Heart Attack – 1

heart-attack

by Flowssi

Im Yoona and Xi Luhan

Support Cast // Oh Sehun – Richard Collyn

Genre // Romance-Sad

Ranting // PG13+

 “Ah, aku lelah.” Keluh seorang wanita saat dia diberikan selembar kertas yang berisikan jadwal nya. Tunggu, jadwal?

Ya, dialah Yoona Im, model sekaligus aktris yang sedang naik daun. Dia sudah mempunyai suami dan anak. Namun, pekerjaan yang selalu merenggut waktunya membuatnya jarang bisa berlibur maupun menikmati hari libur seperti keluarga lain nya.

Kesal? Sangat.

Namun, menjadi aktris dan model adalah cita-cita yang ia impikan sejak kecil. Tak mungkin dengan perjuangan keras nya dia mundur begitu saja. Menurutnya, jika ia akan mengambil keputusan itu, dia akan menyesal seumur hidupnya.

“Yoona, kau mau kuantara atau pulang sendiri?” Tanya seorang perempuan yang 1 tahun lebih muda darinya-manager yoona. Yoona hanya mengedikan bahunya sambil menutup matanya. Dia mencoba mencari ketenangan setelah sekian jam, menit, detik terus bergaya di depan kamera.

“You look like a crazy people. Come on go to basement.” Ucap sang manager membawakan tas Yoona. Dia berjalan terlebih dahulu meninggalkan wanita yang masih sibuk mencari ketenangan pada dirinya sendiri.

“Yoong, how about your husband?” Tanya manager nya lagi saat mereka dalam perjalanan ke rumah Yoona. Yoona yang berusaha tidur hanya berdeham pelan, tidak menjawab pertanyaan managernya. Dia merasa, tidak ada waktu untuk menjawab pertanyaan itu.

“Yoong, sudah sampai.” Yoona terbangun dari tidurnya saat ia mendengar suara managernya. Dia kemudian mengucek-ucek matanya dan melihat jam yang bertengger di tangan nya.

23:20

Yoona menghembuskan nafasnya pelan, kemudian dia melambaikan tangan nya ke arah manager nya dan keluar dari mobil.

“Ingat, besok ada pemotretan untuk  majalah ‘maire claire’, pagi-pagi sekali kau harus mengambil penerbangan pertama menuju paris.” Yoona hanya mengangguk asal lalu berjalan gontai memasuki rumah.

“Aku p-“

“Kenapa baru pulang?” Yoona terdiam saat menemukan Luhan-Suaminya sedang duduk di sofa sambil melihat berkas-berkas dari kantor-Luhan. Yoona hanya memutar bolanya kesal.

“Chagi-ya, aku mengantuk.” Ucap Yoona-tanpa membalas pertanyaan Luhan. Dia merebahkan dirinya di sofa yang berada di sebelah sofa yang di duduki Luhan. Luhan hanya menggeleng pelan melihat istrinya.

“Besok ada pertemuan antara orang tua dan guru di sekolah Collyn.”

“Pertemuan apa?”

“Terima rapot dan pementasan.”

“Aku tak bisa datang, Besok ada pemotretan di paris.”

“Tapi Collyn meminta mu untuk datang besok.”

“Aku.tidak.bisa.”

“Sekali saja?”

“Luhan-ah, benar-benar tak bisa.”

“Terserah lah, kau bisa bilang sendiri ke Collyn.”

“Collyn sudah tidur?”

“Iya, lima hari lagi dia libur. Dia meminta kita mengajak nya pergi ke Manila untuk seminggu saja.”

“Aku tidak tau aku bisa atau tidak.”

“Sudah kuduga.”

“Yasudah, aku ingin tidur, jangan tidur terlalu malam.”

Tanpa mereka berdua ketahui, di balik tembok yang membatasi ruang keluarga dengan kamar Collyn, seorang perempuan kecil menatap mereka sambil menahan tangis yang akan pecah begitu saja.

It’s okay Collyn, don’t cry. Your mom is busy.”

_______

“Dad, where’s mommy?” tanya Collyn saat perempuan kecil itu dan Luhan tengah sarapan di meja makan. Berdua.

