I DO LOVE YOU (4)

i do love you poster

I DO LOVE YOU (4)

Written by Uple

Featuring: Im Yoona, Lee Jonghyun, Lee Donghae

Genre: AU, Romance, Action, Adventure

Desclimer: My own strory

Note: No Bash! Happy reading ^_^

 

Cepat atau lambat ia harus segera menemukan petunjuk kasus penyelidikannya mengenai gembong mafia itu. Ia merasa, kejadian di hotel kemarin lalu ada hubungannya dengan semua ini. Dan kata Rosela yang sempat ia dengar melalui hasil rekaman sadapan telepon yang ia lakukan kemarin pasti ada hubungannya dengan semua ini. Jonghyun memejamkan matanya sambil terus memijit puncak kepalanya tanpa henti.Ia baru saja merasakan efek pusing akibat tidak tidur semalaman karena memikirkan dan mencoba mengaitkan semua kejadian ini. Hal yang tak pernah habis ia pikirkan kenapa gambar aneh itu juga ia temukan di parsel yang dikirimkan untuk Yoona semalam? Jonghyun juga ingat, mereka juga bilang sudah bertahun-tahun parsel itu dikirimkan tanpa nama pengirim. Hal pertama yang harus ia lakukan adalah, ia harus menemukan siapa pengirim paket-paket Yoona itu. Siapa yang mencantumkan gambar bulan sabit terlentang itu.Beberapa saat kemudian, ponselnya berdering.Ada panggilan masuk dari Yoona.

“Ada apa Yoong?”Jonghyun merasa sangat pas Yoona menelpon saat ini.Iaberniat meminta informasi lebih dari gadis itu mengenai parsel yang selalu sampai padanya.

“Jonghyun, apa kau sibuk hari ini?”Tanya Yoona hati-hati.Jonghyun membentuk senyumnya tipis.

“Aku cuma punya waktu saat makan siang” Jelasnya jujur. “Ah! Aku tidak sibuk hari ini, ada apa?” Katanya lagi setelah mengingat, hari ini jadwalnya di kantor hanya sebentar karena semua pekerjaan telah ia selesaikan kemarin malam dan ia hanya memiliki kelas Judo dan Taekwondo di departemennya. Mereka akan berduel dengan departemen pengamanan presiden, Jonghyun menganggap hal ini tidak terlalu penting, sehingga ia boleh saja bolos untuk Yoona. Ditambah lagi ia cukup merasa malas harus bertemu dengan gadis super Rempong sedunia Bae Suzy itu.

“Aku ingin kau mengantarku di makam ibu dan ayah” Kata Yoona tanpa ragu “Minggu depan aku harus ke luar negeri lagi” Lanjutnya. Jonghyun agak bingung kenapa Yoona harus memintanya mengantar, mereka seperti pasangan saja, yang ingin minta restu untuk menikah.Pikiran gila itu muncu saja di benak Jonghyun.Bagaimana mungkin?Ia dan Yoona hanya berteman, dan itu cukup.

“Baiklah” Ia ingin membiarkan dirinya berspekulasi sendiri sebelum Yoona menjelaskan kenapa harus dirinya yang mengantar.

“Aku tunggu di kafe Hongdae, aku baru ingat kau adalah pria yang waktu itu kan? Pria pucat yang menatapku sambil tersenyum” Kata Yoona lagi.Ia akhirnya mengingat pertemuan pertama mereka. Jonghyun tersenyum hingga ingin sekali meledakkan tawanya kalau mengingat kejadian itu. Benarkah ia tersenyum?

“Akhirnya kau ingat?”

“Hm!”

“Aku mau berangkat ke Kantor Yoona, aku tutup teleponnya, sampai ketemu” Kata Jonghyun mengakhiri pembicaraannya.

“oke”

*

“Tuan, minggu depan di hari Rabu, nona Im akan berangkat ke New Zealand dengan penerbangan 530 pukul 15.00 KST”

Donghae mendengar informasi ini dari salah satu anak buahnya. Ternyata Yoona tidak jadi ke Afrika minggu depan. Tampaknya gadis itu mendapat tugas baru di Negara bagian selatan benua Australia itu. Lagi-lagi ia merasa sedih jika harus kembali berbeda jarak dengan gadis itu. Rasanya kalau ia punya wewenang untuk itu, Donghae ingin sekali melarang Yoona pergi ke tempat yang jauh dari jangkauannya. Pria itu segera bergegas mengambil kunci mobilnya dan keluar dari butik setelah menyelesaikan beberapa sketsa baju pesanan pelanggan.

“Bagaimana di Phuket? Apa semuanya berhasil? Aku ingin semua barangnya kalian bawa ke rumahku.Kita harus membuka cabang baru di Incheon, cabang yang bukan sekedar cabang.Melainkan bisa menjadi pusat penjualan dan markas terbesar di Korea” Donghae berbicara di telepon dengan seseorang.

“Dalam tiga hari kedepan semua akan segera aman, kami ada sedikit masalah dengan petugas imigrasi di Bangkok” Jawab seseorang di telepon itu.

            “Cepat urus semuanya segera, kalian tahu seberapa besar kerugian kita kalau ada sedikit keterlambatan saja?”Suara Donghae agak sedikit meninggi.Ia sedang melaju dengan kecepatan cukup tinggi. Tampaknya perjalanan menuju luar kota.

            “Kami mengerti Tuan” Pria itu memutuskan sambungan teleponnya sebelum kembali fokus pada jalanan.Ia terlihat membelok keluar tol menuju luar kota.

*

Seperti takdir atau hanya kebetulan saat Jonghyun dan Suzy kembali bertemu di koridor insiden kopi tempo hari.Kali ini Jonghyun memasang tampang yang berbeda dari biasanya.Ia sama sekali tidak membentuk senyum di bibirnya saat menangkap tatapan gadis yang semakin mendekatinya itu. Hingga akhirnya mereka berhadapan.Tak ada niat sedikitpun untuk menyapa Suzy seperti biasa, pria itu melewatinya begitu saja dengan lagak yang cuek.

“Lee Jonghyun-ssi, hari ini kelas Judo dan Taekwondo, sampaikan pada rekan-rekan departemenmu agar tidak datang terlambat” Kata Suzy tegas setelah Jonghyun menjeuh beberapa langkah darinya.Alih-alih menanggapinya, pria itu langsung bergerak cepat. Pagi ini ia sama sekali tidak ada niat untuk berdebat. Ada pekerjaan kecil yang harus ia selesaikan, dan ingin segera menemui Yoona.

“Lee Jonghyun? Ada apa denganmu pagi ini?”Jung Yonghwa yang baru saja mengambil kopi di mesin pembuat kopi mendekati Jonghyun.Ia baru saja meletakkan tas kerjanya di atas meja.

“Ah Hyung? Aku baik-baik saja” Beberapa pegawai ikut memperhatikan wajah Jonghyun yang sama sekali tidak tersenyum.

