Coagulation

yoongie

COAGULATION

a fanfiction by C.Youra Yukiko |

main casts IM YOONA

 Genre # ROMANCE #  ANGST #  |

Rating # General

Disclaimer #  This is story is my own. Cast belong’s god. Please don’t bash and don’t be Silent Readers. PLAGIATOR NOT ALLOWED!!

Namja itu terdampar di tengah jalan aspal hitam. Diseluruh tubuhnya terdapat cairan merah kental, tak jauh dari tempat namja itu terdengar suara ringisan perih dan suara rebut dari dalam mobil yang sudah terbalik.
“Yoona-ya.” Gumam namja itu sembari berusaha membuka matanya.
“Oppa. Kita mau kemana?”
Namja itu tersenyum. “Kita akan ke pantai.”
“Jeongmal?”
Namja itu mengangguk.
“Assa.” Teriak yeoja itu girang.
“Kajja.” Namja itu mulai mengendarai mobilnya.
Yoona. Yeoja itu berusaha untuk melepaskan sabuk pengaman yang melingkar ditubuhnya, tak beda dengan namja itu. Tubuh yeoja itu terdapat cairan merah kental.
Namja itu membuka matanya lalu melihat kearah mobil ia kendarai sudah terbalik dan didalamnya terdapat yeoja yang begitu ia cintai sedang berusaha melepaskan benda yang melilit tubuhnya. “Yoona-ya.” Gumamnya lalu mencoba untuk berdiri namun tidak bisa. Kakinya begitu sakit.
Yoona menoleh ketika terdengar suara jatuh. “Oppa.” Panggilnya.
Namja itu mendongak dan melihat Yoona yang sedang menatapnya pilu. Melihat namja itu berusaha berdiri lalu berjalan terseok mendekati mobilnya dan kemudian masuk kedalam mobil terbalik itu. “Gwencana?” tanyanya khawatir.
Yoona mengangguk sambil menangis.
Namja itu berusaha menarik sabuk pengaman itu berusaha untuk melepasnya sesekali ia menekan tombol buka sabuk. “Jangan menangis jebal. Aku akan membukanya.” Ujar namja itu panic sedangkan Yoona berusaha menangis.
Hasilnya nihil namja itu tidak bisa melepaskan sabuk itu dari tubuh kekasihnya itu.
“Oppa.” Panggil Yoona dengan lirih.
Namja itu menggeleng. “Anie, pasti ada cara untuk melepaskanmu dari sabuk ini. Kita akan selamat percayalah.” Namja itu mengambil tas Yoona lalu mengacak isi dalamnya. “Ini minta pertolongan aku akan terus mencoba melepasnya.
Yoona meraih ponselnya dengan tangan gemetar yeoja itu menelpo 911. “Yeobseyo.” Ujar Yoona dengan suara pelan sedangkan Kyuhyun mengambil pecahan kaca mobil lalu menggesekkan benda tajam itu pada sabuk itu. Tepat saat telpon itu terputus sabuk itupun ikut terbuka.
Tapi tanpa keduanya sadari tetesan minyak dari tangki mobil itu keluar dan memancing panas dari aspal hitam itu.
“Oppa tanganmu berdarah.” Ujar Yoona lalu mengambil kaca dari tangan namja itu.
Tercium bau angus dan membuat keduanya menoleh keluar. Api mulai muncul dan mengikuti aliran dari minyak bensin mobil itu.
Namja itu panic dan terus berusaha melepaskan sabuk pengaman itu begitupun Yoona yang terus ketakutan.
“Oppa.”
“Jebbal bertahanlah sedikit lagi.”
“Oppa.”
“Jebbal yoong. Bertahanlah.”
Yoona menangis. “Mianhee oppa.”
Namja itu menggeleng sambil terus berusaha melepaskan sabuk. “Kau benar. Maaf aku tidak mendengarmu.”
“Oppa, seharusnya oppa pakai sabuk pengaman.”
Namja itu menggeleng. “Itu menyesakkan dada, Yoong.”
“Tapi ini membuat kita aman.”
“NO. Itu benar-benar menyesakkan dada.”
“Andai aku memakai sabuk pengaman, mungkin kita dalam keadaan bersama seperti ini.” Namja itupun ikut menangis.
“Geumanhae oppa. Ini tidak akan berhasil.”
“Jebbal yoong. Aku tidak ingin ka uterus berkorban untukku.”
Yoona menggeleng. “Aku bukan berkorban untukmu, Oppa. Aku hanya mencintaimu. Jebbal geumanhae.”
Dari arah barat terdengar suara sirine ambulans.
Yoona meraih tangan namja itu yang berusaha menarik sabuk pengaman itu. “Geumanhae, eoh. Ini tidak akan berhasil.”
“Yoona-ya.”
Yoona tersenyum dan merengkuh wajah kekasihnya itu. “Aku mencintaimu oppa. Setelah ini hiduplah dengan baik. Jangan merepotkan Cho aboenim, dia melakukan itu semua karena dia begtiu menyayangimu.”
Namja itu menggeleng. “Geumanhae, jangan bicara lagi.” Ujar namja it uterus menarik sabuk pengamannya.
“Oppa jebbal.” Pinta Yoona dengan mata berair dan membuat namja itu menghentikan aksinya. “Jebbal. Aku mohon padamu.”
“Yoona-ya.”
Yoona tersenyum lalu mencium bibir namja itu dengan lembut. “Saranghae Kyuhyun-oppa.”
Kyuhyun menggeleng tidak terima, ditambah lagi para petugas berusaha menariknya untuk keluar dari mobil  yang sudah dikelilingi api itu. Namja itu berusaha memberontak dan tak lepaskan pegangannya pada tangan Yoona. Tapi sayang tenanga keempat petugas itu lebih kuat dan membuat pegangan mereka terlepas.
“Tinggalkan gadis itu, Kyu. Dia bukan yang terbaik untukmu.”
Kyuhyun menatap tajam namja tua didepannya. “Sejak kapan Appa memikirkan apa yang terbaik untukku.”
“Kyuhyun-ah.”
Kyuhyun menggeleng. “Sekalipun dunia ini tidak menyetujui hubunganku dengan Yoona. Aku tetap akan bersamanya.” Terangnya lalu berjalan meninggalkan Ayahnya.
“Kau akan menyesal, Kyu.” Ucap namja tua itu dan menghentian langkah Kyuhyun. “Dia akan meninggalkanmu.”