“Mommy ada pemotretan sayang.” Ucap Luhan sambil membersihkan saus lagsana-yang telah dibuatkan oleh Yoona sebelum dia terbang ke Paris- yang berada di sebelah kanan bibir Collyn.

“Apakah nanti dia datang, dad?” tanya Collyn pura-pura tidak tau atas apa yang ia dengarkan semalam. Luhan hanya terdiam saat mendengar pertanyaan Collyn. Di satu pihak dia tak bisa berbohong pada Collyn, dan pada pihak lain dia tak ingin mengecewakan Collyn.

“Mommy akan berusaha datang sayang.” Ujar Luhan sambil tersenyum manis, berusaha meyakinkan gadis itu agar gadis itu tak kecewa dengan ibunya sendiri.

“Dad, come on. I dont wanna to late.” Ujar Collyn lalu menaruh piring nya ketempat –cuci piring-. Kemudian ia menggandeng ayah nya yang sudah siap di ambang pintu.

“Terkadang aku bingung dengan jalan pikiran orang dewasa.”

_________

“Yoona, nanti dalam foto yang akan dipasang di majalah ‘maire claire’ tentang liburan musim semi, akan berpasangan dengan model lain yang berasal dari seoul.” Yoona hanya mengangguk singkat saat manager nya menjelaskan apa yang ia lakukan setelah sampai di paris nanti.

Yoona menatap gumpalan awan yang menutupi pemandangan laut. Jujur sekali, dia ingin menghadiri pertemuan di sekolah Collyn. Dia hanya pernah sekali ke-sekolah Collyn, itupun saat ia mendaftarkan Collyn.

“10 menit lagi pesawat akan mendarat Yoona-ya, persiapkan barang mu. Oh ya, jangan lupa pakai kacamatamu.” Pesan manager kepada Yoona yang masih sibuk memandangi pemandangan di luar pesawat.

Tapi, semenit kemudian Yoona mengangguk pelan lalu memasangkan kacamata hitam nya yang tadi ia simpan di dalam tas nya. Saat pesawat sudah mendarat dengan mulus Yoona berguman.

“I think is so bad.”

…..

“Dad, Where’s Mom?” Tanya Collyn saat melihat ayah nya berjalan ke arah kelas nya tanpa ibunya. Ayah nya kemudian memeluk nya lalu mengelus rambut coklat nya sambil tersenyum pahit.

“Mom ada acara sayang, acara mendadak.” Ucap Luhan sambil tertawa getir. Dia kemudian melepaskan pelukan nya dan menggandeng Collyn memasuki kelas gadis kecil itu.

Come on, Mrs. Nicole akan membagi rapot.” Ucap Luhan mengalihkan pembicaraan. Luhan dan Collyn mengambil tempat duduk di sebelah kanan yang berada dekat dengan meja guru.

Collyn akan menginjak kelas dua sekolah dasar, dia berharap dia mendapat nilai yang bagus tidak seperti semester kemarin yang mendapat nilai yang sangat tidak memuaskan.

“Collyn, congratulation! You got a perfect score!” ucap Mrs. Nicole saat Luhan dan Collyn mendapat giliran untuk mengambil rapot. Mata Collyn langsung berbinar saat mendengar ucapan Mrs. Nicole, kemudian Collyn diberi sebuah piagam yang bertuliskan “CONGRATULATION COLLYN GET A PERFECT SCORE.”

“Thanks Mrs.Nicole. Sehabis ini langsung diadakan pentas?” Tanya Luhan kepada Mrs. Nicole yang masih tersenyum menatap Collyn. Mrs. Nicole kemudian mengangguk. “Nicole akan membacakan puisi bukan?”

Nicole mengangguk saat mendengar pertanyaan dari Mrs.Nicole, ya, dia akan membacakan puisi yang sudah habis-habisan di hafalkan nya dari satu bulan yang lalu, namun ada sedikit kekecewaan karena seseorang ia inginkan untuk datang lebih memilih pekerjaan daripada melihat pementasan nya.

“Where’s Your mom, collyn?” Tanya sahabat collyn-Angel, saat Collyn sudah bersiap-siap naik keatas panggung untuk menyampaikan sepatah maupun dua patah kata dalam acara ini. Collyn hanya menggeleng sedih lalu menahan tangis yang akan keluar.