“Jonghyun-ah, tolong kau periksa program ini.Sepertinya rusak” Kata salah seorang yang duduk di seberang meja Jonghyun.

“Ne? Baik Sunbaenim” Jonghyun tersenyum sekilas pada Yonghwa baru kemudian beranjak menuju wanita yang ia panggil Sunbaenim.

“Ada apa dengan wajahmu?Cemberut sekali hari ini?”Kata Mrs. Park saat Jonghyun sedang serius memperbaiki program.Jonghyun tersenyum tipis.

“Anio, Gwechanayo”

“Seperti bukan Lee Jonghyun saja. Pria yang paling ramah di kantor ini” Mrs. Park menepuk bahu Jonghyun. Ia kemudian sadar, orang-orang begitu memperhatikannya akhir-akhir ini. Baguslah kalau mereka menganggapnya baik.Pagi ini Bae Suzy itu seperti menarik semua energi positif miliknya.

“Tidak mengherankan, kelihatannya Im Yoona-ssi sangat menyukaimu” Ujar Mrs. Park spontan. Jonghyun melihat sebentar Mrs. Park kemudian ikut terkekeh, rumor mengenai dirinya dan reporter Im sudah tersebar seluruh kantor. Jonghyun sendiri jarang mengomentari serius hal ini, ia hanya akan tertawa dan mengangguk atau membuatnya sebagai bahan lelucon.

“Ada apa dengan jaringannya?Kenapa tiba-tiba mati begini?”Kim Ahjussi yang duduk di sebelah jendela berseru tiba-tiba.Beberapa orang kembali menoleh.

“Sepertinya ada yang menyadap sistem komputer kita, mereka berani mengacak-acak databasenya” Ujar Kwon Joowon.Matanya masih ikut fokus pada komputernya sendiri.Sesaat kemudian Min Sohee, Kim Hyeri, dan Ham Eujung ikut berkeluh.Padahal ketiga gadis yang diyakini sebagai satu geng ini jarang sekali bersuara.Mereka orang-orang yang jarang sekali bersosialisasi.Yonghwa dan yang lainnya ikut menoleh, hingga keadaan menjadi sedikit kikuk. Semua akses komputer di ruangan mereka terganggu dan tidak dapat diakses sama sekali, dan itu artinya semua komputerisasi di Blue House.

Jonghyun segera kembali ke komputernya untuk memeriksa kerusakan yang terjadi.Server dirusak dengan cepat sehingga jaringan wifi seluruh area blue House mati seketika.Database pegawai, bagian keuangan, dan bagian kependudukan menjadi berantakan. Bunyi sirine kebakaran tiba-tiba juga mengacaukan seisi kantor. Orang-orang berlarian keluar mengira telah terjadi kebakaran.Mereka juga membobol system komputerisasi alarm.

“Tidak ada kebakaran dimanpun!”Lapor Jowoon begitu melihat layar-layar di dinding yang merupakan pantauan CCTV setiap sudut Blue House.Semua anggota departemen segera memperhatikan kekawacuan yang terjadi di layar.

“Kita harus segera membereskan hal ini” Seru kepala Departemen Kang Ahjussi yang baru saja ikut bergabung dengan mereka.

“Jowoon-ah cepat umumkan bahwa tidak ada kebakaran, dan meminta seluruh departemen untuk tetap tenang dan berkumpul di Aula besar” Perintah Kang Ahjussi.

“Baik Pak!”

“Jonghyun-ah, Yonghwa-ya! Kalian berdua tolong segera perbaiki kerusakannya dan cari tahu siapa dalang dari semua ini”

“Mrs. Park, Mr. Kim bantu aku, kita segera ke Aula untuk melaporkan hal ini”

“Dan kalian bertiga, bantu Yonghwa dan Jonghyun setelah mereka menyelesaikan kerusakannya, segera urutkan data-base yang sudah dikacaukan” Kata beliau lagi pada ketiga geng perempuan yang tenang itu.Kang Ahjussi langsung keluar ruangan diikuti Mr. Kim, dan Mrs. Park.

“Hyung, coba pakai kode ini” Jowoon menyodorkan secarik kertas kecil pada Jonghyun dan Yonghwa yang sibuk mengetikkan beberapa kode rahasia yang belum mampu menembus akses mereka untuk perbaikan komputer.

“Bagus Joowon” Seru Yonghwa saat akhirnya mereka bisa mengakses kerusakan.

“Siapa yang berani melakukan hal ini?”Kata Yonghwa lagi. Dengan sigap pria itu mulai memperbaiki satu-persatu jaringan yang sebenarnya tidak dirusak, hanya saja dikavaukan dengan memasukkan berbagai virus jaringan yang sama sekali belum dikenali.

“Hyung!Lihat ini!”Seru Jonghyun sendiri. Keempat orang lain akhirnya bekerumun di sekitarnya. Ia menunjukkan beberapa server keliahatan yang memang dalam kerusakan parah.

“Luar biasa mereka yang melakukan ini. Kau bias melacak siapa mereka?” Tanya Yonghwa lagi.Jonghyun menggeleng. “Lihat ini…..” Ia menekan tombol enter dan akhirnya muncul tulisan “ACCESS HEALING”

“Mereka menipu kita” Ujar Jonghyun lagi.

“Tidak ada yang perlu dikawatirkan, semua data memang aman sejak awal, tapi ini hanya bentuk pengecohan, mereka tidak benar-benar melakukan pengrusakan jaringan.Aku pernah mengenal beberapa aplikasi yang digunakan untuk mengelabui oleh perusak jaringan” Jelas Jonghyun lagi.Mereka kemudian mengangguk-angguk mengerti. Sejujurnya sistem data di Blue House sudah sangat mendapat pengamanan tingkat tinggi hingga tidak mudah untuk ditembus oleh perusak jaringan dari manapun, kecuali memang berasal dari perusahaan yang bekerja sama dengan Blue House untuk bidang komputerisasi.

*

            Sudah sekitar tiga puluh menit yang lalu Yoona menunggu Jonghyun di Kafe tempat pertama kali mereka bertemu.Tapi Jonghyun tak kunjung muncul batang hidungnya.Pria itu juga tidak mengangkat telepon atau membalas pesannya.Mungkinkah Jonghyun lupa pada janji mereka hari ini? Seharusnya ia hanya perlu bilang kalau ia sibuk dan Yoona tak perlu menunggunya seperti ini. Selang beberapa saat kemudian Lee Donghae masuk ke dalam kafe tersebut. Dengan wajah sumringah Yoona piker itu Jonghyun, tapi ternyata Lee Donghae, ia mengganti senyumannya dengan wajah aneh.

            “Oh? Im Yoona-ssi?” Kata Donghae begitu melihat Yoona. Pria itu menawarkan sebuah keramahan lewat senyumnya.

            “Annyeonghasseyo, Lee Donghae-ssi” Yoona memilih untuk membungkuk sebentar.

            “Anda sendiri?” Kata Donghae memastikan, ia masih berdiri.

