suho tertawa.

“Lalu kenapa dia mirip dengan mu?” Tanya Suho masih ‘ingin’ menggoda Sehun. Sehun hanya mengedikan bahunya lalu berpura-pura mensibukan diri bermain ponsel. “Mungkin takdir.”

“Ini terasa begitu hening, bagaimana jika kupanggil Yoona untuk mampir kesini?” Tawar Calista sambil menatap Suho yang masih menggoda Sehun. Suho hanya mengangguk menanggapi omongan Calista.

“Memang nya kemana Yoona?” Tanya Sehun yang kemudian mengalihkan pandangan nya dari ponselnya. Calista menatap sehun dengan kening yang berkerut. Aneh saja, kenapa tiba-tiba Sehun menanyakan keberadaan Yoona?

“Ah..ehm, maksud ku… dia kan sempat menjadi partner ku saat pemotretan majalah itu, dan kita menjadi dekat. Jadi tidak salah kan aku menanyakan keberadaan teman sendiri?” Sahut Sehun dengan menekan perkataan nya. Dia berbicara seperti itu seolah mengerti apa yang dicurigai oleh Calista.

“Yoona hiatus selama 1 bulan.” Ujar Calista sambil menyeruput Vanilla Latte nya. Suho dan Sehun mengangguk mengerti. Saat Suho akan bertanya, Calista tiba-tiba menelpon seseorang.

“Hello?”

“ Calista.”

“Roxane, where are you?”

“Di kedai ice cream, why?”

“Bisakah kau ke gedung entertainer sebentar?”

“Untuk?”

“Kita kedatangan tamu spesial.

…..

Collyn bingung kenapa Mommy-nya malah memakirkan mobil mereka di basement Hans Intertaiment. Collyn sebelum nya baru pernah datang sekali ketempat ini. Itupun saat ia masih kecil. Jadi ia tak benar-benar mengingat tempat ini.

“Collyn, mampir kesini sebentar tak apa kan?” Tanya Yoona hati-hati saat ia hendak mematikan mesin mobil. Collyn tampak menimang-nimang kemudian mengangguk. Bahkan, ice cream nya belum ia habiskan.

Yoona langsung memakai kacamatanya hitamnya. Dia melewati pintu belakang gedung itu. Dia tak berkenan untuk bertemu dengan paparazi yang akan memberikan seribu pertanyaan karena tiba-tiba dia ‘mampir’ ke kantor agensinya.

Collyn hanya menggandeng tangan Yoona dan mengikuti arah gerak Yoona. Dia sama sekali tidak hafal gedung ini. Mana gedung ini luas dan besar.

Kedua nya sampai di lobby gedung itu. Collyn melihat banyak artis-artis dan model yang sering ia lihat di televisi. Ternyata, Collyn baru menyadarinya bahwa ini adalah ‘tempat pekerjaan’ ibunya.

Yoona mendapat pesan dari Calista, bahwa Calista berada di cafe yang tersedia di gedung agensi itu. Sebenarnya siapa tamu istimewa itu sampai bisa menyita waktu hiatus nya?

Yoona dan Collyn memasuki cafe itu dan mencari keberadaan Calista. Calista melambaikan tangan ke arah Yoona. Yoona hanya tersenyum kemudian mendekat ke arah meja Calista. Dia belum bisa melihat dengan jelas siapa tamu spesial yang dimaksud oleh Calista.

Namun saat Yoona dan Collyn sampai di meja itu…..

“Long time no see Yoona.”

Wajah tenang itu berbalik dengan keadaan hatinya yang bingung akan gadis kecil yang dibawa oleh Yoona. Apa mungkin itu adalah….

anak dari darah daging nya?

To Be Continued

Jujur ini makin gak jelas.

Flowssi.