“She’s really busy now.” Ucap Collyn sambil tersenyum paksa. Dia sedih? Tentu! Dia ingin marah? Tentu! Dia ingin dimanjakan oleh ibunya? Tentu! Tapi apa guna? Sudah hampir tiga minggu dia tidak bisa bersama ibunya.

Collyn maju saat namanya dipanggil oleh pembawa acara perpisahan itu. Collyn tersenyum kepada para penonton lalu mengehela napas panjang saat melihat Luhan sudah siap dengan handycam

“I have something poetry, this poetry for my mom, but she’s busy. She’s could not come. So, i want, all of you hear me.”

“You tough me to hold
Tears Pouring rain
To Always be patient in the trial
Prostration and kneeling on the lord…”

“You Couple formed by prayer
Take care of the crime
Sweep me away by the dust
That Will Make me fall…”

“You are an inspiration of life
Leads to sweep the obstacles
With the build confidence
Patience and care to create…”

“You are a hero trought out the ages
Sweat make science
Crying makes light guide
Dusk making a new spirit…”

“You set the colouds
Will not disappear by the moon
Your love is eternal
Untill later i had a dream in a grave…”

“Where you stand
Place last step
Share them all miss the place
And a place to complain….”

“The mother there is no indelible
By the swift exposure to sea
By the anger of the eart ground
My Heart and will always be an intergral…”

Collyn menahan napas nya sebelum mengucapkan satu kalimat akhir yang sangat ia nanti-nantikan sendiri.

“And, whenever you going, i always love you, more than you love me, my mom.”

Suara riuh tepuk tangan terdengar di gendang telinga Collyn saat ia menutup matanya. Kemudian ia melirik ke arah Luhan yang sedang tersenyum lebar padanya, dan mengacungkan dua jempol. Collyn kemudian membungkuk dan berjalan keluar panggung.

Luhan menghampiri Collyn lalu menggendong anak itu. Kemudian ia memeluk Collyn yang sepertinya sekarang menangis. Padahal harapan Collyn sangat besar, ia hanya ingin ibunya datang pada acara kali ini. 5 menit saja. Namun, apa yang dia dapatkan?

“Don’t cry Collyn, you are the best.” Puji Luhan sambil mengalus rambut Collyn. Collyn menggeleng pelan dan terus menangis.

“Aku hanya ingin mommy datang dan mendengarkan puisi ku, sudah itu saja.” Tangis Collyn, ia tambah erat memeluk ayah nya. Luhan tersenyum paksa lalu mengajak Collyn pulang, sebelum itu, mereka berpamitan kepada guru dan teman-teman Collyn.

…..

Yoona mendengus kecil saat ia menerima cahaya-cahaya yang membuat matanya menjadi semakin sakit. Bahkan, dia juga mendengar teriakan-teriakan dan dia harus benar-benar dijaga oleh bodyguard di bandara Charles De Gaulle.

“Yoona, kita akan pulang ke Inggris pada jam enam sore, jadi kau jangan lalai dan harus cepat pada sesi foto nanti.” Yoona hanya mengangguk pelan saat Manager nya sudah mulai kembali cerewet saat mereka berada di dalam mobil yang menuju tempat sesi foto dilakukan.

“Yoona, kau mendengarkan ku kan?” Tanya manager nya sambil memegang bahu Yoona. Yoona hanya mengangguk singkat tanpa menatap Managernya yang sudah mengumpat-umpat dengan kesal.

Yoona hanya tersenyum simpul saat melihat orang-orang yang menyapa nya. Dia merasakan semilir angin yang terus menerbangkan rambut emas nya. Mungkin, kali ini sesi pemotretan dilakukan di tempat outdoor.

“Nah, itu model yang akan berfoto bersamamu!” Seru manager-yoona, sambil menunjuk ke arah model yang sedang duduk dan sepertinya sibuk oleh ponselnya. Yoona tak bisa melihat dengan jelas karena model itu menundukan kepala nya dan juga memakai kacamata. Namun Yoona bukan lah orang yang suka ambil pusing.

“Oh.” Jawab Yoona singkat tanpa memerdulikan wajah managernya yang menatap nya seperti berbicara “apakah-kau-tak-ingat-dengan-dia?”