            “Duduklah Donghae-ssi” Tawar Yoona tulus. Donghae dengan senang hati duduk di meja yang sama dengan Yoona.

            “Aku menunggu Jonghyun-ssi, tapi ia belum datang juga” Keluh Yoona sambil melihat ke arlojinya.

            “Benarkah?Apa anda sudah mencoba menelpon?”Tanya Donghae antusias.

            “Iya, tapi ia tidak mengakat telponku, atau membalas pesanku” Keluh gadis itu lagi.

            “Apa kalian sedang bertengkar?”Tanya Donghae lagi.Yoona menggeleng, tanpa menjawab.

            “Mungkin Lee Jonghyun-ssi sedang sibuk, aku dengan Jonghyun-ssi kerja di Blue House?”Yoona kembali mengangguk membenarkan perkataan Donghae, Jonghyun mungkin sedang sibuk. Sampai jam segini juga ia belum datang. “Iya, mungkin ia sedang sibuk” Imbuhnya kemudian.

            “Donghae-ssi ada apa anda kemari? Kebetulan sekali kita bertemu” Kata Yoona membuka pembicaraan. Tidak enak juga jika setiap bertemu dengan Donghae ia selalu saja membicarakan tentang Jonghyun.

            “Aku senang minum kopi sesekali di Hongdae” Jelas Donghae.

            “Kalau begitu, cobalah memesan, akan aku bayar kali ini” Tawar Yoona tanpa malu-malu. Ia sudah menyerah. Lebih baik ngobrol sebentar dengan Donghae selagi menunggu Jonghyun.

            “Anio, Gwenchanayo” Tolak Donghae.

            “Eiiii… ayolah, biar aku pesankan. Anda mau minum apa?” Yoona bediri sambil menggenggam dompetnya siap pergi ke meja order.

            “Baiklah… hmmm Hot Americano saja, sirup gulanya jangan lupa, karena aku tidak terlalu suka dengan rasa pahit” Kata Donghae sambil tersenyum. Mimpi apa ia semalam sampai Yoona begitu manis padanya hari ini.

            “Anda cerewet juga ya?”Celetuk Yoona sambil tertawa lebar.Ia kemudian pergi memesan pesanan Donghae dan sebuah Cake. Beberapa saat kemudian, Yoona sudah kembali dengan pesanannya.

            “Pesanan anda datang tuan” Katanya sambil terkekeh. Ia-pun duduk dan mulai menikmati sepotong tiramisu dan kue coklat yang ia pesan.

            “Terima kasih, Nona Im…” Seru Donghae. Hari ini Yoona bagitu manis padanya.

            “Sama-sama Tuan Lee” Balas Yoona.Ia sebetulnya masih penasaran dengan keberadaan Jonghyun. Ia khawatir terjadi sesuatu padanya. Sadar Yoona melamun, Donghae melambaikan tangannya di depan wajah gadis itu.

            “Mwoya?”Kekeh Yoona memperhatikan tangan Donghae.Mereka kemudian tertawa.

            “Mengkhawatirkan Lee Jonghyun-ssi?”Tanya Donghae penasaran.Ia meminum pelan minumannya.

            “Tidak, dia pasti sedang sibuk” Yoona menggeleng, sambil memperhatikan arlojinya.Jonghyun belum datang juga. Padahal ia ingin memperkenalkan pria itu pada ayah dan ibunya di makam. Donghae mengangguk mencoba membaca gurat wajah Yoona yang tampak sedikit kecewa.

            “Yoona-ssi, mau pergi ke suatu tempat?” Ajak Donghae, ia ingin berhenti kelihatan kaku di depan gadis ini. Yoona memperhatikan Donghae dengan tatapan curiga.Ia tidak bias begitu saja pergi dengan pria ini.

            “Kenapa?Anda tidak percaya padaku?Tenanglah.Bagaimana kalau kita pergi ke taman hiburan malam?” Tanya Donghae. Yoona mengerutkan keningnya. Baik, ia ingin sekali ke taman hiburan, rasanya sudah lama sekali tidak menikmati taman hiburan malam dan makan permen kapas.Yoona terdiam sesaat.Ia pikir, Jonghyun memang sibuk saat ini. Mungkin lain kali saja baru mengajak ke makam ayah ibunya.

            “Baiklah, Donghae-ssi… aku ingin sekali makan permen kapas” Seru Yoona ceria.

*

Meskipun sudah membereskan kekacauan jaringan yang terjadi di Blue House, Jonghyun masih tetap kelihatan tidak tenang.Ia masih penasaran soal dalang dibalik semua ini. Ada hal yang tak ia ceritakan pada rekannya, karena ia sendiri meyakini, pelaku menjadikannya sebagai sasaran.

“Jauhkan dirimu dari hal yang tidak seharusnya kau dekati”

Sebuah suara serak berat yang ia dengar saat memasang headphone di komputernya sendiri. Jonghyun yakin pesan itu ditujukan untuknya, karena setiap orang tidak melaporkan hal yang sama padanya. Untung saja ia masih sempat merekam rekaman suara tersebut dengan alat perekam otomatis pada headphone miliknya sehingga ia masih bisa mendengar berulang-ulang suara ini seperti yang sedang ia lakukan. Matanya terpejam begitu lama, mencerna kalimat pendek ini. Ada apa sebenarnya?

“Jonghyun Hyung?” Jowoon salah satu rekannya memanggil.

“Ne?”Ia melepaskan headphonenya untuk lebih mendengar jelas suara Jowoon.

“Kelas Taekwondo dan Judo sore ini, apa hyung tidak ikut?” Ujat Jowoon. Dibelakang Jowoon, ada ketiga gadis pendiam itu. Mereka sempat bertemu pandang dengan Jonghyun dan pria itu seperti biasa akan membagi senyumnya. Ketiganya membungkuk dan berjalan mendahului Jowoon.

“Hyung?”Jowoon, menyadarkan Jonghyun yang sesaat melamun lagi.

“Hyung tidak apa-apa?”

“Jonghyun-ah!Ayo bereskan semuanya, kita harus segera menghadiri kelas Taekwondo dan Judo ini sebelum Kang Ahjussi memarahi kita” Yonghwa sudah siap-siap berangkat.

“Ah!” Seru Jonghyun kemudian.Ia lupa soal janjinya pada Yoona. Pria itu menengok arlojinya. Sial! Sudah terlambat dua jam. Jonghyun mengambil ponselnya di tas yang belum ia keluarkan sejak tadi karena insiden jaringan. Ia bisa melihat puluhan missedcall dari Yoona, dan ada belasan pesan yang masuk.

“Kau kenapa?”Yonghwa khawatir dengan Jonghyun yang kelihatan panik meraih jas dan kunci mobilnya.

“Hyung, aku akan bolos kelas itu hari ini, aku ada urusan penting” Jonghyun berlari meninggalkan kedua pria itu sambil tangan menggenggam ponselnya di telinga.