Kyuhyun terus memberontak dari pegangan para petugas tanpa mengalihkan matanya kearah Yoona yang menatapnya dengan tatapan nanar namun masih terlukis senyuman manis di wajah yeoja cantik itu.
“Tinggalkan Kyuhyun.”
Yoona mendongak dan menatap namja tua itu. “Aboenim.”
“Hanya itu caranya. Bila kau melakukannya aku akan membiayai semua kebutuhan adikmu itu.”
Yoona menunduk dan tampak berpikir. “Baiklah, aku menerimanya.”
Tuan Cho tersentak. “Kau yakin? Bukankah kau begitu mencintai anakku? Aah, aku mengerti kau mendekatinya hanya karena kau ingin memanfaatkannya saja?”
Yoona menggeleng. “Animnida aboenim. Ini semua karena aku begitu mencintai Kyuhyun.”
Tuan Cho terkekeh. “Sekalipun aku menyuruhmu untuk meninggalkan Kyuhyun untuk selamanya?”
Yoona mengangguk pelan. “Nee, sekalipun untuk selamanya. Aku tetap akan melakukannya, ini demi Kyuhyun dan Sehun, adikku.”
Tuan Cho mengangguk mengerti. “Kalau begitu, tinggalkan Kyuhyun untuk selamanya dan aku akan membiayai semua kebutuhan adikmu hingga ia meninggal.”
Yoona mengangguk. “Nee, ghamsamnida aboenim.”
Yoona tersenyum kearah Kyuhyun. “Saranghae.” Yeoja itu terlihat menggerakkan bibirnya tepat saat api semakin membesar.
Kyuhyun terus memberontak dan terus memanggil nama yeoja yang nyawanya sedang di ujung tanjung.
“Dar.” Terdengar suara ledakan dan membuat orang berusaha menghindar termasuk Kyuhyun. Namja itu terdiam dengan mata membulat. “Yoona-ya.” Gumamnya pelan.
Terdengar kembali ledakan kedua dan berhasil membuat tubuh Kyuhyun melemas hingga membuatnya terjatuh ketanah.  Namja itu menunduk, tubuh kurusnya naik turun dan setetes demi setetes airmata keluar lalu jatuh ke tanah aspal.
“Oppa.” Rengek Yoona.
Sekelebat banyangan kenangan yang telah ia lalui dengan yeoja itu.
Tawa itu menggelegar ketika pelakon komedi di televisi mengeluarkan leluconnya. Kyuhyun hanya menggeleng mendengar tawa kakak-beradik itu.
“Hyung, kenapa kau hanya diam saja? Acara ini benar-benar lucu.”
Kyuhyun hanya tersenyum.
“Oppa, ayolah. Acara ini benar-benar lucu. Jangan terlalu menjaga imagemu didepan kami.” Ujar Yoona dan dibalas anggukan oleh namja muda yang duduk disebelah Yoona.
“Aku sedang malas tertawa.” Jawab Kyuhyun lalu membaringkan badannya diatas sofa lalu menutup matanya.
Yoona mendengus lalu melihat kearah namja muda disebelahnya. “Sehun-ah, bila kau punya pacar nanti. Disaat yeojamu sedang tertawa kau juga harus tertawa. Itu akan membuat kalian begitu romantic.”
Sehun. Namja muda itu hanya mengangguk. “Oke.”
Kyuhyun hanya mendengus lalu melipat tangannya. Sepertinya namja itu benar-benar mengantuk.
Kyuhyun masih terduduk ditanah sekalipun para pemadam kebakaran berusaha untuk mengehentikan apinya.
“Apa yang Appa katakana padamu kemarin?” Tanya Kyuhyun pada Yoona ketika keduanya berada didalam perjalanan.
Yoona hanya diam dan menunduk.
“IM YOONA. KATAKAN APA YANG APPA BICARAKAN KEMARIN?” teriak Kyuhyun dan membuat Yoona tersentak.
Yoona menunduk. “Aboenim menyuruhku untuk meninggalkanmu.”
Kyuhyun menginjak pedal rem. Untuk saja jalanan itu sepi. “Mwo? Aboenim menyuruhmu meninggalkanku?”
Yoona mengangguk.
“Lalu kau menerimanya?”
Yoona diam.
“IM YOONA.” Teriak Kyuhyun lagi.
“Oppa, jebbal.” Yoona meraih tangan Kyuhyun. “Kita harus berpisah, Oppa.”
“Kau menerimanya?” Tanya Kyuhyun. “Kau menerima tawaran Appa untuk meninggalkanku?”
Yoona memejamkan matanya dan membuat air keluar dari mata indah itu. Yeoja cantik itu mengangguk. “Mianhee.”
Kyuhyun terdiam.
“Oppa. Aku melakukannya demi Sehun. Sehun membutuhkan uang lebih untuk pengobatannya.”
“TAPI TIDAK SEPERTI INI.” Teriak Kyuhyun. “Aku masih punya banyak tabungan untuk pengobatan Sehun.”
“Ini tidak semudah yang Oppa kira.”
Kyuhyun menatap Yoona tajam. “Kau tidak mencintaiku lagi?”
Yoona tersentak.
“Kau tidak mencintaiku lagi, Im Yoona?”
Yoona memejamkan matanya. “Ini semua aku lakukan karena aku mencintaimu, Oppa. Aku ingin kau mendapatkan yang terbaik.”
“Dan yang terbaik untukku adalah Kau, Im Yoona.”
Yoona menggeleng. “Aniyo, aku bukan yang terbaik. Aku adalah yang terburuk.”
“IM YOONA.”
“Aku mohon. Kita berpisah saja.”
Kyuhyun menggeleng. “Tidak akan.” Jawab Kyuhyun penuh kemarahan. Namja itu mulai menstarter mobilnya kembali lalu memutuskan untuk belok kelawan arah dengan kecepatan tinggi.
“OPPA, hati-hati.” Teriak Yoona tapi tidak membuat namja it uterus menaikkan kecepatannya.
Yoona berpegangan dengan sabuk pengaman yang melilit tubuhnya. “Oppa, jangan terlalu ngebut. Kau tidak memakai sabuk pengaman.”
Kyuhyun tidak mengubrisnya.
“Oppa. Awas didepanmu.”
Kyuhyun tersentak lalu membanting setir kearah kanan hingga bagian belakang mobil menabrak sebuah tiang listrik dan membuat mobil itu terguncang hingga membuat tubuh namja itu keluar dari mobil lalu mobil itu terbalik.
“Saranghae, Yoona-ya.” Gumam Kyuhyun sambil menangis.

