Rainy Day

4037f-orkin2btumblr_m53t5nnbbr1rr10yho1_1280

Ra  i  n y     Day

lineveur’s

Starring

Im Yoona | Cho Kyuhyun

Genre: Romance, Fluff, AU |  Length: Ficlet | Rating: G

Also published with different cast and title in here

… rain isn’t too bad, am I right? …

***

Sebenarnya, hujan itu tak terlalu buruk.

Coba saja hapuskan pikiran burukmu tentang betapa repotnya harus membungkus tubuhmu dengan jas hujan dan boot agar tak kuyup, atau beratnya payung yang kau bawa. Dan ugh, jika angin bertiup cukup kencang, kemungkinan saja payungmu akan terbang. Malang sudah dirimu. Mengejar payung di cuaca ekstrem macam hujan deras beresiko terpeleset.

Seperti yang dialami Yoona, tadi.

Tadi Yoona baru saja menyelesaikan pekerjaannya sebagai karyawan toko buku. Hari ini ia melakukan pekerjaan berat, (yang seharusnya lebih cocok dilakukan karyawan pria, namun hari itu banyak karyawan pria yang absen) yaitu menggotong kardus berisi buku-buku dari produsen yang hendak ditata di rak. Jadi ia dan rekannya Nari naik turun tangga lipat dengan tangan penuh buku, menyusunnya di rak, mengambil kardus lagi, naik tangga lagi, menata bukunya lagi dan seterusnya. Untunglah Seyoung berbaik hati membuatkan mereka jeruk peras dengan es balok banyak-banyak.

Ketika jam kerjanya selesai, gumpalan awan suram menggelayuti langit, jadi Yoona memutuskan untuk memakai atribut hujannya. Memang benar, ketika Yoona selesai bersiap hujan telah turun dengan derasnya. Pada awalnya semua berjalan biasa saja, namun nantinya ia akan ditimpuki kemalangan yang berturut-turut.

Pertama, angin bertiup begitu kencang, tanpa perasaan berdosa sekalipun langsung menerjang wajah Yoona. Yoona bersumpah, rasanya seperti ditusuk ribuan jarum. Sakit sekali. Ia sudah berupaya untuk meminimalkan rasa sakit itu dengan menutupi wajahnya dengan tangannya. Tapi karena penglihatannya yang sudah buram karena tetesan air hujan tertutup, ia menabrak bilik telepon umum dan terjatuh di antara tumpukan kantung sampah. Menyedihkan.

Mari kita salahkan sang angin yang telah mengganggu hari hujan Yoona. Setelah membuat wajahnya seperti tertusuk, tak puas-puasnya sang angin menyiksa Yoona. Benar saja, hal yang ia khawatirkan sejak tadi terjadi. Payungnya lepas dari genggamannya, dan langsung mengangkasa. Membuatnya terperangah seketika, namun ketika menyadarinya ia mendengus kesal.

Yoona mengejar payung nakalnya itu. Sepertinya ia harus meminta maaf kepada seorang nenek yang kepalanya terantuk payungnya, atau seorang siswa sekolah dasar yang terjengkang karena payung ungunya itu menabrak tubuhnya dan es krim cone seorang gadis kecil terjatuh. Gara-gara apalagi kalau bukan karena payungnya? Ia tak sempat meminta maaf, mengejar payungnya secepat yang ia bisa. Membuat bahunya bertabrakan dengan bahu-bahu lain yang memenuhi trotoar di ruas jalan ini.

Yoona hampir tak menyadari ketika boot-nya kehilangan pijakan, tergelincir dengan perlahan. Mana ia sempat mencari tempat berpegangan, jadilah kakinya merosot disusul pantatnya yang menimbulkan suara gedebum kecil. Suaranya memang kecil, tapi sakitnya luar biasa.

Sayangnya orang-orang yang berlalu-lalang entah karena sibuk atau memang tidak tahu, sama sekali tidak membantu Yoona yang masih terduduk di trotoar sambil memegangi punggungnya. Perlahan, Yoona bangkit dengan rasa sakit luar biasa. Ia menggunakan tiang listrik di sebelahnya sebagai tumpuan. Tak disangka-sangka, ia mampu berdiri walaupun masih tak terlalu stabil. Tapi lama-lama rasa nyeri menyerangnya.

“Butuh bantuan, Nona?”

Sekonyong-konyong, Yoona menyadari rinai hujan tak lagi mengenai tudung jas hujannya. Ia mendongak, melihat sebuah payung hitam tengah menaunginya. Apa-apaan ini? Malaikat pelindungnya tengah mengunjunginya?