*

Donghae mengajak Yoona pergi ke sebuah taman hiburan malam yang digelar di dekat taman kota. Taman hiburan malam itu sudah sangat ramai dikunjungi anak-anak dan juga orang dewasa. Hari ini Ia bisa menyaksikan senyuman Yoona dari dekat. Gadis itu tampak semakin manis dan cantik.

“Donghae-ssi, ayo kita beli permen kapas” Ajak Yoona menunjuk sebuah stan yang menjual permen kapas warna-warni. Donghae mengangguk sambil tersenyum, mereka berdua melangkah mendekat dan ikut masuk di antara antrian anak-anak yang juga sudah tidak sabar untuk memakan permen kapas.

“Ahjussi, permen kapasnya dua ya!”Kata Donghae, ia mengeluarkan beberapa lembar uang di dompetnya untuk membayar.

“Enak?”Tanyanya pada Yoona.Gadis itu mengangguk dan memasukkan besar-besar gumpalan ke mulutnya.

“Aigoooo!” Seru Yoona begitu melihat sebuah boneka beruang teddy Bear ukuran jumbo yang dipajang di depan sebuah stan.

“Yoona-ssi?”

“Donghae-ssi?Maukah kau bermain untuk mendapatkan beruang besar itu untukku?”Apa ini? Seperti mimpi?Yoona bertingkah lucu di depannya untuk pertama kali. Bagaimana mungkin ia akan menolak? Bahkan boneka seperti ini mampu ia beli dalam jumlah yang banyak.

“Tentu!Ahjussi!” Donghae memanggil penjaga stan untuk memulai bermain. Permainan yang cukup umum.Ia harus mampu menembak nomor yang sesuai dengan nomor beruang itu.

“Donghae-ssi!Fighting!”Yoona menyemangati.Donghae tidak bisa menahan senyumnya lagi.Ia kemudian memarekan gigi-giginya yang rapi.

“Selamat Tuan, anda berhasil!”

“Donghae-ssi!Yeeee!!!!!”Tanpa sadar Yoona meraih tangan Donghae dan mengguncang-guncangkannya ke udara.Ia cukup senang dengan bonek yang Donghae berikan padanya itu.

“Ambillah” Donghae menyerahkan boneka yang ukurannya memang sangat besar itu.

“Kamsahamnida” Yoona membungkuk.

“Senang?”Gadis itu mengangguk penuh semangat. Donghae juga ikut senang, kotak kebahagiaannya kali ini cukup penuh, tidak terbesit sedikitpun bayangan, bahwa hari ini akan terjadi. Ia dan Yoona, bukankah ini seperti kencan? Walau hanya di taman hiburan malam, tapi gadis itu senang. Sangat senang.

            “Yoona-ssi?Mau makan es krim?” Tanya Donghae kemudian saat mereka ada tepat di depan sebuah stan es krim yang disulap mirip kedai .

            “Es krim? Donghae-ssi, apa anda bercanda? Ayo!” Yoona menarik lengan pria itu sambil berjalan mendekati stan es krim.

*

            “Im Yoona, ayo jawab teleponku” Umpat Jonghyun selagi ia sedang menyetir. Pria itu jadi khawatir dengan Yoona yang belum mengangkat teleponnya sejak tadi. Kali ini ia benar-benar lupa dengan janji mereka dan hari sudah mulai gelap. Begitu sampai di Hongdae, Jonghyun buru-buru turun dari mobilnya dan masuk ke kafe tempat mereka pernah bertemu. Matanya liar berpencar kemana-mana, tapi ia tidak menemukan Yoona dimanapun. Pria itu kembali menekan layar ponselnya dan kembali menelpon. Menunggu dalam waktu lama, ia memutuskan untuk keluar dan menelpon di mobil saja.

            “Im Yoona, kenapa kalau kau marah parah sekali?” Keluhnya, Yoona tak kunjung menjawab telpon atau membaca pesannya. Jonghyun memutar mobilnya dan pergi dari sana.Setelah beberapa menit bergulat dengan jalanan, Jonghyun memutuskan untuk pergi ke apartemen Yoona.

            “Ahjussi!” Sapa Jonghyun pada pria paruh baya berseragam security yang duduk di sekitar area parkir apartemen.

            “Oh? Jonghyun-gun!”Beliau langsung berdiri menghadap Jonghyun yang mendekat.“Ada apa Jonghyun-gun?”Tampaknya mereka sudah saling kenal.

            “Annyeonghasseyo!”

“Ahjussi, apa reporter Im sudah kembali ke apartemennya?”Tanya Jonghyun untuk memastikan.

“Belum, Jonghyun-gun” Jawab Ahjussi mantap, karena beliau memang berjaga sejak tadi. Dan Yoona biasanya akan menyapa beliau sebelum masuk ke gedung apartemen.

“Apa Ahjussi yakin?” Tanya Jonghyun lagi, kali ini dengan nada khawatir, ponselnya kembali ia tempelkan ke telinga dan Yoona sama sekali tidak menjawab.

“AH!” Ahjussi menunjuk sesuatu di belakang Jonghyun. Pria itu mengikuti arah pandang Ahjussi dan menemukan apa yang ia cari dari tadi. Yoona turun dari sebuah mobil bersama seorang pria yang tak lain adalah Lee Donghae. Setidaknya Jonghyun sudah bisa bernapas lega, gadis itu baik-baik saja.Ia memutuskan untuk tidak mendekat sampai Donghae dan Yoona melakukan perpisahan dengan sedikit membungkuk saling memberi hormat. Gadis itu menunggu hingga mobil Donghae menghilang dari halaman gedung apartemen.

            Begitu mobil Donghae pergi, Jonghyun langsung berlari mendekati Yoona, yang masih berjalan perlahan mendekati pintu. Dengan cepat pria itu meraih lengan atasnya, Yoona sedikit tersentak dan segera berbalik.Karena sama-sama kaget, Jonghyun berhenti tiba-tiba, akhirnya Yoona harus berada dekat sekali dengannya saat mereka saling berhadapan.Begitu sadar, keduanya buru-buru menjauhkan diri masing-masing.Tapi sayang, mereka tidak bisa menghindari godaan pegawai dan resepsionis yang kebetulan melihat mereka.

            “Ya!Apa yang kau lakukan?”Yoona memukul lengan Jonghyun, sedikit mengalihakn perhatian.

            “Tidak ada” Tidak ada yang bisa Jonghyun katakan saat ini.Ia segera menarik lengan gadis itu dan memasuki lift.

            “Ya! Kau ini! Kenapa tidak mengangkat telpon atau membalas pesanku?”Begitu di lift, Yoona langsung mengamuk menghujani pria di sampingnya dengan pukulan.

            “Kau pikir aku tidak menelponmu?”Jonghyun mendorong kepala Yoona hingga gadis itu terdorong ke belakang.“Periksa ponselmu… keasikan berkencan dengan Lee Donghae rupanya kau” Cibir Jonghyun.