“Sit down please in here nona, we want to make-up your face.” Yoona hanya mengangguk saat salah satu staff menyuruh nya duduk di tempat duduk-rias yang sudah tersedia di tempat sesi foto itu.

Yoona siap dengan hotpans berwarna hitam dan kaos vintage berwarna abu-abu. Yoona juga menggerai rambutnya dan memakai kaca mata hitam. Seperti berlibur di musim semi!

Yoona melihat ke sebelah nya sudah ada lelaki dengan celana jeans dan kaus putih vintage yang tipis, sedikit memperlihatkan abs nya. Lelaki itu juga memakai kacamatanya, jadi Yoona tidak terlalu jelas melihat wajah nya.

“Sombong sekali,Tidak mengingatku nona im?” Yoona terdiam saat lelaki yang menjadi model bersama dengan nya membisikan nya. Suara nya nampak familiar di telinganya. Dia  kemudian terpaku saat mengetaui siapa pemilik suara itu.

Yoona berusaha tenang dan tidak berlebihan karena bertemu dengan ‘seseorang’ yang dia benci. “Lama tidak bertemu tuan Oh.”

Lelaki itu-Oh Sehun, model dari Seoul yang sedang naik daun, menjadi pasangan Im Yoona-Roxane Im, dalam sebuah pemotretan yang berada di paris ini membuat lelaki itu tersenyum pahit. Mengingat kenangan yang pernah terjadi dengan ‘wanita’ itu.

“Bagaimana kabarmu?” Tanya Sehun, basa-basi bukan? Yoona tampak acuh tak acuh. Kemudian wanita itu hanya menghela napas.

“Seperti yang kau lihat.”

Berubah.

Sehun tau, Yoona berubah, wanita itu menjadi lebih dingin dan lebih eksotis, berbeda seperti dulu. Dan…. apakah mungkin penyebab nya adalah dirinya sendiri?

“Yoona, Sehun, Come on!” Teriak sang fotografer sambil melambaikan tangan nya. Sehun dan Yoona segera mengangguk lalu mendekat kearah fotografer itu.

“Kalian berdua akan bergaya seperti sedang berlibur, dan jangan lupa saling bergandengan ataupun berangkulan, ah ya, itu ada mobil yang terletak disana, nanti kalian juga akan berfoto memakai mobil itu.” Yoona dan Sehun hanya mengangguk saat mendengar petunjuk dari sang fotografer.

Yoona dan Sehun berangkulan, Tangan kiri sehun memegang Topi. Dan, tangan kanan Yoona membawa tas ransel. Mereka tampak sangat cocok untuk pasangan ‘liburan musim semi’.

Senyuman manis khas Yoona dan senyuman menawan Sehun membuat sang fotografer tersenyum puas. Namun tanpa sepengetahuan sang fotografer, mereka berdua tampak sangat canggung dan berusaha menjauh satu sama lain.

“Finish! Oke, let’s break.” Ucap sang fotografer tersenyum lebar. Yoona dan Sehun sama-sama bernafas lega lalu menjauh satu sama lain.

Yoona menatap ponsel nya yang bergetar, kemudian ia melihat pesan yang dikirimkan oleh Luhan. Dia menarik bibirnya sedikit, semoga kali ini pesan yang dikirim Luhan tidak terlihat seperti-err, dingin mungkin?

“Aku ingin kau cepat kembali, Collyn sepertinya membuat kejutan untukmu.”

Yoona terdiam. Pesan yang terkesan dingin mendarat lagi padanya, padahal pesan itu berasal dari suami tercintanya itu. Yoona hanya menunduk sambil memutar-mutar ponsel nya di meja rias.

“Hei.” Dia merasakan kepalanya terasa dingin. Kemudian dia mendongak dan menemukan Sehun tengah menempelkan minuman isotonik-dingin di dahinya. Yoona hanya tersenyum tipis lalu menerima minuman itu. “Terima kasih.”

“Bagaimana kabarmu….dulu?” Tanya Sehun pelan. Yoona langsung menghentikan acara minuman nya. Oh, sepertinya sehun tak ingin berbasa-basi kali ini.