Leher Yoona terasa seperti dibebat tali tambang ketika ia mengetahui siapa pemilik payung hitam yang berdiri di belakangnya. Cengiran itu lagi. Rambut cepak itu. Tubuh jangkung cekingnya. Astaga. Tidak bisakah ia berada jauh-jauh dari Cho Kyuhyun?

“Ada apa melihatku seperti itu? Nanti kau jatuh cinta padaku, lho.”

Ini ekspresi kesal, idiot. Air muka Yoona bertambah masam.

***

“Pergi sana!” seru Yoona ketika Kyuhyun masih saja mengikutinya. Cukup sudah sampai disini kemalangan berturut-turutnya. Ia tak mau Cho Kyuhyun yang notabene laki-laki paling konyol di kampusnya ini merusak harinya.

Kyuhyun justru memamerkan cengiran polos yang membuatnya tampak innocent (walau sebenarnya tidak). Betapa Yoona benci cengiran itu. “Kalau aku pergi, nanti siapa yang meminjamimu payung?”

“Untuk apa kau memikirkan hal itu? Pergi saja sana! Aku justru akan lebih merasa terbantu bila kau jauh-jauh dariku,” usir Yoona, sambil berkacak pinggang.

“Kau mau kemana? Biar kuantar. Supaya kau tak kehujanan,” tanya Kyuhyun sambil menyunggingkan senyum polos. Merasa tidak terganggu dengan kata-kata sarkastik yang dilontarkan Yoona.

“Kau hanya mengantarku, oke? Jangan ikut campur urusanku,” Yoona melontarkan ketentuannya yang disambut anggukan Kyuhyun. “Antar aku ke Starbucks disana.”

“Hah? Kau ini penyuka kopi?” seru Kyuhyun tak menyangka, karena yang ia tahu Yoona bukan gadis yang akan memilih kopi sebagai minuman pertama yang ia tenggak ketika mengantuk.

Yoona mengibaskan tangannya kesal. “Bukan! Aku kesana karena aku suka chamomile tea-nya! Kau kira aku suka kopi?”

“Baiklah, jangan marah, dong. Kan aku tidak tahu,” ucap Kyuhyun menenangkan. Suasana hening, walaupun di sekeliling mereka begitu banyak pengguna jalan yang berlalu-lalang kesana kemari. Kyuhyun menatap sekelilingnya, sebuah flowerist cantik, butik hingga sebuah pameran teknologi. Tertarik, mengingat ia adalah seorang penggila games. Ia bisa mengunjunginya nanti. Kyuhyun kembali merajut pijak hingga ia dan Yoona berada di pintu depan Starbucks. Kyuhyun bersumpah ia dapat mencium aroma kopi yang harum ketika ia melangkah masuk. Aroma kopi yang bernuansa hangat memang menenangkan, terlebih di hari hujan seperti ini. Kyuhyun berhenti menggigil, ia mengekori Yoona yang sudah lebih dahulu duduk di salah satu kursi, melihat-lihat buku menu.

“Kau mau pesan apa?” tanya Yoona, di tangannya terdapat pulpen untuk menuliskan pesanan di kertas. Kyuhyun melirik, melihat Yoona sudah lebih dahulu menuliskan chamomile tea hangat, pesanan gadis itu. Kyuhyun melihat-lihat buku menu. Semuanya terlihat menggoda untuk dinikmati di saat-saat seperti ini. Matanya beralih dari macchiato, lalu berpindah ke iced latte dan akhirnya ia begitu tertarik pada americano.

“Satu americano hangat, tanpa gula.”

***

Yoona sudah mulai meniup-niup teh di cangkirnya, memegang cangkirnya dengan posisi telapak tangan terbuka supaya ia bisa mendapatkan kehangatan. Penghangat ruangan memang sudah disetel begitu nyaman, tapi jari-jari Yoona tetap kedinginan. Terlebih karena tadi tangannya terbungkus basahnya rintik hujan.

Yoona menghirup napas dalam-dalam setelah menyesap sedikit demi sedikit tehnya. Ia begitu cinta pada camomile tea. Aromanya menenangkan, dengan cita rasa unik namun kalem. Terlebih camomile tea yang disajikan Starbucks beraroma lebih nikmat.

Seraya menyeruput tehnya, Yoona memandangi Kyuhyun yang justru acuh saja dengan kopinya. Lelaki itu tengah membaca sebuah surat kabar yang diambilnya dari rak. Kalau dipikir-pikir lagi, Kyuhyun tak begitu buruk. Ia tak pernah berbuat salah, namun mengapa Yoona harus membencinya? Karena ia lelaki paling konyol bertampang idiot di kampus? Tiba-tiba Yoona merasa bersalah pada Kyuhyun.