            “Ya!Kau melihatnya?” Yoona buru-buru berogoh ponsel di sakunya, ia bisa melihat belasan panggilan tak terjawab dari Jonghyun

            “Aniya, aku tadi bertemu dengan Donghae-ssi di kafe, karena terlalu lama menunggumu, aku jadi ikut dengannya ke taman hiburan malam yang digelar di taman kota” Jelas Yoona jujur.Ia sudah tidak tahan dengan wajah Jonghyun yang menggodanya, hidung pria itu kembang kempis saking ingin menahan tawa.

            “Kau, kenapa tidak datang tadi?”Lanjutnya.

            “Bisakah aku kau buatkan aku kopi?Nanti aku jelaskan” Kata Jonghyun malas-malas. Pintu lift terbuka dan mereka keluar di lantai tempat tinggal Yoona.

            “Kau mau ke rumahku? Tidak! Tidak! Jangan!” Yoona khawatir Jonghyun akan melihat apartemennya yang berantakan.

            “Wae?Berantakan?”Jonghyun langsung bisa menebak raut wajah Yoona yang khawatir.

            “A…a…ani, tidak tentu saja” Gawat, maid yang biasa membantu membereskan ruangan sedang pulang ke kampung halaman.Dan saat ditinggal tadi, apartemennya sangat berantakan.Tidak ada alas an untuk menolak Jonghyun. Pasalnya pria itu terus memaksa akan masuk.

            “Minggirlah, aku ingin buang air kecil” Jonghyun berdalih mendorong bahu Yoona ke samping.Ia langsung menerobos masuk ke apartemennya. Yoona sendiri merutuk dalam hati.Kenapa Jonghyun tiba-tiba ingin datang ke rumahnya?Ia segera menyusul pria itu masuk ke apartemen.

            “Im Yoona, sungguh pria yang kelak jadi suamimu akan sangat sejahterah” Seru Jonghyun.Yoona sendiri kaget dengan kondisi ruang tamunya yang sangat bersih.Jonghyun sendiri sudah berdiri di meja makan yang memang terlihat dari ruang tamu.Meja makan yang sudah penuh sesak dengan makanan.Gadis itu mengerutkan keningnya ragu.Ia segera menyusul Jonghyun.

            “I…i…ini apa?” Katanya polos pada Jonghyun.

            “Tentu saja makanan bodoh!”Ia mengunyah sepotong telur gulung dan berlalu ke kamar mandi.

            “Tapi aku tidak pernah menyuruh Ahjumma melakukan ini” Gumam Yoona, begitu Jonghyun sudah hilang ke kamar mandi.Ia menemukan secarik kertas kecil yang ditempel di sudut meja. Ah! Ternyata ini perbuatan ahjumma.Beliau sudah kembali dari kampong rupanya.Gadis itu memutuskan untuk tidak bertanya-tanya lagi dan segera menaruh tasnya di dalam kamar.

            Begitu selesai berganti pakaian, Yoona keluar dari kamarnya untuk menemui Jonghyun. Pria itu kini duduk santai di depan tv sambil mempermaikan remote, mengganti channel tv.

            “Jonghyun-ah, ayo kita makan” Ajaknya.

            “Hm.. kebetulan aku lapar sekali” Jawab Jonghyun asal. Ia segera berdiri menyusul Yoona ke meja makan. Gadis itu mengambil dua botol air es di dalam kulkas yang tak jauh dari sana. Jonghyun sendiri sudah duduk dengan tenang.

            “Kau yang memasak semua ini?”

            “Tidak, ahjumma yang memasaknya”

            “Ahjumma?”

            “Iya, beliau yang biasa membantuku beres-beres rumah, ada apa? Apa makanannya tidak enak?”Tanya Yoona agak ragu.Jonghyun menggeleng tersenyum sambil terus makan.

            “Bisakah kau bilang pada ahjumma untuk memasak juga untukku?” Canda Jonghyun

            “Jangan bercanda, takkan kubagi ahjumma denganmu” Sangat sulit menemukan maid seperti ahjumma saat ini.Sudah dua tahun beliau bekerja bersama Yoona, dan sangat terpercaya.

            “Ah! Kau belum bilang alasanmu tidak datang tadi.Kau pikir aku menunggumu berapa lama?”Yoona membuka topic.Jonghyun meletakkan sumpitnya, ia merasa bersalah pada gadis yang ada di depannya ini. Ia kemudian meminta maaf dan menceritakan seluruh kejadian yang terjadi di kantor tadi, sehingga membuat ia melupakan janji yang mereka buat.

            “Maafkan aku” Kata Jonghyun sungguh-sungguh menyesal

            “Tidak apa-apa, keamanan Negara lebih penting daripada janji kita” Kata Yoona sok mencibir.Ternyata beginilah pekerjaan seorang Lee Jonghyun.

            “Kau pergi kemana bersama Donghae-ssi?Kencan?” Tanya Jonghyun, ia kembali mengangkat sumpitnya dan memakan makanannya.

            “Aku hanya pergi jalan-jalan sebentar dengannya, karena hampir mati kesal menunggumu.Ia mengajakku ke taman hiburan malam, dan kau tahu? Kami makan permen kapas dan ia memenangkan sebuah…….” Kata-katanya terputus.Ia baru ingat soal boneka beruang yang dimenangkan oleh Donghae tadi masih tertinggal di mobilnya.

            “Ada apa?”Tanya Jonghyun penasaran.Alih-alih menjawab, Yoona buru-buru mengambil ponselnya dan menelpon Yuri.Jonghyun memutuskan untuk terus saja makan, sambil samar-samar mendengar suara Yoona yang mengoceh di telepon.

            “Yul!Kau punya nomor telepon Donghae-ssi?” Tanya Yoona tanpa basa-basi

            “Ada, memangnya kenapa?”

            “Cepat Kirimkan kepadaku sekarang!”Hardik Yoona tak sabaran.

            “Hoi, Im Yoona, kau mulai tertarik dengan pria itu?” Goda Yuri.

            “Jangan bicara omong kosong, cepat kirimkan saja nomornya, aku tutup.”Ia tidak ingin melanjutkan ocehannya bersama Yuri dan ingin segera menghubungi Donghae menanyakan soal boneka beruang itu. Tak lama kemudian, Yuri mengirim nomor handphone Lee Donghae.

            “Kau menelpon kakak ipar?” Tanya Jonghyun. Yoona hanya mengangguk sambil mendengarkan nada tunggu karena sang empunya telpon belum mengangkatnya.

            “Yoboseo?”

*

            Setelah menelpon seseorang, Yoona kembali duduk di meja makan, melanjutkan makannya.Ia dan Jonghyun tak banyak bicara setelahnya, dan mereka terus saja makan dalam diam. Jonghyun perhatikan, gadis dihadapannya ini acap kali memeriksa ponselnya yang ia letakkan di atas meja. Hatinya menggelitik ingin bertanya, tapi ia urungkan. Setelah makan malam mereka selesai, Jonghyun dan Yoona secara otomatis membersihkan meja dan Jonghyun membantu Yoona menyeka piring-piring yang mereka cuci.Setelah selesai cuci piring dan membersihkan dapur, mereka berdua segera duduk di depatn TV menonton drama favorit Yoona.