“Sama saja.” Ucap Yoona dingin dan kembali meneguk minuman isotonik yang diberikan Sehun tadi. Sehun hanya menunduk, dia menjadi merasa bersalah seperti ini.

“Apa kau sudah menggugurkan anak itu?” Tanya Sehun dengan suara pelan-lagi. Yoona meremas minuman isotonik itu sambil menggigit bawah bibirnya. Dia kemudian melempar minuman isotonik itu tanpa peduli.

“Gak perlu tau.” Ucap Yoona dingin-lagi. Yoona langsung pura-pura mengsibukan diri dengan bermain ponselnya. Dia melihat dari ekor matanya bahwa sehun tengah menatapnya tajam. Dan, seketika itu membuat bulu kuduk nya merinding seketika.

“Tentu saja perlu dia kan—-“

“Aku harus ke bandara sekarang, pesawat ku akan berangkat sebentar lagi.” Pamit Yoona langsung berlari ke arah managernya dan meninggalkan Sehun sendiri. Sehun benar-benar menyesal kali ini.

Kenapa dia dulu meninggalkan nya?

Kenapa dulu dia pernah mengecewakan nya?

Kenapa dulu dia meninggalkan nya tanpa rasa bersalah?

Kenapa penyesalan nya baru datang kali ini?

Sehun mengumpat kesal. Kemudian ia melirik ke arah jam tangan nya yang menunjukan pukul empat sore, berarti tiga jam lagi pesawat nya yang membawanya kembali ke Seoul akan segera berangkat. Tak ada salahnya untuk mengemasi barang terlebih dahulu.

…..

Yoona mengetuk pintu rumah nya pelan, dia pulang jauh lebih awal kali ini. Dan itu membuat lengkungan diwajah nya tak hilang terus menerus. Kemudian, Seorang lelaki dengan kaus putih dan celana panjang hitam membuka pintu coklat itu.

Matanya membulat seketika, melihat ‘wanita’ nya telah berdiri di depan nya pada jam segini. Wow! Ia tak menyangka, Yoona sepertinya membaca pesannya dan kali ini mengabulkan permintaannya.

“Daddy, Who’s that?” Tanya seorang gadis kecil yang berjalan menuju pintu. Gadis kecil itu langsung kaget dan tersenyum senang. Kemudian ia berlari dan memeluk ibunya. Ia sangat merindukan pelukan ibunya.

Yoona dengan senang hati membalas pelukan anaknya-Collyn, kemudian ia menggendong Collyn dan mengelus pelan rambut Collyn. Dia melihat Luhan yang tersenyum hangat padanya.

“Ayo kita masuk.” Ajak Luhan sambil memegang pundak Yoona. Keluarga kecil itu berjalan ke arah ruang makan. Oh, ternyata Luhan dan Collyn tadi berniat untuk makan malam.

“Mau makan malam ya? Mom akan buatkan, oke!” Tanya Yoona sambil membuat bentuk ‘o’ pada kedua jarinya. Luhan tak bisa memaksa, karena melihat kedua wajah malaikatnya itu yang terus bersinar.

10 Menit kemudian Yoona datang dengan tiga piring. Yaitu Spaghetti barbaque, Macaronies cotthle dan Chicken Gordon Blue.

“Ayo, dimakan! Ini enak lho!” Ucap Yoona membanggakan diri sambil menepuk dadanya. Luhan dan Collyn makan dengan lahap.

Makan malam pada hari itu diisi dengan hangat oleh keluarga kecil ini. Canda tawa, cerita dan jahilan timbul. Menambah kesan gembira pada makan malam pada hari ini. Luhan, Collyn maupun Yoona merasa makan malam ini adalah acara makan malam terindah di bulan ini.

“…..Snow white lalu menikah dengan pangeran dan mereka hidup bahagia, selesai.” Ucap Yoona sambil menutup buku cerita milik Collyn. Namun, setelah ia selesai bercerita, Collyn juga belum kunjung tidur.

“Kenapa tidak tidur sayang?” Tanya Yoona sambil mengelus wajah kecil milik Collyn. Collyn menggeleng sambil tersenyum. “Mom, hari ini aku sangat senang sekali.”

“Mommy juga, sayang.” Ucap Yoona lembut, kemudian ia menarik selimut untuk menutupi badan Collyn.

