INGELBERT

a

INGELBERT

HyukGumsmile

Cho Kyu Hyun Im Yoona

Romance

PG-17

 

Kyu hyun melangkahkan kakinya cepat. Bau pekat obat penenang membuatnya pusing. Tapi ia memilih untuk tak mau perduli. Kebetulan sekali, kali ini ada urusan yang jauh lebih penting dan mendesak. Batinnya terus berdetak ragu sementara dering ponsel mengetarkan tubuhnya secara halus.

Kedua tungkainya bersahutan. Titian anak tangga yang paling terakhir itu hampir dekat. Lalu ketika tiba diujung, ia segera mendobrak pintu. Mengeluarkan bunyi gedebum keras. Membuat seluruh mata yang melintas disekitarnya menoleh, memperhatikannya terkejut.

Ia dengan cepat menetralkan ekspresi. Memperbaiki letak jaket kulit ditubuhnya lalu menaikkan maskernya hingga tiga perempat hidung.

“maaf,, aku terlalu panik”

Suara datarnya semakin mempertegang suasana koridor. Mencekam. Dan kyu hyun tak berpikir banyak untuk segera pergi. Melangkah menuju belokan koridor. Membuka sebuah ruangan putih bersih yang besar.

“oh! Maaf tuan, anda tidak diperbolehkan masuk. Hanya—“

“berikan aku bajumu”

“a-apa? M-maaf tuan. Tapi selain—“

BAM!

Ujung pistol mendarat pada pelipis kanan seorang staff lelaki. Meninggalkan bercak darah ketika ia kemudian terjatuh dan tak sadarkan diri. kyu hyun mendengus kasar. Sial! Ia tidak berniat melukai siapapun, tadi. Tapi lelaki ini terlalu membangkang.

Kyu hyun menyeretnya menuju dudukan ruangan. Sebotol cairan bening ia semprotkan pada luka lalu menyelipkan sebuah kertas pada saku tshirt hitam yang ia gunakan. Kyu hyun berpaling. Menarik salah satu sarung tangan sterilnya dan mulai berjalan. Mendorong sebuah trolli yang berbau pekat.

Campuran antara obat dan cairan lembek yang mereka sebut nasi.

Kaki jenjangnya membelah lantai. Lalu bunyi trolli bersahutan dengan acungan senjata siaga dari depan. Kyu hyun mendongak, berhenti dan diam sejenak.

“makan malam dan obat” ujarnya dengan suara berbeda.

Kedua manusia bersenjata laras panjang itu mendekat. Membuka tudung saji pembungkus nasi dan obat lalu meletakkan detektor logam diatasnya. Menyemprotkan cairan biru yang berbau menusuk disekitar kyu hyun lalu mengangguk bersamaan.

Kyu hyun tersenyum ketika mereka memberi jalan. Membiarkannya masuk dengan leluasa. Dasar bodoh. tidak bisakah mereka lebih cerdas sedikit saja? Kyu hyun menggumam dalam hati. Handle pintu semakin mendekat. Lalu ketika ia hampir menyentuh permukaannya..

“oh ya, kau! tunggu!!”

Sial! Kyu hyun berbalik.

“waktumu hanya tigapuluh menit! Dan panggil dokter setelahnya!”

 

 

__

Kyu hyun mendorong trolli mendekat. Berhenti tepat disamping tempat tidur minimalis yang ditiduri seorang wanita dengan tenang.

“apa kau perlu melakukannya?”

Kyu hyun tersentak sesaat, dan tak lama menimpalinya dengan kekehan kecil. “kau tau aku akan datang?”

Detik berikutnya yoona berbalik, membuka mata dan menatap kyu hyun dengan garang. “seperti aku tidak pernah mengenalmu saja. Sudah kukatakan kau tidak perlu datang! Kau pikir ini semua aman?”

Kyu hyun menurunkan masker putih tipis miliknya. Mempertontonkan sebuah senyum asimetris yang demi apapun sulit sekali untuk tidak mempesona wanita. Lelaki tinggi itu mendekat, menunduk dan mencium bibir yoona singkat. “aku baik-baik saja. Jika itu yang kau takutkan”

Yoona mendengus kesal. Bibirnya mengerucut dengan kerutan kening yang kentara. “saat ini, ya. Lalu siapa yang akan tau detik-detik berikutnya?”

Tak ada jawaban. Suara berisik akibat dentingan alat makan membuat yoona tau jika kyu hyun tengah mempersiapkannya makan malam. Tak lama, namja itu duduk dengan semangkuk yang entah berisikan apa lalu tersenyum.