            “Bisakah kita mengganti Channelnya?Kau ini seorang reporter atau bukan?Kenapa tontonanmu seperti ini sih?”Keluh Jonghyun, ia merasa agak aneh melihat Yoona yang berlebihan menanggapi tiap adegan drama yang katanya romantic itu.

            “Pulang saja ke rumahmu sana.Jangan nonton tv disini” Tanggap Yoona tak peduli.

            “Kau mengusirku?”

            “Pulang sana!”Yoona menjulurkan lidahnya pada Jonghyun. Di saat yang sama, Jonghyun seperti mendengar sesuatu. Seperti bunyi alarm, tapi sangat disamarkan.Ia terdiam tak bergerak mencoba mencari sumber suara yang memang benar-benar kecil. Yoona sudah berhenti mengoceh, memperhatikan Jonghyun.

            “Kau kenapa?” Tanya Yoona. Jonghyun memberi isyarat untuknya agar diam. Pria itu kini berdiri, tapi sebelum itu ia mengecilkan volume tv hingga suara yang ia dengar makin jelas. Suara itu seperti bersumber dari, atas kepalanya. Dan….. Jonghyun menoleh ke langit-langit atas kepalanya sendiri, disana tersemat sebuah lampu gantung.Ia memperhatikan setiap sudut lampu gantung tersebut untuk menemukan sumber suara. Yoona sendiri ikut melihat arah pandang Jonghyun sambil mengerutkan kening.

            “Jonghyun-ah, kau kenapa?” Mata Jonghyun terpejam, ia bisa melihat sumber bunyi itu. Sebuah benda kecil yang tertancap di sudut rumah lampu gantung itu.Ada yang menaruh benda seperti ini di rumah Yoona?Ia membatin.

            “Ya!Kau kenapa?”Yoona menarik-narik kemeja Jonghyun.Pria itu tersadar kembali.

            “Ayo kita nonton lagi, sepertinya dramanya bagus” Kata pria itu untuk mengalihkan pembicaraan, ia kembali duduk di samping Yoona sambil tersenyum aneh.

            “Orang aneh!” Yoona memukul lengan Jonghyun, pria ini padahal tadi ia yang bilang suruh ganti channel. Jonghyun hanya tersenyum lagi. Dalam benaknya ia kemudian berpikir keras, benda yang dilihatnya tadi adalah microcam yang biasa dipakai untuk mengintai sesuatu. Kenapa Yoona diintai?Dan bunyinya menunjukkan, limit pemakaian microcam.Yang Jonghyun ingat, limit pemakaian benda itu, adalah 2 tahun, dan tentu setelah ini aka nada orang yang datang untuk mengganti benda ini jika memang mereka ingin mengintai Yoona.

            “Jonghyun, aku mau ke bawah sebentar, kau ingin ikut atau tinggal?”Tanya Yoona berseri.

            “Eh? Aku…. Akan ikut denganmu” Jawabnya agak kikuk.

            “Baguslah, ada seorang ahjussi yang suka mabuk-mabukan, aku takut kalau bertemu dengannya” Jelas Yoona parau.

            “Baiklah, aku akan menemanimu”

            Mereka segera keluar dari apartemen. Wajah Yoona berseri sekali, kali ini ia akan menemui Lee Donghae untuk mengambil bonek beruang besarnya. Pria itu dengan senang hati mengantar si beruang ke apartemennya. Seperti cerita Yoona soal ahjussi pemabuk, ia dan Jonghyun bertemu dengan beliau saat hendak masuk lift. Dengan sigap Jonghyun membuat pertahanan perlindungan di depan Yoona dan menurut Yoona itu lebay.

            “Donghae-ssi?”Tegur Yoona begitu melihat Donghae sudah ada di area parkir.Pria itu sedang memegang sebuah boneka beruang ukuran besar sekali.

            “Yoona-ssi!” Wajah Donghae sebelumnya berseri, tapi begitu Jonghyun muncul, ia mengurungkan senyumnya.

            “Kamsahamnida, sudah repot-repot kemari” Kata Yoona tulus.

            “Anieyo, Gwenchana… Jonghyun-ssi?”

            “Annyeonghasseyo, Lee Donghae-ssi!” Jonghyun ingat sesuatu saat melihat pin yang sama, yang pernah ia lihat beberapa waktu lalu. Bentuk gambar itu, sama dengan semua petunjuk yang selama ini ia dapatkan. Satu hal yang harus ia pastikan adalah, apakah Lee Donghae menyukai Im Yoona atau tidak. Dari gelagatnya sudah kentara, memang pria ini menyukai Yoona, tapi Jonghyun harus membuktikannya sendiri.

            “Im Yoona-ssi, kali begitu saya permisi dulu” Pamit Donghae, pria itu membungkuk sebentar dan pergi dari sana. Jonghyun masih memperhatikan hingga mobil Donghae menghilang.

            “Ya! Lee Donghae-ssi, baik sekali bukan?”

            “Kau menyukainya?Bukankah kau selalu menghindari pria itu?” Tanya Jonghyun.

            “Awalnya, tapi setelah hari ini, aku pikir ia pria yang baik” Kata Yoona “Tidak seperti seseorang yang melupakan janjinya” Lanjutnya sembari menyindir.

            “Ya!Bukankah sudah kujelaskan tadi?” Protes Jonghyun. Dan mereka menghabiskan sisa perjalanan kembali ke apartemen dengan sibuk berdebat soal hal tidak penting.

*

            “Im Yoona, kau sudah gila?” Ujar Jonghyun, Ia melihat Yoona seperti gadis gila yang senyum-senyum sendirian sambil memeluk boneka beruang besar.

            “Diamlah, aku senang sekali mendapat hadiah ini” Tanggapnya.

            “Yoona-ya, ada hal yang ingin aku tanyakan padamu”

            “Apa?”

            “Apa selama ini kau punya, musuh?”Tanya Jonghyun tiba-tiba.

            “Musuh? Ya! Kau tahu, aku disukai di seluruh Daehanminguk ini” Jawab Yoona asal.

            “Aku tanya serius, apa selama ini ada orang yang pernah menunjukkan rasa tidak suka padamu?” Yoona berpikir sejenak baru kemudian menggeleng.“Memangnya kenapa?”Jonghyun menggeleng.

            “Kau… masih ingat dengan pengirim parsel waktu itu?” Tanya Yoona. Jonghyun mengangguk, hal ini yang sebenarnya ingin dia tanyakan.

            “Ikut denganku, biar aku tunjukkan sesuatu padamu” Yoona menarik lengan Jonghyun, mereka berjalan menuju sebuah ruangan yang ada di dibalik sebuah cermin besar. Kalau saja Yoona tidak mendorong cermin itu, mungkin Jonghyun tidak akan tahu kalau sebenarnya itu adalah pintu ruangan.