“Collyn, besok pulang jam berapa?” Tanya Yoona yang sudah duduk di tepi kasur milik Collyn.

“Jam dua belas siang mom.” Ucap Collyn yang sudah mau menutup matanya. Dia merasa sudah ngantuk sekarang.

“Mommy akan menjemputmu.” Collyn yang tadinya sudah hampir menyampai alam mimpi langsung membuka matanya lebar lalu terbangun.

Really?!” Yoona tersenyum sembari mengangguk. Wanita itu tertawa kecil saat Collyn memeluk nya erat. “Aku akan tunggu mommy besok!”

Tanpa sepengetahuan mereka, terdapat seorang lelaki yang berada di belakang pintu-menatap mereka sambil tersenyum lembut. Lelaki itu kemudian menghela napas lega dan berjalan menuju kamarnya.

—OoO—

“Bagaimana dengan pemotretan tadi?” Tanya Luhan saat ‘mereka’ berdua sudah berada di kasur. Saling memberikan kehangatan satu sama lain.

Namun, perkataan Luhan barusan mengingatkan Yoona pada seseorang yang menjadi ‘pasangan’ nya di pemotretan tadi. Yoona kemudian mengangguk sambil tersenyum manis.

“Pemotretan tadi seru, tempat nya sangatlah sejuk dan cocok untuk liburan. Aku ingin kapan-kapan kita bersama Collyn berlibur kesana.” Ucap Yoona makin mengeratkan pelukan nya di dada Luhan.

Luhan kemudian mengangguk sambil tersenyum lembut. Ia juga memeluk erat istrinya itu, ingin memberikan kehangatan yang lebih. “Aku dan Collyn akan menunggumu sampai kau tidak sibuk.”

Sindiran ‘sopan’ Luhan membuat Yoona mendongak kan kepalanya menatap Luhan. Yoona sudah menatap tajam Luhan yang membuat lelaki itu tertawa senang.

“Bercanda, sayang. Besok kau ada jadwal?” Yoona kemudian mengangguk pelan sambil menundukan kepalanya.

“Tenang saja, jadwal ku hanya satu, sebagai bintang tamu di salah satu acara. Itu pun sore, besok siang aku akan menjemput Collyn.” Luhan lagi-lagi tersenyum mendengar nada gembira dari Yoona.

Ia menyukai Yoona yang seperti ini. Yoona yang menjadi ibu yang baik untuk Collyn. Menjadi istri yang baik untuk Luhan. Luhan memang tak pernah menyesal menikahi Yoona.

“Baiklah, sekarang tidurlah. Aku benci jika setiap pagi melihat kantung matamu itu.” Luhan menenggelamkan wajah Yoona di dada bidangnya. Memberikan sensasi yang nyaman bagi Yoona.

Bukan kah ini indah?

…..

“Sehun-a.” Lelaki berkulit pucat itu hanya memandang malas kakaknya. Sedari tadi, kakak nya terus bertanya dan bertanya. Dan, itu membuat mood sehun menjadi turun.

“Kudengar kau tadi habis pemotretan bersama………..errr, Yoona?” Sehun langsung menelan salivanya kuat-kuat saat kakaknya-Chanyeol menanyai nya tentang ‘hal’ yang ia ingin lupakan.

“Sudahlah, hyung. Aku lelah.” Ucap Sehun kemudian beranjak dari sofa-ruang tengah, menuju kamarnya. Sesampainya ia di kamarnya, ia terdiam di kasurnya.

“Sehun-ah, kaljima, jangan pergi.”

“Ada apa lagi?”

“Aku tak ingin menggugurkan anak ini, Sehun-ah.”

“Aku sudah memberikan mu sejumlah uang apa itu tak cukup?!”

“Sehun-ah, anak ini adalah darah dagingmu. Apa kau tak menyesali ingin mengugurkan anak ini?”

“Bahkan aku tak pernah menyesal telah menghamilimu.”

Perkataan itu terus tergiang dikepala Sehun. Sehun mengerang frustasi kemudian mengacak rambutnya. Seharusnya dia tak memikirkan hal itu, bukan kah sekarang dia bahagia menjadi artis?