*****

Hello.Hello.
Akhirnya Dele publish ff juga di WP ini. Gimana ff pertama Dele disini? Absurd ga? Dicomment ya.

23 thoughts on “Coagulation

  1. kyaaa~~ andwaee, oh ya ampuun baru kali ini gara2 sabuk pengaman jadi mewek beginii huhuu T__T
    daebak daebaak, singkat tapi ngena banget..
    ditunggu yaa karya nya yang lain… more kyunaaa😀😀

  2. gr2 kyu gak pke sabuk pngaman dy jd slmat…
    yoona eonni menuhi janjinya appanya kyu tuk ninggalin kyu selamanya….nangis bcanya min

  3. Mwo? Ending.x kok gt shc?😥
    sabuk pengaman kyakx jd inti critanya d’sni🙂
    sequel d0ng thor🙂
    kyuna jjang

  4. gara2 ga pake sabuk pengaman, kyuhyun brhasil selamat…yoona benar2 mnepati janjinya utk meninggalkan kyuhyun selamanya, tp knapa hrs dg cara setragis ini??#mewek..

    akhir2 ini baca ff kyuna sad ending terus…tp good job author ^_^

  5. Dele, ditungguin update di blog pribadi, ternyata malah di sini. Wkwk.
    Ff kyunanya nyesek! Huaaa… Selalu aja berhasil bikin mewek.
    Tsk! Ini benar2 menyakitkan. .
    Tapi daebak!?!

  6. Deleeeeeeee kebiasaaaan angst teruuuus kalo bikin ff😦 bagus sih udah pasti gausah di tanya tapi endingnya itu lo yg selalu bikin readernya gregeet -____-” hahahaha di tunggu ff yg laiiiin

  7. huaaa selalu deh nangis kallo baca ff sad dari blog ini

    aku berharap meraka lebih baik mati sama” atau hidup llah gitu dari pada haru ada salah satu yg terpisah huaaa begitu menyakit kan

  8. Kasian Yoona, buat pngorbanan cinta.a ke Kyu, n adik.a-Sehun
    yg lg sakit, dia harus brpisah dgn Kyu,,
    Tp kog ending.a Yoona mninggal? Jd sedih nih,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s