            “Apa…..” Kata-kata Jonghyun terputus begitu melihat seisi ruangan itu.Semacam tumpukan ratusan parsel yang tak pernah dibuka.Beberapa diantaranya, buket-buket bunga mawar yang sudah melayu.

            “Pengirim yang sama…” Yoona menyerahkan secarik kertas kartu ucapan.Jonghyun meraih kartu ucapan itu.

            “Aku…. Takut Jonghyun” Gadis itu menggigit bibirnya dan hampir menangis.Jonghyun terkejut, sudah selama ini ada orang yang mengintai Yoona. Dan semua hadiah ini dikirimkan secara rutin bila ia sedang di Korea tanpa tahu siapa pengirimnya. Jonghyun kembali memutar otaknya, dan pastilah pengirim semua parsel ini adalah orang yang tengah memasang microcam yang ada di ruang tamu tadi.Ia dan Yoona keluar dari ruangan itu tanpa bicara banyak. Jonghyun berjanji dalam hati, ia akan mencari tahu siapa sebenarnya orang yang telah mengintai Yoona sejak lama ini. Dan satu-satunya suspect yang ia curigai adalah Lee Donghae, tapi ia harus menyelidikinya lebih dulu.

*

            Kemarin Jonghyun membolos kelas Judo karena buru-buru menemui Yoona.Ia tidak habis pikir kalau akan dihukum seperti ini oleh gadis menyebalkan yang bernama Bae Suzy dari departemen pengawalan presiden. Lee Jonghyun hampir mati kesal karena ia sedang diperintahkan untuk melakukan kayang sudah hampir satu jam lamanya. Karena sudah tidak tahan.Pria itu memutuskan untuk kembali berdiri tegak.Dan spontan Suzy mendekatinya.

            “Apa aku menyuruhmu berhenti?”Ujarnya dengan wajah super menyebalkan.Jonghyun membuang muka dengan kesal. Pria itu, sekali lagi ia memutuskan untuk keluar dari kelas Judo itu.

            “Ya! Lee Jonghyun” Jonghyun berhenti begitu mendengar namanya diteriaki. Ia berbalik menghadap Suzy.

            “Aku dengar kau lebih muda tiga tahun dariku, jaga sikapmu dengan orang yang lebih tua” Kata Jonghyun tajam dengan mata berkilat-kilat tajam.

            “Kau menyuruhku memanggilmu dengan sebutan Oppa?Jangan bercanda” Cibir Suzy.Ia meraih kerah baju Jonghyun dengan tangan kanannya, sementara kaki gadis itu ia selipkan diatara sela kaki Jonghyun dan mencoba merobohkan Jonghyun dari kaki kirinya sendiri. Alih-alih dibanting Suzy, pertahanan kuda-kudanya sebagai pria terlalu kuat untuk dirobohkan begitu saja.Seketika Jonghyun mengangkat kaki kirinya lebih tinggi dan membuat wanita itu kehilangan kendali hingga hampir tergeletak di lantai dengan belakang kepala menghantam lanti.Tapi Jonghyun dengan cepat menangkap tangannya hingga tidak terjatuh.

            “Jangan main-main lagi denganku” Katanya sinis. Baru kemudian ia melepaskan genggaman tangannya perlahan. Gadis itu mendarat sempurna di matras. Jonghyun melepaskan sabuk miliknya sendiri dan pergi dari sana.

            “Jonghyun-ssi? Wah! Kau menjatuhkan instruktur?”Orang-orang mendekat dan merasa terkesan.Mereka melihat Jonghyun menjatuhkan Suzy.

            “Ah, tidak kok… Bae Suzy-ssi hanya terpeleset, bukan begitu?”Jonghyun mengulurkan tangannya sendiri pada gadis itu, mencoba membatunya berdiri.Tapi seperti dugaan Suzy hanya berdiri tanpa bantuan Jonghyun.

            “Anio, Jonghyun-ssi sudah cukup punya skill untuk menjatuhkan instruktur sepertiku tapi metode yang ia gunakan masih sangat kasar” Suzy berbicara dengan menekan beberapa bagian dalam kalimatnya sambil melirik kasar Jonghyun.

            “Aku ada urusan, aku pergi dulu” Kata Jonghyun lagi, ia memegang pundak Suzy sebentar sebelum berjalan santai meninggalkan kerumunan orang-orang. Persetan dengan semua ini.Ia masih punya tugas yang lebih penting.

            Hal yang pertama kali Jonghyun lakukan adalah membersihkan diri dari bau keringat yang menyengat ini. Hari ini ia akan mulai melakukan penyelidikan mengenai pengirim gelap parsel milik Yoona. Ia yakin semua ini ada hubungannya dengan kejadian di hotel waktu itu. Untuk sementara pria itu memutuskan untuk mengesampingkan masalah gembong mafia yang sedang ia selidiki. Begitu selesai membersihkan diri, pria itu segera menelpon Yoona.

            “Yoona?”

*

            “Jonghyun? Ada apa? Mau mentraktirku makan siang?Maaf, aku sedang sibuk” Kata Yoona ceplas-ceplos.Ia memang sedang sibuk, kedua tangannya sedang memisahkan beberapa berkas yang perlu ditandatangani, ponselnya dijepit antara pipi dan pundak kanannya.

            “Ya!Hahahahahaha” Jonghyun terbahak mendengar ocehan Yoona, tidak ada niat sedikitpun untuk mengajak gadis itu makan siang bersama.“Kau dimana?”

            “Jonghyun-ah, aku di kantor. Aku benar-benar sibuk sekarang, nanti aku telpon lagi ya?”Jelas Yoona jujur dan agak terburu-buru.

            “Arrasseo.Jangan lewatkan makan siangmu” Kata Jonghyun.

            “Kau ini, berlagak seperti pacarku saja”

            “Bukankah kita memang pacaran?Kata orang-orang kan?”

            “Jangan bercanda! Aku sibuk sekarang”

            “Baiklah”

            Gadis itu kemudian kembali melanjutkan pekerjaannya, sesekali bergumam lagu tidak jelas.Ia sedang mempersiapkan beberapa berkas yang akan dibawa saat keberangkatan di hari Rabun anti. Bukankah menyenangkan?Ia bisa sekalian jalan-jalan di kota Newyork. Im Yoona jadi semangat sekali.

            “Reporter Im, ini tugasmu!”Minhyuk datang dan meletakkan sebuah tumpukan kertas di meja Yoona.

            “Bukankah kau dan krystal juga ikut? Kalian mau sekalian bulan madu disana kan?” Tanya Yoona, ia duduk di mejanya sendiri dan membolak balik script yang diberikan Minhyuk.

            “Lee Jungshin tidak memberikan kami ijin keles” Ujar Minhyuk marah.

            “Apa-apaan sih pria jangkung itu?Kau kan pimpinan redaksi, kau harus ikut denganku untuk survey lapangan” Keluh Yoona.