“jika detik berikutnya terjadi sesuatu, maka aku berjanji untuk tetap hidup” jawabnya singkat.

“memangnya kau tuhan?!”

Kyu hyun mengedik. “tidak” ia memainkan sendok dalam genggamannya lalu menatap yoona tulus. “tapi setidaknya tuhan pasti tau bahwa akan sulit sekali bagimu untuk hidup jika tanpa aku”

Yoona mendengus dan untuk kedua kalinya kembali berpaling. Berada disekitar kyu hyun membuat emosinya seringkali naik turun belakangan ini. “cepat pulang. Kau bisa tertangkap jika terus berada disini”

Dan derit kasur terdengar semakin keras. “menurutmu, kau sakit apa? kau ingin sesuatu?”

“cho kyu hyun!!”

Kyu hyun terkekeh ketika ia hampir saja menyentuhkan punggungnya pada kasur yang sama. Berbaring. Memeluk yoona. Namun gagal dan wanita cerewet itu memekik kecil. Ia menjulurkan tangannya lalu mengacak pelan rambut lurus yoona.

“kau sensitif sekali belakangan ini” kyu hyun mendekat. Meletakkan bibirnya pada pipi kiri yoona. Menghembuskan nafasnya yang hangat. “aku akan pulang. Tapi kau harus ikut denganku.”

Yoona tersentak. Ikut bersamanya? Kyu hyun pasti benar-benar mulai gila. “t-tapi—“

“ya, atau tidak sama sekali, yoong”

Yoona menatap kedua mata kyu hyun yang berubah serius. Sialan! Seharusnya ia tak pernah menghubungi namja ini. “aku sedang dirawat. Dalam tangguhan dinas. Apa kau mulai gila dengan memintaku untuk segera pulang?”

“tidak” kyu hyun mengemasi trolli dan menaikkan sarung tangannya dengan perlahan. Yoona harus pulang, atau ia harus menginap. Pilihannya hanya dua. Dan yoona tak memiliki pilihan cadangan yang menguntungkan.

Sialan. Menerima telepon singkat bahwa yoona pingsan dan segera dilarikan kerumah sakit saja sudah membuat seluruh tubuh kyu hyun membatu. kaku. Dan mendingin dalam cucuran keringat.

Seharusnya, hanya seharusnya saja, yoona tau betapa kyu hyun mencemaskannya.

Lalu tiba-tiba yoona berkata agar ia tak perlu datang. Hah! Konyol sekali. Lelucon yang menggelikan. Lalu, apa? dirawat? Kini kyu hyun yakin jika memang tak ada yang lebih cerdas dari seorang bocah ingusan disana. Bagaimanapun, yoona hanya pingsan. Dan ia berhak pulang. Berada dirumah sakit justru hanya akan membuat kecemasan kyu hyun meningkat. Mengingat semenjak beberapa minggu yang lalu, sulit sekali untuknya tidur tanpa yoona.

Kyu hyun mendengus. Yoona mulai berubah menjadi pembangkang. Meski bersikap keras memang sudah menjadi wataknya karena tuntutan profesi, belakangan ia juga lebih sering bertingkah konyol. Membuat jantung kyu hyun benar-benar harus belajar untuk mengatasi serangan yang tiba-tiba datang darinya.

Kyu hyun berbalik dan menatap yoona datar namun penuh keseriusan.

“tapi yoong, kau hanya pingsan karena terlalu kelelahan. Dan mereka, tak berhak menghalangi keinginanku. Ini berlebihan. Mereka tak tau apa yang kau butuhkan. Kau hanya hamil muda. Dan satu-satunya hal yang butuhkan adalah aku! Lelakimu.”

Trolli terdorong sedikit menjauh, lalu kyu hyun berjalan dan mendekat. “jadi, im yoona. Aku tunggu kau di apartemen malam ini. kau ingin makan sesuatu? Hubungi aku secepatnya. Waktuku hampir habis. Aku mencintaimu.”

Diskusi singat ditutup. Pembicaraan itu berhenti dalam sekejap mata.

Kyu hyun menunduk. mencium yoona dalam-dalam dengan segenap rasa. Dan berhenti ketika sadar jika oksigen mulai menghilang. Menjauhkan bibir tipisnya yang sensual dari jangkauan yoona dan mengedip sekali.

Lalu kunjungan malam itu, berakhir tanpa aba-aba.

 

-FIN-

Ini-Drabble-Paling-Kacau.

Tapi, ya whateverlah. Aku memang butuh sebuah cerita singkat buat di post disini. Btw, ini sequel singkat dari Immortal Frozen. Seharusnya sih bisa lebih panjang, tapi nanti aja kalau Memorable udah selesai.