Yoona, ‘gadis’ yang dulu pernah melakukan hal intim dengannya. Itu bukanlah karena minum-minuman keras atau sejenisnya. Itu karena kesengajaan yang mereka lakukan.

Namun, setelah mengetahui Yoona hamil. Sehun melanjutkan sekolah nya di Jerman, dan menyuruh Yoona untuk menggugurkan anak itu. Yoona terus menolak karena kepindahan Sehun ke Jerman. Yoona tidak terima karena Sehun tidak tanggung jawab atas apa yang pernah mereka berdua lakukan.

Sehun sekarang merasa benar-benar bersalah. Seharusnya kemarin dia tidak bertemu dengan Yoona. Bertemu dengan Yoona setelah sekian lamanya membuat perasaan yang bercampur aduk terus menggiang di benaknya.

Tapi, bukan kah Yoona sudah tidak berada di Seoul lagi? Itu hal yang menguntungkan bukan untuk Sehun? Sehun tak perlu lagi bertemu dengan wanita itu untuk ‘kedua’ kalinya.

…..

Yoona terbangun karena alarm yang terletak di sebelah kasur nya telah berbunyi. Dia melirik ke arah Luhan yang masih tertidur dengan tenang. Tak mau mengganggu acara tidur suaminya, Yoona dengan pelan berjalan menuju dapur.

 Dia menyiapkan bahan-bahan untuk sarapan yang ia siapkan pada pagi ini. Collyn memang sudah melakukan acara perpisahan, namun Collyn tetap masuk karena 3 minggu lagi, acaranya mengadakan ‘Drama theater’. Dan membuat Collyn musti masuk dan berlatih lagi.

Yoona ingin memasak omelet, oh! Yoona ingin memasak bento. Collyn pasti belum pernah mencoba masakan yang bernama bento. Kemudian Yoona memotong daging dan menggoreng nugget sebagai lauk di masakan yang bernama bento.

Pada saat Yoona memotong daging sapi, dia merasakan ada tangan kekar yang melingkari pinggang nya. Dia pun merasakan pundak sebelah kanan nya sedikit berat.

“Luhan-ah, menyingkir lah, ini geli.” Sahut Yoona saat nafas yoona mengelilingi leher jenjang nya. Luhan hanya menggeleng pelan sambil terus memeluk Yoona.

“Aku ingin seperti ini setiap hari.” Ungkap Luhan lalu pura-pura tertidur di pundak Yoona. Yoona tak bisa menahan senyuman nya saat Luhan mengatakan seperti itu. Dia pasti juga ingin setiap pagi seperti ini, seperti keluarga lain-nya.

Yoona mematikan kompor nya dan berbalik menatap Luhan yang masih menutup matanya. Yoona kemudin menepuk bahu Luhan sambil menampar pelan pipi Luhan. “Jangan pura-pura tidur sayang, cepat mandi!”

“Morning kiss”

“Tidak, cepat mandi!”

“Aku ingin morning kiss dulu”

“Sudah kubilang mandi dulu”

“Aku maunya morning kiss dulu”

“Baiklah, jika sudah mandi nanti kuberikan morning kiss.”

“No! maunya sekarang.”

Yoona kesal dengan suaminya yang tiba-tiba bersifat manja dengan nya. Dia kemudian mendekatkan bibirnya ke bibir Luhan. Hanya sedetik.

Luhan mengerucutkan bibirnya saat Yoona hanya sebentar menciumnya. Yoona segera mendorong Luhan menuju kamar mandi. “Sudah sana mandi, aku akan membangunkan Collyn dulu.”

“Mandiin.” Sahut Luhan sambil menggoda Yoona. Yoona langsung menyeritkan alisnya heran. Wanita itu belum bisa mencerna perkataan Luhan. Namun, seperdetik kemudian—

“YA!”

…..

“Collyn!” Collyn yang sedang berbincang bersama teman-teman nya langsung berbalik, mengahadap seorang wanita yang tadi memanggilnya. Collyn langsung tersenyum kemudian berlari ke arah ibunya dan kemudian memeluknya.

Ibunya sepertinya benar-benar menepati janjinya.

“Mom, you come!” Ucap Collyn kemudian mencium pipi Yoona. Yoona tersenyum simpul kemudian mengangguk.