39 thoughts on “Heart Attack – 2

  1. aakkkkk akhirnya update jugaaa~~
    well aku masih bingung. yoona tinggal di inggris kan? terus tadi ada adegan yg bilang kalo luhan kerja di london, malah collyn bilangnya luhan kerjanya jauh banget sampe beda negara. gini, london itu ada di inggris kan? kenapa collyn bilang kayak gtu? -_- masih gak ngerti -_- apa mungkin typo thor? terus juga mungkin kata yg bener itu “delay” bukan “dealey”
    mungkin kritikan ku cuma lebih diperhatiin lokasi kejadiannya aja thor. soalnya aku masih bingung yg itu

  2. plis,jangan biarin yoona clbk lagi sama sehun
    Kasian sama luhannya
    Oh ya thor,kalau bisa banyakin moment luyoon nya ya🙂
    Di tunggu next chap nya (y)

  3. Ada banyak typo ya chingu. Tp its oke lah. Dan ada satu kata yg masih sedikit mengganjal nih. Kayak Yoona yg bekerja di dunia maya? ?? Eumm dunia maya Bukankah akan lebih baik klo Yoona bekerja di dunia Entertaiment ya? Bukan dunia maya. . Nah itu tuh yg sedikit aneh thor..

    Ditunggu next partnya ya. Semoga lebih baik, . Hehe fighting!

  4. Hemm…kecewa bgt ma yoona,seharsnya dia ngomong ju2r ama luhan setidknya luhan bs mengerti klo sprti ini gk salah klo luhan kecewa ma yoona.

  5. .akhh, tmbah dhe msalah lg!
    Wah, sehun ktemu nak kandungx thuc collyn.
    Sehun pasti brasa sedh thuc lhat nak kandungx.
    Tp kciant jg luhan nya.
    Okey, aku hanya brharap yg trbaik ja bwt khidupn yoona🙂
    next chapter d’tnggu!

  6. Collyn anak sehun ya thor ?
    semakin penasaran sama konflik next chapter
    bikin sehun jatuh cinta lagi sama yoona thor
    aku tunggu chapter 3 nyaa
    keep writing

  7. wah wah wah
    konfliknya makin keliatan nih thor
    yoona sama sehun udah ketemu pasti bakal ada masalah lagi
    gak sabar pengen liat yoona direbutin hunhan #wadaw
    next chap thor keep writing ^^

  8. ohhh q suka ceritanya…collyn itu sebenernya anaknya sehun apa luhan c??tp yoona nikahnya sama luhan…aahhh next part ditunggu jgn lama2 neeeee……

  9. Eonni, kapan di lanjut ? Aku udh ngga sabar buat baca next chapter-nya >..< Mian baru komen sekarang, maklum readers baru :v jangan lupa buat cepet2 lanjutin FF-nya gomawo❤ #bow

  10. Kyaaa! penasaran banget gua penasaran setengah mati!
    sebenernya blm ngerti ceritany krn ngotot langsung baca chap2 kkk~
    #kebiasaan. Udah gk sabar. udah gk sabar. aku seneng banget kl ada ff
    luyoon dan yoonhun because they my bias kkk~. kasihan y yoona
    padahal di baru hiatus pengen libuaran sm keluarganya
    eh? tapi luhan ada pekerjaan di london. kasihan ckckck
    dan kenapa ya luhan benci sehun y? inilah akibatnya kalau
    ngotot baca chap 2 dulu. jd gk tau cerita dari awal kkk~. jadinya… gimana nanti y? kkk~. Sehun itu pernah suka Yoona dan pernah ancuri hubungan luyoon y? jadi luhan benci sehun gitu? Aigo~~ bingung. bingung. ni reader kebingungan. warning.warning. net not net not. #alay #plak #abaikan. kenapa anakny luyoon itu syp nmny tuh lupa….*muncul lg deh kebiasaan pdhl baru baca eh dh lupa castny. gk dititipin sm orang tua luhan dan yoona aja? kl mereka lagi kerja y? Aduh reader jd nambh bingung dh ya ! thor! ni reader yang ngotot baca chap 2 dulu harusnya baca chap 1 mlh baca chap 2 pengen baca chap 1 biar lebih ngerti. bye!

    Eh? entar. nge-post ffny jgn lama ok? nanti para reader setia jadi lumutan deh? atau mati penasaran? #jadi hantu dong? >_< .-. . maka dari itu thor, saya mohon sangat berharap jgn smpai reader jd penasaran nantinya ok? Annyeong!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s