Status hubungan mereka, masih dirahasiakan.

Dan, aku mau minta maaf. Bahkan setelah hampir satu bulan, Memorable13 belum bisa di post. Buat yang masih sering bertanya dan yang enggak tau alasannya sampai saat ini. Alasannya simple. Laptop aku rusak. Masih dalam perbaikan. Dan insyaallah *doakan aja* sekitaran satu atau dua mingguan lagi udah bisa dipake.

Aku mau berterimakasih sama yang masih mau bertanya. Tapi setelah aku konfirmasi seperti ini, tolong jangan nuntut buat di post cepat-cepat lagi. Demi apa, bukan aku yang mau. Tapi laptopnya memang benar-benar gabisa dipake. Dan pertanyaan kalian seringnya seolah aku yang gak mau ngepost-__- padahal enggak loh. Kalau bisa juga aku post cepat-cepat karena ide baru udah mulai muncul. Tapi, berhubung semua-sekali lagi ‘SEMUA’-Fiction aku ada di laptop itu, aku memang terpaksa harus hiatus. Nulis ulang memorable13 Cuma bakal bikin aku pusing karena naskah aslinya udah 50 lembar full! Jadi, sekali lagi aku minta maaf. Tolong pengertiannya. Dan yang nantinya masih bersedia nungguin aku comeback, aku berterimakasih banyak{}

 

With love, Park ji yeon.

71 thoughts on “INGELBERT

  1. di tengah2 bca baru kepikiran tadi mau koment klo story ini kaya sequel Immortal Frozen eeh ternyata bener,,yeeiy,,seru ni ff klo di jadi in chapter,,penasaran sama hub KyuNa disini,,menikah atau pacar?? bisa aja kan,,
    oke di tunggu sequel ny lagi kapan pun,,,
    maaf telat baca,ga sadar ada ff bru selain memorable,,memorable part 11 aj belum aku bca,hehe,,,,mianhe Author,,,😛

  2. kyaaaa ternyata ini sequel nya immortal frozen ? baru ngeh. pas dibaca ulang ternyata bener hahaha. sweet banget sih kyuhyun oppa. perhatiannya itu lho sampe dibela”in jenguk yoona eonni yang lagi hamil muda. sifat kyuhyun oppa itu yang sama sama keras kepala. daebaaak. sekarang aku ngerti jalan ceritanya. apa masih ada lanjutannya thor ?

  3. yoona unni hamil??? pnasaran sma hubungannya yoongi sma kyuppa,& bagaimana sebenarnya profesi yoona dan kyuhyun,.
    dtunggu lanjutannya unn🙂🙂🙂❤❤

  4. Bikin sequel lagii hahahaha sekali kali ceritaiin keromantisan kyunaaa bosen berantem mulu hahahaha tapi kinda cute sih ceritanya kyu yg sangar cold harted terus pendiem bisa kacau gara2 seorang im yoona hahaha

  5. Yoona hamil anaknya Kyuhyun? Kok bisa? Mereka menikah apa baru pacaran? Ya ampun thor, cepet update lanjutannya.. Penasaran😀

  6. Bisa kah ini di bikin sequel lagi? Bagus loh jalan ceritanya😦 hehehehe dibikin kyu panik erus sama tingkah yoona lucu liat kyu yg berjuang segitu keras buat yoona hahaha

  7. butuh squel lagi thor,.
    mase pnasaran m status kyu m yoona,. dh mnikah atau masih pacaran,.😀 d tambah dg yoona yg lagi hamil muda,.

  8. Pas pertama2 kirain tuh ini misi rahasia gituhh haha.. Mana mau ngasih makan ajah ada yg jaga gila .. Udah kayak presiden ajaa hahaahha tapi kyuppa so sweet banget deh.. Perhatiannya full <3<3

  9. Tiba tiba kangen sama drabble ini hahahaha eooonieeeeeeeeeeeeee~~ karena kemungkinan unexpected endingnya bukan kyuna (*nangis kejer*) aku boleh minta 1 permohonan tidak? Hahahaha bolehkan drabble ini di buat sequelnya? Bener2 jatuh cinta sama karakter mereka disini seriusan deh romantis tapi gimana gitu hahahah bolehkah? Maaf merepotkan atau membebani tapi sebenernya aku cuma mau ngasih saran aja hehehe terus kalo ga dibuatkan juga tak apa koo hehehe semoga authornim baca comment ini deh ^^ sekali lagi maaf kalo permintaan aku konyol ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s