Kemudian Collyn melirik ke arah teman-teman nya yang hanya melongo menatap Yoona. Mungkin muka Yoona tampak familiar di mata mereka. Tentu saja, bukan kah Yoona artis ternama?

Collyn kemudian menarik Yoona ke arah teman-teman nya. Yoona sudah menebak, Collyn akan memperkenalkan teman-teman kepadanya.

“Mommy, ini teman-teman ku. Dia Licoln, Dia Violin, Dia Monica, Dia Fellin, dan dia Angelica.” Ucap Collyn sambil menunjukan teman-teman nya. Yoona tertawa pelan kemudian mengangguk.

“Hai Licoln, Violin, Monica, Fellin dan……Angelica.” Yoona mengacak pelan rambut anak-anak mungil manis itu.

“You mom is artist, Collyn?” Tanya gadis mungil yang lebih tinggi dari Collyn-Licoln.

Collyn mengangguk senang dan menatap ibunya yang kini juga tersenyum manis kepadanya. Teman-teman Collyn berguman takjub. Mereka tidak menyangka bahwa ibu dari sahabat mereka adalah artis yang sangat terkenal.

“Ah, kalian sudah makan siang belum?” Tanya Yoona kepada teman-teman Collyn. Teman-teman Collyn dengan serempak menggeleng pelan. Yoona terkikik kecil, mereka semua menggemaskan!

“Baiklah, ayo kita makan!” Ajak Yoona dengan lagak seperti anak kecil. Collyn dan teman-teman nya bersorak riang. “Ayo!”

…..

“Sehun-ah, satu minggu lagi, kau akan memainkan drama.” Manager Sehun-Kim JoonMyeon, memberitaukan jadwal Sehun sambil membolak-balik kertas yang ia pegang.

“Oh! Tapi kali ini berbeda, drama ini adalah campuran inggris-korea!” Lanjut lelaki itu dengan senyum gembira. “Kau akan berangkat ke inggris seminggu lagi.”

“Inggris?” Tanya Sehun yang tiba-tiba tertarik dengan omongan Joon Myeon. Joon Myeon mengangguk. “Ingat, kau harus pandai berbahasa inggris disana!” ledek Joon Myeon yang membuat muka Sehun langsung berubah. Sehun memutar bola matanya kesal saat Joon Myeon tertawa.

Inggris? Sepertinya akan menyenangkan. 

To Be Continued.

A/N: HAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAO!!

APA KABAR? LAGI DIMANA? SEMALAM BERBUAT APA? /ALA PENYANYI YANG UDAH LUPA NAMANYA/

*CERITANYA CAPSLOCK JEBOL*

AKU JUJUR KAGET LOH PAS LIAT KOMENTAR DARI TEASER NYA BARU SATU HARI UDAH 35+ AKU JADI SEMANGAT NIH NULIS FF NYA. BARU CHAPTER SATU KAN?!

DI CHAPTER INI AKU UDAH NULIS POKOK PERMASALAHAN NYA, JADI NTAR BUAT CHAPTER SELANJUTNYA, BAKAL BANYAK ADEGAN ESKTRIM (?) YANG BAKAL MENYANGKUT SAMA POKOK PERMASALAHAN ITU.

DUH MAAF GAK SESUAI HARAPAN, KARENA IDE KU EMANG UDAH GINI NIH. OKE OKE, TUNGGU AJA CHAPTER SELANJUTNYA YEAA, MAAF INI CAPSLOCK MASIH AJA JEBOL ///_-

Thanks.

Flowssi.

41 thoughts on “Heart Attack – 1

  1. Collyn anaknya bang sehun? . Lah sehun anak siapa? Lah gua ngapa dimari , ngelantur —
    Ku temukan ni ep ep bagus nget dah ah ah ah — stopir ku desah :v *plakk . Ntar jangan jangan collyn di ambil ma sehun lagi , orang tuh keluarga ude bahagia dunia maya dunia nyata dunia akhirat .luhan baik ye pengertian kalem manja manja gimana gitu ku bayang jadi pengen pacaran sama luhan — tapi mau gimana lagi aku udah terikat janji kawin dengan chanyeol , — . Keren deh daebakk cus kap lanjutnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s