            “Onnie, kecilkan suaramu.Boss ada di ruang sebelah!”Krystal menyelinap masuk ke ruangan Yoona.

            “Kau kenapa kemari?Kalian cepat kembali ke ruangan kalian, sebelum pria itu datang kemari dan mengintrogasi kita karena curiga kita akan membuat kudeta!” Bisik Yoona. Dan Minhyuk terbahak bersama Krystal, imajinasi wanita ini memang di luar batas, tapi ada benarnya juga, bukankag Lee Jungshin itu orangnya sangat Rese’, apalagi kakaknya Lee Sunkyu?

            “Baiklah, Onnie, selamat bekerja!” Krystal menarik lengan Minhyuk dan buru-buru keluar dari ruangan.Tak lama kemudian, seperti dugaan mereka, Lee Jungshin memasuki ruangan Yoona.Ia seperti hendak menginterogasi.

            “Annyeonghasseyo, Im Yoona-ssi!” Katanya kaku, ia memang orang yang kaku. Yoona menghentikan pekerjaannya, dan merapikan rambutnya yang berantakan sedikit.

            “OH? Sajangnim?Annyeonghasseyo!”Balas Yoona antusias dan dibuat-buat ramah.

            “Aku Cuma ingin mengingatkan soal, keberangkatan anda ini untuk bekerja, dan bukan untuk jalan-jalan. Aku harap anda mengerti dan paham apa yang kumaksudkan” Kata Jungshin datar.Helo?Bukankah pria ini menyebalkan?Yoona ingin sekali menjitak kepalanya yang menjulan tinggi itu.

            “Ne.. aku mengerti” Jawab Yoona asal tak ingin memperlebar ocehan pria didepannya ini. Ia biasa memberi kuliah untuk karyawan yang berbuat kesalahan. Dan benar saja, Lee Jungshin langsung keluar ruangan tanpa pamit. Yoona langsung bernapas lega karenanya, setelah ini mereka akan bergosip satu kantor.

            “Yoona-ya, ada tamu untukmu!Dia di Looby” kata seorang pegawai yang mengintip di ruangannya. Belum lagi ia bertanya siapa, pegawai itu sudah pergi. Dalam benaknya Yoona berpikir, diapa yang mencarinya di kantor begini? Lee Jonghyun? Kalau memang iya, pria itu benar-benar berniat menjadi artis. Rumor tentang mereka sudah tersebar seantero stasiun tv ini. Wanita itu segera bergegas menuju ke Lobby.

*

            Jonghyun memutuskan untuk ke kantor Yoona, dan menunggu gadis itu keluar dari kantor, tapi sama sekali tidak ada niat menemui gadis itu. Ia hanya ingin mencari tahu sesuatu. Pria itu memarkir mobilnya di area parkir di belakang sebuah mobil sedan berwarna putih.Pria itu menunggu beberapa saat hingga waktunya makan siang.Ia rasa Yoona mungkin akan pergi makan siang dengan teman-temannya di luar kantor makanya ia menunggu saja di mobil. Sambil sesekali melirik ke jam tangan, ia membaca sebuah majalah otomotif yang baru saja ia beli beberapa saat lalu.

            Waktu menunjukkan sudah pukul satu siang, dan belum ada tanda-tanda Yoona yang keluar. Tanpa sengaja ia melihat seseorang keluar dari mobil yang diparkir di depan mobilnya, mobil sedan putih ittu. Seorang pria yang ia kenali, keluar dari mobil itu membawa semacam kotak bekal makan siang, dan Jonghyun yakin seratus persen itu adalah Lee Donghae. Pria itu mencoba mengamati pergerakan Lee Donghae, sampai-sampai ia harus keluar dari mobil dan melihat pria itu melitasi Lobby kantor Yoona. Jonghyun memutuskan untuk kembali ke area parkir dan memperhatikan secara deti mobil milik Donghae, berharap ada sebuah petunjuk yang bisa ia peroleh. Pria itu menunduk di sisi mobil memperhatikan badan mobil hingga ban mobil seteliti mungkin. Karena tak memiliki banyak waktu, ia memutuskan untuk memotret saja semua bagian mobil, agar bisa dilihat berulang kali di rumah. Jonghyun tak ingin berlama-lama memperhatikan Yoona dan Donghae, kalau memang pria itu menyukai Yoona maka gadis itu akan baik-baik saja. Ia segera memutar mobilnya dan pergi dari sana.

*

            Dan larut malampun kembali.Jonghyun kembali dalam aktifitas mengenaskannya, menghabiskan malam dengan bermangkuk-mangkuk ramyun dan kali ini kopi.Ia terus meneliti gambar mobil Donghae. Pria itu menemukan sebuah gambar di kerangka ban mobil donghae. Gambar sebuah bunga rose dengan kelopak bersusun. Berulang kali dilihat gambarnya tetap sama dan taka da petunjuk lain setelah itu. Saat di ruamh Yoona, ia sempat mengambil sebuah kartu ucapan yang ada gambar bulan sabitnya. Pria itu kemudian tak sengaja mensejajarkan gambar tersebut dengan gambar yang ada di kerangka ban mobil Donghae. Dan…. Lee Jonghyun menyadari satu hal… itu bukan gambar bulan sabit, tapi gambar kelopak.Gambar kelopak bunga yang dipisah-pisah untuk mengelabui orang-orang. Cerdik!

rosela

To be continued

Halo, sorry baru update.Hahaha. Di bagian terakhir sebelum bersambung, gambar yang disertakan semoga pada ngerti yah jalan mikirnya author :D:D

Makasih yang udah nunggu, baca, dan komen. Sekarang giliran author mau komen nih. Kenapa ya, komennya ada yang semacam ngeBASH gitu?Hahahaha.Yasudah gak apa-apa, semoga di episode ini gak ada yang ngeBash lagi yah. Hahahahahaa… keep enjoy this story, yang gak setuju sama ceritanya silahkan gak usah komen, jadi silent reader disini sah kok. Boleh ikut sampe ending dan gak akan diprotect.😀

Oh ya, buat yang baru denger lulusan selamat ya, *mian telat* :D:D

Selamat menikmati cerita aneh bin alay ini. Oke sip!

Salam, Upleize.

 

 

44 thoughts on “I DO LOVE YOU (4)

  1. Huaaaahhh kayaknya yoona mulai suka sama donghae nih , :’) cieeee cieeee … Jonghyun sama yoona cocoknya sahabatan ajj gaa lebih ,, smoga ajj donghae gaa salah paham dan ngira klo yoona sama jonghyun pasangan .. Hmmmm donghae sbnernya penjahat atau bukan sih . ??

  2. akhirnya yoona sedikit demi sedikit udah ga kaku sama donghae, mudah2an langkah awalnya yoona jatuh hati sama donghae. donghae itu anaknya mafia ya? kenapa mencurigakan sekali. next part ditunggu chingu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s