“Ada apa?” tanya Kyuhyun ketika mendapati Yoona tengah melamun. Ia menurunkan surat kabar yang tengah ia baca hingga menutupi separuh badannya, menampakkan wajahnya polosnya.

“Tidak ada-apa. Lanjutkan saja kegiatanmu. Aku hanya … melamun, ah ya, itu dia,” kilah Yoona sambil mengusap-usap tengkuknya canggung.

“Aku kira ada apa. Kau tak suka, ya, kalau aku menemanimu disini?” tanya Kyuhyun, tersisip rasa bersalah dalam ucapannya. Serta merta membuat Yoona merasa tak enak.

Yoona terbahak canggung, berusaha tertawa senatural mungkin namun itu justru membuat tawanya terdengar aneh. “Tidak, kok. Yang tadi itu, aku hanya sedang kesal saja.”

“Ooh. Kalau kau memang tak suka keberadaanku disini, aku bisa pulang setelah menghabiskan americano ini,” lanjut Kyuhyun sambil menunjuk cangkirnya.

“Sudah kubilang, aku tak merisaukan keberadaanmu, kok. Aku hanya bingung kenapa … kenapa kau …,” Yoona memutar cakram otaknya, berusaha mencari kata-kata yang cocok. Tak sengaja bola matanya yang tengah berputar kesana kemari melirik cangkir Kyuhyun. Sebuah ide terbesit di kepalanya. “Kenapa kau memesan americano tanpa gula? Ah iya, itu maksudku.”

Americano tanpa gula? Memangnya tidak boleh, ya?” tanya Kyuhyun, mengamati americano-nya.

Wajah Yoona merah padam. Ia mengibas-ngibaskan tangannya. “Bukan apa-apa, hanya saja itu hal yang tak biasa. Biasanya kan kau memesan frappucino. Dan strong coffe semacam americano pastilah terasa pahit sekali bila tak diberi gula.”

Kyuhyun menopang dagunya dengan sikut, memainkan jemarinya di dagu. Berpikir sejenak. “Kenapa, ya …,” gumamnya, tak memperhatikan Yoona yang tengah menghela napas lega.

“Karena …”

.

.

.

.

“Untuk apa aku memesan yang manis kalau sudah ada kau yang manis disini? Jawaban yang bagus, bukan?”

Yoona was blushed.

-fin

AHAHAHA

Akhirnya kelar juga ff ini, setelah aku berjuang sejak minggu lalu. Baru dua minggu yang lalu aku melaksanaan UN, jadi maaf kalo aku jarang banget post ff. Akhir April dan awal Mei aku sibuk banget, jam sekolahku menukik dari 9 jam jadi 15 jam (euuuww, what an extremely long time), jadi enggak sempet nulis ff, hehe. Ini tanda maafku buat kalian semua, karena jarang post ff. Aku agak susah dapetin feel buat Kyuhyun, jadi maaf kalo sifat Kyuhyun di ff ini nyerempet jauh banget dari aslinya, hehe.

Comments are welcome!

50 thoughts on “Rainy Day

    • Haloo …
      Sebelumnya, thanks a lot for you. Makasih banget udah mau comment di ffku. Sekalipun pendek satu comment berarti banget, kok.
      Iya tuh, kyuhyun kayaknya emang udah ketularan virusnya changmin, jadi tukang gombal xD
      Next ff ditunggu aja, yaa

    • Haha … Iya tuh, kyuhyun jadi tukang gombal xD
      Aduh, maafkan aku. Waktu bikin ff ini aku sempet mikir, ini kependekan atau enggak, bimbang gitu dan pas aku pikir-pikir lagi, ficlet emang length yang pendek (cuma berkisar sekitar 700-1000+ words), jadi aku bikin ini cuma 1300+ words. Maafkan aku, yaa
      Makasih banyak udah mau baca & comment. Next ff ditunggu aja, yaa …

    • Ceritanya kurang panjang? Aduh, maafkan aku. Karena ini cuma ficlet, dan yang aku tau tuh ficlet cuma sekitar 1000 words, jadi aku bikinnya cuma 1300+ words. Kalo lebih panjang lagi nanti jadi vignette, hehe. Maafkan aku untuk itu, yaa
      Makasih banget udah baca & comment. Next ff ditunggu aja, yaa

    • Haha … Aduh, maafkan aku kalo endingnya keju banget, hehe. Terlalu sering mendiabeteskan diri dengan baca ff fluff, jadinya ff buatan aku kayak gini melulu, deh.
      Sequel? Oh Dear, sorry a lot. Aku lagi kehabisan ide buat bikin sequelnya. Mungkin nanti aku bikinin. Ditunggu aja, ya.
      Makasih udah baca & comment c:

    • Sweet? Ah, yang bener aja, haha. Ini sih totally absurd xD
      Aku belum nyiapin sequelnya, maaf ya. Nanti aku pertimbangkan dulu. Kalau punya waktu, aku bikinin deh. Soalnya aku masih harus nyelesain ff lain dulu. Makasih udah baca & comment, yaa

    • Aduh, maafkan aku kalo ini terlalu simpel. Soalnya otak aku lagi buntu sementara ff-ku yang baru di post di IYAF baru dua, haha. Sequelnya aku pertimbangkan dulu, ya. Tapi mungkin sequelnya juga enggak beda jauh dari ini, haha. Makasih udah baca & comment, yaa

  1. Ihhh Kyuhyun kata2nya so sweet bgt
    Sampai muka Yoona merah padam gtu🙂
    Bikin FF KyuNa yg sweet lagi ya Author…
    Klo bisa ada Squel, buat sweet moment KyuNA gtu deh😀

    Terima kasih ya Author buat FF-nya
    KYUNA JJANG… FIGHTING AUTHOR

    • Iya tuh, si kyuhyun mulai ngegombalin, haha. Bikin ff KyuNa yang lain? Nanti aku siapin, ya. Soalnya aku juga lagi mempertimbangkan sequel ff ini. Lagi nyiapin plot, hehe. Makasih banget udah mau baca & comment, yaa

  2. ih yaampunn sweet banget walaupun yoona nanggepin kyu kaya gitu tapi aku liat kayanya kyu suka sama yoona soalnya tiba-tiba dia dateng nolongin yoona terus dia lebih milih nemenin yoona ketimbang ke toko game. makasih yaa udah bikin ff kyuna disaat-saat lagi sedikit yang update. ditunggu ff kyuna lainnya^^

    • Haha … Aduh, yang bener aja ini sweet. Padahal aku udah hopeless gitu pas nyelesain bagian akhirnya xD
      Emang kyuhyun sok misterius tuh, belum juga ngaku kalo dia naksir yoona /lirik kyuhyun/
      Wah, justru aku yang bilang makasih sama kamu, hehe. Makasih banget ya, udah baca & comment. Siip, ff lainnya nanti menyusul (y)

    • sorry a lot for those cheesy scenes, hehe. ff ini tuh fluff overload, bisa bikin kamu kena diabetes seketika malah, haha. sequelnya? aduh, aku sama sekali belum siapin sequelnya xD
      makasih udah baca & comment, yaa

    • lanjutannya? wah maaf, ff ini enggak ada lanjutannya. cuma ficlet, sih. tapi kalo yang kamu maksud sequelnya, ditunggu aja ya. soalnya lagi aku siapin. makasih banyak udah baca & comment yaa.

  3. eaaaa, hahha bang epil ngegompal😀
    suka thor ceritanya simpel tapi feel ny tetep kerasa😀
    buat sequel dongnpenasaran kenapa yoona eoni benci ama kyu😉

    • iya tuh, kan kyuhyun lagi dalam masa pubertas yang tertunda /kicked/
      sepertinya aku tuh emang udah kecanduan bikin ff fluff-but-simple, haha. maafkan aku kalo sampe sekarang genre ff-ku itu itu melulu xD
      sequelnya menyusul, soalnya aku belum prepare sama sekali buat sequelnya. makasih banyak udah mau baca & comment, yaa

    • wah wah, aku jadi makin blushed nih kamu puji-puji, haha. well, sebenernya aku tuh enggak yakin kamu bilang ini sweet. saking simpelnya ff ini, sweetnya enggak kerasa xD
      makasih banyak udah mau baca & comment yaa

  4. Muka Kyuhyun enak tuh ditabok duren, biar sekalian dapet duren runtuh. Dasar gombal tuh si evil, tapi kayaknya Yoona tetep suka.
    Ah, sweet. Tapi pendek. Tetep berkarya, ya.

  5. dasar kyu oppa gombal bgt…jadi kyu oppa itu dah suka ma yoona yach maka’a sifat’a konyol di depan yoona waktu di kampus??

  6. hahahaa dasaar oppaaaa gombalannya itu bisa bangeet siih.
    dari face pasti siapapun yang ngeliat bikin kesel banget hahahaha. kereeen. mungkinkah ada kelanjutannya ?

  7. Hahaha lucuuu, kyu pa gombalinnya gak tanggung tanggung ya, kyu suka yona ya?
    Bagus thor tapi kurang panjang nih .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s